Anda di halaman 1dari 4

JURNAL REFLEKSI

Di Desa Cilayung RT 02 RW 04 terdapat seorang warga yang dikenal


dengan nama Ny. R. Beliau berusia sekitar 45 tahun dan tinggal bersama keluarga
kakaknya. Semenjak kedua orangtua Ny. R meninggal sejak sekitar dua puluh
lima tahun yang lalu, Ny. R tinggal dengan kakaknya, istrinya, dan kelima anak
kakaknya. Menurut keluarga yang diwawancarai, Ny. R diketahui mengalami
gangguan jiwa sejak masih kecil. Sewaktu kedua orangtuanya masih ada, beliau
pernah dibawa berobat ke dokter dan Puskesmas lalu diberikan obat-obatan.
Namun menurut pihak keluarga, tidak ada reaksi sehingga pihak keluarga
menghentikan pengobatan. Lalu pihak keluarga juga mengatakan, pernah
membawa Ny. R berobat ke orang pintar , namun didapatkan hasil bahwasannya
ini sudah penyakit dari lahir dan sulit untuk disembuhkan. Maka menguatkan
pihak keluarga untuk tidak melakukan pengobatan lagi terhadap Ny. R.
Rumah yang ditinggali oleh Ny. R adalah rumah bekas peninggalan kedua
orangtuanya dulu. Setelah kedua orangtua meninggal, kakak Ny. R pindah
menemani Ny. R di rumah tersebut. Rumah tersebut berbentuk seperti rumah
panggung dengan satu kamar, satu ruang tamu, satu ruang keluarga, dapur dan
kamar mandi berada terpisah di luar rumah. Namun sekarang, keluarga kakak Ny.
R sedang membangun rumah baru disamping rumah lama ini. Untuk aktivitas
sehari-hari, seperti mandi, makan, dan berpakaian, Ny.R dapat melakukannya
secara mandiri. Penampilan pun rapi dan sesuai seperti menggunakan pakaian
seperti orang biasa.
Kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh Ny. R menurut keluarga hanya
bermain-main saja, terutama dengan cucu dari kakak Ny. R. Ny. R tidak dapat
membantu kegiatan sehari-hari kakaknya seperti di warung ataupun memasak.
Menurut keluarga, Ny. R dapat membantu untuk mengambilkan air di sumur.
Menurut keluarga, tidak ada stigma yang negatif kepada keluarga maupun Ny. R
sendiri dari tetangga atau warga sekitar, namun jika Ny. R sedang berada diluar,
dan ada beberapa sekumpulan anak yang lewat, terkadang ada yang mengejekngejek Ny. R sehingga membuat Ny. R kesal dan seringkali mengejar-ngejar
sekumpulan anak tersebut bahkan melempari sekumpulan anak-anak tersebut

dengan benda-benda yang ada disekitar Ny. R. Jika klien sedang kambuh, klien
biasanya meminta sesuatu kepada keluarga dan permintaan tersebut harus
dipenuhi, karena jika tidak dipenuhi, maka klien akan terus mengamuk. Sehingga
pihak keluarga selalu berusaha untuk memenuhi permintaan klien. Tetapi jika
kambuhnya itu meracau, pihak keluarga hanya mendiamkannya saja.
Menurut Hawari (2009), penangangan penderita gangguan jiwa belum
memuaskan, disebabkan ketidaktahuan keluarga maupun masyarakat terhadap
jenis gangguan jiwa. Diantaranya adalah masih terdapatnya pandangan yang
negatif (stigma) dan bahwa gangguan jiwa bukanlah suatu penyakit yang dapat
diobati dan disembuhkan. Sikap keluarga dan masyarakat yang mengganggap hal
ini sebagai aib bagi keluarga, seringkali penderita gangguan jiwa disembunyikan
bahkan dikucilkan karena rasa malu. Banyak juga orang yang percaya selain tidak
bisa disembuhkan bahwa orang yang menderitapun tidak mungkin berfungsi
normal di masyarakat. Persepsi yang muncul kemudian akan menyebabkan orang
tidak mau untuk mengetahui permasalahan kesehatan jiwa baik dalam dirinya
maupun orang lain. Di Indonesia, pengetahuan seseorang tentang gangguan jiwa
sering dianggap terkena guna-guna, menderita suatu dosa ataupun terkena
pengaruh setan atau makhluk halus lainnya.
Gangguan jiwa yang lebih memiliki kemungkinan untuk dikenai stigma
adalah jenis gangguan jiwa yang menunjukkan abnormalitas atau penyimpangan
pada pola perilakunya (Syaharia, 2008). Mungkin ini menjadi salah satu alasan
mengapa anak-anak sering mengejek Ny. R, karena melihat perilaku Ny. R yang
tidak biasa dari orang lain sehingga memicu untuk dijadikan bahan olokan oleh
anak-anak.
Seharusnya pihak keluarga dari awal tidak menghentikan pengobatan
terhadap Ny. R. Mungkin ketidaktahuan pihak keluarga bahwa penyakit seperti ini
tidak bisa disembuhkan yang membuat pihak keluarga menghentikan pengobatan
ini. Saat ini pihak keluarga tetap merawat Ny. R dengan penuh kasih sayang dan
menganggap kejadian ini sebagai cobaan dari Tuhan.

DOKUMENTASI

JURNAL REFLEKSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keperawatan Jiwa

Disusun oleh:
Yustin Usyani Tantry
220112160093

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXXII


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2016