Anda di halaman 1dari 40

Gabriel L.

Plaa, PhD

Manusia hidup dalam lingkungan kimiawi dan menghi- khususnva udara, tanah, dan air. Meskipun manusia di-
rup, menelan, serta menyerap dari kulit, banyak zat ki- anggap sebagai spesies sasaran khusus, spesies lain juga
miawi ini. Toksikologi mernbahas seputar efek merugikan penting berpotensi menjadi sasaran biologis.
berbagai agen kirniawi ini terhadap semua sistem makhluk Polusi udara merupakan suatu produk industrialisasi,
hidup. Namury pada bidang biomedis, ahli toksikoiogi pengernbangan teknologi, dan meningkatnya urbanisasi.
terutama menangani efek simpang yang timbul pada rna- Manusia juga dapat terpajan oleh zat kimia yang digunakan
nusia akibat pajanan obat dan zat kimiawi lainnya, serta dalam lingkungan pertanian seperti pestisida atau dalam
pembuktian keamanan atau bahaya potensial yang terkait pemrosesan rnakanan yarrg dapat tertahan sebagai residu
penggurraannya. atau kandungan dalam produk makanan. Komisi Gabung-
alnpara Ahli dalam Zat Adittf Makanan dari The Food and
Toksikologi Okupasi Agriculfure Organization dan the World Health Organiza'
Toksikologi okupasi membahas seputar zat kimiawi tion (FAO/WHO) menggunakan istilah acceptable daily
yang dijumpai di tenlpat kerja. Penekanan utama dalam intake (ADll untuk menandakan asupan harian zat kimia-
toksikologi okupasi adalah untuk mengetahui agen yang wi yang tampaknya tidak memunculkan risiko yang terlalu
bersangkutan, menjabarkan kondisi yang berujung pada bermakna selama seumur hidup. Panduan ini dievaluasi
penggunaannya yang aman, dan mencegah penyerapan- ulang seiring diketahuinya informasi baru.
nya dalam jurn-lah yang berbahaya. Berbagai panduan
telah disusun untuk menciptakan kadar dalam udara Ekotoksikologi
ruangan yang aman untuk berbagai zat kimiawi yang Ekotoksikologi membahas seputar efek toksik agen kimia
dijumpai di tempat kerja. The American Conference of dar-r fisik terhadap populasi dan komunitas organisme hidup
Governmental Industrial Hygienists secara periodik me- di dalam ekosistem tertentu; hal ini rneliputi jalur trans-
nyusun daftar rekornendasi nilai ambang batas/threslrcld fer dan interaksi agen-agen tersebut dengan lingkungan.
Iimiting aalue (TLV) bagi sekitar 600 zat kimiawi. Panduan Toksikologi tradisional membahas seputar efek toksik
ini dievaluasi ulang seiring diketahuinya informasi baru. terhadap organisme individu; ekotoksikologi membal-ras
seputar dampaknya terhadap populasi organisme hidup
Toksikologi Lingkungan atau ekosistem. Sembari memunculkan efek yang besar
Toksikologi lingkungan membahas seputar dampak zat terhadap organisme indiuidual, suatu peristiwa lingkung-
kin.ria berupa potrutan lingkungan yang berpotensi meru- an mungkin saja tidak berclampak penting terhadap po-
gikan bagi organisme hidup. lsnlah lingku;ngan mencakup pulasi atau ekosistem. Olel-r sebab itu, istilah "toksikologi
segala sesuatu yang beracla di sekitar organisme individu, lingkungan" dan "ekotoksikologi" tidaklah sama.

967

968 / BAB s7

jinak dan manusia mungkin akan memakan ikan dari Great
'Jika asupan suatu kontaminan yang bertahan lama
oleh organisme melebihi kemampuan organisme untuk iakes sehingga residu PCB juga ditemukan dalam spesies
memetabolisme atau mengekskresi zat tersebut, zat kimia ini.
akan terakumulasi dalam jaringan organisme' Hal ini di-
sebut bioakumulasi.
Meskipun kadar kontaminan ini dapat hampir tidak
terdeteksi dalam air, kadarnya dapat bertambah ratusan
hingga ribuan kali begitu kontaminan masuk ke dalam
rantai makanan. Hal ini disebut biomagnifikasi' Fitoplankton 0,0025 1

Biomagnifikasi bifenil terpoliklorinasi (PCB) dalam Zooplankton 0,123 49,2
Great Lakes di Amerika Utara digambarkan melalui nilai- 1,04
Rainbow smelt 416
nilai residu berikut yang tersedia dari Environment Canada,
suatu laporan yang diterbitkan oleh pemerintah Kanada, Lake trout 4,83 1'932
dan sumber lain. Camar herring 124 49.500
Oleh sebab itu. biomagnifikasi zat ini dalam rantai ma-
lSumber: Environment Canada, The State of Canada's Environment'
kanan, yang dimulai dari fitoplankton dan berakhir pada
1991, Government of Canada, Ottawa; dan publikasi lainnya'
camar herring, hampir mencapai 50.000 kali lipat' Binatang

ISTILAH & DEFINISI DALAM TOKSIKOLOGI Durasi Paianan
Bahaya Potensial & Risiko Reaksi toksik dapat berbeda secara kualitatif menurut du-
rasi pajanan. Suatu pajanan tunggal-atau pajanan multi-
Bahaya (hazard) adalah kemampuan ngen kimiawi untuk me-
kondisi pel yang terjadi selama 1 atart 2 hari-mewakili paianan
nyebabkan kerusakan dalam suatu keadaan atau situasi;
ik.rt. Puluttut multipel yang berlanjut untuk waktu yang
penggunaan dan pajhnan menjadi pertimbangan utama'
lama menandakan suatu paianan kronik' Pada lingkungan
Untuk menilai bahayaini, kita perlu mengetahui toksisitas
okupasi, dapat terjadi pajanan akut (misalnya, kebocoran
bawaan suatu zat dan jumlah pajanan yang kemungkinan
yang tidak disengaja) dan kronik (misalnya, Penanganan
dialami individu. Manusia dapat menggunakan zat yang
suatu zat kimia secara berulang), sementara pada zat
berpotensi toksik dengan aman ketika berbagai tindakan
kimia yang dijumpai di lingkungan (misalnya, poluian
untuk memperkecil absorpsi ditetapkan dan dipatuhi'
dalam air tanah), pajanan kronik lebih sering timbul'
Risiko dijabarkan sebagai perkiraan frekuensi terjadinya
efekyang tidnk diinginkanyang ditimbulkan oleh pajanan agen
PERTIMBANGAN LI NGKUNGAN
kimiawi atau fisik. Perkiraan suatu risiko menggunakan
data dosis-respons dan melakukan ekstrapolasi dari hu- Beberapa si{at kimiawi dan fisik sangat penting diketahui
bungan yang diamati ke perkiraan respons pada dosis untuk memperkirakan bahaya potensial yang dimiliki
yang terjadi pada keadaan pajanan yang sesungguhnya' oleh zat toksik lingkungan. Selain keterangan mengenai
iutrrto autt kesesuaian data biologis yang digunakan pada etek zat toksik terhad ap betbagai organisme, pengetahu-
perkiraan tersebut menjadi faktor pembatas utama' an tentang sifat-sifat berikut penting untuk memperkira-
kan dampak pada lingkungan: Degradabilitas suatv zat;
Jalur Paianan mobilitasnya melalui udara, air, dan tanah; ada tidaknya
me- bioakumulasi; dan transpor serta biomagnifikasinya me-
Jalur masuk zat kimia ke dalam tubuh berbeda-beda
nurut keadaan pajanamya. Pada lingkungan industri' lalui rantai makanan. pihat Kotak: Bioakumulasi & Bio-
inhalasi merupakan jalur masuk utama. jalur transdermal magnifikasi.) Zat kimia yang didegradasi dengan buruk
juga cukup penting, tetapi jalur ingesti oral relatif kecil' 1ot"-t jat.,r abiotik maupun
biotik) memunculkan persis-
Akibakrya, tindakan pencegahan sebagian besar dirancang iensi dalam lingkungan sehingga dapat terakumulasi' Zat
untuk menghilangkan penyerapan melalui inhalasi atau lipofilik canderung terbioakumulasi dalam lemak tubuh'
kontak topikai. Polutan atmosferik masuk melalui inha- yurrg *uny"babkan timbulnya residu jaringan' Ketika
lasi, sementara pada polutan air dan tanah, ingesti oral ,,rut -t toksik tergabung dalam rantai makanan' terjadi
merupakan jalur pajanan utama pada manusia' biomagnifikasi karena satu spesies memakan spesies lain-

PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 969

Tabel5T-1. Nilai ambang batas (TLV) beberapa yang tidak sempuma. Kadar rerata CO di atmosfer adalah
polutan udara dan pelarutnya. (NA= 1;63L sekitar 0,1 ppm; pada keadaan lalu-lintas yang padat,
"6u.;
kadarnya dapat melebihi 100 ppm. Anjuran nilai ambang
batas tahun 2005 (TLV-TWA dan TLV-STEL) disajikan
pada Tabel 57-1.
Benzena
.------.-----:---..-.9"r!.-..------- - "..?'"v ._.".".
Karbon monoksida 25 NA Mekanisme Kerja
Karbon tetraklorida 10 CO bergabung secara reversibel dengan tenpat pengikat-
Kloroform 10 NA an oksigen di hemoglobin dan memiliki afinitas terhadap
hemoglobin sekitar 220 kali afinitas oksigen. Produk
. |ilr g.s.:"1.9i.:I:i 9 r yang terbentuk, yakni karboksihemoglobin, tidak dapat
Ozon 0,05 NA
mengangkut oksigen. Lebil-r lanjut, karboksihemoglobin
Sulfur dioksida merlgganggu disosiasi oksigen dari oksihernoglobin yang
TetrAkloroetil en 25 100 tersisa sehingga mengurangi transfer oksigen ke jaringan.
Toluena 50 Otak dan jarltung merupakan organ-organ yang paling
350 450
terkena dampaknya. Orang dewasa normal yang tidak
1,1,1-Trikloroetan
merokok memiliki kadar karboksihemoglobin kurang dari
Trikloroetilen 100
1% saturasi (1% hemoglobin total berada dalam bentuk
rTLV-TWA adalah batas kadar zat pemajan yang dapat dialami pekerja
karboksihernogtobin); tingkat ini dikaitkan dengan pem-
secaia berulang selama hari kerja normal (8 jam) atau minggu kerja
normal (40 jam) tanpa mengalami efek samping. bentukan CO endogen dari katabolisme heme' Perokok
2TLV-STEL adalah kadar maksimum yang tidak boleh dilampaui sama
dapat memiliki saturasi sebesar 5-10%, bergantung pada
sekali selama periode pajanan selama 15 menit.
kebiasaan merokoknya. Individu yar-rg menghirup udara
yang mengandung 0,1% CO (1000 ppm) akan memiliki
kadar karboksil-remoglobin sebesar 50%.
nya dan menumpuk zat kin-ria di dalam tubuhnya. Polu-
tan yang memiliki dampak terluas terhadap lingkungan
Efek Klinis
didegradasi dengan buruk; relatif mobil di udara, air, dan
tanah; mengalami bioakumulasi; dan juga mengalami bio- Tanda-tanda utama intoksikasi CO merupakan tanda-
magnifikasi. tanda hipoksia, dan berkembang'menurut urutan beri-
kut: (1) gangguan psikomotor; (2) nyeri kepala dan rasa
tegang di daerah temporal; (3) bingung dan berkurangnya
ketajaman penglihatan; (4) takikardia, takipnea, sinkop,
W ZAT KIMIA TERTENTU
dan koma; dan (5) koma dalam, kejang, syok, dan gagal
napas. Terdapat keberagarnan respons individu yang luas
POLUTAN UDARA terhadap kadar karboksihemoglobin tertentu. Kadar kar-
Terdapat lima zat utama yang menyusun sekitar 98% polu- boksihemoglobin di bawah 15% jarang menimbulkan ge-
tan udara: karbon monoksida (sekitar 52%), sulfur oksida jala; kolaps dan sinkop dapat terjadi pada kadar sekitar
(sekitar 14%), hidrokarbon (sekitar 74%), nitrogen oksida 40%; di atas 50%, dapat timbul kematian. Hipoksia ber-
(sekitar 1,4%), dan n'rateri partikel (sekitar 4%). Sumber zat kepanjangan dan penurunan kesadaran pascahipoksik
kimia ini meliputi transportasi, industri, pembangkit te- dapat rnenyebabkan kerusakan nirpulih pada otak dan
naga listrik, pemanasan ruangan, dan sampah buangan. rniokardium. Efek klinis ini dapat diperburuk oleh kerja
Sulfur dioksida dan asap yang berasal dari pembakaran berat, ketinggian, dan suhu ruangan tinggi' Penyakit kar-
batu bara yang tidak sempurna menimbulkan efek sim- diovaskular diperkirakan meningkatkan risiko yang ter-
pang akut, khususnya di antara orang berusia lanjut dan kait dengan pajanan CO. Gangguan neuropsikiatrik yang
individu yang sebelumnya telah menderita penyakit jan- lambat dapat muncul pascaintoksikasi, dan perbaikan
tung atau paru. Polusi udara dalam ruangan dianggap perilakunya terjadi secara lambat. Meskipun intoksikasi
berkontribusi menyebabkan bronkitis, penyakit obstruksi CO biasanya dianggap sebagai suatu bentuk toksisitas
ventilasi, emfisema paru, asma bronkiaf dan kanker paru. akuf terdapat beberapa temuan yang menyatakan bahwa
pajanan kronik terhadap CO berkadar rendah dapat me-
t. Karhon Monoksida nimbulkan efek yang tidak diinginkan, termasuk timbulrrya
Karbon monoksida (CO) adalah suatu gas yar-rg tidak penyakit koroner aterosklerotik pada perokok. Namun,
berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak iritatii belum ada bukti eksperimental yang meyakinkan. |anin
yang merupakan produk sampingan akibat pembakaran cukup peka terhadap efek pajanan CO.

970 I BABsT

Terapi di tempat tertutup) segar; pajanan NO, pada petani dalam
gudang pakan temak dapat menyebabkan silo-filler"s
Pada kasus intoksikasi aku! pemindahan pasien dari
disease. Nilai ambang batas 2005 disajikan dalam Tabel 57-1.
sumber pajanan dan rumatan pemapasan sangat penting
dilakukan, yang diikuti dengan pemberian oksigen-
Mekanisme Keria
antagonis spesifik CO-dalam batasan toksisitas oksigen.
Dengan tekanan oksigen dalam udara ruangan 1 atm, NO, adalah iritan paru bagian dalam yang mampu me-
waktu-paruh eliminasi CO adalah sekitar 320 menif de- nimbulkan edema paru. Sel alveoli tipe I tampaknya
ngan oksigen 100%, waktu-paruhnya adalah sekitar 80 merupakan sel yang terutama terkena dampak pajanan
menit; dan dengan oksigen hiperbarik (2-3 atm), waktu- akut. Pajanan 25 ppm bersifat iritatif terhadap beberapa
paruhnya dapat diturunkan hingga sekitar 20 menit. individu; 50 ppm cukup iritatif bagi mata dan hidung.
Masih terdapat pertanyaan seputar efikasi oksigen hi- Pajanan 50 ppm selama 1 jam dapat menyebabkan edema
perbarik pada terapi intoksikasi CO, dan indikasi.absolut paru dan mungkin lesi paru subakut atau kronik; 100 ppm
penggunaannya masih belum ditetapkan. dapat menyebabkan edema paru dan kematian.

2. Sulfur Dioksida Efek Klinis & Terapi
Sulfur dioksida (SOr) adalah gas iritan tak berwarna yang Tanda dan gejala pajanan akut NO, meliputi iritasi mata
terutama dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan hidung batuk, produksi sputum mukoid atau berbusa,
yang mengandung sulfur. Nilai ambang batas tahun 2005 dispnea, dan nyeri dada. Fdema paru dapat timbul dalam
disajikan pada Tabel 57-1.
waktu 1-2 jam. Pada beberapa individu, tanda klinis meng-
hilang dalam waktu sekitar 2 minggu; pasien tersebut
Mekanisme Keria kemudian masuk ke dalam tahap kedua dengan derajat
keparahan yang mendadak meningkaf meliputi edema
Saat berkontak dengan membran yang lembap, SO, mem-
paru berulang atau destruksi fibrotik bronkiolus terminalis
bentuk asam sulfurosa, dan menimbulkan efek iritasi yang
brerat pada mata, membran mukosa, dan kulit. Diperkirakan @ronkiolitis obliterans). Pajanan kronik NO, sebanyak 1G
25 pp- pada hewan percobaan laboratorium menyebabkan
bahwa sekitar 90% SO, yang diinhalasi diserap pada saluran
perubahan edematosa; jadi, efek kronik pada manusia perlu
napas bagian atas, tempatnya menimbulkan efek utama.
dipikirkan. Tidak terdapat terapi spesifik untuk intoksikasi
Inhalasi SO, menyebabkan konstriksi bronkus; refleks para-
akut NQ; tindakan terapeutik untuk penatalaksanaan iritasi
simpatis dan perubahan tonus otot polos tampaknya ter-
libat dalam reaksi ini. Pajanan 5 pp- selama 10 menit me-
paru dalam dan edema paru nonkardiogenik dilakukan.
Tindakan ini meliputi rumatan pertukaran gas melalui oksi-
nyebabkan peningkatan resistensi terhadap aliran udara
genasi dan ventilasi alveolar yang adekuat. Terapi obat dapat
pada kebanyakan manusia. Pajanan terhadap 5-10 ppm di-
meliputi bronkodilator, sedatif, dan antibiotik.
laporkan menyebabkan bronkospasme beraf 1U20% orang
dalam populasi dewasa muda yang sehat diperkirakan reak-
tif terhadap kadar yang lebih rendah. Fenomena adaptasi 4. Ozon
terhadap kadar iritatif diketahui terjadi pada para pekerja. Ozon (Or) adalah gas iritan berwarna kebiruan yang nor-
Penderita asma terutama sensitif terhadap SOr. mahlya terdapat di atmosfer bumi, tempatnya menjadi
penyerap sinar ultraviolet yang penting. Di tempat kerja,
Efek Klinis & Terapi ozon dapat dijumpai di sekitar peralatan listrik bertekanan-
Tanda dan gejala intoksikasi meliputi iritasi mata, hidung, tinggi dan di sekitar alat penghasil ozon untuk pemurnian
dan tenggorok serta refleks bronkokonstriksi. Jika pajanan udara dan air. Ozon juga merupakan oksidator penting
berat terjadi, edema paru dengan awitan lambat dapat pada udara kota yang berpolusi. Efek ozon berkadar-
timbul. Efek kumulatif akibat pajanan kronik SO, ber- rendah dalam ruangan berdasarkan kunjungan pasien ke
kadar-rendah tidak mencolok, khususnya pada manusia' berbagai rumah sakit di Ontario, Kanada untuk masalah
Namun, pajanan kronik ini menyebabkan perburukan pe- paru menunjukkan gradien yang hampir linear antara
nyakit kardiopulmonal kronik. Terapinya tidak spesifik pajanan (kadar 1 jam, 20-100 ppb) dan respons. Lihat Tabel
untuk SO, tetapi bergantung pada manuver terapeutik 57-1 untuk melihat nilai ambang batas tahun 2005.
yang digunakan dalam terapi iritasi saluran napas.
Efek Klinis & Terapi
3. Nitrogen Oksida O" adalah iritan membran mukosa. Pajanan ringan O, me-
Nitrogen dioksida (NOr) adalah suatu gas iritan berwama nimbulkan iritasi saluran napas bagian atas, sementara
kecoklatan yang kadang (timbul) pada pembakaran. NO, pajanan berat dapat menimbulkan iritasi paru dalam,
juga terbentuk dari silase (makanan ternak yang disimpan yang disertai edema paru jika diinhalasi pada kadar yang

dan mual dapat terjadi pada kadar yang berkisar antara 250 dan 500 Mekanisme Keria & Efek Klinis ppm. kulit. olahraga dapat Hepatotoksisitas juga merupakan efek toksik yang sering meningkatkan jumlah ozon yang mencapai paru bagian timbul pada manusia setelah pajanan akut atau kronik. dapat terjadi akibat zat yang diserap. hidrokarbon terha. mengantuk. Peningkatan sensitivitas paru terhadap tetraklorida. PadaL994.1 ppm naan kloroform. karsinogenisitas telah diamati melalui di tenggorok. suatu kajian literatur epidemiologis telah diamati pada manusia. Nefrotok- kan pernapasan dangkal dan cepat serta penurunan ke. Penetrasi ozon ke dalam paru bergantung konfirmasi karena agen ini semakin banyak digunakan. agen pembersih lemak/gemuk. distal. menunjukkan bahwa batas keamanan untuk manusia kan perubahan morfologi dan fungsi paru. Efek akut industri. yang paling poten menimbulkan gangguan ini. Pajanan jangka-panjang pada binatang menghasil. di atas). vertigo. Hidrokarbon Aromatik ifatik Terhalogenasi Benzena banyak digunakan karena sifat pelarutnya dan 1 . .1 ppm. sisitas dapat terjadi pada manusia yang terpajan karbon teregangan paru. kloroform. karbon tetraklorida. Gejala dini intoksikasi benzena kronik gangguan ingatan dan neuropati perifer. akibat pajanan hidrokarbon terhalogenasi' Penatalaksana- gen Oksida. pansitope- ngat bervariasi. mual. akibatnya. meskipun potensi relatifnya sa. PELARUT 2. nyeri kepala. Tabel 57-1 untuk nilai ambang batas yang dianjurkan. benzena. Beberapa efek O. Pajanan sekitar 0. dan koma. atau otak dan pajanan agen tersebut. pons paru terhadap O. Karbon tetraklorida merupakan zat pembentukan radikal bebas reaktif. Pajanan kadar yang lebih besar dari 3000 ppm kloroetilen). sifat fatal. Lihat dapat menyebabkan euforia. pada tahap perkembangan dini tampaknya paling sensitif tesi. kan pada tikus dan mencit. Hidrokarbon Al sebagai zat antara sintesis zat kimia lainnya. Dugaan ini perlu di. Tidak ada terapi spesifik untuk intoksikasi akut Or. kloroform.1. prostat. kloroform merupakan agen yang paling nia.1-trikloroetan (metil kloroform). Tatalaksananya bergantung Terapi pada tindakan terapeutik yang diterapkan pada iritasi Tidak terdapat terapi spesifik untuk intoksikasi akut paru dalam dan edema paru nonkardiogenik (lihat Nitro. Anjuran nilai Agen ini banyak digunakan sebagai pelarut dalam bidang ambang batas 2005 disajikan pada Tabel 57-1. merupakan respons yang dinamik. nyeri substernal. Akibat penggu- bronkokonstriktor juga diamati. Data epidemiologis menunjuk- yang digunakan pada beberapa upaya pembersihan lemak kan adanya hubungan antara pajanan benzena kronik dan menyebabkan neuropati perifer. Hiper-responsivitas dan inflamasi saluran udara ditentukan. an bergantungpada sistem organ yang terlibat. kelelahan.1-trikloroetan hilangnya nafsu makan). leukopenia. akan terjadi perubahan penelitian terhadap pajanan seumur hidup yang dilaku- ketajaman penglihatan. peningkatan insidens leukemia pada para pekerja. dan selama 10-30 menit menyebabkan iritasi dan kekeringan tetrakloroetilen. pekerja tidak menemukan kaitan antara kanker payudata. dan dispnea. tetda' mungkin agak tidak jelas (nyeri kepala. keru. pajan pada kadar di atas 1 ppm. tetrakloroetilen (per. sangatlah besar dalam hal potensi efek karsinogenik pa- nik. trikloroetilen. Bronkitis kro. atau trombositopenia dapat terjadi. hati. fibrosis. masalah lokomotor. dan trikloroetilen. anemia aplastik.8 panjang zat-zat ini pada kadar yang rendah masih harus ppm. Namun. pada volume alun (tidal ztolume). Pajanan kronik tetrakloroetilen dapat menyebabkan terhadap benzena. dan perubahan emfisematosa janan rumah tangga terhadap kloroform atau kadar tri- telah dilaporkan pada berbagai macam spesies yang ter. dan derajat keparahan lesinya bergantung pada jumlah ga menandakan bahwa toksisitas O. cedera langsung dan respons sekunder terhadap cedera pankreas. Pajanan kronik benzena dapat menyebabkan efek tok- sakan hati. pat diperkirakan. Gas ini menyebab. dan agen pem. se- Perubahan morfologis dan biokimiawi merupakan hasil mentara kaitannya dengan kanker rongga mulut. kloroetilen yang relevan di lingkungan. PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 971 mencukupi. pada pajanan okupasional tetrakloroetilen terhadap para Penelitian pada hewan mengindikasikan bahwa res. trikloroetilen. benzena yang toksik adalah depresi sistem saraf pusat. Sel sumsum tulang poten dan dahulu banyak digunakan sebagai agen anes. dan 1. Potensi efek pajanan jangka- Fungsi paru terganggu pada kadar yang melarnpaui 0. Data awal. Tidak terdapat terapi spesifik untuk efek toksik akut Pada hewan percobaan laboratorium. logenasi menyebabkan depresi sistem saraf pusat. dan kardiotoksisitas dalam sik yang sangat bera| efek yang paling signifikan adalah berbagai tingkatan. Zat yang termasuk golongan ini meliputi karbon Pajanan sebanyak 7500 ppm selama 30 menit dapat ber- tetraklorida. di atas 0. bersih.1. menyerupai efek radiasi sehing. atau paru tampaknya juga tidak mungkin. dan pat temuan yang mengisyaratkan bahwa 1. Zat ini merupakan depresan sistem kerusakan sumsum tulang yang tersembunyi dan tidak da- saraf pusat pada manusia. bronkiolitis. kerusakan ginjal.

