Anda di halaman 1dari 12

SISTEM KARDIOVASKULER 2

OLEH: SGD2
Ni Luh Nining Pratami (0902105007)
Ni Putu Indra Suwari Dewi (0902105013)
Ni Made Sintha Pratiwi (0902105027)
Komang Udiyana Sariartha (0902105039)
Dewa Ayu Pradnyani Prabawati (0902105042)
Agus Eka Mayunantara (0902105047)
Ni Luh Mila Dwiana (0902105050)
Ayu Pramiswari (0902105067)
Putu Wira Pramana (0902105069)
Nyoman Mippy Nurya Wardani (0902105073)
Putu Yunita Octaviani (0902105074)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2010
KASUS 1 (SLIDE LEGAL DAN ETIK)
Tn. A umur 56 tahun perkerjaan petani terdiagnosa gangguan irama jantung (atrial
fibrilasi). Untuk meningkatkan kualitas hidup Tn. A dianjurkan oleh dokter untuk
dipasang alat pacu jantung, tetapi keluarga Tn. A menolak dengan alasan tidak
punya biaya untuk operasi pemasangan alat pacu jantung. Tn. A mengatakan
pasrah dengan penyakit yang dideritanya kalau memang ia harus meninggal Tn. A
sudah ikhlas, Tn. A tidak mau membebani keluarganya.
Buatlah rencana pemecahan masalah etik dari uraian kasus diatas !

JAWABAN
1. Identifikasi masalah:
• Pemasangan Alat Pacu Jantung untuk meningkatkan kualitas hidup.
• Keluarga klien bersedia dilakukan pemasangan alat pacu jantung karena
tidak ada biaya.
• Klien sudah pasrah dengan penyakit yang dideritanya dan tidak ingin
membebani keluarganya.

2. Analisis Masalah:
a. Pihak medis:

Pemasangan alat pacu jantung untuk meningkatkan kualitas hidup klien.

b. Pihak keluarga:

Keluarga klien tidak bersedia dilakukan pemasangan alat pacu jantung


karena tidak ada biaya.

c. Pihak Klien (Tn. A):

Klien sudah pasrah dengan penyakit yang dideritanya dan dia tidak ingin
membebani keluarganya.

Prioritas Masalah:

a. Masalah pihak keluarga


b. Masalah pihak medis

c. Masalah pihak klien

Batasan masalah yang akan diselesaikan, adalah Pihak keluarga dan pihak
medis

3. Perumusan Masalah.
Bagaimana caranya dengan kualitas hidup klien (Tn. A) dapat ditingkatkan
dan keluarga tidak terlalu dibebani.

4. Analisis alternatif pemecahan masalah


a. Tetap memasang alat pacu jantung dengan menyarankan keluarga klien
dengan menggunakan Askeskin agar biaya pengobatan dapat lebih ringan.
o Keuntungan : kebutuhan biaya pengobatan klien dapat dibantu
dan klien tetap mendapat pemasangan alat pacu jantung.
o Kerugian : proses dalam mencari asuransi kesehatan
berlangsung lama sehingga penanganan yang diberikan kepada klien
menjadi lambat.
b. Tetap memasang alat pacu jantung dengan menyarankan kelurga klien
untuk mencari donatur.
o Keuntungan : kebutuhan biaya pengobatan klien dapat dibantu
dan klien tetap mendapat pemasangan alat pacu jantung.
o Kerugian : kesulitan dalam mencari donatur.
c. Tetap memasang alat pacu jantung dimana pihak RS memberikan
keringanan biaya bagi pengobatan klien.
o Keuntungan : beban klien dalam mencari biaya pengobatan dapat
berkurang.
o Kerugian : pihak RS tidak dapat memberi keringanan terlalu
banyak dalam biaya pengobatan klien.
d. Menggunakan obat-obat generik yang dapat meminimalkan gejala atau
keluhan klien seperti nyeri klien.
o Keuntungan : dapat meminimalkan gejala (symptomatik) atau
keluhan klien seperti nyeri klien.
o Kerugian : pengobatan yang diberikan tidak optimal karena
hanya bersifat meminimalkan gejala (symptomatik) pada klien namun
alat pacu jantung tidak bisa digantikan.

