Anda di halaman 1dari 59

KELOMPOK KERJA (POKJA) BIDANG PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR

PEKERJAAN TAHUN TUNGGAL (SYC) SNVT PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR


POMPENGAN JENEBERANG PROV. SULAWESI SELATAN
Jalan Batara Bira No. 118 km 16 Baddoka, Makassar

ADENDUM I
DOKUMEN PENGADAAN
PEKERJAAN KONSTRUKSI
UNTUK

KONTRAK HARGA SATUAN


DENGAN PASCA KUALIFIKASI
TAHUN ANGGARAN 2017

PEKERJAAN :
Pembangunan Pengendalian Banjir dan Perkuatan Tebing
Sungai Cenranae Kab. Bone
KELOMPOK KERJA (POKJA) BIDANG PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR
PEKERJAAN TAHUN TUNGGAL (SYC) SNVT PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR
POMPENGAN JENEBERANG PROV. SULAWESI SELATAN
Jalan Batara Bira No. 118 km 16 Baddoka, Makassar

LEMBAR PENGESAHAN

DOKUMEN PENGADAAN
PEKERJAAN KONSTRUKSI

KONTRAK HARGA SATUAN


DENGAN PASCAKUALIFIKASI
TAHUN ANGGARAN 2017

PEKERJAAN :

Pembangunan Pengendalian Banjir dan Perkuatan Tebing


Sungai Cenranae Kab. Bone

Makassar, 17 November 2016


Ditetapkan oleh :
Kelompok Kerja (POKJA) Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air
Pekerjaan Tahun Tunggal (SYC) SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air
Pompengan Jeneberang Prov. Sulawesi Selatan

Ir. Yusuf M. Tambing, Sp.1


NIP. 196106221992031006
ADENDUM I

DOKUMEN PELELANGAN UMUM


DENGAN PASCA KUALIFIKASI UNTUK
PENGADAAN KONSTRUKSI

Paket Pekerjaan
Pembangunan Pengendalian Banjir dan Perkuatan Tebing
Sungai Cenranae Kab. Bone

1. UMUM
1) Addendum ini berisi tambahan dan atau perubahan
ketentuan-ketentuan terhadap :
a. Dokumenlelang
b. DokumenKualifikasi
c. Penjelasan yang telah diberikan didalam acara penjelasan
lelang
2) Pelelangan pekerjaan Pembangunan Pengendalian Banjir
dan Perkuatan Tebing Sungai Cenranae Kab. Bone
3) Hanya tambahan dan atau perubahan ketentuan yang
tercantum didalam adendum ini adalah mengikat. Apabila
tambahan dan atau perubahan ketentuan tidak tercantum
didalam adendum ini maka tambahan dan atau perubahan
ketentuan tersebut tidak mengikat dan yang berlaku masih
ketentuan semula.
4) Addendum ini merupakan bagian tak terpisahkan dari
dokumen lelang.
5) Dengan addendum ini maka ketentuan-ketentuan yang
tercantum dalam dokumen lelang, dan dokumen kualifikasi
yang bertentangan dengan ketentuan dalam addendum ini
dinyatakan tidak berlaku lagi.
2. PERUBAHAN KETENTUAN-KETENTUAN DOKUMEN LELANG
1) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang
BAB. I. UMUM :
TETAP
2) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang
BAB. II. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) :
TETAP
3) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang
BAB. III. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) :
TETAP
4) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang
BAB. IV. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) :
A. Tetap
B. Persyaratan Kualifikasi
a. s/d 6 Tetap
6. memiliki kemampuan untuk menyediakan
peralatanuntuk melaksanakan pekerjaan konstruksi
ini, yaitu:
Kepemilikan
No. Jenis Kapasitas Jumlah (Milik/Sewa
Beli/Sewa)
1. Excavator 0.9 M3 8
2. Bulldozer 8 Ton 2
Dengan ketentuan umur peralatan tidak lebih dari 5 tahun
Dengan ketentuan kepemilikan (milik sendiri/sewa beli/sewa),
peralatan utama minimal yang diperlukan untuk penyelesaian
pekerjaan utama sebagai berikut:
a. jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah alat memenuhi
persyaratan;
b. peralatan yang ditawarkan laik dan dapat digunakan untuk
penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal pelaksanaan pekerjaan; dan
c. wajib menggunakan peralatan utama milik sendiri/sewa beli (alat
telah tersedia) untuk pekerjaan dengan nilai diatas Rp.
200.000.000.000,00 (dua ratus miliar rupiah), dikecualikan
untuk peralatan yang didesain khusus yang ditetapkan dalam
dokumen lelang atau yang dilaksanakan penyedia jasa spesialis.
5) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang
BAB. V. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN :
A s/d F TETAP
G. BENTUK RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA KONSTRUKSI(RK3K)
I.A Tetap
B. PERENCANAAN K3
Di dalam membuat rencana K3, PPK memberikan
identifikasi awal dan penyedia jasa harus
menyampaikan pengendalian risiko pada saat
penawaran berdasarkan identifikasi awal tersebut.
B.1 Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek,
Pengendalian
Risiko K3, Dan Program K3.
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Sasaran K3
Proyek,
Pengendalian Risiko K3, dan Program K3 sesuai
dengan format
pada Tabel 1.
TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO,PENGENDALIAN RISIKO K3, DAN
PROGRAM K3.
[digunakan untuk usulan penawaran]

Nama Perusahaan : ..................


Kegiatan : ..................
halaman : .. / ..
(Contoh Pengisian)

URAIAN IDENTIFIKASI SASARAN K3 PENGENDALIAN RISIKO


NO PROGRAM SUMBER DAYA
PEKERJAAN BAHAYA PROYEK K3

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


Terpeleset,
1. Pengukuran Tersandung &
Terjatuh.
2. Mobilisasi & Kecelakaan Lalu
Demobilisasi lintas
3. Pembersihan Terkena Benda
Tumpul/Tajam
4. Galian Tanah Tertimpa Hasil galian
Mekanis dibuang
dibantaran sungai
5. Perapihan Tanah Terbentur,
Hasil Galian Tersandung

6. Pas. Batu Kosong Terbentur dan


(Rip-Rap) tertimpa batu
Ketentuan Pengisian Tabel 1:
1. Kolom (1), (2) dan (3) diisi oleh PPK di dalam dokumen pengadaan;
2. Kolom (4) sampai dengan (6) diisi oleh Penyedia Jasa pada saat penawaran;
6) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang BAB.
VI. PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR KUALIFIKASI :
TETAP
7) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang BAB.
VII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI :
TETAP
8) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang BAB.
VIII. BENTUK RANCANGAN KONTRAK :
TETAP
9) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang BAB.
IX. SYARAT- SYARAT UMUM KONTRAK :
TETAP
10) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang BAB. X.
SYARAT- SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) :
TETAP

11) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang BAB. XI.


SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR :

SPESIFIKASI UMUM
PASAL I
1. Umum
1.1. Letak/Lokasi Pekerjaan Sebagaiman terlihat pada
gambar-gambar adalah Pembangunan Pengendalian
Banjir dan Perkuatan Tebing Sungai Cenranae Kab.
Bone
1.2. Ruang Lingkup Pekerjaan :
1. Pekerjaan Persiapan :
- Pengukuran dan Penggambaran MC.0% &
MC.100%
- Mobilisasi dan Demobilisasi
2. Pek. Tanggul dan Normalisasi Alur Sungai :
- Kosrekan
- Galian Tanah Mekanis dibuang dibantaran
Sungai
- Perapihan Tanah Hasil Galian
- Pasangan Batu Kosong

2. Ketentuan Umum
Pekerjaan harus dilaksanakan menurut peraturan dan
syarat-syarat serta gambar bestek.Segala perubahan hanya
dianggap sah dan dibenarkan apabila mendapat persetujuan

8
Direksi secara tertulis.Segala perintah dan petunjuk dari
Direksi harus ditaati dan dilaksanakan dengan baik demi
sempurnanya pekerjaan. Pada akhir pelaksanaan dan
setelah berakhirnya masa pemeliharaan, pekerjaan harus
diserahkan kepada Direksi dalam keadaan baik dan
memuaskan, yang disertai Berita Acara Penyerahan
Pekerjaan dalam keadaan baik dan memuaskan.

3. Fasilitas Pelaksanaan
Semua fasilitas pelaksanaan (temporary works) harus
disimpan, dilakukan, dioperasikan dan dipelihara oleh
Penyedia Jasa, kecuali yang sudah diatur dalam
kontrak.Penyedia Jasa harus bertanggung jawab dan
memelihara semua jalan, jembatan, saluran, tanggul dan
lain-lain yang digunakan pada waktu pelaksanaan
pekerjaan. Sebelum mengangkut, membawa dan
memindahkan peralatan berat, Pnyedia jasa harus
menginspeksi batas-batas beban yang diizinkan pada
jalan-jalan yang akan dilewati. Oleh karena itu Penyedia
Jasaharus membicarakan dengan Direksi atau yang
berwenang sebelum memulai pekerjaan.Penyedia jasa harus
memelihara/melindungi sarana lingkungan dan lain-lain
pada waktu dan akibat dari pelaksanaan pekerjaan. Jika
menurut Direksi, Penyedia jasa beroperasi diluar areal
lokasi Pekerjaan dan mengakibatkan kerusakan
alam/lingkungan, maka Direksi berhak untuk meminta
kepada Penyedia jasa untuk melakukan perbaikan atas
beban Penyedia Jasa. Untuk melakukan pemeliharaan,
perbaikan dan modifikasi yang dilakukan Penyedia Jasa
terhadap hal-hal tersebut diatas adalah menjadi tanggung
jawab Penyedia jasa.Penyedia Jasa harus menjaga setiap
kemungkinan bahaya yang akan timbul. Oleh karena itu
Penyedia Jasa harus dapat mengatur peralatan pelaksanaan
maupun bahan di lokasi dengan sebaik-baiknya terhadap
pengangkutan, penempatan material dan pengisian bahan
bakar untuk peralatan dan kendaraan yang dipergunakan
untuk mencegah terjadinya bahaya kebakaran.Semua
material, peralatan untuk keperluan pelaksanaan disiapkan
oleh Penyedia Jasa setiap saat dan Penyedia Jasa harus
menyiapkan fasilitas pengecekan tanpa meminta tambahan
biaya untuk keperluan tersebut.

4. Peralatan
Penyedia Jasa harus menyediakan sendiri semua peralatan
kerja dalam jumlah yang cukup sesuai dengan jenis dan
volume pekerjaan.Disamping peralatan kerja utama,
Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan kerja bantu

9
yang cocok dan lazim digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini serta jumlah yang cukup.Selama
berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa
harus menyediakan penerangan pada malam hari
sehingga seluruh lokasi kerja dapat dikontrol pada malam
hari.

5. Foto Dokumentasi
Penyedia Jasa harus membuat foto-foto dokumentasi dalam
tahapan pekerjaan sebagai berikut :
* Sebelum pekerjaan dimulai (0 %)
* Pekerjaan mencapai 50 %
* Pekerjaan selesai seluruhnya (100 %)

Tata cara pengambilan foto dokumentasi diambil dalam


arah dan tempat yang sama setiap tahapan sehingga dapat
menggambarkan kemajuan secara kronologis dan jelas.
Foto-foto yang baik khususnya yang dapat menunjukkan
tahapan pekerjaan 0 %, 50 % dan 100 %, yang dianggap
penting disusun dalam album dan diserahkan kepada
Direksi sebanyak 3 (tiga) rangkap beserta negatif filmnya,
dan selanjutnya menjadi dokumen proyek.