Efek kronik akibat pajanan toluena berlanjut dengan konvulsi. Namun.0001 Klordan 4 0.008 Lindan 4 0. Pada penggunaan DDT. dan golongan 5 = 5-50 mg/kg. Toksikologi Lingkungan dapat perbedaan kuanbitatif yang penting antara berbagai Insektisida organoklorin dianggap merupakan zat ki- macam turunan. kan eksitabilitas neuron. Tabel 57-2. senyawa lain.0005 Dieldrin 5 0. Transpor ion kalsium dihambat.0001 Toksafen Toksafen (campeklor) 'Angka toksisitas: Kemungkinan dosis oral yang letal bagi manusia untuk golongan 3 = 500-5000 mgikg. Pada suatu pene- Agen ini biasanya digolongkan rnenjadi empat kelornpok: litian epidemiologis yang besar. tidak menyokong adanya hubungan positif. Tiap senyawa berbeda nyelidiki hubungan antara kadar DDE dan DDT dalam dalam hal biotransformasi dan kapasitas penyimpanan jaringan adiposa payudara dan risiko kanker payudara dalam jaringan. kulit sangat efisien. sementara adsorpsinya buruk manusia secara kualitatif serupa. Toksikologi Manusia keberadaan materi organik memudahkan adsorpsi zat Efek toksik akut berbagai insektisida organoklorin pada kimia ini ke partikel tanah. sementara penyerapan dieldrin lewat dibandingkan dengan insektisida lain. 1984. DDE. dan toksafen (Tabel 57-2). Senyawa tersebut dapat diserap lewat kulit atau melalui inhalasi atau ingesti oral. benzena l-reksaklorida. dan bioakumulasi. khususnya di ekosistem air. diamati dengan baik. pada kebar-ryakan neuron. Efek utamanya adalah perang- banyak 800 ppm dapat menyebabkan kelelahan berat sangan sistem saraf pusat. jangka waktu lama pada hewan percobaan di laborato- laru t Iain. DDT dalam larutan diserap dengan miawi yang persisten. hasil rupakan senyawa aril.000 ppm dapat menyebabkan penurunan mungkin merupakan manifestasi utama. lalu berkorelasi. Namun. dapat tereksitasi dan rnenyebabkan cetusan berulang cepat toksik benzena ataupun menyebabkan leukemia. heksaklorosikloheksan) 4 0. Bukti adanya efek karsinogenik pa- 1. Keempatnya me.0001 Heptaklor 4 0.) . Tidak terdapat terapi spesifik untuk kenaan dengan pajanan terhadap beberapa pelaru! bukan keadaan intoksikasi akut sehingga penatalaksanaannya hanya toluena. kejang sering kali muncul sebagai tanda nusia mengenai efek zat terhadap perilaku biasanya ber. Benzena heksaklorida Benzena heksaklorida (BHC. = . rium menyebabkan meningkatnya tumorigenisitas. Agen-agen ini meng. Namun. terbatas. di tanah berpasir. ter. sementara pada penggunaan jangka-panjang tidaklah jelas karena penelitian pada ma. toluena merupakan suafu depresan sistem saraf pusat. tremor dan ataksia. golongan 4 = 50-500 mg/kg.008 Siklodien Aldrin 5 0. lnsektisida organoklorin. Serupa dengan l-ral ini.972 I BAB57 Toluena (metilbenzena) tidak memiliki sifat mielo.005 Metoksiklor 3 Tetraklord ifen iletan (TDE) 3 1'. kemungkinan kesadaran yang cepat. pertama intoksikasi. lnsektisida Organoklorin da manusia masih belum ditetapkan. metabolit utama DDT.ADl acceptab Ie daily intake (mg/kg/hari). toksisitas dan penyimpanannya tidak se. materi tersebut tidak ganggu inaktivasi kanal natrium pada membran yang akan mudah terlepas. pada penelitian okupasional yang bersifat simtomatik. Kejadian ini memengaruhi repolarisasi dan rneningkat- Lihat Tabel 57-1 untuk nilai ambang batas. 10. Pajanan se. Setelah diadsorpsi. (Lihat Gosselin et al. dan ekstrapolasi pengamatan ini pada manusia masih diperdebatkan. Degradasinya cukup lambat jika buruk lewat kulit. karboksiklik. Mo- bilitasnya di tanah bergantung pada kornposisi tanah. hubungan antara risiko kanker payudara dan kadar serum siklodien. interaksi metabolik dan modifikasi efek toluena Pemberian jangka-panjang beberapa agan ini untuk belum diamati pada pekerja yang juga terpajan oleh pe. hidak dijumpai adanya DDT (klorofenotan) dan analognya. DDT dan analognya D i klorod ifen i ltrikloroetan (DDT) 4 0. belum terdapat kesepakatan mengenai potensi sifat karsinogenik INSEKTISIDA zat-zat ini. atau heterosiklik yang suatu penelitian kasus-kontrol yang dilakukan untuk me- mengandung substituen klorin.

Tanda dan gejala khas intoksikasi akut ditimbulkan oleh inhibisi enzim ini dan akumulasi asetilkolin. penggunaan pralidoksim tidak dianjurkan.01 rasi efek yang diamati pada senyawa organofosforus. Efek ini Insektisida organofosforus tidak dianggap sebagai pes- dan terapinya dijabarkan pada Bab 7 dan 8 dalam buku tisida persisten karena relatif tidak stabil dan terpecah di ini. Reaktivasi spontan kolinesterase tampak lebih cepat terjadi pascainhibisi kar- Parathion 0. antara aktivitas arilesterase yang rendah dan kompleks gejala neurologis pada veteran Perang Teluk.) 2ADl = acceptable daily intake (mg/kg/hari).lesi dan mengidentifikasi turunan organofosforus yang ber- lokal atau sistemis (lihat Bab 7 dan 54). lnsektisida Organofosforus Selain inhibisi kolinesterase-dan tidak bergantung pa- da inhibisi asetilkolinesterasi-beberapa agen ini mampu Agen-agen ini. tAngka toksisitas: Kemungkinan dosis oral yang letal pada manusia Insektisida karbamat dianggap merupakan pestisida untuk golongan 4 = 50-500 mE/kg. 1984. Pada manusia. neurotoksisilas lambat ini. Meskipun pendekatan klinis terhadap keracunan Parathion-methyl 0. mipafox. Hal ini menyebab- ini merupakan pestisida yang bermanfaat ketika berkontak kan terjadinya neurotoksisitas lambat yang ditandai dengan langsung dengan serangga atau ketika digunakan sebagai polineuropati. beberapa insektisida masih di. terdapat beberapa indikasi mengenai hubungan gunakan di negara tropis. Durasi Dichlorvos 0. tumbuhan dan memunculkan efeknya pada serangga OPIDP). (Lihat Gosselin et al. lingkungan. ttirklorinasi. khususnya jika dibandingkan organofosforus noninsektisidal. beberapa disajikan pada Tabel 57-3. PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 973 Karena dampaknya pada lingkungan. metamidofos. Namun. kar- Chlorfenvinphos 0. ayam betina sangat sensitif terhadap sifat ini dan yang memakan tanaman. tik. disertai timbulnya 2000. Toksikologi Manusia Gaya berjalan (galf) turut terkena dampaknya.005 antar dosis yang menyebabkan intoksikasi minor dan Leptophos yang menyebabkan kematian lebih besar pada karbamat Malathion 0. Sebagai suatu golongan.02 ketimbang pada agen organofosforus. psikologis dalam durasi yang bervariasi.005 melalui karbamoilasi situs esteratik. penggunaan in.002 seperti yang dijelaskan pada insektisida organofosforus. Tabel 57-3. dan dapat Pada mamalia serta serangga. Senyawa ini di- potensi neurotoksik. telah dikaitkan sektisida organoklorin telah sangat dikurangi di Amerika dengan pajanan insektisida ini dalam kadar tinggi. Insektisida Karhamat Senyawa ini (Tabel 57-4) menghambat asetilkolinesterase 0. Perubahan fungsi neurologis dan kognitif. di- memfosforilasi enzim lain yang terdapat dalam jaringan gunakan untuk memerangi berbagai macam hama. saluran napas dan gastrointestinal. terkait dengan paralisis dan degenerasi akso- obat sistemis tumbuhan. Batas pajanan okupasional inhalasi manusia triklorforu leptofos. agen ini dimasukkan ke dalam nal (organophosphorus ester-induced delayed polyneuropathy. lanjut. beberapa Toksikologi Lingkungan agen juga memiliki aktivitas kolinergik langsung. Bio- penggunaan triortokresil fosfat (TOCP). Jarak Fenitrothion 0. golongan 5 = 5-50 mgrkg.004 efek klinis akibat karbamat lebih singkat ketimbang du- Dimethoate 0.005 bamat. . 3. serta gejala lingkungan. Agen saraf. Efek dan terapi zat ini dijabarkan pada Bab 7 dan8. Oleh sebab itu. Polineuropati biasanya dimulai dengan rasa terbakar dikaji ulang oleh Storm dan para kolaborator pada tahun dan kesemutary khususnya di kaki. Lebih Utara dan Eropa. Tidak ada terapi spesifik untuk bentuk inhibisi asetilkolinesterase melalui fosforisasi situs estera. suatu senyawa transformasinya cepat.01 nofosfat. efek utama agen ini adalah timbul ataksia. dan trikloro- yang dianjurkan saat ini untuk 30 pestisida organofosfat nat. kelemahan motorik beberapa hari kemudian. lnsektisida organofosforus. telah diamati dan diper- dengan angka biotransformasi insektisida hidrokarbon kirakan terjadi pada penggunaan insektisida diklorvos. agen ini dianggap berdampak kecil pada lingkungan meskipun memiliki efek akut terhadap organisme. dan nonpersisten dan hanya sedikit berdampak terhadap golongan 6 = < S mgfkg. 2. Beberapa agen digunakan dalam terbukti sangat berguna untuk mempelajari patogenesis pengobatan manusia dan hewan sebagai antiparasitik .002 bamat memiliki silat toksik terkait inhibisi enzim ini Diazinon 0. neurotoksisitas pada serap lewat kulit. yakni esterase target neuropati.02 karbamat serupa dengan pendekatan klinis untuk orga- Trichlorfon 0. Gangguan sensorik dan motorik dapat meluas ke tungkai dan tangan.

Ter- reaksi dengan reseptor asetilkolin membran pascasinaps dapat bukti terbatas yang menyatakan bahwa pajanan (ganglia simpatis dan parasimpatis. Parakuat terakumulasi secara tisida piretrum tidak terlalu bersifat toksik bagi mamalia. dan klorida pascapajanan oral terjadi akibat iritasi saluran cerna (he- . Pajanan okupasi berat terhadap Dimetilan piretroid sintetis di Cina menimbulkan efek yang nyata lsolan terhadap sistem saraf pusat.ADl acceptab/e daily intake (mg/kg/hari). serta pe- Aminokarb ntobarbital dan mefenesin dapat berrnanfaat.5-T. rotenon. perlahan di paru melalui proses aktif dan menyebabkan Ketika diserap dalam jumlah cukup. khususnya 2. Sekitar 30% dari tunggal herbisida menjadi spesies radikal bebas.4. dan rinitis dapat pula timbul. Insek.*D). cepat diserap dari kulit.5-T).3. namun. Ietal bagi manusia (baik secara tidak sengaja maupun ester ini mengalami biotransformasi yang ekstensif. absorpsi dari kulit tidak bermakna. alveolitis. Profil toksikologik agen-agen ini. khususnya dermatitis Karbofuran 0. tanda disfungsi hati dan ginjal juga telah dilaporkan. Lonchocarpus utilis. Parakuat adalah agen terpenting dalam golongan ini (Gam- Piretrum terdiri atas enam ester insektisida yang bar 57-"1). Pada manusia. reseptor benzodiazepin tipe perifer diperkirakan menjadi target ester-ester ini. dan paralisis Pada manusia. dan golongan 6 menghancurkan guhna (Gambar 57-1). = mungkinan dosis letal bagi manusia untuk senyawa terse- but masing-masing. kelernahan otot dan hipotonia nyata dapat berta- nikotin. Agonis kanal klorida. Terapi biasanya bersifat simtomatik. Insektisida Botani koma dar-r hipotonia otot umum.7. Antikonvulsan tidak selalu Aldikarb efektif. yakni ivermektin. Nikotin cepat dapat timbul koma. kalsium. Beberapa intoksikasi yang atau ingesti. Parestesi kutaneus telah diamati pada pekerja pe- Dimetan nyemprot piretroid sintetis. piretrin II. bergerbang-tegangan serta.4.4-D dosis besar dapat menimbulkan 4. membingungkan karena terdapat kontaminan kimiawi nekan kejang. termasuk kejang. 1984. Konjungti- vitis. Dosis toksik katan risiko limfoma non-Hodgkin. taut neuromuskular). dan nyata. tanda dan gejala pertama yang timbul tetanik dapat timbul. faringitis. timbul di sistem saraf pusat.4. daun kering Nicotiana tabacum danN rustica. eksitasi. cinerin tanaman dan binatang dan melibatkan reduksi elektron- I. Kerusakan Karbaril 0. dan piretrum. Pada keadaan yang Insektisida yang berasal dari sumber alamiah meliputi )arang. bunuh diri) telah dilaporkan.2. alkaloid bebasnya.) masing-masing senyawa ini adalah 4 atatt 3 sehingga ke- . dan fibrosis progresif. Angka toksisitas = < 5 mg/kg.Ftriklo- Zektran rofenoksiasetat (2. (dioksin) yang dihasilkan selama proses pembuatan (lihat Rotenon (Gambar 57-1) diperoleh dari Derris elliptica. oleh blokade transmisi.01 yang paling sering dilaporkan terjadi pada manusia diaki- batkan oleh sifat alergenik zat ini.8-T etr akloro dibenzo-p-dioksin (TCDD) ada- mallaccensis. asam 2.974 I BABsT Tabel 57-4. Methomil Propoksu r 0.5-T. cinerin II. dan garam serta estemya meru- lAngka toksisitas: Kemungkinah dosis oral yang letal bagi manusia pakan senyawa utama herbisida yang digunakan untuk untuk golongan 4 = 50-500 mg/kg. dan L urucu. efek toksik terutama edema paru. kejang.02 HERBISIDA Piramat 1. Ester. 2. non per oral menimbulkan iritasi saluran cerna. lnsektisida karbamat. Herbisida Klorofenoksi Pirolan Asam ttl-diklorof enoksiasetat Q. dan jasmolin II. Terapinya bertujuan untuk menjaga tanda vital dan me. (Lihat Gosselin et al. adalah50-500 atau 500-5000 mg/kg. Angka insektisida yang digunakan di seluruh dunia merupakan toksisitasnya 4 sehingga kemungkinan dosis letalnya bagi piretroid sintetis. Pada hewan percobaan di laboratorium.4. Pada penggunaan2. 2. Herhisida Bipiridil Terapinya bersifat simtomatik. bukti adanya menimbulkan perangsangan yang dengan cepat diikuti sarkoma jaringan lunak masih belum terlalu jelas. D bawah). Mekanisme kerjanya dianggap serupa dengan telah dikenal: piretrin I (Gambar 57-1). jasmolin I. tetapi disfungsi ototnya kurang diserap dari permukaan mukosa. dermatitis. golongan 5 = 5-50 mg/kg. tanda- bukan garamnya. Nikotin be. Ingesti rote. Kanal natriurn. lah kontaminan yang paling penting. okupasi terhadap herbisida fenoksi menyebabkan pening- yang menghasilkan depolarisasi membran. Piretrum dapat diserap pascainhalasi manusia adalah 50-500 mg/kg.01 kontak. Efek ini dijabarkan pada Bab 7. Nikotin diperoleh dari han selama beberapa minggu.

.\- 1=\ i 11 !il_/" cl\Z\ 0-cH2-cooH I Dichlorodiphenyltrlchloroethane (DDT) lil \-.r-. Bifenil Karena toksisitas paru yang lambat ini. pengembang pascaabsorpsi. Pasien memerlukan observasi jangka- rapa hari te4adi toksisitas yang tertunda. Interval antara POLUTAN LINGKUNGAN ingestinya dan kematian dapat mencapai beberapa minggu' 1 Terpol iklori naii . Lavase Bifenil terpoliklorinasi (PCB./ T o-cH3 GI 2. pada tahun 1977. Penggunaan dan 50% kasus. terapi hanya berhasil pada kurang dari poles (wax extender). Struktur kimiawi beberapa herbisida dan pestisida terpilih' ?natemesis dan tinja berdarah). ginjal. dan pemadam api.8-Tetrachlorodibenzodioxin (TGDD) . Akan tetapi. pascaingesti. Sayangnya. bifenil koplanar) telah lambung. penggunaan katartik.4.7.. plasticizer. A ll I4*. hantar panas dan dielektrik.4. ngestif serta proliferasi selular yang luas. dalam bebe.4'D) 0 cH2 CoOH t'-. Terlihat juga keterlibatan hati... pembersihan se- gera parakuat dari saluran cerna harus dilakukan. Oksigen harus digunakan secara hati-hati pembuatannya dalam bidang industri di AS dihentikan untuk melawan dispnea atau sianosis karena dapat mem. perburuk lesi paru.5'T) H3C. C:C HH HaG /\ H Pyrcthrin I Gambar 57-1.CH3 9 n /'\ X cool1-.. PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 975 Paraquat dichlorido 2.4-Dlchtorophenoryacetic acid (2. disertai distres panjang karena fase proliferatif ini muntul 1-2 minggu pernapasan dan timbulnya edema paru hemoragik ko.3. dan miokardium. cl I I cHs cl RotEnone 2.5-Trichlorophenoxyacetic acid (2.'-6s-6H:cH2 t"\.-Z\ I lll \-. senyawa ini tetap bertahan . . dan penggunaan adsorben digunakan untuk berbagai tujuan sebagai cairan peng- untuk mencegah absorpsi lebih lanjut telah dianjurkan.

me. Zat kimia ini menyerupai. epidermal. Metabolismenya buruk homolognya yang mengandung klonn 12-68%. Saat ini diketahui bahwa minyak untuk terpaian TCDD) terutama terdiri atas dermatitis kontak memasak yang terkontaminasi tidak hanya mengandung dan klorakne.4. Bebe- Dibervo-p-dioksin terpoliklorinasi (PCDD) atau rapa pemadam api terbrominasi saat ini sedang diselidiki. reptil dan invertebrata laut telah dijumpai. menyerupai estrogen atau antiandrogenik. Banyaknya bukti yang didapat dari pene. Efek yang dijumpai pada pekerja' kembangan anak dari perempuan yang keracunan PCB yang terlibat dalam pembuatan2. Analisis in vitro sendiri tidak liputi beberapa dibenzofurans terpoliklorinasi (PCDF) dapat diandalkan untuk tujuan pengaturannya sehingga dan bifenil koplanar. beberapa konsLituen tanaman (fitoestrogen) dan beberapa tuasi ketika makanan terkontaminasi oleh kongener PCB mikoestrogen serta zat kimia dalam industri. imunotoksisitas. kontaminan Efek PCB sendiri terhadap reproduksi dan perkem. Di lain pihak. TCDD dalam herbisida ini dapat berperan menimbulkan bangan. masih belum dipastikan sarkoma jaringan lunak. efek. hepatotoksisitas. . PCDD dan PCDF merupakan produk Terjadinya modifikasi respons endokrin pada beberapa samping yang tidak diinginkan. kungan cukup mendapat sorotan karena sifatnya yang kan terjadi. Ter- kongener yang anggota terpentingnya adalah 2. dan sangat resisten terhadap degradasi lingkungan. pada manusia-baik pada pekerja maupun pada populasi umum-meskipun beberapa orang telah terpajan PCB 2. yang dijurnpai di lingku. Seperti PCB. Selain itu. dioksin telah disebutkan sebelurnnya sebagai kelompok kemungkinannya sebagai pengganggu endokrin. serta efek karsinogeniknya. dijumpai pada manusia. atau menghambat efek hormon. secara komersial. dan penghantar yang mengandung PCB (penyakit yusho). yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. terdapat zat-zat tersebut di lingkungan. Produk PCB yang dahulu diperdagang. beberapa kelainan peningkatan sarkoma jaringan lunak dan herbisida di- hati. tetapi efeknya tidak serupa satu sama lain. Makanan berbagai macam efek toksik. hiperpigmentasi). kebanyakan efek ini tidak Terjadinya kemungkinan efek terhadap janin dan per. khususnya berkadar tinggi. Beberapa efek simpang Efek bahaya potensial beberapa zat kimia di iing- terhadap perilaku anak berusia G1 tahun telah dilapor. karsinogenisitas. kecuali pada si. Zat kimia ini meliputi dikit berbahaya bagi kesehatan manusia. Zat ki. 975 I BABsT di lingkungan. dan kuaterfenil terpoliklorinasi (PCQ). folikulitis. seluruh dunia. zat kan sebenarnya merupakan campuran isomer PCB dan kimia ini sangat stabil dan lipofilik. dan potensi toksisitasnya. Senyawa yang Hubungan antara pajanan PCB pranatal dan penurunan memengaruhi fungsi tiroid juga menjadi persoalan. Pada pasien yarlg mengalami intoksikasi PCB tetapi juga dibenzofurans terpoliklorinasi (PCDF) TCDD berat. Namun.5-T dipercaya berperan besar me- efek merugikan yang awalnya diperkirakan timbul akibat nimbulkan toksisitas lain yang terkait dengan herbisida ini PCB saat ini diduga terutama disebabkan oleh kontami. Namury bukti hubungan antara ruam. kelompok senyawa seperti-dioksin yang lebih besar. dan pengujian zat yang lahir dari ibu yang banyak memakan ikan yang kimia untuk memeriksa sifat tersebut telah berkembang di terkontaminasi. adanya bioakumulasi. pada manusia. perubahan beberapa bulan-terjadi di ]epang pada tahun 1968 aki. seperti DDT dan PCB. hanya timbul klorakne. hubungan kausal antara pajanan agen lingkungan tidak sempurna. Akibatnya. Pengganggu Endakrin dalam kadar yang sangat tinggi. Terdapat beberapa temuan epidemiologis nan lain.4. limfoma non-Hodgkin. yang diberikan pada dosis yang sesuai menghasilkan mereka terbioakumulasi dalam rantai makanan. Konbarninasi PCDD dan PCDF terhadap spesifik dan efek simpang terhadap kesehatan akibat mo' lingkungan global dianggap mewakili masalah rnodern dulasi endokrin belum dipastikan. eritema. yang menandakan adanya hubungan antara pajanan oku- nya telah menunjukkan beberapa tanda klinis: masalah pasi terhadap herbisida fenoksi dan tingginya insidens dermatologis (klorakne.V dapat kekhawatiran karena meningkatnya kontaminasi tetraklorodibenzo-p-dioksin (TCDD). dan sangat resisten terhadap degradasi lingkungan. termasuk sindrom pelisutan merupakan sumtrer utama residu PCB pada manusia. kekeiingan. stabil dan lipofilik. pada ngan sebagai kontaminan akibat proses pembakaran yang manusia. Sementara PCB dahulu digunakan penelitian terhadap binatang sangat penting dilakukan.5-T (sehingga dianggap telah dilaporkan. dimetabolisasi secara Pada binatang percobaan di laboratorium. anggap masih belum jelas. efek terha- bat kontaminasi minyak untuk memasak dengan media dap reproduksi dan perkembangary teratogenisitas. miawi ini sangal. proses prioritisasi. meningkatkary litian pada manusia menyatakan bahwa PCB hanya se. hiperkeratosis. dan peningkatan kadar trigliserida plasma. agen organoklorin persisten.7. Pekerja yang terpajan oleh PCB di tempat kerja.3. atrofi timus. TCDD dalarn 2. skrining. (penurunan berat badan yang hebat clisertai penurunan Pajanan serius terhadap PCB-yang bertahan selama massa otot dan jaringan adiposa). Sejak fungsi intelektual anak digambarkan terjadi pada anak tahun 1998. TCDD buruk. Untungnya.