5. Pemilihan alternative pemecahan masalah.


Berdasarkan prioritas:
1. Asuransi kesehatan(ASKESKIN, JAMKESMAS, GAKIN)
2. Pemberian obat generic selama menunggu asuransi kesehatan keluar
3. Mencari donator ntuk menambah memperingan biaya pengobatan
4. Kebijakan RS untuk meringankan biaya pengobatan

6. Keputusan pemilihan pemecahan masalah


Tetap memasang alat pacu jantung dengan menyarankan klien/keluarga klien
mencari asuransi kesehatan untuk meperingan biaya pengobatan

7. Rencana pelaksanaan dari hasil keputusan pemilihan pemecahan


masalah.
• Memberikan health education tentang penyakit dan kondisi klien serta
kebutuhan pemasangan alat pacu jantung untuk meningkatkan kualitas
hidup klien

• Menginformasikan tentang adanya asuransi kesehatan(ASKESKIN,


JAMKESMAS, GAKIN) yang dapat membantu meringankan beban biaya
yang harus ditanggung dengan menjelaskan dan membantu mencarikan
prosedur/syarat, alur pembuatan asuransi kesehatan di bagian informasi

• Setelah keputusan diambil pihak keluarga menyetujui pemasangan alat


pacu jantung dengan bantuan dana askes

• Melakukan pemasangan alat pacu jantung

8. Menjamin sukses pelaksanaan


Dalam rangka menjamin sukses pelaksanaan, perlu dipertimbangankan
kemungkinan hambatan dan cara mengatasinya. Adapun kemungkinan
hambatan dan cara mengatasinya sesuai dengan kasus Tn. A adalah
HAMBATAN CARA MENGATASI
Keluarga klien tidak begitu mengerti Memberikan informasi yang sejelas-
tentang cara pembuatan Askeskin jelasnya dan membantu dalam proses
pembuatan Askeskin.
Proses pembuatan Askeskin cukup Selama menunggu proses pembuatan
lama sehingga Tn. A lambat Askeskin, Tn. A dapat diberikan obat
mendapat penanganan. generik untuk mengurangi keluhan,
misalnya pemberian obat yang sesuai.
Askeskin tidak cukup untuk Apabila hal ini terjadi, dapat
memenuhi biaya pengobatan. dilakukan alternatif mencari biaya
tambahan melalui donatur.
KASUS 2 (SILABUS)
Tn. K umur 50 tahun dating ke rumah sakit S dengan keluhan nyeri dada sebelah
kiri menjalar ke lengan kiri dan punggung. Nyeri berat seperti tertekan benda
berat. Klien mempunyai riwayat hipertensi.
1. Sebagai seorang perawat yang menangani Tn. K, prinsip etik apa saja yang
anda terapkan selama memberikan asuhan keperawatan pada Tn. K?jelaskan!

2. Dalam memberikan asuhan keperawatan ada tindakan harus melakukan


pemasangan intravenous line. Prinsip legal dan etik apa yang harus anda
lakukan saat melakukan tindakn tersebut, jelaskan!

3. Jelaskan trend dan issue pada asuhan keperawatan Tn. K!

JAWABAN

1. Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk
dalam hubungan dengan orang lain.

Prinsip-prinsip etik antara lain:

1. Otonomi yaitu hak kemandirian dan kebebasan individu yang


menuntut pembelaan diri

2. Beneficience(berbuat baik) yaitu melakukan sesuatu yang baik.


Kebaikan, memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan.

3. Keadilan(justice) yaitu Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai


yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip
moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam prkatek
profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai
hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh
kualitas pelayanan kesehatan.

4. Non-maleficience(tidak merugikan) yaitu Prinsip ini berarti tidak


menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.

5. Veracity(kejujuran) yaitu Prinsip veracity berarti penuh dengan


kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk
menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk meyakinkan
bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracity berhubungan dengan
kemampuan seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus
ada agar menjadi akurat, komprensensif, dan objektif untuk
memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang ada, dan
mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang
berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan.

6. Fidelity(menepati janji) yaitu Prinsip fidelity dibutuhkan individu


untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. Perawat
setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia
klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang untuk
mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan, menggambarkan
kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung
jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan,
mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan
penderitaan.

