Anda di halaman 1dari 48

PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU


DI JERMAN, LEIPZIG, 1875, TITIK AWAL PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU
DARI WILHELM WUNDT.
DISUSUL LABORATORIUM PSIKOLOGI DI WUERZBURG,
GOETTINGEN DAN TUBINGEN.
ILMU BERUSAHA MEMBERI PENJELASAN TENTANG KEJADIAN2 DI
ALAM, LEPAS DARI BAGAIMANA KETERANGAN INI NANTINYA
AKAN DIGUNAKAN.
LEMBAGA2 PSIKOLOGI DIATAS MEMPELAJARI GEJALA2 PSIKIS
MANUSIA, SEPERTI PROSES PENGENALAN, PENGAMATAN,
INGATAN, PIKIRAN DAN SERBAGAINYA.
BERBAGAI MACAM RANCANGAN EKSPERIMEN MERUPAKAN
KEGIATAN UTAMA DARI PSIKOLOGI EKSPERIMEN.
TEMUAN DARI PSIKOLOGI EKSPERIMEN MERUPAKAN MASUKAN
BAGI PSIKOLOGI UMUM, MISALNYA SALAH SATU ATURAN DALAM
PERSEPSI IALAH HUKUM KEDEKATAN.
PSIKOLOGI EKSPERIMEN JUGA MEMPELAJARI GEJALA2 PSIKIS
DAN PERILAKU MANUSIA DI INDUSTRI.
TEORI, ATURAN2 DAN PRINSIP2 DARI PSIKOLOGI UMUM YANG
BERLAKU UNTUK SETIAP MANUSIA, TETAP BERKEMBANG DAN
DITERAPKAN.
PENERAPAN PSIKOLOGI UMUM DI INDUSTRI SUDAH MULAI
DILIHAT PADA PERMULAAN ABAD KE 20 OLEH WALTER DILL
SCOTT (1901) DALAM PERIKLANAN. TAHUN 1903, BUKUNYA
THEORY OF ADVERTISING MERUPAKAN BUKU PERTAMA YANG
MEMBAHAS PSIKOLOGI DALAM KAITAN DENGAN ASPEK DUNIA
KERJA.

LWPIO 1
TAHUN 1913, TERBIT BUKU DARI HUGO MUENSTERBERG,
PSIKOLOG JERMAN YANG MENGAJAR DI UNIVERSITAS HARVARD,
THE PSYCHOLOGY OF INDUSTRIAL EFFICIENCY.
PERKEMBANGAN YANG PESAT DIMULAI DALAM DEKADE 1920.
FREDERICK WINSLOW TAYLOR, PELOPOR GERAKAN SCIENTIFIC
MANAGEMENT MENCARI CARA YANG PALING EFISIEN UNTUK
MELAKUKAN SUATU PEKERJAAN. INI BERKEMBANG MENJADI
ERGONOMI, KEREKAYASAAN UNTUK MANUSIA (HUMAN
ENGINEERING) ATAU PSIKOLOGI KEREKAYASAAN (ENGINEERING
PSYCHOLOGI).
1924 DIMULAI PENELITIAN2 DI HAWTHORNE, ILLINOIS DI PABRIK
WESTERN ELECTRIC TENTANG AKIBAT2 KERJA FISIK DARI
LINGKUNGAN KERJA TERHADAP EFISIENSI KERJA. DITEMUKAN
BAHWA KONDISI PSIKOSOSIAL DITEMPAT KERJA SECARA
POTENSIAL MEMPUNYAI ARTI YANG LEBIH PENTING DARI
KONDISI KERJA FISIK.

PSIKOLOGI DIFFERENSIAL
JUGA DISEBUT SEBAGI PSIKOLOGI KHUSUS. DARI PSIKOLOGI
KHUSUS BERKEMBANG PSYCHOTECHNIK YANG KEMUDIAN
BERKEMBANG MENJADI PSIKOMETRI YAITU YANG MEMPELAJARI
DAN MENGUKUR GEJALA2 PSIKIS YANG KHAS DARI SESEORANG.
CABANG PSIKOLOGI INI MENEKANKAN KEUNIKAN DARI
SESEORANG DAN MENEKANKAN ADANYA PERBEDAAN ANTARA
MANUSIA.

PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI DI INDONESIA.


PSIKOLOGI ILMU TERAPAN.