84:1. Doull J: Occupational exposure limits for 30 Hamm JI. Liss GM. 2'd ed. Kavlock RJ: Uncertainties for endocrine 1994. McGraw-Hill. 6. Lavin AL. Toksikologi dan Ekotoksikologi Lingkungan MacMahon B: Pesticide residues and breast cancer? J Natl Cancer Inst1994. Gosselin RE.22:985.L45:L. Environ Res 1994. . Robertson LW: Carcinogenicity of polyhalogenated biphenyls: PCBs and PPBs.91.40:467.2003. Wills MC: Peripheral sensory neuropathy Jorgenson JL: Aldrin and dieldrin: A review of research on associated with 1. to chloroform. 1984. and epidemiology in the United Klaassen CD (editor): Casarett nnd DotLll's Toxicology.76:472. Burch MT: Critical review of the epidemio. toxicology. Geusau A et al: Severe 2. CRC Crit Rev Polusi Udara Toxicol 1990. organophosphate pesticides based on inhibition of red blood and non-ortho PCBs based upon consensus toxic equivalency ccll acetylcholinesterase.1. Jacobson JL. Olson KR et al (editor).17L:774. Ecobichon DJ. black and Asian women. Natl Cancer Inst 1994.51. Toxicol Sci ZhengT et al: DDE and DDT in breast adipose tissue and risk of 2003. 1):11. Smith RP. Raub JA et al: Carbon monoxide poisoning-a putrlic health 2"red.106(Suppl .5'h ed. perspective. Machemer LD. Bimbaum l.21. Am j Public ts1ea1th1994. Toxicol Rev 2005.3. Rozman KI(. Ellenhorn MJ: Ellenhorn's Medicnl Toxicology. Arch Environ Health their producfion. Jacobson OF.992. Kao iW. Environ Health Persp 2000. 2001. Toxicol Rev 2005. Haley RW et al: Association of low PON1 type Q (type A) arylesterase aclivity with neurologic symptom complexes in Toksikologi Okupasi Gulf War ve terals. lene and cancer.73:433. Pickel M: Carbamate insecticides.1 09:8b5. accumulation.S: A mixh-rre of dioxin.74:245. 1.ologicnl Diseases.:211.51:523. Toxicology 2000. Persp 2001.866.5'h ed. Storm JE.1. CRC Crii Rev Toxicol 7995. Birk T. DeSesso JM: An assessment of the car. Pharmacol Ther 2006.6:575.171:3. problem? An update. environmental deposition and fate.. prospective study among white. House RA. Emerg Med Safe SH: Endocrine disruptors and human heaith-is there a Chn North Am 2004. Environ Health phate pesticide poisoning. Birnbaum LS. Occup Environ Health 1994.7 . Buckley A et al: Hyperbaric oxygen for carbon monoxide poi- Kimbrough RD: Polychiorinated biphenyls (PCBs) and human soning: A systematic review and critical arralysis of the health: An upclate.84:731. 2002. CRC. Jacobson SW: Associationof prenatal exposure to an environmental contaminant with intellectual function in Toksikologi Klinis childhood. factors produces dioxin-like reproductive ef{ects. Neurotoxicology Folinsbee LJ: Human health effects of air pollution.1994.20:440.109(Suppl 1):113. PENGANTAR TOKSIKOLOGI: OKUPASI & LINGKUNGAN I 977 REFERENSI Silberhorn EM.86:589. Krieger N et al: Breast cancer and serum organochlorines: A Mundt KA. furans.65:172. 1997. Sabapathy NN: Quaternary ammonium compoulds. Environ Health Perspect 2001. Toxicology estrogens. Toxicology 2000 .:196.112:9.33. risks of pesticides: A historical overview.9-tetrachlorodibenzo-p-dioxin (TCDD) Sieenland K et al: Chronic neurological sequelae to organophos- intoxication: Clinical and laboratory effects. Human Williams & Wilkins. Crisp TM et a-1: Environmental endocrine disruption: An effects assessment and analysis.150:453. J Toxicol Clin Toxicol 2002. Joy RM (editor): Pesticidts and New. int Arch Occup Environ }J:ealil:. Perspect 1993.:29. 1994.dants: Cause for Morrison HI et aI: Herbicides and carrcer. Environ Health Persp 1998.150:1. Bumett RT et al: Effects of low ambient levels of ozone and Pestisida & Herbisida sulfate's on the fi'equency of repiratory admissions to Ontario Ecobichon DJ: Our changing perspectives on benefits and hospitals.57 :227 . States. Toxicol Appl Pharmac al 7999. J logical literature on occupational exposure to perchloroethy.24:37. drsrupters: Our view on progress.2006. J Toxicol Environ Health A 2002. Lotti M. Int Arch Occup Environ Health 2000.1-trichlorethane. heaith and metabolism.108:487. Glauert HP. Bolt HM: Endocrine disruptors: Update on xeno. Hill. female breast cancer. lmplications for cumulative risk assessment.h ed. Chen CY. Toxicology Daston GP.97:93. Environ Health 2000.100:45. Lippincott cinogenic potential of trichioroethylene in humans. Hodge HC: Clinical Toxicology of Cotftlnercial L€vesque B et al: Cancer risk associated with household exposure Products. McGraw- Schecter A: Dioxitts and Health. bio- 1994. Moretto A: Organophosphate-induced delayed poly- Ukai H et a-1: Occupational exposure to solvent mixtures: Effects on neuropathy.Ray DE.74:182. Fry JR: A reassessment of the neurotoxicity of pyrethroid insechicides.24:75. evidence. Nanagas KA: Carbon monoxide poisoning. Poisortirtg €t Dng Orerdose. Plenum.65:489. J Natl Cancer Inst concem? Environ Health Perspect 2O04. Am J Epidemiol 1999. Staska DF: Brominated flame retar. Williams & Wilkins. Cook JC.25:1. Toxicology 1994. Ecol Risk Assess 2000. Soderlurrd DM et al: Mechanisms of pyretJrrold neurotoxicity: Degen GH. Toxicol Sci 2003.86:572.

. dapat tergabung ke dalam tulang rangka. defisiensi besi. terinasuk clalam produksi plasenta sehingga berpotensi membahayakan janin.ftning). air. MD.r:r'. pemurnian (re. Jika dirunut-runut. Ki- aki.trt:i. aioi logam. melalui saluran napas dan cerna. in. menyerap sekitar 10-15% timbal yang diingesti.i. dan makanan. bersama dengan perbaikan kondisi tempat kecil diekskresi rnelalui empedu.va tjmbal tnemiliki tin'rbal dalam tubuh sebagian besar orang dewasa tersim- eiek simpang subklinis sainar terhadap fungsi neuro. kaca. diserap dengan baik siderr intoksikasinya tetaplah bermakna dan kebutuhan melalui jalur ini. misalnya bensin antiknock bertimbal.i. solder. Terdapat diserap.i*t. ke- kerja. sementara logam lainnya seperti timbai ter. tetap terdapat kekhawatiran yang cukup segera diekskresi. dan gonad. Penyerapan debu timbal melalui saluran akan tindak Frencegahan dan terapi efektif tetaplah tinggi. dengan waktu-paruir sekitar 1-2 bulan. plastik dan keramik. napas merupakan penyebab tersering keracunan dalam Bila terjadi intoksikasi. dar-r penggu. sebagian besar terdiri atas darah dan rena distribusi antropogenik timbal dalam udara.:ti.]]'lii:. tapi pada umumnya.*S*!ltr:.::tl::i]. tapi senyawa timbal organik. timbal tetap banyak teum tulang. otot. timbal pada pajanan di luar industri (Tabel 58-1). Sekitar 70% timbal yang penggunaan lainnya. sementara anak usia muda menyerap hingga 50%. Obat kelator dibahas dalam bagian dua bab sifat senyawa timbal..:. hati. telah sangat menurun clalam 3 dekade terakhir tulang rangka. kemudian ke permukaan subperios- Meskipun Lrahayanya telah cliketahui.r dunia.:.il. rambut. dengan diketahuinya berbagai macam dengan buruk melalui kulit. timbal TIRNtsAL terikat pada eritrosit dan awalnya terdistribusi secara Keracunan timbal n'rerupakan salah satu perrvakit akibat luas di jaringan lunak seperti sulnsum tulang. rnultikompartemen. dapat digunakan molekul kelator industri.t:rl. belum ditetapkan batas aman pajanan timbal.1i. kulit. Michael J. dan jaringan lunak. Tirnbal tidak tulang rangka secara larnbat dapat meningkatkan kadar 978 . dengan waktu-paruh mencapai beberapa akibat menurunnya penggunaan timbal dalarn bensin dan tahun hingga beberapa dekade.. Pada organ target yang kehidupan.1.ir. Timbal juga melintasi digunakan dalam perdagangan. Fraksi timbal yang tidak secara llyata. telah menurunkan insiden keracunan lirnbal berat ringat. yang terjadi di mar-ra-mana ka. penting seperti sistem saraf pusat yang sedang berkem- dapat pada semua organisme tapi tidak memiliki manfaat bang. otak. Setelah diserap dari saluran napas atau cema. Paparan netik pembersihan timbai dari hrbuh mengkuLi model tirnbal pada lingkungan. biologik yang bermakna.i::t:i. dan air susu dari payudara. Pada pasien dengan kandung- kognitif dan tekanan darah prada kadar limbal darah yang an timbal dalarn tubuh yang tinggi. Rendahnya kal- )rttii::iil::ir. Saluran cerna merupakan jaiur utama masuknya (d.:. Besarnya nya unfurk mengikat logam dan rnemfasilitasi ekskresinya penyerapan melalui saluran cerna bervariasi menurut dari tubuh.$Jz:. pelepasan timbal dari dahulu dianggap "norrnal" atau "aman". dan ingesti timbal pada ili: TOKSIKOLOGI I-OGAM BERAr keadaan lambung kosong dapat meningkatkan penyerap- an timbal.Kosnett. ginjal. yaihr sekitar separuh dari tirnbal yang nyata mengenai pajanan timbal kadar-rendah. bahaya yang ditimbulkan oieh logam berat saat ini. 90% banyak bukti yang menunjukkar-r bahr. beberapa dari penyakit tertura yang diderita oleh manusia ternyata Farmakokinetik disebabkan oleh keracunan logam berat yang terjadi di Timbal anorganik diserap secara perlahan tetapi konsisten pertambangan logam.'j1lii*Ikti'liiillii* siurn dalam diet. "cakar") atau prnduk biotransformasi in vivo.ari cheln. MpH Beberapa logarn seperti besi rnen-riliki arti penting dalam bermanfaat bagi tubuh manusia. lalu ke matriks tulang.. pan dalam tulang rangka. Bahkan. orang dewasa ini. Meskipun parameter kesehatan ma. kerja dan lingkungan yang paling tua di seiurul. dieliminasi terdapat dalam urine. dan sisanya yang lebih syarakat ini. Timbal anorganik diserap naaru1ya. kuku.

sikasi timbal yang nyata.Llg. ssP gingivosto. akrodinia. neuropatiperifer.!:ill Organik: alkil. Saluran cerna. kulit Sangat terikat Gastroenteritis: mengubah pada kulit._. terutama hati. ginjal). saluran jaringan lunak syok. Jaringan lunak. dan pengubahan struktur membran dan imobilisasi berkepanjangan. menyebabkan terjadinya intok. Toksikologi senyawa arsenik. saluran sewaktu lahir enzim. Kandungan timbal dalam tulang A. khususnya kalsium. Penelitian epidemiologik me- Farmakodinamik nunjukkan bahwa kadar timbal darah yang kurang dari 5 Timbal memiliki efek toksik multisistemik yang diper. aritmia. mcg/dL dapat menyebabkan timbulnya defisit subklinis antarai oleh berbagai macam cara kerja. dan merkuri terpilih. feses dan air susu anorganik ke tulang anemia. nefropati. timbal. Jaringan lunak. membran efek 55P (arang) ll:. Nekrosis Menghambat Urine Hg. Arsenik Garam arsenik Saluran Sebagian besar Kardiovaskular: Menghambat Metilasi. perilaku (eretisme). kation esensial. (sedikit) kandungan toksisitas mengubah struktur dalam tubuh reproduktif membran orang dewasa) Organik saluran Kulit. Anorganik: Saluran cerna. anorganik cerna. mengubah (alkil. satu teknik yang memberikan pengukuran terbaik untuk Sistem saraf pusat janin dan anak usia muda yang masih penyerapan timbal kumulatif jangka-panjang. dan seng. berkembang menjadi organ target yang paling sensibif terhadap efek toksik timbal. oksida timbal napas d ired istri busi neuropati perifer. napas (sedikit) mikrotubulus. ekspresi gen tempat) Timbal 6aram dan Saluran cerna.. penyampaian sinYal rambut._.. seperti pada hipertiroidisme atau redoks selular._. neuropati feses (sedikit) perifer. Feses ari I kulit. struktur neuronal pascadeasilasi. Jaringan lunak Defisit 55P. enzim. pneumonitis (dosis- ueql . hepatik (cepat) + (utama). Ensefa lopati Dea lkilasi Urine dan feses (timbal saluran cerna. Jaringan lunak Efek S5B defek Menghambat Deasilasi. matitis. enzim. mengganggu keringat dan permukaan hati. INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 979 Tabel 58-1. termasuk inhibisi fungsi neurokognitif pada anak usia muda yang terpajan . enzim. besi. mengubah toksik). SSP: tremor. reseptor sel. membran Urine (utama). pansitopenia. enzim. Menghambat Unsur Hg diubah terutama ginjal. urine (H92. Menghambat Ginjai (utama). sed ik it) timbal darah selama beberapa tahun setelah pajanan ber. fungsi enzimatik. gangguan status tinggi dan patologik. fosforilasioksidatif. mengganggu dari PaYudara rangka (>9070 hipertensi. kuku kanker (di banyak sel. Ginjal (utama).9'. gangguan terhadap efek kation esen- henti. keringat tetraetil) napas 55P trialkilmetabolit (sed ikit) (lambat) + terdisosiasi menjadi timbal Merkuri Unsur merkuri Saluran napas Jaringan lunak. mengubah menjadi Hg". napas (semua (tertinggi pada SSP: ensefalopati. utama). Hg'?t g a stroe nte r i ti s. Srsreru Snnnp telah dihitung menggunakan fluoresensi sinar-x noninvasif. feses(sedikit) mukosa). secara keadaan peremajaan (h'rmoaer) tulang yang sial.(kurang kulit (minor) terutama ginjal tubular akut.

yang dirancang dengan baik akhir-akhir ini mendeteksi riasi antarindividu yang luas mengenai besarnya pajanan odds ratio untuk aborsi spontan sekitar 1. gingianl lead (umumnya hingga 30-50 m cg/ dL atau lebih besar). sehingga menimbulk an utrist- nya nafsu makan. sering disertai dengan peningkatan tekanan pajanan timbal kadar. apus darah tepi. dapat F.rendah terhadap hasil akl-rir re- intrakranial dan dapat menimbulkan ataksia. atau aborsi spontan menunjukkan berbagai kan bahwa timbal dapat mempercepat penurunan fungsi macam hasil.8 (gS"/" CI 1. dan menurunnya waktu reaksi. yang lebih jarang. Pada individu normositik atau mikrositik dan hipokromik. anoreksia. Meskipun dulu minggu setelah peningkatan kadar timbal dalam darah sering disebut sebagai petunjuk diagnostik. Keracunan timbal moderat dapat menyebabkan hilang- khususnya eksfremitas atas. timbul gejala dan tanda seperti iritabilitas. pajanan timbal menimbulkan efek perilaku dan neurokognitif sehingga akut dosis-tinggi kadang menyebabkan azotemta selintas. artralgla. Timbal juga dapat rneningkatkan Pajanan timbal kronik dosis-tinggi. dapat pembuluh darah berperantara-kalsium. terutama motorik. penelitian kasus-kontrol nested kognitif terkait usia pada orang dewasa tua. tapi kadar timbal ekskresi asam urat oleh ginjal. bebas atau kelat sengnya. konstipasi. Pada popu- tinggi. 980 / BAB s8 timbal. D. pada populasi umum merupakan faktor risiko independer-r C. terjadinya iahir mati atau aborsi spontan yang telah bal. Hemolisis murni dapat terjadi pada pajanan tekanan darah pada penderita yang rentan. Neuropati. ' Neuropati perifer dapat timbul pascapajanan timbal Pada laki-laki. Oncnn RepRoouxsr Nyeri kepala. Dalam 2-8 gelap pada batas gusi (" gingianl lead lines"). dan in membran eritrosit dan mempersingkat usia hidup sel vitro menunjukkan bahwa pajanan timbal menir-rgkatkan darah merah. yang dipikirkan terjadi akibat inhibisi kadar timbal darahnya terkait dengan peningkatan tekanan enzim 3lS'-pirimidin nukleotidase oleh timbal. menyebabkan berulang- darah 'yang melebihi 30 mcg/ dL dapat secara perlahan nya serangan artritis gout " saturnine gout" . dan mialgia juga sering dikeluhkan. dapat mun- E. yakni protoporfirin seng. drop klasik. Efek ini mungkin kan dengan kadar timbal . bertahun-tahun. Nefropati timbal mungkin memiiiki periode pendengaranjuga dapat berkurang. Pajanan timbal dosis-tinggi merupakan faktor risiko Tremor dapat timbul tapi lebih jarang. Penelitian epidemiologik mengenai clampak 100 mcg/dl. pening. Drnex me kolik timbal tidak jelas tapi dipercaya rnelibatkan kon- Timbal dapat menginduksi anemia yang dapat bersifat traksi spasmodik otot polos dinding usus. Timbal juga menyebabkan anemia dengan meningkatkan kerapuhan Data mekanistik epidemiologik. koma. biasanya terjadi pada kadar timbal rnenyebabkan penurunan atau abnormalitas produksi darah di atas 100 mcg/ dL selama berbulan-bulan hingga sperma. Orang dewasa kurang laten selama beberapa tahun. gangguan tidur.1- timbal yang diperlukan untuk menimbulkan tanda clan 3. kadang darah sistolik dan diastolik. diare. Ketajaman rosis ginjal. reaksi timbal dalam sirkulasi dengan besi ke dalam protoporfirin IX dan dengan menghambat ion sulfur yang dilepaskan oleh kerja mikroba dapat me- fungsi enzim pada jalur sintesis heme. dapat terjadi serangan nyeri kolik timbal dapat dideteksi melalui uji elektrodiagnostik. tekanan darah pada binatang percobaan. dan. termasuk asam nyebabkan timbulnya tirnbunan timbal sulfida berwarna aminolevulinat dehidratase dan ferokelatase. Ensefalopati tim.adanya intoksikasi timbal. produksi seperti berat badan lahir rendah. abdomen berat ("kolik tirnbal") yang berulang. Snlunnru Cenrun cul secara klinis disertai kelemahan ekstensor tanpa nyeri. Timbal dapat mengganggu sensitif terhadap efek timbal pada SSp. praterm. kelelahan.dalam darah lebih dari 80 mcg/ disebabkan oleh interaksinya dengan kontraksi otot polos dL selama beberhpa bulan hingga beberapa tahun. dan kematian. Penelitian pada kaum laki-laki memberi petunjuk diagnostik-meskipun tidak sensitif serta perempuan dalam usia pertengahan dan lanjut usia dan nonspesifik menunjukkan bahwa pajanan timbal dalam kadar-rendah . eksperimental. Penelitian terbaru memperlihat. Tanda praklinis disfungsi saraf perifer akibat Pada dosis yang tinggi. stupor. yang rnendapat pajanan timbal berat dan memiliki higiene ganggu sintesis heme dengan menyekat penggabungan gigi yang buruk. Grnrlrl terjadinya hipertensi. Timbal meng. Mekanis- B. Iines saat ini relatif sudah jarang menjadi tanda adanl'a katan prekursor heme. Adanya bintik basofilik (basophilic stippling) pada lasi yang terpajan timbal dari lingkungan atau pekerjaan. khususnya protoporfirin eritrosit pajanan timbal. Stsreu Knnorovnsrulnh terdeteksi pada pemeriksaan darah utuh. Namun. tanpa ada batasan yang jelas rnengenai berapa menyebabkan timbulnya fibrosis interstisial dan nefroskle- kadar yang tidak akan menimbulkan efek. kadar timbal darah di atas 40 mcg/ dL kronik dosis-tinggi.1) untuk tiap peningkatan kadar timbal dalam darah gejala terkait pajanan timbal. Terdapat va. ibu sebesar 5 mcg/dl dalam kisran 5-20 mcg/dL. . yang biasanya dikait. pelahiran konvulsi. penurunan libido. biasanya ditimbulkan oleh kadar timbal daral-r di atas diketahui. kemungkinan akibat vasokonstriksi intraginjal. gangguan koordinasi visual-motorik.

Kecuriga. kebanyakan pasien dengan penyakit penyuntikan dimerkaprol intramuskular. termasuk nyeri kepala. atau kandungan timbal dalam tulang Mula timbulnya gejala berat biasanya terjadi setelah rangka yang dapat dipercaya. pajanan yang su- an atau minuman yang terkontaminasi. nyeri abdomery dan anemia. gout. dan hubungannya dengan ber- A. asuhan suportif. kadar timbal dalam tulang kembalinya kadar timbal darah ke rentang Pramor- yang dinilai meialui pengukuran dengan fluoresensi bid. Diagnosis keracunan timbal tetraetil dan tetrametil sebagai zat aditif antiknock timbal anorganik akut mungkin sulit ditegakkary dan ber. (CaNaTEDTA) intravena diberikan pada dosis sebesar kan timbal yang sedang bersirkulasi dalam darah dan 1000-1500 mg/m2/hari (sekitar 30-50 mg/kglhari) dengan jaringan lunak serta bukan merupakan penanda yang infus kontinu hingga 5 hari. Intoksikasi timbal kronik harus dipertimbangkan abdomen memberi petunjuk adanya benda bertimbal. diikuti dengan yang disebabkan oleh timbal akan memiiiki kadar timbal pemberian dimerkaprol danEDTA 4 jam kemudian. Rerata kadar timbal darah dasar di parenteral dibatasi hingga 5 hari atau kurang. Senyawa organotimbal memiliki target nyakit virus mirip-flu sehingga penderitanya fidak mencari utama sistem saraf pusat. senyawa orga- nyeri kepala. sering kali keliru dianggap sebagai pe. lasi dosis tunggal (kadang disebut "uji tantangan kelasi") halasi sejumlah besar asap timbal oksida industri atau. dalam bab ini. iritabilitas atau mood depresif. tapi hidrasi Diagnosis paling baik ditegakkan melalui pengukuran berlebihan haruslah dihindari. terlihat radiopasitas pada radiografi abdomen. pada tiap anak dengan gejala defisit neurokognitif. Pada pasien yang mendapat pajanan timbal kronik. akibat ingesti oral timbal dosis besar yang ringan lunak dan mungkin bukan'merupakan penanda terkandung dalam cat berbahan dasar timbai atau makan. Beberapa klinisi menganjur- terpercaya untuk menunjukkan pajanan timbal terkini kan terapi kelasi untuk ensefalopati timbal dimulai dengan atau kumulatif. terapi kelasi dengan hatihati.45 mcg/ dL. portif intensif. atau keterlambatan perkembangan. notimbal cenderung diserap dengan baik melalui saluran gia. Edetat kalsium dinatrium timbal dalam darah utuh. napas atau kulit. penyakit ini dapat keliru seperti timbal stearat atau timbal naftenat masih diguna- didiagnosis sebagai apendisitis. kram abdomen intermiten. adanya gejala neuropati kosteroid dan manitol. dan penggunaan berkonsenlrasi. sebagian besar karena tidak lagi dipakainya aminotransferase hati dapat terjadi. tremor. Edema otak dapat membaik dengan korti- pala. Aliran dasi pertumbuhan. terapi kadang dimulai dengan suksimer' diperkirakan sebesar 1. dan insufisiensi ginjal juga harus turut di. Namury senyawa organotimbal gantung pada gejala yang muncul. ulkus peptik. Radiopasitas pada radiograf curigai. Pada intoksikasi timbal simtomatik tanpa diser- timbal darah di Amerika Serikat pada tahun 2W1'-2W2 tai ensefalopati. INTOK5IKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 981 Bentuk Utama lntoksikasi Timbal kumulatif jangka-panjang.. urine yang adekuat harus dipertahankan.) Ensefalopati timbal . KrnncuuN ORGANoTTMBAL kolik. Meskipun uji ini menggambar. glasir. A. jarang timbul keracunan timbal anor. Kronik-Penderita intoksikasi timbal kronik biasanya Terapi memperlihatkan berbagai manifestasi multisistem. mial. atau pemberat yang mengandung timbal. Kelasi darah di atas normal. lerma. untuk mengatasi kejang. dan diperlukan antikonvulsan motorik. Meskipun terutama Hasil akhir kelasi biasanya berupa hilangnya gejala atau merupakan alat penelitian. kelemahan. Krnncuunr.sit neurokognitif. kesulitan tian pajanan segera. (Kelasi dibahas lebih lanjut artralgia atau mialgia. kejang. kan dalam beberapa proses komersial tertenfu. meliputi volatilitas atau kelarutannya dalam lemak. insomnia. Keracunah ini biasanya disebabkan oleh in. Pengukuran eks- 1. dan kematjan. dapat diberikan terapi oral dengan kelator lain yakni beberapa dekade terakhir ini. halusinasi. dah sangat lama. pada waktu Amerika Utara dan Eropa telah menurun cukup drastis ini. Tanda-tanda anemia hemolitik (atau anemia dengan Keracunan senyawa organotimbal sekarang sangat jarang bintik basofilik jika pajanannya subakut) serta peningkatan ditemui. pajanan berulang selama beberapa hari atau minggu dan bermanifestasi sebagai tanda serta gejala ensefalopati atau B. cat. 2. terutama menggambarkan kandungan timbal dalam ja- pada anak kecil. dan gejala saluran cerna.r TrMenr Aruoncmrrx (Taerl 58-1) bagai gangguan terkait-timbal menjadi subjek berbagai penelitian yang masih terus dilakukan. dan ma. pankreatitis. kelelahan. Manifestasi subakuhrya. Bila baru saja terjadi ingesti potongan tung-dosis yang meliputi defi. dan artralgia. Karena atau meningitis infeksius. kresi timbal dalam urine setelah pemberian agen penge- ganik akut. sinar-x K noninvasif telah dikaitkan dengan pajanan timbal penghentian kelasi mungkin diikuti oleh peningkatan . bensin di seluruh dunia. dan rerata geometrik kadar suksimer. Akut-Saat ini. kelelahan. adanya pajanan timbal jangka-panjang. dapat delirium. merupakan suatu an kuat akan adanya keracunan timbal harus dipikirkan kegawatdaruratan medis yang memerlukan asuhan su- pada Liap penderita yang menunjukkan gejala nyeri ke. retar yang memerlukan dekontaminasi gastrointestinal. Terapi keracunan timbal anorganik melibatkan penghen- laisei keluhan neurologik. KrnncurunN TTMBAL AuoRcnulx suk keluhan konstitusional anoreksia. memunculkan efek bergan- pertolongan medis.

