Anda di halaman 1dari 45

TUGAS TAMBANG BAWAH TANAH

Di ajukan sebagai penganti ujian MID semester

METODA TAMBANG BAWAH TANAH

OLEH:
JUNI ANDRY DEPARI
2008/06607

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2011
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 1
METODA PENAMBNAG BAWAH TANAH

A. Pengertian Tambang Bawah Tanah


Tambang bawah tanah adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktifitas
penambangannya dilakukan dibawah permukaan bumi, dan tempat kerjanya tidak langsung
berhubungan dengan udara luar
Metode penambang batubara sangat tergantung pada :
- Keadaan geologi daerah antara lain sifat lapisan batuan penutup, batuan lantai batubara dan
Struktur geologi.
- Keadaan lapisan batubaradan bentuk deposit.

latar belakang pemilihan tambang bawah tanah

Latar belakang yang mempengaruhi dipilhnya penambangan dengan system tambang bawah
tanah adalah :

1. Perbandingan SR yang besar dan tidak ekonomis untuk ditambang menggunakan system
tambang terbuka.

2. Mineralisasi cadangan bahan galian membentuk cebakan yang secara spesifik harus
ditambang menggunakan system tambang bawah tanah.

3. Daerah yang akan ditambang merupakan daerah hutan lindung.

4. Penambangan dengan system tambang bawah tanah tidak banyak merusak ekosistem
yang ada di sekitar penambangan.

1. METODE PENAMBANGAN SECARA TAMBANG DALAM Pada penambangan


batubara dengan metode penambangan dalam yang peting adalah bagaimana
mempertahankan lubang buka seaman mungkin agar terhindar dari kemungkinan
- Keruntuhan atap batuan
- Ambruknya dinding lubang (rib spalling)
- Penggelembungan lantai lapisan batubara (floor heave).
Kejadian tersebut diatas disebabkan oleh terlepasnya energi yang tersimpan

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 2
secara alamiah dalam endapan batubara. Energi yang terpendam tersebut merupakan
akibat terjadinya perubahan atau deformasi bentuk endapan batubara selama
berlangsungnya pembentukan deposit tersebut. Pelepasan energi tersebut disebabkan
oleh adanya perubahan keseimbangan tegangan yang terdapat pada massa batuan akibat
dilaku kannya kegiatan pembuatan lubang-lubang bukaan tambang. Disamping itu
kegagalan yang disebabkan batuan dan batubara itu tidak mempunyai daya penyanggaa
di samping faktor-faktor alami dari keadaan geologi endapan batubara tersebut.
Penambangan batubara secara tambang dalam kenyatannnya sangat ditentukan oleh ca ra
mengusahakan agar lubang bukaan dapat dipertahankan selama mungkin pada saat
berlangsungnya penambangan batubara dengan biaya rendah atau seekonomis mungkin.
Untuk mencapai keinginan tersebut maka pada pembuatan lubang bukaan selalu diusa
hankan agar :
- Kemampuan penyangga dari atap lapisan
- Kekuatan lantai lapisan batubara
- Kemampuan daya dukung pilar penyangga.
Namun apabila cara manfaat sifat alamiah tersebut sulit untuk dicapai, maka bebe rapa
cara penyanggan buatan telah diciptakan oleh ahli tambang. Metode penambangan secara
tambang dalam pada garis besarnya dapat dibedakan yaitu:
a. Room and Pillar atau disebut Bord and Pillar
b. Longwall Kedua metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-
sendiri terutam a pada keadaan endapan batubara yang dihadapi di samping faktor
lainnya yang per lu diperhatikan dalam pemilihan metode penambangan tersebut.

METODE PENAMBANGAN BATUBARA

Secara umum penambangan batubara terdiri dari pemotongan, pemuatan, pemasangan


penyangga, penambangan GOB, transportasi serta penanganan gas, penyangga serta
debu untuk itu metode penambangan batubaraa harus dipilih dengan hati-hati :
1. Penentuaan struktur pit dengan kondisi alam misalnya : patahaan
2. Penentuan system penambangan batubara
3. Tindakan terhadap transportasi ventilasi penimbunan kembali dan keselamatan
4. Persiapan 9penyangga, alat-lat)
5. Penggunaan mesin penaambangan batubara yang sesuai.
6. Praktek penambangan batubara.
7. Penetapan produksi batubara dan rencana ketenagakerjaan.

Faktor dalam penentuan penambangan :


1. Pekerjaan penambangan harus aman dan terpercaya.
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 3
2. Metode yang sedapat mungkin dapat menambang secara sempurna.
3. Metode yang efisiensinya tinggi jika penggunaan bahan perton yang sedikit dan
ekonomis.

Pemilihaan metode penambangan batubara dan kondisi alam yang menjadi faktor
penentu dalam pemilihaan tersebut :
1. Ketebalan lapisan batubara
2. Kemiringan
3. Sifat atap dan lantai
4. Hubungan beberapa lapisan
5. Ada tidaknya petarifid wood dan parting
6. Banyak tidaknya gas dan air yang keluar
7. Ada kemungkinan terjadinya swa bakar.
8. Rekar batubara dan tekanan bumi serta kekerasan batubara tersebut.
9. Kondisi lain.

1. Room And Pillar

Suatu metode penambangan yang menyatakan suatu blok akan menggali masuk 2
sistem atau jalur, masing-masing melintang dan memanjang.
Metode ini hanya penggalian maju terowongan terhadap room and pillar secara
berurutan mulai dari yang terdalam apabila jaringan terowongan digali telah
mencapai batas maksimum.
c. Metode Room and Pillar Cara penambangan ini mengandalkan endapan batubara
yang tidak diambil sebagai pe nyangga dan endapan batubara yang diambil sebagai
room. Pada metode ini penamban gan batubara sudah dilakukan sejak pada saat
pembuatan lubang maju. Selanjutnya lubang maju tersebut dibesarkan menjadi
ruangan ruangan dengan meninggalkan batuba ra sebagai tiang penyagga. Besar
bentuk dan ruangan sebagai akibat pengambilan b atubaranya harus diusahakan agar
penyangga yang dipakai cukup memadai kuat mempe rtahankan ruangan tersebut
tetap aman sampai saatnya dilakukan pengambilan penya ngga yang sebenarnya yaitu
tiang penyangga batubara (coal pillar). Metode ini me mpunyai keterbatasan-
keterbatasan dalam besaran jumlah batubara yang dapat diamb il dari suatu cadangan
batubara karena tidak semua tiang penyangga batubara dapa t diambil secara
ekonomis maupun teknik. Dari seluruh total cadangan terukur batubara yang dapat

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 4
diambil dengan cara pena mbangan metode Room and Pillar ini paling besar lebih
kurang 30-40% saja. Hal in i disebabkan banyak batubara tertinggal sebagi tiang-
tiang pengaman yang tidak d apat diambil. (Gambar Sketsa sistem penambangan
dengan cara Room and Pillar.)

d.
Keuntungan :
2. Lingkup penyesuaian terhadap korelesi alam penambangan lebih luas
dibandingkan dengan long wall yang di maksimumkan
3. Hingga batas batas tertentu dapaat meenyesuaikan terhadap variasi kemiringan
4. Mampu menambang blok yang tersisa oleh penambangan system long wall
misalnya karena adanya patahaan
5. Dapat melakukan penambangan suatu blok yang berkaitan dengan perlindungan
permukaan.
6. Cukup efektif untuk menaikan Recovery (Pillar Robbing) menaikan recovery
baatubara.

