Anda di halaman 1dari 2

Ilmu tentang Alloh adalah pokok dan sumber segala ilmu.

Maka barangsiapa mengenal Alloh, dia akan mengenal yang selain-Nya dan barangsiapa yang jahil
tentang Robb-nya, niscaya dia akan lebih jahil terhadap yang selainnya.
Alloh Taala berfirman yang artinya, Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa
kepada Alloh, lalu Alloh menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. (Al-Hasyr: 19).
Ketika seseorang lupa terhadap dirinya, dia pun tidak mengenal hakikat dirinya dan hal-hal yang
merupakan kemaslahatan (kebaikan) bagi dirinya. Bahkan ia lupa dan lalai terhadap apa saja yang
merupakan sebab bagi kebaikan dan kemenangannya di dunia dan di akhirat. Maka, jadilah dia seperti
orang yang ditinggalkan dan ditelantarkan, yang berstatus seperti binatang ternak yang dilepas dan
dibiarkan pergi sekehendaknya, bahkan mungkin saja binatang ternak lebih mengetahui kepentingan
dirinya daripadanya.
Hampir Setiap Ayat Dalam Al-Quran Menyebutkan Nama dan Sifat Alloh
Alloh telah memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-hamba-Nya dengan memberitahukan nama-
nama-Nya yang paling indah dan sifat-sifat-Nya yang paling mulia. Semua itu disebutkan dalam
Kitab-Nya dan Sunnah Rosul-Nya. Bahkan kita jumpai, hampir pada setiap ayat Alquran yang kita
baca selalu berakhir dengan peringatan atau penyebutan salah satu dari nama-nama Alloh atau salah
satu dari sifat-sifat-Nya. Sebagai contoh, firman Alloh yang artinya, Sesungguhnya Alloh Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. (At-Taubah: 5) dan juga firman-Nya yang artinya, Dan
Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An-Nisaa': 17)
Nama-nama Alloh semuanya husnaa, maksudnya, mencapai puncak kesempurnaannya. Karena
nama-nama itu menunjukkkan kepada pemilik nama yang mulia, yaitu Alloh Subhaanahu wa Taala
dan juga mengandung sifat-sifat kesempurnaan yang tidak ada cacat sedikit pun ditinjau dari seluruh
sisinya.
Banyaknya ummat Islam di Indonesia yang menjadi murtad itu karena mereka nyaris tidak
mempelajari dan meyakini ilmu Tauhid sehingga akhirnya tidak tahu Sifat-sifat Tuhan yang
asli/sejati. Akhirnya mereka menyembah Tuhan yang sifatnya berlawanan dari sifat Allah seperti
menyembah 3 Tuhan dan sebagainya.
Sifat Allah itu banyak/tidak terhitung. Namun seandainya ditulis 1 juta, 1 milyar, atau 1 trilyun, tentu
kita tidak akan sanggup mempelajarinya bukan? Seorang ulama menulis 20 sifat yang wajib (artinya
harus ada) pada Tuhan/Allah. Jika tidak memiliki sifat itu, berarti dia bukan Tuhan atau Allah.
Minimal kita bisa memahami dan meyakini 13 dari sifat tersebut agar tidak tersesat. Setelah itu kita
bisa mempelajari sifat Allah lainnya dalam Amaul Husna (99 Nama Allah yang Baik).
Ada pun sifat-sifat ke 14-20 sesungguhnya merupakan bentuk Subyektif/Pelaku dari Sifat nomor 7-
13.
Menurut para ulama kalam sifat wajib bagi Allah itu ada 20 sifat, sebagai berikut. 1) Wujud artinya
Ada 2) Qidam artinya Dahulu 3) Baqa artinya Kekal 4) Mukhallafatu lil Hawaditsi artinya Berbeda
dari Semua Makhluk 5) Qiyamuhu Binafsihi artinya Berdiri Sendiri 6) Wahdaniyah artinya Esa 7)
Qudrat artinya Maha Kuasa 8) Iradat artinya Berkehendak 9) Ilmu Maha Mengetahui 10) Hayat
artinya Hidup 11) Sama artinya Mendengar 12) Bashar artinya Melihat 13) Kalam artinya Berfirman
14) Qadiran artinya Mahakuasa 15) Muridan artinya Maha Berkehendak 16) Aliman artinya Maha
Mengetahui 17) Hayyan artinya Mahahidup 18) Samian artinya Maha Mendengar 19) Bashiran
artinya Maha Melihat 20) Mutakalliman artinya Maha Berkata-kata. Sifat Mustahil Bagi Allah swt.
