Anda di halaman 1dari 15

1. Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

Definisi Mary
Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan
orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Contoh implentasinya misalnya pada sebuah
organisani / perusahaan akan membutuh karyawan-karyawan yang handal pada
bidangnya masing-masing. Karna seorang pemimpin perusahaan tidak akan mengerjakan
semua pekerjaan yang ada di ruang lingkup perusahaan tersebut hanya sendiri. Untuk
mencapai semua pesanan cutemer tentu pemimpin akan memerintahkan manager dan
staff lain untuk mengerjaan pekerjaan sesuai bidangnya agar semua pekerjaan bisa
rampung sesuai keinginan custemer..
2. Manfaat ekonomis usaha tersebut bagi usaha itu sendiri (sering disebut sebagai manfaat
finansial). Yang berarti apakah usaha tersebut dipandang cukup menguntungkan apabila
dibandingkan dengan risiko usaha tersebut.
Manfaat ekonomis usaha tersebut bagi Negara tempat usaha itu dilaksanakan (sering
disebut sebagai manfaat ekonomi nasional). Yang menunjukkan manfaat usaha tersebut
bagi ekonomi makro suatu negara.
Manfaat sosial usaha tersebut bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha.
Yang berkepetingan dan turut merakan dampak dari usaha tersebut adalah pemilik usaha
tersebut, Negara tempat usaha itu dilaksakan dan masyarakat sekitar/ karyawan.
3. Proses dan Tahap Studi Kelayakan
Langkah-langkahnya:
1. Tahap Penemuan Ide atau Perumusan Gagasan
Dalam tahap ini wirausaha memiliki ide untuk merintis usaha barunya. Ide tersebut
kemudian dirumuskan dan diidentifikasi dalam bentuk pemikiran
kemungkinankemungkinan
bisnis apa saja yang paling memberikan pluang untuk dilakukan dan
menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang.
2. Tahap Memformulasikan Tujuan
Dalam tahap ini dalah tahap perumusan visi dan misi
3. Tahap Analisis
Tahap ini merupakan tahap penelitian, yaitu proses sistematis yang dilakukan untuk
membuat suatu keputusan apakah bisnis tersebut layak dilaksanakan atau tidak.
Adapun aspek-aspek yang diamati dan dicermati adalah:
Aspek hukum
Aspek Pasar dan Pemasaran
Aspek Keuangan
Aspek Ekonomi Sosial

dan

Aspek Lingkungan
4. Tahap Keputusan
Merupakan tahap akhir yang merupakan pembuatan keputusan untuk melaksanakan
atau tidak suatu bisnis.
Bagan analisis:

4. 1.

Man (SDM)

Manusia yaitu orang yang menggerakan dan melakukan aktivitas-aktivitas untuk


mencapai tujuan organisasi, termasuk juga mendayagunakan sumberdaya lainnya.
Manusia merupakan penggerak utama untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen.
Sumber daya manusia yaitu segenap potensi yang dimiliki oleh manusia. Potensi yang
dimiliki setiap manusia berbeda satu sama lain, untuk itu dibutuhkan pengelolaan agar
diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya dan dapat mencapai tujuan
organisasi dengan efektif dan efisien.
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam
manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat

tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada
manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh
karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk
mencapai tujuan.
Manusia atau yang sering disebut dengan sumber daya manusia, termasuk di dalamnya
termasuk sumber daya otak (brain). Di dalam manajemen unsur manusia merupakan yang
paling utama. Sebab semuanya berasal dari manusia. Manusia di dalam manajemen
mencakup semua faktor yang mempengaruhi, mewarnai dan melingkupi. Unsur manusia
meliputi beberapa hal yang harus diperhatikan meliputi:
Jumlah, harus sesuai dengan formasi dan kebutuhan
Persyaratan, seperti kemampuan, pendidikan, keterampilan, pengalaman
Komposisi, misalnya unsur pimpinan, unsur pelaksana, teknis, unsur administrasi
2.

Money (Uang)

Uang adalah factor yang amat penting, bahkan menentukan didalam setiap proses
pencapaian tujuan,tentulah tidak dapat disangkal lagi. Setiap program, setiap kegiatan
atau rutin maupun proyek, besar maupun kecil, semua itu tidak akan terlaksana tanpa
adanya penyediaan uang atau biaya yang cukup.
Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang
merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur
dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat
(tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan
secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan
untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta
berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat
diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh
setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu
ekonomi modern, uang di definisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum
diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta
kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga
menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

3.