6. Gambar dan Ketentuan Ukuran


Penyedia Jasa diwajibkan untuk memeriksa kecocokan
ukuran dalam gambar rencana dengan keadaan setempat.
Apabila terdapat kelainan atau tidak sesuai keadaan
lapangan, maka Penyedia Jasa harus segera
memberitahukan kepada Direksi. Direksi akan menentukan
perubahan pada rencana pekerjaan yang tidak sesuai
dengan keadaan lapangan tersebut. Gambar-gambar tender
nantinya akan dilampirkan dalam Kontrak yang juga di
pergunakan sebagai gambar rencana untuk melaksanakan
pekerjaan. Ukuran-ukuran pokok dapat dilihat pada
gambar rencana, ukuran-ukuran yang tidak tercantum
dalam gambar atau kurang jelas, dapat ditanyakan kepada
Direksi. Gambar-gambar detail yang belum ada dan
dianggap perlu oleh Direksi harus dibuat oleh Penyedia
Jasa berupa gambar kerja dan sebelum dilaksanakan harus
diperiksa dan disetujui oleh Direksi serta menjadi milik
Direksi.Apabila selama pelaksanaan ada perubahan-
perubahan, Penyedia Jasa harus menyerahkan gambar-
gambar revisi yang telah disetujui direksi dalam rangkap 3
(tiga), masing-masing :
1 (satu) set untuk Penyedia Jasa
1 (satu) set untuk Direksi Lapangan

10
1 (satu) set untuk Pengguna Jasa

Perubahan-perubahan gambar dapat dibuat dengan tinta


merah diatas gambar cetak aslinya. Catatan dari gambar
revisi pada gambar tersebut, harus diserahkan kepada
Direksi untuk mendapatkan persetujuan sebelum
pelaksanaan pekerjaan pada bagian tersebut dimulai.

7. Pengamanan
Penyedia Jasa berkewajiban menjaga keamanan dan tata
tertib ditempat pekerjaan.Penyedia Jasa berkewajiban
mengambil tindakan yang perlu demi keamanan pekerjaan.
Tempat pekerjaan harus senantiasa bersih dan teratur
rapih.Penyedia Jasa wajib menolak orang-orang yang
dinilai Direksi mengganggu jalannya pekerjaan. Bila perlu
Direksi minta bantuan penguasa setempat dan Penyedia
Jasa tidak berhak menuntut ganti rugi karenanya.

8. Keselamatan Kerja
Penyedia Jasa diwajibkan memberi jaminan kesehatan dan
keamanan serta keselamatan bagi para karyawan dan
pekerja-pekerja, antara lain dengan menyediakan kotak
PPPK lengkap dengan obat kebutuhan sebagai alat penolong
jika terjadi kecelakaan ditempat pekerjaan. Biaya perawatan
menjadi beban Penyedia Jasa. Penyedia Jasa berkewajiban
membayar Asuransi Tenaga Kerja sesuai peraturan yang
berlaku. Pengguna pekerjaan konstruksi dan peyedia
bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) bagi karyawan dan pekerja di tempat pekerjaannya,
masyarakat umum di sekitar lokasi pekerjaan, kegiatan
konstruksi termasuk alat, bahan dan hasil pekerjaan, dan
kondisi lingkungan di sekitar pekerjaan
konstruksi.Peraturan perundangan yang terkait teknologi
konstruksi dan K3 yang berlaku, persyaratan dan standar
mutu, standar teknik, standar K3 dan standar lingkungan
yang mutakhir dan terkait dengan jenis pekerjaan.Pengguna
pekerjaan konstruksi dan Penyedia wajib menyepakati
tersusun dan terlaksananya Rencana Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Konstruksi (RK3K). Pembagian tanggung
jawab K3 di antara PPK dan Penyedia diuraikan dalam
ketentuan tentang Hak dan Kewajiban Para Pihak.Penyedia
setiap saat harus melakukan tindakan yang patut diambil
untuk menjaga keselamatan dan kesehatan personil/tenaga
kerjanya. Dengan mengusahakan sendiri atau bekerjasama
dengan instansi kesehatan seperti rumah sakit dan klinik

11
terdekat, penyedia harus memastikan bahwa dokter/tenaga
medis, fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K),
tandu dan layanan ambulan tersedia pada setiap saat
diperlukan, termasuk akomodasi bagi personil penyedia dan
semua personil dibawah PPk yang cedera, fatal atau sakit
akibat kerja.Penyedia harus merencanakan, menerapkan
dan memelihara tempat kerja yang sesuai dengan semua
persyaratan kesehatan dan kebersihan yang diperlukan,
untuk meningkatkan produktifitas dan untuk mencegah
timbulnya setiap jenis wabah penyakit menular. Penyedia
harus menunjuk Ahli K3 Konstruksi atau Petugas K3 di
lapangan sesuai ketentuan risiko pekerjaan yang
dilaksanakan, yang bertanggung jawab untuk menjaga
keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan. Petugas
yang bersangkutan harus memenuhi persyaratan untuk
melakukan tugas tersebut, dan harus memiliki wewenang
untuk mengeluarkan instruksi dan mengambil langkah-
langkah pengamanan untuk mencegah terjadinya
kecelakaan, Penyedia harus menyiapkan apa saja yang
diperlukan oleh Petugas/Ahli K3 tersebut dalam
melaksanakan tanggung jawab dan wewenangnya yang
berhubungan dengan K3.Penyedia harus mengirimkan
kepada Direksi Lapangan, rincian setiap terjadinya
kecelakaan kerja sesegera mungkin setelah terjadinya
kecelakaan. Penyedia harus menyimpan rekaman dan
membuat laporan secara periodic yang terkait dengan
keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan, kerusakan
terhadap harta milik, sebagaimana diminta oleh Direksi
Lapangan. Penyedia berkewajiban mematuhi semua
peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan dalam
undang-undang perburuhan dan sosial yang berlaku di
Indonesia.

9. Program Pelaksanaan
Penyedia Jasa harus membuat program pelaksanaan sesuai
dengan syarat- syarat kontrak. Program tersebut harus di
buat dalam bentuk barchart dan daftar yang
memperlihatkan setiap kegiatan :
a). Jenis Kegiatan dan volume.
b). Waktu Pelaksanaan.
c). Program dan realisasi kemajuan pekerjaan.
d). Jumlah dan jenis tenaga kerja, peralatan dan material
yang diperlukan.

12
Aktivitas yang terlihat pada program harus sudah termasuk
pelaksanaan pekerjaan mobilisasi, persiapan dll, serta
kelonggaran waktu dengan adanya hari libur umum.

10. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre Construction


Meeting)
1). Sebelum Pelaksanaan Kontrak, pengguna jasa bersama-
sama dengan Penyedia Jasa, unsur perencanaan, dan
unsur pengawasan, terlebih dahulu menyusun rencana
pelaksanaan kontrak.
2). Pengguna jasa harus menyelenggarakan rapat persiapan
pelaksanaan kontrak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari
sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK).
3).Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat
persiapan pelaksanaan kontrak adalah :
a. Organisasi kerja
b. Tata cara pemgaturan pelaksanaan pekerjaan
c. Jadwal pelaksanaan pekerjaan
d. Jadwal pengadaan bahan, mobilisasi peralatan dan
personil
e. Penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan
pekerjaan
f. Pendekatan kepada masyarakat dan Pemerintah
Daerah setempat mengenai rencana kerja.
g. Penyusunan program mutu (program penerapan
sistim jaminan mutu)

11. Program Penerapan Sistem Jaminan Mutu


Program penerapan sisitim jaminan mutu harus disusun
oleh Penyedia Jasa dan disepakati pengguna jasa pada
saat rapat persiapan pelaksanaan kontrak dan dapat
direvisi sesuai dengan kondisi lapangan.
Program penerapan sistem jaminan mutu berisi :
a. Informasi pengadaan jasa
b. Organisasi pengguna jasa dan penyedia jasa
c. Jadwal pelaksanaan
d. Prosedur pelaksanaan pekerjaan
e. Prosedur instruksi kerja
f. Pelaksana kerja

12. Rapat Bersama


a. Rapat Mingguan :
Tempat : Kantor Direksi

13
Pelaksanaan : Minimum satu kali tiap minggu,
tergantung kebutuhan.
Peserta : Direksi Lapangan, Kepala Proyek dan
Pelaksana.
b. Rapat Bulanan :
Tempat : Kantor PPK Sungai dan Pantai III
Pelaksanaan : Minimum satu kali tiap bulan,
tergantung kebutuhan.
Peserta : 1. PPK Sungai dan Pantai III
2. Para Pelaksana
3. Direksi Pekerjaan.
4. Pimpinan Perusahaan.
5. Kepala Proyek.
Tujuan : - Membahas dan evaluasi kemajuan
pekerjaan dalam bulan tersebut
termasuk hambatan yang timbul.
- Menyusun program pelaksanaan
untuk pekerjaan bulan berikut
13. Laporan Hasil Pekerjaan :

1). Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan


pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktifitas kegiatan
pekerjaan dilapangan dicatat di dalam buku harian
sebagai Laporan Harian pekerjaan.
2). Laporan Harian dibuat oleh Penyedia Jasa, diperiksa
dan disetujui oleh pengawas pekerjaan.
3). Laporan Harian berisi :
a. Kuantitas dan macam bahan yang berada
dilapangan.
b. Penempatan tenaga kerja untuk tiap macam
tugasnya.
c. Jumlah jenis dan kondisi peralatan.
d. Kuantitas jenis pekerjaan yang dilaksanakan.
e. Keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan
peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap
kelancaran pekerjaan.
4). Laporan Mingguan dibuat setiap minggu yang terdiri
dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil
kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu,
serta hal-hal penting yang timbul atau berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan.

14
5). Laporan Bulanan dibuat setiap bulan yang terdiri dari
rangkuman Laporan Mingguan dan berisi hasil
kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan,
serta hal-hal penting yang timbul atau berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan Laporan.
6). Laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan
dibuat dalam rangkap 4 (empat) yang terdiri dari :
a. 2 (dua) rangkap untuk PPK Sungai dan Pantai III
b. 1(satu) rangkap untuk pengawas lapangan/Direksi
Pekerjaan
c. 1 (satu) rangkap untuk penyedia jasa sebagai arsip.
7). Selambat-lambatnya akhir minggu pertama bulan
berikutnya penyedia jasa telah menyerahkan 2 (dua)
rangkap laporan bulanan yang telah disetujui
pengawas lapangan/Direksi Pekerjaan ke kantor PPK
Sungai dan Pantai III.

14. Bahan dan Perlengkapan


14.1. B a h a n
Semua bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini
terdiri dari kandungan lokal 100 % (Produksi dalam
Negeri)Penyedia jasa harus menyediakan semua
bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan
Pekerjaan, berkualitas baik serta sesuai dengan
standar Nasional (SNI) dan Standar Industri
Indonesia (SII), atau sesuai dengan standar yang
diberikan dalam Spesifikasi dan mendapatkan
persetujuan Direksi sebelum bahan tersebut
dipakai.Bila Penyedia jasa dalam mengusulkan
penyediaan bahan tidak sesuai dengan suatu
standar dan spesifikasi seperti tersebut diatas,
Penyedia jasa harus segera memberitahukan kepada
Direksi Pekerjaan secara tertulis untuk
mendapatkan jawaban apakah bahan tersebut dapat
digunakan atau tidak.

14.2. Peralatan
Penyedia jasa harus segera menyediakan semua
peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan dalam
jumlah yang cukup dan jenis alat yang sesuai. Apabila
Direksi Pekerjaan memandang belum sesuai dengan
kontrak, maka Penyedia jasa harus segera memenuhi
kekurangannya agar pekerjaan dapat dikerjakan
dengan sempurna.

14.3. Bahan Pengganti

15
Penyedia jasa harus mendatangkan bahan yang
ditentukan, apabila bahan tersebut tidak tersedia di
pasaran, maka dapat digunakan bahan pengganti
yang sesuai dengan mendapat izin tertulis dari Direksi
Pekerjaan.

14.4. Pemeriksaan Bahan/Material


Material yang akan digunakan oleh Penyedia jasa
harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.

15. Lain-Lain
Hal-hal yang belum terdapat dalam persyaratan ini yang
diperkirakan akan ber-pengaruh dalam pelaksanaan
pekerjaan, akan di tambahkan di dalam Aanwijzing
(Peninjauan Lapangan).

PASAL 2
PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi :
Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan
dalam waktu 15 (lima belas) hari sejak diterbitkan SPMK
yang meliputi ;
- Mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang
diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
- Mempersiapkan fasilitas kantor, rumah, gudang dan
sebagainya
- Mendatangkan personil-personil
- Mobilisasi peralatan terkait dan personil Penyedia Jasa
dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan
kebutuhan.