LWPIO 2
PENGERTIAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
PENGERTIAN INDUSTRI MENCAKUP JUGA PENGERTIAN
BUSINESS (PERUSAHAAN).
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI MERUPAKAN
HASIL PERKEMBANGAN DARI PSIKOLOGI UMUM,
PSIKOLOGI EKSPERIMEN DAN PSIKOLOGI KHUSUS.
SEKARANG, PERILAKU MANUSIA DALAM KAITAN
DENGAN KEGIATAN INDUSATRI DAN ORGANISASI
DIPELAJARI UNTUK PENGEMBANGAN TEORI, ATURAN
DAN PRINSIP PSIKOLOGI BARU YANG BERLAKU UMUM
DALAM LINGKUP INDUSTRI DAN ORGANISASI
ALAT UNTUK MENGUKUR PERBEDAAN MANUSIA JUGA
TETAP DIKEMBANGKAN UNTUK MENINGKATKAN
KECERMATAN DALAM MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN
PSIKOLOGIS UNTUK TUJUAN SELEKSI, PENEMPATAN,
PENGENALAN DIRI, PENYULUHAN KEJURUAN DAN
PENGEMBANGAN KARIERE.
SEGI TERAPAN DARI PSIKOLOGI INDUSTRI DAN
ORGANISASI MENIMBULKAN TAFSIRAN BAHWA
PSIKOLOGI BERMANFAAT BAGI MANAJEMEN, BAGI
PIMPINAN DAN PEMILIK PERUSAHAAN DAN MERUGIKAN
PARA TENAGA KERJA DAN KONSUMEN.
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI MERUPAKAN
SUATU KESELURUHAN PENGETAHUAN (A BODY OF
KNOWLEDGE) YANG BERISI FAKTA, ATURAN2 DAN

LWPIO 3
PRINSIP2 TENTANG PERILAKU MANUSIA PADA
PEKERJAAN. PENGETAHUAN INI DAPAT DISALAH
GUNAKAN SEHINGGA DAPAT MEMBAHAYAKAN DAN
MERUGIKAN PIHAK2 YANG TERLIBAT. PENGGUNAAN
PENGETAHUAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
HARUS DITUJUKAN UNTUK KEPENTINGAN DAN
KEMANFAATAN PIHAK2 YANG TERLIBAT, BAIK
PERUSAHAAN SEBAGAI ORGANISASI MAUPUN
KARYAWANNYA.
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI ADALAH ILMU
YANG MEMPELAJARI PERILAKU MANUSIA:
- DALAM PERANNYA SEBAGAI TENAGA KERJA DAN
SEBAGAI KONSUMEN
- BAIK SECARA PERORANGAN MAUPUN SECARA
KELOMPOK, DENGAN MAKSUD AGAR TEMUANNYA
DAPAT DITERAPKAN DALAM INDUSTRI DAN
ORGANISASI UNTUK KEPENTINGAN DAN
KEMANFAATAN MANUSIANYA DAN ORGANISASINYA.

A. PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI SEBAGAI ILMU


MASIH MENERAPKAN TEMUAN2 DARI PSIKOLOGI PADA
UMUMNYA, PSIKOLOGI DAN INDUSTRI PADA
KHUSUSNYA KEDALAM INDUSTRI DAN ORGANISASI.

B. PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI


MEMPELAJARI
PERILAKU MANUSIA.

LWPIO 4
YANG DIMAKSUDKAN DENAGN PERILAKU MANUSIA
IALAH SEGALA KEGIATAN YANG DILAKUKAN OLEH
MANUSIA, BAIK YANG SECARA LANGSUNG DAPAT
DIAMATI SEPERTI BERJALAN, MELOMPAT, MENULIS,
DUDUK, BERBICARA DAN SEBAGAINYA MAUPUN YANG
TIDAK DAPAT DIAMATI SECARA LANGSUNG SEPERTI
BERIKIR, PERASAAN, MOTIVASI DAN SEBAGAINYA..
ILMU HANYA MENANGANI HINGGA MENGANALISIS
FAKTA2 YANG DAPAT DIAMATI, YANG DAPAT DILIHAT,
DIDENGAR, DIRABA, DIUKUR DAN DILAPORKAN, YANG
SEMUANYA MERUPAKAN PERILAKU YANG TERBUKA.
PERILAKU YANGTERTUTUP DISIMPULKAN MELALUI
UNGKAPAN KEDALAM PERILAKU YANG TERBUKA.
MELALUI OBSERVASI DARI PERILAKU TERBUKA KITA
KITA MENAFSIRKAN TENTANG ERILAKU YANG
TERTUTUP.