Materials (Materi)

Materi terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha
untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga
harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi
dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang
dikehendaki.
4.

Machines (Mesin)

Machine atau mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan


keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. Machine atau Mesin
digunakan ukt memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta
menciptakan efesiensi kerja. Digunakannya mesin-mesin dalam suatu pekerjaan adalah
untuk menghemat tenaga dan fikiran manusia didalam melakukan tugas-tugasnya baik
yang bersifat rutin maupun yang bersifat insedental, baik untuk pekerjaan-pekerjaan yang
bersifat teknis industry (engineering) maupun yang bersifat teknis paperwork.
5.

Method (Metode)

Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang
baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai
penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai
pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan
penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik,
sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai
pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama
dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
6.

Market (Pasar)

Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatanusaha yang ditunjukkan untuk


merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang, jasa,
ide kepada pasar sasaran agar dapat mencapai tujuan organisasi.
Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang
diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja
tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil
produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai

maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli
(kemampuan) konsumen.
Market atau Pasar merupakan faktor yang selalu berubah-ubah sesuai permintaan pasar
dan bukan merupakan kebijakan dari manajemen. Demikian pula dengan Method atau
tata kerja yang merupakan pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut
harus dilaksanakan sehingga tujuan dari organisasi dapat tecapai secara efektif dan
efisien. Maka dapat disimpulkan bahwa Methods hanyalah cara yang dipergunakan
sedangkan Market adalah wahana untuk memperluas sasaran dari kegiatan tersebut.
5. Peluang yang diperoleh oleh seorang pebisnis tidak jauh jauh dari sebuah masalah.
Mengapa demikian? Karena mereka biasanya akan mulai melihat dan mengidentifikasi
setiap permasalahan yang muncul di lingkungan sekitar diri mereka, lalu kemudian
berfikir untuk bisa menjadi bagian dari solusi masalah tersebut.
Banyak masalah yang muncul dijadikan sebagai peluang usaha bagi sebagian besar orang.
Orang orang inilah yang bukan hanya mampu berfikir secara terbuka tapi juga mau
menjadi bagian dari sebuah perubahan di masyarakat. Karena tidak semua yang sadar
akan adalah masalah mau mencari peluang di dalamnya.
Contohnya saja, ketika para desainer di Indonesia sudah semakin banyak jumlahnya dan
mereka cenderung lebih banyak yang tidak mau atau masih ragu untuk menunjukkan di
sebuah pameran besar, Benny Fajarai menciptakan sebuah peluang dari masalah tersebut.
Sebuah wadah yang membuat para desainer saat ini mampu menunjukkan bakat mereka
ke seluruh dunia melalui media yang disebut Kreavi.
6. TQM adalah filosofi yang menekankan untuk mengetahui kebutuhan konsumen ,
pentingnya melakukan suatu tindakan yang benar sejak awal, dan pentingnya untuk
mengetahui bahwa perbaikan kualitas akan dapat sungguh-sungguh tercapai hanya jika
merupakan tujuan dari seluruh pekerja perusahaan dan menjadi bagian dari struktur dan
budaya dari keseluruhan organisasi.
Sedangkan analisis SWOT adalah metode perencaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities),
dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.