Kelemahan :
1. Recovery penambangan rendah (60 70 %).
2. Banyak terjadi insiden (kecelakaan) atap yang runtuh
3. Ada batas maksimumpenambangan bagian dalam karena adanya tekanan bumi.
4. Karena banyak yang disisakan akan meninggalkan masalah dari segi keamanan
untuk penerapan dilakukan batubara untuk mudah mengalami swa bakar/self
combustion.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 5
gambar Room And Pillar

2. Metode penambangan batubara system long wall/lorong panjang

Metode Longwall Ada dua cara penambangan dengan menggunakan metode Longwall
yaitu : - Cara maju (advancing) - Cara mundur (retreating) Pada penambangan dengan
metode advancing Longwall terlebih dahulu dibuat lubang maju yang nantinya akan
berfungsi sebagi lubang utama (main gate) dan lubang pen giring (tail gate), dibuat
bersamaan pada pengambilan batubara dari lubang buka tersebut. Kedua lubang bukaan
tersebut digunakan sebagai saluran udara yang diperlukan unt uk menyediakan udara
bersih pada lubang bukaannya di samping untuk keperluan tra nsportasi batubaranya dan
keperluan penyediaan material untuk lubang bukannya. Metode ini akan memberikan
hasil lebih cepat karena tidak memerlukan waktu menun ggu lubang yang diperlukan
yaitu lubang utama dan lubang pengiring. Pada metode retreating Longwall merupakan
kebalikan dari metode advancing longw all karena pengambilan batubara belum dapat
dilakukan sebelum selesai dibuat sua tu panel yang akan memberikan batasan lapisan
batubara yang akan diekstraksi (di ambil) Pemilihan salah satu metode tersebut harus
memperhatikan keadaan dan kondisi ala mi yang diremukan pada endapan batubara itu
sendiri agar nantinya tidak menghada pi kesulitan-kesulitan selama dilakukan ekstraksi

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 6
yang pada akhirnya tentu bertu juan mencari biaya serendah mungkin. (gambar .Skema
sistem penambangna Longwall )
Selain kedua metode tersebut terdapat pula beberapa variasi metode penambangan
y ang dapat diterapkan. Hal ini tergantung pada macam dan jenis serta ketebalan la pisan
disamping kemiringan lapisan batubara yang perlu juga diperhatikan. Peralatan yang
digunakan pada penambangan tambang dalam dapat dibagi dalam dua k ategori yaitu : -
Peralatan untuk pekerjaan persiapan - Peralatan untuk pengambilan batubara. Pada saat
ini kemampuan peralatan tambang dalam sudah demikian maju sehingga sel uruih
kegiatan pekerjaan fisik yang dilakukan oleh manusia, praktis sudah dapat digantikan
oleh mesin atau alat batu mekanis.
Metode penambangan batubara adalah yang digunakan secara luas pada
penambangan bawah tanah.

Ciri-ciri penambangan batubara long wall adalah sebagai berikut :


1. Recoverynya tinggi karena menambang sebagian besar batubara
2. Permulaan kerja dapat dipusatkan karena dapat berproduksi besar.
3. Apabila kemiringannya landai mekanisasi penambangan, transportasi dan
penyanggaan menjadi beda sehingga dapat meningkatkan efisiensi penambangan.
4. Karena dapat memusatkan permukaan kerja, panjang terowongan yang dikerja
terhadap produksi batubara menjadi pendek.
5. Mengguntungkan dari segi keamanan karena ventilasinya mudah dari swa
bakar/self combustion yang timbul juga sedikit.
6. Karena dapat menguatkan tekanan bumi, pemotongan batubara menjadi mudah.
7. Apabila terjadi hal-hal keruntuhan kerja dan kerusakan mesin maka penggunakan
produksi batubaranya besar.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 7
SISTEM PENAMBANGAN LONGWALL

BAGAN SISTEM PENAMBANGAN

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 8
SISTEM TAMBANG

SURFACE UNDERGROUND

ORE ORE ORE


MECHANICAL AQUEOUS UNSUPPORTED SUPPORTED CAVING
COAL

ROOM &
OPEN PIT HYDRAULICKING
PILLAR
CUT & FILL LONGWALL ROOM & PILLAR

STOPE &
QUARRYING DREDGING PILLAR
STULL SUBLEVEL LONGWALL

BLOCK
STRIP MINE BOREHOLE SHRINKAGE SQUARE SET
CAVING
SHORTWALL

AUGERING LEACHING SUBLEVEL

1. Metode swasangga (Non Supported / Open Stope)


cara penambangan pada tambang bawah tanah tanpa menggunakan penyangga buatan.
Bijih dan batuan disekitarnya digunakan sebagai penyangga
Cocok untuk endapan maupun batuan samping yang kuat sehingga tidak membutuhkan
penyangga
Yang termasuk metode ini adalah:
Room and Pillar
Stope & Pillar
Shrinkage stoping
Sublevel stoping
2. Metode Berpenyangga (Supported Stope Method).
Sistem penambangan ini, lubang bukaan dibantu oleh penyangga buatan
metode ini cocok untuk endapan bijih yang country rock dan bijihnya lunak.
Sehingga perlu penambangan yang sistematik dan memerlukan penyanggaan.
Penyanggaan ini bisa berupa Natural Support dan Artificial Support.
Yang termasuk metode ini adalah:
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 9
a. Shrink & Fill Stoping
b. Cut & Fill Stoping
c. Square Set Stoping
d. Stull Stopping
3. Caving Methods ( Metode ambrukan (Caving Method)
.
Adalah diterapkan untuk penambangan pada batuan- batuan atau pada edapan bijih yang
mudah runtuh, bila mendapat tekanan dari atas dimana runtuhnya secar perlahan-lahan.
Metode Caving dikenal 3 cara penambangan, yaitu:
Top Slicing
Sub Level Caving
Blok Caving

A. Metode swasangga (Non Supported / Open Stope)


1. Glory Hole
Adalah merupakan system gabungan antara sub open stope dengan supported method. Pada
sisrtem ini harus ditinggalkan pilar-pilar untuk mencegah penurunan permukaan (Surpace
subsidence)

System ini cocok untuk endapan-endapan bijih yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1. Yang mempunyai ore body / batuan samping yang kuat.
2. Cocok untuk endaapan bijih yang sempit atau agak lebar tetapi berbentuk bulat/elips.
3. Untuk batas endapan yang cukup jelas.
4. Mempunyai kemiringan / dip 70 0.
Contohnya : endapan bijih emas yang berbentuk vein.

Keuntungan :
1. Ongkos penambangan murah, karena tak perlu modal besar.
2. Cara kerjanya relatif mudah dan sederhana, sehingga tak perlu karyawan yang terampil.
3. Relatif Aman.

Kerugian :
1. Produksi kecil, yaitu 50-100 ton per hari, karena banyak pekerjaan yang ditangani secara
manual, sehingga pendapatan yang diperoleh kecil.
2. Sulit mempertahankan jenjang-jenjangnya karena kesulitan dalam menurunkan batuan hasil
peledakan.

Cara penambangan :
Penambangan Glory Hole mengaplikasikan suatu penggalian terbuka dimana bijih dipindahkan
dari lombong ke jalan pengangkutan dengan efek gravitasi.
Glory Hole sering diartikan sebagai suatu operasi penambangan dimana bijih dihancurkan oleh
peledakan kemudian jatuh ke jalan bijih oleh efek gravitasi. Open Pits moderen yang
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 10
mengaplikasikan suatu sistem pengangkutan bijih melalui shaft yang dibangun pada bagian luar
pit limit, mencirikan suatu kesamaan proses pengangkutan dengan glory hole.
Metode penambangan Glory Hole dapat diterapkan untuk berbagai tipe jebakan, walaupun bentuk
material galian tidak mempunyai kecendrungan untuk bisa dikumpulkan pada Draw Point.
2. Gophering
Yaitu suatu cara penambangan terhadap endapan bijih yang kecil/tebal dan lebarnya kurang dari 3
meter kemiringan/dip bukan menjadi suatu masalah bentuk endapan bisa reguler (tidak teratur)
dapat dipai untuk endapan yang bernilai tinggi tidak dibenarkan untuk menambang ore shoot
karena akan menggangu endapan bijih keseluruhaan.

System ini cocok untuk endapan-endapan bijih yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1. Kekuatan bijih relatif kuat.
2. Kekuatan batuan cukup kuat.
3. Bentuk endapan tidak teratur.
4. Kemiringan endapan spotty deposits, sukar ditambang dengan sistematik.
5. Ukuran endapan kecil atau lebarnya lebih kecil 3 meter, terpisah-pisah, letaknya terpencil.
6. Kadar bijih tinggi, bagian-bagian yang miskin ditinggalkan sebagai pillar.
Contohnya : endapan bijih emas yang tidak teratur tapi kadarnya tinggi.

Keuntungan :
1. Ongkos penambangan murah.
2. Memberi tempat kerja dan memperoleh pendapatan tambahan bagi penduduk di sekitar
endapan.

Kerugian :
1. Produksinya rendah.
2. Mencemari lingkungan hidup.

Cara penambangan :
Cara penambangan Gophering hanya mengikuti arah vein. Kalau cara ini diterapkan pada Vein
yang sangat kaya, metode ini sering memberikan keuntungan sementara. Hal ini karena biaya
pembuatan lubang bukaan dengan ukuran yang sangan bervariasi sangant mahal.

