Anda di halaman 1dari 20

MANUAL No: 002 -04 / BM / 2006

Konstruksi dan Bangunan

PekerjaanLapis PondasiJalan
Buku 4
LAPISPONDASIAGREGATSEMEN

DEPARTEMENPEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT
JENDERALBINAMARGA
Prakata

Salah satu aspek penting untuk menunjang keberhasilanpembinaan jalan adalah


tersedianyaStandar,Pedomandan Manual (SPM) yang dapat diterapkandengan mudah
-
dalam praktek. SPM yang sudah biasa digunaian dalam pembinaan jalan adalah
Spesifikasi'Namun demikian,karena Spesifikisi biasanyadisajikandalam uraian yang
ringkassehinggakadang-kadang dialamikesulitandalam memahamiSpesifikasiterseOui
sehinggapenerapannya kemungkinankurangsesuaidenganyang diharapkan.

Untukmembantumemecahkanpersoalandi atas,Direktorat
BinaTeknik,Direktorat
Jenderal
Bina Marga, DepartemenPekerjaanUmum mencobamenyusunManual pekerjaanLapis
PondasiJalan.

Tatacarapenulisanmanual ini telah disesuaikandengan pedomanyang diterbitkanoleh


BadanStandarisasi
NasionalNomor8-2000tentangPeiulisanStandarNaiionatIndonesia.

Karena tujuan utama penyusunanmanual ini adalah untuk membantudalam memahami


atau menafsirkanSpesifikasiyang berkaitandengan lapis pondasijalan, maka susunan
uraianpada manualini sejauhmungkindisesuaikan dengansusunanpada Buku Spesifikasi.
Dengan demikian,apabila dalam Buku Spesifikasidijumpaiartikel yang dipandangsulit
dipahamiatau ditafsirkan,maka artikeltersebut,termasukpenjelasanny",-Oinrr"pkan-dapat
ditemukandengan mudah dalam manual ini. Dengan manual ini, diharapkanSpesifikasi
yang diberlakukanpada suatu proyek benar-benardapat diterapkan
sesuai dengan
tujuannya,yaitu untuk mendapatkanlapis pondasi yang kinerjanyaandal. Manual ini
menguraikan juga beberapajenis lapispondasiyang potensialuntukditambahkan ke dalam
Buku Spesifikasi.

Kepada pihak-pihakyang telah membantutersusunnyamanual ini, pimpinanDirektorat


JenderalBina Marga tidak lupa mengucapkanterima kisih serta r"ng'h"r"pkan masukan-
masukanlebihlanjutyang diperlukanuntuklebihmenyempurnakan manualini.

Jakarta, Desember2006

BinaMarsa
Oi;;ttil1;',lqndera|
Daftarisi

Prakata..... . . . . . . . . . . . . . . .i. . . . . .
D a f t a irs i . . . . . . . . . . . . . . ..........ii
D a f t a rt a b e 1 . . . . . . . . . . . . . . . .i .i .i
D a f t ag r ambar . . . . . . . . . .i.i.i. .
Pendahuluan............. ......................iv

1. R u a n gl i n g k u p ...1-15
2. A c u a nn o r m a t.i .f . . ................1-15
3. lstilah d a n d e f i n i s. i. . . . . . . . . . . . . . . ..................2-15
4. Persyaratan............... .......j . . . . . . . . ..........3-15
4.1. Persyaratan bahan ....3-15
4 . 1 . 1 . F r a k sai g r e g akt a s a r . . . . . . . . ................3-15
4 . 1 . 2 . F r a k sai g r e g aht a | u s . . . . . . . . ................3-15
4.1.3. Semen . . . . . . .3. .- 1 5
4 . 1 . 4 . A i r. . . . . . . . . . . . ....3-15
4 . 1 . 5 . G r a d a sdi a n s i f a ta g r e g a t ................4-15
4 . 2 . P e r s y a r a t acna m p u r a n . . . . . . . . . . . . . . . .4-15
4.3. Persyaratan hasilpelaksanaan lapispondasiagregatsemen ..........4-15
4 . 4 . P e r s y a r a t apne r a l a t a n ..................5-15
4.4.1. Umum ..........5-15
4 . 4 . 2 . P e n c a m p udri l o k a spi e m b a n g u n a. .n. . . . . . . . . .......5-15
4 . 4 . 3 . A l a tp e n g a n g k u t . . . . . . . . .....5-15
4 . 4 . 4 . A l a tp e n g h a m p a r ...........5-15
4 . 4 . 5 . A l a tp e m a d a t . . . . . . . . . . . . . . ....5-15
4 . 4 . 6 . P e r k a k a s - p e r k a kl a si n. . . . . . . . . . . ........6-15
5. P e m b u a t afno r m u l ac a m p u r a n . . . . . . . . . . .6. .-.1 5
5 . 1 . P e m b u a t afno r m u l ac a m p u r a nr a n c a n g a (nF C R ) . . . . . . . . .6. -. 1 5
5.2. Pembuatanformulacampurankerja(FCK) .....6-15
6. Pelaksanaan............... .........7-15
6 . 1. P e n c a m p u r a . .n. . . . . . . . . . ..................7-15
6.2. Pengangkutan............ ..................9-15
6 . 3 . P e n g h a m p a r adna n p e m a d a t a n ..9-15
6.4. Perawatan(curing) ....9-15
7. P e n g e n d a l i amnu t u . . . . . . . . . . 9. .-.1. 5
7 . 1. P e n g u j i a n . . . . . . . . . . . . .9. .-.1.5.
7.2. Perbaikandan konpensasiyang harusdilakukanterhadappelaksanaan
L P A Sa t a uL P B A Sy a n gt i d a km e m e n u hpi e r s y a r a t a n . . . . . . . . 10-15
7.2.1. Perbaikan. ..10-15
7.2.2. Kompensasi.............. . . .1 0 - 1 5
8. P e n g e l o l a a1ni n 9 k u n 9 a n . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1. 0 - 1 5
8.1. Umum....... 10-15
8 . 2 . M o b i l i s a s i d adne m o b i l i s a s i . . . . . . . . . 11-15
8 . 3 . T r a n s p o r t adsai n p e n a n g a n a. n .............. .....11-15
8 . 4 . P e m e l i h a r a al anl u1 i n t a s . . . . . . . . . ...11-15
8.5. Pekerjaan p e m b e r s i h a n
............... 12-15
8.6. Aspeklingkungan hidup 12-15
8 . 7. G a l i a n ....14-15
8 . 8 . K e t e n t u a inn s t a l a spi e n c a m p u r .15-15
8.9. Pemeliharaan jalansampingdan jembatanyang digunakan 15-15
8 . 1 0 . P e m e l i h a r a aunn t u kk e a m a n a nl a l ul i n t a s . . . .15-15
Daftartabel

T a b e l4 . 1 . P e r s y a r a t aani r . . . . . . . . . . ..............3-15
Tabel4.2. Persyaratan gradasiagregatLPASdan LPBAS ..........4-15
Tabel4.3. Persyaratan agregatLPASdan LPBAS ....4-15
Tabel4.4. Kuattekanlapispondasiagregatsemen(LPASdan LPBAS) ........4-15