mental (lihat Bab 55). Bila penyerapan harian kronik arsenik anorganik Arsenik merupakan unsur yang terdapat secara alamiah mudah-larut kurang dari 1000 mcg. Meskipun menurut dasar molar arsenik trivalen ke-18 sampai pertengahan abad ke-20. terutama diproduksi untuk digunakan dalam industri Senyawa arsenik dianggap memunculkan efek toksiknya semikonduktor tapi juga dapat dihasilkan secara tidak melalui beberapa mekanisme kerja. Terapi kejang memerlukan bermakna pascapajanan berat terhadap reagen arsenik penggunaan antikonvulsan yang tepat. Kebanyakan arsenik anorganik yang ter- dapat dicoba jika kadar timbal dalam darah tinggi. arsenik yang terdapat dalam rambut dan kuku luluh dari kandungan mineral alamiah. aloi nonferosus. diketahui terjadi interkonversi in *"Peluru aiaib" Paul Ehrlich pada sifilis (arsfenarnin. saat ini diketahui sebagai salah satu masalah kesehatan lingkungan yang paling mengkhawatirkan di dunia. yang anorganik atau metabolitnya dapat memicu stres oksidatif. Salvarsan) merupakan vivo. klorovinil]arsin). Farmakokinetik cegahan pajanan berlebihan. yang dieks- ARSENIK kresi dalam urine bersama dengan arsenik anorganik resi- dual. banyak digunakan pada protokol terapi kanker eksperi- dar timbal darah di antara?5 mcg/ dL dan 44 mcg/dl me. kaca. Penyerapan Terapi inisial terdiri atas dekontaminasi kulit dan pen. arsenik juga digunakan dalam berbagai bidang hasilkan retensi berkepanjangan dalam paru dan mungkin komersial. Melarsoprol. dan sebagai agen untuk meracun. Gangguan fungsi sengaja ketika bijih yang mengandung arsenik berkontak enzim dapat terjadi akibat ikatan gugus sulfhidril oleh dengan larutan asam. dan kulit dapat tetap tinggi kedokteran hewan. KenncurnN TTMBAL Oncrrurr lalui saluran napas dan cerna (Tabel 58-1). lanjut (lihat Bab 53). Di beberapa daerah di dunia. arsenik trivalen atau akibat substitusi oleh fosfat. terutama di hati. menjadi asam monometilarsonat dan asam dimetilarsinat. perkutaneus terbatas tapi dapat memiliki arti klinis yang . ka- gel insektisida untuk umpan semut. seperti dalam pembuatan semikonduktor. sebagai masif. pascapajanan kedua bentuk arsenik tersebut. dapat mengandung arsenik dalam kadar tinggi yang telah Namun. Inhalasi komponen obat. Namury uji klinis teracak terkontrol-plasebo leukemia promielositik akut yang relaps dan semakin tersamar-ganda terhadap suksimer pada anak dengan ka. tiang nik berikatan dengan gugus sulfhidril yang terdapat pada layar atau tiang kabel telepon). tidak tercermin pada ekskresi arsenat dalam urine. arsenikal trivalen lain- nunjukkan bahwa obat ini tidak bermanfaat pada fungsi nya. Penelitian . dan mengganggu transduksi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit dari abad sinyal sel. sekitar dua pertiga dari dalam kerak bumi dan sudah sejak lama digunakan se- dosis yang diserap diekskresi dalam urine. digunakan dalam terapi tripanosomiasis Afrika tahap neurokognitif atau penurunan timbal darah jangka-panjang. Arsenik dalam air akibat penumpukan ekstemal mungkin tidak dapat di- minum di delta sungai Gangga di India dan Bangladesh bedakan dari penumpukan akibat penyerapan internal. Arsenik organik anorganik (As3*. Arsenik Menarik untuk disimak bahwa larutan Fowler. serap mengalami metilasi. mengandung kalium arsenit 1%. waktu-paruh eliminasinya diperpanjang.in sebagian besar klinisi mendukung kelasi pada Organoarsenikal lainnya. arsenat). Penggunaan agen kelasi sebagai profilaksis di tempat kerja tidak dapat menjadi pengganti upaya penurunan atau pen. dikembangkan pada awal abad ke-20 keputusan untuk mengelasi penderita yang asimtomatik sebagai agen perang kimiawi. arsenit) umumnya dua sampai sepuluh merupakan antibiotikn farmaseutika pertama dan banyak kali secara akut lebih toksik daripada arsenik pentavalen anorganik (Ass*. Arsenik trioksida diperke- lebih diperdebatkan. Arse- pengawet kayu dalam bidang industri (misalnya. air tanah meskipun nilainya dalam urine telah kembali normal. diserap dengan baik me- B. the Centers for Disease Con. Sejak 1991. kuku. Kelasi empirik terkonsentrasi. nalkan kembali dalam the United States Pharmacopeia trol and Prevention telah merekomendasikan kelasi untuk pada tahun 2000 sebagai obat yang tidak dipasarkan secara semua anak dengan kadar timbal darah sebesar 45 mcg/ dL luas (orphan drug) untuk digunakan terbatas pada terapi atau lebih besar. jaringan keratin. dan obat dalam dar arsenik rambut. terutama lewisit (dikloro[2- pasien'simtomatik dengan peningkatan kadar timbal darah. Baru- senyawa arsenik dengan kelarutan yang rendah meng- baru ini. dan kurang toksik. Farmakodinamik Arsiry suatu gas hidrida dengan efek hemolitik yang po- ten. Meskipr.cegahan pajanan lebih lanjut.982 / BAB s8 kembali (upward rebound) kadar timbal darah karena timbal digunakan pada paruh pertama abad ke-20 sampai di- mengalami reekuilibrasi dari cadangan timbal dalam gantikan oleh penisilin dan agen lainnya yang lebih efektif tulang. dan telah timbul toksisitas arsenik spektrum penuh suatu arsenikal. digunakan secara luas mengubah ekspresi gen. sehingga setelah pajanan dihentikan. Pascaingesti bagai konstituen produk komersial dan industri. Senyawa arsenik mudah-larut.

Beberapa bulan setelah satu episode keracunan lain. latur proksimal dan menimbulkan gagal napas neuro. Gas arsin dioksidasi in vivo dan suportif intensif. kandung kemih. dan kematian. individu. penggunaan suksimer metabolisasi menjadi asam dimetilarsinat. nya kemungkinan hubungan dengan hipertensi. dapat gambaran disestesia dengan pola s to cking-glooe. Pada peneiiLian binatang. karena gashoenteritis berat dan edema Bentuk Utama lntoksikasi Arsenik splangnik dapat membatasi penyerapan melalui jalur ini. kuiit. Diagnosis keracunan arsenik kronik melibatkan inte- Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan bukti adanya pe. terapi tidak boleh Organisme laut dapat mengandung sejumlah besar orga. mungkin tidak disarankan pada terapi awal keracunan arsenik akut. biasanya muncul setelah beberapa tairun pajanan dan dan bintik basofilik pada eritrosit dapat muncul segera melibatkan pola hiperpigmentasi "tetesan air hujan". Gejala konstitusional kelelahan. dan setelahnya. 3-5 mg/ perubahan aliran ion di sepanjang membran eritrosit. A. Perubahan terjadi segera atau setelah tertunda selama beberapa hari. yang terutama memperiihatkan nik atau nonkardiogenik. kemoterapi kanker. kulit-salah satu di antara berbagai efek khas arsenik- Pansitopenia biasanya timbul dalam waktu satu minggu. Tanda dan gejala awal pada kronik lebih dari 500-1000 mcg/hari. dan kemungkinan kanker di tempat muskular. Pemberian arsenit dalarn regimen Keracunan arsenik anorganik akut harus dipertim. dan koma. Efek sistem saraf pusat. Waktu munculnya saluran cerna meliputi mual. dapat timbul beberapa tahun setelal-r pajanan c{osis akut. syok. dan penyakit paru kronik nonmaligna. menyebabkan gastroenteritis mendadak bersama dengan hipotensi dan pemanjangan interval QT pada elektrokardiogram dan se- asidosis metabolik. jika kecurigaan diagnostik tinggi. Kebocoran kapiler difus. kadar arsenik daiam darah yang termetilasi (misalnya. ningkatan jumlah arsenik anorganik dan metabolitnya Kadar arsenik total dalam urine. Karena dapat megandung sejurnlah . dapat gram pada 2-3 hari pertama setelah keracunan simtomatik kembali normal dalam hitungan hari hingga minggu se- akut). dan neuropati termasuk kardiomiopati kongestif. dan kelasi segera dengan ur"dtiol. Manifestasi efek dosis-tinggi (puluhan hingga ratusan miligram). penurunan berat nya cairan dari saluran cerna. Suksimer juga telah terbukti efektif pada perrelitian bina- nobetain belum pernah dilaporkan men'riliki efek toksik tang dan memiliki indeks terapeutik yang iebih tinggi bila diingesti oleh mamalia dan diekskresi dalam urine claripada dimerkaprol. dan aritmia ventrikular. Namun. bersama dengan hilang. grasi antara temuan klinis dan konfirmasi adanya pajanan. karena hanya tersedia se- tanpa mengalami perubahan. en. biasanya kurang dari 30 dalam urine (biasanya dalam rentang beberapa ribu mikro. Arse. bagai obat oral di Amerika Serikat. diare. Krnncunnn ARserur Aluoncnrurx Knorurx Dplam hitungan beberapa menit sampai beberapa jam Keracunan arsenik anorganik kronik juga menirnbulkan setelah terpajan senyawa arsenik anorganik mudahlarut berbagai gejala dan tanda multisistemik. Penelitian epidemiologik menunjukkan ada- dens dapat mulai muncul setelah tertunda 2-6 minggu. vaskt. dapat timbul pada beberapa hari per. termasuk delirium. juga terladi. banyak nonkarsinbgenik yang nyata dapat terlihat pascaabsorpsi sistem yang terpengaruh. dan nyeri gejala akan bervariasi menurut dosis dan toleransi antar- perut. bersama dengan hipotensi. Arsenik dikenal sebagai karsinogen manusia tungar"r menit hingga jam pascapajanan arsenik. menyebabkan terjadinya badan.'Ierapin-ya [MMAIil) mungkin bersifat lebih toksik daripada senya. atau dimerkaproi. dan kandung kemih. pansitopenia. Neuropati perifer sensorimotorik asen. sebagian aula arsenik di. striae putih transversal (garis Aldrich-Mees) dapat arsenik yang tidak cukup tinggi untuk memunculkan efek muncul pada kuku. 3-5 memunctrlkan efek hemolitik kuat yang terkait dengan m9/kg intravena tiap 4-6 jam. Arsenik menghilang dengan cepat dari daratu dan telah pajanan berhenti. disfungsi jantung. dan neuropati perifer. didasarkan pada dekontaminasi usus yang tepa! asuhan wa induk anorganiknya. perifer sensorimotorik. INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 983 terbaru menunjukkan bahwa bentuk trivalen metabolit kecuali pada pasien anurik. KenncunnN ARsENTK Auoncnux Arur B. Penyakit sefalopati. arsenobetaine-dan berbagai macam aula arsenik. ditunda untuk beberapa hari hingga rninggu yarrg sering noarsenik trimetilasi yang diserap ciengan baik-yaitu kali diperlukan untuk memperoleh konJirmasi laboratorik. sekali menyebabkan aritmia ventrikuiar maligna seperti katkan jika temuan-temuan awal di atas diikuti dengan torsade de pointes. namun/ gas arsin juga mengganggu pernapasan selular di efektivitas kelasi paling tinggi jika diberikan dalam hi- jaringan lain. anemia. muntah. itu. akut atau kronik lainnya. sering kali dalam dosis harian 10-20 bangkan pada individu yang memperlihatkan gejala awal mg selama beberapa minggu hingga bulan. edema paru kardioge. Kanker paru.rlar perifer dan hipertensi portal nonsirotik dapat tama intoksikasi. keluhan saluran cerna nonspesifik. asam monometilarsonosa tidak boleh digunakan unfuk lujuan diagnostik. diabetes. Toksisitas kardiopulmonal. Neuropati ini pada akhirnya dapat melibatkan musku. hiperkeratosis pada teiapak tangan dan kaki. karena dan terkait dengan kanker paru. Kecurigaan kemudian harus diting. kulit. kg intramuskular tiap 4-6 jam. mcg/L atau 50 mcg/24 jam pada populasi umum. dan kelemahan dapat teriihat.

Pascainhalasi uap unsur merkuri. kelemahan. Gagal ginjal oligurik. dan per. gi kesehatan. Pajanan merkuri kadar- rendah yang dilepaskan dari amalgam pengisi gigi dapat C. Agen beberapa tetes dimetilmerkuri menyebabkan toksisitas kelasi yang ada saat ini belum terbukti memiliki nilai klinis lambat dan berat. limbah industri pabrik terdekat ke dalam teluk. dan sekuelae neuro- . Pascaabsorpsi. dikenal bentuk kitar 1-3 bulan. Gejala awai bentuk kimiawi logam. Selain unsur merkuri dan alkilmerkuri (termasuk metilmerkuri). dalam darah dan seluruh tubuh sekitar 50 hari. menjalani cam transformasi logam. dan produksi Dapat terjadi gingivostomatitis akut. amalgam gigi. dan kontak akut dengan ginjal akut. akibat deposisi hemoglobin Merkuri inhalasi merupakan sumber utarna pajanan di dalam tubulus ginjal. Penggunaan merkuri pada farmaseutika harus dihindari selama setidaknya 3 hari sebelum sampel dan biosida sangat berkurang beberapa tahun terakhir urine dikirimkan untuk tujuan diagnostik. pembuatan peralatan listrik. Kenncurunru Gns Anslnr terjadi. hidrasi agresif. efek mematikan terhadap nik bersifat mudah menguap dan berpotensi berbahaya pernapasan selular dapat timbul sebelum terjadi gagal melalui inhalasi serta ingesti. Asuhan suportif intensif . nyeri abdomery ikterus. Setelah satu periode laten yang dapat berkisar dari 2 jam hingga Farmakokinetik 24jam pascainhalasi (bergantung pada derajat pajanan). Sejak la. terjadi ekskresi empedu dan sirkulasi enterohepatik. intoksikasi klinis dari merkuri sangat bergantung pada Sebagian besar merkuri ditambang sebagai HgS yang bentuk kimiawi logam dan jalur serta derajat keparahan terkandung dalam bijih sirrabar dan diubah secara komer. beda yang didominasi oleh efek hemolitik nyata. selama beberapa tahun.984 / BAB s8 besar organoarsenik nontoksik. Unsur merkuri cukup mudah dapat meliputi malaise. lampu fluoresens. binuria. Pada pajanan masif. yang temyata berasal dari pembuangan mitnya dapat dijumpai di rambut dan kuku. kelu- yang terkontaminasi. Merkuri pedesaan nelayan Jepang di Minamata. Pada awal tahun 1950-an. masing-masing dapat menimbulkan menghambat enzim dan mengubah membran sel. Senyawa alkilmerkuri rantai-pendek orga- 1-3 hari. sering kali muncul dalam waktu tempat kerja. dengan kadar tertinggi dijumpai dalam ginjal. dan. senyawa merkuri aril. Penyerapan merkuri logam ginjal. merkuri Bentuk Utama Entoksikasi Merkuri penting iainnya meliputi garam merkuri anorganik dan Merkuri berinteraksi dengan gugus sul{hidril in vivo. merkuri didistribusikan dalam keracunan arsin. Pajanan merkuri pada lingkungan akibat ppm) 'kadang dapat mengungkapkan adanya peningkatan pembakaran bahan bakar fosil-atau bioakumulasi metil- pajanan di masa lalu. Agen penyebabnya berikatan dengan gugus sulfhidril dalam jaringan ter- telah ditetapkan yaitu metilmerkuri dalam makanan laut keratinisasi. menguap clan clapat diserap dari paru (Iabel 5B-1). dispnea. dan. Seiring bertambahnya penggunaan merkuri kadar merkuri urine rnenurun dengan waktu-paruh se- di industri dalam 200 tahun terakhir ini. Merkuri anorganik diekskresi me- MERKURI lalui urine dan feses. ke jaringan dalam beberapa jam. Mer- mual. Metilmerkuri. Kadar arsenik dalam urine meningkat tapi jarang dan merkuri anorganik perkutaneus dapat menimbulkan dapat digunakan untuk memastikan diagnosis selama pe- kekhawatiran klinis pascapajanan kronik jangka-panjang riode kritis penyakit. tapi sekelumit perhatian para peneliti ilmiah sejak dahulu kala. pajanan. Senyawa alkilmerkuri tampaknya transfusi pertukaran. tapi hasilnya harus ditafsirkan secara rnerkuri pada ikan-tetap menimbulkan kekhawatiran hati-hati terhadap adanya potensi kontaminasi eksternal.termasuk atau akut yang masif. merkuri dapat tetap terkandung dalam ginjal dan otak ma. diketahui bahwa pertambangan merkuri berbahaya ba. sial menjadi berbagai macam bentuk kimiawi. muntah. nyeri kepala. semua makanan laut emas artisanal. pada beberapa daerah di dunia. hemodialisis-merupakan terapi utama. alatan lain. Pola pola toksisitas klinis yang unik. tapi toksisitas sistemik dari sumber ini belum Keracunan gas arsin menghasilkan pola intoksikasi ber. Kandungan ini. Penggunaan merkuri yang penting dalam industri dan produk komersial A. Ekskresi merkuri anorganik meng- Merkuri logam sebagai "quicksilaer" -satu-satunya logam ikuti model multikomponen: kebanyakan diekskresi yang dalam keadaan normal berupa cairan-telah menarik dalam hitungan minggu hingga bulan. seperti pada tirnbal dan arsenik. termometer. yang merniliki waktu-paruh toksisitas baru yang diketahui terkait dengan berbagai ma. Absorpsi merkuri cukup bervariasi bergantung pada dapat terjadi hemolisis intravaskular masif. tapi sesekali masih digunakan dalam antiseptik dan arsenik dalam rambut dan kuku (biasanya kurang dari 1 obat tradisional. pada kasus gagal diserap dengan baik melalui kulit. dipastikan. Axur ditemukan dalam produksi elektrolitik klorin dan soda Inhalasi akut uap unsur merkuri dapat menyebabkan kaustik. pneumonitis kimiawi dan edema paru nonkardiogenik. dan hemoglo- kuri diserap dengan buruk dari saluran cerna yang utuh. dengan lebih wabah defek lahir dan pbnyakit neurologik misterius di dari duapertiganya akan diekskresi dalam feses.

kadar merkuri urine biasa. Agen pengelasi adalah obat yang digunakan untuk Diagnosis intoksikasi merkuri melibatkan integrasi mencegah atau memulihkan efek toksik logam berat pada anamnesis dan temuan pemeriksaan fisik dengan uji kon. atau untuk mem- firmasi laboratorium atau bukti pajanan lainnya. menarik diri. dan ano- A. Manifestasi neuropsikiatrik. Karena efikasi trodiagnostik. ter. nik.erita secara samar berubah menjadi malu. the Biological len-koordinat stabil dengan atom logam kationik' Pada Exposure Index (BEI) Committee of the American Con. Ingesti akut garam menghasilkan kadar merkuri dalam urine kurang dari 35 merkuri anorganik. dimerkaprol tidak pang pandang secara progresif. Tremor biasanya dimulai sebagai tremor kuri yang lebih rendah hingga tidak melebihi 12 ounce intensional halus di tangan. Pada "1990. Dimetilmerkuri jarang dijumpai tapi me. disartria. sanya merupakan molekul fleksibel dengan dua atau nya kurang dari 5 mcg/L. Terapi masuk hilangnya ingatan. Metilmerkuri merupakan toksin reproduktif. dan N-asetil-L-sistein (NAC) Pajanan pranatal terhadap metilmerkuri dosis-tinggi da- dapat meningkatkan bersihan metilmerkuri dari tubuh. ikan dengan kadar merkuri tinggi (misalnya. dan depresi disertai Selain asuhan suportif intensif. ffi FARMAKOLOGI KELATOR rupakan benfuk organomerkuri yang sangat neurotoksik dan dapat mematikan hanya dalam jumlah kecil. misalnya. the US Environmental Protection hingga hari. Data-data terbatas menunjukkan awal. unitiol. kadang disertai dengan longgarnya akar gigi. seperti merkuri klorida. insomnia. pat menyebabkan retardasi mental dan sindrom seperti palsi serebral pada anak. (pola perilaku yang disebut sebagai eretisme). tapi jika terjadi gagal ginjal akut. ikan pedang). insomnia. Palmrnru Axur reksia. ke sistem saraf pusat dari lokasi jaringan lain. lasi dalam hitungan hari hingga minggu. tapi iritabilitas atau apati. kelelahan. gangguan neuropsikiatrik. mung. dampak terapi tersebut terhadap hasil akhir klinis tidak Intoksikasi metilmerkuri terutama mempengaruhi diketahui. Knorrr pengasuh. dan anak usia muda untuk tidak mengonsumsi Keracunan kronik akibat inhalasi uap merkuri menimbul. atau dua kali makan sedang) tiap minggu. kelasi segera dengan dengan kemarahan yang meledak-ledak atau blushing unitiol oral atau intravena. suatu enzim atau tdrget selular lainnya. Gingivostomati. anoreksia. dan ruam miliaria. kan trias klasik tremor. dimerkaprol intramuskular. dan dan untuk membatasi konsumsi ikan dengan kadar mer- gingivostomatitis. ataksia. dan karena gangguan pendengara4. dan dapat terjadi perburukan menjadi gerakan koreiform ekstremitas. tapi jarang timbul neuropati perifer yang kelasi menurun seiring waktu sejak terjadinya pajanan. Akrodinia merupakan reaksi idiosinkratik yang terapi tidak boleh ditunda sampai timbul oliguria atau tidak biasa terhadap pajanan merkuri subakut atau kronik efek sistemik utama lainnya. utuh pada akhir minggu kerja kurang dari 15 ncg/L. terlibat. Pajanan pranatal kadar-rendah menimbulkan risiko defisit subklinis pada perkembangan sistem saraf. Untuk memperkecil risiko neurotoksisitas developmental bular akut dan gagal ginjal oligurik dalam hitungan jam dari metilmerkuri. Agency and Food and Drug Administration teiah meng- anjurkan ibu hamil. bahwa suksimer. diaforesis. Akrodinia ditandai B. Agen pengelasi bia- ada pajanan di tempat kerja. Bukti adanya diperlukan hemodialisis atau hemodiafiltrasi bersama ke- kerusakan saraf perifer dapat dideteksi melalui uji elek. Tanda dan gejala awal da- boleh digunakan pada terapi terhadap pajanan merkuri pat timbul beberapa minggu hingga bulan pascapajanan elemental atau organik. Mood pend. mungkin kin dilaporkan setelah pajanan dosis-tinggi. perempuan yang akan hamil. Prumrrv KnoNrx dengan eritema yang nyeri pada ekstremitas dan dapat Unitiol dan suksimer meningkatkan ekskresi merkuri terkait dengan hipertensi. dapat mcg per gram kreatinin dan kadar merkuri dalam darah menyebabkan gastroenteritis korosif hemoragik yang ber. yang. tapi wajah juga dapat ikut (340 g. Hidrasi agresif dapat membantu mempertahankan tis. dan penyempitan la- otak merupakan organ target utama. diikuti dengan nekrosis tu. Kompleks logam-kelator yang terbentuk . Dimerkaprol terbukti meredistribusi merkuri sistem saraf pusat dan menyebabkan parestesia. beberapa kasus. suksimer. dan biasanya terjadi pada anak-anak. nyata. senyawa induk me- ference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH) merlukan biotransformasi in vivo untuk menjadi agen menganjurkan bahwa pajanan di tempat kerja harus kompleks aktif. sering kali terladi. urine setelah inhalasi unsur merkuri akut atau kronik. INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 985 togik (lihat bawah) juga dapat muncul. potensi membahayakan jiwa. keluaran urine. ibu B. Jika tidak percepat eliminasi logam dari tubuh. Penelitian atau suksimer oral mungkin bermanfaat menghilangkan terbaru menunjukkan bahwa pajanan dosis rendah dapat nefrotoksisitas pascapajanan akut garam merkuri anorga- menghasilkan efek neurologis subklinis. dan merkuri dalam darah utuh lebih gugus elektronegatif yang membentuk ikatan kova- biasanya kurang dari 5 mcg/L.