Relevensinya dalam wirausaha adalah TQM dan analisis SWOT ini sama-sama dapat
digunakan untuk melakukan untuk menghitung resiko-resiko yang menungkin dapat
mengganggu kelancaran jalannya bisnis tersebut.
7. 1. Amati pasar dan kenali pesaing Anda. Dalam menghadapi persaingan, terlebih dulu
lihatlah potensi pasar yang ada. Serta cari tau siapa pesaing yang kompeten saat ini,
sehingga Anda tidak salah langkah dalam menentukan strategi. Dengan mengetahui siapa
pesaing Anda, secara tidak langsung menentukan bagaimana cara menghadapinya.
2. Ciptakan produk yang berbeda. Dengan menciptakan produk yang unik dan belum ada
dipasaran, maka produk Anda memiliki nilai lebih dimata konsumen. Produk yang unik
dan berbeda, memiliki ciri khas tertentu dan daya tarik tersendiri bagi para konsumen.
Sehingga mereka lebih mengenali produk Anda, dan memilih produk tersebut
dibandingkan produk lainnya yang ada dipasaran.
3. Tonjolkan keunggulan produk Anda. Fokuskan diri untuk lebih menonjolkan
keunggulan produk Anda, misalnya dengan cara mempertahankan kualitas produk atau
pelayanan prima yang selama ini Anda tawarkan kepada konsumen. Sehingga loyalitas
konsumen terhadap produk Anda, akan semakin meningkat.
4. Pelajari kelebihan dan kelemahan pesaing. Dengan cara ini Anda bisa mengetahui
kelebihan apa yang dimiliki pesaing Anda, dan memanfaatkan kelemahan pesaing
sebagai peluang untuk memenangkan persaingan pasar. Ciptakan produk yang tidak
diciptakan pesaing Anda, atau berikan pelayanan yang tidak disediakan oleh pesaing
Anda. Sebab dengan menawarkan apa yang tidak dimiliki pesaing, maka peluang Anda
untuk memenangkan pasar semakin terbuka.
5. Menawarkan harga yang bersaing. Memberikan harga yang bersaing, bukan berarti
Anda harus menurunkan harga dan memperbesar kerugian usaha Anda. Strategi ini bisa
Anda lakukan dengan cara, memberikan bonus untuk pembelian tertentu. Misalnya bila
pesaing Anda menjual produk dengan harga yang lebih murah, maka untuk
menghadapinya Anda bisa menawarkan bonus beli 2 gratis 1. Jadi harga produk Anda
masih bisa bersaing, tanpa harus menurunkan harga dengan drastis.
6. Buatlah event untuk mempromosikan produk Anda. Cara ini masih sering digunakan
para pelaku usaha, karena minat konsumen untuk berburu barang-barang diskon masih
sangat tinggi. Lihat saja event diskon besar-besaran sepatu dan sandal merek crocs,yang
tahun 2010 ini berhasil membuat salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta penuh antrian
konsumen.

Contohnya : saat sorang wirausaha akan memulai usahanya baiknya dia melakuakan
tinjauan pasar / trend yang sedang hits di pasar, dan berusaha mencipkan sebuah produk
baru yang mampu memberi trobosan di pasar serta melalukan promo dan penawaran serta
akan event yang membuat prokdu anda di kenal orang-orang.
8. a. Percaya Diri
Seorang wirausaha adalah orang yang percaya bahwa mereka mampu mencapai hasil
yang mereka inginkan. Sikap percaya diri ini bukan sikap yang sombong, karena
dilandasi oleh kesadaran mereka ter- hadap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
Sikap percaya diri akan mendorong seseorang untuk terus maju dengan kemampuan yang
ada. Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan
rohaninya. Karakteristik kematangan seseorang dilihat dari rasa tanggung jawabnya yang
tinggi, objektif, kritis, dan tidak tergantung orang lain. Emosional pun stabil, tidak mudah
tersinggung, dan naik pitam. Sudahkah Anda mempunyai sifat percaya diri seperti
dikemukakan di atas?
b. Berorientasi Pada Tugas dan Hasil
Agar memperoleh keberha- silan dalam usahanya, seorang wirausaha harus bekerja prestatif. Apa maksudnya? Keberha- silan seorang dalam kehidupan- nya banyak ditentukan
oleh usa- ha yang dilakukan sendiri dalam mengubah nasib. Orang ini biasanya lebih
mengutamakan prestasinya baru kemudian setelah berhasil prestisnya akan naik.
c. Berani Menanggung Risiko
Berani menanggung risiko berhubungan dengan sikap keinginan untuk bertanggung
jawab. Para wirausahawan siap menanggung risiko atas segala tindakan yang diambilnya.
Dalam bertindak, wirausahawan akan memikirkan tindakannya secara matang, sehingga
risiko yang akan muncul akibat tindakannya dapat diperkirakan.
d. Kepemimpinan
Seorang wirausaha merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mereka
harus selalu mencari peluang, mengumpulkan dana, dan merekrut sumber daya manusia
serta membimbingnya untuk mencapai tujuan. Dengan mengembangkan sikap, bakat, dan
kemampuan akan mendorong dan memotivasi orang lain agar maju dan berhasil, serta
memimpin orang lain dalam bentuk kerja sama.
e. Keorisinalan
Sifat orisinal tentu tidak selalu ada pada diri seseorang. Orisinal berarti tidak hanya
mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ada ide yang orisinal, ada
kemampuan untuk melaksanakan sesuatu.
f. Berorientasi ke Masa Depan