Daftargambar

Gambar pembuatan
4.1. llustrasi campuran LPASdanLPBAS
rancangan ..8-15

Itl
Pendahuluan

Manualpekerjaanlapispondasijalan ini dimaksudkanuntukmembantudalammemperbaiki


dan meningkatkan pemahamantentangpekerjaanlapispondasijalan.Apabiladalam Buku
Spesifikasi
dijumpaiartikelyangsulitdipahamiatauditafsirkan,
makadiharapkandalambuku
manualini dapatmemberikanketeranganyang cukupbagi perencanadan pelaksanadalam
merencanakan dan melaksanakan pekerjaanlapispondasijalansehinggadidapatkankinerja
lapispondasijalan/perkerasansesuairencana.
Bukumanualini disajikandalam8 buku,denganruanglingkupsebagaiberikut:

Buku1. Umum
Menguraikan tentangfungsilapispondasi,jenis lapispondasi.Adapunjenis lapispondasi
yang dibahasmencakupprinsipstabilisasi, jenis stabilisasisertapenggunaannya,
filosifi
disaindan pelaksanaanpekerjaanstabilisasi,termasuk jenis peralatan
yangdigunakan.
Buku 2. Pengambilancontoh dan pengujianbahan lapis pondasi
Menguraikantata cara pengambilancontoh,cara mereduksicontohsehinggavolumenya
sesuai dengan keperluanpengujianyang akan dilakukan,tata cara pengujianyang
diperlukanuntukmenentukansifat-sifatbahanyang menjadiparametermutu,baik bahan
yang akan atau telah digunakandapat dievaluasi,serta menguraikan
juga perhitungan
gradasiagregat.

Buku 3. Lapis pondasi agregat


Menguraikanpersyaratanagregat,campuran,peralatandan persyaratanhasil pekerjaan
lapis pondasi agregat serta menguraikantata cara perencanaan,pelaksanaandan
pengendalianmutulapispondasiatasdan lapispondasibawah.

Buku 4. Lapis pondasi agregat semen


Menguraikantentangpersyaratanbahan (agregat,semen dan air), campuran,peralatan
dan persyaratan hasil pekerjaan lapis pondasi agregat semen. Di samping itu,
menguraikanjuga tentangtata cara perencanaan,
pelaksanaan dan pengendalianmutu
lapispondasiagregatsemenuntuklapispondasiatas (LPAS)dan lapispondasiagregat
semenuntuklapispondasibawah(LPBAS).

Buku 5. Lapis pondasi beton padat giling (BPG/RCC)


Menguraikantentangpersyaratanbahan (agregat,semen dan air), campuran,peralatan
dan persyaratanhasil pekerjaan lapis pondasi beton padat giling (BPG/RCC) serta
menguraikantentangtata cara perencanaan, pelaksanaandan pengendalianmutu lapis
pondasibetonpadatgiling(BPG/RCC).

Buku 6. Lapis pondasitanah semen


Menguraikantentang persyaratanbahan, campuran, peralatandan persyaratanhasil
pekerjaanlapis pondasitanah semen. Di sampingitu, membahasjuga tentangcara
perencanaan,pelaksanaan dan pengendalian
mutulapispondasitanahsemen.
Buku 7. Lapis pondasitanah kapur
Menguraikantentang persyaratanbahan, campuran, peralatandan persyaratan
pekerjaanlapis pondasitanah kapur. Di samping itu, membahasjuga tentang
perencanaan,pelaksanaan dan pengendalianmutulapispondasitanahkapur.
Buku 8. Permasalahanlapangan
Membahas beberapapermasalahanlapanganyang terjadi pada beberapatahapan
kegiatan dan dampaknya terhadap kualitas hasil pekerjaan. Tahapan tersebut
diantaranya
adalahpengadaandan penimbunanmaterial;pengangkutan;penghamparan
dan pemadatan;
dan perawatan(khususuntuklapispondasiyangdistabilisasi).
Buku4
Lapispondasiagregatsemen

1. R u a n gl i n g k u p

Jenis pekerjaanyang dibahaspada Buku 4 ini mencakupuraiantentangpersyaratanbahan


(agregat, semen dan air), campuran, peralatan dan persyaratanhasil pekerjaan lapis
pondasi agregat semen. Di samping itu, membahasjuga tentang cara perencanaan,
pelaksanaan dan pengendalianmutu lapispondasiagregatsemen untuklapispondasiatas
(LPAS) dan lapis pondasi agregat semen untuk lapis pondasi bawah (LPBAS). Lapis
pondasiagregatsemen yang di bahas pada manual ini adalah terdiriatas lapis pondasi
agregatsemen (LPAS)dan lapispondasibawahagregatsemen (LPBAS).

Lapis pondasi agregat semen (LPAS) adalah agregat kelas A atau agregat kelas B yang
dibericampuransemen,sedangkanlapis pondasibawah agregatsemen (LPBAS)adalah
agregatkelasC yangdibericampuransemen.

Lapispondasiagregatsemen ini umumnyadigunakanuntukruas-ruasjalan yang melayani


lalu lintascukup beratdan padat.

2. Acuan normatif

SNI 03-1743-1989,MetodePengujianKepadatanBeratUntukTanah.
SNI 03-1744-1989,MetodePengujianCBR Laboratorium.
SNI 03-1966-1990,MetodePengujianBatasPlastis.
SNI 03-1967-1990,MetodePengujianBatasCairdenganAlat Cassagrande.
SNI 03-1968-1990,MetodePengujianTentangAnalisisSaringanAgregatHalusdan Kasar.
SNI 03-2417-1991, MetodePengujianKeausanAgregatdenganMesinAbrasiLos Angeles.
SNI 03-2828-1992,MetodePengujianKepadatanLapangandenganAlat KonusPasir.
SNI 15-2049-1994,SemenPortland
SNI 03-4141-1996, Metode PengujianGumpalanLempungdan Mudah Pecah
dalamAgregat.
sNt 03-6388-2000,SpesifikasiAgregat Lapis Pondasi Bawah, Lapis Pondasi Atas dan
LapisPermukaan.
sNl 03-6412-2000,Metode PengujianKadar Semen dalam Campuran Segar Semen-
Tanah.
s N l 1 9 - 6 4 1 3 -2 0 0 Metode
0, Pengujian KepadatanBerat lsi Tanah di Lapangandengan
Balon Karet.
sNr 03-6429-2000,MetodePengujianKuat Tekan BetonSilinderdenganCetakanSilinder
di dalamTempatCetakan.
sNl 03-6798-2002,Tata Cara Pembuatandam Perawatan Benda Kuat Tekan dan
LenturTanah-Semen di Laboratorium.
sNl 03-6817-2002, MetodePengujianMutuAir untukDigunakanDalamBeton.
sNl 03-6886-2002,Metode PengujianHubunganAntara Kadar Air dan Kepadatanpada
CampuranTanah-Semen.
sNl 03-6887-2002,MetodePengujianKuatTekanBebasCampuranTanah-Semen.

1-15
3. lstilahdan definisi

3.1.
agregathalus
agregatyanglolosayakanNo.4 (4.75mm).

3.2.
agregatkasar
agregatyangtertahanpadaayakanNo.4 (4.75mm).

3.3.
bahan pengikat(CementiousMateriall
bahanyangdigunakan dalamcampuranlapispondasiagregatsemen atas semen
portlandsajaatausemenportlandditambahdenganbahan pozzolan.

3.4.
berat kering maksimum(maximumdry density,MDDI
bahanyangdigunakan dalamcampuranlapispondasiagregatsementerdiri atas semen
portlandsajaatausemenportlandditambahdenganbahan pozzolan.