Di- kalsium dinatrium edetate. Goidfien A'. agen senjata perang yang mengandung arsenik. . Tth ed. Bergantung pada jumlah ikatan ligan-logam.3- DIMERKAPTOPROPANOL. dan -NH. Efek ini telah ditunjukkan pada dimerkaprol. Namun. EDTA). Ikatan seperti gugus ligan pada molekul yang tersedia untuk berikatan demikian efektif mencegah interaksi logam dengan gugus dengan logam. nilai terapeutik agen tersebut dalam intoksikasi kadmium. McGraw-Hill. dan membran./ yang memobilisasi logam. efek samping ini jarang memiliki A o o arti klinis dalam jangka waktu yang terbatas. yang Publications. C: atau BAL. cH^ kresi logam tersebut-yakni efek yang diinginkan-tapi cH" z cH^ juga meredistribusikan beberapa logam ke organ vital Na t' z l' C-O lainnya. kecenderung- an agerl pengelat untuk meredistribusi kadmium ke ginjal " \-o o*//o / H. diciptakan di Inggris Raya selama Perang Dunia II larutan garam dinatrium EDTA. bi-. tersebut. g'\*r'\./' Pada kebanyakan kasus. DIMERKAPROL (2. polidentat. beberapa agen pengelat (seperti kalsium EDTA yang digunakan pada intoksikasi timbal) dapat meningkatkan ekskresi kation esensial seperti seng atau tembaga. Agen kelasi yang paling penting dan yang saat ini digunakan di AS dijelaskan di bawah ini. Edetat (etilendiamintetraasetat. timbal tergabung ke dalam lima tidak stabil dan cepat beroksidasi. Jawetz E. 986 / BAB s8 diekskresi oleh tubuh. dimerkaprol dibuat cincin heterosiklik.. yang dapat memberikan Efisiensi kelator sebagian ditentukan oleh jurnlah elektron untuk berkoordinasi dengan logam. kemampuan peningkatan ekskresi untuk meredakan efek patologik pajanan logam mungkin menurun.C \/ Ca \ dan meningkatkan nefrotoksisitas telah menghilangkan CH. tidak hanya meningkatkan eks- / NN \//\ cH. A: Dalam kuat. Awalnya diterbitkan oleh Lange Medical harus diberikan melalui penyuntikan intramuskular. Pembentukan garam dan kelat dengan dan tak berwarna dengan bau seperti merkaptan yang edetate (ethylenediaminetetraacetate. ion natrium dan hidrogen sebagai antidotum terapeutik pada kasus keracunan le- tersedia secara kimiawi dan biologis. -O-Cil . pada titik ini. HO-C \ cH" cH" '/c- oH Pada beberapa kasus. kemampuan agen pengelat ll /. Selain mengeluarkan logam target yang memberikan kompleks tersebut dapat disebut sebagai mono-. . \ /N\C-C-O-Na Na-O-C-CH) -H2H2H2 C-C ii unfuk mencegah atau menurunkan efek simpang logam toksik tampaknya paling besar bila agen pengelat tersebut diberikan secepatnya setelah pajanan iogam akut. Na yang meredistribusi merkuri dan arsenik ke dalam otak lt lt U o sembari meningkatkan pula ekskresi merkuri dan arsenik dalam urine. 1 980. yang menjadi ll il ciri khas kebanyakan kelasi terapeutik. Peng- gunaan agen pengelasi selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah berhentinya pajanan logam akut-atau penggunaannya pada terapi intoksikasi logam kronik-masih juga dapat meningkatkan ekskresi logam. terbentuk. dalam bentuk larutan 10% dalam minyak kacang dan dari Meyers FH. efek agen pengelat terapeutik. Namun. BAL) Dimerkaprol (Gambar 58-2). Review of Medical Pharmacology. kalsium terikat oleh ikatan kovalen-koordinat dengan nitrogen serta oleh ikatan ionik merkaprol kemudian dikenal sebagai Bitish anti-Lanisite biasa. (Dimodifikasi dan direproduksi atas izin. B: Dalam larutan wisit. atau efek toksik bagi tubutr. sional seperti -OH.) sering kaii menimbulkan rasa sakit. koenzim. lon kalsium secara efektif dikeluarkan dari larutan. Karena larutan akueous dimerkaprol bersifat Pada kelat timbal-edetate. -SH. Semakin banyak jumlah gugus ligan fungsional serupa pada enzim atau protein lain. suatu cairan yang berminyak Gambar 58-1. Gugus ligan pengelasi meliputi gugus fung- Gambar 58-1) menjadi contoh yang penting. Meskipun beberapa agen pengelat rnemiliki kemampuan untuk memobilisasi kadmium. semakin stabil kompleks logam-kelator yang nukleofil selular.

obat ini kasikan bahwa dimerkaprol dapat meningkatkan angka berikatan dengan asam amino sistein untuk membentuk ekskresi arsenik dan timbal serta memberikan manfaat disulfida campuran 1:1 dan 1:2. terinduksi-logam terhadap enzim yang mengandung sul- suksimer. meskipun melalui empedu. Namun. lihat mcg/ dL. Data pada manusia mengindi. takikardia. Suksimer oral cepat diserap dengan derajat setelah pajanan. kelasi yang aktif. dar seperti deferoxamine. tapi peran jalur ekskretorik ini pada kemampuan suksimer dan EDTA untuk meningkatkan eli- manusia dan perincian lain mengenai biotransformasinya minasi timbal telah terbukti. Di AS. dimerkaprol '\ CONH terkait dengan tingginya insiden efek simpang. Meskipun memiliki efek protektif pada bina- Foroxamlne tang yang mengalami intoksikasi akut. Kadar puncaknya dalarn da- anorganik dan organik. terbukti mencegah dan memulihkan inhibisi Struktur kompleks logam-kelator in vivo untuk dimerkaprol. muntah. dapat melindungi dari efek letal arsenik penyerapan yang bervariasi. rah tercapai dalam waktu sekitar 3 jam. dalam memulihkan toksisitas timbal yang telah terjadi . besi sebenarnya halnya dimerkaprol. INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 987 H^N CONH Bila digunakan dalam dosis terapeutik.) timbal dalam darah. lndikasi & Toksisitas Dimerkaprol disetujui oleh FDA sebagai terapi agen tung- lndikasi & Toksisitas gal pada keracunan akut arsenik dan merkuri anorganik Suksimer saat ini disetujui oleh FDA untuk terapi pada serta pada terapi keracunan timbal berat bila digunakan anak dengan kadar timbal darah yang lebih besar dari 45 bersama dengan edetat kalsium dinatrium (EDTA.H/s (9H2)s 9H. manfaat kedua obat tersebut tidak jelas. DTMERKAPTOSUKSTNAT. dimerkaprol intramuskular tiga kali sehari. atas izin. keracunan kronik. suksimer. tapi suksimer juga banyak digunakan pada orang bawah). Struktur kimiawi beberapa kelator. tapi formulasi intravenanya berhasil digunakan di yang mengandung sulftridril dan. melalui penelitian pada tertahan dalam suatu sistem terkuru ng (caged system). dan unitiol (lihat teks) tidak diketahui fhidril dan melindungi terhadap efek letal akut arsenik. Dosis biasanya adalah 10 mg/kg diberikan per oral pada manusia masih terbatas. terapi suksimer terkait dengan meningkat- dengan asam amino. dan diekskresi EDTA parenteral dalam menurunkdn kadar timbal darah oleh ginjal dalam waktu 48 jam.Hy's lcHzls (c. dari Meyers FH. hipertensi. dan telah menggantikan EDTA pada terapi pasien rawat jukkan bahwa dimerkaprol dapat pula menjalani ekskresi jalan yang mampu menyerap obat oral. suksi- Pada model binatang. 1980. jika diberikan segera mana-marur. fi air-unitiol dan suksimer-memiliki indeks terapeutik ix-sn I i" "' I I yang lebih tinggi dan sudah menggantikan dimerkaprol H2C-OH iootr sH NH2 pada berbagai keadaan. Meskipun penelitian mengenai metabolismenya dewasa.Hz)s /\ /\ (c. dan mungkin melibatkan pembentukan disulfida campuran Pada manusia. kemungkinan dalam ginjal. Goldfien A: Review of Medical nya ekskresi timbal melalui urine dan penurunan kadar Pharmacology. termasuk (c.- 000000 dua faktor yang membatasi injeksi intramuskular karena -\\r(/ adanya risiko pembentukan hematoma pada lokasi pe- nyuntikan. McGraw-Hill. Dlmercaprol Succlmer Penlclllamlne (2. In vivo. dan kemungkinan kompleks inilah yang merupakan gugus timbal dan merkuri. Suksimer mungkin juga menurunkan kandungan merkuri dalam ginjal. yang merupakan organ target utama dari garam merkuri anorganik. (Dimodifikasi dan direproduksi. penisilamin. dimerkaprol mencegah dan mer diformulasikan secara eksklusif untuk penggunaan memulihkan inhibisi terinduksi-arsenik terhadap enzim oral. dan nyeri pada lokasi \/N-C \/ N-C \/ N-C penyuntikan. Penggunaannya juga dapat menimbulkan til lll lll trombositopenia dan peningkatan masa protrombin- . Jawetz E. DMSA) Ferroxamine (ferrioxamine) tanpa besi terkelasi disebut Suksimer adalah analog dimerkaprol larut-air. salivasi. lakrimasi.3dlmercaptopropanol) (DMSA) suKsrMER (ASAM Gambar 58-2. Pemberian suksimer oral sebanding dengan tampaknya cepat diserap.' terapeutik dalam terapi intoksikasi akut oleh arsenik. Ferroxamine digambarkan di sini untuk menunjukkan gugus-gugus fungsional. binatang. 7'h ed. Analog dimerkaprol yang larut dalam HC-SH H3C-C-CH-C-OH Jr.. dimerkaprol dapat meredistribusi arsenik dan merkuri ke dalam sistem saraf pusat sehingga dimerkaprol tidak dianjurkan pada terapi cooH H2c-sH lr-r. Waktu-paruh eliminasi suksimer yang mengalami transformasi adalah sekitar 2-4 jam. demam (khususnya pada anak). Model binatang menun. mual. dimetabolisasi.

Unitiol. dan rnagnesium dalam tubuh sangatlah jelas. diekskresi melalui filtrasi glomerulus. Berdasarkan he'rofiltrasi. obat dapat digarrti dengan pern_ . menyebabkan ttt- cH2_CH_CH2 peningkatan ekskresi timbal dalam urine yang nyata dan Unithiol penurunan kadar timbal darah. telah digunakan untuk mengeluarkan (. tapi berbagai penelitian eksperimental terhadapnya lndikasi & Toksisitas dan profil farmakologik serta farmakodinarniknya me_ Edetat kalsiurn dinatriurn terutarna diindikasikan pada nunjukkan bahwa unitiol intravena memberikan manfaat kelasi tirnbal.. clan timbal pada pasien dengan fungsi ginjal 1. DMPS) kasus neutropenia ringan sampai sedang. EDTA. 988 / BAB s8 atau meningkatkan hasil akhir terapi masih harus ditenhr_ gunaan EDTA dosis rendah dengan hemodialisis atau kan rnelalui uji klinis terkonhol plasebo. EDTA dikontraindikasikan relahif pada pa. agen pengelasi dir. Untuk mencegah habisnya cadangan kalsium yang Lravena. Unitiol Asam etilendiamintetraasetat (Gambar 5g-1) adalah ke_ secara legal telah tersedia dari gabungan ahli iannasi cli lator berbagai logam divalen dan trivalen yang efisier. dengan mempertahankan aliran urine aclekuat. ekskresi obat-dan efeknya yang memobilisasi lndikasi & Toksisitas logam . dan diare. mangan. termasuk anoreksia. Unitiol dapat diberikan secar. dan beberapa radionuklida berat.ang normal. Akibahrya. muntah.mungkin tertunda. ditemukan pada kurang clari dalarn terapi kontaminasi plutoniunr. dalarn terapi awal keracunan akut berat oleh arsenik atau Meskipun terdapat beberapa klairn dalam literatur ke. Lebih dari B0% dosis intravena EDTA ke rnernbran sel relatif buruk sehingga lebih efektif diekskresi dalam urine. dan telah dilaporkan aclanya kasus- DTMERKAPTOPROPANASULFONAT. besi. Waktu-paruh eliminasi unitiol total (olrat incluk Sifat ionik EDTA yang sangat polar menrbatasi pe. dan produk transformasinya) adaiah sekitar 20 jam. siklik. clan penrbatasan lama senik dan merkuri. Gangguan pada saluran cema. dari pemberian dosis yang berlebihan. EDTA oral mening_ tiol rnemperlihatkan efek protektif terhaclap efek toksik katkan penverapan timbal dari saluran cerna. EDTA dapat rnenyebabkarr beberapa uji klinis terbatas. amerisiurn. EDTA cepat rnanusia. Uni- nyerapan oralnya. Analog EDTA.a oral clan in_ vitro. obat ir-ri hanya boleh 50%. dengan 50% clari SH SH SO. Bioavailabilitas melalui jalur oral adalah sekitar berpotensi membahayakan jiwa. Dalam keadaan seperti ini. mg/kg tiap 4 jarn melalui infus intravena lan. garam kalsium clan seng dinatrium kecil. merkuri anorganik. EDTA dosis injeksi terdapat memobilisasi timbal dari jaringan lunak. kurium. sebut disertai dengan stabilisasi status karcliovaskular clan sien anurik. yakni pente_ dalam urine.H di urine dalarn waktu 1 jarn. penetrasi waktu sekitar 3. telah dilaporkan pada kurang dari5% pasien. adalah kumpulan efek samping tahun 2004 EDTA disetujui oleh FDA untuk cligunakan yang paling sering dijumpai. gastrointestinal pasien. menghin_ suksirner juga telah digunakan pada terapi keracunan ar. pada penderita insufisien_ si ginjal.clekorporasi. Preparat unitiol akueous (biasanya 50 dokteran alternatif. dan pacla mual.) sekali. Suksirner ditoleransi dengan baik pada terapi hingga 5 hari atau kurang. pada meningkatkan ekskresi merkuri. tapi pada kebanyakan kasus hal ini dapat clicegah mampuannya untuk mernobilisasi merkuri dari ginjal. Unitiol tidak memiliki indikasi penggunaan yang clisetujui FDA. arsenik. Telah dilaporkan ada. EDTA belum terbukti bermanfaat mg/mL dalam air steril) dapat diberikan dengan dosis 3_5 dalarn terapi penyakit kardiovaskular aterosklerotik.. rnelebihi dimerkaprol intramuskular atau suksimer oral racunan seng. dan unitiol EDTA harus diberikan melalui infus intravena. clan 10% pasien. uranium dan beberapa radioisotop transuranik. terutama sebagai sulfida DMpS mengelat ion logam ekstrasel daripada ion intrasel. Darnpaknya terhaclap caclang. deplesi seng semer-rta ra yang tidak rnenriliki arti klinis yang an kalsium. Lebih lanjut lagi.7 jam. dengan kadar puncak dalarn clarah tercapai dalarn diberikan sebagai garam kalsium dinatrium.nerkapto yang rnerupakan analog dirnerkaprol larut-air. Ruam.r in AS sejak 1999. kadang memerlukan pengl-rentian terapi.ya nefrotoksisitas akibat efek protektifnya terhadap arsenik pada binatang dan ke. tapi EDTA juga bermanfaat pacla kasus ke. yang arti klinisnya kecil atau ticlak ada sama tat. Suksimer sedikit memicu peningkatau ekskresi seng dari asam dietilentriaminpentaasetat (DTPA). merkuri dan arsenik pada model binatang. dianjurkan peng. telah tersedia dalarn forrnu_ EDETAT KALSIUM D|NATRIUM (ASAM larium resrni di Rusia dan beberapa negara bekas Soviet ETt rEND tAM TNTETRAASETAT [EDTA]) lainnya sejak 1958 clan di Jerman sejak "1976.rbat selama Karena obat dan logam yang dimobilisasi diekskresi lebih dari 20 menit. peningkatan ringau arninotransferase hati yang reversibel telah tercatat uNtTtoL (ASAM pada 6-70% pasien. Jika terapi selama beberapa hari ter_ melalui urine.

Komplikasi paru (rnisalnya. Obat ini tampaknya dimetabolisasi. pruritus. deferoksamin merupa- sesekali dilaporkan pula kasus reaksi alergi mayor. mer/ yang memiliki kemampuan lebih besar untuk memo- bilisasi logam dan profil efek samping yang lebih kecil. seng dan". Turunan terasetilasinya. deferoksamin PENISILAMIN (o-DIMETILSISTEIN) harus diberikan secara intramuskular atau. Penisilamin cepat diserap dari usus dan menjadi jingga-kemerahan. Deferasiroks baru-baru ini disetujui penggunaannya yat alergi penisilin. dan demam obat. Obat tenfu. Lebih lanjut lagi. Timbul berbagai respons lndikasi & Toksisitas simpang idiosinkratik seperti flushing. Reaksi dermatologik mendapatkan iron yang terkelasi sec€ira biologis. Penisilamin (Gambar 58-2) adalah turunan penisilin be. khususnya cesium dan talium. Komplek kelator-besinya di- dibandingkan dengan isomer r. dan penggunaan obat yang darah. mendapat infus deferoksamin lebih lama dari 24 jam. Senyawa ini memiliki afi- DEFEROKSAMIN nitas yang tinggi terhadap beberapa kation univalen ter_ Deferoksamin diisolasi dari Streptomyces pilosus. pedu. Unitiol logam kelumit esensial. talasemia major). tapi bentuk ini tidak diper- sebagai zat pigmen biru tua selama hampir 300 tahury dagangkan. n. secara primer melalui ini sangat erat mengikat besi tapi buruk dalam mengikat perfukaran ion. dan kompleksnya diekskresi dalam em- pat timbul pada penggunaan. keluhan perut. tapi rupa kristal putih larut-air. seperti kan kelator parenteral pilihan pada keracunan besi (lihat eritema multiforme dan sindrom Stevens-Johnson. Oleh sebab itu. Defisiensi piridoksin merupakan efek toksik yang sering BtRU PRUSStA (FER|K HEKSASTANOFERAT) ditimbulkan oleh obat ini dalam bentuk lain tapi jarang Ferik heksasianoferat (biru Prussia taklarut) merupakan disebabkan oleh bentuk o. masalah yang dijumpai dalam terapi talasemia dan terlalu lama dapat menyebabkan insufisiensi ginjal. Akibatnya. Nefrotoksisitas disertai proteinuria untuk terapi oral berlebihnya beban besi akibat transfusi juga telah dilaporkan terjadi. deferoksamin tidak dapat berkornpetisi untuk rendah secara keseluruhan (<4%). sehingga obat dan diserap dengan baik. Dalam sirkulasi. lebih baik. yakni senyawa kristal terhidrasi yang mengandung atom Ferl N-asetilpenisilarnin.sehingga lebih dianjurkan ekskresi daiam urine. secara intravena. Deferoksamin plus hemodialisis juga ber- infus intravena cepat dapat menyebabkan vasodilatasi dan manfaat dalam terapi keracunan aluminium pada gagal hipotensi. DEFERASIROKS telah banyak menggantikan penisilamin untuk fujuan ini. dan Penisilmain terutama digunakan pada terapi keracunan ruam. Meskipun telah digunakan sasi logam yang lebih besar. d. sitopenia ditimbulkan oleh asupan obat yang terlalu lama. l INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR / 989 berian oral pada dosis 4-8 mg/kg tiap 6-8 jam. potensi rnanfaatnya sebagai kelator farmaseutikal baru dikenal 3 dekade yang lalu. seperti swasima (eksantema atau urtikaria obat) merupakan efek yang terdapat dalam hemoprotein dan sitokrom mikroso- simpang yang paling sering dilaporkan terjadi. rneskipun mal dan mitokondrial. Kemampuannya untuk kerentanan terhadap beberapa infeksi tertentu (misalnya. digunakan secara eksperimental pa- dan Ferrr.tembaga. pasan akut) dilaporkan terjadi pada beberapa pasien yang perfi pada penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikular). sindrom distres perna- tembaga atau untuk mencegah akumulasi tembaga. se. resisten terhadap degradasi metabolik. Deferasiroks merupakan kelator tridentata dengan afinitas Sepertiga pasien pengguna penisilamin mengalami tinggi terhadap besi dan afinitas rendah terhadap logam efek simpang obat ini. Deferoksamin diserap dengan buruk bila diberikan rentang waktu 15-20 menit. Pan. dan secara sekunder melalui pemerang- . deferasiroks harus digunakan dengan sangat hati-hati. mengikat besi. meskipun oral dapat juga dianggap sebagai alternatif suksimer oral berkompetisi untuk mengikat besi yang terikat secara dalam terapi intoksikasi timbal. sindrom mielodisplasia. sering kali mengubah wama urine dalam terapi. unitiol harus diinfuskan secara perlahan dalam ginjal. tubuh (misalnya. o-Penisilamin kurang toksik jalurnya tidak diketahui. Obat ini aktif secara oral meliputi ruam. per oral dan dapat meningkatkan penyerapan besi jika diberikan melalui jalur ini. misalnya.an Penisilamin juga sesekali digunakan pada terapi artritis telah dipastikan terjadi neurotoksisitas dan peningkatan reumatoid berat (lihat Bab 36). Reaksi hipersensitivitas yang timbul lain. Karena Bab 33 dan 59). tapi suksi. longgar dalam protein pembawa besi (hemosiderin dan Unitiol dilaporkan memiliki insiden efek simpang yang feritin). Pernberian deferoksamin intravena secara cepat dapat menimbulkan hipotensi. atau tidak da. pada pasien dengan riwa.reningkatkan ekskresi timbal dan merkuri dalam urine dengan Yersinia enterocolitica) pascaterapi jangka-panjang pada keadaan berlebihnya beban besi (iron oaerload) dalam membuatnya sesekali digunakan dalam terapi rawdt jalan pada kasus intoksikasi kedua logam tersebut. yang terkoordinasi dengan gugus sianida dalam da keracunan merkuri dan memiliki kapasitas memobili- struktur geometrik kubus.