3. ROOM AND PILAR


Kamar dan pilar (juga disebut bord dan tiang) adalah sistem pertambangan di
mana materi ditambang diekstraksi di bidang horizontal sementara meninggalkan "pilar"
dari bahan tersentuh untuk mendukung atap overburden meninggalkan daerah terbuka
atau "ruang" bawah tanah. Hal ini biasanya digunakan untuk relatif datar-berbohong
deposito, seperti yang mengikuti strata tertentu. Ruang dan sistem pilar digunakan dalam

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 11
pertambangan batubara, besi dan bijih logam dasar khususnya ketika ditemukan sebagai
deposit Manto atau selimut, batu dan agregat, bedak, soda abu dan kalium. Kunci
ke ruang sukses dan pertambangan pilar adalah memilih ukuran pilar optimal. Jika
terlalu kecil pilar tambang akan runtuh. Jika pilar terlalu besar maka jumlah yang
signifikan dari bahan yang berharga akan ditinggalkan mengurangi profitabilitas
tambang. Persentase material ditambang bervariasi tergantung pada banyak faktor,
termasuk bahan yang ditambang, ketinggian pilar, dan kondisi atap ; nilai-nilai khas
adalah: batu dan agregat 75%, batubara 60%, dan kalium 50% ,Emery Coal Mine.Sesuai
namanya, ini adalah tambang batubara bawah tanah yang terletak di Emery County,
Emery Coal Mine merupakan salah satu tambang yang dimiliki Consol Energy. Di
Amerika, Consol Energy masuk 3 besar produsen batubara terbesar.
Dapat berkunjung ke tambang batubara bawah tanah jelas merupakan kesempatan bagus,
sebab Indonesia tak banyak memiliki tambang batubara bawah tanah. Metode tambang
yang digunakan Emery adalah room and pillar. Penambangan dilakukan dengan
menggali batubara dengan meninggalkan pilar sebagai penyangga. Pilar ini nantinya akan
digali sedikit demi sedikit (robbing pillar) sambil berjalan mundur. Karena pilar sebagai
penyangga juga digali atap terowongan akan dibiarkan runtuh.Emery Mine menggunakan
continuous miner sebagai alat gali. Continuous miner adalah alat gali yang dapat
langsung memuat batubara ke alat angkut. Alat ini dilengkapi dengan gigi-gigi bor yang
dipasang pada drum berputar untuk memotong batubara.

Sedang untuk alat angkut digunakan shuttle car bertenaga listrik. Secara sederhana,
shuttle car mempunyai fungsi mirip truk yang mengangkut batubara ke tempat yang
dituju.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 12
Metode Room and Pillar
Sebenarnya cadangan Emery memungkinkan ditambang menggunakan metode tambang terbuka.
Akan tetapi berdasar berbagai pertimbangan ,perijinan, reklamasi, dll, mereka memutuskan
menggunakan cara penambangan bawah tanah meski memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dan
produksi yang lebih rendah dibanding tambang terbuka.

Kelebihan Sistem Room and Pillar


Lingkup penyesuaian terhadap kondisi alam penambangan lebih luas
Dapat menyesuaikan terhadap variasi kemiringan
Mampu menambang blok yang tersedia oleh system lorong panjang

Kekurangan Sistem Room and Pillar


Sering Terjadi Kecelakaan (Atap Ambruk)
Kedalaman Maksimum Penambangan Terbatas (+ 500 m)
Banyak Batubara yang tersisa sehingga bisa menimbulkan Swabakar

4. STOPE AND PILAR

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 13
Stope and pilar adalah system penambangan bawah tanah dengan cara mengambil bawah
tanah secara horizontal membuat ruangan ruangan dengan tiang dari batuan sebagai
penyangga batuan di atasnya.
Metoda stope and pilar di lakukan jika:
Cebakan tdk bernilai tinggi yg mengijinkan sejumlah bijih ditinggal sbg pilar
Ketebalan < 7m -Cebakan > 7 m mungkin ditambang ttp loss bjh dan atap runtuh
semakin besar
Dip 20-50
horizon mining yaitu stope n pillar yg diterapkan untuk cebakan mendatar/ hampir
datar.inclined:20 30, penambangan searah kemiringan dan tidak memungkinkan pemakaian
mobile equipment
step mining: 30-50, penambangan secara berurutan untuk menghasilkan daerah kerja dengan
kemiringan yg memungkinkan menggunakan mobile equipment.
- Batuan atap dan lantai kuat, utk meminimalkan pemakaian pilar
- Bijih harus kuat untuk mengurangi lebar pilar
- Kedalaman tidak terlalu besar utk mengurangi beban yg harus disangga pilar
- biaya rendah
- memungkinkan seleksi pada stope dan waste ditinggal pada ruang kosong
- memungkinkan melakukan mekanisasi dari drilling sampai loading degan used
trackless
- development cepat dan dev dilakukan pada bijih itu sendiri
- kehilangan bijih pada pilar sampai 40% jika dengan pilar robbing menjadi 20%
- Bahaya runtuhan dari hanggingwall, dan bila hangingwall mempunyai joint dan
crack yg sejajar memungkinkan runtuhan slab batuan yang besar.
- Daerah ventilasi sangat luas.

Stope dan pilar pertambangan ditandai dengan


1. Pilar berbentuk tidak teratur dan berukuran kiri untuk dukungan (Gambar.1), yang mungkin
memerlukan sedikit perencanaan atau tidak. Pada ekstrem, metode yang sering sedikit lebih dari
variasi gophering (Peele, 1941) di mana hanya pilar buatan digunakan untuk kontrol atap.
2. Biasanya datar bijih tubuh sebagian besar horisontal mencelupkan kurang dari sudut istirahat.
Di bawah ini sudut sekitar 30 sampai 35 ,bijih tidak akan mengalir di bawah pengaruh gravitasi;
ini adalah utama perbedaan antara stope dan pilar dan semakin tinggi-sudut stoping metode
seperti cut and fill, penyusutan, dan sublevel.
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 14
3. Massa batuan kompeten. Ini sangat diinginkan karena hal ini adalah sebuah metode terbuka
dimana Stopes atau biasanya kamar tetap terbuka selama kehidupan tambang. Kekuatan dapat
bervariasi dari 50.000 psi (345 MPa) sampai 4000 psi (25 MPa), dan integritas struktural dari
atap, pilar, dan lantai komponen idealnya harus sangat baik,
kecuali meningkatnya kuantitas dukungan sekunder yang akan digunakan.

4. Pasti mendalam karena keterbatasan kapasitas beban dari pilar. Meningkatkan ukuran pilar
untuk memerangi meningkatnya beban vertical adalah kontraproduktif sebagai penurunan
ekstraksi dan dapat berkisar dari 25% di tambang garam yang mendalam untuk maksimum
95% dalam memimpin dipilih tambang (Bullock, 1982; Prugger, 1984). Mutlak kedalaman
yang metode dapat diambil tergantung pada kondisi spesifik lokasi, terutama kekuatan massa
batuan, tetapi biasanya 3000 ft (600 m) adalah batas normal
5. Tidak adanya penurunan permukaan, kecuali dalam sangat panjang panjang ketika atap
pilar besar atau kegagalan telah terjadi, atau dalam kasus stoping payudara. Mengingat fakta
bahwa tertua tambang bawah tanah di stope eksistensi dan pilar, adalah mungkinuntuk
merancang sukses untuk stabilitas jangka panjang.
6. Stope dan pertambangan pilar biasanya diklasifikasikan sebagai largescale Metode dalam
hal produksi total, dan cukup serbaguna dan cukup fleksibel untuk memenuhi berbagai
persyaratan produksi.
Open Stope Breast stoping (Stop and Pillar):
Aplikasi:
- Cebakan tdk bernilai tinggi yg mengijinkan sejumlah bijih ditinggal sbg pilar
- Ketebalan < 7m
- Cebakan > 7 m mungkin ditambang ttp loss bjh dan atap runtuh semakin besar
- Dip 20-50: horizon mining yaitu stope n pillar yg diterapkan utk cebakan mendatar/ hampir
datar inclined : 20 30, penambangan searah kemiringan dan tdk memungkinkan pemakaian
mobile equipment step mining : 30-50, penamabangan scr berurutan utk menghasilkan daerah
kerja dgn kemiringan yg memungkinkan menggunakan mobile equipment.
- Batuan atap dan lantai kuat, utk meminimalkan pemakaian pilar
- Bijih hrs kuat utk mengurangi lebar pilar

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 15
- Kedalaman tdk terlalu besar utk mengurangi beban yg harus disangga pilar
Keuntungan :
- biaya rendah
- memungkinkan seleksi pd stope dan waste ditinggal pd ruang kosong
- memungkinkan melakukan mekanisasi dr drilling sampai loading dgn used trackless
- development cepat dan dev dilakukan pd bijih itu sendiri
Kerugian :
- kehilangan bijih pd pilar sampai 40% jk dgn pilar robbing mjd 20%
- Bahaya runtuhan dr hanggingwall, dan bila hangingwall mpy joint dan crack yg sejajar
memungkinkan runtuhan slab bat yg besar.
- Daerah ventilasi sangat luas.