3.5.
cementedtreatedbase (CTB)
lapispondasistrukturperkerasanjalanyangdibuatdaricampuranyangterdiridariagregat
dengangradasitertentu,portlandcementdenganatautanpapozolandan air dalamtakaran
tertentusedemikianrupa sehinggadapat dipadatkansecaraefisiendenganmesingilas
dalamkeadaankerasmempunyai karakteristik
memenuhi persyaratan
tertentu.

3.6.
cementedtreatedsub-base(CTSB)
lapispondasibawahstrukturperkerasan jalan yangdibuatdari campuranyangterdiridari
agregatdengangradasitertentu,portlandcementdenganatautanpapozolandan air dalam
takarantertentusedemikian
rupasehinggadapatdipadatkan secaraefisiendenganmesin
gilas.dalamkeadaankerasmempunyai karakteristik
memenuhipersyaratantertentu.

3.7.
kadarair optimum (OptimumMoistureContent,OMCI
jumlah atau proporsiair terhadapberat kering agregatyang menghasilkan
kepadatan
tertinggi.

3.8.
LPBAS
campuranagregat,semendan air dipadatkanpada kadarair optimumberfungsisebagai
lapispondasibawahperkerasan.

3.9.
LPAS
campuranagregat,semendan air dipadatkan
padakadarair optimumberfungsi
sebagai
lapispondasi
perkerasan.

3.10.
pH
derajatkeasaman
darisuatubahan.

2-15
3.11.
semen
bahanpengikatataumatrikantarapartikel-partikel yangmengikatbutiran-
batuankhususnya
pasir,
butiran kwarsitataukonglomerat.

4. Persyaratan

4.1. Persyaratanbahan

4.1.1. Agregatkasar

Agregatkasar(tertahanpadaayakan4,75 mm) harus terdiri atas partikelyang keras dan


awet.

Agregat kasar Kelas A yang berasaldari batu kali harus 100 % mempunyaipaling sedikit
dua bidangpecah.
Agregatkasar KelasB yang berasaldari batu kali harus65 % mempunyaipalingsedikitsatu
bidangpecah.

AgregatkasarKelasC berasaldari kerikil.

4.1.2. Agregat halus

Agregathalus (lolos ayakan4,75 mm) harus terdiri atas dari partikelpasir atau batu pecah
halus.

4.1.3. Semen

Semen yang digunakanuntuk LPAS dan LPBAS adalah PortlandCement Type I sesuai
dengan persyaratanSNI 15-2049-1994.

4.1.4. Air

Air yangdigunakanuntukLPASdan LPBAS,baik untukmencampurmaupununtukmerawat


harus bebas dari minyak,garam,asam, alkali,gula, tumbuhtumbuhanatau bahan-bahan
lainyang merugikanterhadaphasilakhirdan memenuhipersyaratandalamTabel4.1.

Bila dianggap perlu, air harus diperiksadengan cara membandingkandengan air suling.
Perbandingan harusdibuatdengancara pemeriksaan semenstandaruntukkekekalanwaktu
pengikatan,kekuatanadukan.Waktuikat sama denganatau lebihbesardari 30 menit,dan
berkurangnya kekuatanadukanlebihdari 10% bila dibandingkan denganair suling,sudah
cukupsebagaialasanuntukmenolakpenggunaanair semacamyangdiperiksatersebut(SNl
03-6817-2002).

Tabel4.'1.Persyaratan
air

No. MacamPengujian Nilailjin Cara Pengujian


1 pH 4 , 5- 8 , 5 AASHTOT26-79
2 BahanOrganik Maks 2000 ppm AASHTOT26-79
? MinyakMineral < 2o/oberal semen sNr 06-2502-1991
4 KadarSulfat(Na2SO4) < 1 0 . 0 0 0p p m sNt 06-2426-1991
5 lon Khlor(NaCl) < 20.000ppm sNt 06-2431-1991

3-15
4.1.5. Gradasidan sifatagregat

AgregatuntukuntukLPASdan LPBASharusbebasdari bahanorganikdan gumpalan


lempungatau bahan-bahan harus memenuhipersyaratan
lain yang tidak dikehendaki,
gradasiagregatcampuranyangdisajikanpadaTabel4.2 dan memenuhipersyaratan
sifat
bahanyangdisajikan
padaTabel4.3.

Tabel4.2. PersyaratangradasiagregatLPAS dan LPBAS


UKURANSARINGAN BERATBUTIRYANG LOLOS(%)
ASTM mm KELASA KELASB KELASC
3' 75,000 100
2" 50,000 100 7 5- 1 0 0
1%" 37,500 100 88- 100 60-90
1 25,000 77 - 100 70-85 45 -78
3/8" 09.500 44-60 40-65 25-55
No.4 04.750 27 -44 2 5- 5 2 13-45
No.10 02,000 1 7- 3 0 15-40 0B-36
No.40 00,425 0 7- 1 7 0B-20 0 3- 2 3
No.200 00.075 02-08 02-08 0 0- 1 0

Tabel4.3.Persyaratan
agregatLPASdan LPBAS
SIFAT-SIFAT KELAS A KELASB KELASC
Abrasidari AqreqatKasar(SNl 03-2417-1990) Maks.40% Maks.40% Maks.40%
IndekPlastis(SNl-03-1966-1990) dan (SNl-03-1967-1990) M a k s . 6 Maks.6 4-9
Hasilkali IndeksPlastisitasdenqan% LolosAyakanNo.200 M a k s . 2 5
BatasCair(SNl03-1967-1990) M a k s . 2 5 Maks.25 Maks.35
GumpalanLempungdan Butir-ButirMudahPecahdalam
Aqreqat(SNl-03-4141-1
0% Maks. 1 % Maks.1%
996)
cBR (SNr03-1744-1989\ M i n .9 0 % M i n . 6 5% Min.35 %
Perbandinqan persenlolos#200 denqan oersenlolos#40 M a k s . 2 / 3 Maks.2/3 Maks.2/3

4.2. Persyaratancampuran

Perencanaancampuran harus memberikan perbandingankomposisi dengan beberapa


variasikadarsemen dan kadar air. Berdasarkanperbandingan
komposisidan atas dasar
hasilpengujiankekuatanpada umur7 hari,kekuatanminimumharusmemenuhipersyaratan
dalamTabel4.4.