Seseorang wirausaha harus- lah mempunyai visi ke depan apa yang hendak ia lakukan?
Apa yang ingin dicapai? Sebuah usaha bukan didirikan hanya untuk se- mentara, tetapi
untuk selama- nya. Oleh sebab itu, seorang wira- usaha akan menyusun perencanaan
(planning) dan strategi yang matang agar jelas langkah- langkah yang akan dilaksanakan.
g. Kreativitas
Apa yang disebut kreatif? Apakah Anda pernah membuat sesuatu yang belum pernah
dilakukan dan orang lain pun juga belum pernah membuat? Apakah itu yang disebut
kreatif? Berikut ini akan disajikan pengertian kreatif oleh beberapa ahli.
1) Cony Semiawan (1997) menyatakan, kreatif adalah kemampuan untuk meng- hasilkan
atau menciptakan suatu produk baru.
2) Wollfolk (1984) mengemukakan kreativitas sebagai ke- mampuan individu untuk
menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pe- mecahan suatu masalah. Jadi,
dari pengertian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kreatif adalah
kemampan seseorang untuk membuat pro- duk baru atau membuat kom- binasi yang
baru.
Menurut Anda sifat apalagi yang harus dimiliki seorang wirausaha?
Selain karakteristik yang harus dimiliki wirausaha seperti tersebut di atas, juga terdapat
ciri-ciri yang harus dimiliki wira- usaha. Ciri-ciri wirausaha ini disebutkan dalam
Instruksi Presi- den No.4 Tahun 1995. Dalam Instruksi Presiden No.4 Tahun 1995
disebutkan bahwa untuk menjadi wirausaha yang andal, tangguh, dan unggul terdapat
ciri-ciri yang harus dimiliki oleh wirausaha.
Menjadi pengusaha sukses adalah impian bagi setiap calon pengusaha. Namun untuk
mencapainya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak hal yang harus
dilakukan untuk menjadi pengusaha sukses. Yang paling penting diantaranya adalah
merubah pola pikir dan membangun karakter. Karena menjadi pengusaha adalah sebuah
pekerjaan yang membutuhkan banyak pengorbanan dan menghadapi banyak resiko di
dalamnya. Sehingga sebelum betul-betul terjun ke dunia usaha, seorang calon pengusaha
harus mempersiapkan segalanya dengan matang, terutama menyiapkan mentalnya.
h. Merubah pola piker
Pola pikir atau yang biasa juga disebut mindset, merupakan cara pandang seseorang
terhadap sesuatu, yang kemudian melahirkan analisa dan kesimpulan berdasarkan
wawasan dan tingkat pemahaman yang dimiliknya. Sehingga, seorang calon pengusaha
harus memiliki cara pandang yang berbeda dari orang biasa. Dan oleh karena pengusaha
adalah orang yang kegiatannya selalu berorientasi pada keuntungan (profit), maka