Gambar. 1. Stope dan pertambangan pilar denganCaudle, 1961).

1) KONVENSIONAL DAN PILAR STOPE


Pengembangan
Dasar dari sistem stoping sangat mudah karena, dalam kebanyakan bentuk, metode tidak
memerlukan pengembangan stope yang spesifik kecuali tubuh bijih sangat tidak teratur dan
pengangkutan yang terpisah tingkat didorong.Dengan kondisi tersebut memenghubungkan
orepasses, cara ventilasi, dan meningkatkan akses akan diperlukan. Sebagian besar
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 16
tambangkerekan dari tingkat satu, dan banyak memanfaatkan penurunan untuk memfasilitasi
gerakan bawah tanah lelah karet peralatan. Stoping Stope dan pertambangan pilar biasanya
siklik, yang terdiri dari berikut unit operasi (Hartman, 1987): Dalam bahan lembut seperti
Trona atau halit, mesin pertambangan mungkin digunakan untuk menggantikan bor-ledakan
siklus. Pengeboran biasanya dilakukan oleh mandiri, diesel, jumbo rel, tetapi dalam operasi
yang lebih kecil, tangan-diadakan jacklegs dapat digunakan. Di bawah sangat soft-rock
kondisi, listrik bertenaga auger latihan dapat dimanfaatkan. Lubang dibor secara horizontal
menggunakan baji atau putaran dipotong V, meskipun luka bakar dapat digunakan di bawah
beberapa kondisi seperti dalam batugamping keras dan Dolomites (Gambar 2). Slabbing atau
sliping putaran kemudian biasanya digunakan untuk memperluas wajah awal memangkas
sekitar pilar yang diusulkan (Gambar 3). Wajah, atau payudara, dapat dilakukan sampai 30
kaki (9 meter) tingginya dengan mayoritas peralatan konvensional, dan kedalaman lubang
dari 16 ft (4,8 m) yang cocok untuk kondisi yang paling. Bahan peledak dominan adalah
ANFO dibawah kondisi kering, dengan lumpur, gel air, dan dynamites sebagai alternatif.
Blasting dapat dilakukan selama pergeseran atau pada waktu pergantian shift, tergantung
pada ukuran tambang. Baik fragmentasi ditambah membatasi lemparan putaran penting
dalam stope dan pertambangan pilar. Membersihkan area yang luas dan peledakan sekunder
serius dapat mengganggu siklus produksi. Kecuali bawah atau scaling kembali menggunakan
pemetik cherry adalah dilakukan segera setelah peledakan. Pertambangan berlangsung di
muka dengan kontrol tanah faktor jarang, jika pernah, memungkinkan untuk ekstraksi
lengkap pilar, meskipun substitusi dari pilar buatan telah diadili berdasarkan beberapa situasi
(Reed dan Mann, 1961). Penggunaan buatan pilar itu secara teknis berhasil, asalkan pilar bias
pratekan, jika tidak, atap deformasi untuk memuat pilar tersebut disebabkan signifikan atap
kegagalan (Chellson, 1941). Sayangnya buatan pilar sistem memiliki semua terbukti
ekonomis untuk tanggal konvensional stope dan sistem pilar, meskipun mereka adalah
penting bagian dari stoping payudara. Tergantung pada bentuk dan ketebalan tubuh bijih, ada
tiga pilihan pertambangan yang tersedia: tunggal lulus, melewati beberapa, dan memajukan
beberapa bangku.
SINGLE PASS. Dalam tipis, kurang dari 25 hingga 30 ft (7,5-9 m), pertambangan bijih
badan rutin dapat terjadi dalam sebuah pass pertama tunggal. Dalam serpihan minyak, upaya
dilakukan untuk single-pass tambang, membawa bangku hingga 60 ft (27m) tinggi, tetapi

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 17
ditinggalkan karena tingginya biaya peralatan khusus yang diperlukan (Hustrulid, Holmberg,
dan Pesce, 1984).

SISTEM GANDA LULUS. Sistem multi-pass cocok bagi tubuh bijih tidak teratur lebih dari 30 ft
(9m) tebal, seperti beberapa dari timbal-seng deposito of Missouri dan beberapa bawah tanah
tambang batu kapur di mana wajah akan terlalu tinggi untuk ditambang
dalam irisan wajah penuh tunggal. Dalam sistem multi-pass, yang pertama pass juga digunakan
dalam bagian untuk definisi dari tubuh bijih. Pertambangan biasanya dimulai di dekat bagian atas
tubuh bijih yang nyaman pertambangan tinggi. Dengan memulai di dekat bagian atas badan bijih
yang tidak teratur, lulus pertama dapat digerakkan di upgrade biasa. Bagian atas tubuh bijih
kemudian dapat ditambang oleh ke atas, atau tinju, stoping dengan mengoperasikan pengeboran
dan peralatan pendukung pada suatu penyusutan tumpukan (Gambar 4). Dalam kondisi ini,
lubang dibor secara horizontal ke alis atau bangku tinju baik dengan tangan atau menggunakan
sebuah jumbo. Jika pertambangan selesai, tumpukan penyusutan menyediakan stok sangat baik,
meskipun modal besar dapat diikat di tumpukan sampai tersedia untuk pengolahan. Another
utama keuntungan untuk mulai di atas adalah bahwa punggung dapat di turunkan dan dijamin
dengan dukungan sekunder dimana diperlukan ketika sedang mudah dijangkau. Bijih yang
mendasari kemudian ditambang dalam serangkaian irisan berikutnya baik menggunakan
benching vertikal atau depan. Vertikal benching membutuhkan latihan gerobak ketik selain bor
jumbo. Proses ini juga dikenal sebagai beberapa mengiris (Gambar 5). Bawah kondisi tersebut,
penanganan bijih dan gerakan peralatan dapat menjadi kompleks, dan beberapa resor tambang
untuk pengangkutan yang mendasari tingkat untuk menyederhanakan dan mengurangi biaya
pengangkutan. Memajukan BENCH GANDA. Sistem ini sangat ideal untuk tebal bijih badan
rutin seperti serpihan minyak, tambang garam, dan beberapa batugamping di mana batas-batas
atas dan bawah dari bijih tubuh yang teratur dan didefinisikan dengan baik. Dalam pertambangan
bijih, dimulai pada kontak tubuh bijih bagian atas dengan melewati memimpin dan kemudian
diikuti dengan suksesi bangku di eselon (Gambar 5). Peralatan bergerak antara bangku-bangku
melalui serangkaian landai, dan peledakan bangku vertikal dapat digunakan di semua berlalu
kecuali untuk paling atas.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 18
SLABBING DAN PEMULIHAN PILAR. Untuk meningkatkan atau mengoptimalkan
ekstraksi, pilar terbatas merampok, atau slabbing, mungkin diperkenankan dalam beberapa
operasi, pertimbangan tanah memberikan kontrol yang bertemu. Slabbing biasanya dilakukan
menjelang akhir hidup tambang dan mungkin memang satu-satunya pilihan yang tersedia saat
penghapusan total pilar tidak mungkin. Slabbing di Lead Lama
Sabuk, di bawah kondisi ideal, diizinkan ekstraksi total meningkatkan dari lulus pertama 85
hingga 95% (Bullock, 1982). Bijih tubuhnya cukup sempit untuk mengizinkan melengkung
terjadi, dan pilar slabbed membawa beban kecil. Kasus tercatat paling awal dari penambangan
liar litigasi pilar yang terlibat merampok di Athena stope dan pilar tambang perak di Laurion di
Yunani. Pada 383 SM, seorang pemilik tambang bernama Diphilios dijatuhi hukuman mati dan
nya keberuntungan disita untuk mengarahkan budak untuk secara ilegal merampok pilar untuk
keuntungan cepat (Rickard, 1974). Pilar penghapusan biasanya membutuhkan tanah yang sangat
bagus kondisi. Dengan ketinggian yang rendah pertambangan, caving yang berikut pilar
penghapusan biasanya akan membengkak dan mendukung atap utama.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 19
Gambar. 18.2.2. V Khas potong seperti yang digunakan di Dolomites atau batugamping (Bullock,1982).