Tabel4.4. Kuat tekan lapispondasiagregatsemen (LPASdan LPBAS)


KuatTekanBebas
LapisPondasi Umur7 Hari (kq/cm2)
AgregatSemen Silinder Silinder
(diameter70 mm x tinqqi140 mm) (diameter150 mm x tinqqi300 mm)
; Ke-la,s
A 45 75
- KelasB 35 55
- GEsC''--** 30 35

4.3. Persyaratanhasil pelaksanaanlapis pondasi agregatsemen

Untuk memperolehhomogenitascampurandan memenuhiketentuanyang disyaratkan


harus langsung dari instalasi pemecah batu atau pencampuryang disetujui,dengan
menggunakanpemasok mekanis yang telah dikalibrasiuntuk memperolehaliran yang

4-15
menerusdari komponen-komponen campurandenganproporsiyang benar.Dalamkeadaan
apapun tidak dibenarkanmelakukanpencampurandi lapangandengan grader,loaderatau
backhoekecualidenganalat khususpulvi mixer. Hasil pelaksanaanpekerjaanlapis pondasi
harus memenuhipersyaratantoleransidimensisebagaiberikut:

a. Tebal minimum LPAS dan LPBAS yang dihampar tidak kurang dari tebal yang
disyaratkan.Tebal maksirium tidak boleh lebih besar dari 10 mm dari tebal yang
direncanakan.
b. Tebal rata-ratapada potongan melintangdari survai lapangan harus tidak lebih atau
kurangdari 1oo/o dari yang ditentukan.
c. Apabila sebuah mal datar sepanjang3 meter diletakkanpada permukaanjalan sejajar
dan tegak lurus terhadapgaris sumbu jalan, variasipermukaanyang ada tidak boleh
melampaui8 mm tiap 3 meter.
d. LPAS dan LPBAStidak boleh melebihi20 cm, dan tebal minimumtidak kurangdari 10
cm.
e. Elevasipermukaanakhirtidakboleh 10 mm di atas atau di bawahdari elevasirencana
dalamsetiaptitik.
f. Ukuranlebarjalur LPAS dan LPBASdiukurdari garissumburencanatidakbolehkurang
dari yang terteradalam GambarRencana.

4.4. Persyaratanperalatan

4.4.1. Umum

Peralatandan mesin-mesinyang digunakandalam pelaksanaanpekerjaanharus telah


mendapatpersetujuansebelum pekerjaandimulai dan selama pelaksanaanharus dirawat
agar supaya selalu dalam keadaan yang memuaskan. Peralatan processing harus
direncanakan,dipasang,dioperasikandan dengan kapasitassedemikiansehinggadapat
mencampuragregat, semen, air secara merata sehingga menghasilkanadukan yang
homogen.Bilamanainstalasipencampurdigunakanmaka instalasipencampurtersebut
harus dilengkapidenganalat pengukurberat atau volume yang mampu menakarsemen,
agregatdan air secaratepat.

4.4.2. Pencampurdi lokasi pembangunan

Alat pencampuryang tidak dilengkapipengukurvolume atau berat semen dan air yang
memadaitidakbolehdipakai.Untukpekerjaankecil,penakarandilakukandengandolak.

4.4.3. Alat pengangkut

Untuk pengangkutan campuranke lokasipekerjaansebaiknyamenggunakanDump truck


yang dilengkapidenganpenutupterpal.

4.4.4. Alat penghampar

Penghamparancampuran dapat dilakukan dengan asphalt paver atau grader, untuk


pekerjaankecildapatdilakukansecaramanual.

4.4.5. Alat pemadat

Alat pamadatroda besi denganpenggetar,pemadatroda besi atau pemadatdari roda karet,


harus digunakanuntuk pemadatanLPAS dan LPBAS. Alat pemadat roda besi dengan
penggetarhanyadigunakanpadaawal pemadatan.
4.4.6. Perkakas-perkakaslain

Perkakas-perkakas lain pendukungpelaksanaanharus disediakandalamjenis dan jumlah


yang cukup,diantaranya adalah:
. Mistarpengecekkerataanpermukaan
. Alat peratadenganmanual

5. Pembuatanformula campuran

5.1. Pembuatanformula campuranrancangan(FCR)

Setelah bahan-bahandiuji dan gradasi agregat campuran telah diperoleh serta telah
mernenuhipersyaratan,tahapanberikutnyaadalah membuatperencanaancampuranatau
membuat formula campuran rancangan. Pembuatan campuran rancangan harus
memberikanperbandingan komposisidenganbeberapavariasikadarsemendan kadarair.

Prosedurpembuatancampuranrancangan(FCR) adalahdenganlangkah-langkah
sebagai
b e r i k u(t l i h a tG a m b a r4 . 1 ) :

a . Siapkancontoh-contoh
denganvariasi kadar semen, misal 2o/o, 4o/o, 6% dan 8%
terhadapberatkeringagregat.
b . LakukanPercobaan Pemadatan Berat(Modified)
sesuaiSNI 03-1743-1989 pada setiap
variasikadarair.
c. Tentukan hubungan antara kadar air dan kepadatan dari masing-masingvariasi
campurandi atas dan gambar hasildari pengujiansepertiyang dicontohkanpada Grafik
l. Puncakdari setiapgaris lengkunggrafikdari kadar air dan kepadatanmenyatakan
Kadar Air Optimum dan KepadatanKering Maksimum untuk kadar semen yang
digunakan.
d. Gambarnilai-nilai dari kadarair optimumdan kepadatankeringmaksimumuntuksetiap
macam kadar semen di Grafik ll dan hubungkantitik-titikpengujiandengan garis
lengkunguntuk mendapatkanvariasi dari kadar air optimumdan kepadatankering
maksimumdenganbermacam-macam kadarsemen.
e. Denganmenggunakan palingsedikitempatmacamkadarsemen(misal2o/o,4o/o,6% dan
8% terhadap berat kering agregat),buatlah serangkaianbenda uji silinder untuk diuji
kekuatantekannya,dimanabendauji ini dipadatkanpadakadarair optimum.
f. Setelahperawatanselama 7 hari denganditutupburlap basah,lakukanuji tekan sesuai
dengan SNI 03-6429-2000,dan gambarkanhubunganantara kekuatandengan kadar
semen seperti yang ditunjukkan dalam Grafik lll. Tentukan kadar semen yang
memberikankekuatansesuaiyangditunjukkan dalamTabel4.4.
g. Masukkan angka dari kadar sernen campuranyang dipilih kedalamGrafik ll, dan
tentukanangka kadar air optimumdan kepadatankering maksimumuntuk campuran
LPASdari kadarsemenyangdipilih.
h. Gunakan nilai-nilaikadar air optimum dan kepadatankering maksimum ini untuk
menentukan angkakepadatanmaksimum.

5.2. Pembuatanformula campurankerja (FCK)

a. Setelah formula campuranrancangan(FCR) diperoleh, langkah berikutnyaadalah


membuat formula campuran kerja. Pembuatan formula campuran kerja (FCK)
merupakansuatukeharusandan bilamanapembuatancampuranmenggunakan instalasi
pencampuratau Pencampurandi Lapangan dengan menggunakanPulvi mixer/travel
mixer maka instalasipencampurdan Pulvi mixer/travelmixer tersebutharus dikalibrasi
terlebih dahulu untuk memperolehaliran yang menerus dari komponen-komponen
campurandenganproporsiyangbenar.
6-15
b . LakukanpembuatancampurandengankomposisisesuaiFCR dan ambilcontohagregat
campurandari pugmilbila menggunakaninstalasipencampuratau dari Pulvimixer/travel
mixer, kemudianlakukan pengujiansesuai tahapan pengujianyang dilakukanpada
pembuatanformula campuran rancangan(FCR) sehingga diperolehkadar air dan
kepadatanoptimumserta proporsisemen yang memenuhinilai kuat tekan bebas yang
ditargetkan.
HamparkanLPAS atau LPBASdenganmenggunakan alat asphaltfinisherdenganlebar
dan toleransipermukaanyang diinginkanserta tidak menimbulkansegregasi.Panjang
lokasiuji coba lapangandenganluasminimum150 m', dengantebalsesuairencana.
d . PadatkanLPAS atau LPBAS dengan menggunakanalat pemadatroda besi dengan
penggetarhanya digunakanpada awal pemadatan,kemudiandengan pemadatroda
besi atau pemadatdari roda karet. Pemadatanharus mulai dilaksanakanpaling lambat
60 menit semenjak pencampuransemen dengan agregat. Pemadatanharus telah
selesaidalamwaktu120 menitsemenjaksemendicampurdenganair.
e . Selanjutnyatest kepadatanlapangandilakukansesuaidenganSNI 03-2828-1992 dan
SNI 19-6413-2000 sertacatatjumlahlintasanpemadatandan kadatair lapangan.
f. Bila kepadatan belum tercapai, tambahkan lintasan pemadatan dan test kembali
kepadatanlapangandan kadarair.
g . Lakukanlagi sesuai butir e diatas sehinggapercobaanlapangantersebutmemenuhi
persyaratan.
h . Segera setelah pemadatan selesai permukaan harus dilakukan perawatan melalui
penutupanpermukaanhasilpercobaanselamaminimum7 (tujuh)hari.
i . Berdasarkanhasil percobaanlapangantersebut maka selanjutnyaditetapkansebagai
formulacampurankerja (FCK)dan formulaini berlakuselamaagregatyang digunakan
memilikikualitasdan gradasi yang sama serta dari sumber agregat yang sama serta
jenissemendan kualitasair yangdigunakanmemenuhipersyaratan.