C. PERILAKU MANUSIA DIPELAJARI DALAM PERANNYA


SEBAGAI TENAGA KERJA DAN SEBAGAI KONSUMEN.
MANUSIA DIPELAJARI DALAM INTERAKSI DENGAN
PEKERJAANNYA., DENGAN LINGKUNGAN FISIK DAN
LINGKUNGAN PSIKO-SOSIALNYA DI PEKERJAANNYA.
SEBAGAI TENAGA KERJA MANUSIA MENJADI ANGGOTA
ORGANISASI INDUSTRI DAN SEBAGAI KONSUMEN IA
MENJADI PENGGUNA DARI PRODUK ATAU JASA DARI
ORGANISASI PERUSAHAAN.

LWPIO 5
D. PERILAKU MABNUYSIA DIPELAJARI SECARA
PERORANGAN DAN SECARA KELOMPOK.
DALAM ORGANISASI ADA UNIT KERJA. UNIT KERJA
YANG BESAR TERDIRI DARI UNIT2 KERJA YANG LEBIH
KECIL DAN MASING2 TERDIRI DARI UNIT KERJA YANG
LEBIH KECIL LAGI.
DALAM HUBUNGAN INI DIPELAJARI BAGAIMANA
DAMPAK SATU KELOMPOK ATAU UNIT KERJA
TERHADAP PERILAKU SEORANG TENAGA KERJA DAN
SEBALIKNYA.
JUGA DIPELAJARI SEJAUH MANA STRUKTUR, POLA DAN
JENIS ORGANISASI MEMPENGARUHI TENAGA
KERJANYA, TERHADAP KELOMPOK TENAGA KERJA DAN
TERHADAP SEORANG TENAGA KERJA.
TENTANG KONSUMEN DAPAT BERBENTUK, SEJAUH
MANA ADA REAKSI YANG SAMA DARI KELOMPOK
KONSUMEN DENGAN CIRI2 TERTENTU TERHADAP IKLAN
SUATU PRODUK.
BERDASARKAN TEMUAN DIKEMBANGKAN TEORI
ATURAN2 ATAU HUKUM DAN PRINSIP2 YANG DAPAT
DITERAPKAN KEMBALI KEDALAM KEGIATAN2 INDUSTRI
DAN ORGANISASI UNTUK KEPENTINGAN TENAGA KERJA,
KONSUMEN DAN ORGANISASINYA DAN UNTUK MENGUJI
KETEPATANNYA.. CONTOHNYA DITEMUKANNYA DATA
TENTANG PERBEDAAN MANAGER YANG BERHASIL DAN
YANG TIDAK.

LWPIO 6
WAWASAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI BERHUBUNGAN
DENGAN INDUSTRI DAN ORGANISASI.
SEMULA ILMU INI DINAMAKAN PSIKOLOGI INDUSTRI
YANG FUNGSI UTAMANYA MENERAPKAN ILMU
PSIKOLOGI DI INDUSTRI.
DENGAN BERKEMBANGNYA PSIKOLOGI INDUSTRI
MENJADI ILMU YANG MANDIRI MAKA NAMANYA
MENJADI PSIKOLOGI INDUSTRI DAN (PSIKOLOGI)
ORGANISASI.

DENGAN ORGANISASI DIMAKSUDKAN ORGANISASI


FORMAL YANG MENCAKUP ORGANISASI YANG MENCARI
KEUNTUNGAN, MEMPRODUKSI BARANG ATAU JASA, DAN
ORGANISASI YANG TUJUAN UTAMANYA BUKAN
MENCARI KEUNTUNGAN.
ORGANISASI DAPAT DIPANDANG SEBAGASI SUATU
SISTIM YANG TERBUKA.

KAST DAN ROSENZWEIG MENGARTIKAN SISTIM


SEBAGAI SUATU KESATUAN KESELURUHAN YANG
TERORGANISASI,YANG TERDIRI DARI DUA ATAU LEBIH
BAGIAN, KOMPONEN ATAU SUBSITEM, YANG SALING
TERGANTUNG, YANG DIPISAHKAN DARI SUPRASISTIM
SEBAGAI LINGKUNGANNYA OLEH BATAS2 YANG DAPAT
DITEMU KENALI.

LWPIO 7
SISTIM BERINTERAKSI DENGAN SIUSTIM LAINNYA DAN
MEMBENTUK SUATU SUPRASISTIM.
SISTIM JUGA TERDIRI DARI DUA ATAU LEBIH SUBSISTIM
YANG SALING BERINTERAKSI, DAN MASING2 SUBSISTIM
TERDIRI DARI SISTIM YANG LEBIH KECIL LAGI YANG
SALING BERINTERAKSI DAN SETERUSNYA.
DENGAN DEMIKIAN DAPAT DITEMUKAN SUATU TATA
TINGKAT DARI SISTIM.