2. Pembersihan Lapangan
Penyedia jasa harus membersihkan lapangan kerja sebelum
pekerjaan di mulai dari semua tumbuhan, termasuk pohon-
pohon, akar-akaran dan lain-lain pada daerah tertentu
ditempat pekerjaan.Semua hasil
pembongkaran/pembersihan tersebut dibuang ketempat
yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan. Ukuran-
ukuran daerah yang akan dibersihkan tercantum pada
gambar-gambar rencana atau ditentukan oleh Direksi
sebelum pelaksanaan pekerjaan.
3. Pekerjaan Pengukuran

16
3.1. Titik Tetap (Bench Mark)
Sebelum pekerjaan dimulai Direksi menentukan titik
tetap lapangan yang ketinggiannya akan diberikan
secara tertulis pada pihak Penyedia jasa.Titik tetap
ini akan merupakan titik utama dalam melaksanakan
pekerjaan dan digunakan sebagai dasar untuk
menentukan titik duga (peil-peil) pada sumbu tanggul
dan bangunan-bangunan lainnya.Selama
pelaksanaan, Penyedia jasa diwajibkan untuk
menjaga dan mencegah kemungkinan-kemungkinan
rusak dan berubahnya titik tetap.Jika merasa perlu
Direksi dapat memerintahkan kepada penyedia jasa
untuk mengadakan pengecekan peil titik tetap
lainnya.

3.2. Pengukuran Mutual Check


Untuk menerapkan gambar rencana yang ada
terhadap kondisi lapangan, maka Direksi Pekerjaan
bersama-sama dengan Pihak Penyedia jasa
melaksanakan pengukuran Mutual Check untuk
menentukan duga (peil) terhadap pekerjaan yang
akan dilaksanakan. Pengukuran dilaksanakan
sesuai dengan ukuran-ukuran yang ada pada gambar
rencana. Apabila terdapat elevasi pada gambar yang
tidak sesuai, agar tidak mengganggu lancarnya
pelaksanaan pekerjaan, gambar akan disesuaikan
dengan keadaan lapangan.Pengukuran terakhir
dilaksanakan setelah pelaksanaan pekerjaan selesai,
yakni pada saat pekerjaan akan diserah
terimahkan.Pengukuran meliputi : Pengukuran
elevasi, panjang dan lebar bangunan.

3.3. Pekerjaan Uitzet dan Pemasangan Profil


Dalam segala hal sebelum memulai melaksanakan
pekerjaan, Penyedia jasa harus melakukan pekerjaan
uitzet yang meliputi penentuan elevasi dan (poros)
bangunan yang dikerjakan, dengan melakukan
pemasangan profil dan mengambil ketinggian
terhadap daerah yang diduduki pekerjaan dengan
menggunakan Bench Mark (BM) atau titik referensi
yang disetujui Direksi.Pada pemasangan profil
digunakan kayu yang bermutu baik dengan ukuran 4
cm x 6 cm atau papan dengan ukuran 2,5 cm x 25
cm, sedemikian rupa sehingga membentuk profil
yang sesuai dengan bentuk bangunan yang akan
dikerjakan.Pembuatan profil harus betul-betul kuat
tidak berubah selama pelaksanaan pekerjaan

17
berlangsung. Pada pemasangan profil ini diberi tanda
untuk mendapatkan batas-batas peil pekerjaan yang
dipakai sebagai pengontrol untuk menentukan posisi
bangunan yang akan dibuat. Profil untuk tanggul dan
galian harus dipasang pada tiap-tiap jarak
maksimum 50 m.

4. Jalan Logistik/Jalan Sementara


Penyedia jasa harus membuat jalan logistik /jalan
sementara menuju lokasi pekerjaan, termasuk jembatan
sementara bila diperlukan untuk mengangkut bahan dan
peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan Jalan
sementara tersebut harus bebas dari segala hambatan
yang mungkin dapat mengganggu kelancaran pekerjaan
dan harus tetap terpelihara baik, sampai seluruh kegiatan
pekerjaan selesai.Penyedia jasa harus
menjaga/bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi
pada jalan sementara yang dibuat selama pekerjaan
berlangsung.Jalan sementara yang dibuat harus
memiliki jarak terpendek dari jalan umum yang ada
menuju lokasi pekerjaan. Direksi akan memberikan
petunjuk yang harus dipatuhi oleh Penyedia jasa
sehubungan dengan pembuatan jalan sementara
tersebut.Penyedia jasa hendaknya berpegang pada semua
peraturan dan ketentuan hukum yang berhubungan
dengan penggunaan arah angkutan umum dan
bertanggung jawab terhadap kerusakan akibat
penggunaan jalan tersebut.Pemberi tugas bertanggung
jawabterhadap pemeliharaan jalan logistik jalan
sementara yang digunakan oleh Pemborong selama
Pelaksanaan Pekerjaan.

5. Direksi Keet (Kantor Lapangan)


Penyedia jasa harus menyediakan/membuat kantor sementara
dilapangan (Direksi Keet) untuk tempat kegiatan
administrasi lapangan sesuai petunjuk Direksi guna
effisiensi dan kelancaran kerja.
a. Direksi Keet harus dibuat memenuhi syarat kesehatan
dengan ventilasi yang cukup dan dilengkapi lampu
penerangan pada waktu malam hari.
b. Direksi Keet harus dilengkapi dengan keperluan Direksi
sebagai berikut :
- 1 Stel meja kursi tamu
- 1 Stel Meja tulis dengan dua kursi
- 1 Almari kantor
- 1 Kotak PPPK lengkap dengan isinya

18
- White board, alat tulis, penghapus
- ATK
- dll.
Semua biaya yang timbul akibat pembuatan Direksi
Keet ini menjadi beban Penyedia jasa dan sudah
termasuk dalam harga penawaran.

6. Gudang
Penyedia jasa diharuskan membuat gudang untuk
menyimpan bahan-bahan dan peralatan kerja.Bilamana
gudang di tempatkan diluar lokasi pekerjaan, maka tempat
gudang harus dipilih yang berdekatan dengan lokasi
pekerjaan dan mendapat persetujuan dari Direksi
Pekerjaan.Biaya yang timbul akibat hal ini menjadi
tanggungan Penyedia Jasa.
7. Papan Nama Pelaksana Kegiatan
Penyedia jasa harus membuat papan nama PPK. Bentuk,
ukuran dan warna akan ditentukan oleh Direksi dan
dipasang ditepi jalan masuk lokasi pekerjaan sesuai
petunjuk dari Direksi.Papan nama Pelaksana Kegiatan
harus sudah terpasang pada saat memulai pekerjaan

19
PASAL 3
ADMINISTRASI

1. Bouwheer Direksi dan Pengawas


1.1. Sebagai Pemilik Pekerjaan (Bouwheer) adalah :
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dalam hal
ini diwakili oleh SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber
Air Pompengan-Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan.
1.2. Bertindak sebagai Direksi pekerjaan ialah PPK Sungai
dan Pantai III, yang selanjutnya disebut Direksi.
1.3. Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, Direksi
menunjuk pembantu- pembantunya sebagai Pengawas
Pekerjaan.
1.4. Semua perintah dan petunjuk dari pengawas,dianggap
sebagai ketentuan dari Direksi, selama tidak
menyimpang dari syarat-syarat pekerjaan ini dan
semua peraturan yang berlaku.
2. Penyedia Jasa dan Kepala Proyek
2.1. Penyedia Jasa ialah orang atau Badan Usaha yang
telah ditunjuk oleh Direksi untuk melaksanakan
pekerjaan ini secara borongan.
2.2.Penyedia Jasa menunjuk seorang Kepala Proyek yang
bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan
pekerjaan sehari-hari dan harus berada ditempat
Pekerjaan setiap hari. Penunjukan ini dapat
diberitahukan secara tertulis untuk mendapat
persetujuan Direksi. Kepala Proyek sekurang-
kurangnya berijazah Sarjana Jurusan Sipil dengan
pengalaman minimal 5 tahun.
2.3. Jika Direksi berpendapat bahwa wakil Penyedia Jasa
tidak cakap dalam melaksana-kan tugasnya, maka
Direksi berhak memerintahkan kepada Penyedia Jasa
untuk mengganti wakil Penyedia Jasa atau Kepala
Proyek tersebut dengan orang lain dan harus
mendapat persetujuan dari Direksi.

3. Sub Kontraktor/Tark Werker


3.1. Penyedia Jasa dapat bekerja sama dengan
perusahaan Golongan Eonomi Lemah sebagai Sub
Kontraktor.
3.2. Pekerjaan yang dapat disubkontrakkan tidak
boleh merupakan pekerjaan utama.

20
3.3. Bila Penyedia Jasa menggunakan Sub Kontraktor
atau Tark Werker, semua tanggung jawab tetap
pada Pihak Penyedia Jasa.
3.4. Direksi tidak bertanggung jawab atas Pembayaran
pihak Penyedia Jasa kepada Sub Kontraktor/Tark
Werker.

21
4. Tugas Umum Direksi

4.1. Mengarahkan Penyedia Jasa agar mengenal serta


menguasai keadaan lapangan sehingga pekerjaan
dapat dimulai dan di selesaikan tepat pada
waktunya.
4.2. Memberi petunjuk kepada Penyedia Jasa
mengenai penempatan bahan-bahan bangunan
serta cara penyimpanannya, lokasi galian tanah
dan pembuangan tanah.
4.3. Memberi bimbingan kepada Penyedia Jasa agar
pekerjaan dikerjakan sesuai kualitas dan
kwantitas yang disyaratkan (bestek).
4.4. Memberikan persetujuan atau menolak bahan-
bahan bangunan yang akan dipergunakan untuk
pelaksanaan pekerjaan dan menunjuk tempat
buangan bahan-bahan yang ditolak oleh Direksi.

5. Tugas Umum Penyedia Jasa


5.1. Wajib melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
peraturan dan syarat-syarat, gambar bestek
dan petunjuk dari Direksi sehingga dapat dicapai
kwalitas pekerjaan yang disyaratkan.

5.2. Wajib melaksanakan perintah-perintah dari


Direksi yang sesuai dengan peraturan dan syarat-
syarat yang menjamin bahwa pelaksanaannya
dapat dikerjakan.

5.3. Wajib mengikuti rencana kerja yang diajukan oleh


Penyedia Jasa yang telah disetujui oleh Direksi.

5.4. Wajib tunduk kepada keputusan-keputusan yang


diambil Direksi yang berhubungan dengan
kesalahan-kesalahan dan kelalaian-kelalaian yang
dibuat oleh Penyedia Jasa, juga yang
berhubungan dengan adanya perbedaan antara
gambar yang satu dengan yang lainnya atau
gambar dengan peraturan dan syarat-syarat.

5.5. Wajib memperbaiki kerusakan-kerusakan dan


kekurang sempurnaan pekerjaan.

5.6. Wajib membuat laporan kepada pengawas setiap


hari (laporan harian), laporan mingguan dalam
laporan bulanan.

22
Laporan harian berisi a.l :
a. Jumlah pekerja, tukang mandor dan lain-lain.
b. Bahan-bahan yang datang yang digunakan dan
yang masih tersedia serta material yang ditolak.
c. Prestasi tiap jenis pekerjaan yang dicapai.
d. Jenis dan jumlah alat serta kondisi masing-
masing alat, baik yang dioperasikan hari itu
maupun yang tidak dioperasikan.
e. Lain-lain yang diperintahkan Direksi.
f. Masalah Teknis yang terjadi dilapangan.

5.7. Penyedia Jasa harus menyediakan alat tulis


antara lain :
- Alat tulis kantor/penghapus secukupnya
- Buku Harian
- Buku perintah Direksi
- Kertas gambar secukupnya
- Mesin hitung (calculator Fx 36000P) minimal
2 (dua) buah.

6. Pekerjaan Yang Tidak Lancar


6.1. Bagi pekerjaan yang tidak lancar yaitu yang tidak
sesuai dengan rencana kerja, terlalu lambat atau
terhenti sama sekali, maka Direksi akan memberi
peringatan-peringatan/teguran-teguran dan
petunjuk-petunjuk Penyedia Jasa.

6.2. Apabila penyedia jasa tidak mengindahkan


petunjuk-petunjuk dalam ayat diatas, maka Direksi
berhak membatalkan Kontrak secara sepihak
kemudian menunjuk pihak ketiga untuk
melanjutkan pekerjaan tersebut.

6.3. Pekerjaan yang telah dicapai oleh Penyedia Jasa


sampai dengan pembatalan-pembatalan kontrak
akan diperhitungkan oleh Direksi.

7. Perubahan Kegiatan Pekerjaan (Pekerjaan Tambah dan


Kurang).
7.1. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara
kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan
gambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam
dokumen kontrak maka pengguna jasa bersama
penyedia jasa dapat melakukan perubahan kontrak
yang meliputi :
a). Menambah atau mengurangi volume pekerjaan
yang tercantum dalam kontrak.