6. Pelaksanaan

6.1. Pencampuran

PencampuranLPAS dan LPBAS dapat dilakukandi Instalasipencampuratau langsung


dilapangandenganmenggunakanalat Pulvimixer/travelmixer.

a. Pencampuran di Instalasipencampur
1) Pencampuranbahan LPAS denganInstalasipencampursistemmenerus(continuous
mixingplant system)untukmenjaminkebenaranporsisetiapbahan.
2) lnstalasipencampuranharus dilengkapidengan silo semen, tangki air (water tank),
feeding and matering devices yang akan menyalurkanagregat,semen dan air ke
dalam mixer sesuai kuantitas yang dipersyaratkandan harus menghasilkan
campuranyang homogen.
3) Waktupencampuran LPASterhitungsejakair ditambahkan
ke dalamcampuran.

b. Pencampurandi Lapangan(Pulvimixer/travelmixer)
1) Pelaksanaan dilakukandenganmengaduklapisagregat,lapissemendan air sesuai
denganporsimasing-masing bahan.
2) Pengadukandilakukandalam beberapalintasansampai menghasilkancampuran
yang homogen.
3) Pencampuran perbaikan
secaramanualdapatdilakukanuntuk pekerjaan-pekerjaan
l a p i sp o n d a s i j a l a n .

7-15
Persvaratan
KualitasBahan

G R A F I KI G R A F I KI I

o DAPATKANBIKM& KAO
BERBAGAI

-",{,\
% SEMEN

t\
,l A
\:-/
DAPATKANBIKM & KAO UNTUK
% S E M E NY A N GD I P I L I H I
2= 24 t
|
^-\
/^\
(z) \
6
Y
f

*i
=o
|
| \ - /
\
\>
F
(I
o
a
- ( f< I elor erxn,r& \ 9 t
Ixnosec / tr
38
iii < I ruruosr / I E.

6J l%SEMEN / a o
t/ F L
V<
t
tu
d]

ArR(%)
KADAR , Z-- KADAR SEMEN (%) -------)

,Tfrfr
ii{{f
#i:l{@-L.G'-4-b/
yANGMEMpUNyAT \7
\"lc9IZ
GUNAKANBIKM. DAN KAo.
UNTUKMENENTUKAN l( 6 )l
BATAS-BATAS
--'---.

\----l--z
I

BrKM;lXllK?ADA
GRRrrxrrr \Z
PENGENDALIAN
PEMADATAN DI LAPANGAN GRAFIK IV

'-
A
@ PENENTUAN
KADAR
SEMEN

G
E
r o
a z
e.z
LU k ul<
(D .E Y(9
=1
z N "t{
)<
ul
F
H kt
x-
F
uJ
c)
l
Y

KADARSEMEN(%) _-> --
KADAR AIR LAPANGAN (ok\---- >

CATATAN
B I K M = B E R A T I S I K E R I N G M A K S I M U M ;K A O = K A D A R A I R O P T I M U M : K T B = K U A T T E K A N B E B A S

Stop

Gambar4.1. llustrasipembuatancampuranrancanganLPASdan LPBAS

8-15
6.2. Pengangkutan

a. CampuranLPAS atau LPBAS dari lnstalasipencampurharus diangkutdengan Dump


Truckdenganmenggunakan penutupterpal.
b. Jumlah dan kapasitasDump Truck harus disesuaikandengankapasitasproduksialat
pencampur(Mixer Plant),waktutempuhdan kecepatanpemadatan.

6.3. Penghamparandan pemadatan

a. Persiapanlapisanpondasibawah (Sub Base)


1) LapisanPondasiBawah Agregat Kelas C (Sub Base) harus sesuai dengan yang
disyaratkanpada Butir7.3, sedangkanketebalan,ukurandan elevasisepertiterlihat
padaGambarRencana.
2) PermukaanLapisPondasiBawahAgregatKelasC (Sub Base)harusbersih.

b. PenghamparanLPAS atau LPBAS


LPASatau LPBASharusdihampardan ditempatkan di atasLapisPondasiAgregat
Kelas
C dengan menggunakanalat asphaltfinisheruntuk mendapatkanketebalan,kerataan
dan kehalusanpermukaanyangdisyaratkan.

c. Pemadatan
1) PemadatanLPAS atau LPBAS harus telah dimulaidilaksanakanpalinglambat60
menitsemenjakpencampuran semendenganagregat.
2 ) Campuranyang telahdihampartidak bolehdibiarkantanpadipadatkanlebihdari 30
menit.
3 ) KepadatanLPAS atau LPBASsetelahpemadatanharus mencapaikepadatankering
lebihdari 100 % maksimumkepadatankeringsebagaiditentukanpada SNI 03-6886-
2002.
4) Test kepadatanlapanganLPASatau LPBASdilakukanberdasarkan
SNI 03-2828-
1992danSNI19-6413-2000.
5) Kadar air pada waktu pemadatanminimalsama dengan kadar air optimumdan
maksimalsamadengankadarair optimum+ 2o/o.
6 ) Pemadatanharustelah selesaidalamwaktu 120 menit semenjaksemen dicampur
denganair.

6.4. Perawatan (curing)

Segerasetelahpemadatanselesaipermukaanharusditutupselamaminimum7 (tujuh)hari
denganmenggunakanantaralain.

a . Lembaranplastikatauterpaluntukmenjagapenguapanair dalamcampuran.
b . Penyemprotan dengan Bituminous Emulsi CSS-I (prime coat) dengan batasan
pemakaianantara0,2 - 1,0 literper meterpersegi.
c . Metodelain yang bertujuanmelindungiLPAS atau LPBAS adalahdenganburlapatau
karunggoni (untukpekerjaankecil)yang dibasahiair selamamasa perawatan(curing).
d . Perawatandapatdilakukankurangdari7 (tujuh)hariapabilasudahakan ditutupdengan
lapisanberikutnya.