seorang calon pengusaha harus mampu berfikir bagaimana agar sesuatu itu dapat
memberikan keuntungan atau nilai lebih bagi dirinya. Untuk itu, seorang calon pengusaha
harus dapat merubah nilai suatu barang dari tidak memiliki nilai sama sekali menjadi
bernilai dan berdaya guna lebih. Atau dengan kata lain, seorang pengusaha harus mampu
merubah sampah menjadi emas.
Merubah sampah menjadi emas sepertinya tidak mungkin untuk dilakukan, karena
sampah dan emas adalah dua objek yang berbeda jenis dan teksturnya. Sampah adalah
sesuatu yang dianggap sudah tidak memiliki nilai dan manfaat setelah masa pakainya
habis. Dan emas adalah hasil olah dari sumber daya yang diperoleh dari perut bumi. Akan
tetapi, dibalik dari kalimat tersebut tersirat makna bahwa menjadi seorang pengusaha
akan berhadapan dengan banyak tantangan dan peluang, sekaligus resiko. Kemampuan
memanej peluang, tantangan dan resiko inilah yang kemudian membutuhkan karakter
yang kuat dari seorang pengusaha
i.
Merubah Karakter
Karakter adalah situasi peribadi seseorang yang berpengaruh dalam pengambilan
keputusan. Untuk membangun karakter yang kuat, dibutuhkan motivasi dan komitment
yang tinggi agar tantangan yang dihadapi selama dalam proses mengelola usaha tidak
menjadikan mentalnya lemah, yang dapat berimplikasi pada macetnya usaha yang
dijalankan.
9. Saya ingin membuka sebuah unit usaha / bisnis yang bergerak di bidang jasa dan
produksi balon sablon . Alasan saya ingin membangun usaha ini adalah karena saat ini
saya sudah memiliki unit usaha kecil yang bergerak di bidang jasa dekorasi balon untuk
perusahaan-perusahaan, restoran, acara pernikahan, dan acara ulang tahun . Saat ini saya
masih kesulitan untuk mencari tempat sablon balon di Pontianak dan akhirnya saya harus
memesan balon sablon dari luar daerah Kalimantan itu pun dengan biaya yang mahal.
Akhirnya saya berfikir untuk membangun sebuah unit usaha baru yaitu percetakan /
sablon balon di Pontianak untuk menunjang usaha yang saya miliki sebelumnya.
10. Resiko-resiko yang mengkin terjadi dalam membangun usaha ini adalah
a. Secara teknis kemungkinan karna di Pontianak bekum pernah ada, akan kesulitan
untuk memcari karyawan / pekerja yang ahli di bidang sablon balon ini, sehingga
saya harus benar-benar mengadakan uji coba berulang-ulang kali pada setiap
karyawan / pekerja saya nantinya.

b. Butuh biaya tambahan pada awal nya karna di awal pekerja belum memiliki keahlian
saya harus mengeluarkan biaya prokduksi yang jauh lebih besar di awal yang akan
terbuang percoba untuk melakukan uji caba .
c. Kegagalan produksi karena pada awalnya pekerja / karyawan belum memiliki
keahlian kemungkinan bisa menimbulkan gagal produksi akibat kesalahan-kesahan
yang terjadi.
Sehingga untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya resiko-resiko diatas , saya harus
lebih teliti dan hati-hati dalam memilih dan memilah calon pekerja yang akan saya
percayakan untuk menjalankan pekerjaan yanga saya akan rintis ini.
11. Analisi SWOT untuk usaha baru yang akan saya bangun:
a. Kelemahan untuk usaha ini akan sulit menemukan pekerja/ karyawan yanag memiliki
keahlian dalam bidang sablon balon ini karena baru pertama kali ada di Pontianak dan
butuh waktu untuk mempromosikannya hingga usaha ini dikenal di Pontianak.
b. Kekuatan dari usaha baru yang akan saya rintis adalah karena usaha ini baru satusatunya di Pontianak keunggulan produk sablon balon saya tidak akan ada yang
menyaingin untuk daerah Pontianak.
c. Peluang dari usaha baru yang akan saya dirikan ini adalah karena usaha ini baru
pertama kali ada di Pontianak belum ada saingan untuk bisnis yang sama.dan tetunya
akan mampu menguasi pasar di ponrianak.
d. Ancaman bagi usaha abru yang akan saya rintis ini adalah jiki usaha ini selanjutnya
akan di kenal maka kemungkinan akan ada usah-usaha baru yang serupa yang
menyamai usaha ini sehingga saya harus lebih kreatif dalam pengenbangan setiap
produk yang akan saya luncurkan.
12. a. Merintis Usaha Baru
Wirausaha adalah seseorang yang mengorganisir, mengelola, dan memiliki keberanian
menghadapi resiko.
Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha
kecil (small business operator), ia harus memiliki:

Kecakapan untuk bekerja

Kemampuan mengorganisir

Kreatif

Lebih menyukai tantangan


Menurut hasil survei Peggy Lambing:

Sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang
diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya.

Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya
dengan lebih baik.

Sebanyak 11% dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang
pasar, sedangkan 46% lagi karena hobi.
Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari
peluang dengan mendirikan usaha baru:

Pendekatan in-side out atau idea generation yaitu pendekatan berdasarkan gagasan
sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha.

