Anda di halaman 1dari 10

Menjaga Kesehatan Lingkungan dalam Memberantas Penyakit Kolera yang

Terjadi di Desa Pancawarga


Jebsa Beypi Amnifu
102016198 / D2
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510
No. Telp (021) 5694-2061 Email : jimbon.amnifu17@gmail.com
ABSTRAK
Kesehatan memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan tindakannya yaitu menjaga
kesehatan lingkungan. Menjaga kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam
kehidupan kita sehari-hari, sehingga apa pun akan terasa menyenangkan jika kita tinggal di
lingkungan yang sehat dan bersih.Lingkungan sehat memang juga merupakan dambaan bagi
semua orang. Namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Tidak jarang
karena kesibukan dan berbagai alasan lain, masyarakat kurang memperhatikan masalah
kebersihan lingkungan sekitarnya dan terkadang pola hidup serta kebiasaan, berdampak pada
kesehatan setiap masyarakat sehingga timbulah gejala kolera. Oleh sebab itu peran
masyarakat dan petugas kesehatan diperlukan dalam hal ini.
Kata Kunci : Lingkungan, kesehatan lingkungan, dan kolera
ABSTRACT
Health has a very strong relationship with his actions that maintain the health of the
environment. Maintaining the health of the environment is an important factor in our daily
lives, so anything would be fun if we live in a healthy and clean environment. Healthy
environment is also a dream for everyone. But not easy to create a healthy environment. Not
infrequently because of the rush and various other reasons, people are less concerned about
the cleanliness of their surroundings and sometimes lifestyles and habits, affects the health of
every community so timbulah symptoms of cholera. Therefore, the role of the public and
health workers are needed in this regard.
Key words : Environment, environmental health, and cholera
Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 1

PENDAHULUAN
Menjaga kesehatan lingkungan adalah hal yang mutlak, yang harus kita jaga untuk
memperoleh hidup yang sehat. Kesehatan lingkungan sebagai terjemahan dari istilah
Environmental Health sering dipahami sebagai suatu submata kuliah ilmu kesehatan
Masyarakat maupun sebagai salah satu program dari program besar Ilmu Kesehatan
Masyarakat (IKM).1 Dalam menjaga kesehatan lingkungan kita harus memiliki kesadaran,
rasa tanggung jawab terhadap perilaku sehat dan kebiasaan baik yang ada pada diri kita.Oleh
sebab itu hal-hal tersebut harus kita tanamkan sejak dini. Karna banyak sekali gejala yang
disebabkan karna minim nya pengetahuan akan gejala yang ditimbulkan dari perilaku hidup
yang kurang sehat, contohnya seperti kolera.
Kolera adalah penyakit infeksi dari usus halus yang dapat menyebabakan diare yang
berat. Nama kolera berasal dari nama bakteri penyebab dari penyakit ini yaitu yang
disebabkan oleh bakteri yang bernama Vibrio cholerae. Apabila bakteri ini masuk kedalam
badan, bakteri akan mengeluarkan toksin (sejenis racun) yang dapat terperasnya cairan tubuh
keluarnya dari badan lewat usus halus, menyebabkan diare parah. Biasanya infeksi oleh
bakteri ini terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri kolera dan/atau
bila penderita berada ada di daerah dimana terjadi banyak kasus kolera.2
Pada tahun 1832, terjadi wabah penyakit kolera yang dahsyat di Inggris dan
membawa banyak korban jiwa manusia. John Snow (1854) melakukan epidemologi terhadap
wabah kolera yang terjadi di Broad Street, Landon, dan membuktikan bahwa penularan
penyakit kolera yang terjadi di Inggris pada saat itu disebabkan oleh pencemaran Vibrio
cholerae pada sumber ait bersih yang dikonsumsi oleh masyarakat. Sejak saat itu, konsep
pemikiran mengenai faktor-faktor lingkungan hidup eksternal manusia yang mempunyai
pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap masalah kesehatan terusmenerus dipelajari dan berkembang menjadi suatu disiplin ilmu yang disebut Sebagai Ilmu
Kesehatan Lingkungan atau Environmental Health.3
Seperti pada skenario D dimana terdapat 30 kasus insidens penyakit kolera yang
menyerang Desa Pancawarga, yang menyebabkan 3 orang kematian pada anak balita. Tujuan
penulisan makalah ini adalah menjelaskan kepada pembaca tentang penyebab, pengobatan
dan pencegahan penyakit kolera. Konsep sehat dan sakit serta fungsi dan visi dari puskesma.

Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 2

DISKUSI
Konsep Sehat dan Sakit
Konsep sehat dan sakit adalah konsep yang kompleks dan multiinterprestasi. Banyak faktor
yang mempengaruhi kondisi maupun sakit. Pengerian sehat-sakit juga beragam. Setiap
individu, keluarga, masyarakat, maupun profesi kesehatan mengartikan sehat/sakit secara
berbeda, bergantung pada paradigmanya. Konsep sehat-sakit senantiasa berubah sejalan
dengan pemahaman manusia mengenai nilai, peran, penghargaan, dan persepsi manusia
terhadap kesehatan.4-5Kondisi sehat dan sakit sangat relatif dipresepsikan oleh individu.
Kemampuan seorang dalam beradaptasi (koping) bergantung pada latar belakang individu
tersebut dalam mengartikan dan mempresepsikan sehat-sakit, misalnya tingkat pendidikan,
pekerjaan, usia, budaya, dan lain-lain.6
1. Sehat
Berabad-abad lalu, sehat sehat diartikan sebagai kondisi yang normal dan
bertentangan dengan alam dianggap sebagai kondisi tidak sehat yang harus dicegah. 4
Sehat merupakan suatu keadaan dalam proses dalam upaya menjadikan dirinya
terintegrasi secara keseluruhan, fisik, mental, sosial.6Secara umum, ada beberapa
definisi sehat yang dapat dijadikan acuan. 4
a) Menurut WHO, sehat adalah keadaan keseimbangan yang sempurna, baik
fisik, mental, dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan.
b) Menurut Parson. Sehat adalah kemampuan optimal individu untuk menjalan
kan peran dan tugasnya secara efektif.
c) Menurut Undang-Undanh Kesehatan RI No.23 Tahun 1992. Sehat adalah
keadaan sejahtera tubuh, jiwa, sosial yang memungkinkan setiap orang untuk
hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
2. Sakit
Sakit adalah suatu keadaan ketidakmampuan individu untuk beradaptasi terhadap
rangsangan yang berasal dari dalam dan luar individu.6 Keadaan sakit/penyakit sendiri
merupakan hal yang sulit untuk didefinisikan secara pasti. Akan tetapi ada beberapa
definisi mengenai sakit/penyakit yang dijadikan acuan.4
a) Menurut Parson. Sakit adalah ketidakseimbangan fungsi normal tubuh
manusia, termasuk sejumlah sistem bilogis dan kondisi penyesuaian.
b) Menurut Bauman. Bauman mengemukakan ada tiga kriteria keadaan sakit,
yaitu adanya gejala, persepsi tentang keadaan sakit, yaitu adanya gejala,
persepsi tentang keadaan sakit yang dirasakan, dan kemampuan beraktivitas
sehari-hari yang menurun.
Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 3