7. Pengendalianmutu

7.1. Pengujian

Pelaksanaharus bertanggungjawab penuh untuk menjaminbahwa kualitasLPAS atau


LPBASsesuaidenganspesifikasi.
Jenispengujianyangdilakukandalampengendalian
mutu
mencakup:
9-15
Jumlahdata pendukungpengujianbahanyang diperlukanharusmencakupseluruhjenis
pengujianyang disyaratkandan minimum tiga contoh yang mewakili setiap sumber
bahan yang diusulkan,yang dipilihuntuk mewakilirentangmutu bahan yang mungkin
terdapatpada sumberbahantersebut.
Uji bahan yang lengkap harus dilakukanuntuk setiap 1.000 meter kubik LPAS atau
LPBASatausetiapperubahanmaterial,uji ini meliputiuji komponendan uji campuran.
c. Satu pengujianatau lebih dari kuat tekan bebas sebagaimanadiperintahkanoleh
pengawas,harusdilaksanakan atas setiaptakaranLPAS atau LPBASyang dihasilkan,
dan pengujiantersebuttidak akan dianggaptelah dilaksanakan kecualidisaksikanoleh
pengawasatauwakilnya.
d . Kepadatan dan kadar air bahan yang dipadatkan harus secara rutin diperiksa,
mengunakanSNI 03-2828-1992.Pengujianharus dilakukan pada seluruh kedalaman
lapistersebutpada lokasiyang ditetapkan,tetapitidak boleh berselanglebihdari 200 m.

7.2. Perbaikan dan konpensasi yang harus dilakukan terhadap pelaksanaanLPAS


atau LPBAS yang tidak memenuhi persyaratan

Perbaikandan konpensasiyang harus dilakukanterhadappelaksanaanLPAS atau LPBAS


yangtidakmemenuhipersyaratan maupunGambarRencanatermasukantaralain:

7.2.1. Perbaikan

Pekerjaanyang memerlukanperbaikanadalahmencakup:
1) Kepadatan yang tidak memenuhi syarat sesaat setelah pemadatan selesai harus
ditambahkan penggilasan.
2 ) Ketidakrataanpermukaanlapisansetelahpemadatanawal harusdilakukankoreksi.
3) Segregasisebelumpemadatanharusdilakukanpembongkaran dan penggantianLPAS
atau LPBAS.

7.2.2. Kompensasi

Yang tercakupdalam pekerjaanini adalahpekerjaanyang tidakdapatdilakukanperbaikan,


meliputi.
1) Ketidakrataanpermukaan,ketebalanyang kurang,kepadatanyang kurang,kekurangan
kadarsemendan elevasiLPASatau LPBASkurang,harusdikompensasi denganlapisan
di atasnyaatau pembongkaranLPAS atau LPBAS.
2) ElevasiLPAS lebihdari elevasirencanaharusdikompensasi dengandesainulangatau
pemotonganpermukaanLPAS atau LPBASatau pembongkaranLPASatau LPBAS.

8. Pengelolaanlingkunganpelaksanaanpekerjaanlapis pondasi agregatsemen

8.1. Umum

Pengelolaanlingkunganselamapelaksanaandan penyelesaian pekerjaanserta perbaikan


setiapcacatmutupekerjaanlapispondasijalan,hal-halyang harusdiperhatikan
adalah:

a. Mempunyaiperhatianpenuh terhadap keselamatanseluruh karyawanyang berada


dilapangandan memeliharalokasi pekerjaanserta pekerjaandalam kondisi yang
memadaidari gangguanyang membahayakan personil.
b. Menyediakandan memeliharaatas penerangan,
pagar,rambuperingatan dan perhatian,
kapandan dimanadiperlukanuntuk melindungipekerjaanatau untukkeselamatandan
kenyamananmasyarakatatau lainnya.

10-15
c. Menanganisemua tindakanpencegahanyang memadaiuntuk menghindarikerusakan
kehidupandan lingkungankerja.Tindakanpencegahantersebut,harustermasuktetapi
tidakterbataspada:
1) Kelengkapanfasilitassanitasi untuk pencegahanpolusi biologi atau pabrik dari
lapangan atau setiap sumber air, sungai, sumur, tangki, penampungandan
pemasokanair.
2) Pencegahan timbulnyakerusakantanpaalasanterhadapfloradan fauna.
3) Pencegahantimbulnyagas yang berlebihanatau pengeluaran asap dari mesinatau
alat-alatoperasional
lainnyayang berhubungan
denganpekerjaan.
4) Pencegahandari kerusakanatau gangguanterhadapsumberair, saluranirigasidan
drainase.
5) Pencegahandari kebisingansuara knalpotyang sangat menggangguatau tidak
dikehendaki.

8.2. Mobilisasidan demobilisasi

a. Mobilisasidan pemasanganperalatandari satu lokasi ke tempat pekerjaandimana


peralatantersebutakan digunakan.Peralatantersebut sesuai dengan yang tercantum
dalampenawaran.
b. Penyediaandan pemeliharaanbase camp, kantor lapangan,tempat tinggal,bengkel,
gudangdan sebagainya.
c. Perkuatanjembatanlama untuk pengangkutanalat-alatberat.

8.3. Transportasidan penanganan

a. Pelaksanaanpekerjaanharus mengacupada PeraturanPemerintah,PeraturanDaerah


Propinsi dan Kabupaten/Kotayang berlaku maupun ketentuan tentang pelestarian
sumberdayaalamdan lingkunganhidup.
b. Bebandan muatansumbu kendaraanatau peralatanlainnya,harusdisesuaikan dengan
jalandan jembatanyang ada dilingkunganproyek.Bilamanaterjadikerusakanpadajalan
ataupunjembatan yang disebabkanoleh kegiatanpelaksanaanpekerjaanmaka harus
bertanggungjawab atas kerusakantersebut.
c. Bilamanaterdapatbahan yang hendak dibuang maka harus mengaturpembuangan
bahan di luar daerahmilikjalan dan harus mendapatkanijin tertulisdari pemiliktanah
dimanabahanbuangantersebutakanditempatkan.

8.4. Pemeliharaanlalu lintas

a. Selama pelaksanaanpekerjaansemua jalan lama tetap terbukauntuk lalu lintasdan


dijagadalam kondisiaman serta dapat digunakansehinggapermukimandi sepanjang
dan berdekatandengan lokasi pekerjaandisediakanjalan masuk yang aman dan
nyaman.
b. Bilamanadiperlukanmembuatjalan ataujembatansementara,maka sebelumnyaharus
melakukansemua pengaturanyang diperlukan,bila diperlukantermasukpembayaran
kepadapemiliktanah atas penggunaantanah itu dan harusmendapatpersetujuan dari
pejabatyang berwenang.Setelahpekerjaanselesai,maka kondisitanah tersebutharus
dibersihkan dan dikembalikan
ke kondisisemulasesuaikesepakatan.
c. Pengaturansementara untuk lalu lintas untuk menjaga keselamatanumum dan
kelancaran lalulintasharusmencakup:
1) Pemasangandan pemeliharaanrambu lalu lintasdan penghalang(barrier).Rambu
lalu lintas dan penghalangyang digunakanselama pelaksanaanpekerjaanharus
diberigaris-garis(sfnps)yang reflektifdan atau terlihatjelas pada malamhari.
2) Untuk kelancaranlalu lintas di samping pemasangan rambu lalu lintas dan
penghalang,diperlukanjuga menyediakandan menempatkanpetugas bendera.