Sifat mustahil bagi Allah swt. adalah sifat yang tidak layak dan tidak mungkin ada pada Allah swt.
Sifat-sifat mustahil ini merupakan kebalikan dari sifat wajib bagi Allah sehingga jumlahnya sama.
Sifat-sifat mustahil bagi Allah adalah sebagai berikut. 1) Adam artinya tidak ada 2) Huduts artinya
baru atau permulaan 3) Fana artinya binasa atau rusak 4) Mumatsalatu lil Hawaditsi artinya
menyerupai yang baru 5) Ihtiyaju li ghairihi artinya membutuhkan sesuatu selain dirinya 6) Taadud
artinya berbilang lebih dari satu 7) Ajzun artinya lemah 8) Karahah artinya terpaksa 9) Jahlun artinya
bodoh 10) Mautun artinya mati 11) Shamamun artinya tuli 12) Umyun artinya buta 13) Bukmun
artinya bisu 14) Ajizan artinya Mahalemah 15) Mukrahan artinya Maha terpaksa 16) Jahilan artinya
Mahabodoh 17) Mayyitan artinya Mahamati 18) Ashamma artinya Mahatuli 19) Ama artinya
Mahabuta 20) Abkama artinya Mahabisu. Sifat Jaiz Bagi Allah swt. Allah swt selain memiliki sifat
wajib dan mustahil juga memiliki sifat jaiz. Menurut arti bahasa jaiz artinya boleh. Yang dimaksud
dengan sifat jaiz bagi Allah swt. yaitu sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada Allah. Sifat jaiz
ini tidak menuntut pasti ada atau pasti tidak ada. Sifat Jaiz Allah hanya ada satu yaitu Filu kulli
mumkinin au tarkuhu, artinya memperbuat sesuatu yang mungkin terjadi atau tidak memperbuatnya.
Maksudnya Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu atau tidak sesuai dengan
kehendak-Nya.
Kedua puluh sifat wajib Allah ini dikelompokkan menjadi 4 kelompok
1. Nafsiyah ialah sifat yang berhubungan eerat dengan zatnya dan tidak dapat dipisahkan. Yang
termaksud sifat nafsiyah ialah Wujud
2. Salbiyah ialah sifat yang menunjukan kepada pengertian kebelikanya dari pada sifat
penyebutanya, sehingga padanan pengertiannya mempergunakan kalimat negatif . jadi
penyebutannya selalu kalimat positif dan pengertian kebelikanya ialah kalimat negatif. Sifat ini
ada 5 yaitu, Qidam, Baqa, Mukholafatil lil hawasisi, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniyah
3. Maani ialah sifat yang memastikan zat dengan sifat yang disifatkan. Sifat tersebut menunjukan
pada kemampuan menyatakan sifatnya. Sifat itu ada 7 : qudrah, irodah, ilmu, hayah, sama,
bashor, kalam.
4. Manawiyah ialah sifat yang tergantung pada sifaat maani yang menunjukan pada kemampuan
yang tidak terbatas. Maka sifat manawiyah menunjukan bahwa tidak ada zat lain yang
mempunyai sifat zat tersebut. Setiap sifat maani mempunyai sifat manawiyah. Sifat sifat itu
antara lain Qadiran, Muridan, Aliman, Hayan, Samian, Bashiron, Mutakaliman. Sifat
manawiyah ini untuk meyakinkan bahwa Allah itu maha kuasa karena memiliki sifat kuasa, yang
maksudnya ialah suatu kekuasaan mutlak sehinngga zat lain tidak dapat menyamai-Nya.
Dengan mengetahui sifat-sifat wajib dan mustahil allah maka kita akan lebih memahami dan
mendekatkan diri kepada Allah sehingga akan menambah keimanan kita. Demikianlah kita
mengimani seluruh sifat-sifat Allah, kita tidak boleh menyerupakan Allah dengan makhluk
sebaliknya kita juga tidak boleh mengingkari nama dan sifat-sifat Allah, yang Allah tetapkan untuk
diri-Nya atau ditetapkan oleh Rasulullahl shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits-hadits beliau.