Anda di halaman 1dari 5

Koagulasi

Pengertian: Koagulasi adalah proses perubahan cairan atau larutan menjadi gumpalan-
gumpalan lunak baik secara seluruhan ataupun hanya sebagian. Atau dengan kata lain,
koagulasi adalah proses penggumpalan suatu cairan atau larutan sehingga terbentuk padatan
lunak ataupun keras seperti gel

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses koagulasi antara lain adalah:

Pemanasan, contohnya: santan yang di panaskan.

Penambahan koagulan, contohnya pada pembuatan tahu

Aktivitas mikroba atau enzim, contohnya pada susu yang basi, dll.

Contoh peristiwa koagulasi

Dialisis

Pengertian: Dialisis adalah proses perpindahan molekul terlarut dari suatu campuran
larutan yang terjadi akibat difusi pada membran semi-permeabel.

Laju difusi ditentukan oleh beberapa kondisi:

Konsentrasi molekul pelarut yang akan keluar dari kantung dialisis. Jika konsentrasi
molekul terlarut di lingkungan lebih kecil dibandingkan dengan yang ada di dalam
kantung dialisis maka laju difusi akan semakin cepat.[1]

Luas permukaan kantung dialisis. Semakin luas permukaan membran yang digunakan
maka laju difusi akan semakin cepat.[1]
Volume pelarut. Jika rasio luas permukaan membran dengan volume pelarut besar
maka laju difusi akan berlangsung dengan cepat karena molekul terlarut dapat
berdifusi dalam jarak yang dekat.[1]

Dialisis juga banyak digunakan dalam proses pencucian darah pada pasien penderita
gagal ginjal.[3] [4] Untuk kasus ini, peranan ginjal untuk menghilangkan senyawa
beracun, garam dan air berlebih digantikan dengan sistem buatan.[3] Hemodialisis
adalah metode pencucian darah dengan menggunakan mesin.

Koloid Pelindung

Pengertian: Koloid pelindung ini membentuk lapisan di sekeliling partikel koloid yang lain
sehingga melindungi muatan koloid tersebut. Koloid pelindung ini akan membungkus
partikel zat terdispersi, sehingga tidak dapat lagi mengelompok.

Contoh pemanfaatan koloid pelindung adalah sebagai berikut:

1. Pada pembuatan es krim digunakan gelatin untuk mencegah


pembentukan Kristal besar atau gula

2. Cat dan tinta dapat bertahan lama karena menggunakan suatu koloid
pelindung.
3. Zat-zat pengemulsi seperti sabun dan detergen juga tergolong koloid
pelindung.

Koloid liofil dan koloid liofob merupakan jenis koloid yang berbentuk sol. Berdasarkan sifat
adsorpsinya sol dibedakan atas sol liofil dan sol liofob.

1. Koloid liofil

Sol liofil atau koloid liofil merupakan jenis koloid yang fase terdispersinya dapat mengikat
atau menarik medium pendispersinya. Jika medium pendispersinya air disebut hidrofil.

Contoh : protein, sabun, deterjen, agar-agar, kanji, dan gelatin

1. Koloid liofob

Koloid liofob atau sol liofob merupakan koloid yang fase terdispersinya tidak dapat menarik
medium pendispersinya (tidak suka cairan). Jika medium pendispersinya air disebut
hidrofob.

Contoh : susu, mayonaise, sol belerang, sol Fe(OH)3, sol sulfida, dan sol-sol logam.
Perbandingan sifat koloid liofil dengan koloid liofob

Koloid liofil Koloid liofob

Mengadsorpsi mediumnya. Tidak mengadsorpsi mediumnya


Dapat dibuat dengan konsentrasi Hanya stabil pada konsentrasi kecil
yang relatif besar. Mudah menggumpal pada penambahan
Tidak mudah digumpalkan dengan elektrolit
penambahan elektrolit. Viskositas hampir sama dengan
Viskositas(kekentalan) lebih besar mediumnya.
daripada mediumnya. Tidak reversibel
Bersifat reversibel Efek Tyndall lebih jelas.
Efek Tyndall lemah