ORGANISASI SEBAGAI SUATU SISTIM TERDIRI DARI


SUBSISTIM, YAITU SATUAN KERJA YANG YANG BESAR
SEPERTI DEVISI ATAU URUSAN. SATUAN KERJA YANG
BESAR INI TERDIRI DARI SATUAN2 KERJA YANG LEBIH
KECIL (SUB-SUBSISTIM) SEPERTI BAGIAN. SETIAP
BAGIAN TERDIRI DARI SATUAN KERJA YANG LEBIH
KECIL LAGI, MISALNYA SEKSI DAN SATUAN KERJA YANG
TERKECIL IALAH TENAGA KERJA.

ORGANISASI INDUSTRI BERINTERAKSI DENGAN SISTIM


LAIN DAN MASING2 UNIT MEMBERI DAMPAK YANG
TERSENDIRI PADA LINGKUNGANNYA.
DENGAN DEMIKIAN SETIAP SISTIM MEMBUAT
ORGANISASI INDUSTRI SEBAGAI SISTIM BERADA DALAM
PROSES PERTUKARAN YANG SAMBUNG MENYAMBUNG
DENGAN LINGKUNGANNYA, YAITY SISTIM TERBUKA.
SISTIM JUGA MEMPUNYAI BATAS YANG DAPAT BERUPA
FISIK MAUPUN NON-FISIK

LWPIO 8
BATAS SISTIM MEMPUNYAI FUNGSI SELEKSI DAN
PENGENDALIAN TERHADAP MACAM DAN BANYAKNYA
ARUS DARI MASUKAN DAN KELUARAN.

OBYEK YANG DIPELAJARI OLEH PSIKOLOG INDUSTRI


DAN ORGANISASI ADALAH PERILAKU MANUSIA SEBAGAI
TENAGA KERJA DAN SEBAGAI KONSUMEN DALAM
KAITAN:
A. FUNGSI BATAS SISTIM
YAITU SECARA PERORANGAN ATAU SECARA KELOMPOK
SEPERTI:
- PELAMAR/CALON TENAGA KERJA
- TENAGA KERJA YANG TERLIBAT DALAM PROSES
PENGADAAN DAN SELEKSI TENAGA KERJA
- TENAGA KERJA YANG TERLIBAT DALAM PROSES
PENGENDALIAN MUTU, PEMASARAN DAN PENJUALAN
- KONSUMEN, PERORANGAN MAUPUN PERUSAHAAN
B. PROSES PRODUKSI DALAM SISTIM SEPERTI:
- TENAGA KERJA PELAKSANA YANG DIKELOLA
- TENAGA KERJA PENGELOLA (MANAGER).

SELEKSI PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN


SASARANNYA AGAR TENAGA KERJA DISESUAIKAN
DENGAN TUNTUTAN LINGKUNGAN KERJANYA.
KONDISI KERJA DAN PSIKOLOGI KEREKAYASAAN
BERUSAHA UNTUK MENYESUAIKAN LINGKUNGAN KERJA
FISIK, MESIN2, PERALATAN DAN LINGKUNGAN KERJA

LWPIO 9
PSIKOLOGIS DENGAN KETERBATASAN KEMAMPUAN
PARA TENAGA KERJANYA, AGAR MEREKA DAPAT
BEKERJA EFFISIEN.

HUBUNGAN ANTAR TENAGAS KERJA DAPAT SAJA


MENIMBULKAN BERBAGAI MASALAH DAN KONFLIK
YANG MEMERLUKAN PENYELESAIAN.
PENGEMBANGAN ORGANISASI DENGAN BERBAGAI JENIS
TEKNIK INTERVENSI DAPAT MENGATASI BERBAGAI
MASALAH SEHINGGA ORGANISASI DAPAT
MENINGKATKAN EFISIENSI, EFEKTIVITAS DAN
KESEHATANNYA".

A. KAITAN DENGAN PERILAKU KEORGANISASIAN


(ORGANIZATIONAL BEHAVIOR).
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI SANGAT ERAT
HUBUNGANNYA DENGAN PERILAKU KEORGANISASIAN.
KESAMAAN DALAM BIDANG KAJIAN TERLETAK PADA
MEMPELAJARI PERILAKU MANUSIA:
A. DALAM PERANNYA SEBAGAI TENAGA KERJA DAN
SEBAGAI KONSUMEN
B. BAIK SECARA PERORANGAN MAUPUN SECARA
KELOMPOK.
UNTUK KEPENTINGAN DAN KEMANFAATAN
MANUSIANYA DAN ORGANISASINYA.