c) Menurut batasan medis. Batasan medis mengemukakan dua bukti adanya


sakit, yaitu tanda dan gejala.
d) Menurut Perkins. Sakit adalah suatu keadaan tidak menyenangkan yang
menimpa seorang sehingga menimbulkan gangguan.
Menurut saya, dalam hubungannya konsep sehat-sakit dengan skenario D yaitu
untukmemberi wawasan definisi konsep sehat-sakit dari berbagai pakar dibidangnya kepada
masyarakat. Agar masyarakat mengerti secara individu, keluarga dan kelompok.
Puskesmas
Pusat kesehatan masyarakat atau yang dikenal dengan puskesmas di Indonesia adalah salah
satu institusi pemerintah yang memberikan pelayanan kesehatan terdepan di masyarakat. 7
Puskesmas dibangun untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar, menyeluruh, dan
terpadu bagi seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah kerjanya. 5 Kalau kita melihat di
beberapa negara, institusi seperti Puskesmas dikenal dengan health center atau public center
atau ada juga yang menyebutnya dengan community health center.7 Setelah 32 tahun,
puskesmas dikembangkan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia, reformasi
dan sistem desentralisasi yang mulai dikembangkan tahun 2001 menghendaki adanya
perubahan visi, misi, dan strategi puskesmas.5
1. Fungsi Puskesmas
Dalam konteks otonomi daerah saat ini, puskesmas mempunyai peran yang sangat
vital sebagai institusi pelaksana teknis, dituntut untuk memiliki kemampuan
manajerial dan wawasan jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan.5 Berikut adalah beberapa fungsi yang mesti dilaksanakan oleh Puskesmas
dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Fungsi tersebut
mencakup:7
a) Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan puskesmas senantiasa
berupaya menggerakan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas
sektoral di wilayah kerjanya, sehingga pembangunan yang dilaksanakan tetap
berwawasan kesehatan. Selain itu Puskesmas juga memantau dan melaporkan
dampak kesehatan yang muncul akibat pembangunan yang diselenggarahkan
di wilayah kerjanya.
b) Pusat pemberdayaan masyarakat
Puskesmas berupaya agar perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat
memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk melayani diri sendiri
Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 4

dan hidup sehat termasuk dalam pembiayaan kesehatan oleh dan untuk
mereka sendiri. Pemberdayaan masyarakat tetap memerhatikan situasi,
kondisi, dan sosial budaya masyarakat setempat.
c) Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
i. Pelayanan kesehatan perorangan
Pelayanan kesehatan ini bersifat pribadi (private goods) dengan tujuan
menyembuhkan dan memulihkan seseorang ke kondisi semula, tanpa
ii.

mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan.


Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kesehatan ini bersifat public goods dengan tujuan
memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit

tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan kesehatan.


2. Visi Puskesmas
Adapun visi puskesmas adalah tercapainya kecamatan sehat dalam rangka
mewujudkan indonesia sehat. Indikator dari kecamatan sehat meliputi lingkungan
sehat, perilaku sehat, cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu, dan derajat
kesehatan pendudukan kecamatan.7 Adapun visi dan gambaran masyarakat indonesia
di masa depan yang ingin dicapai melalui puskesmas adalah:8
a) Masyarakat hidup dalam lingkungan dan perilaku hidup sehat.
b) Memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu
secara adil dan merata.
c) Memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah
republic indonesia.
Menurut saya, dalam skenario D peran ikut serta dan campur tangan puskesmas itu perlu.
Yaitu mengatasi permasalahan yang terjadidi masyarakat, tentunya dalam menangani masalah
kesehatan yang terjadi di Desa Pancawarga. Sehingga masyarakat mengerti tentang
permasalahan wabah Kolera dan lebih lagi waspada.

Penyebab Kolera
Kolera sering disebut penyakit muntaber karna gejala utamanya adalah muntah dan buang air
besar. Kolera termasuk penyakit infeksi yang sangat serius. Penyakit ini menyerang bagian
bawah usus dan dapat menular.9 Kolera disebabkan oleh basil Gram-negatif vibrio cholerae,
yang berbentuk koma dan bergerak dengan benang cambuk (flagellat).10

Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 5

Gambar 1 : Bakteri vibrio cholera(Sumber : google)