23
b). Menambah atau mengurangi jenis pekerjaan.
c).Mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai kebutuhan
lapangan
d). Melaksanakan pekerjaan tambah yang belum
tercantum dalam kontrak yang diperlukan
untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.

7.2. Pekerjaan tambah dan kurang hanya boleh dilakukan


penyedia jasa atas perintah /persetujuan tertulis dari
pengguna jasa.

7.3. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh pengguna


jasa secara tertulis kepada penyedia jasa ditindak
lanjuti dengan negosiasi teknis dan harga dengan
tetap mengacu pada ketentuan-ketentuan yang
tercantum dalam kontrak awal.

7.4. Untuk perhitungan pekerjaan tambahan atau kurang


digunakan harga-harga satuan yang tercantum dalam
kontrak.

7.5. Untuk pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam


kontrak akan dilakukan negosiasi teknis dan harga
oleh pengguna jasa.

7.6. Pekerjaan tambah dalam rangka penyelesaian


pengadaan jasa konstruksi nilainya tidak lebih 10%
dari harga yang tercantum dalam kontrak awal

8. Rencana Kerja
8.1. Penyedia Jasa harus menyerahkan rencana kerja
untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi paling
lambat satu minggu setelah dikeluarkan surat
perintah mulai kerja (SPMK).

Rencana kerja meliputi :


a. Rencana Umum Pekerjaan.
b. Organisasi dan tanggung jawab staf Penyedia
Jasa.
c. Daftar dan jumlah peralatan dan material yang akan
digunakan.
d. Time Schedule dan jadwal umum pelaksanaan.
e. Metode Pelaksanan, mulai dari pekerjaan persiapan,
pengukuran, dst.
f. Data dan grafik curah hujan.

24
8.2. Persetujuan dari rencana kerja ini, sekali-kali tidak
membebaskan penyedia jasa dari tanggung jawab.
Juga tidak berarti memberi hak pada penyedia jasa
untuk menuntut ganti rugi, bila dalam pekerjaan alat-
alat bantu yang digunakan atau urutan dari cara
pelaksanaan ternyata tidak tepat.

8.3. Jika disebabkan oleh perubahan-perubahan keadaan,


konstruksi atau kelambatan-kelambatan kerja
terdahulu, dengan persetujuan Direksi Penyedia jasa
dapat menyusun kembali rencana kerjanya.

9. Larangan Pemindah Tanganan

9.1 Pekerjaan yang telah diterima oleh penyedia jasa tidak


boleh dipindah tangankan kepada pihak ketiga hingga
pihak Penyedia jasa hanya bertindak sebagai
perantara saja.
9.2 Bila hal ini terjadi, maka Direksi akan membatalkan
perjanjian Kontrak pekerjaan ini secara sepihak dan
segala resiko ditanggung oleh pihak Penyedia Jasa.
Selanjutnya Direksi berhak menunjuk pihak lain
untuk melanjutkan pekerjaan ini.

10. Pemeriksaan Kemajuan Pekerjaan

10.1. Penyedia Jasa wajib minta kepada Direksi untuk


memeriksa pekerjaan,yang
telah dikerjakan sebelum mulai melaksanakan
pekerjaan selanjutnya.
10.2. Apabila Direksi menganggap perlu untuk memeriksa
kemajuan pekerjaan, atau apabila penyedia jasa
memintanya secara tertulis untuk penyerahan seluruh
pekerjaan, sebagian pekerjaan atau guna permintaan
pembayaran termyn, maka penyedia jasa/wakilnya
harus hadir ditempat pekerjaan selama waktu
pemeriksaan.
10.3. Hasil pemeriksaan ditulis pada buku progres laporan
hasil pekerjaan yang ditanda tangani kedua belah
pihak.

11. Material Yang Didatangkan oleh Penyedia Jasa

11.1. Material yang dibeli oleh penyedia jasa dari


leveransir, setelah sampai ditempat pekerjaan dan
disetujui oleh Direksi, leveransir tidak mempunyai
hak apapun lagi terhadap bahan-bahan tersebut.

25
11.2. Direksi tidak bertanggung jawab atas pembayaran
penyedia jasa kepada leveransir, dan ongkos angkut
bahan-bahan ketempat pekerjaan menjadi beban
Penyedia Jasa.

11.3. Penyedia jasa wajib melapor kedatangan material


ditempat pekerjaan kepada Direksi untuk diperiksa.

11.4. Material yang ditolak oleh Direksi, harus disingkirkan


dari tempat pekerjaan semua biaya akibat
penyingkiran bahan-bahan tersebut diatas menjadi
beban Penyedia jasa.

11.5. Bila Penyedia jasa menggunakan bahan-bahan yang


belum diperiksa dan tanpa izin Direksi, maka Direksi
berhak memerintahkan Penyedia jasa untuk
membongkar pekerjaan yang telah dilaksanakan
tersebut atas biaya Penyedia jasa.

11.6. Penyedia jasa wajib segera membongkar pekerjaan-


pekerjaan yang menggunakan bahan-bahan yang
ditolak direksi atas biaya penyedia jasa.

11.7. Bila Penyedia jasa tetap menggunakan bahan-bahan


yang ditolak oleh Direksi, maka Direksi dapat
menghentikan pelaksanaan pekerjaan yang sedang
berlangsung. Pekerjaan dilanjutkan apabila Penyedia
jasa telah mengganti bahan-bahan yang ditolak
dengan bahan yang baru dan memenuhi syarat.

12. Gambar Kerja, Grafik dan Time Schedule

12.1. Penyedia jasa harus membuat gambar-gambar kerja,


time schedule, grafik, curah hujan, tenaga kerja dan
sebagainya yang disyahkan oleh Direksi (Rencana
Kerja).
12.2. Penyedia jasa wajib mengisi grafik-grafik, cuaca sesuai
kondisi tiap hari, time schedule dan gambar-gambar
kerja setiap hari sesuai dengan kemajuan
pelaksanaan pekerjaan.

13. Jam kerja


13.1. Agar rencana pekerjaan dapat diselesaikan tepat pada
waktunya, maka Penyedia jasa bekerja minimum 7
jam setiap hari.

26
13.2. Penyedia jasa dapat melaksanakan pekerjaan diluar
jam kerja atau malam hari demi kesempurnaan dan
cepat selesainya pekerjaan, untuk ini Penyedia jasa
harus memberitahukan hal tersebut kepada Direksi
secara tertulis sehari sebelumnya.

14. Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan dan Peralatan


14.1. Penyedia jasa diharuskan menyediakan segala
keperluan peralatan, bahan dan tenaga kerja
untuk pelaksanaan secara baik, effisiensi dan
teratur sesuai jadwal yang telah
disetujui/disahkan oleh Direksi.

15. Perpanjangan Waktu Pelaksanaan.

15.1. Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan


oleh pengguna jasa atas pertimbangan yang layak
dan wajar antara lain :

a. Pekerjaan tambah
b. Perubahan desain
c. Perubahan alam
d. Keterlambatan yang disebabkan oleh pihak
pengguna jasa
e. Masalah yang timbul diluar kewenangan
penyedia jasa
f. Keadaan Kahar (Force Majeur).

15.2. Pengguna jasa dapat menyetujui perpanjangan


waktu pelaksanaan atas kontrak setelah melakukan
penelitian dan evaluasi terhadap usulan tertulis
yang diajukan oleh penyedia jasa.
15.3. Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan
dituangkan di dalam Addendum Kontrak.

16. Resiko dan Denda atas Kelambatan Penyerahan

16.1. Semua biaya material yang ditimbulkan akibat


dikeluarkannya Surat Perjanjian Kontrak ini
menjadi beban Penyedai Jasa.
16.2. Apabila Penyedai Jasa tidak menyelesaikan
pekerjaan pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai
dengan yang tercantum dalam kontrak, maka
Penyedia Jasa dikenakan denda untuk setiap
kelambatan 1/1000 (satu perseribu) dari harga
kontrak sisa pekerjaan setiap hari keterlambatan.

27
Bersama denda maksimum sebesar 5 % (lima
persen) dari nilai kontrak.

17. Perselisihan

17.1. Apabila terjadi perselisihan antara pihak Direksi dan


pihak Penyedia jasa, maka harus diusahakan
penyelesaian secara musyawarah.
17.2. Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara
musyawarah, maka dibentuk Panitia Arbitrage yang
terdiri dari :
- Seorang wakil dari pihak Direksi
- Seorang wakil dari pihak Penyedia Jasa
- Seorang ahli yang tidak ada sangkut pautnya
dengan pekerjaan tersebut
- Pengangkatannya disetujui oleh kedua belah
pihak

17.3 Bilamana cara-cara diatas belum dapat dicapai


penyelesaiannya, maka perselisihan tersebut
diajukan ke Pengadilan Negeri Makassar.

18. Pembayaran Prestasi Pekerjaan

18.1. Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati


dilakukan oleh pengguna jasa, apabila penyedia jasa
telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan
hasil pekerjaan.
18.2. Pengguna jasa dalam kurun waktu 7 (tuju) hari harus
sudah mengajukan surat permintaan pembayaran
(SPP) untuk pembayaran prestasi kerja.
18.3. Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati
dilakukan dengan sistim Termijn yang didasarkan
pada prestasi pekerjaan yang telah terpasang, tidak
termasuk bahan, alat-alat yang ada dilapangan.
18.4. Pembayaran Termijn harus dipotong jaminan
pemeliharaan, angsuran uang muka, denda (bila ada)
dan pajak.
18.5. Untuk kontrak yang mempunyai Subkontrak,
permintaan pembayaran kepada pengguna jasa harus
dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh
Subkontraktor sesuai dengan perkembangan (Progres)
pekerjaannya.

28
19. Harga Satuan Pekerjaan

19.1. Harga satuan pekerjaan sudah termasuk biaya


umum, keuntungan Penyedia jasa, retribusi dan biaya
lain.

19.2. Harga satuan selain memperhitungkan biaya


langsung pelaksanaan pekerjaan, secara proporsional
harus sudah mencakup keuntungan, resiko, pajak-
pajak diluar PPN dan biaya Overhead baik office
maupun site overhead yang meliputi antara lain :
a. Pembayaran sewa untuk tanah/ganti rugi tanaman
diluar tempat pekerjaan (untuk tempat buangan
hasil galian tempat pengambilan, jalan masuk /
jalan logistik dll).
b. Harga material dan angkutan material.
c. Biaya operasi alat yang digunakan (upah operator,
bahan bakar, pelumas serta perawatan alat dan
penyusutan dll.
d. Sewa rumah okomodasi staf pelaksana.
e. Administrasi Bank.
f. Administrasi Teknik.
g. Asuransi-asuransi meliputi : asuransi tenaga kerja,
asuransi Property Demage dan asuransi
pekerjaan.
h. Kemungkinan kenaikan harga yang menjadi
tanggungan Penyedia jasa.
i. Pembayaran pajak bahan tambang galian golongan
C.
j. Direksi Keet.

20. Keadaan Kahar (Force Majeur)

20.1. Yang dimaksud keadaan kahar adalah suatu


keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak
sehingga pekerjaan yang telah ditentukan dalam
kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

20.2. Apabila terjadi keadaan Kahar (Force Majeur) maka


penyedia jasa memberitahukan dalam waktu 14
(empat belas) hari dari hari terjadinya keadaan
Kahar dengan meyertakan pernyataan keadaan
Kahar dari Instansi yang berwenang.

21. Penghentian dan Pemutusan Kontrak.

29
21.1. Penghentian kontrak dapat dilakukan karena
pekerjaan sudah selesai.

21.2. Penghentian kontrak dilakukan karena terjadinya


hal-hal duluar kekuasaan kedua belah pihak,
sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan
kewajiban yang ditentukan di dalam kontrak antara
lain :
a. Timbulnya perang
b. Pemberontakan di Wilayah Republik Indonesia
c. Keributan, kekacauan dan huru-hara
d. Bencana alam
Dalam hal kontrak dihentikan, maka Pengguna jasa
membayar kepada Penyedia jasa sesuai dengan
prestasi atau kemajuan pelaksanaan proyek yang
telah dicapai.
21.3. Pemutusan kontrak dilakukan bilaman penyedia
jasa cidera janji, tidak memenuhi kewajiban dan
tanggung jawabnya sebagaimana diatur didalam
kontrak.