11-15
Tugasutamapetugasbenderaadalahmengarahkan arus lalu lintasyang melaluidan
disekitarlokasipekerjaan,terutamauntukpengaturanlalu lintassatu arah.
d. Pemeliharaan untukkeselamatanlalu lintasperludilakukan,yaituterdiriatas:
1) Penyediaanjalan sementaradan pengendalianlalu lintas selama pelaksanaan
kegiatan harus dipeliharaagar tetap aman dan dalam kondisi pelayananyang
memenuhiketentuan,sehinggamenjaminkeselamatanlalu lintasdan bagi pemakai
j a l a nu m u m .
2) Selama pelaksanaan,harus menjaminbahwa perkerasandan bahu jalan dilokasi
yang berdekatan dengandaerahmilikjalan harusdijagaagar bebasdari bahanlapis
pondasiagregatsemen, kotorandan bahan yang tidak terpakailainnyayang dapat
mengganggu atau membahayakan lalu lintasyang lewat.

8.5. Pekerjaanpembersihan

a. Selama periodepelaksanaan, pekerjaanharus bebas dari akumulasisisa bahan lapis


pondasi agregat semen, kotoran dan sampah, yang diakibatkan oleh operasi
pelaksanaanserta harus memeliharatempat kerja dalam kondisirapi dan bersihsetiap
saat. Pembersihanharus dilakukansecarateraturuntuk menjaminbahwatempat kerja,
struktur,kantorsementara,
tempathunian.
b. Sistem drainaseharus terpeliharadan bebas dari kotorandan bahan yang lepas dan
beradadalam kondisioperasionalpada setiapsaat.
c. Rumputyang tumbuhpada benihlama atau yang baru pada lokasiyang dikerjakandan
padataludsampingharusdipangkasdan dipelihara.
d . Bilamanadianggapperlu,bahanlapispondasiagregatsemendan sampahyang kering
disemprotairuntukmencegah debuataupasiryangberterbangan.
e. Rambulalu lintasdan sejenisnyaharus dibersihkan
secarateraturagar bebasdari
kotorandanbahanlainnya.
f. Untukmenampung sisa bahanbangunan, kotorandan sampahdilapangan sebelum
dibuang,harusdisediakantempatkhusus,
misaldrum.
g . Sisa bahan lapispondasiagregatsemen,kotorandan sampahharusdibuangditempat
yang telah ditentukansesuai dengan PeraturanPusat maupun Daerahdan Undang-
undangPencemaran Lingkungan yang berlaku.
h . Sisa bahan lapis pondasiagregat semen, kotorandan sampah tidak diperkenankan
dikuburdilokasiproyektanpapersetujuan dibuangpadadaerah
dan tidakdiperkenankan
aliranair atausungai.

8.6. Aspek lingkunganhidup

a. Sebelumpelaksanaanfisik dilapangan,programpelaksanaanmanajemenlingkungan
terlebihdahuluharusdisusundan telahmendapatpersetujuan.
b. Perencanaan pengelolaanlingkungan(PPL)yang harusdilaksanakanmencakup:
1) Semua kendaraandan mesin-mesinyang digunakanpada pelaksanaanpekerjaan
harus memilikiperedamsehinggamenghasilkansuara yang tidak membisingkan.
Disampingitu, gas buangyang dihasilkanharussesuaidenganstandarmutu udara
yang ada.
2) Operasidan pemeliharaan kendaraandan mesin-mesinharusdilaksanakan sesuai
denganpabrikpembuatnya dan tidakmencemariair dan tanah.
3) Semua kegiatan pelaksanaanlapis pondasi agregat semen harus diusahakan
dilakukanpadasianghari,kecualiada ijinatauperintahlain.
4) Pengadaantenaga kerja dengan kemampuandan keahliansesuai dengan yang
diperlukanmaka prioritasharusdiberikankepadapekerjasetempat.
5) Lokasi sumber bahan (Quarry),harus dipilihberdasarkanbeberapaarahan
berikut:
a) Prioritaspemilihanlokasi sumber bahan adalah yang sudah dibuka bilamana
jumlahdan mutunyamemenuhi.

12-15
b) Lokasi sumber bahan harus dipilih yang memberikanrasio tertinggiantara
kapasitasbahanyang digali(baikkuantitasdan kualitas)dan kehilangansumber
daya alam.
c) Lokasi sumber bahan yang disarankan adalah yang berdekatan dengan
alinyemenjalan, yang sangatmudahdiambildan mempunyaitebingyang tidak
curam.
d) Ekploitasisumberbahanyang berlokasidi daerahsumberdaya alam yang vital
harus dihindari,sepertihutan tanaman kayu dan hutan lebat lainnyamaupun
daerah-daerahpenghasilbahan makanan dan hutan lindung untuk hewan
lainnya.
e) Disarankanuntukdihindariatau setidaknyamengurangipemilihanlokasisumber
bahan di dasar sungai.Meskipunpemilihanlokasisumberbahandi luar dasar
sungaitidak memungkinkan, sumberbahanyang terletakdi sungaiatau saluran
kecil tetap tidak boleh diambil.Disarankanuntuk memilihlokasisumber bahan
dipetak-petakatau endapan alluvial yang terletak di dasar sungai tetapi tidak
dialiriair padakondisiair normal.
6) Penggaliandi daerahsumberbahan hanya dilaksanakanuntuk pemasokanbahan
kebutuhanproyek.
7) Bilamanasumberbahan terletakdidaerahbergunungatau berbukit,atau bilamana
kondisitaludsangatlahmempengaruhi stabilitaslereng,maka penggalianbertangga
harus dilakukan. Lereng sumber bahan yang telah dibentuk kembali harus
mempunyai kelandaianyang tidak kurang dari rata-rata 1 : 3 (kurang dari 2%).
Setelah pelaksanaan lereng bertangga dan pembaharuan sistem drainase,
permukaantersebutharusdilengkapidengan lapisanrumputdan ditanamidengan
semak maupun pohon. Pemeliharaantanaman ini diperlukandalam dua tahun
pertamasetelahpenanaman.
8) Pembentukan kembalilokasisumberbahandilaksanakan dengankriteriaberikut:
a) Kegiatanrehabilitasi harusdimulaisesegeramungkinsetelahpekerjaanselesai
dan kegiatanini harusdilaksanakan bersama-sama denganpengambilan bahan
galianberikutnya.
b) Galian dilokasisumber bahan harus ditimbunkembalidengan menggunakan
bahan yang diperolehdari pekerjaanpembersihan dan bahangalianyang tidak
dapatdigunakanuntukbahankonstruksi.
c) Kegiatanrehabilitasi dilaksanakandenganmemanfaatkan kembalibahanhumus
yang diperolehdari pekerjaanpembersihandan pembongkaranpada lapis
permukaantanahasli (kira-kirasetebal50 cm). Bahanhumusini ditumpukagak
landai dan ditempatkandi lokasiyang teduh dan jauh dari lokasipengambilan
bahan galian.Tumpukanhumus ditutupdengan bahan organiksepertirumput
atau daun. Perumputandenganjenis Herbaceouslebih disarankan.Tumpukan
humustersebutsecarabertahapditempatkan kembalidi lokasibekasgalianpada
sumber bahan dan selanjutnyaditutupdengan tanaman.Rumput,semak dan
pohondapatdigunakanuntukpenutupanini.
Apabilabahanini diperolehdari pemasokmaka ketentuanpadaButir8) c) di atas
tidakdigunakan.
9) Kegiatan pembersihandan pembongkaranhanya dilaksanakandi daerah yang
benar-benar diperlukanuntukpekerjaan.
10)Pembabatantanaman selama kegiatan pembersihandan pembongkaranharus
ditindaklanjuti dengan penanamankembali sedemikianhingga mendekatikondisi
sebelumpembabatan.
11) Penanamankembalidenganpohonatau semakharusmengikutiarahanberikut:
a) Penggantian dengantanamansejenisyang ditebang,bilamemungkinkan.
b) Bilamana pertumbuhantanaman dirasa agak lambat, maka tanaman yang
berumurtiga tahun atau lebih harusdigunakan,kecualijika jenis tersebuttidak
mampu menciptakankondisi seperti semula atau tidak mampu memberikan