7. Confidentiality(kerahasiaan) yaitu Aturan dalam prinsip


kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien.
Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien
hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada
seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan
oleh klien dengan bukti persetujuan. Diskusi tentang klien diluar area
pelayanan, menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien
dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari.

8. Accountability(akuntabilitas) yaitu Akuntabilitas merupakan


standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai
dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali.

Prinsip etik yang diterapkan selama memberikan asuhan keperawatan pada


tuan K adalah

• Otonomi, memberikan hak kemandirian kepada tuan K untuk


melakukan kegiatan yng masih ia dapat lakukan sendiri misalnya mandi,
gosok gigi dll dan memberikan kebebasan untuk mengambil keputusan
untuk tindakan yang akan diberikan pada dirinya missal klien menolak
untuk diberikan obat anti nyeri, perawat tidak dapat memaksakan klien
untuk tetap meminum obat tersebut tetapi perawat dapat melakukan
pedekatan secara bertahap

• Beneficienc (berbuat baik), memberikan pelayanan kesehatan yang


sesuai yang dapat meningkatkan derajat kesehatanya misalnya
memberikan obat anti nyeri untuk memperingan nyeri yang klien alami

• Keadilan (justice), memberikan pelayanan kesehatan kepada tuan


K tidak memandang usia maupun jenis kelaminnya dengan pasien yang
lain

• Tidak merugikan (non maleficience), menjaga keamanan


lingkungan tuan K seperti memasang pengaman tempat tidur atau side
rail agar tuan K tidak terjatuh ketika mengalami nyeri

• Kejujuran (veracity), memberikan informasi yang sesungguhnya


tentang penyakitnya kepada tuan K jika tuan K bertanya-tanya

• Menepati janji (fidelity), memberikan pelayanan kesehatan sesuai


janji yang telah dilakukan dengan klien dari waktu, tindakan yang akan
dilakukan
• Kerahasiaan (confidentiality), merahasiakan segala sesuatu yang
terjadi pada tuan K bila tuan K yang memintanya dan termasuk
keluarganya tidak boleh mengetahuinya

• Akuntabilitas (accountability), perawat memberikan pelayanan


secara professional kepada tuan K sehingga klien merasa lebih nyaman.

2. Dalam memberikan asuhan keperawatan ada tindakan harus melakukan


pemasangan intravenous line. Prinsip legal dan etik apa yang harus anda
lakukan saat melakukan tindakn tersebut, jelaskan!

• Otonomi, memberikan kebebasan kepada Tn. K mengambil


keputusan untuk tindakan yang akan diberikan pada dirinya misal klien
menolak untuk di pasang intravenous line, perawat tidak boleh
memaksakan klien untuk menerima tindakan tersebu tetapi perawat
dapat melakukan pedekatan secara bertahap bahwa obat hanya dapat
diberikan melalui intravenous line untuk membantu kesembuhan klien

• Beneficience (berbuat baik), memberikan pelayanan kesehatan


yang sesuai yang dapat meningkatkan derajat kesehatan tn. K yaitu
memasangkan intravenous line jika klien menolak lakukan pendekatan
untuk mendapatkan persetjuan

• Keadilan (justice), melakukan pemasangan intravenous line kepada


tuan K sesuai dengan prosedur pemasangannya tidak memandang usia
maupun jenis kelaminnya dengan pasien yang lain

• Tidak merugikan (non maleficience), menjaga keamanan,


kenyaman tuan K pada saat pemasangan dan setelah pemasangan misal
tidak melakukan kesalahan dalam pemasangan yang dapat menyebabkan
luka pad klien

• Kejujuran (veracity), memberikan informasi yang sesungguhnya


tentang penyakitnya kepada tuan K jika tuan K bertanya-tanya
• Menepati janji (fidelity), melakukan pemasangan intravenous line
sesuai janji yang telah dilakukan dengan klien