kerusakan ondary dilakukan oleh peledakan mana yang penting, dampak


palu, atau menjatuhkan bola. Karena stope paling dan tambang pilar adalah dari horisontal besar
batas, bijih harus diangkut jauh ke adit yang atau poros. Konvensional bertenaga diesel truk
hingga 100 ton (90 t) dalam kapasitas yang digunakan, ukuran yang tepat tergantung pada
pertambangan ketinggian dan jarak. Pengangkutan truk digunakan lebih sering daripada rel
karena fleksibilitas dan fleksibilitas pengangkutan.Pengangkutan rel dapat digunakan di mana
gradien dapat dijamin cocok. Sabuk pengangkutan juga digunakan dalam beberapa kondisi,
terutama di badan bijih yang lembut seperti halit atau Trona di mana fragmen kecil diproduksi,

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 20
jika crusher primer harus dipasang dekat wajah. Bagian dari siklus pengangkutan dapat
dilakukan dengan menggunakan LHDs atau slushers, tetapi ini umumnya tambahan untuk
pengangkutan truk atau kereta api. Pemilihan kombinasi peralatan untuk tambang tertentu
niscaya situs tertentu. Banyak program komputer sekarang ada untuk memfasilitasi pemilihan
tersebut (Klemme dan Mousset-Jones, 1984; Zambas dan Yegulalp, 1973).
horisontal dalam pilar dan dengan demikian meningkatkan resistansi mereka kegagalan geser.
Horizontal lari, kadang-kadang dengan kawat mesh, juga terbukti bermanfaat.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 21
Gambar 3. Putaran Slabbing diusir membakar pos dipotong putaran (Bullock, 1982).

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 22
Gambar. 4. Overhand stope dan pertambangan pilar (Bullock, 1982).

A. BADAN BIJIH Dipping


Stope konvensional dan pertambangan pilar menjadi mustahil, kemiringan dari tubuh
bijih meningkat melampaui sekitar 20% sejak kelas peralatan tidak dapat melakukan
perjalanan updip. Banyak variasi stope dan tiang telah dikembangkan untuk memenuhi
kebutuhan bijih mencelupkan badan, misalnya, sistem pilar bar (Christiansen dan Scott,
1975), dan Elliot Danau stope dan tiang (Hedley dan Grant, 1972). Setelah review dari
berbagai variasi, dua versi dasar
dari stope dan pilar dapat diidentifikasi bagi tubuh bijih mencelupkan hingga 30 , yang
cocok untuk pengangkutan kereta api dan yang lainnya untuk konvensional rel
pertambangan (Hamrin, 1980).

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 23
Gambar. 5. Stope dan pertambangan pilar menggunakan benching vertikal dan depan. (Hamrin, 1980
Oleh izin:.. Atlas Copco)

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 24
B. Langkah Stope dan Pilar
Langkah stope dan pertambangan pilar pengangkutan menggunakan rel dengan akses drift
berjalan melintang di celupkan pada sudut cocok untuk peralatan .Ekstraksi bijih dibuat dari
serangkaian drift stope yang berjalan horizontal berikut ini
pemogokan tubuh bijih bekerja dari atas ke bawah. Pilar yang cukup sempit untuk
memungkinkan pengeboran updip dan loading peralatan untuk mengoperasikan dan mengekstrak
bijih rusak. Stopes dipotong berturut-turut downdip, setiap irisan stope memiliki sekitar
horizontal lantai dan diinjak di tengah ke babak kedua
dari stope tersebut. Crosscuts juga ditambang dengan lantai horizontal untuk
bagian dari peralatan. Hal ini mengakibatkan footwall yang sedang melangkah
downdip kecuali jika dipotong oleh jalan raya peralatan. miring Stope dan Pilar
Stope miring dan pilar dapat beroperasi secara efisien pada sudut atas sampai 30 . Metode ini
dapat memanfaatkan pengangkutan kereta api, yang terbatas pada
dekat-nilai horisontal. Pembangunan dimulai dengan mengemudi serangkaian
dari drift pengangkutan sepanjang footwall mengikuti pemogokan bijih tubuh. Jarak dari drift
pengangkutan dipilih untuk memungkinkan operasi dari slusher tunggal untuk menarik semua
bijih dari langsung di bawah tingkat atas pengangkutan ke tingkat bawah. Dalam prakteknya, ini
biasanya sampai dengan 500 ft (150 m), meskipun produksi sangat
dibatasi dengan goresan lagi. Stoping dimulai oleh pertambangan updip dari tingkat
pengangkutan menggunakan bor tangan atau jumbo mana mungkin dan kemudian Scraping bijih
bawah kemiringan ke dalam mobil tambang Scraper potongan dibuat di sisi downdip dari
pengangkutan drift untuk mengakomodasi derek slusher. Pada dips lebih tinggi, metode ini
sangat padat karya dan karenanya memiliki rendah stope efisiensi.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 25
Gambar 6. Langkah stope dan pilar dalam tubuh bijih miring. (Hamrin, 1980 Oleh izin Atlas Copco)

(2,4 m) untuk mengizinkan penutupan stope dikendalikan tanpa caving darikembali.


Pemilihan stoping payudara vs stope konvensional dan pertambangan pilar tergantung pada
(Haycocks, 1973):
1. Kedalaman dari tubuh bijih dalam hubungannya dengan kekuatan bijih. Dalam kondisi yang
sangat mendalam, rasio ekstraksi akan begitu rendah dengan stope dan sistem pilar untuk tidak
ekonomis.
2. Tanah cukup buruk sehingga membuat kondisi stope dan pertambangan pilar sangat berbahaya
karena kembali kegagalan dan batu semburan.
3. Tingginya biaya kontrol tanah bawah tanah yang mendalam dan miskin kondisi.
4. Deposit tidak setuju untuk longwall pertambangan sebagai dipraktekkan

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 26
Gambar. 7. Cenderung stope dan operasi pilar dalam bijih cenderung menggunakan slushers dan tangan-
diadakan latihan. (Hamrin, 1980 By izin.: Atlas Copco.)

stoping, yang secara signifikan dapat meningkatkan ekonomi dari beberapa


badan bijih.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN


Keuntungan
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 27
1. Kebanyakan sistem dapat intensif dan peralatan yang tersedia untuk optimasi komputerisasi
dalam pemilihan dan pemanfaatan peralatan dan karena itu menunjukkan efisiensi stoping cukup
tinggi.
2. Metode ini agak selektif. Bijih ramping dapat dibiarkan di pilar, atau daerah bekerja sekitar.
3. Karena pembangunan tidak diperlukan dengan aplikasi yang paling dari metode ini, produksi
dapat dimulai hampir segera.
4. Beberapa tempat kerja dapat dioperasikan, dan karena itu tingkat produksi bisa tinggi jika
diinginkan.
5. Kebanyakan aplikasi metode meminjamkan diri ke ponsel, mandiri rel pengangkutan dan
peralatan dengan tinggi potensi produktivitas.
6. Metode ini tidak padat karya tapi mungkin membutuhkan ekstensif keterampilan dalam
pengoperasian peralatan dan pemeliharaan.
7. Tingkat produksi bervariasi dari 50 ke 70 ton (45-63 t) / karyawan-pergeseran.
8. Pengenceran rendah di bawah kondisi pertambangan yang paling, kecuali diperlukan untuk
mengambil perpisahan atau bahan atap atau lantai untuk tanah alasan kontrol.
9. Permukaan penurunan tidak harus menjadi faktor dalam metode ini, jika tambang dirancang
secara memadai.
2 Kekurangan
1. Sampai dengan 30% atau lebih dari bijih dapat dibiarkan dalam bentuk pilar, yang biasanya
tidak dapat dipulihkan.
2. Ventilasi Stope sering sulit.
3. Bukaan dapat memerlukan perawatan terus-menerus saat kondisi tanah kontrol yang minimal.
4. Masalah air dapat menciptakan kesulitan besar ketika pertambangan kemiringan ke bawah,
khususnya di deposito bergelombang.

5. SHRINKAGE STOPING

Shrinkage stoping diterapkan untuk badan bijih yang besar, kemiringan 50-90

( sleeply ).metoda ini terletak antara kelas open stope dan filled stope.Bijih dihancurkan secara
metoda overhand dan dibiarkan terkumpul dalam stope. Mengingat bijih akan mengembang dila
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 28
dihancurkan makia sekitar 35% dari volume batuan yang dihancurkan setiap peledakan harus
diambil untuk memberikan ruangan yang cukup dagi pekerja untuk bekerja diantara bagian atas
bijih lepas dengan atap.