Pendekatan the out-side in atau opportunity recognition yaitu pendekatan yang


menekankan pada basis ide merespon kebutuhan pasar sebagai kunci keberhasilan.
Berdasarkan pendekatan in-side out, untuk memulai usaha, seseorang calon wirausaha
harus memiliki kompetensi usaha. Menurut Norman Scarborough, kompetensi usaha
yang diperlukan meliputi:

Kemampuan teknik

Kemampuan pemasaran

Kemampuan finansial

Kemampuan hubungan
Dalam merintis usaha baru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

Bidang dan jenis usaha yang dimasuki.

Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki, diantaranya:


1.

Bidang usaha pertanian (pertanian, kehutanan, perikanan, dan perkebunan).

2.

Bidang usaha pertambangan (galian pasir, galian tanah, batu, dan bata).

3.

Bidang usaha pabrikasi (industri perakitan, sintesis).

4.

Bidang usaha konstruksi (konstruksi bangunan, jembatan, pengairan, jalan raya).

5.

Bidang usaha perdangan (retailer, grosir, agen, dan ekspor-impor).

6.

Bidang jasa keuangan (perbankan, asuransi, dan koperasi).

7.

Bidang jasa perseorangan (potong rambut, salon, laundry, dan catering).

8.

Bidang usaha jasa-jasa umum (pengangkutan, pergudangan, wartel, dan


distribusi).

9.

Bidang usaha jasa wisata (usaha jasa parawisata, pengusahaan objek dan daya
tarik wisata dan usaha sarana wisata).

Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih.

Ada beberapa kepemilikan usaha yang dapat dipilih, diantaranya perusahaan


perseorangan, persekutuan (dua macam anggota sekutu umum dan sekutu terbatas),
perseroan, dan firma.

Tempat usaha yang akan dipilih.


Dalam menentukan tempat usaha ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan,
diantaranya:

1.

Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan
maupun pasar?

2.

Apakah tempat usaha dekat dengan sumber tenaga kerja?

3.

Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat
pengangkut dan jalan raya

Organisasi usaha yang akan digunakan.

Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha dan skala
usaha. Fungsi kewirausahaan dasarnya adalah kreativitas dan inovasi, sedangkan
manajerial dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. Semakin kecil perusahaan maka
semakin besar fungsi kewirausahaan, tetapi semakin kecil fungsi manajerial yang
dimilikinya.

Lingkungan Usaha.

Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan.


Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan
mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan
langsung dengan operasional perusahaan, seperti pemasok, karyawan, pemegang saham,
majikan, manajer, direksi, distributor, pelanggan/konsumen, dan lainnya. Lingkungan
makro adalah lingkungan diluar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup
perusahaan secara keseluruhan, meliputi lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi,
lingkungan sosial, lingkungan sosiopolitik, lingkungan demografi dan gaya hidup.
b. Membeli Perusahaan yang sudah didirikan
Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada
mendirikan atau merintis usaha baru, antara lain:

Resiko lebih rendah

Lebih mudah

Memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang dapat ditawar


Membeli perusahaan yang sudah adaa juga mengandung permasalahan, yaitu:

Masalah eksternal, yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang
pasar

Masalah internal, yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan, misalnya image
atau reputasi perusahaan.

c. Franchising (Kerjasama Manajemen/Waralaba)


Franchising adalah
cabang/penyalur.

kerjasama
Inti

manajemen

dari Franchising adalah

untuk

menjalankan

memberi

hak

perusahaan

monopoli

untuk

menyelenggarakan usaha dari perusahaan induk.


Franchisor adalah (perusahaan induk) adalah perusahaan yang memberi lisensi,
sedangkan franchise adalah perusahaan pemberi lisensi (penyalur atau dealer).

Bentuk

Merintis
usaha

Membeli
perusahaan

Kelebihan

Kekurangan

Gagasan Murni

Pengakuan nama barang

Bebas beroperasi

Fasilitas inefisien

Fleksibel dan mudah

Persaingan kurang

penggunaan

diketahui

Kemungkinan sukses

Lokasi sudah cocok

Karyawan dan pemasok

Peralatan tak efisien

biasanya sudah mantap

Mahal

Sudah siap operasi

Sulit inovasi

Tidak mandiri

Kreativitas tidak

Mendapat pengalaman

biasanya lemah

dalam logo, nama, metoda


teknik produksi, pelatihan
Kerjasama
manajemen

Perusahaan yang dijual

berkembang

Menjadi independen,

dan bantuan modal

terdominasi, rentan

Penggunaan nama, Merek

terhadap

yang sudah dikenal

perubahanfranchisor