LWPIO 10
SEBAGAI TENAGA KERJA POERILAKU DIPELAJARI
UNTUK MENEMUKENALI KEPRIBADIAN, KECAKAPAN2,
KETRAMPILAN, SIKAP DAN CIRI2 KEPRIBADIAN:
1. DENGAN TUJUAN KHUSUS UNTUK SELEKSI DAN
PENEMPATAN, UNTUK PELATIHAN DAN
PENGEMBANGAN
2. DALAM INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN FISIKNYA
3. DALAM INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN
SOSIALNYA.
PERILAKU ORGANISASI LEBIH BERFOKUS PADA NO. 3.

B. KAITANNYA DENGAN MANAGER SUMBER DAYA


MANUSIA
DI INDONESIA KEBANYAKAN ORANG SUKAR DAPAT
MEMBEDAKAN ANTARA PSIKOLOGI INDUSTRI DAN
ORGANISASI DAN MANAGEMEN SUMBER DAYA MANUSIA.
OBYEK STUDINYA IALAH SAMA YAITU MANUSIA
SEBAGAI TENAGA MANUSIA.
PERBEDAAN UTAMA TERLETAK PADA KONDISI DIMANA
MANUSIA SEBAGAI TENAGA DIPELAJARI KERJA.

PADA MANAGEMEN SUMBER DAYA MANUSIA, PERILAKU


MANUSIA DIPELAJARI DALAM KAITANNYA DENGAN
MANAGEMEN DAN BAGAIMANA MANUSIA SEBAGAI
TENAGA KERJA DAPAT DIMANAGEMENI SECARA
EFEKTIF MENJADI POKOK BAHASAN.

LWPIO 11
TOPIK2 YANG SAMA IALAH SELEKSI TENAGA KERJA,
PELATIHAN, MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN, TETAPI
MASAING2 DITANGANI DENGAN CARA YANG BERBEDA.
MANAGEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BEKERJA
BERDASARKAN EFFISIENSI DAN EFEKTIVITAS KERJA
SEDANGKAN PSIKOLOGI INDUSTRI BERDASARKAN
MENCARI CIRI2 YANG ABSAH PADA MANUSIA.

--------------------------------

LWPIO 12
PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI
BAB 2.

SELEKSI DAN PENEMPATAN TENAGA KERJA.


BANYAK PSIKOLOG YANG MELAKUKAN PEMERIKSAAN
PSIKOLOGIS, HINGGA JUGA MEMERLUKAN PENELITIAN
YANG BERKAITAN DENGAN KEABSAHAN DARI
PERANGKAT TES PSIKOLOGIK YANG DIGUNAKAN
DALAM SELEKSI DAN ASSESMENT, SEHINGGA SELEKSI
DAN ASSESSMENT PSIKOLOGIK UNTUK BERBAGAI
TUJUAN MENJADI LEBIH MENGGUNAKAN KAIDAH2
ILMIAH.

PENGERTIAN.

LWPIO 13
TUGAS UNTUK TANGGAL 24 SEPTEMBER 2002.
DILAKUKAN DIDALAM KELAS SEBAGAI PENGGANTI
KULIAH

1. KELAS DIBAGI DALAM KELOMPOK YANG TERDIRI


DARI MASING2 7 ATAU 8 ORANG.
2. MASING2 MEMBACA DENGAN BAIK BAHAN TENTANG
MOTIVASI BERDASARKAN KONSEP LOCK DAN HENNE.
3. LIHATLAH DIRI ANDA SEBAGAI MAHASISWA.
APAKAH ANDA JUGA MENGALAMI KEADAAN SEPERTI
YANG TERCANTUM PADA 8 BUTIR YANG ADA.
4. DISKUSIKAN PENDAPAT ANDA TENTANG MASING2
BUTIR DENGAN KELOMPOK ANDA HINGGA TERCAPAI
SATU KESEPAKATAN TENTANG APA YANG ANDA
MENGALAMI SEBAGAI MAHASISWA.
5. TULISLAH JAWABAN KESEPAKAN KELOMPOK DALAM
SATU HELAI KERTAS.
6. CANTUMKAN NAMA SERTA NOMOR MAHASISWA
SEMUA ANGGOTA KELOMPOK DIBAGIAN BAWAH
LEMBARAN TERSEBUT.
7. TULISLAH NAMA KELAS SERTA FAKULTASNYA.