Apabila bijihnya lemah, maka bagian atap diatas pekerja dapat disangga dengan baut
batuan selama penambangan. Dinding stope secara otomatis akan disangga oleh bijih lepas
sampai kegiatan penambangan bijih selesai. Selanjutnya bijih diambil secara keseluruhan,
membentuk stope yang kosong. Dalam kasus ini membetuk open stope atau metode shrinkage
stoping general.Apabila dikhawatirkan akan terjadi keruntuhan, dan hal ini tidak diinginkan,
maka stope dapt diisi oleh wate yang berasal dari stope atau kegiatan diatasnya,dalam kasus in
membentuk filled stope atau metode shrinkage and fill. Development yang dilakukan mirip
dengan sublevel stoping, kecuali tidak mempunyai sublevel.Penambangan bijih dilakukan pada
sayatan horizontal dimulai dari bagian bawah mengarah ketas melalui suatu manway.Manway
dibuat dekat pillar vertical yang memisahkan stope yang berdekatan.Pillar vertical berukuran
lebar diatas 40 feet

SHRINKAGE STOPING Adalah suatu cara penambangan yang termasuk over hand stoping
dimana setiap bagian dibor dan diledakan dari bawah keatas.tumpikan hasil ledaka akan
dibiarkan dilantai yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pemboran berikutnya dan untuk
menyanggah country rock .

System ini cocok untuk :


1. Untuk endapan bijih dan batuan sampingnya keras.
2. Kemiringan dari pada stope wall (dinding stope) harus curam kira-kira sudutnya > 600.
3. Bentuk urat/vain dengan ketebalan antara 1-3 meter.
4. Bentuk ore body harus teratur sehingga tidak banyak bijih yang hilang (loose ore).
5. Harus mempunyai batas yang jelas antara ore body dengan country rock
6. Orenya bersifat tidak akan mengeras kembali bila bercampur dengan air.
7. Sebaiknya bukan endapan sulfida.
Contohnya adalah endapan bijih emas yang berbentuk vein tetapi kedalamannya dangkal.
Keuntungan :

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 29
1. Ongkos deplopment lebih rendah karena jarak antara level dengan level dan raise dan raise
bias berjauhan.
2. Biaya hanling daripada ore lebih rendah karena ore dapat turun dengan sendirinya secara
gravitasi melalui chate.
3. Kayu-kayu untuk tempat berdirinya pekerja tidak perlukan.
4. Ventilasinya lebih baik karena dapat mengikuti bukaan.
5. Dapat melakukan pembersihaan/cleaning mining karena recovery agak tinggi.
6. Produksi dapat cepat terlaksana karena tinggal didalam stope.
7. Tidak terjadi penurunan permukaan surface subsidence karena bekas-bekas dari stope di isi
material.
Kerugiaan :
1. Menyulitkan perusahaan yang bermodal kecil karena sebagian endapan masih tertinggal di
dalam stope tersebut.
2. Bila endapan (Broken Ore) telalu lama tertinggal didalam stope dan endapan tersebut
mengandung oksida yang mudah teroksidasi oleh udara dan lama kelamaan akan menjadi
kompak hal ini akan menyulitka dalam proses metalurgi.
Cara penambangan :
Teknik penambangan Shringkage Stoping meliputi kemajuan penambangan lombong pada arah
vertikal dan horisontal. Broken Ore digunakan sebagai tempat pijak dan penyangga sementara.
Operasi Shringkage Stoping meliputi siklus pemboran dan peledakan, ekstraksi bijih, scalling
dan penyangga. Bijih dihancurkan dalam lombong melalui penggalian atap oleh petambang yang
bekerja tepat pada bagian bawah crown.
Broken Ore yang ditinggalkan dalam lombong dapat berfungsi sebagai :
1. Tempat berpijak yang stabil bagi pembor yang dapat menampung banyak pembor, sehingga
dapat mempercepat penambangan.
2. Sebagai penyangga country rock.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 30
6. SUB LEVEL STOPING
Adalah cara penambangan bijih terletak diantara 2 level dimana penambangan ini dilakukan
membuat sub level yang berurutan. Jarak antara level 100 200 feet sedang itu sub level 25 40
feet. Cara penambangan ini dapat dilakukan dengan cara oper Hand. Level utama dihubungkan
dengan raise dan sub level.
Aplikasi:
- dip 50-90 (steeply) yaitu kemiringan fw> drpd sudut gelincir bo
- hanging dan fotter hrs kompeten
- bjh hrs kompeten
- bjh dgn batas penyebaran kadar merata
- bjh sulfur butuh penanganan flotasi
Untuk sub level ini cocok untuk endapan sebagai berikut :
1. Ketebalan endapan kurang lebih 10-20 meter.
2. Kemiringan endapan sebaiknya 300
3. Endapan harus keras
4. Kountry rock/ sekelilingnya harus keras dan kompak agar tidak mudah terjadi pengotoran
(Dilution)
5. Batas antara endapan dengan country rock sebaiknya mudah dilihat dan bentuknya teratur.
6. Penyebaran bijih sebaiknya merata karena cara ini tidak memungkinkan tidak selektif.
Contohnya adalah endapan bijih besi.
Keuntungan :
1. Pekerjaan aman karena pekerja tidak berada didalam stope.
2. Biaya penambangan perton ore relatif murah

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 31
3. efisiensi penambanggan lebih besar karena dapat melakukan penambangan secara serentak.
4. Tidak di perlukan penyanggah
5. Bijih dikeluarkan secara gravitasi.

Kerugiaan :
1. Banyak bukaan yang harus dikerjakan.
2. Kehilangan mineral agak banyak terutama pada waktu penggambilan pillar yang tertinggal.
3. Sorting didalam stope tidak dapat di hilangkan.
4. Kesulitan pada pengambilan pillar-pillar yang tadinya ditinggalkan sebagai penyanggah
sementara.
5. Kemungkinaan runtuhnya atap-atap dan dinding pada setiap kemajuaan tambang
Cara penambangan :
Bijih mulai diproduksi bila kemajuan development telah sampai pada aktifitas dalam lombong.
Fragmentasi bijih (broken ore) diperoleh melalui ring drill dan peledakan. Kemudian Broken Ore
masuk ke dalam Draw Point. Muka dan dinding samping lombong ditinggalkan tanpa diberi
penyanggaan.
Pembuatan Stoping dengan peledakan menggunakan lubang tembak panjang antara 20-30 meter
yang dibuat dari sub level. Sistem pemboran peledakan umumnya terdiri dari 2 metode umum
yaitu :
1. Pemboran melingkar dengan diameter 50-75 mm
2. Pemboran paralel dengan diameter besar 200 mm.

B. SUPORTED STOPE METHOD(Metoda berpenyangga)


A. Cut & Fill Stoping
Adalah suatu metode penambangan dengan jalan mengambil bagian demi bagian (slice by)
dimana bagian yang sudah ditaambang dikeluarkan orenya lalu dimasukan material pengisi
sebelum penambangan berikutnya dilakukan.
Aplikasi:
- utk menggantikan sublevel stoping dan shrinkage stoping pd penambangan yg sangat dlm
dimana tegangan batuan mjd sangat besar.
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 32
- batubara kompeten
- hanging dan foot boleh tdk kompeten mengingat mereka akan hampir scr lanmgsung disangga
dgn material filling
- bjh dgn batas yg tdk teratur dan bjh yg discontinue, mk dilakukan penambangan pd bijih kadar
tinggi dan meninggalkan bijih kadar rendah sbg filling
- utk mengambil pilar kadar tinggi
- dip <65 bisa menyebabkan dilusi
Material pengisi disini berfungsi sebagai berikut :
1. tempat berpijak untuk pemboran dan penggalian berikutnya.
2. sebagai penyanggah batuan sekelilingnya.
3. Untuk mencegah terjadinya penurunaan permukaan.
System ini cocok untuk endapan sebagai berikut :
1. Untuk endapan yang berbentuk Paint dengan dip 450
2. Untuk endapan dengan ketebalan 1-6 meter.
3. Batuan sampingnya agak lunak/kurang kompak.
4. orenya memiliki nilai yang tinggi dan memerlukan mining recovery yang tinggi guna
menutupi ongkos.
5. Dapat dipergunakan untuk endapan bijih yang batasnya kurang teratur dan banyak terdapat
Barrent rock (batuan sekelilingnya masuk kedalam bijih). Diantara endapan bijih yang sedang
ditambang.
Keuntungan :
1. Cukup pleksibel sehingga dapat menambang bagian-bagian yang sulit dan dapat
mengadakan selektif mining.
2. dari stope dapat dilakukan eksplorasi untuk mengetahui arah penyebaran bijih selanjutnya.
3. Barrent rock/Wasle dapat dipakai material pengisi.
4. Pemakai timber sedikit sehingga kemungkinan kebusukan kayu dan kebakaran jarang
terjadi.
5. Bisa mendapatkan mining Recovery yang tinggi.
6. Bila memungkinkan penambangan dilakukan pada beberapa tempat sehingga produksinya
besar
7. Kecil kemungkinan terjadinya penurunaan permukaan

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 33
Kerugiaan:
1. Selain menambang juga harus mencari material pengisi
2. harus dilakukan pemisahaan yang cukup baik antara endapan bijih dengan material pengisi
agar tidak terjadi pengotoran
3. Ongkos penambangan relatif tinggi

Gambar : Cut & Fill Stoping

B. STULL STOPING
Adalah suatu metode penambangan yang menggunakan penyanggaan kayu (timber), dan
penyangga dipasang langssung dari hanging wall ke foot wall. Penyangga ini disebut stull.
Penyanggaan ini bias sistimatis,tetapi bias juga hanya dipasang setempat bila bila keadaan
batuan memungkinkan.Stull stoping termasuk kedalam penyanggaan yang dilakukan secara
overhand.Dengan menggunakan pillar buatan dari waste rock dan stull timber yang menyanggan
dan melintang pada stope.stull dipasang pada geometri yang sistematis.berfungsi sebagai
berpijak pekerja dan sebagai peluncur bijih,membentuk corong dan manway lining,dan sebagi
penyangga lekat.