13-15
perlindungan
lerengdalamwaktuyanglama.Selanjutnya, jenistanaman dengan
pertumbuhan sedangsampaicepatdapatdigunakan.
c) JenisAufhochthonous lebihdisarankan untuktanamanexotic.
d ) Untukpenanaman kembalisemak,pemilihan jenissemakharusmengutamakan
jenisyangdapatmemberi makanan danperlindunganbagibinatang.
e ) Jenistanamanberakarpanjangtetapitidakmembahayakan jalandan
stabilitas
tidakmemerlukanbiayapemeliharaan yangtinggilebihdisarankan.
0 Berbagaijenistanamanyangbaikuntukdigunakan, untukpenanaman kembali
adafahLeucaena,Leucocephala,Calliandra,Calonthrysus, AcaciaAuriculiformis,
AcaciaDucurrensdan GliricidiaSepium.
s) Pohonharusditanampadajarakyangcukupdari tepi jalan dan jarak antara
pohonpadagarisyangsamasekitar15 meter.
h ) Pemeliharaan yang teratur pada tanaman yang ditanam kembali sangat
diperlukan.
i) Pohonhasilpenanamankembaliyang matiharusdigantidenganyangbaru.
12) Permukaanyang menghasilkan sejumlahdebu distmosfirakibatkegiatanpekerjaan
harusdibasahisecarateratur.
13) Kerusakandan gangguanterhadaputilitasumumsepertijaringantelepon,listrik,gas,
pipa air, fasilitasirigasi,pipa minyak,pipa pembuangan,pipa drainase,dan lain
sebagainya, harus dicegah dengan upaya mendapatkan informasi tetang
keberadaanlokasi utilitas yang ada, terutama utilitas apa yang terletak dibawah
permukaantanah/lapispondasiagregatsemen.
14)Setiapfasilitaspipa kabel,salurankabel atau jaringanbawahtanah/lapis pondasi
agregatsemen atau strukturyang mungkinditemukan,harus dilindungidan harus
diperbaikibila terjadikerusakanyang diakibatkanoleh operasikegiatanpekerjaan.
15)Bilamanasumur sebagai sumber air yang terletakdidekatlokasi pekerjaanyang
dipengaruhi oleh kegiatangalianatau timbunan,maka sumurpenggantiyang setara
harus disediakan,meskipunharus membuatsumur baru, baik denganpenggalian
maupunpengeboran.
16)Tumpahanminyakdan polusibahanbangunanyang berasaldari pekerjaanharusdi
cegah.
17) Dampak lingkunganyang diakibatkanoleh pekerjaanjembatansementara(untuk
jalan akses)harusdicegahdenganmenggunakan teknikpengembalian bentukyang
cocok,sesuaiarahansebagaiberikut:
a) Pelaksanaanpengembalianbentuk harus dilaksanakansesegera mungkin,
bersama-sama denganpekerjaan.
b ) Pengembalian bentuksungaiharusdilaksanakan denganpemadatanyang cukup
pada tanah yang diganti,terutamauntukdaerahyang kurangstabil,dan harus
diberitanamanpelindungyang cepattumbuh(baikrumputatausemak).
c) Untuk taludtalud yang penting dimana pengembalianbentuk dengan teknik
rekayasabiologi(bioengineering) sangatdiperlukan,maka cara "s/opefascinate"
(anyamansemak-semak)dapat digunakan.Bilamanakelandaianlereng tepi
sungaidi atas sekitar1 : 3, dan untuksungaidenganfluktuasialiranyang besar
dan risiko penggerusanyang tinggi pada saat banjir,maka cara "woodengreen
prop"harusdigunakan.
d) Jalan masukyang dibuatdi dalamair untukpelaksanaanpembuatanpier harus
ditutup kembali dengan tumpukan tanah disampingnyadan harus ditanami
kembali.
18)Penggunaansistem pelaksanaanyang memadai untuk mengurangisuara dan
getaranyang diakibatkanoleh pekerjaanjembatanharusditerapkan.

8.7. Galian

a. Pekerja yang melaksanakanpekerjaangalian sumber bahan maka pendudukdan


bangunanyangada disekitarlokasipenggalian
harusdijaminkeselamatannya.

14-15
b . Bilamanadiperlukan
timbunanberupalapis pondasiagregatyang distabilisasi
atau
bahanlainnyayangdiperoleh
darigaliansumberdi luardaerahmilikijalan,
makaharus
melakukanpengaturanyangdiperlukanuntukmembayar konsesidan restribusi
kepada
pemilikbahan(agregat
atautanah)maupunpihakyangbenvenang untukijinmenggali
danmengangkut bahan-bahantersebut.
Seluruhtempat bekas galian bahan atau sumberbahan yang digunakanharus
ditinggalkandalam suatu kondisiyang rata dan rapi dengantepi dan lerengyang stabil
dan salurandrainaseyang memadai.

8.8. Ketentuaninstalasipencampur

a. Bilamanadalampembuatanpondasiagregatsemenmenggunakaninstalasipencampur
maka alat tersebutharusdipasangdilokasiyang jauh dari permukimansehinggatidak
mengganggupenduduksekitarnya.
b. lnstalasipencampurharusdilengkapidenganalat pengumpuldebu (dustcollecfor)yang
lengkap,yaitu sistem pusaran kering (dry cyclone)dan pusaran basah (wet cyclone)
sehinggatidak menimbulkanpencemarandebu ke atmosfir.Bilamanasalah satu sistem
diatas rusak atau tidak berfungsi maka Instalasi pencampur tersebut tidak boleh
digunakan.

8.9. Pemeliharaanjalan samping dan jembatan yang digunakan

a . Jalan umum dan jembatanyang digunakanuntukpelaksanaanpekerjaanlapispondasi


agregatsemen,yaitu untuk kegiatantransportasidan pengangkutandalam pelaksanaan
pekerjaan,termasukperkuatanjembatanyang ada, pembuatanjembatansementaradan
jalan masuk ke lokasisumber bahan harus dipeliharasecara keseluruhandan harus
ditinggalkandalam keadaanberfungsidengan baik, mutu dan kenyamanannya tidak
lebihburukdaripadasebelumkegiatandimulai.
b . Jembatansementarayang dibuat,tidakbolehdibongkarkecualidiperintahkan lain.

8.10. Pemeliharaanuntuk keamananlalu lintas

Seluruhpekerjaanjalan sementaradan kelengkapanpengendalilalu lintasyang ada dijalan


samping atau jalan lokal yang menuju ke lokasi pekerjaanmaka pada setiap saat selama
periode pekerjaanharus dipeliharadalam kondisi aman dan dapat berfungsimenurut
ketentuan sehingga dapat menjamin keamanan lalu lintas dan masyarakat yang
menggunakan jalantersebut.

15-15