21.4. Pemutusan kontrak dilakukan bilaman para pihak


terbukti melakukan kolusi, kecurangan atau tindak
korupsi baik dalam proses pengadaan maupun
melaksanakan pekerjaan dalam hal ini, penyedia
jasa dapat dikenakan sanksi yaitu :
a. Jaminan pelaksanaan di cairkan dan disetorkan ke
Kas Negara.
b. Sisa uang muka harus dilunasi oleh penyedia jasa
c. Pengenaan daftar hitam untuk jangka waktu
tertentu.

22. Serah Terima Pekerjaan

22.1. Setelah pekerjaan selesai 100 % (Seratus persen),


Penyedia jasa mengajukan permintaan secara tertulis
kepada pengguna jasa untuk penyerahan pekerjaan
(Penyerahan pertama).

22.2. Pengguna jasa melakukan penilaian terhadap hasil


pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Penyedia jasa.
Bilamana terdapat kekurangan - kekurangan dan atau
cacat hasil pekerjaan, Penyedia jasa wajib
memperbaiki/menyelesaikannya.
22.3. Pengguna jasa menerima penyerahan pekerjaan setelah
seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan kontrak (Berita Acara Penyerahan Pertama)

30
yang disertai bukti-bukti bahwa pekerjaan telah selesai
100 % (Seratus persen) dan disertai pernyataan bahwa
kewajiban Penyedia jasa terhadap Pihak ke TIGA telah
diselesaikan.

22.4. Pembayaran dilakukan sebesar 95 % (Sembilan puluh


lima persen) dari nilai kontrak, sedangkan yang 5 %
(Lima persen), dari nilai kontrak yang diterbitkan oleh
Bank Umum termasuk Bank Perkreditan Rakyat.

22.5. Penyedia jasa wajib memelihara hasil pekerjaan selama


masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada
saat penyerahan pertama pekerjaan.

22.6. Setelah masa pemeliharaan berakhir, Penyedia jasa


mengajukan permintaan secara tertulis kepada
Pengguna jasa untuk penyerahan akhir pekerjaan
(Penyerahan ke Dua).

22.7. Pengguna jasa menerima penyerahan akhir pekerjaan


setelah Penyedia jasa melaksanakan semua
kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik
dan melakukan pembayaran sisa nilai kontrak yang
belum dibayar.

22.8. Apabila Penyedia jasa tidak melaksanakan kewajiban


pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka pengguna
jasa berhak menggunakan uang jaminan pemeliharaan
untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan.

23. Penutup

Bilamana terdapat kekeliruan dalam peraturan dan


syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan ini, maka akan
ditinjau kembali/akan dibahas dalam Aanwyzing.
Bilamana dalam peraturan dan syarat-syarat pelaksanaan
pekerjaan ini terdapat kekurangan-kekurangan maupun
pasal-pasal yang tidak dipergunakan, maka akan
diadakan ralat atau pasal-pasal tambahan

SPESIFIKASI KHUSUS

1. PEKERJAAN PERSIAPAN
1.1 Pengukuran dan Penggambaran MC0% & MC100%

31
Pengukuran dan
Satuan Nomor Pembayaran :
Penggambaran MC0% & 1.1
Pekerjaan
MC100%

1.01.1. Umum
Pengukuran dilakukan untuk mengetahui ketinggian
dan keadaan topografi daereah pekerjaan secara
memanjang (long section) dan secara melintang ( cross
section) sebelum pekerjaan dimulai yang disebut MC
0%. Setelah pengukuran dilaksanakan maka akan
dihasilkan gambar yang akan dilengkapi dengan
rencana letak bangunan dan sebagai acuan pekerjaan
di lapangan.

1.01.2. Cara Pelaksanaan


a. Penyedia jasa harus menyiapkan peralatan ukur,
termasuk pekerja, patok-patok, serta peralatan
lainnya yang diperlukan untuk pengukuran.
Penyedia jasa harus menggunakan alat ukur yang
mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi untuk
pengukuran.
b. Pekerjaan ini dimulai dengan memasang patok yang
terbuat dari balok kayu 4/6 dengan jarak yang
telah ditentukan.
c. Patok patok yang telah dipasang tidak bolah
goyang dan berpindah tempat karena telah memiliki
elevasi yang didasarkan pada BM sekitar setelah
dilakukan pengukuran.
d. Setelah data pengukuran diperoleh dan diolah maka
akan dihasilkan gambar kerja (working drawing)
sebagai panduan pekerejaan di lapangan yang
harus disetujui terlebih dahulu oleh direksi.
a. Setelah pekerjaan lapngan selesai maka diadakan
pengecekan dan pengukuran ulang di lokasi
pekerjaan (MC 100%) untuk membuat gambar
purna laksana (asbuilt drawing) sebagai tanda
pekerjaan selesai. Asbuilt drawing dinyatakan
selesai bila direksi telah menyetujui.
b. Penyedia jasa harus segera menyerahkan semua
data survai serta hasil perhitungan dan gambar-
gambar dari pengukuran MC 0% dan MC 100%

32
kepada direksi secepatnya, dengan rincian sebagai
berikut :
Data ukur 1 (satu) asli dan 1 (satu) rekaman
Gambar dengan ukuran A3 sebanyak 3 (satu)
asli (kalkir) dan 1 (satu) rekaman serta ukuran
A3 sebanyak 2 (dua) rekaman.

1.01.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran


a. Pengukuran pembayaran dilakukan mengikuti
prosentase kumulatif progress pekerjaan dengan
ketentuan akan dibayar 100% bilamana keseluruhan
laporan yang disyaratkan telah disahkan dan disetujui
oleh direksi.
Pembayaran didasarkan atas lump sum (LS) sesuai
yang tercantum dalam kontrak.

1.2 Mobilisasi dan Demobilisasi

Satuan Mobilisasi dan Nomor Pembayaran :


Pekerjaan Demobilisasi 1.2

1.2.1 Umum
Yang dimaksud dengan mobilisasi dan demobilisasi
adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan
transportasi peralatan yang akan dipergunakan dalam
melaksanakan paket pekerjaan. Penyedia jasa harus
sudah bisa memperhitungkan semua biaya yang
diperlukan dalam rangkaian kegiatan untuk
mendatangkan peralatan dan mengembalikannya nanti
bila pekerjaan telah selesai ke tempat semula.

1.2.2 Cara Pelaksanaan


a. Penyediaan Peralatan dan Personil
Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan dan
personil sesuai dengan kebutuhan seperti yang
termuat dalam kontrak untuk menyelesaikan
pekerjaan.
Sebelum mobilisasi dilaksanakan, maka
penyedia jasa harus segera melaporkan kepada
direksi untuk mendapatkan persetujuan, dan
bila dipandang perlu, direksi dapat meminta
tambahan peralatan maupun personil atas
tanggungan penyedia jasa.

33
b. Program dan Pemberitahuan
Penyedia Jasa harus membuat schedule
mobilisasi peralatan dan personil yang
dilengkapi dengan keterangan akan jenis dan
kapasitas peralatan yang akan didatangkan.
Penyedia Jasa harus membuat pemberitahuan
tertulis kepada direksi perihal kedatangan
maupun pengangkutan kembali peralatan dan
personil.
Penyedia jasa harus meminta persetujuan
direksi atas setiap perubahan jadwal peralatan
dan penyediaan personil.
Semua peralatan yang telah berada di lokasi
pekerjaan, bila sudah tidak diperlukan, dapat
dipindahkan dari areal pekerjaan dengan seijin
direksi.

1.2.3 Cara Pengukuran dan Pembayaran


a. Pengukuran pembayaran dilakukan sebagai berikut
:
Dibayar 50% (lima puluh persen) apabila
peralatan dan personil telah berada seluruhnya
di lapangan dan diterima baik oleh direksi.
Dibayar 50% (lima puluh persen) sisanya setelah
pekerjaan demobilisasi telah selesai seluruhnya
dan diterima baik oleh direksi.

2. PEKERJAAN NORMALISASI ALUR SUNGAI


2.1 Pembersihan
Satuan Nomor Pembayaran :
Pembersihan 2.1
Pekerjaan

2.1.1. Umum
Pekerjaan kosrekan adalah pekerjaan yang dilaksanakan
dengan menggunakan alat Bulldozer. Dengan
membersihkan akar-akar dan semak belukar termasuk
pohon-pohonyang dapat menghambat pelaksanaan
pekerjaan.

2.1.2. Cara Pelaksanaan

34
a. Kosrekan dimulai dengan pemotongan rumput-
rumput/perdu/semak termasuk pohon dan
dilanjutkan dengan membersihkan permukaan tanah
yang mengandung akar-akar rumput/perdu/semak
menggunakan alat Bulldozer
b. Hasil pembersihan harus dibuang ke luar areal kerja
atau ketempat yang disetujui oleh pihak direksi
c. Apabila pekerjaan pembersihan selesai maka
penyedia jasa harus memberitahukan kepada direksi
untuk pemeriksaan.

2.1.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran


a. Pengukuran pembayaran pekerjaan kosrekan ini
berdasarkan luas yang tertera pada Gambar MC 0%
atau yang ditentukan oleh direksi.
b. Pembayaran pekerjaan kosrekan ini berdasarkan
satuan meter bujur sangkar (m2) sesuai yang
tercantum dalam daftar kuantitas dan harga. Harga
satuan untuk pekerjaan kosrekan telah mencakup
pembuangan yang ditentukan oleh direksi.

2.2. Galian Tanah Mekanis dibuang dibantaran sungai

Galian Tanah Mekanis Nomor Pembayaran :


Satuan
dibuang dibantaran 2.2
Pekerjaan
sungai

2.2.1. Umum
Galian mekanis adalah penggalian tanah dengan
menggunakan alat berat seperi Excavator PC-200
(tergantung kebutuhan). Penyedia jasa harus melakukan
penggalian ini dengan mengikuti gambar rencana.
Pekerjaan ini harus mencakup penggalian, penanganan
pembuangan dan pembuatan stok tanah yang ditentukan
oleh direksi.

2.2.2. Cara Pelaksanaan


a. Galian tanah yang tidak dapat dipakai sebagai bahan
timbunan harus dibuang ke luar areal kerja
b. Material dari hasil galian yang akan digunakan sebagai
bahan timbunan harus mendapat persetujuan dari
direksi.

35
c. Setiap material yang berlebih untuk kebutuhan bahan
timbunan tersebut harus dibuang oleh penyedia jasa
ke lokasi yang ditentukan oleh direksi.
d. Penyedia jasa harus bertanggung jawab untuk seluruh
pengaturan dan biaya pembuangan material yang
berlebih tersebut termasuk biaya pengangkutan dan
memperoleh ijin dari pemilik tanah dimana
pembuangan dilakukan.
e. Penyedia jasa dalam melaksanakan pekerjaan galian
harus diusahakan cukup aman dari longsoran terlebih
pada tempat alat berat berpijak.
f. Apabila pekerjaan selesai maka penyedia jasa harus
memberitahukan kepada direksi untuk pemeriksaan.

2.2.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran


a. Pengukuran pembayaran pekerjaan galian tanah ini
berdasarkan jumlah volume yang tertera pada Gambar
MC 0% atau yang ditentukan oleh direksi.
b. Pembayaran pekerjaan galian tanah ini berdasarkan
satuan meter kubik (m3) sesuai yang tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga. Harga satuan untuk
pekerjaan galian tanah ini telah mencakup
pengangkutan pembuangan ke bantaran sungai.

2.3. Perapihan Tanah Hasil Galian

Satuan Perapipan Tanah Hasil Nomor Pembayaran :


Pekerjaan Galian 2.3

2.3.1. Umum
Yang dimaksud perapihan tanah hasil galian dalam pasal
ini ialah galian yang berasal dari tanah hasil galian sungai
yang dirapihkan termasuk pelaksanaan semua timbunan
yang berhubungan dengan bagianbagian pekerjaan
lainnya yang menggunakan bahan timbunan bekas galian.
perapihan ini harus dilaksanakan sesuai dengan perintah
direksi di lapangan

2.3.2. Cara Pelaksanaan


Bahan
Bahan yang diperlukan untuk perapihan ini diperoleh dari
galian sungai yang dirapihkan dengan menggunakan alat
berat.