Metode penambangan ini cocok untuk endapan bijih yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 34
1. Kekuatan bijih agak tebal, sehingga tidak perlu disangga
2. kekuatan batuan samping mudah pecah
3. Kemiringan endapan tidak terlalu berpenggaruh
4. Ukuran endapan antara 1-3 meter, yaitu ketebalan masih bias dicapai oleh penyangga kayu
tanpa sambungan (timber)
5. Kadar bijih tinggi, karena ongkos penambangan juga tinggi.

Cara penambangan
1. Penerapannya dibatasi oleh panjang stull.
2. Untuk menghindari amblesan (Surface Subsidence) maka harus diisi degan material pengisi
sehingga dapat berubah manjadi cut and fill
3. Kalau penurunan permukaan bumi, maka lubang bekas lombong dapat dibiarkan kosong dan
runtuh sendiri maka biasanya yang dipakai top slicing.

Segi positif stull stoping


1. Cara penambangan sangat sederhana karena cara penyanggan ini tidak sulit sehingga tidak
memerlukan banyak karyawan yang terampil
2. Bisa meninggalkan pillar yang terbuat dari barent rock.
3. Karena luwes dapat dilakukan selective mining, maka perolehan tambangnya bias tinggi.
4. Memiliki jaminan keamanan yang cukup baik dibandingkan square setting atau cut and fill,
karena ukuran endapan bijihnya tipis.

Segi negatif Stull Stoping


1. Karena memakai penyangga kayu dapat menyebabkan pembusukan serta kebakaran.
2. Pada umumnya sukar untuk menghindari terjadinya pengotoran.
3. Dapat menyebabkan amblesan kecuali diikuti dengan pengisian bekas-bekas lombong.
C. Square Set Stoping
Square set stoping merupakan sistem panambangan dengan penyanggaan secara sitematis
yang saling tegak lurus kesegala arah (tiga dimensi). Penyangga ini memilki kerangka berupa
kubus maupun empat persegi panjang.Pada metoda ini, bakas penambangan secara sistematis
disngga dengan timbering.Fungsi utma dari dari suatu squre set adalah sebagai penyangga
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 35
sementara terhadap dinding dan atap satu suatu daerah bekas peledakan dan sebagai jalan masuk
kedaerah kerja.

Cara ini cocok untuk endapan yang bersifat :


1. Kekuatan bijih lemah serta mudah runtuh.
2. Kekuatan batuan samping lemah serta mudah runtuh
3. Bentuk endapan tak perlu memiliki batas-batas yang baik atau jelas dilihat, misalnya
mempunyai off shoot, pocket, dll.
4. Kemiringan endapan > 450 yg berbentuk urat bijih.
5. Ukuran endapan minimum 3,5 m.
6. Memiliki kadar bijih yang sangat tinggi.

Umumnya cara ini cocok untuk endapan dengan batuan yang lunak, oleh karena itu cara
penambangan ini sulit untuk diubah kecara penambangan yang lain.
Akan tetapi kalau sangat terpaksa, misalnya karena keadaan batuan agak keras dan surface
subsidence tidak boleh terjadi, maka dapat diubah ke cara cut and fill atau stull stoping bila urat
bijihnya tipis.
Cara penambangan ini dapat dipakai sebagai pelengkap atau pembantu cara penambangan lain
bila bentuk bijihnya tidak baik, misalnya ditemukan off shoot, atau penyangga under cat pada
blokcaving. Kecuali square setting sering dipergunakan untuk mengambil pillar yang terletak
diantara lombong-lombong yang sudah diisi dengan filling material.

Segi positif Square Set Stoping


1. Dapat digunakan untuk menambang segala macam ukuran dan bentuk endapan bijih, asal
kemiringan >450,luwes dalam arti dapat menambang segala macam bentuk endapan.
2. Dapat dipakai untuk endapan dan batuan samping yang keadaannya sangat lunak dan mudah
runtuh.
3. Memungkinkan dilakukannya penambangan dengan mining recovery yg tinggi > 90% (high
mining extraction)
4. Ventilasi lebih mudah diatur.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 36
5. Dapat memberi keamanan kerja yang tinggi.

Segi negatif Squar Set Stoping


1. Memakai banyak penyangga kayu sehingga menyebabkan ongkos penambangan manjadi
mahal, kemungkinan bahaya kebakaran lebih besar, dan dapat terjadi pembusukan sehingga akan
terbentuk gas-gas beracun.
2. Waktu untuk penyiapan dan penyediaan kayu penyangga lebih kurang dari 30%, sedangkan
volume kayu yang dibutuhkan sekitar 6-15%.
3. Sukar diubah kesistem penambangan yang lain.

C . Metode Ambrukan (Caving Methods)

1. Top Slicing
Top Slicing adalah suatu penambangan untuk endapan-endapan bijih dan lapisan penutup
(overburden) yang lemah atau mudah runtuh.
Penambangan dilakukan selapis demi selapis dari atas ke bawah pada lombong yang
disanggah. Kalau lombong sudah selesai digali, maka penyanggah di atasnya dibiarkan runtuh
sedikit demi sedikit atau secara bertahap. Metode ini akan memungkinkan perolehan tambang
yang tinggi walaupun sering terjadi dillution.

Upaya untuk meningkatkan efesiensi sistem penambangan ini adalah:

1. Untuk memperbesar produksi, daerah penggalian diperbesar di beberapa permukaan kerja


(front).

2. Mengurangi jumlah raise berarti jarak antar raise dapat diperbesar.

3. Mengurangi pekerjaan, persiapan harus diimbangi dengan pengangkutaan yang lebih


efisien.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 37
Untuk menghindari bahaya dan mengurangi keselamatan kerja, proses ambrukan sebaiknya
dibuat secara pelan-pelan agar tidak runtuh.

Keuntungan Top Slicing :

1. Jika batuan samping tidak terlalu lemah, maka pengotoran jarang terjadi.

2. Dapat mengadakan pengambilan contoh batuan (sampling) di dalam lombong secara


teratur untuk mengetahui batas endapan yang pasti.

3. Dapat menghasilkan produksi yang besar.

4. Jika endapan bijih teratur dan jelas batas - batasnya, maka perolehan tambangnya sangat
tinggi (90 95).

Kerugian Top Slicing :

1. Penirisan menjadi sibuk karena pada saat hujan, air hujan masuk dari retakan retakan.

2. Dapat menyebabkan amblesan yang merusak topografi dan tata lingkungan

3. Ventilasi lombong menjadi sukar, sehingga perlu peralatan khusus.

4. Membutuhkan persiapan kerja yang lama dan banyak.

5. Banyak mengunakan penyanggah kayu sehingga dapat menyebabkan kebakaran dan


penimbunan gasgas beracun dari proses pembusukan kayu penyanggah.

2. Sub Level Caving

Sub Level Caving merupakan suatu cara penambangan yang mirip top slicing tetapi
penambangan dari sub level artinya penambangan dari atas ke bawah dan setiap penambangan

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 38
pada suatu level dilakukan lateral atau meliputi seluruh ketebalan bijih. Endapan bijih antara dua
sub level ditambang dengan cara meruntuhkan atau mengambrukkan.
Suatu tumpukan bekas penyanggah (timber mat) akan terbentuk di bagian atas dari
ambrukan, sehingga akan memisahkan endapan bijih yang pecah dari lapisan penutup di atasnya.
Metode ini digunakan dalam orebodies besar dengan bijih relatif lemah dan dengan wallrock
lemah yang akan runtuh sebagai bijih akan dihapus. Kondisi geologi harus mengizinkan
penurunan, dan bijih besi harus cukup disambung atau patah untuk membentuk fragmen cukup
kecil untuk dapat

Metode ini cocok untuk endapan endapan bijih yang memiliki sifat seperti berikut :
1. Bentuk endapan tidak homogen
2. Kekuatan batuan samping lemah dan dapat pecah menjadi bongkahan bongkahan dan akan
menjadi penyanggah batuan terhadap timber di bawahnya.
3. Kekuatan bijih lemah tetapi batuan tidak runtuh untuk beberapa waktu dengan
penyanggahaan biasa tetapi endapan ini akan runtuh bila penyanggaan ini diambil.