hanya bentuk tak-larutnya saja yang mengganggu sirkulasi enterohepatik dan enteroenteriknya saat ini tersedia sebagai materi farmaseutikal. Am J Epidemiol hypertension. 2005. Karena kompleks yang dibentuk (http: / / www. tablet 250 mg REFERENSI Nash D et al: Blood lead. Meskipun bentuk biru Prussia mudah-larut. [http:/ /www. lium ferik heksasianoferat.1601'184. Pemantauan radioaktivitas (137Cs) dalam urine dan feses serta kadar talium dalam urine lndikasi & Toksisitas secara serial dapat memberikan panduan mengenai durasi Pada 2003. mungkin lebih bermanfaat da- sorpsi kation-kation tersebut melalui saluran cerna atau lam keracunan talium.htmll Cheng Y et al: Bone lead and blood lead levels in relation to Weisskopf MG et al: Cumulative lead exposure and prospective baseiine blood pressure and the prospective development of change in cognition among elderiy men. N Engl J Med 2001. JAMA Timbal 2003.150:590. Borja-Aburto VH et al: Blood lead levels measured prospectively Rogan WJ et al: The effect of chelation therapy with succimer on and risk of spontaneous abortion.bt. yang ini merupakan bagian dari materi medis dan farmaseutikal digunakan sebagai obat oral. atau untuk infus (50 Penicillamine (Cuprimine.cdc. Pada Pascapajanan 137Cs atau garam talium. . women. harus diberikan sesuai kebutuhan. exposurereport/ 3rd/ pdl / results-01. diserap secara minimal dari dalam theStrategic NationalStockpile yang diurus oleh CDC saluran cema (<1%). Biru Prussia belum dikaitkan dengan efek simpang ngenai potensi kontaminasi radioaktif cesium yang luas berat apapun. yang disetujui adalah 3 g per oral tiga kali sehari. dosis dewasa rangkaian kasus klinis. dan penyakit radiasi akut (r37Cs) atau toksisitas talium sistemik pada intoksikasi garam talium.250.cdc)gov/ 2003. FDA menyetujui biru Prussia untuk digunakan terapi yang dianjurkan. yang dapat terjadi pada beberapa pada manusia akibat penggunaannya oleh teroris sebagai kasus. blood pressure/ and hypertension in perimenopausal and postmenopausal . Konstipasi. Keputusan ini didasari oleh adanya kekhawatiran me.) sehingga mempercepat eliminasinya melalui feses. harus diterapi dengan laksatif atau peningkatan materi radioaktif yang dapat terpenc ar (" dirty bomb"). Canfield RL et al: Intellectual impairment in children with blood Third Nahonal Report on Human Exposure to Enviromental lead concentrations below 10 pg per deciliter. 500 mg/ Prussian Blue (Radiogardase) vial Oral: kapsul 500 mg Dimercaprol (BAL in Oil) Succimer (Chemet) Parenteral: 100 mg/mL untuk suntikan lM Oral: kapsul 100 mg Edetate calcium [calcium EDTAI (Calcium Unithiol (Dimaval) Disodium Versenate) Bubuk penyusun yang tersedia untuk dibuat Parenteral: 200 mg/mL untuk suntikan sebagai kapsul oral.3M:L421. oral tiga kali sehari.289:1523.. CDC.153:164. N Engl J Med Chemicals. Asuhan suportif tambahan untuk dalam terapi kontaminasi radioaktif cesium (137Cs). yang setara pada anak (usia 2-12 tahun) adalah 1 g per retensi in vivo) radioaktif cesium dan talium. dosis kaitkan dengan penurunan waktu-paruh biologik (yakni. Am J Epidemiol 2001. Deferasirox (Exjade) Pentetate Calcium Trinatrium (tcalcium DTPAI dan Oral: tablet 125. gov/ stockpile/ #material) (C atatan: oleh biru Prussia bersama cesium atau talium tidak da.348:1517. Am J Epidemiol neuropsychological development in children exposed to lead. 500 mg Pentetate Zinc Trinatrium [zinc DTPA]) Deferoxamine (Desfera l) Parenteral: 200 mg/mL untuk suntikan Parenteral: Bubuk untuk dilarutkan. Depen) mg/mL) Oral: kapsul 125.25O m9.990 / BAB s8 kapan atau adsorpsi mekanis. Biru Prussia taklarut. Lead. 20C4. penggunaan biru Prussia telah di. Obat serat pada diet. 1999. pemberian kelator per oral mengurangi ab. seperti ka- pat diserap.

lsto.gov/ PebickJS et al: Monomethylarsonous acid (MMAIT) and arsenite: exposurereport / 3r d. to arsenic in drinking water in West Bengal.S.162:533. .8:338:1672.:23:107.110(Suppl 1):11.41 exposure. 2ffi3. Reuiew and Analysis of 20M.htnll radiocesium and thallium poisoning? Ann Pharmacother ISRO [Life Sciences Research Office]. 2001.3-dimercaptopropane-1-sulphonate and hae- Me*uri modiafilhation.orgf clearance of brain aluminum after a single 26. Chem Res Toxicol 2O07. EPA web site: [http:/ /www. [http://search. " r* INTOKSIKASI LOGAM BERAT & KELATOR I 991 Arsenik Rice DC et al: Methods and rationale for derivation of a reference dose for methylmercury by the U.38:1509.64:77 .htnrl] T oxicol Sci 200L.109:613. amalgam/ frames-amal gam-report. ISRO: Bethesda.97:1514.J / | Chemicals. Blood 2001. [http://www. National Academy Press. Environ Health ed in human urine after adrninistration of sodium ?3-dimer- Perspect 2002. tlu Potential Adoerse Health Effects of Dental the Literahrc on Yokel RA et al: Entry.htmll LD50 in hamsters and in vitro inhibition of pyruvate dehydrogenase. Arxnic in D.nap. Mercury. Agen Pengelat Urudkrishnan D et al: Torsades de pointes in 3 patients with leukemia treated with arsenic trioxide. EPA. gov/waterscience/fishadvice/ Thompson DF. Crit Care 2003.15:131 8. Chem Res Toxicol 2002. N Engl J Med t99. capto-1-propane sulfonate. Risk Anal National Research Council. Cremin JD et al: Oral succimer decreases the gastrointestinal absorption of lead in juvenile monkeys. / pdf / results-O1.epa. Gong Z et al: Determination of arsenic metabolic complex excret- Clarkson TW: The three modem faces of mercury. CDC.inkingWater:2001 Update.L4:651. hal-f-life. Called ED: Soluble or insoluble prussian blue for advice.edu/ Third National Report on Human Exposure to Environmental books/ 0309076293 / hfr. India' Agl J Epidemiol 2005. Dargan PI et al: Case report: Severe mercuric sulphate poisoning treated with 2. Environ Health von Ehrenstein OS et al: Decrements in lung function related Perspect 2001. and desferrioxamine-accelerated Analgam.cdc. 2005.7:R1. ?fl0/' [http://www. Nierenberg DW et al: Delayed cerebellar disease and death after accidental exposure to dimethylmercury.

Obat dapat mencederai sa- terapeutik. Se- Istilah toksikokinetik mendeskripsikan absorpsi. pada dosis nor- mal. Dalam meren- Bab ini mengulas tentang prinsip dasar keracunan. akan lebih banyak lagi obat yang masuk ke dalam sirkulasi. Dengan peningkatan kadar obat dalam bagian besar substansi. dan fenitoin (lihat efektif tentang pencegahan keracunan. narkotik.g besar menandakan bahwa obat lebih sulit % tiap tahun. keracunan jarang bersifat fatal jika korbannya segera mendapat pertolongan medis Bersihan dan asuhan suportif yang baik. Obat dengan volume distri- telah sangat menurun dalam 30 tahun terakhir ini sebagai busi yang relatif kecil (<1 L/kg) meliputi salisilat. litium. r TOKSIKOKINETIK & Overdosis obat dapat mengubah proses farmakokine- TOKSIKODINAMIK fik yang normal sehingga hal ini harus dipertimbangkan ketika menghitung kinetik pada pasien keracunan. Olson. dan verapamil. disolusi tablet atau waktu pengosongan lambung dapat melambat sehingga penyerapan dan efek busi. Volume Distribusi ]ika kadarnya dalam plasma sangat tinggi dan metabo- Volume distribusi (Vo) diartikan sebagai volume semu lisme normalnya menjadi jenuh. dibersihkan dari darah oleh peralatan yang bertujuan sifat fatal. Meskipun terdapat banyak kesamaan antara farmakokinetik dan toksikokjnetik se- terlampaui. Istilah toksikodinamik di- war epitel saluran cema sehingga meningkatkan absorp- gunakan untuk mendeskripsikan efek merugikan suafu sinya. antimalaria. kapasitas ikatan dengan protein na. kejang. dan gangguan termoregulasi secara dari obat tiap unit waktu (lihat Bab 3). Bersihan adalah ukuran volume plasma yang dibersihkan hipotensi. ekskresi. antipsikotik. hasil dari pengemasan yang aman dan penyuluhan yang fenobarbital. peningkatan kadar racun dalam urine yang dramatispun hanya akan berdampak sedikit terhadap eliminasi secara keseluruhan. bersihan total adalah jumlah bersihan melalui eks- yang mencapai rumah sakit dalam keadaan hidup. etanol. menyebabkan peningkatan fraksi obat namik dan toksikodinamik. Kent R. menjadi tetap (kinetik ordo-nol). dan metabolisme toksin. Perhatian yang sama ditujukan pula pada farmakodi- dapat terlampaui. laju eliminasinya dapat tempat terdistribusinya suatu substansi (lihat Bab 3). dosis toksik agen toksik puncak obat tertunda. Sebagai contoh. Jika kemampuan hati untuk memetabolisasi obat substansi terhadap fungsi vital. Tabel 3-1). asam valproat. atau produk rumah tangga beracun secara tidak sengaja propanolol. Contoh diri dengan cara overdosis secara sengaja oleh remaja atau obat dengan volume distribusi yang besar (>5 L/kg) orang dewasa. dan metabolitnya. Bahkan pada pajanan berat. seperti hemodialisis. Kematian anak akibat tertelannya obat meliputi antideprepan. Perubahan kinetik ini 992 . kresi oleh ginjal dan metabolisme oleh hati. distri. bagai contoh. MD Lebih dari satu juta kasus keracunan akut terjadi di AS yur. 5% yang dibersihkan oleh ekskresi ginjal. Tatalaksana gagal napas. kebanyakan obat dieliminasi dengan laju yang pro- ASPEK KHUSUS TOKSIKOKINETIK porsional dengan kadar plasma (kinetik ordo-pertama). canakan strategi detoksifikasi. harus diketahui kontribusi tatalaksana awal. meskipun hanya sebagian kecil saja yang ber. dan terapi khusus pada keracunary tiap organ dalam bersihan total. jika suatu termasuk metode untuk meningkatkan eliminasi obat dan obat dibersihkan 95o/o oleh metabolisme hati dan hanya toksin. bebas dan efek toksik yang lebih besar. Bagi kebanyakan cermat dapat meningkatkan angka harapan hidup pasien obat. ada pula perbedaan yang bermak- darah yang dramatis. Sebagian besar kematian terjadi akibat bunuh untuk memurnikan darah.

Kejang. difenhidramin. hipoksia. Intoksikasi alko- menekan sistern saraf pusat (SSP) dan menyebabkan ob. dan obat yang dianggap bukan merupakan (obat A). pada keracunan.Pada kasus obat dengan kurva dosis-respons linear dan teofilirr. kolaps vaskular tindih. dan dan obat lain melalui ginjal dan irati. dan hiperkalemia. dan tanda iskemia pada ngurangi produksi keringat sehingga panas lebih sulit elektrokardiogram. relevan dalam memperkirakan potensi keparahan intoksi. efek letalnya dapat tirnbul pada dosis obat se. obat dengan kurva yang mencapai plateau (obat B) Dapat tirnbul hipoksia selular meskipun ventilasi dapat tidak berefek letal meskipun dosisnya mencapai 100 sudah adekuat dan oksigen sudah diberikan bila kera- kali dosis normal. Akl'rirnya. diare. seperti antidepresan trisiklik. Pada pasien seperti demikian. atau penggunaan oksigen. intoksikasi obat yang merniliki efek se. seperti yang diperlihatkan oleh dapat disebabkar-r oleh overdosis berbagai macam obat kurva respons-dosisnya yang bertingkat (lihat Gambar kardioaktif seperti efedrin. gagal p atau penr. Sebagai contoh. Sebagai contoh. Bila mernbicarakan tentang data dosis-respons kuan. penyekat rnerryebabkan luruhnya otot dan mioglobinuria. beberapa pasier-r dapat meninggal dunia se- bat keracunan dapat mernbantu mernprel5i6p(arr dokter belurn dirawat inap karena efek perilaku akibat obat yang di- untuk mengobati pasien secara efektif. Pasien koma seriug kali kehilangan sering kali berperan menimbulkan kecelakaan kendaraan refleks protektif pada jalan napas serta dorongan untuk bermotor. amfetamin. Hipertermia dapat sehingga clapat timbul hiperpireksia letal. atau aritrnia jantung. barbiturat Prinsip umum dosis-respons yang dijelaskan dalam Bab 2 darr alkohol). antidepresan trisiklik) akatr me. Parakuat me- fS PENDEKATAN TERHADAP nyerang jaringan paru. Hipotermia atau yang tidak sama jika kemiringan kurva dosis-responsnya hipertermia akibat pajanan serta efek gangguan regulasi tidak sama. dua obat dapat memiliki indeks perifer akibat blokade tonus vaskular yang diperantarai terapeutik yang sama tapi rentang aman pemberian dosis oleh adrerroseptor-d. aspirasi isi lambung ke dalam jalan serum dan meningkatkan toksisitasnya.. kardioaktif. Pemaharnan mengenai nekanisme umum kernatian aki. suhu berbagai obat juga dapat menimbulkan hipotensi. dipancarkan ke luar. Hipotensi dapat disebabkan oleh dep- tal. Toksisitas kardiovaskular juga sering kali dijumpai kasi. dan racun lain yang mengganggu transpor toksik akan cukup berbeda dengan efek terapeutiknya. efek toksik utama merupakan perluasan langsung Arihnia letal seperti takikardia dan fibrilasi venfrikular kerja terapeutiknya. hipovolemia disebabkan oleh respons terapeutik dan toksk yang saling bertumpang. terlnasuk elirninasi toksin depresan. gen seperti fensiklidin (PCP) atau LSD dapat meninggal ninggal dunia sebagai akibat obstruksi jalan napas oleh karena perkelahian'atau jatuh dari ketinggian. kokain. Kejang dapat menyebabkan aspi- kejang. karbon Pada kebanyakan obat. hiperaktivitas otot. Obat dan racun mengubah fungsi jantung tapi juga semua fungsi yang yang sering kali rnenyebabkan kejang meliputi anfi- bergantung pada aliran darah. dan kekakuan dapat me- siklik. Sebalik. n'risalnya hipnotik-se. Ketiganya meru- phkan penyebab kematian tersering akibat overdosis ASPEK SPESIAL TOKSIKODINAMIK narkotik dan obat hipnotik-sedatif (rnisalnya. asidosis laktat. dan cedera otak. misalnl'a. cunarr disebabkan oleh sianida. napas trakeobronkial. merlyebabkan fibrosis paru. 22-1). hipoksia selular ditunjukkan dengan adanya takikardia. muntah. pasien demikian dapat me.itu.ekat kanal kalsiurn. Kerusakan sistem organ lainnya dapat terjadi pasca- keracunan dan kadang terlambat muncul. besar sepuluh kali lipat dosis terapeutik normal. antihistamin. ticlak hanya secara nyata ginjal. Untuk beberapa obat. Nekrosis hati masif PASIEN KERACUNAN yang disebabkan oleh keracunan asetaminofen atau jarnur-jarnur tertentu menimbulkan ensefalopati hepatik BAGAIMANA PASIEN KERACUNAN DAPAT dan ker. . Pada intoksikasi anticlepresan tri. perti atropin (misalnya. produksi panas tubuh rneningkat rasi paru. hipotensi. Pasien yang berada di bawah pengaruh halusino- bernapas. juga dapat terjadi perringkatan aktivitas otot atau ninrbuikan kematian. harus dipikirkan pula indeks terapeutik maupun kurva resi kontraktilitas jantung. datif. setidaknya sebagian dari efek monoksida.natian dalam wakts 48-72 jam atau lebih lama MENINGGAL DUNIA? pascaingesti. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN I 993 dapat sangat memanjangkan waktu-paruh obat dalam lidah yang jatuh. kokain. Banyak toksin ingesti dapat menyebabkan cedera trauma. nya. atau henti napas. dan beberapa analog opioid. dengan demikian. hol dan obat hipnotik-sedatif lainnya rnerupakan faktor yang tundasi atau koma. asidosis laktat berat. atau sekuestrasi cairan. Overdosis obat disebabkan oleh hiperaktivitas otot menetap dan dapat yang menekan sisten kardiovaskular. amfetamin. digitalis. Oleh sebab . yang dimulai beberapa hari setelah ingesti. isoniazid (INH). hidrogen sulfida.

Antagonis opioid nalokson dapat diberikan clalarn dosis dan toksin lain yang menghasilkan asidosis metabolik 0. dekubitus lateral sudah cukup untuk menyingkilkan lidah anggota keluarga. produk dengan insufisiensi napas harus diintubasi dan diberi rumah tangga. manfaat dalam kasus keracunan. Mata-Mata adalah sumber informasi yang sangat ber- dan beberapa opioid lairurya. frekuensi napas. dan obat yang 31). denyut nadi. Pernapasan (breatlittg) karan atau paramedis harus diminta untuk menjelaskan harus dinilai dengan pengamatan dan oksirnetri dan. Konstriksi pupil (miosis) mazenil (lihat Bab 22) mungkin bermanfaat pada pasien yang sering disebabkan oleh opioid. klonidin. Tanda vital-Pemeriksaan cermat pada tanda vital bahwa pasien tidak hipoglikemik. salisilat. pengaturan posisi pasien pada posisi an mungkin tidak dapat diandalkan. vasodilator. fenotiazin. ring disebabkan oleh antidepresan trisiklik. penting dalam semua kegawatdaruratan toksikologik. karena'itu. vena. fosfat). sementara anak mendapat 0. Hipertermia dapat disebabkan oleh napas dan SSP akibat semua jenis obat opioid (lihat Bab simpatomimetik. kita dapat KERACUNAN memulai evaluasi yang lebih terperinci untuk membuat diagnosis spesifik. antikolinergik. Dilatasi pupil depresan trisiklik atau gangguan kejang karena flurnazenil (midriasis) sering disebabkan oleh amfetamin.4-2 mg intravena. dan petugas pemadam keba- yang jatuh menutup jalan napas. dengan mengukur gas darah arteri. Pasien hipoglikemik dapat tampak kasi amfetamin. PemrnrxsnAN FlstK kontinu. Meskipun demikian. dan obat antimuskarinik (antiko- seperti terintoksikasi. nalokson mungkin tidak terutama jika disertai dengan pajanan ke lingkungan perlu diberikan. Upaya trauma kepala. Nalokson akan memulihkan depresi atau asfiksia selular. Pernyataan lisan penderita mengenai jumlah dan bahkan jenis obat yang ditelan dalam kegawatdaruratan keracun- pasangkan pipa jalan napas oral atau pipa endotrakea. dan agonis B. Orang dewasa rnen. napas dan ventilasi telah diberikan. jika bantuan jalan dapat disebabkan oleh tiap obat yang menekan SSP.994 / BAB s9 Anamnesis & Pemeriksaan Fisik T TATALAKSANA AWAL PASIEN Setelah tindak ABCD awal telah dilakukan. (tekanan darah. 2. mental harus mendapat challenge fesf dengan dekstrosa pekat. di. kokain. klonidiru pasien keracunan. karbon monoksida. Hipotensi dan bradikardia merupakan ciri khas cukup terpercaya untuk membedakan mereka dengan overdosis penyekat kanal kalsium. jika lingkungan tempat terjadinya kegawatdaruratan kera- meragukan. Nistagmus . kodein. Penyebab lain koma atau kejang seperti an yang sama tanpa melihat racun apa yang terlibat. dasar ("ABCD") tatalaksana keracunan. Kemudian. Pemasangan jalur intravena dan pengambilan Harus dilakukan pemeriksaan singkaf menekankan pada darah harus dilakukan unLuk memeriksa glukosa serurn area-area yang kemungkinan besar akan memberikan pe- dan pemeriksaan rutin lairurya.5 g/kg (dekstrosa 25% Hipertensi dan takikardia sering dijumpai pada intoksi- sebanyak 2 mL/kg). Arnrtaruesls Pertama. atau gangguan metabolik untuk menegakkan diagirosis toksikologik spesifik hanya harus diperiksa dan ditangani. A. Sirkulasi (circulatiotrl harus dinilai di dekat pasien yang dicurigai mengalami keracunan ke dengan pemantauan denyut nadi. dan sistem saraf. tekanan darah. kecuali uji glukosa darah cepat menunjukkan 1. penyekat F. Hipotermia matian akibat depresi napas. Penjelasan beberapa sin- akan menunda pemberian tindakan suportif yang menjadi drom toksik yang umum dimulai pada halaman 998. abdomen. dan suhu) dapat 25 g (larutan dekstrosa 50% sebanyak 50 mL) intra. Penting untuk diingat bahwa obat ini menirnbulkan ke. meningitis. Hipotensi disertai takikardia se- malnutrisi juga harus mendapat tiamin 100 mg intra. atau yang meng. LSD. setiap pasien dengan perubahan stafus tunjuk mengenai diagnosis toksikologik. menimbulkan kejang atau kekakuan otot. Frekuensi napas cegah terjadinya sindrom Wemicke. jalan napas (ainaay) harus dibersihkan dari muntahan atau sumbatan lainnya. pada toksikologi. insektisida organo- tidak boleh digunakan jika terdapat riwayat overdosis anti. kokairy dapat mencetuskan kejang pada pasien seperti clenrikian. Dosis nalokson yang lebih besar mungkin dingin. pasien dan melakukan pemeriksaan fisik yang mengarah alami perubahan status mental harus mengikuti pendekat. dan dicurigai mengalami overdosis benzodiazepin. Pada banyak pasien. polisi. dan evaluasi perfusi perifer secara B. muskular atau dalam larutan infus intravena untuk men. volume instalasi gawat darurat. dan tidak ada cara yang cepat dan Iinergik). meliputi tanda vital. diperlufun bagi penderita overdosis propoksifen. Pasien alkoholik atau yang mengalami dan hipnotik sedatif. quetiapin. dan atropin serta obat antikolinergik. cepat sering disebabkan oleh salisilat. urine yang keluar. mata dan mulut. trazodon. tapi obat ini penghambat kolinesterase (misalnya. kejang. dan jika perlu. atau obat bebas lainnya yang ditemukan ventilasi mekanik. Antagonis benzodiazepin flu. dan koma dalam akibat obat sedatif. termasuk mengumpulkan data riwayat Tatalaksana awal pasien koma. Pasien cunan serta membawa tiap semprit botol kosong. kulit.

atau amo- Natrium. karbon monoksida berat. nrioglobinuria. disartria. jika dihitung dari (Na-) . Dapat B. Oksimetri denyut dapat pula kan ciri khas botulisme. + K-) . teofilin. Jarak anion = (Na. kram abdomen. arsenik. BUN) dan kreatinin harus diukur. atau jelaga akibat inhalasi asap. Obat yang rahan intrakranial akibat trauma) ketimbang ensefalopati menimbulkan hipokaleuria n'reliputi barium. Sianosis mungkin disebabkan lebih dari 12--16 mEq/L.(HCO'. dan difenhidramin. hipotensi. isoniazid. mengurangi anion dari kation: 4. Obat yang 6. karena dapat menimbulkan aritmia jantung. barbiturat. Kejang sering kali disebabkan oleh harus dilakukan. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN I 995 horizontal merupakan ciri khas keracunan fenitoin. Peningkatan kreatin kinase (CK) serum overdosis antidepresan (khususnya antidepresan trisiklik dan bupropion). atau keracunan sianida akarr 12-16 mEq/L. metformin. gagal 5. Keracunan akibat sianida dapat dikenali oleh beberapa jarak anion (anion gap) kemudian dihitung dengan pemeriksa sebagai bau seperti almond pahit. hiperaktif. pada berbagai kondisi. al. Sistem saraf-Pemeriksaan neurologik yang cermat dapat menyebabkan hiperkalemia walaupun furrgsi ginjal amat penting dilakukan. Hipoventilasi akan meningkatkan PCO. teofilin. besi. alkohol. dan diare umum dijurnpai metanol. metformin. karbon monoksida. Contoh asidosis yang disertai jarak anion yang dipicu oleh obat. pula disebabkan oleh pneumonia aspirasi atau edema paru hipoksia. etilen glikol. isoniazid. dan A nuscaria. jumlah kation melebihi jurnlalr anion tidak dan obat sin-rpatomimetik. arnfetamin. nitrogen. PO" hanya mengukur mEq/l. Elerrnour tercium bau khas alkohol. asam valproat. pelarut hidrokarbon. nikotin.+ Cl-) ngat berlebihan ditimbulkan oleh organofosfat. karbamazepin. adalah tanda khas pada keracunan fenitoin. penyekat p. memberikan hasil normal yang semu pada keracunan 3. panas. Keri. dan obat sedatif lainnya' Adanya nis. (hipoksia). Mulut-N4ulut dapat menunjukkan tanda luka bakar karbon monoksida. Jarak anion yang lebih besar dari oleh hipoksemia atau oleh methemoglobinemia. oksigen darah total atau saturasi oksil'remoglobin. atau asidosis laktat terinduksi syok. tiap dan menurunkan PO. PO. diuretik hernat kalium. nilainya adalah 8-12 menyebabkan asidosis metabolik. dan tiazid dan diuretik loop. Nistagmus. isoniazid. nergik larnn. pada keracunan organofosfat. yang rendah dapat kejang yang dipicu oleh obat. Ikterus harapan disebabkan oleh aclanya anion takterukur (laktat. . digitalis. Kadar nitrogen urea darah (blood urea dol dan agen antipsikotik lainnya.-+ Cl ). Prosedur Laboratorium dan Pencitraan A.(HCO. kokain. Abdomen-Pemeriksaan abdotnen dapat mengungkap- ginjal. kalium. yang merupakan ciri khas keracunan pat mernicu asidosis metabolik yang disertai n'reningkat- antimuskarinik. agonis B. opioid. Ptosis dan oftalmoplegia merupa. dan besi. Beberapa toksin memiliki efek nefrotoksik langsung. teofilin. glikosida lebih menunjukkan adanya lesi struktural (seperti perda.) yang menyertai asidosis metabolik. dan fluorida. Koma flasid yang disertai ticlak adanya refleks dan bahkan adanya elektroensefalogram isoelektrik Tabel 59-1. dan tagmus vertikal dan horizontal sangat mengindikasikan PO" dapat tampak normal pada penderita keracunan keracunan fensiklidin. atau hipotensi yang dipicu oleh obat. klorida. nia. Kulit-Kulitsering tampak merah. Hal ini dijumpai atau keracunar. Kejang fokal atau defisit rnotorik normal meliputi kalium sendiri. oksigen terlarut dalan'r plasrna dan bukan kandungan kohol. seperti ketoasidosis diabetik. Oksigenasi jaringan yang buruk Catatan: Jarak anion yang dihitung dari (Na. gagal ginjal disebabkan oleh syok atau Iainnya. toksik atau metabolik. Bising usus yang nya jarak anion (Tabel 59-1) meliputi aspirin. jamur Amarita plulloides. dan sedatif lainnl'a. serta kokain dan obat simpatomimetik pada kasus lain. dan obat sedatif. dan ataksia kafein.(HCOr-+ CIJ adalah akibat hipoksia. dapat dijumpai pada koma dalam akibat hipnotik-sedatif atau intoksikasi depresan SSP laimya dan keadaan ini dapat disalahartikan sebagai kematian otak. Gns Dennx ARrent Asidosis laktat Sianida. Obat yang da- kan adanya ileus. Kedutan dan hiperaktivitas C. sindrom serotonin. dan urinalisis dan oleh striknin. Biasanya. + K*) . dan kering pada keracunan atropin dan antimuskarinik lain. mengarahkan kita pada nekrosis hali akibat asetaminofen dll. akibat zat korosif. Kekakuan otot dapat disebabkan oleh haloperi. A Perubahan kadar kalium serum membahayakan phalloidcs.'a. (hiperkapnia) ibuprofen. Ur Furucsr GTNJAL otot sering ditimbulkan oleh atropin dan agen antikoli. salisilat. dan bikarbonat harus diukur.