36
2.3.3. Cara Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran untuk pembayaran ini atas pekerjaan
perapihan dari hasil galian harus dibuat berdasarkan
bahan-bahan ditempat sesuai dengan garis rencana,
tahapan dan dimensi di atas garis kupasan atau galian
serta elevasi yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai
dengan petunjuk Pengguna Jasa.
Pembayaran atas perapihan dari hasil galian harus dibuat
dalam harga satuan meter kubik (m3) sesuai yang
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Dimana
Harga Satuan tersebut harus sudah termasuk biaya
pengangkutan bahan dari tempat penimbunan sementara
termasuk perawatan jika diperlukan sampai ke tempat
penggunaan terakhir dan biaya-biaya penghamparan
bahan lapis demi lapis, termasuk semua biaya upah,
bahan-bahan peralatan kerja dan lain-lain.

2.4. Pekerjaan Batu Kosong (Riprap),Uk. 100-150 Kg

Pekerjaan Batu Kosong Nomor


Satuan Pekerjaan Pembayaran :
(Riprap),Uk. 25-50 cm
2.4

2.4.1.Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan yang tercakup dalam sub bab spesifikasi teknik
ini meliputi kelengkapan peralatan konstruksi, tenaga
kerja, bahan, perlengkapan dan penyelenggaraan yang
berkaitan dengan pekerjaan penyediaan material batu belah
hingga pemasangannya dalam mengamankan hasil galian
agar tidak longsor pada posisi yang ditunjukkan dalam
gambar rencana.

2.4.2.Ketentuan Umum
Pengadaan dan pemasangan batu kosong pada konstruksi
sebagaimana diminta dalam kontrak menjadi tanggung
jawab sepenuhnya Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus
menyerahkan proposal yang berisi rencana detail suplai
material, transportasi dan penempatan pada posisi yang
ditentukan, termasuk lokasi sumber material (quarry) dan
rencana operasinya sekurang-kurangnya 4 minggu sebelum
bahan diangkut.

Sumber material yang direncanakan harus disetujui


Direksi. Dalam proposal yang diajukan, Penyedia Jasa

37
harus menyertakan hasil uji material batu dari quarry yang
diusulkan dan hitungan besarnya cadangan volume yang
tersedia dan yang dapat ditambang termasuk volume
harian yang dibutuhkan.

2.4.3.Material
Semua batu yang digunakan harus berkualitas baik,
padat, keras, permukaan kasar dan tahan terhadap
cuaca.
Bentuk batu tidak boleh lonjong,
Panjang butir tidak lebih 3 kali lebarnya. Bentuk yang
pipih, lonjong tidak dapat digunakan
Ukuran batu belah dan batu bulat tertera pada gambar
pelaksanaan dengan berat jenis tidak kurang dari 2,60.
Batu belah harus memenuhi tes abrasi tidak lebih dari
40% aus dalam 500 putaran berdasarkan standar
AASHTO 96.

2.4.4.Pengukuran dan Pembayaran


a. Pengukuran
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan batu kosong
harus didasarkan pada volume batu yang terpasang
dalam m dan memenuhi ketentuan dalam spesifikasi
sesuai persetujuan Direksi.

12) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang BAB.


XII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA :

38
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA
Satuan Kerja : SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air PJSA PJ
Pembuat Komitmen : Sungai dan Pantai III
Paket Pekerjaan : Pembangunan Pengendalian Banjir dan Perkuatan
Tebing Sungai Cenranae Kab. Bone
Lokasi : Kab. Bone
Tahun Anggaran : 2017

No. Uraian Pekerjaan Satuan Kuantitas Harga Total


Ukuran Satuan Harga
PEKERJAAN PERSIAPAN
I.
Pengukuran dan Penggambaran 1,00
1.1 ls
MC-0% dan MC-100%

1.2 Mobilisasi & Demobilisasi ls 1,00

PEKERJAAN NORMALISASI ALUR


II
SUNGAI

2.1 Pembersihan m2 49.891,80

Galian Tanah Mekanis dibuang m3 117.555,00


2.2
dibantaran sungai

2.3 m3 108.123,30
Perapihan Tanah Hasil Galian

2.4 Pasangan Batu Kosong (Rip-Rap) m3 204,95


Jumlah
PPN 10 %
Total
Dibulatkan

...................................2016
PT/CV.............................................

NAMA PIMPINAN PERUSAHAAN


JABATAN

39
Daftar 1: Mata Pembayaran Umum1 CONTOH

No. Uraian Pekerjaan Satuan Kuantitas Harga Total


Ukuran Satuan Harga
PEKERJAAN PERSIAPAN
I.
Pengukuran dan Penggambaran 1,00
1.1 ls
MC-0% dan MC-100%

1.2 Mobilisasi & Demobilisasi ls 1,00

Total Daftar 1
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

1 Mata Pembayaran Umum memuat rincian komponen pekerjaan yang bersifat umum.

40
Daftar 2: Mata Pembayaran Pekerjaan Utama: Pekerjaan Tanggul
dan Normalisasi Alur Sungai2
CONTOH

No. Uraian Pekerjaan Satuan Kuantitas Harga Total


Ukuran Satuan Harga
PEKERJAAN NORMALISASI ALUR
II
SUNGAI
m2
2.1 Pembersihan 49.891,80

m3
Galian Tanah Mekanis dibuang 117.555,00
2.2
dibantaran sungai

m3
2.3 Perapihan Tanah Hasil Galian 108.123,30

m3
2.4 Pasangan Batu Kosong (Rip-Rap) 204,95

Total Daftar 2
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

2 Cantumkan Mata Pembayaran Pekerjaan Utama yang menjadi pokok dari paket Pekerjaan
Konstruksi ini di antara bagian-bagian pekerjaan lain.

41
Daftar Rekapitulasi CONTOH

Mata Pembayaran Harga


Daftar No. 1: Mata Pembayaran Umum
Daftar No. 2: Mata Pembayaran Pekerjaan
Utama Pekerjaan Normalisasi Alur Sungai
Jumlah (Daftar 1+2)
PPN 10%
TOTAL NILAI

42
13) Perubahan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang BAB. XIII.
BENTUK DOKUMEN LAIN :
TETAP

KETENTUAN-KETENTUAN TAMBAHAN :
Hal-hal yang menggugurkan penawaran :
A. EVALUASI ADMINISTRASI
a. Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap
hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi.
b. Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila
:
1) Syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen
Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi:
1) Surat Penawaran;
2) Surat Kuasa dari Direktur Utama/Pimpinan perusahaan
kepada penerima kuasa (apabila dikuasakan);
3) Jaminan Penawaran Asli;
4) Daftar Kuntitas dan Harga;
5) Surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi [apabila
bermitra];
6) Rekapitulasi Perhitungan TKDN (khusus untuk peserta
yang tidak menyampaikan TKDN, penawarannya tidak
digugurkan dan nilai TKDNnya dianggap nol;
7) Formulir RK3K
8) Data Kualifikasi;
9) Dokumen penawaran teknis, terdiri atas:
- Metoda Pelaksanaan;
- Jangka Waktu Pelaksanaan dibuat dalam bentuk
kurva S Mingguan ;
- Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan;
10) Hasil Pemindaian (Scan) Sertifikat Badan Usaha
(SBU) Asli
2) Surat Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Jangka waktu berlakuya surat penawaran tidak kurang dari
waktu sebagaimana tercantum Dalam Dokumen Pengadaan,
dengan Pengadaan,

i
(1) Apabila ada perbedaan nilai penulisan antara angka dan
huruf, maka yang diakui adalah tulisan huruf.
(2) Apabila nilai yang tertulis dalam angka jelas sedangkan
nilai dalam huruf tidak jelas, maka nilai yang diakui
adalah nilai yang tertulis dalam angka atau
(3) Apabila nilai dalam angka dan nilai yang tertulis dalam
huruf tidak jelas, maka penawaran dinyatakan gugur.
b. Bertanggal
3) Jaminan penawaran asli memenuhi ketentuan sebagai berikut
:
a. Diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjaminan
atau perusahaan asuransi yang mempunyai program
asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan
oleh Menteri Keuangan, atau telah mendapat
rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apabila
berbentuk konsorsium;
b. Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir
pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang
dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP;.
c. Nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam
Jaminan Penawaran;
d. Besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai
sebagaimana tercantum dalam LDP;
e. Besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam
angka dan huruf;
f. Nama POKJA yang menerima Jaminan Penawaran sama
dengan nama POKJA ULP yang mengadakan pelelangan,
yaitu Kelompok Kerja (POKJA) Bidang Pelaksanaan
Jaringan Sumber Air Pekerjaan Tahun Tunggal (SYC)
SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Pompengan
Jeneberang Prov. Sulawesi Selatan ;
g. Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket
pekerjaan yang dilelangkan;
h. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat
[unconditional] sebesar nilai jaminan dalam waktu paling
lambat 14 [empat belas] hari kerja, setelah surat
pernyataan wanprestasi dari POKJA diterima oleh penerbit
jaminan;
i. Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan
[Kerja Sama Operasi/KSO] harus ditulis atau nama
perusahaan kemitraan / KSO;
j. Kriteria pencairan jaminan penawaran sesuai dengan
persayaratn yaitu :

ii
(a) peserta terlibat KKN (yang dilakukan oleh badan usaha
non kecil);
(b) peserta menarik kembali penawarannya selama
dilaksanakannya pelelangan;
(c) tidak bersedia menambah nilai Jaminan Pelaksanaan
dalam hal sebagai calon pemenang dan calon
pemenang cadangan 1 dan 2 harga penawarannya di
bawah 80% HPS;
(d) tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi
kualifikasi dalam hal sebagai calon pemenang dan
calon pemenang cadangan 1 dan 2dengan alasan yang
tidak dapat diterima; atau
(e) mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak.
k. Substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Penawaran
telah diklarifikasi dan dikonfirmasi tertulis oleh POKJA ULP
kepada penerbit jaminan;
4) Surat Kuasa (apabila dikuasakan):
a) Harus ditandatangani oleh direktur utama/pimpinan
perusahaan.
b) Nama penerima kuasa tercantum dalam akte pendirian
/anggaran dasar;
c) Dalam hal kemitraan, surat kuasa ditandatangani oleh
anggota kemitraan yang diwakili menurut perjanjian kerja
sama.
5) Surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila
bermitra) memenuhi persyaratan antara lain sebagai berikut:
a) mencantumkan nama kemitraan sesuai dengan dokumen
isian kualifikasi
b) mencantumkan lead firm dan mitra/anggota;
c) mencantumkan modal (sharing) dari setiap perusahaan;
d) mencantumkan nama pihak yang mewakili kemitraan/KSO;
e) ditandatangani para calon peserta kemitraan/KSO.
6) Dokumen penawaran teknis (akan dievaluasi lebih lanjut sesuai
dengan kriteria persyaratan teknis pada tahap evaluasi teknis).
c. POKJA ULP dapat melakukan klarifikasi secara tertulis terhadap
hal-hal yang kurang jelas dan meragukan namun tidak boleh
mengubah substansi.
d. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan
dengan evaluasi teknis.
e. apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah ada yang tidak memenuhi
persyaratan administrasi, Kelompok Kerja ULP melakukan evaluasi
administrasi terhadap penawar terendah berikutnya (apabila ada);

iii
f. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi
persyaratan administrasi, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan
evaluasi teknis; dan
g. apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi, maka pelelangan dinyatakan gagal.