----------------------------------

LWPIO 14
KEPEMIMPINAN DALAM PERUSAHAAN

PENGERTIAN MAJEMEN SERING DIKACAUKAN DENGAN


KEPEMIMPINAN
MENURUT NANUS (1985):
TO MANAGE BERARTI TO BRING ABOUT, TO
ACCOMPLISH, TO HAVE CHARGE OF OR RESPONSIBILITY
FOR, TO CONDUCT.
LEADING ADALAH;
INFLUENCING, GUIDING IN DIRECTION, COURSE,
ACTION, OPINION.
HEARSEY DAN BLANCHARD (1982):
IN ESSENCE LEADERSHIP IS A BROADER CONCEPT THAN
MANAGEMENT.
DAVIS ( 1967):
LEADERSHIP IS A PART OF MANAGEMENT, BUT NOT ALL
OF IT. A MANAGER IS REQUIRED TO PLAN, ORGANIZE,
FOR EXAMPLE, BUT ALL WE ASK OF A LEADER IS THAT
HE GETS OTHERS TO FOLLOW.

KEPEMIMPINAN LEBIH BERHUBUNGAN DENGAN


EFEKTIVITAS SEDANGKAN MEMANAGEMENI LEBIH
BERHUBUNGAN DENGAN EFISIENSI.

BENNIS MENGATAKAN:

LWPIO 15
PEMIMPIN DO THE RIGHT THINGS, SEDANGKAN
MANAGER DO THE THINGS RIGHT.

KEPEMIMPINAN PENTING BAGI MANAGER: MANAGER


MERUPAKAN PEMIMPIN, TAPI SEBALIKNYA PEMIMPIN
TIDAK PERLU MENJADI MANAGER.
DENGAN DEMIKIAN TEORI KEPEMIMPINAN DAPAT
DITERAPKAN PADA JABATAB MANAGER.

KEPEMIMPINAN MERUPAKAN YANG MELIPUTI SEGALA


MACAM SITUASI YANG DINAMIS YANG BERISIKAN:
A. SEORANG MANAGER MEMPUNYAI WEWENANG UNTUK
MEMIMPIN.
B. BAWAHAN YANG DIPIMPIN, YANG MEMBANTU
MANAGER SESUAI DENGAN TUGAS MEREKA MASING2.
C. TUJUAN ATAU SASARAN YANG HARUS DICAPAI OLEH
MANAGER BERSAMA DENGAN BAWAHANNYA.

TIDAK ADA SUATU GAYA KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF


UNTUK SETIAP SITUASI KEPEMIMPINAN/MANAGEMEN,
KERENA SETIAP SITUASI MENUNTUT ADANYA GAYA
KEPEMIMPINAN TERTENTU.
1. TEORI CONTINGENCY DARI fIEDLER
2. TEORI TIGA DEMENSI DARI REDDIN
3. TEORI DARI HERSEY DAN BLANCHARD
4.
5.

LWPIO 16
PERAN INDIVIDU, KELOMPOK DAN PERBEDAAN
KEBUDAYAAN (MIN.320)

MANUSIA BERBEDA SATU DARI LAINNYA, TERMASUK


DALAM KECERDASAN, KEMAMPUAN BELAJAR DAN
KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN, MOTIVASI,
SIKAP, KETERIKASTSAN, NILAI2, KEPRIBADIAN,
KETRAMPILAN PERSEPTUAL DAN KETENTUAN FISIK.

PERBEDAAN PADA PEKERJA IALAH:


APA YANG MEREKA DAPAT LAKUKAN DAN APA YANG
TIDAK DAPAT DILAKUKAN.

DENGAN PENGETAHUAN, KETRAMPILAN, KEMAMPUAN


DAN MOTIVASI TERTENTU MUDAH UNTUK
MENYELESAIKAN TUGAS2 TERTENTU DAN MENCAPAI
TUJUAN TERTENTU, TETAPI BILA TUJUANNYA UNTUK
MELAKUKAN SESUATU YANG LAIN MAKA DAPAT
TERJADI MANUSIANYA HARUS BERUBAH, ATAU HARUS
MENGAMBIL TENAGA YANG BARU.

PENTINGNYA PERBEDAAN INDIVIDUAL DAN KELOMPOK.

PERBEDAAN BAGAIMANA KELOMPOK


KELOMPOK TERBENTUK

LWPIO 17
MANUSIA YANG BERBEDA SATU DARI LAINNYA
MENYUSUN TUJUAN DENGAN CARA YANG BER-BEDA2.
PADA DISTRIBUSI NORMAL TIDAK BANYAK ORANG YANG
BERADA PADA UJUNG YANG EKSTRIM

PERBEDAAN KELOMPOK :
1. DILIHAT DARI SUDUT PERBEDAAN ANTARA
PENGUKURAN CENTRAL TENDENCY, YAITU RATA2
UNTUK DUA KELOMPOK
2. BIASANYA LEBIH KECIL DARI PERBEDAAN INDIVIDUAL
DAN TIDAK SAMA PENTINGNYA.