Hnst Perucrrnnnru D. ?! dan clirnasukkan dalam kantung dua lapis untuk rnence- .i:. pada natrium dan glukosa serum serta nitrogerr urea Racliograf dacla mungkir. be.rtribusi vang p.... litiunt. 996 / BAB s9 dan mioglobin dalarn urine rnernberi petunjuk adanya goksin dan glikosida jantung laimrya. Dekontaminasi Tabel 59-2. Paclahal.:. atau edema paru. F. penentuan kadar asetarninofen clalam arsenik (lilrat pula http:/ / wwr. ?99 35 gah timbulnya penyakit pada penyedia layarran kesehatan lsopropanol 3s0 60 darr untuk arralisis laboratoriurn. memanjar. uji laboratorium kuantitatif dapat diindikasi- berapa antidepresan dan antipsikotik terbaru. Glukosa(mg/dL).llly. darr isopropanol. spesifik lain. clengan asetilsistein. Prosedur c{ekontaminasi harus dijalankan secara simultan dengan stabilisasi awal. Osrnolalitas serum dapat diiritung rnenggunakan nia aspirasi..r. BUN(mg/dL) 2xNa* (meq/L)+ 18 Uji Skrining Toksikologi Hasil perhitungan ini nomralnl'a aclalah 280-290 Terdapat kesalahpaharnan yang diyakini banyak orang mOsm/L. Namun.. . Etanol dan alkohol lainnya dapat berperan bahwa "skrining" toksikologi luas adalah cara terbaik nyata terhadap osn'rolalitas serum hasil perrgukuran tapi. asam valproat.r pemberian antidot atau terapi keracunan. dianjurkan melaku- kan pemirrdaian contputctl tonrography (CT). Dekontaminasi mencakup pembersihan tok- sin dari kulit atau saluran cerna. Bila dipertimbangkar. tin terpilih biasanya cukup untuk mernbuat diagnosis tentatif dan rencana terapi yang sesuai. litium. dan kan. mahal. Kaclar teofilin. terutama . jika digunakan metode litik penguapan. bersifat radioopak. skrining toksikologi yang komprehensif meng- menciptakan jarak osmolar: habiskan waktu. Hasil perneriksaan mungkin baru akan keluar Jarak Osmolalitas hasil Osmolalitas hasil beberapa hari kemudian. Kuur Pakaian yang terkontaminasi seluruhnya harus clibuang .. metanol. dapat rnu. Kulit yang terkontami- 'Zat lain yang dapat meningkatkan jarak osmolar meliputj aseton. perrilaian diagnostik. karena zat'zat tersebut tidak termasuk clalam perhifungan.Beberapa zat yang menyebabkan timbulnya jarak osmolar. EurrnoxnRDloGRAM ning berguna dalam mengonfirmasi kecurigaan aclanya Pelebaran durasi kompieks QRS yarrg lebih besar clari 100 intoksikasi atau untuk menyingkirkan adanya intoksikasi milisekon merupakan ciri khtrs overdosis anticlepresarr sebagiti penyebab timbulnya tanda-tanda kematian otak se- hisiklik dan kuiniclin (Gambar 59-l).3p 1orr..rg lebih dari 440 rrilisekon pacla ban1.org/). Lebih lagi. Berbagai serum bergurra dalam menilai kebutuhan terapi antidotal macam blokade atrioventrikular (AV) serta aritmia ven. Catatan: Kebanyakan laboratorium menggunakan nretode titik beku B. A.. bung dengan agen en-reLik atau lavase lambung..99 .. etilen glikol. Snlunnru Cenrun untuk menentukan osmolalitas. Meskipun uji skri- E.r menunjukkan adanya pneumo- darah.Y:ll:1s1. rumus berikut: Jika clicurigai terjadi traurna kepala.perhitungan sangat toksik seperti penyekat kanal kalsium. Penreriksaan klinis pada pasien dan uji laboratorium ru- racunan etanol. Kristal keracunan karbon rnonoksida dapat menyebabkan per- oksalat dalam urine memberi petunjuk adanlrs keracunan ubahan iskemik pada elektrokardiogram. alkohol akan menguap sehingga kontribusinya terhadap N4uncul perdebatan seputar efektivitas pengosongan lam- osmolalitas akan hilang. salisilat. Sebagai contoh. pneumonia hidrokarbon. manitol. Hipoksernia akibat nekrosis otot akibat kejang atau kekakuan otot. dan magnesium. dan obat lainnya dalam serum r. dan isoniazid tidak termasuk dalam proses skrining. dan sering kali tidak dapat di- andalkan. etilen glikol. Interval eT. antidepresan trisiklik.. penyekat Tabel 59-2 menyajikan kadar dan kor..torsades. diharapkan terhadap osrnolalitas serum pacla kasus ke.ely..1. OsuouurAs SERUM Foto polos abdonen mungkin bermanfaat karena bebe- Osmolalitas serum hasil perl'ritungan sangat bergantung rapa tablet. nasi harus dicuci dengan sabun dan air. khususnya besi dan kaliurn.!eL . banyak obat-obat yang osmolar= pengukuran . karbamazepin. untuk mendiagnosis dan menatalaksana keracunan akut. uji ini tidak boleh sampai menunda pemberian terapi. termasuk kuirridin. dan evaluasi laboratorium.nenginclikasikan perlunya hemodialisis (Tabel 59-3). trikular dan atrial sering dijumpai pada keracunan cli.

ggurlukun untuk mengobati ingesti pada anak di rurnah c1i bawah pipa oro_ gastrik atau nasogastrik.g sebesar rnungkin. Colyte) dapat rneningkatkan dekontaminasi Daftar ini tidak lengkap.ll"r. ahli toksikologi klinis menganjurkan korosif. dapat dilakukan induksi emesis atau lavase efektif atau berbahava sehingga tidak boleh cligunakan. penelitian lair-r telah menur. arang aktif dapat merrgabsorpsi banyak obat dan Tabel 59-i. obat salut enterik. keparahan keracunan atau kadar aalJm Oarah' litiunl. usus setelah ingesti tablet besi. pipa yang digunaku.) jika terapi dimulai lebih dari 1 jam pascaingesti. Aranglidak mengikat fada aeralat besi.6as. ldg3. clan apomorfin tidak tertentu. a: aan c.rjukkan bahwa pemberian Theophylline Asam valproat arang aktif oral secara berulang dapat meningkatkan Hemodialisis tidak efektif atau tidak berguna: eliminasi sistemik beberapa obat (te.) harus sesuai dengan suhu fubuh untuk mencegah hipoterntia.ryak digunakan seperti lan dalarn usus sebelum terlanjur diserap. rneskipun penelitian terkontrol Metoprolol dan propanolol mengenai hal ini belum pernah dilakukan. penelitian Methanol terbaru menunjukkan bahwa arang aktif oral yang clibe_ Metformin rikan tersendiri muugkin sama efektifnya dengan pengo_ Phenobarbital songan usus yang diikuti dengan pemberian arang. Irigasi Opioid seluruh Berbagai obat dan racun lainnya y1u1 ctengan larutan polietilen glikol_elekrrolit seimbang (GoLYTELY. Winchester JF leditor]. Lavase lambung-Bila pasien dalam keadaan 1. pengarahan melalui telepon oleh dokter atau petugas yu. atas izin. Katartik-Pemberian agen katartik (laksatif) dapat Penyekat kanal kalsium mempercepat pengeluaran toksin dari saluran cema dan Digoxin menurunkan absorpsinya. 3.18 s. Arang aktif -Karena luas permukaannya yang luas. Arang tarnpaknya tidak bermlnfaat Ethylene glycol clalam Lithium keracurran asam dan alkali rnineral korosif. A: perlamiatan konduksi intraventrikular menghasilkan pemanjangan interval QRs (0.09'/. keracu nan. Suhu larutan lavase (biasanya pusat pengendalian racun.likit mengikat alkohol Carbamazepine dan sianida. rn. normal. suling_ an petroleurn. pacla keaclaan stimulasi faring dengan jari. 2. Antipsikotik Benzodiazepine 4. dan teofilin) rnelalui mekanisrne yang Antidepresan disebut "dialisis usus".r. Sa icylate Selain I itu. dan hanya .. Ipecac tidak boleh cligunakan saline 0. atau kalium. HaJolJirvr. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN / gg7 Gambar 59-L perubahan elektrokardioqram pada overdosis antidepresan trisiklik. CurOiai disturbances in the toxicologic patienti.. air garam. dari Benowitz NL. dapson. daprat dilakukan lavase lambung . paket .masuk karbama_ Amphetamine zepin.". atau konvulsan kerja_cepat. o. Ctiniial Management of iiisoning and Drug Overdose. (Direproduksi. Hemodialisis pada overdosis obat dan racun. Goldschlag"i fV.1 Arang aktif paling efektif jika diberikan dalam perban_ dingan setidakr-rya 10:1 antara arang aktif clan perkiraan Hemodialisis dapat diindikasikan bergantung dosis toksin menurut berat. Iambung. hur. pada jika racul yarlg dicurigai merupakan agen kebanyakan ingesti. clan metode ini kadang cligunakan pipa endotrakea. ia[Jtiruia supraventrikular disertai pelebaran progresif kompleks exs menyerupai takikardia ventrikular. WB Saunders. Metocle pemberian arang aktif unbuk mengikat racun yang induksi terte_ emesis yang dulu bar. Emesis-Emesis dapat diincluksi clengan sifltp ipecac bangun a_tau bila jalan napas dilindungi oleh (bukan ekstrak ipecac).

Derajat parahnya keracunan diperkirakan dari peng- A. bersihan en- dogen. dan distribusi racun spesifik dalam tubuh. Sesung. Transplantasi hati si dialisis peritoneal dan hemodialisis dipengaruhi oleh mungkin diperlukan pada penderita gagal hati fulminan. pasien tidak menunjukkan gejala atau me- Setelah dilakukan prosedur diagnostik dan dekontaminasi rasakan sedikit keluhan saluran cerna (mual. Drunesrs Persn DAN MANrpurAsr pH URINE (seperti yang terdapat dalam agen herbal Ma-huang) (lihat Diuresis paksa-dahulu populer tapi belum terbukti Bab 32). terjadi kerusakan Tabel 59-3 menyajikan daftar intoksikasi yang mungkin hati fulminan yang menyebabkan ensefalopati hati dan mendapat manfaat dengan dialisis. dan psikosis akut. paling efektif diberikan dini dan harus dimulai dalam oksalat dan glikolat pada keracunan etilen glikol). intoksikasi salisilat). tersedia. Pada kasus-kasus berat. Eliminasi "pembakar lemak" dan terkadang juga digabung dengan beberapa racun melalui ginjal dapat ditingkatkan dengan pseudoefedrin dalam pil-pil "gelap" yang dijual sebagai mengubah pH urine. fika kadarnya 1. berat molekular. Asidifikasi Dosis yang biasanya digunakan oleh penyalahguna sti- dapat meningkatkan kadar obat dalam urine seperti fen. bahkan mungkin pada lisis peritoneal dan telah dipelajari dengan baik. muntah). perlu dipikirkan apakah Setelah 24-36 jam. Dialisis peritoneal-Prosedur ini relatif mudah dan lebih besar dari 150-200 mg/L sekitar 4 jam pascaingesti. trombinemia. yang bul gelisah. Toksin Awalnya. yang tepat serta diberikan antidot.'ekstasi"). ikatan protein. format pada keracunan metanol. Asetilsistein tabolit toksik (misalnya. Hemodialisis-Hemodialisis lebih efisien daripada dia- dalam risiko pada dosis rendah. (Alkoholik besar obat. tapi tidak efisien untuk mengeluarkan sebagian pasien berisiko menderita kerusakan hati. bermanfaat dalam kasus overdosis salisilat. kematian. atau dalam kombinasi dengan obat lain. muncul tanda-tanda kerusakan hati. Efisien- waktu 8-10 jam jika memungkinkan. taminofen sebesar 150-200 mg/kg (anak) atau total 7 g (dewasa) dianggap berpotensi toksik. disertai hipertensi sering kali menyertai intoksikasi. mulan menimbulkan euforia dan kewaspadaan serta rasa siklidin dan amfetamin tapi tidak dianjurkan karena dapat kuat dan nyaman. Hiperaktivitas otot yang berkepanjangan . dan takikardia. Pnosroun Drnlrsrs ukuran kadar asetaminofen dalam semm. metilendioksime- (" crank" dikoreksi (misalnya. . tamfetamin (MDMA. dengan peningkatan kadar aminotransferase dan hipopro- peningkatan eliminasi racun melalui hemodialisis atau alkalinisasi urine dapat meningkatkan hasil akhir klinis. dan kokain (" crack") serta zat-zat legal seperti pseudoefedrin (Sudafed) dan efedrin B. Metabolihrya yang Metode untuk Meningkatkan Eliminasi sangat toksik dihasilkan di hati (lihat Gambar 4-4). dan benda asing. Pada dosis yang lebih tinggi. Hemo- dosis serendah 100 mg/L selama 4 jam. alkalinisasi urine pengganti amfetamin. Kafein sering ditambahkan ke dalam suplemen manfaatnya-dapat menyebabkan kelebihan volume dan makanan yang dijual sebagai "penguat metabolik" atau gangguan elektrolit sehingga tidak dianjurkan. SERING DIJUMPAI Antidot Spesifik ASETAMINOFEN Terdapat kesaldhpahaman yang telah dipercaya banyak Asetaminofen merupakan salah satu obat yang paling orang bahwa terdapat antidot untuk tiap racun. Larutan ini diberikan sebanyak 1. Ingesti akut ase- sajikan pada Tabel 59-4.998 / BAB ss mengandung obat ilegal. Antidot utama dan ciri khasnya di. antidot selektif hanya tersedia untuk beberapa racunan yang tidak disengaja. " crystal"). Sebagai contoh. obat AMFETAMIN & STIMULAN LAINNYA yang mempresipitasi serangan dapat dikeluarkan dan Obat stimulan yang sering disalahgunakan di AS me- ketidakseimbangan cairan dan elektrolit yang ada dapat liputi metamfetamin . baik sebagai obat tunggal golongan racun saja. banyak digunakan dalam percobaan bunuh diri dan ke- guhnya. kronik atau pasien yang menggunakan obat yang me- ningkatkan produksi metabolit toksik oleh P450 berada 2. kelarutan air. Hemo- dialisis terutama bermanfaat dalam kasus overdosis. dapat tim- memperburuk komplikasi ginjal akibat rabdomiolisis. agitasi.-2 L/ jam (500 ml/jam pada anak) #$ SINDROM TOKSIK YANG selama beberapa jam sampai cairan yang keluar dari rektum bersih. Gagal ginjal juga dapat timbul.) Antidot asetilsis- dialisis rnembantu koreksi ketidakseimbangan cairan dan tein bekerja sebagai pengganti glutation dan langsung elektrolit serta dapat juga meningkatkan pengeluaran me- mengikat metabolit toksik yang dihasilkan.

Dosis Glucagon Penyekat p Bolus lV 5-10 mg meredakan hipotensi dan bradikardia yang resisten terhadap obat agonis F.9?.:3t9.9iry*.. dll. Tidak terbukti bermanfaat pada keracunan carbamate. dilatasi pupil.y.e. Deferoxamine Garam besi Jika terjadi keracunan berat._. (Acetabate.. dan dosis efektif terendahnya untuk antidepresan trisiklik dapat diulang jika gejala kembali muncul.p9.__:. Antibodi digoxin Digoxin dan glikosida jantung Satu vial mengikat digoxin 0. Persiapkan atropine untuk meredakan efek berlebihan.t!. lnfuskan 25-50 mcg/kg/ menit lV.. Naloxone Obat narkotik..5 mg. penyekat kanal kalsium Dosis besar mungkin diperlukan pada overdosis penyekat kanal kalsium berat. hiperkalemia Esmolol Theophyll ine.y"t_9.q:iI. Bicarbonate.. atau overdosis trisiklik.. diulang bila perlu sampai kadar maksimum 3 mg.___. Dosis anak sekitar 250 mg. I _.?t.y:g::i:_..05 mg/kg) diberikan tV dan diulang organophosphate.2 mg lV. atau subkutan._.se:_::.91_. Urine dapat berwarna merah muda. Oksigen Karbon monoksida Berikan 1 00% mela ui sun gkup non re bre athi ng aliran-tinggi. berikan 15 mg/kg/jam lV. Mulai dengan 15 mg/kg lV. antikolinergik antimuskarinik..) (hindari kelebihan natrium) Calcium Fluoride.__.___. awalnya 1-2 mg oleh suntikan lV lainnya lM. Jarigan gunakan pada .._. caffeine. peningkatan sekresi bronkus.ly_?19"11r. lkuti uji fungsi hati dan kadar acetaminophen dalam darah..-.l! pet *sl*9t.!. diberikan secara perlahan. Mucomyst) gi!_91!::_!_.qp._.. Obat kardiotoksik pendepresi 1-2 mEqlkg lV bolus biasanya meredakan efek kardiotoksik (eRS natrium membran (antidepresan trisiklik..t'_i!_I...19. Dapat menimbulkan muntah..___.9 epl: Atropine Anticholinesterase: Dosis uji 1-2 mg (untuk anak. ketergantungan benzodiazepin.__ Pralidoxime Penghambat organophosphate Dosis dewasa adalah 1 g lV. atau turunan fentanil. Dapat menyebabkan bradikardia. Dosis /oading dihitung sedemikian rupa sehingga kadar ethanol dalam darah setidaknya 100 mg/dL (42 gl70 kg pada orang dewasa) Flumazenil Benzodiazepin Dosis dewasa adalah 0. ileus).5-1 mg lV.. Contoh antidot spesifik. Penyekat p kerja-singkat meredakan takikardia terinduksi B.. Ethanol Methanol. Deferoxamine 100 mg mengikat besi 8. carbamate sampai gejala atropinisme muncul (takikardia. Dosis yang lebih besar mungkin diperlukan untuk meredakan efek overdosis propoksifen. 0. Berikan secara hati-hati pada gagal jantung quinidine... Dosis dapat digandakan tiap 10-15 menit.:9.lr_'!lg-".?. yang harus diulang tiap 3-4 jam bila (2-PAM) cholinesterase perlu atau dianjurkan dalam bentuk infus konstan 250-400 mg/ jam. Jangan berikan pada penderita kejang. Durasi kerja (2-3 jam) mungkin lebih pendek daripada opioid yang diantagonisasi. kodein. Physostigmine Disarankanuntukagen Dosis dewasa adalah 0.._. indikasinya meliputi aritmia terkait berat. dengan penurunan sekresi sebagai titik akhir terapeutik. Acetylcysteine Acetaminophen Hasil terbaik jika diberikan dalam waktu 8-10 jam pascaoverdosis. hipotensi). turunan opioid Suatu antagonis opioid spesifik. yang lebar.. Fomepizole Methanol. dan metaproterenol (kemungkinan) vasodilatasi terinduksi Fr. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN I 999 Tabel 59-4. kejang._____.. .:l_ei_Yy:. ethylene glycol Terapi ethanol dapat dimulai sebelum diagnosis laboratorium terkonfirmasi._..ti_!... ethylene glycol Lebih nyaman dan mudah digunakan daripada ethanol.-":9.___.___.5 mg. tidak Efeknya selintas (30-50 menit).!ti:i!lfr.

dan "segila orang eksentrik" (kebingungan/ sebagai kompleks QRS yang lebar) adalah natrium bikar- aenrium. Obat (0. begitu juga de. banyak lainnya. Terapi overclosis antidepresan trisiklik meliputi asuh- tamin seperti difenhidramin dapat menyebabkan kejang. pinefrin jika diperlukan. liki efek clepresan seperti-kuinidin yang memperlambat ngan berrnacam-macam tanaman dan jarnur. nyebabkan overdosis obat yang mengancam jiwa' Ingesti rif. dengan melepas baju. "sebuta kelelawar" (per-rglihatan kabur' sik. Kateterisasi diperlukan untuk mencegah distensi nya hipertermia dan rabdomiolisis' Pernah tercatat me- kandung kemih yang berlebihan' ningtutnya suhu tubuh hingga 42'C' Hiperterrnia dapat . dan obat ini dapat berinteraksi cepat serta terutama bermanfaat pada pasien yang sangat ini diberikan dalam dosis kecil intravena derrgan selcctiue serotonin reuptnke inhibitor (SSRI)' teragitasi. hipotensi. dan efek penyekat o. citalopram. dapat menim- berbantu (assisted uentilatiott). mulut sangat tinggi (misalnya. fluoksetin.yu (lil-rat Bab 9). toksisitas jantung menyerupai kuinidin (bermanifestasi Ioplegia). venlafaksin) kebanvakan berupa SSRI clan umumnva lebih arnan daripada antidepresan trisiklik berikan terlalu cepat. koagulopati' dan gagal ginjal. Terapinya sebagian besar bersifat suportif' Pasien yang Penghambat monoamin oksidase (rnisalnya. Suhu tubuh diturunkan berpotensi rnetnatikan. Antidepresan trisiklik merupakan antagonis kompeti- suam kuku. "sekering tulang" (membran mukosa kering' tidak hipotensi yang cliinduksi oleh trisiklik' Antidot untuk berkeringat).l Meskipun agen ini efektif memulihkan te4adl. Kebanyakan dari obat tersebut juga duksi ventrikular dan takikardia ventrikular' memiliki efek yang berpotensi toksik-misalrrya' antihis.1000 i BAB s9 clepresan trisiklik karena dapat memperburuk kardio- dapat menimbulkan dehidrasi dan pada akhirnya' hipo- toksisitas. fenelzin) adalah sekelornpok antidepresan tua agen antipsikotik (misalnya. Pasien biasanya mengalami sinus takikardia' bonat: bolus 50-100 rnEq (atau L-2 mEq/kg) dapat me- dan pupilnya biasanya berdilatasi (lihat Bab 8)' Delirium ningkatkan natrium ekstrasel dengan cepat sehingga teragitasi atau koma dapat timbul' Kedutan otot sering nrenrbantu rnengatasi blokade kanal natriurn ' langan gu- nakLtn fisostigLrlin... yang memiliki efek antikolinergik' N'lungkin diperlukan intubasi endotrakea dan ventilasi efek seperti-kuinidin.ri-ttuk .S-1 mg). dapat meng- koncluksi disertai interval QRS yang lebar dan penekanan hambat efek asetilkolin. terutama pada laki-laki berusia lanjut' . dan mendinginkan dengan cara menguap. Fisostigrnin tidak boleh diberikan kepada pasien yang dicurigai rnengalami overdosis anti. Banyak ahli toksikologi meng- rah bit" (kemerahan pada kulit). Yang paling penting adalah trisiklik memi- Berbagai macam obat bebas dan terbatas.l"r-tgor-rr-. meskipun obat ini .irrd. tif pacla reseptor kolinergik muskarinik. "sepanas kelinci" (hiper. parok- rena dapat rnenimbulkan bradikardia dan kejang jika di. anjurkan norepinefrin sebagai obat pilihan awal pada termia). f"ju"g biasanya ditatalaksana dengan benzodiazepin hisiklik lebih clari 1 g (atau sekitar 15-20 ng/kg) dianggap intravena (misalnya.om antikolirrergik perifer dan sentral adalah Obat ini clapat menvebabkan reaksi hipertensif berat bila fisostigmin. setin. diterapkan paralisis kering) sering clijurnpai bahkan pada dosis sedang' Be- . Kejang dan. berapa trisiklik juga merupakan penyekat cr kuat yang ngan cepat. lihat Bab 30) termasuk dalam sifik.n. sehingga menirnbulkan blokade jantung atau tensi. Banyak obat yang digunakan kontraktilitas jantung.t kerusakan otak.aktivitas otot berperan dalam terjadi asistol. lorazepam). telah dijelaskan sebelumnya. amitriptilin. Cairan intravena diberikan bulkan toksisitas'kardiovaskular berat' untuk hipotensi. tranil- teragitasi memerlukan sedasi dengan benzodiazepin atau sipron'rin. Toksisitas jantung ini rnerryebab- untuk tujuan lain (misalnya. haloperidol)' Antidot khuzu-s yang sesekali digunakan untuk depresi yang resisten' . termasuk blokade kon- efek antikolinergik. dapat menyebabkan vasodilatasi' Kejang dan agitasi yang cliperantarai melalui sentral dapat disertai dengan depresi AGEN ANTIKOLINERGIK dan hipoter-rsi. disertai dengan Pemantauan yaug certnat ka- Antidepresan terbaru (misalnya. yang mempunyai efek yang dramatis dan digunakan bersama makanan atau obat yang berinteraksi . dilatasi pupil. an suportif umum seperti telah clijelaskan sebelumnya' antidepresan trisiklik. dan ditambahkan dopamin atau nore- Sindrom antikolinergik klasik diingat sebagai "setne. tapi kejang jarang muncul kecuali pasien telah menelan antihistamin atau antidepresar"r trisiklik' Retensi gejala antikolinergik. clan penghambat monoamin oksidase. dan gejala serta kan menggunakan kipas angin' Pada suhu badan yang tancla antikolinergik (takikardia. Kejang dan hipertermia merupakan manifestasi yang salah satu obat yang diresepkan yang paling sering me- paling berbahaya sehingga harus diterapi secara agre. > 40-41"C). desipramin. antihistamin) juga rnemilki kan aritmia berat (Gambar 59-1).ny"butku. ANTIDEPRESAN Terapi meliputi tindakan suportif umum seperti yang Antidepresan trisiklik (rnisalnya. fisostigmin dapat memperburuk pe- nekanan koncluksi jantung dan menimbulkan kejang' urine sering terjadi. menyemprot dengan air suam. Tidak ada antidot yang spe."u-ro^rlrknlar untuk menghilangkan aktivitas otot de. cloksepin.