B. EVALUASI TEKNIS
a. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi
persyaratan administrasi;
b. Unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai dengan yang
ditetapkan.
c. Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur dengan
ketentuan :
1. Pokja ULP menilai persyaratan teknis minimal yang harus
dipenuhi dengan membandingkan pemenuhan persyaratan
teknis sebagaimana tercantum dalam LDP dan khusus personil
inti serta peralatan utama minimal tercantum dalam LDK;
2. penilaian persyaratan teknis, minimal dilakukan terhadap:
a. metode pelaksanaan pekerjaan memenuhi persyaratan
substantif yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan dari awal
sampai akhir secara garis besar dan uraian/cara kerja dari
masing-masing jenis pekerjaan utama dan pekerjaan
penunjang/sementara yang ikut menentukan keberhasilan
pelaksanaan pekerjaan utama yang dapat dipertanggung
jawabkan secara teknis dan diyakini menggambarkan
penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Penilaian metode
pelaksanaan tidak mengevaluasi job-mix/rincian/
campuran/komposisi material dari jenis pekerjaan;
Jenis-jenis pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang/
sementara yang ikut menentukan keberhasilan pelaksanaan
pekerjaan utama ditetapkan dalam LDP. Pekerjaan
penunjang/sementara dimaksud, misalnya:
Pengukuran dan Penggambaran MC-0% dan MC-100%
Mobilisasi dan Demobilisasi
b. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak
melampaui batas waktu (yaitu sampai dengan serah terima
pertama/Provision Hand Over (PHO)) sebagaimana tercantum
dalam LDP.
c. Peralatan utama minimal: jenis, kapasitas, komposisi dan
jumlah yang disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan
menggunakan data peralatan yang tercantum pada isian
kualifikasi, sebagai berikut :

iv
Kepemilikan
No. Jenis Kapasitas Jumlah (Milik/Sewa
Beli/Sewa)
1. Excavator 0.9 M3 8
2. Bulldozer 8 Ton 2
Dengan ketentuan umur peralatan tidak lebih dari 5 tahun
d. personil inti dipilih Tenaga ahli: tingkat pendidikan, jabatan
dalam pekerjaan yang diusulkan, pengalaman kerja,
keahlian/ keterampilan, yang ditempatkan secara penuh,
menggunakan data personil inti yang tercantum pada isian
kualifikasi, yaitu :
Jabatan dalam Pengalaman
Tingkat Sertifikat Profesi/
No pekerjaan yang Kerja
Pendidikan Keahlian
diusulkan (tahun)
1 2 3 4 5
Kepala
1. S1 Sipil 5 SDA
Proyek

2. S1 Sipil Quantity Control 4 SDA

3. S1 Sipil Quality Control 4 SDA

4. S1 Sipil Pelaksana 1 4 SDA

5. S1 Sipil Pelaksana 2 4 SDA

6. S1 Sipil/Geodesi Surveyor 4 Geodesi

Sertifikat K3
7. S1 Petugas K3 4
konstruksi

Tenaga Ahli dilampirkan Scan Ijazah dan SKA

e. bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan sesuai dengan


persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP (ketentuan
subkontrak dipersyaratkan untuk nilai penawaran harga di
atas Rp 25.000.000.000,00);
f. RK3K memenuhi persyaratanyaitu adanya sasaran dan
program K3 yang secara umum menggambarkan penguasaan
dalam mengendalikan risiko bahaya K3.
3. Pokja ULP dapat meminta uji mutu/teknis/fungsi untuk
bahan/alat tertentu sebagaimana tercantum dalam LDP;
d. apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas
atau meragukan, Pokja ULP melakukan klarifikasi dengan peserta.
Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran;
e. peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan ke tahap
evaluasi harga;
f. apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah setelah koreksi aritmatik
ada yang tidak memenuhi persyaratan teknis, Pokja ULP dapat

v
melakukan evaluasi penawaran terhadap penawar terendah
berikutnya (apabila ada);
g. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang lulus evaluasi
teknis, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi harga;
apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka pelelangan
dinyatakan gagal;

C. EVALUASI HARGA
a. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah hal-hal yang pokok atau
penting, denganketentuan :
1) total harga penawaran terkoreksi dibandingkan nilai total HPS:
a) apabila total harga penawaran terkoreksi melebihi nilai total
HPS, dinyatakan gugur; dan
b) apabila semua harga penawaran terkoreksi di atas nilai
total HPS, pelelangan dinyatakan gagal;
2) harga satuan penawaran yang nilainya lebih besar dari 110%
(seratus sepuluh perseratus) dari harga satuan yang tercantum
dalam HPS, dilakukan klarifikasi. Apabila setelah dilakukan
klarifikasi ternyata harga satuan penawaran tersebut timpang,
maka harga satuan penawaran timpang hanya berlaku untuk
volume sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga. Selanjutnya
daftar jenis/item pekerjaan timpang tersebut dimasukkan ke
dalam Kontrak
3) mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis
dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap
dilaksanakan. Harganya dianggap termasuk dalam harga satuan
pekerjaan lainnya;
b. Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan ketentuan sebagai
berikut :
1) Klarifikasi dalam hal penawaran Tingkat Komponen Dalam
Negeri (TKDN) berbeda dibandingkan dengan perkiraan Pokja
ULP;
2) Klarifikasi/Evaluasi kewajaran harga dalam hal harga
penawaran nilainya di bawah 80% (delapan puluh perseratus)
HPS, dengan ketentuan:
a) Meneliti dan menilai kewajaran harga satuan dasar meliputi
harga upah, bahan, dan peralatan dari harga satuan
penawaran, sekurang-kurangnya pada setiap mata
pembayaran utama;
b) Meneliti dan menilai kewajaran kuantitas/koefisien dari
unsur upah, bahan, dan peralatan dalam Analisa Harga
Satuan;

vi
c) Hasil penelitian butir a) dan butir b) digunakan untuk
menghitung harga satuan yang dinilai wajar tanpa
memperhitungkan keuntungan yang ditawarkan; dan
d) Harga satuan yang dinilai wajar digunakan untuk
menghitung total harga penawaran yang dinilai wajar dan
dapat dipertanggungjawabkan.
e) Total harga sebagaimana dimaksud pada huruf d. dihitung
berdasarkan volume yang ada dalam daftar kuantitas dan
harga.
Apabila total harga penawaran yang diusulkan lebih kecil dari
hasil evaluasi sebagaimana tersebut diatas, maka harga
penawaran dinyatakan tidak wajar dan gugur harga.
Apabila total harga penawaran lebih besar dari hasil evaluasi
sebagaimana tersebut diatas, maka harga penawaran
dinyatakan wajar dan apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai
pemenang pelelangan, harus bersedia untuk menaikkan
Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus) dari nilai
total HPS.
Apabila peserta yang bersangkutan tidak bersedia menaikkan
nilai Jaminan Pelaksanaan menjadi sebesar 5% HPS,
penawarannya digugurkan dan Jaminan Penawaran dicairkan
dan disetorkan ke kas Negara/Daerah, serta dimasukkan dalam
Daftar Hitam.
c. Memperhitungkan preferensi harga atas penggunaan produksi
dalam negeri (apabila memenuhi persyaratan diberlakukannya
preferensi harga) dengan ketentuan Perhitungan Tingkat Komponen
Dalam Negeri (TKDN) yang disampaikan oleh peserta berdasarkan
penilaian sendiri (self assessment), digunakan dalam evaluasi
penawaran harga apabila pelelangan pekerjaan tersebut
diberlakukan preferensi harga yaitu apabila memenuhi ketentuan:
1) Preferensi Harga untuk Barang/Jasa dalam negeri diberlakukan
pada Pengadaan Barang/ Jasa yang dibiayai rupiah murni
tetapi hanya berlaku untuk Pengadaan Barang/ Jasa bernilai
diatas Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah); dan
2) Preferensi Harga hanya diberikan kepada Barang/Jasa dalam
negeri dengan TKDN lebih besar atau sama dengan 25% (dua
puluh lima perseratus).
Apabila peserta tidak menyampaikan formulir perhitungan
TKDN maka peserta dianggap tidak menginginkan diberlakukan
preferensi harga bagi penawarannya dan tidak menggugurkan.
Ketentuan dan tata cara penghitungan TKDN merujuk pada
ketentuan yang ditetapkan oleh Menteri yang membidangi
urusan perindustrian dengan tetap berpedoman pada tata nilai
Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana diatur dalam Peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 yang terakhir diubah dengan

vii
Peraturan Presiden No. 04 Tahun 2015 beserta petunjuk
teknisnya.
3) rumus penghitungan sebagai berikut:
1
HEA HP
1 KP
HEA = Harga Evaluasi Akhir.
KP = Koefisien Preferensi (Tingkat Komponen Dalam
Negeri (TKDN) dikali Preferensi tertinggi
Barang/Jasa).
HP =Harga Penawaran (HargaPenawaran/ terkoreksi
yangmemenuhipersyaratan lelang dan telah
dievaluasi).
4) dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan HEA
yang sama, penawar dengan TKDN terbesar adalah sebagai
pemenang;
5) pemberian Preferensi Harga tidak mengubah Harga Penawaran
dan hanya digunakan oleh Pokja ULP untuk keperluan
perhitungan HEA guna menetapkan peringkat pemenang.
d. Apabila terdapat 2 (dua) calon pemenang memiliki harga penawaran
yang sama dalam hal tidak diperhitungkan TKDN, maka Pokja ULP
memilih peserta yang mempunyai kemampuan teknis lebih besar
dan hal ini dicatat dalam Berita Acara Hasil Pelelangan.
e. Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti harga tidak wajar akibat
terjadinya persaingan usaha tidak sehat dan/atau terjadi
pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan) sebagaimana
ketentuan peraturan dan perundang-undangan, maka pelelangan
dinyatakan gagal dan peserta yang terlibat dimasukkan dalam
Daftar Hitam.
Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga) penawaran sebagai calon
pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada).

D. EVALUASI KUALIFIKASI
a. Evaluasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang dan calon
pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada).
b. Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode
penilaian sistem gugur.
c. Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum
pemasukan penawaran, apabila tidak ditandatangani maka tidak
dievaluasi lebih lanjut.
d. Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai dengan ketentuan
dalam Dokumen Kualifikasi.
e. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus evaluasi kualifikasi,
maka lelang dinyatakan gagal

viii
f. Dokumen kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut :
1. formulir isian kualifikasi ditandatangani oleh:
2. memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-
undangan, seperti Izin Usaha Jasa Konstruksi;
3. menyampaikan pernyataan/pengakuan tertulis bahwa
perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam
pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak
sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan
atas nama perusahaan, tidak sedang dalam menjalani sanksi
pidana;
4. salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya
tidak masuk dalam Daftar Hitam;
5. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan
tahun pajak terakhir (SPT Tahunan 2015)
6. memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia
dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di
lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman
subkontrak, kecuali bagi Penyedia Usaha Kecil yang baru berdiri
kurang dari 3 (tiga) tahun;
7. Memiliki kemampuan pada klasifikasi (SI001) Jasa Pelaksana
untuk Konstruksi Saluran Air, Pelabuhan, Dam, dan Prasarana
Sumber Daya Air Lainnya dan kemampuan pada sub klasifikasi
M untuk pekerjaan yang sejenis bagi badan usaha non kecil,
8. memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta
personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan;
9. menyampaikan/mengisi daftar perolehan pekerjaan yang sedang
dikerjakan;
10. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank
pemerintah/swasta untuk mengikuti pengadaan pekerjaan
konstruksi paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai
total HPS, yaitu 10% x Rp.6.900.000.000 = Rp. 690.000.000,-
(Enam Ratus Sembilan Puluh Juta Rupiah). Dalam hal kemitraan
yang menyampaikan surat dukungan keuangan hanya lead
firm;
11. untuk usaha non-kecil (paket di atas Rp 2.500.000.000,00)
memiliki Kemampuan Dasar (KD) padasub klasifikasi pekerjaan
yang sejenis/kompleksitas yang setara, dengan ketentuan :
a. KD = 3 NPt
NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub klasifikasi
pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD
dari perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO;
c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS;

ix
d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub klasifikasi
pekerjaan, nilai kontrak dan status peserta pada saat
menyelesaikan kontrak sebelumnya;
e. nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai
pekerjaan sekarang (present value) menggunakan
perhitungan sebagai berikut:

NPs =Nilai pekerjaan sekarang


Npo =Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi
(apabila ada) saat serah terima pertama
Io =Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan
serah terima pertama
Is =Indeks dari BPS pada bulan penilaian
prakualifikasi (apabila belum ada, dapat dihitung
dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-
bulan sebelumnya)
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan
komponen terbesar dari pekerjaan;
12. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan :
a. SKP = KP jumlah paket yang sedang dikerjakan
KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan
untuk usaha kecil KP = 5
untuk usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N
N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang
Dapat ditangani pada saat bersamaan selama
Kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP
dari masing-masing perusahaan yang bermitra/KSO;
c. untuk paket pekerjaan non kecil perhitungan SKP dipilih
yang nilainya terbesar dari cara sesuai butir a.
13. dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO:
1) peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama
Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan/KSO
dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut;
2) evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 7,
9, dan 12dilakukan untuk setiap perusahaan yang
melakukan kemitraan/KSO. Khusus untuk angka 8 evaluasi
persyaratan digabungkan sebagai evaluasi kemitraan/KSO,
sedangkan dukungan keuangan (angka 10) hanya atas nama
kemitraan/KSO;
g. Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode
penilaian sistem gugur. Pokja ULP memeriksa dan membandingkan

x
persyaratan dan data isian peserta dalam Dokumen Isian Kualifikasi
dalam hal :
1. kelengkapan Dokumen Isian Kualifikasi; dan
2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.
h. Formulir Isian Kualifikasi yang tidak dibubuhi materai tidak
digugurkan, peserta diminta untuk membubuhi materai senilai
Rp.12.000,00 (dua belas ribu rupiah).
i. Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka
Pokja ULP dapat meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi
secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir
isian kualifikasi termasuk dapat melakukan peninjauan lapangan
pada pihak-pihak/instansi terkait.
j. Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum
pemasukan penawaran.
k. Evaluasi kualifikasi (pascakualifikasi) sudah merupakan kompetisi,
maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi.