• Kerahasiaan (confidentiality), merahasiakan reaksi Tn. K ketika


dilakukan pemasangan intravenous line

• Akuntabilitas (accountability), perawat memberikan pelayanan


secara professional kepada tuan K sehingga klien merasa lebih nyaman

3. Trend dan issue pada asuhan keperawatan Tn. K


Metode terbaru lain di samping pembedahan adalah :
1. Coronary artery baypass grafting (CABG)
Coronary artery baypass grafting (CABG) merupakan pencangkokan arteri
koroner dengan Arteri atau pembuluh darah dari tempat lain di tubuh klien
untuk memotong arterosklerosis dan meningkatkan pasokan darah ke
sirkulasi koroner untuk miokardium (otot jantung). Hasilnya cukup
memuaskan dan aman yaitu 80%-90% dapat menyembuhkan angina dan
mortabilitas hanya 1 % pada kasus tanpa kompilasi.
2. Percutaneous transluminal coronary angioplasty (PCTA)
Percutaneous transluminal coronary angioplasty (PCTA) dilakukan untuk
membuka komponen yang memblokir arteri koroner pada penyakit arteri
koroner (CAD), termasuk angina pektoris, dan untuk memulihkan aliran
darah arteri ke jaringan jantung tanpa operasi jantung terbuka. Sebuah
kateter khusus (tabung panjang) dimasukkan ke dalam arteri koroner akan
dirawat. Kateter ini memiliki balon kecil di ujungnya. Balon mengembang
setelah kateter ditempatkan pada daerah yang mengalami penyempitan di
arteri koroner. Inflasi dari balon memampatkan jaringan lemak dalam
arteri dan membuat lubang yang lebih besar dalam arteri untuk
meningkatkan aliran darah. PTCA dilakukan untuk memulihkan aliran
darah arteri koroner ketika arteri menyempit ini di lokasi yang dapat
dicapai dengan cara ini.
3. Percutaneous rotational coronary angioplasty (PCRA)
Sebuah kateter khusus, dengan ujung dilapisi berlian-berlian berbentuk
acorn, ditujukan ke titik penyempitan pada arteri koroner. Ujung berputar
dengan kecepatan tinggi dan menghilangkan plak di dinding arteri.
Parikel-partikel mikroskopis aman dicuci jauh di aliran darah dan disaring
oleh hati dan limpa.
4. Laser angioplasty
Laser angioplasty adalah teknik yang yang digunakan untuk membuka
arteri koroner yang tersumbat oleh plak. Dimana plak tersebut terbentuk
oleh kolesterol, sel-sel dan zat-zat lemak lain di lapisan dalam arteri
tersebut. Dalam teknik ini, sebuah tabung yang tipis berbahan plastik
fleksibel yang disebut kateter dengan laser di ujungnya dimasukkan ke
dalam arteri. Kemudian benda tersebut dimasukkan melewati arteri
menuju penyumbatan pada arteri koroner. Ketika laser tersebut tepat
berada dalam posisinya, laser tersebut akan menghasilkan getaran dan
memancarkan sinar yang kemudian menguapkan plak – plak tersebut.
Angioplasty berguna untuk :
• Membersihkan plak dari arteri koronaria untuk membantu
melebarkan pembuluh darah
• Bantuan darurat pada serangan jantung yang sedang
berlangsung
• Menghilangkan nyeri dada yang disebabkan oleh
penyempitan arteri koroner.
Melebarkan arteri yang menyempit pada tungkai dan lengan seperti arteri
femoral atau arteri pada kaki.
.
DAFTAR PUSTAKA

Admin.2009.Etika Keperawatan.
http://blogs.unpad.ac.id/k2_nurse/?tag=etika-keperawatanone.indoskripsi.
com/click/9657/0
(Akses: 5 Mei 2010).

Iwan.2008. KODE ETIK KEPERAWATAN (International Council of


Nurse (ICN).
http://iwansaing.wordpress.com/2008/12/03/kode-etik-keperawatan-
international-council-of-nurse-icn/
(Akses: 5 Mei 2010).

Novieastari, Enie SKp. 2007. Ethic in Nursing.


staff.ui.ac.id/internal/132014715/material/EthicsinNursing.pdf
(Akses: 5 Mei 2010).

Kulick, Daniel and Shiel, William. 2010. Coronary Artery Bypass Graft Surgery
(CABG)
http://www.medicinenet.com/coronary_artery_bypass_graft/article.htm
(Akses: 5 Mei 2010).

Anonim. 2010. Angioplasty, Laser.


http://www.americanheart.org/presenter.jhtml?identifier=4446
(Akses: 5 Mei 2010).