Anda di halaman 1dari 5

Review materi Dinamika Lingkungan Ekonomi, Politik, dan Hukum

serta Hubungannya dengan Pengelolaan dan Kinerja Organisasi

DISUSUN OLEH :

Nama : Luh Putu Putri Adesia Widayanti

NIM : 1506205106

Kelas : EKM 333 A2

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA


PROGRAM REGULER

2017

1. Aspek Ekonomi Dalam Peluang/Ancaman Bisnis


Variabel-variabel ekonomi yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis
diantaranya adalah ketersediaan kredit secara umum, tingkat penghasilan yang dapat
dibelanjakan, serta kecenderungan belanja masyarakat, suku bunga primer, laju
inflasi, tingkat pasar uang, deficit anggaran pemerintah, produk domestik bruto, pola
konsumsi,pengangguran,tingkat produktivitas pekerja, nilai dollar di pasar dunia, kece
nderungan pasar saham, kondisi ekonomi luar negeri, faktor ekspor/impor, pergeseran
permintaan barang dan jasa, perbedaan pendapatan antar negara, fluktuasi
harga, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter. Adapun indikator yang digunakan
dalam pengukuran lingkungan ekonomi adalah pendapatan per kapita, penyerapan
tenaga kerja, peningkatan upah rata-rata, serta dampak negatif bisnis
bagi perekonomian di wilayah tersebut. Contoh: pembangunan jembatan Suramadu.

a. Jika dilihat dari sisi rencana Pembangunan Nasional adapun manfaat atau peluang
yang akan di dapatkan dalam hal bisnis yaitu memberikan kesempatan kerja bagi
masyarakat, menggunakan sumber daya local, menghasilkan dan menghemat
devisa, menumbuhkan industry lain, turut menyediakan kebutuhan konsumen
dalam negri sesuai dengan kemampuan, menambah pendapatan nasional.

b. Dari sisi distribusi nilai tambah, maksudnya adalah agar bisnis yang akan di
bangun memiliki nilai tambah,nilai tambah hendak nya dapat di hitung secara
kuantitatif .dalam perhitungan tersebut, agar lebih mudah, dapat di asumsikan
bahwa proyek dapat berproduksi dengan kapasitas normal.

c. Dari sisi nilai investasi petenaga kerja, bahwa bisnis mampu meningkatkan
kesempatan kerja. Salah satu cara mengukur bisnis padat modal atau padat karya
adalah dengan berbagai investasi (modal tetap + modal kerja) dengan jumlah
tenaga kerja yang terlibat sehingga di dapat nilai investasi per tenaga kerja.