hipertermia. . hal ini ingesti tablet salut-enterik. (! potensi. Pada in- akan terjadi asidosis metabolik. Beberapa obat dapat menyebabkan pernanjangan E(u a Hiperventilasi sentral QT. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN I 1OO1 dapat menyebabkan kejang. Kemudiar-r. yang poten juga berhubungan dengan gangguan pergerakan seperti-parkinsonian (reaksi €50 (It Tlnitus distonik) dan pada kasus yang langka. Suhu tubuh dapat meningkat akibat pele- > 100 mg/dl-). PENYEKAT BETA koma. Bupropion (bukan termasuk Efek Komplikasi SSRI) menyebabkan kejang bahkan pada dosis terapi. Kolaps vasomotor (g toniry yang ditandai dengan agitas. dengan sindrom Y Anti-inflamasi neuroleptik maligna.i. kejang. sebabkan oleh takipnea. Ingesti salisilat akut lebih dari 200 mg/kg kemungkinan dapat menimbulkan intoksikasi. pada anak. serta obat atipikal yang lebih baru. kejang. atas izin. Absorpsi Dalam keadaan overdosis. dari Hollander J. obat ini menyekat adrenosep- salisilat dapat tertunda dan tanda-tanda toksisitas dapat tor B' dan Fr. Hipertermia berat dapat ngeluarkan salisilat lebih cepat dan mengembalikan ke- terjadi pada kasus yang paral-r. Muntah dan hiperpnea seimbangan asam-basa serta status cairan' serta hipertermia berperan dalam terjadinya kehilangan cairan dan dehidrasi. Semua -8 so o- obat ini dapat menyebabkan depresi SSP. oerdarahan th9lq":lf ieaksl hioersensitivitas ASPTRTN (SALTSTLAT) canssuanhemostasis illii. Pascaingesti aspirin yang masif nyeri kronik. dehidrasi (! Asidosis metabolik Obat antipsikotik meliputi fenotiazin yang lebih tua dan E butirofenon. 1912. dapat dianjurkan dekontaminasi fosforilasi oksidatif dan disrupsi metabolisme sel norrnal. lntoleransi gastrointestinal. Penyekat dopamin D. McCary D Jr: Arthritis and Allied Conditions. dan terjadi peningkatan toksikasi sedang. salisilat masih menjadi penyebab berba- gai macam keracunan dengan motif bunuh diri maupun tidak sengaja. Beberapa antidepresan menimbulkan pemanjangan QT (tt lz Gagal ginjal dan dan aritmia torsade de pointes. J rro lntoksikasi o) ANTIPSIKOTIK g Demam.. jikalau ada. dan hi. Cairan intravena kali berupa hiperventilasi dan alkalosis respiratorik akibat digunakan untuk mengganti kehilangan cairan yang di- stimulasi medula oblongata (Gambar 59-2). usus agresit meliputi lavase lambung. keracunan salisilat (lihat Bab 36) tidak terlalu (Dimodifikasi dan direproduksi. dan demam. dilakukan hemodialisis darurat untuk me- pasan kopel fosforilasi oksidatif. Perkiraan hubungan kadar salisilat plasma dibuka oleh anak dan menurunnya penggunaan aspirin dengan farmakodinamik serta berbagai komplikasi. paling sering dialami pasien berusia lanjut pengguna sali- Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Namun. koma. yang ditandai dengan kekakuan Urikosurik "pipa-timah". Uji gas darah arteri sering kali memperlihatkan larnya yang terionisasi. Keracun- terlarnbat muncul pascaoverdosis yang sangat besar atau an dapat juga terladi akibat overmedikasi kronik. selektivitas. diberikan nahium bikarbonat intravena jarak anion akibat akumulasi laktat serta ekskresi bikar- untuk mengalkaiinisasi urine dan memudahkan ekskresi bonat oleh ginjal untuk mengompensasi alkalosis respi- salisilat dengan memerangkap salisilat dalam bentuk po- ratorik. dan kolaps katdiovaskular. Keracunan menyebabkan pelepasan kopel (lebih dari 100 tablet). pemberian arang Tanda pertama terjadinya toksisitas salisilat sering aktif berular-rg. Pada keracunan berat (misalnya. Lea & Febiger. hilang pada dosis . kelainan campuran alkalosis respiratorik dan asidosis penderita asidosis berat. asuhan suportif silat yang kebingungan akan dosisnya untuk mengobati umum sangatlah penting. dan instabilitas otonorn (lihat Bab 16 dan 29). dan irigasi seluruh usus. edema paru. sering lagi menjadi penyebab kematian anak akibat ke.lff'J"r* Akibat diperkenalkannya kemasan obat yang tidak dapat Gambar 59-2. hiperaktivitas otot o) Koma dl Hipoprotrombinemia dan hipertermia (lihat Bab 16). dan kadar salisilat serum metabolik ini. SSRI dapat berinteraksi (u E gagal napas dengari SSRI lainnya atau terutama dengan penghambat o monoafi-dn oksidase untuk menimbulkan sindrom sero. Pada kasus keracunan yang sangat bera! dapat terjadi asidosis metabolik yang nyata.) racunan. muntah.

Dosis sekecil dua hingga tiga kali dosis tera- GAS TOKSIK LAINNYA peutik pun dapat menimbulkan toksisitas berat. PENGHAMBAT KOLINESTERI\sE kan untuk n'reningkatkan tekanan darah dan denyut jan. Antagonis kalsium dapat menl'ebabkan toksisitas berat Perangsangan reseptor rnuskarinik n'renye. lakrimh- yang telah dijelaskan sebelumr-rya. merupakan antidot yang kolinesterase sinaptik bermanfaat pada keadaan terdepresinya kontraktilitas jan. 1002 / BAB 59 obat yang tinggi. berkeri. serta salivasi) antagonis kalsium yang diingeshi merupakan bentuk lepas. tinggi (5-20 mg intravena). dan kejang. Kejang dan blokacte pada Bab 57. dan seizure f kejang. Kewaspadaan ekstra harus atau kolaps vaskular perifer. Perangsangan reseptor nikoil-Lik menvebabkan ini juga menurunkan curah jantung dan tekanan darah. organofosfat atau karbamat berat terjadi akibat penelanan tung untuk meningkatkan cAMP inLrasel tapi melakukan. Diagnosis vitas agonis parsial (misalnya. Obat lain yang dilaporkan diterapkan untuk memastikan bal-rwa penyelamat dan pe- bermanfaat menatalaksana hipoter-rsi akibat keracunan nyedia layanan kesehatan tidak mengalarni keracunan aki- penyekat kanal kalsium meliputi glukagon. Terapi antidotum terdiri dari mia. sebelum terjadi ileus (asetilkolinesterase) dan plasrna (butirilkolinesterase). di sistem kereta bar. obat agonis-B. Giukagon merupakan ar-rtidot rangga dan hama lainnya. Atropin merupakan . I'ang akibat antagonis kalsium. aktivasi ganglionik generalisata. bat terpajan baju atau kulit yang terkontarninasi. Karena kebanyakan si. semua efek kardiovaskular yang terdaftar dapat paralisis otot napas.babkan kram atau kematian pada overdosis yang relatif kecil. Efek SSP n'reliputi agrtasi. Hal ini epinefriry dan insulin dosis tinggi yang diberikan bersama penting terutanra bagi kebanyakan zat yang poten seperti dengan glukosa untuk mempertahankan keadaar-r euglike. Obat Bab 6 dan f. Agen dengan akti. Penghamliat kolinesterase-organofosfat clan karbamat- fung. Uji darah dapat digunakan untuk memastikan sebelum seluruhnya diserap. seperti cairan intravena. dan peningkatan sekresi bronkus (lihat memperlambat konduksi nodus AV (lihat Bab 12). ini merupakan hasil pembakaran materi yang merlgan- timbulkan oleh obat seperti-kuinidin. eksitasi. Glukagon dapat meningkatkar-r denyut atau pengemasan pestisida) atau. Terapinya memerlukan asuhan suportif umum seperti miosis dan kelemahan otof bronkospasme. Kebanyakan kasus dialami oleh korban Bradikardia dan hipotensi merupakan manifestasi kebakaran. keracunan di AS. vasopresin. yang dapat menimbulkan Hipotensi berat terutama dijumpai pada penggunaan hipertensi dan takikardia atau bradikardia. tapi pajanan secara tidak sengaja dan dengan toksisitas yang paling sering dijumpai. membaltu kita mengingat gejala dan talda yang sering lambat. pelepasan agen senjata perang kirnia vang menyerang saraf. atropin dan pralidoksim (lihat Bab B). salivasi berlebihan. yakni sarin. Obat-obatan yang biasa diguna. (lihat Bab 7) banyak digunakan untuk membunuh se- umumnya tidak efektif. paration atau agen gas saraf. szttenting/berkeringat. Penyekat B yang paling toksik aclalah KARBON MONOKSIDA & propranolol. ururasi. yang diberikan secara memberikan perkiraan tidak langsung terhadap aktivitas intravena dalam dosis 2-10 g. Penyekat abclomery diare. Kalsium. dan obat ini juga dung karbon (iihat Tabel 57-1). antagonis kalsium ini masih dapat dikeluarkan dijurnpai. propranolol menyebabkan tidak berbau yang dijumpai di rnana-mana karena gas efek penyekatan kanal natrium senlpa dengan yang di. segera mulai irigasi seluruh adanya penurunan aktivitas enzim pada sel darah merah usus dan berikan arang aktif oral. Ilal ini kemungkir-ran terjadi karena propranolol rnemiliki sifat Karbon monoksida (CO) adaiah gas tidak berwarna dan tambahan: Pada dosis tinggi. (Tabel 5o-5). Seperti telah dijelaskan sebelumrrya. Asuhan suportif Lrmum harrs diberikan seperti yang tung tapi tidak begitu efektif pada keadaan blokade rrodus telah dijelaskan sebelurnnya. kadang-kadang. kebingungan. Jembatan keiedai DUMBELS (diare. Kedutan dan nifedipin dan dihidropiridin terkai! tapi pada overdosis fasikulasi otot dapat berlanjut menjadi kelemahan dan berat. dan atropin. Kebanyakan kasus keracunan bermanfaat yang-seperti agonis B-bekerya pada sel jan. dan tatalaksana keracunan karbon monoksicla clijelaskan babkan takikardia dan hipertensi. pindolol) dapat menye. tujuan untuk bunuh diri juga sering dijumpai.r'ah tanah Tokyo PENYEKAT KANAL KALSIUM pada tahun 1995). akibat jantung dan tekanan daral-r bila diberikan dalam dosis kontaminasi nlakanan atau serangan teroris (misalnya. harus diberikan asuhan suportif umum. Gas toksik lainnva merupakan produk konduksi jantung (kompleks QRS iebar) dapat rerlihat pernbakaran atau dilepaskan dalam kecelakaar-r industri pada overdosis propranolol. Keracunan karbon mo- bersifat lipofilik. secara sengaja oleh orang yang ingin bunuh diri. dijumpai pada tiap penyekat kanal kalsiurn. tapi ke- nya dengan merangsang reseptor glukagon kelimbang racunan dapat pula terjadi di tempat kerja (penggunaan adrenoseptor B. memungkinkannya untuk memasuki noksicia rnerupakan penysfrb utama kematian akibat SSP (lihat Bab 10).ngaf peningkatan kanal kalsium ini menekan otomatisitas nodus sinus dan frekuerxi berkemih.

terjadi karena adanya pajanan lingkungan dan menurun- mia. meskipun diperlukan DIGOKSIN dosis yang lebih besar akibat reaktivitas silang yang tidak Digitalis dan glikosida jantung lainnya dijumpai dalam lengkap. untuk bernapas.) Dapat terjadi berbagai macam gangguan irama jan. koma menurunkan pengiriman oksigen Terapi: oksigen l00o/o ke jaringan Sianida Berikatan dengan sitokrom. Nyeri kepala. Nyeri kepala. Antibodi digoksin dapat juga kolinesterase dan aktif di lokasi muskarinik dan nikotinik. koma menyekat penggunaan oksigen Terapi: Perangkat antidot sianida meliputi nitrit untuk oleh sel memicu methemoglobinemia (yang mengikat sianida) dan tiosulfat (yang mempercepat konversi sianida menjadi tiosianat yang kurang toksik) Hidrogen sulfida Serupa dengan sianida Serupa dengan sianida. digitoksin. masih dapat beraktivitas meskipun kadamya tinggi dalam Asuhan suportif umum harus diberikan seperti telah darah. sulfur dioksida. tapi orang yang sudah biasa menggunakarurya denyut ventrikular prematur. hitungan menit. muntah. diuretik. dan aritmia ventrikular lainnya. Penderita overdosis GHB sering mengalami koma dijelaskan sebelumnya. mengi. benzodrazepin. Atropin sering kali efektif untuk dalam selama 3-4 jam dan kemudian sadar penuh dalam bradikardia atau blokade AV. pusing. yang dapat menimbulkan terjadinya deplesi Penderita overdosis etanol atau hipnotik-sedatif dapat elektrolit (terutama kalium). goksin (lihat Bab 13) telah memperbaharui'terapi pada Asuhan suportif umum harus diberikan. kejang. pneumonia amonia. mual. takikardia ventrikular bidi. TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN i 1OO3 Tabel 59-5. Pralidoksim Gejalanya biasanya membaik dalam waktu 30-60 menit yang diberikan cukup dini rnampu memperbaiki aktivitas pascapemberian antibodi. Gasiritan (misalnya. Hiperkalemia dapat disebabkan oleh overdosis Penderita koma sering kali mengalami depresi dorongan digitalis akut atau keracunan beraf sementara hipokale. dakan hati-hati untuk melindungi jalan napas (termasuk . ginjal atau penderita yang menggunakan obat yang meng. dalam. secara rutin sering kali toleran terhadap efek etanol dan reksional. menjadi euforik dan berisik ("mabuk") atau berada dalam Muntah sering dialami oleh penderita overdosis keadaan stupor atau koma ("mabuk seperti orang mati"). Melalui tin- toksisitas digoksin. kejang. oleander). bronkodilator Karbon monoksida Berikatan dengan hemoglobin. Ciri khas peracunan oleh beberapa gas. nik tapi tidak berefek pada lokasi nikotinik. (misalnya. Penggunaan antibodi di. Toksisitas dapat terjadi akibat overdosis akut ETANOL & OBAT SEDATIF-HIPNOTIK atau dari akumulasi digoksin pada penderita insufisiensi Overdosis etanol dan obat hipnotik-sedatif (misalnya. Penderita yang mendapat te. sinkop. bagian atas dan bawah Terapi: Oksigen lembap. digitalis. sianosis (akibat warna coklat dari methemoglobin). y-hidroksibutirat [GHB]. obat ini harus diberikan secara intra. banyak tanaman (lihat Bab 13) dan dalam kulit beberapa kodok. irama jungsional yang dipercepat. nya gerak menggigil. meliputi bradikardia sinus. Depresi refleks protektifjalan napas dapat mia dapat dijumpai pada penderita akibat terapi diuretik mengakibatkan aspirasi isi lambung. Hipotermia dapat jangka-panjang (Digitalis tidak menyebabkan hipokale. nitrogen methemoglobinemia sinkop. prodol [Soma]. Efek korosif pada saluran napas Batuk. mual. kejang. Berbau seperti telur busuk Terapi: Tidak ada antidot spesifik Agen pengoksidasi Dapat menyebabkan Dispnea. vena sesuai dengan dosis yang tercanfum dalam kemasan. lihat Bab 22 dan 23) sering terjadi karena rapi digoksin jangka-panjang sering pula menggunakan zat-zat ini banyak tersedia dan banyak digunakan pula. dicobakan pada kasus keracunan glikosida jantung lain- nya (misalnya. Kadar etanol dalam darah yang lebih tung. stridor. koma oksida) Terapi: Biru metilen (yang mempercepat konversinya kembali menjadi hemoglobin normal) penghambat kompetifif yang efektif pada lokasi muskari. muntah. barbiturat. takikardia besar daripada 300 mg/dl biasanya menimbulkan koma atrial disertai blokade. blokade AV. klorin. kariso- ganggu eliminasi digoksin.

kasus gawat darurat seperti insisi dan pengisapan. dan. terutama dalam bidang in. sekitar 60% gigitan menyebabkan rnorbiditas yang signifikan akibat enzim pencerna yang destruktif ETILEN GLIKOL & METANOL dalam bisa. dan takikardia ventrikular. Nanrun. oPtotD an pasien akan kembali pulih setelah efek obat habis. rasa kesemutan dan muanya mampu menyebabkan depresi SSP dan keadaan tasa logam dalam mulut. hebat. eritromisin. simetidin.kejangsering kali muncul dan biasanya mengenai keracunan besi dan logam lainnya. mepizol-penyekat efektif alkohol dehidrogenase yang lihat Bab 4). tapi setelah tertunda se. antidepresan trisiklik). Efek sistemiknya me- asam organik yang sangat toksik (lihat Bab 23).1004 . penderita tampak mabuk. Bab 31 uiruk pembahasan lebih lanjut mengenai overdosis Namun. metadone. resisten terhadap antikonvulsan biasa. Opioid (opium. Metabolisme etilen glikol dan metanol rnenjadi pro. pembentukan bula hemo- rena kedua jenis alkohol tersebut dimetabolisme menjadi ragik. Etanol lebih dimetabolisasi oleh alkohol atau. suafu antagonis benzodiazepin. liputi mual. Penelitian telah menunjukkan bahwa obat-obat dalam menyebabkan asidosis metabolik berat dan dapat me. empirik pada overdosis obat karena dapat mencetuskan kejang pada penderita yang kecanduan terhadap benzo- KERACUNAN BISA ULAR DERIK diazepin atau yang menggunakan obat konvulsan (mi- salnya. Selain sinus takikardia dan tremor. obat ini tidak banyak digunakan sebagai terapi opioid dan terapinya.l BAB 59 intubasi endotrakea) dan membantu ventilasi. pembengkakan. dan overdosis opioid merupakar-r hasil vena. disertai dengan hiperwenhilasi dan harus dimulai sesegera mungkin. syok. racunan berat (misalnya. tidak memicu intoksikasi etanol-dapat digunakan. dopamin. tor- nimbulkan koma dan kebutaan (untuk asam format) atau nike! dan kantung es lebih bersifat merusak daripada gagal ginjal (dari asam oksalat dan asam glikolat). Lihat flumazenil intravena. sehingga etanol dapat diberikan per oral dapat pula terjadi akibat overmedikasi yang tidak sengaja atau intravena (5% tingkatan farmaseutikal) hingga ke atau penggunaan obat yang mengganggu metabolisme tingkat sekitar 100 mg/dL. disertai masa pembekuan yang memanjang dan penurun- produk metabolismenya . trikular prematur. Terapi lama beberapa jam. Sebaliknya. Bukti keracunan bisa ular derik meliputi nyeri Alkohol-alkohol ini merupakan racun yang penting ka. teofilin (misalnya. ular derik merupakan reptil berbisa yang paling etanol. perlu men-rbantu membatasi penyebaran racun. Penyebab aktivasi dan menjadi penyebab utama kematian pada anak akibat ini tidak sepenuhnya dimengerti. mengandung besi dapat menyebabkan penyakit berat Aritmia jantung meliputi takikardia atrial. 20% kasus gigitan tidak disertai dengan keracunan bisa. Pada ke- kuri. heroin. kebanyak. Gigitannya jarang bersifat fatal. asam hipurat. Kese. Awal. perubal-ran status mental. Meskipun telah banyak digantikan oleh agonis B inhalasi. memar. takikardia. asidosis metabolik berat akibat jarak definitifnya bergantung pada antivenin intravena dan anion mulai tampak. enzim alkohol dehidrogenase rnenggunakan obat yang Dosis 20-30 tablet dapat menyebabkan keracunan berat berkompetisi. Keracunan teofilin kronik atau subakut dehidrogenase. oksalat. pemberian cairan intra- Bab 31 dan 32). Keracunan logam lairurya (timbal. dan hiperglikemia dapat terladi. teofilin terus digunakan dalam terapi bronkospasme pada duknya yang toksik dapat disekat dengan rnenghambat beberapa penderita asma dan bronkitis (lihat Bab 20). kontraksi ven- pada anak kecil. jika perlu. morfin. atau sebagian besar hipnotik-sedatif sering dijumpai. Tidak ada antidot untuk Di AS. muntah sering kali dijumpai pascaoverdosis. dar-r glikolat (dari etilen glikol) . bermanfaat. Sedikitnya 10-12 multivitamin pranatal yang hilangkan dengan penggunaarl penyekat B (litrat bawah). dan lainnya. dll. Mula toksisitas . menghindari gerakan yang tidak nya. Lihat Bab 33 dan 58 untuk pembahasan lebih lanjut serum >100 mg/L). mematikan. Penderita keracunan metanol dapat mengalami gangguan penglihatan yang berkisar TEOFILIN dari kaburnya penglihatan hingga kebutaan. meperidin.) Hipotensi biasanya berespons terhadap penghangatan merupakan obat-obat yang sering disalahgunakan (lihat tubuh (jika tubuh kedinginan). fasikulasi otot. overdosis akut dengan kadar dustri. Sebagai alternatif. antidot fo. dan koagulopati sistemik mabuk yang serupa dengan overdosis etanol. hipo- BESI DAN LOGAM LAINNYA kalemia. barbiturat. kemungkinan Besi banyak digunakan dalam preparat vitamin bebas disebabkan oleh aktivasi adrenergik Fr. siprofloksasin. tapi efeknya dapat di- kera'cunan. Penderita overdosis yang sering dijumpai akibat penggunaan obat-obatan benzodiazepin saja dapat terbangun pascapemberian tanpa standar pembuatan yang dijual di jalanan. dan tanda gigitan yang nyata. muntah. mer. arsenik) juga penting. Hipotensi. Namun.asam format (dari metanol) atau an hitung trombosit.

Asuhan suportif umum harus diberikan. Dart RD (editor): Medical Toxicology. Lippincott Williams Propranolol atau penyekat p lainnya (misalnya. takikardia yang diperantarai B. 2006. McGraw-Hill. 5'h ed. kan daripada fenitoin pada kasus kejang. Saunders. rendah.2004. 2002.hipotensi dan Ford M et a1 (editors): Clinical Toxicology. bila kadar serum lebih dari 100 mg/L dan pada kejang POISINDEX. Dekontaminasi usus secara agresif harus dilaksanakafl dengan pemberian REFERENSI dosis arang aktil berulang dan irigasi seluruh usus. Thompson/Micromedex. esmolol) & Wilkins. merupakan antidot yang bermanfaat pada . Fenobarbital lebih dianjur- 7tr' ed. (Revised Quarterly). TATALAKSANA PASIEN KERACUNAN / 1OO5 dapat tertunda hingga beberapa jam setelah menelan refrakter pada penderita dengan kadar teofilin yang tablet lepas-lambat.2000. Goldfrank LR et al (editor): Goldfrank's Toxicologic Emergencies. . kebanyakan Olson KR et a1 (editors): Poisoning & Drug Overdose. 3"1 ed. Hemodialisis diindikasikan McGraw-Hil. antikorvulsan tidaklah efektif.

1006 .