Sub Level Caving merupakan salah satu metode penambangan untuk tambang bawah tanah yang
berproduksi besar, tetapi cukup berbahaya. Umumnya kecelakaanyang terjadi yaitu tertimpa oleh
penyanggah sendiri.

Keuntungan Sub Level Caving:


1. Cara penambambangannya agak murah.
2. Tidak ada pillar yang di tinggalkan
3. Kemungkinan terjadinya kebakaran kecil, karena penggunaan penyanggah kayu sedikit,
kecuali pada endapan endapan sulfida.
4. Ventilasi agak lebih baik dibandingkan dengan top slicing.
5. Bisa mengadakan pencapuran dengan memilih penambangan dari berbagai lombong yang
berbeda kadarnya.
6. Pekerjaan persiapan sebagian besar dilakukan pada badan bijih, sehingga sekaligus dapat
berproduksi.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 39
Kerugian sub level caving:
1. Sukar untuk mengadakan tambang pilih (selective mining), karena tak dapat ditambang
bagian demi bagian.
2. Perolehan tambang tidak terlalu tinggi.
3. Dillution sering terjadi sampai 10 % . Bila dillution harus rendah maka mining recoverynya
juga menurun.
4. Merupakan cara penambangan yang kurang luwes karena terlalu banyak syarat yang harus
dipenuhi dan tidak mudah diubah ke metode lain.

3. Blok Caving

Block Caving merupakan suatu cara penambangan yang dimulai dengan membuat suatu
undercat terhadap suatu blok endapan bijih. Sebelum undercat diruntuhkan, harus disanggah
dulu memakai pillar kemudian pillar ini di buang, maka blok akan runtuh secara perlahan lahan.
Corongan bijih ore chute harus banyak, agar pengambilan bijih yang pecah (broken ore)
dapat merata dan batas antara bijih dan lapisan penutup teratur, sehingga kemungkinan terjadinya
pengotoran (dillution) karena bercampurnya bijih dengan lapisan penutup dapat dibatasi atau
dikurangi.
METODA TAMBANG BAWAH TANAH
JUNI ANDRY/08/06607 Page 40
Metode ini cocok untuk endapan bijih yang memilki sifat seperti berikut:

1. Bentuk endapan homogen karena tidak mungkin dilakukan tambang pilih.

2. Kekuatan bijih lemah sehingga mudah pecah atau runtuh dan dapat dipisahkan dari block
di sebelahnya.

3. Kekuatan batuan samping lemah, sehingga mudah pecah menjadi bongkah bongkah
yang lebih besar dari pada bongkah bijih, dimana tekanannya akan membantu memecah
endapan bijih di bawahnya.

4. Kemiringan endapan tidak menjadi soal, tetapi jika berbentuk urat bijih sebaiknya
memiliki kemiringan > 65.

5. Kadar bijih tidak perlu bernilai tinggi.

Pada umumnya cara ini cocok untuk endapan-endapan pada bijih yang berukuran besar, dan
akan sangat mudah dalam penambangannya jika batas antara endapan bijih dan lapisan
penutupnya teratur, tidak banyak kantung bijih (pockets) ore shoot, off shoot, dll.

Keuntungan blok caving:

1. Pekerjaan persiapan penambangan hanya terjadi pada permulaan saja, setelah ambrukan
berjalan, maka pekerjaan persiapan umumnya sudah berakhir.

2. Keamanan karyawan lebih terjamin, kecuali perawatan pada draw point.

3. Dapat berproduksi besar, dan hanya memerlukan sedikit pemboran, peledakan serta
penyanggah, jadi dapat menekan ongkos penambangan.

4. Ventilasi lebih baik, apalagi bila rekahanrekahan di antara bijihnya yang pecah itu tidak
tertutup oleh partikelpartikel halus, jadi biasa terjadi ventilasi alam.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 41
5. Produksi terpusat pada draw point dan draw point terkumpul pada grizzly level,
sehingga produksi mudah terkontrol.

Kerugian blok caving :

1. Membutuhkan biaya besar dan waktu yang lama pada tahap pertama persiapan
penambangan.

2. Perawatan draw point dan saluransaluran yang dilalui bijih (ore passes) umumnya
sulit dan mahal.

3. Penggotoran sering terjadi terutama menjelang akhir penambangan, sehingga perolehan


tambang rendah.

4. Cara penambangan ini sukar diubah ke sistem penambangan yang lain dan produksi tidak
dapat dihentikan terlalu lama, karena dapat menyebabkan macetnya proses penurunan.

5. Ukuran broken ore tidak dapat dikontrol.

Gambar :

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 42
Perbandingan ketiga metode ambrukan tersebut sebagai berikut :

Urutan peringkat
Sudut Pandang
1 2 3
Murahnya ongkos penambangan BC SC TS
Clean mining/total mining TS SC BC
Besarnya produksi per luas daerah penambangan BC SC TS
Close grading of ore TS SC BC
Pemakaian kayu penyanggah BC SC TS
Ventilasi alam (natural ventilation BC SC TS
Keluwesan (flexibility) TS SC BC
Pengaturan ambrukan (control of caving) TS SC BC
Perolehan penambangan TS SC BC

Keterangan
TC : Top Slicing
BC : Block Caving
SC : Sub Level Caving

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 43
DAFTAR PUSTAKA/REFERENSI

Anon, 1963., "Afrika Selatan Praktek Stoping," Mining Journal, Januari 25, hlm 81-84.

Anon, 1990., "Pengantar Tambang Buick," informasi yang tidak dipublikasikan laporan, Doe Run Co,
Boss, MO.

Beck, AI, et al, 1961., "Stoping Praktek di Transvaal dan Orange Goldfields Free State, "Transaksi 7
Persemakmuran Pertambangan dan Metalurgi Kongres, Vol. 2, hlm 657-697.

Bullock, R., 1982, "Ruang dan Metode Pilar Open-Stope Pertambangan," Underground Pertambangan
Metode Handbook, WA Hustrulid, ed, Baru.

York, UKM-Aime, hlm 228-293. Casteel, LW, 1952, "Pengeboran Jumbo di Pertambangan Memimpin
Missouri," Explosive Insinyur, Maret / April, hlm 46-51.
Casteel, LW, 1973, "Buka Stopes-Horisontal Deposit," UKM Pertambangan
Engineering Handbook, Sec. 12, A.B. Cummins dan I.A. Mengingat, eds, Vol.. 1, UKM-Aime, New York,
hlm 12-123 untuk 12-135.

Chellson, H.C., 1941, "Timbal Lebih dari S.E. Missouri, "Pertambangan Engineers ' Handbook, 3rd ed, R.
Peele, ed, Wiley, New York., Hlm.
10:136.

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 44
Christiansen, CR, dan Scott, JJ, 1975, "Teknik Pertambangan
Gunakan sekunder, "Prosiding Simposium Pengembangan dan Pemanfaatan Ruang Bawah Tanah,
Stauffer dan Vineyard, eds, Nasional. Science Foundation, Washington, DC, hlm 83-90.

Clark, GB, dan Caudle, RD, 1961, "Struktur geologi dan Stabilitas Perlindungan dalam Konstruksi, "Tek.
Doc. Rept. AFSWCTDR no.- 61-93, Angkatan Udara Khusus Senjata

Cut and Fill Stoping. Mining Basics. 2008-10-07.


Hartman, L. Howard and Mutmansky, M. Jan. Introductory Mining Engineering. John Wiley and
Sons, 2002. 364
Cut and Fill Stoping. BC Minerals. 2008-10-07.
Cut and Fill Stoping Mining. Mining Basics. 2008-10-07.
Cut and Fill Stoping. BC Minerals. 2008-10-07.
Cut and Fill Stoping. BC Minerals. 2008-10-07.

http://juliansuramas.blogspot.com/
http://mining-engineering.loxblog.com/post.php?p=89

METODA TAMBANG BAWAH TANAH


JUNI ANDRY/08/06607 Page 45

Anda mungkin juga menyukai