Anda di halaman 1dari 3

Etiologi

Menurut Workman (2009), penyebab inkontinensia urin satu dengan yang


lain tidak sama tetapi tergantung dari tipe inkontinensia urin, yaitu :
A. Inkontinensia Stres
1) Melemahnya leher kandung kemih mendukung, terkait dengan persalinan
2) Defisiensi sfingter intrinsik disebabkan oleh kondisi bawaan seperti
epispadias

(lokasi

abnormal

dari

uretra

pada

dorsumpenis)

atau

myelomemngocele
3) Kerusakan anatomi pada sfmgter uretra (dari operasi inkontinensia
berulang, terapi radiasi prostatectomy, dan trauma).
B. Inkontinensia urge
1) Disfungsi neurologi yang mengganggu penghambatan kontraksi kandung
kemih atau pada pasien
2) Pasien dengan gejala lokal iritasi akibat infeksi saluran kemih atau tumor
kandung kemih
C. Inkontinensia reflek
Kerusakan pada sistem saraf pusat (SSP) yang diakibatkan oleh stroke,
multiple sclerosis, dan lesi sumsum tulang belakang parasacral
D. Inkontinensia overflow
1) Neuropati diabetes, efek samping obat, setelah operasi panggul radikal
atau kerusakan sumsum tulang belakang
2) Penyebab eksternal untuk mekanisme uretra: prostat membesar (pasien
laki-laki) dan prolaps genital besar (pasien wanita)
3) Di sebabkan oleh intrinsik untuk uretra, kontraksi abnormal otot rangka
terjadi, menyebabkan obstruksi. kondisi ini, yang disebut detrusor
dyssynergia, terlihat pada pasien dengan cedera tulang belakang dan
multiple sclerosis
E. Inkontinensia campuran
Penyebab Inkontinensia ini setiap gangguan terpisah.
Modalitas lain (penatalaksanaan)
Sambil melakukan terapi dan

mengobati

masalah

medik

yang

menyebabkaninkontinensia urin, dapat pula digunakan beberapa alat bantu bagi


lansia yang mengalamiinkontinensia urin, diantaranya adalah pampers, kateter,
dan alat bantu toilet sepertiurinal, komod dan bedpan. Pada saat diberikan
modalitas lain tersebut harus dilihat terlebih dahulu bagaimana keadaan pasien.
Askep Diagnosa Keperawatan 2
Harga diri: situasional rendah
Analisa Data
NO.

Data

Etiologi

Masalah
Keperawat

DS:
- Klien

mengeluh

tidak

bisa

menahan
kencingnya dan
sering
mengalami
kebocoran
kencing sebelum
-

sampai ke toilet.
Klien
merasa
malu dan tidak
nyaman.

Disfungsi neurologik, efek

an
Harga diri:

samping obat obatan, infeksi

situasional

atauiritasi pada vagina, dll

Perubahan struktur kandung

rendah

kemih

Perubahan otot urinari

Gangguan kontrol saat berkemih

Defisiensi tahanan urethra dan


tekanan dalam kandung kemih
meningkat

Inkontenensia urin

Otot detrusor tidak stabil

Reaksi otot berlebihan

Kencing mendadak, tidak bisa


menahan kencing, mengalami
kebocoran kencing sebelum
sampai ke toilet, serta merasa
malu dan tidak nyaman.

Harga diri : situasional rendah

Rencana Asuhan Keperawatan


Harga diri: situasional rendah berhubungan dengan rasa malu dan tidak
nyaman yang ditandai dengan kencing mendadak, tidak bisa menahan
kencing, mengalami kebocoran kencing sebelum sampai ke toilet, serta
merasa malu dan tidak nyaman.
Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam,
diharapkan rasa malu dan tidak nyaman klien dapat berkurang.
Kriteria hasil: sesuai indikator NOC dibawah ini.
- NOC : Self Esteem
No. Indikator
1.
Menerima keterbatasan diri
2.
Menerima komentar dari orang lain
3.
Deskripsi sukses pada grup sosial
4.
Komunikasi terbuka
5.
Level kenyamanan
Keterangan :
1 = tidak pernah positif

2
3
4
5
-

=
=
=
=

jarang positif
kadang kadang positif
sering positif
konsisten positif

NIC :
1. Self Esteem
1) Memantau pernyataan klien terhadap harga dirinya.
2) Mendorong klien untuk mengidentifikasi kekuatan dirinya.
3) Membantu klien untuk menemukan penerimaan atau menerima
keadaannya.
4) Membantu klien untuk mengidentifikasi respon positif dari orang
lain.
5) Memfasilitasi lingkungan dan aktivitas yang akan meningkat harga
diri.
6) Membantu klien untuk menerima bantuan dari orang lain.
2. Complex Relationship Building
1) Memberikan kenyamanan pada klien sebelum interaksi.
2) Membuat suasana hangat atau nyaman sehingga klien dapat
menerima.
3) Membantu klien untuk berusaha berinteraksi dengan orang lain
dan dengan cara yang positif.
4) Membantu klien untuk mengidentifikasi area atau tempat yang
digunakan untuk pertemuan sosial.