BAGAIMANA KELOMPOK TERBENTUK:


BANYAK PERTANYAAN TENTANG DASAR2 TRADISIONAL
UNTUK MEMBUAT KELOMPOK TERGOLONG SEPERTI
GENDER, RAS, USIA, DAERAH GEOGRAFIS DAN TINGKAT
PENDIDIKAN.
TADINYA TIDAK BANYAK NILAINYA DALAM HUBUNGAN
DENGAN KINERJA SEPERTI KECERDASAN DAN MOTIVASI
SERTA MEMPERBAIKI KINERJA, TAPI 30 TAHUN
TERAKIR, BERDASARKAN PERESMIAN HUKUM
PENGELOMPOKAN DINYAKAN PENTING UNTUK TUJUAN2
TERTENTU.
KEGUNAAN DARI CARA2 YANG BERBEDA DALAM
PEMBENTUKAN KELOMPOK TERLIHAT DARI
HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN KERJA ZERTA
TINGKAT ADANYA VARIASI DAN KEBEBASAN DALAM

LWPIO 18
SUATU PEKERJAAN DIMANA KEDUANYA MERUPAKAN
ASPEK DARI JOB ENRICHMENT.
DALAM PSIKOLOGI INDUSTRI PENGELOMPOKAN YANG
DIDASARKAN FAKTOR2 YANG DEKAT DENGAN SIKAP
DAN TINGKAH LAKU, FAKTOR2 YANG DIMILIKI
SESEORANG SECARA PSIKOLOGIS, AKAN LEBIH BANYAK
MANFAATNYA DIBANDINGKAN DENGAN
PENGELOMPOKAN YANG DIDASARI KEKHUSUSAN
SEPERTI ASAL USUL RURAL ATAU URBAN.

PERBEDAAN KELOMPOK MENJADI PENTING KARENA


DIRESMIKAN OLEH HUKUM
SEDANGKAN DALAM PSIKOLOGI INDUSTRI PERBEDAAN
INDIVIDUAL PERLU LEBIH MENDAPATKAN PERHATIAN
DIBANDINGKAN DENGAN PERBEDAAN KELOMPOK
MEMANG ADA KELOMPOK YANG SECARA RESMI
DIBEDAKAN

PERBEDAAN PERBEDAAN
GENDER ORANG HITAM
DAN PUTIH
PERBEDAAN USIA ALASAN MENGAPA PERBEDAAN
KELOMPOK TERTENTU
PENTING

LWPIO 19
PERBEDAAN GENDER
DITINJAU DARI BERBAGAI MACAM SUDUT TERNYATA
KEPERCAYAAN TERHADAP PERBEDAAN GENDER TIDAK
ADA DASARNYA, TERUTAMA TERHADAP:
SOCIOBILITY, SUGGESTIBILITY, ROLE LEARNING
ABILITY, ANALYTICAL SKILL, ACHIEVEMENT
MOTIVATION DAN MANAGERIAL MOTIVATION.
SECARA INTELEKTUAL TERNYATA WANITA LEBIH BAIK
DALAM KEMAMPUAN VERBAL
DALAM VISUAL-SPACIAL AREA PRIA LEBIH BAIK DARI
WANITA DAN JUGA DALAM NUMERICAL AREA.
PRIA JUGA LEBIH AGRESIF, TERUTAMA DALAM
PHYSICAL AGRESIAN.
ADA PEKERJAAN YANG MEMANG MALE ATAU FEMALE
ORIENTED.

BLACK AND WHITE DIFFERENCES.


PERBEDAANNYA TERUTAMA BERKISAR PADA FAKTOR
LINGKUNGAN ATAU KETURUNAN.
PANDANGAN YANG MASIH BERTAHAN IALAH BAHWA
ORANG KULIT HITAM PADA BERBAGAI KELOMPOK USIA
IQ RATA2 BERADA 11 POINT DIBAWAH ORANG KULIT
PUTIH, TERMASUK KEMAMPUAN UNTUK MENGOLAH
HITUNGAN.

LWPIO 20
YANG MENARIK IALAH BAHWA PERBEDAAN UNTUK
BIDANG2 LAIN, TIDAK SEBESAR PADA INELIGENSI.
YANG TINGGI PADA ORANG KULIT HITAM NIAKLAH :
SOCIAL DOMINANCE, PSYCHOLOGICAL TOUGHNESS.
POWER ORIENTATION, REDUCED PSYCHOLOGICAL
VULNARIBILITY.
DRIVE DAN MOTIVATION YANG DIMILIKI MERUPAKAN
DASAR UNTUK MENJADI MANAGER YANG BAIK.