2. Aspek Politik dan Hukum Dalam Peluang/Ancaman Bisnis

Aspek Politik dan Hukum sangat erat kaitannya dengan peluang/ancaman bisnis.
Adanya isu, rumor, spekulasi yang timbul akibat kondisi politik yang diciptakan
pemerintah akan mempengaruhi permintaan dan penawaran suatu produk, baik itu barang
maupun jasa. Dalam menganalisis adanya suatu peluang atau ancaman dalam suatu bisnis
aspek politik perlu pula dikaji untuk untuk memperkirakan bahwa situasi politk saat
bisnis di bangun dan di implementasikan tidak akan sangat mengganggu sehingga
menjadi layak, situasi politik dapat di ketahui melalui berita-berita dan media massa.
Berita tersebut terbagi dua yaitu good news dan bad news. Di dalam bisnis good news di
maknai dengan berita-berita yang dapat di terima pelaku pasar tentang berbagai factor
atau kondisi suatu Negara yang berhubungan dengan dunia investasi, yang di nilai
mendukung dan memiliki potensi/peluang mendatangkan keuntungan bagi dunia
investasi. Sedangkan di dalam Bad news, di maknai sebagai berita yang di terima pelaku
pasar tentang berbagai factor atau kondisi suatu Negara yang berhubungan dengan dunia
investasi yang di nilai tidak mendukung dan memiliki potensi/peluang mendatangkan
kerugian bagi dunia investasi. Jadi, jelas bahwa aspek politik pemerintah secara langsung
ataupun tidak langsung berpengaruh pada dunia bisnis. Semakin kacau politik suatu
daerah atau Negara berdampak makin kacau pula dunia bisnis di daerah atau Negara
tersebut, dan begitu pula sebaliknya.
Pada dasarnya setiap kegiatan atau aktivitas manusia perlu diatur oleh suatu instrumen
yang disebut sebagai hukum. Lembaga hukum adalah salah satu di antara
lembaga/pranata-pranata sosial, seperti juga halnya keluarga, agama, ekonomi, perang
atau lainnya. Hukum bagaimanapun sangat dibutuhkan untuk mengatur kehidupan
bermasyarakat di dalam segala aspeknya, baik dalam kehidupan sosial, politik, budaya,
pendidikan, dan yang tak kalah penting adalah fungsinya atau peranannya dalam
mengatur kegiatan ekonomi. Dalam kegiatan ekonomi inilah justru hukum sangat
diperlukan karena sumber-sumber ekonomi yang terbatas disatu pihak dan tidak
terbatasnya permintaan atau kebutuhan akan sumber ekonomi dilain pihak, sehingga
konflik antara sesama warga dalam memperebutkan sumber-sumber ekonomi tersebut
akan sering terjadi. Tentu saja sistem ekonomi pun harus juga mendukung pembangunan
sistem hukum secara positif, agar sistem hukum itu dapat lebih lagi mendukung
pembangunan sistemekonomi nasional secara positif, dan seterusnya. Hukum mempunyai
peranan dalam perkembangan ekonomi, dengan menyediakan infrastruktur hukum yang
memungkinkan bagi berfungsinya sistem ekonomi.
Jadi dapat dikatakan bahwa antara aspek politik dan hukum yang baik di suatu negara
akan memberikan peluang bisnis yang baik, tetapi sebaliknya jika politik dan hukum
disuatu negara tidak berjalan dengan seharusnya maka hal ini tentu akan berjadi ancaman
terhadap berjalannya suatu bisnis.

3. Hubungan Dinamika Lingkungan Ekonomi, Politik dan Hukum dalam


Pengelolaan Kinerja Organisasi
Lingkungan ekonomi seperti tingkat inflasi, masalah pengangguran, tingkat
pertumbuhan pendapatan nasional, keadaan neraca pembayaran, kondisi pasar saham
serta fluktuasi kurs valuta asing dan suku bunga, secara umum adalah beberapa faktor
ekonomi yang mempengaruhi praktik manajemen dalam aktivitas bisnis. Terdapat
hubungan timbal balik antara keadaan perekonomian dan aktivitas bisnis atau dunia
usaha. Kestabilan dan pertumbuhan ekonomi akan mendorong perkembangan dunia
usaha, dan sebaliknya perkembangan dunia usaha akan mewujudkan kestabilan dan
pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini lingkungan ekonomi sangat mempengaruhi
pengelolaan kinerja suatu organisai akibat dari adanya kestabilan ekonomi di suatu
negara. Jika kondisi ekonomi suatu negara tidak stabil maka kinerja suatu
organisasi/perusahaan tidak akan berjalan dengan baik dan mengalami kesulitan.
Dilihat dari lingkungan politik dan hukum, terdapatnya kestabilan politik dan
kebijakan pemerintah yang sesuai dapat menciptakan suasana kondusif untuk
mengembangkan aktivitas organisasi bisnis di berbagai bidang. Pertimbangan hukum juga
perlu diperhatikan perusahaan, antara lain adanya peraturan pemerintah mengenai
pembentukan dan pengawasan organisasi yang membatasi kebijakan manajerial,
termasuk dalam hal pengelolaan sumber daya manusia.
Jadi lingkungan politik dan hukum ini sangat berpengaruh terhadap kinerja
organisasi. Dimana jika keadaan politik suatu negara baik dan didukung oleh
hukum/pranata-pranata yang menjadi pedoman bagi suatu organisasi sudah baik dan
benar maka suatu organisasi dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan kinerjanya
pun tidak akan terganggu.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/56216t6856269/LINGKUNGAN_ORGANISASI BISNIS (diakses


28 Februari 2017)

Husein, Umar. (2007). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.