xi
PENJELASAN LELANG
Paket Pekerjaan
Pembangunan Pengendalian Banjir dan Perkuatan Tebing Sungai Cenranae
Kab. Bone

1) METODA PEMILIHAN
Metoda pengadaan untuk paket pekerjaan ini dilakukan dengan Pelelangan Umum
Pascakualifikasi, dan sesuai dengan Ketentuan-Ketentuan yang berlaku :
1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 Tentang : Jasa Konstruksi.
2. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang : Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah, beserta perubahannya
3. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 Tentang : Usaha dan Peran Masyarakat
Jasa Konstruksi.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 Tentang : Penyelenggaraan Jasa
Konstruksi.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 Tentang : Penyelenggaraan Pembinaan
Jasa Konstruksi.
6. Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 Tentang : Penerapan SMK3
7. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 2 Tahun 2004 Tentang :
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dalam Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
8. Peraturan Menteri Nomor 9/PRT/M/2008 Tentang : Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.
9. Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum RI Nomor : IK.0201.Kk/978, tanggal 30
Desember 2013, Tentang : Pemberlakuan Klasifikasi dan Kualifikasi pada Pelaksanaan
Pengadaan Pekerjaan Jasa Konstruksi untuk tahun anggaran 2014.
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 31/PRT/M/2015
Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa
Konsultansi, beserta perubahannya.

2) CARA PENYAMPAIAN DOKUMEN PENAWARAN


1. Pemasukan Dokumen Penawaran dengan menggunakan metode 1 (satu) sampul.
2. Peserta menyampaikan dokumen penawaran dengan cara mengunggah melalui
aplikasi sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) melalui pada website LPSE sesuai
ketentuan dalam LDP.
3. Jika terdapat penarikan/pembatalan/ penggantian Dokumen Penawaran, dapat
dilakukan dengan cara mengupload kembali dokumen surat pengunduran
diri/pembatalan/penggantian.
4. Tata cara penyampaian dokumen penawaran sesuai petunjuk penggunaan aplikasi
SPSE pada website LPSE.

3) KELENGKAPAN YANG HARUS DILAMPIRKAN BERSAMA DOKUMEN PENAWARAN.


Dokumen Penawaran, terdiri dari :
- Surat Penawaran
- Jaminan Penawaran Hasil Pemindaian (Scan)
- Rincian Harga Penawaran (Daftar Kuantitas dan Harga)

1
- Surat Kuasa (bila diperlukan)
- Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada)
- Dokumen Penawaran Teknis, terdiri dari :
a. Metoda Pelaksanaan;
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan dibuat dalam bentuk kurva S Mingguan ;
- Rekapitulasi Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN);
- RK3K ;
- Dokumen Isian Kualifikasi;
- Sertifikat Badan Usaha (scan)

4) PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN


a. Pembukaan penawaran akan dilaksanakan pada :
Hari/tgl : Jumat/ 2 Desember 2016
Jam : Waktu Server (11.00 wita)
Tempat : Ruang Rapat Lt. II Kantor BBWS Pompengan Jeneberang
Jl. Batara Bira No. 118 Km.16 Baddoka, Makassar
b. Apabila terjadi penundaan acara pemasukkan dan atau pembukaan penawaran akan
diberitahukan secara tertulis.
c. Wakil peserta lelang yang akan hadir pada acara pembukaan penawaran harus
membawa identitas atau surat keterangan/penugasan dari perusahaan sebagaimana
ditentukan dalam dokumen lelang.

5) METODA EVALUASI
a. Evaluasi dilakukan dengan SISTEM GUGUR
b. Evaluasi penawaran dilakukaan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat Nomor : 31/PRT/M/2015 Tentang Standar dan Pedoman
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi, beserta perubahannya.
c. Aturan-Aturan lain yang digunakan.

6) HAL-HAL YANG MENGGUGURKAN PENAWARAN.


Hal-hal yang menggugurkan penawaran adalah apabila dokumen penawaran tidak
memenuhi syarat-syarat administrasi, teknis dan kewajaran harga sebagaimana
ditentukan dalam dokumen lelang dan sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 31/PRT/M/2015 Tentang Standar dan
Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi, beserta perubahannya.

7) JENIS KONTRAK YANG AKAN DIGUNAKAN


Jenis kontrak yang akan digunakan untuk paket pekerjaan ini adalah KONTRAK HARGA
SATUAN.

8) KETENTUAN DAN CARA EVALUASI BERKENAAN PREFERENSI HARGA ATAS


PENGGUNAAN PRODUKSI DALAM NEGERI

2
Preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri untuk paket pekerjaan ini
diberlakukan, yaitu diatas Rp. 1 milyar rupiah.

9) KETENTUAN TENTANG PENYESUAIAN HARGA


Ketentuan Tentang Penyesuaian Harga tidak diberlakukan.

10) RISIKO K3 YANG MUNGKIN TIMBUL AKIBAT PEKERJAAN TERMASUK KONDISI DAN
BAHAYA.

No. Jenis/Tipe Pekerjaan Identifikasi Jenis Bahaya & Risiko K3


1. Pengukuran Terpeleset, Tersandung & Terjatuh.
2. Mobilisasi & Demobilisasi Kecelakaan Lalu lintas
3. Pembersihan Terkena Benda Tumpul/Tajam
4. Galian Tanah Mekanis dibuang Tertimpa Hasil Galian
dibantaran sungai
5. Perapihan Tanah Hasil Galian Terbentur, Tersandung
6. Pasangan Batu Kosong (Rip-Rap) Terbentur dan tertimpa batu

11) KETENTUAN DAN CARA SUB-KONTRAK SEBAGIAN PEKERJAAN KEPADA USAHA KECIL
TERMASUK KOPERASI KECIL.
a. Apabila penyedia jasa yang ditunjuk adalah penyedia jasa usaha kecil , maka
pekerjaan harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia jasa yang ditunjuk dan dilarang
diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain.
b. Apabila penyedia jasa yang ditunjuk adalah penyedia jasa yang mempunyai harga
kontrak diatas Rp.25.000.000.000,- (Dua puluh lima milyar) maka :
(1) Penyedia jasa wajib bekerja sama dengan penyedia jasa usaha mikro/usaha
kecil/koperasi kecil, dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan diluar
pekerjaan utama.
(2) Bentuk kerja sama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan, dilarang
mensubkontrakkan seluruh pekerjaan.
(3) Penyedia jasa yang ditunjuk tetap bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan
keseluruhan pekerjaan.
c. Apabila ketentuan tersebut diatas dilanggar, maka kontrak akan batal dan penyedia
jasa dikenakan sanksi yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Nomor : 31/PRT/M/2015 Tentang Standar dan Pedoman
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi, beserta perubahannya.
12) BESARAN, MASA BERLAKU DAN PENJAMIN YANG DAPAT MENGELUARKAN JAMINAN
a. Surat penawaran harus dilampiri jaminan penawaran.
b. Jaminan Penawaran diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan
Rakyat)/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi, bersifat mudah dicairkan dan
tidak bersyarat (unconditional) yang mempunyai program asuransi kerugian (surety
bond).
c. Syarat Jaminan, berupa Garansi Bank/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan
Asuransi, bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional) adalah yang
mempunyai ijin Depkeu/Bapepam-LK untuk menjual produk jaminan (surety ship).
d. Nilai jaminan penawaran sebesar 2 % HPS atau senilai Rp. 138.000.000,- (seratus
tiga puluh delapan juta rupiah).

3
e. Nilai jaminan penawaran harus dinyatakan dalam angka dan huruf.
f. Masa berlakunya jaminan penawaran 90 (sembilan puluh) hari kalender.
g. Jaminan Penawaran ditujukan kepada Kelompok Kerja (POKJA) Bidang Pelaksanaan
Jaringan Sumber Air Pekerjaan Tahun Tunggal (SYC) SNVT Pelaksanaan Jaringan
Sumber Air Pompengan Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Batara Bira No.
118 Km. 16 Baddoka, Makassar.
h. Jaminan Penawaran diserahkan kepada Kelompok Kerja (POKJA) Bidang Pelaksanaan
Jaringan Sumber Air Pekerjaan Tahun Tunggal (SYC) SNVT Pelaksanaan Jaringan
Sumber Air Pompengan Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Batara Bira No.
118 Km. 16 Baddoka, Makassar. Seperti yang tercantum dalam dokumen lelang.

i. Jaminan penawaran harus memenuhi ketentuan lainnya dalam dokumen lelang dan
atau addendumnya.

13) DOKUMEN LAIN YANG DIPERSYARATKAN SEPERTI PRA RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONTRAK (PRA RK3K), TINGKAT RISIKO PEKERJAAN (TINGGI,
SEDANG, KECIL), DAN BARANG YANG DIIMPOR [apabila ada],

14) LAIN-LAIN :
MATA PEMBAYARAN UTAMA
Didalam pelelangan ini mata pembayaran ditetapkan sebagai berikut :
a. Mata pembayaran utama adalah mata pembayaran pokok dan penting yang nilai bobot
kumulatifnya minimal 80% (delapan puluh persen) dari nilai penawaran diluar PPN
dihitung mulai dari mata pembayaran yang nilai bobotnya terbesar.
b. Analisa harga satuan pekerjaan untuk seluruh mata pembayaran utama harus dibuat
harus dilampirkan dalam Dokumen Penawaran.

NILAI HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS)


Nilai harga perkiraan sendiri adalah sebesar : Rp. 6.900.000.000,- (enam miliar
sembilan ratus juta rupiah)

JAMINAN PELAKSANAAN
Nilai jaminan pelaksanaan ditentukan sebagai berikut :
a. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% dari nilai kontrak apabila nilai penawaran
terkoreksi lebih besar atau sama dengan 80% dari HPS.
b. Besarnya jaminan pelaksanaan bagi penawaran yang dinilai terlalu rendah (lebih kecil
dari 80% HPS), dinaikkan menjadi sekurang-kurangnya 5% (lima perseratus) dari nilai
total HPS.
c. Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal
penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima pertama Pekerjaan Konstruksi.

LAIN-LAIN
a. Apabila penjelasan ini menimbulkan tambahan dan atau perubahan ketentuan
dokumen lelang atau dokumen kulafikasi maka penambahan dan atau perubahan
tersebut akan dituangkan didalam addendum dokumen lelang dan menjadi bagian tak
terpisahkan dari dokumen lelang.

4
b. Hanya tambahan dan atau perubahan ketentuan dokumen lelang / dokumen
kualifikasi yang tertuang didalam Addendum adalah mengikat. Bila tambahan dan
atau perubahan ketentuan tidak tercantum didalam addendum maka bukan
merupakan bagian dari dokumen pengadaan dan yang berlaku adalah dokumen
pengadaan yang awal.
c. Koefisien Analisa Harga Satuan Untuk Pekerjaan Utama dapat dipertanggungjawabkan
oleh Penyedia Jasa sebagai bahan klarifikasi apabila penawaran kurang dari 80% dari
nilai HPS.
d. Untuk setiap item pekerjaan persiapan/pendahuluan tidak diperkenankan
menambahkan biaya overhead/keuntungan.
e. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 240 (Dua Ratus Empat Puluh) hari
kalender.
f. Jangka Waktu Pemeliharaan adalah 180 (Seratus delapan puluh) hari kalender.
g. Harga Jual unuk Bahan Bakar Minyak Solar/Bio Solar menggunakan Harga Industri
BBM PERTAMINA (Surat terlampir.)
h. Upah kerja berdasarkan wilayah kerja yang memiliki dasar yang dapat dipertanggung
jawabkan.

Kelompok Kerja (POKJA)


Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air
Pekerjaan Tahun Tunggal (SYC)
SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air
Pompengan Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan
Ketua,

Ir. Yusuf M. Tambing, Sp.1.


NIP. 196106221992031006