Apabila bakteri ini masuk ke badan, bakteri ini akan mengeluarkan toksin (sejenis racun)
yang dapat menyebabkan terperasnya cairan tubuh keluar dari badan lewat usus halus,
menyebabkan diare yang parah.2 ada dua faktor yang turut menyebabkan terjadinya kolera,
yaitu:
1. Lingkungan
Lingkungan di ikut sertakan sebagai penyebab penyebaran kolera. Beberapa
masyarakat kurang memiliki kepedulian dari penyebab lingkungan yang tidak sehat.
Penyebab utamanya adalah infeksi bakteri atau virus. 11 Jalur masuk utama infeksi
tersebut melalui feses manusia atau binatang, makanan, air, dan kontak dengan
manusia. Kondisi lingkungan yang menjadi habitat atau pejamu untuk patogen
tersebut atau peningkatan kemungkinan kontak dengan penyebab tersebut menjadi
resiko utama penyakit ini.11
2. Perilaku Masyarakat
Bakteri kolera bisa berkembang biak dengan subur jika persediaan air dan makanan
telah terkontaminasi dengan tinja tersebut. Selain itu bakteri kolera juga dapat
berkembang di lingkungan sekitar manusia tinggal.12 Karna perilaku masyarakat
kurang sehat lah yang menyebabkan kolera mulai tersebar, contohnya seperti:
a) Makan kerang mentah atau yang tidak dimasak dengan matang, atau makanan
laut lainnya yang berasal dari lokasi tertentu.12
b) Infeksi kolera bisa bersumber dari sayuran dan buah-buahan mentah yang
tidak dikupas. Lahan pertanian yang terkontaminasi oleh pemupukan yang
tidak baik atau air untuk pengairan yang mengandung sampah.12
c) Pembuangan tinja sembarangan, yang tidak sesuai pada tempatnya.
Pengobatan Kolera

Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 6

Pengobatan yang dilakukan dalam menanggulangi kolera yaitu:2


1. Pengobatan pertama yaitu menggantikan cairan yang hilang supaya keseimbangan
cairan di dalam badan tetap terjaga dan mencegah timbulnya komplikasi yang lebih
berat.
2. Antibiotik akan diberikan untuk mempercepat penyembuhan gejala-gejala kolera.
Penggantian cairan dilakukan dengan cara infus/drip, sedangkan pemberian antibiotik untuk
mempercepat penyembuhan yaitu Tetrasiklin, Doxycycline atau golongan vibramicyn.
Pencegahan Kolera
Respon imun terhadap infeksi kolera, dan mekanisme mempunyai efek imunosupresif
terhadap toksin kolera dan toksin lain yang berhubungan bisa menghambat atau
menghilangkan secara in vivo.13 Pencegahan sangat diutamakan dalam dunia kesehatan,
terutama dalam pencegahan kolera. Banyak cara bisa dilakukan dalam mencegah bahaya
kolera salah satunya:
1. Imunisasi
Imunisasi adalah upaya untuk memperoleh kekebalan terhadap penyakit yang
disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Imunisasi merangsang kekebalan
seseorang dengan memberikan mikroorganisme patogen yang telah dilemahkan.
Imunisasi disebut juga vaksinasi atau pemberian vaksin.14 Contoh vaksin yang
disebabkan oleh bakteri sebagai berikut.14
a)
Vaksin kolera untuk mencegah penyakit kolera,
b)
Vaksin tifus untuk mencegah penyakit tifus.
c)
Vaksin BCG untuk mencegah penyakit TBC.
d)
Vaksin DPT (Diphteria, Pertussis, Tetanus) untuk mencegah difteri,
2.

pertusis/batuk, dan tetanus.


Promosi Kesehatan
Untuk mencapai tujuan promosi kesehatan, maka diperlukan strategi dalam
pelaksanaan promosi kesehatan yang berkerja sama dengan tenaga kesehatan dan
sektor terkait, Strategi tersebut adalah sebagai berikut (Depkes RI,2006).5,15
a) Advokasi
Pendekatan pemimpinan dengan tujuan untuk mengembangkan kebijakan
publik yang berwawasan kesehatan. Hasil yang diharapkan adalah kebijakan
dan peraturan-peraturan yang mendukung untuk memengaruhi terciptanya
perilaku hidup bersih dan sehat serta adanya dukungan dana atau sumber daya

Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 7

lainnya. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain pendeketan perorangan


melalui lobi, dialog, negosiasi, debat, petisi, mobilisasi, seminar, dan lain-lain
b) Bina Suasana
Penciptaan situasi yang kondusif untuk memperdayakan perilaku hidup bersih
dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat dapat tercipta dan berkembang jika
lingkungan mendukung hal ini, mencakup lingkungan fisik, sosial budaya,
ekonomi, dan politik.
c) Gerakan Pemberdayaan Masyarakat
Gerakan dari, oleh, dan untuk masyarakat mengenali dan memelihara masalah
kesehatan sendiri serta untuk memelihara, meningkatkan, dan melindungi
kesehatannya. Tujuan yang ingin dicapai melalui pendekatan ini adalah
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan keterampilan untuk berperilaku hidup
bersih dan sehat.
3. Perilaku Sehat
Pengetahuan masyarakat tentang sakit dapat memengaruhi pembentukan konsep sehat
seseorang. Pengetahuan yang terbentuk pada dasarnya merupakan warisan budaya,
yang diturunkan dari generasi ke generasi.16 Perilaku sehat terdiri atas 3 domain:16
a) Pengetahuan
b) Sikap
c) Tindakan
Secara konsep teori, ketiga domain tersebut terjadi secara berurutan, artinya dari
pengetahuan akan berubah menjadi sikap dan sikap menjadi tindakan,16
KESIMPULAN
Mencegah lebih baik dari pada mengobati, inilah prinsip yang wajib kita tanamkan sebagai
petugas kesehatan. Dalam mencegah kita juga harus mulai menjaga kesehatan kita dalam
setiap menanggapi permasalahan lingkungan dari setiap aspek. Mari kita sadarkan diri kita
masing-masing dan mulai membentuk lingkungan bersih dan sehat.
DAFTAR PUSTAKA
1. Ryadi ALS. Ilmu kesehatan masyarakat. Yogyakarta: Penerbit Andi; 2016.h.98
2. Krishna A. Mengenali keluhan anda. Indonesia: Informasi Medika; 2013.h.20
3. Chandra B. Pengantar kesehatan lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC; 2006.h.1
4. Asmadi. Konsep dasar keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2008.h.27-8

Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 8

5. Efendi F, Makhfudli. Keperawatan kesehatan komunitas teori dan praktik dalam


keperawatan. Jakarta: Penerbit Salemba Medika; 2009.h.3,275,114-5
6. Nursalam. Konsep dan metode keperawatan (ed.2). Jakarta: Penerbit Salemba
Medika; 2008.h.8
7. Swarjana IK. Keperawatan kesehatan komunitas. Yogyakarta: Penerbit Andi;
2016.h.187-9
8. Harnilawati. Pengantar ilmu keperawatan komunitas. Jakarta: Pustaka As Salam;
2013.h.27
9. Setiowati T, Furqonita D. Biologi interaktif kelas 10 ipa. Jakarta: Azka Press,
2007.h.42
10. Tjay TH, Rahardja K. Obat-obat penting khasiat penggunaan dan efek-efek
sampingnya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo; 2007.h.293
11. Apriningsih, Hardiyanti EA. Indikator perbaikan kesehatan lingkungan anak.
Jakarta: enerbit Buku Kedokteran EGC; 2009.h.46
12. Alo dokter. Pengertian kolera. 2016 (diakses 2 Desember 2016); (lembar 1). Diakses
dari http://www.alodokter.com/kolera
13. Cook GC. Problem gastroenterologi daerah tropis. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 2002.h.18
14. Aryulina D, Muslim C, Manaf S, Winarni EW. Jakarta: Penerbit Erlangga;
2006.h.78
15. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman promosi kesehatan bagi
perawat kesehatan masyarakat. Jakarta: Depkes RI; 2006.
16. Maulana HDJ. Promosi kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC;
2012.h.4,239

Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 9

Fakultas Kedokteran - UKRIDA

Page 10