AGE DIFFERENCES
ADA PENINGKATAN VERBAL ABILITY DAN KECERDASAN
UMUM SAMPAI USIA PENSIUN YANG NORMAL PADA PRIA
MAUPUN WANITA, TERUTAMA PADA PENDIDIKAN DAN
LEVEL INTELEKTUAL YANG TINGGI.
PADA USIA 40 TERLIHAT BAHWA PADA TUGAS YANG
MENUNTUT KECEPATAN ADA PENURUNAN KARENA
ADANYA PENURUNAN DARI EFISIENSI DARI VISUAL
PERCEPTION SERTA ADANYA PENURUNAN DARI
RESPONS OTOT.
PADA USIA TUA ORANG MASIH BISA DIAJARKAN
KETRAMPILAN YANG BARU, TETAPI YANG MENJADI
MASALAH IALAH MOTIVASINYA DAN SIKAP TERHADAP
PEKERJAAN YANG SUDAH TERTANAM, DAN TERLIHAT
SEBAGAI MENENTANG TEKNOLOGI BARU.
*AGE DAN PERFORMANCE BERHUBUNGAN DENGAN
KEGIATAN FISIK: KWALITAS KERJA DAPAT TINGGI,
TETAPI KWANTITAS RENDAH.

LWPIO 21
*OBSOLESCENCE, YAITU TUNTUTAN PEKERJAAN
YANG BERUBAH SEHINGGA PEMAMPUAN DAN
PENGETAHUAN YANG DIMILIKI MENJADI TIDAK SESUAI
LAGI, SEHINGGA TIMBUL KEADAAN DIMANA SEORANG
TIDAK TAHU LAGI BAGAIMANA HARUS MENYELESAIKAN
PEKERJAANNYA.

ALASAN MENGAPA PERBEDAAN KELOMPOK TERTENTU YANG SYAH


PENTING
KALAU STANDARD TERTENTU DIPERTAHANKAN DALAM
REKRUTMEN, DAN TIDAK ADA USAHA KHUSUS DALAM
REKRUTMEN, MAKA KELOMPOK TERTENTU YANG
MEMANG TIDAK MEMILIKI KARAKTERISTIK TERTENTU,
TIDAK AKAN MUNCUL BANYAK DALAM TENAGA KERJA
DIPERUSAHAAN.
KALAU UKURAN SEPERTI VISUAL-SPATIAL ABILITY DAN
ACTIVITY LEVEL DIGUNAKAN DALAM PROSES
REKRUTMEN TENAGA KERJAMAKA AKAN ADA SEDIKIT
PELAMAR KERJA WANITA DAN LEBIH BANYAK PELAMAR
PRIA YANG AKAN DITERIMA DAN JUGA SEDIKIT DARI
MEREKA YANG USIANYA DIATAS 40 TAHUN. UNTUK
MENDAPATKAN ORANG2 YANG DEMIKIAN PERLU:
*MENCARI ORANG2 DARI KELOMPOK TERTENTU
DILUAR PERUSAHAAN
*MERUBAH TENAGA KERJA YANG ADA DALAM
KELOMPOK TERTENTU. SEHINGGA MEREKA MEMILIKI
KARAKTERISTIK TERSEBUT

LWPIO 22
*MERUBAH PERSYARATAN KERJA YANG ADA SEHINGGA
KARAKTERISTIK YANG LANGKA DALAM KJELOMPOK
TERTENTU TIDAK LAGI MENJADI MASALAH.

PERBEDAAN KEBUDAYAAN.
MEMANG ADA VARIASI DALAM KEBUDAYAAN

MANAGERIAL DEALING WITH


AUTHORITY IN CULTURAL
FRENCH DIFFERENCES
CULTURE

PATERNALISM
IN JAPANESE
CULTURE

MANAGERIAL AUTHORITY IN FRENCH CULTURE


*MANAGER MENOLAK ATORITAS LEBIH KUAT DARI
ORANG AMERIKA

PATERNALISM IN JAPANESE CULTURE


*SANGAT HOMOGEN, KETAT DALAM
MEMPERTAHANKAN CULTURAL VALUES, PATERNALISM
KUAT

LWPIO 23
DEALING WITH CULTURAL DIFFERENCES
*PROSEDIR SELEKSI TERTENTU UMTUK POSISI DILUAR
NEGERI
*PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN MANAGER UNTUK
MULTINATIONAL ASSIGNMENT

---------------------------------

LWPIO 24
TEORI KEPUASAN KERJA

TEORI MODEL KEPUASAN


PERTENTANGAN BIDANG/BAGIAN
(DISCREPANCY THEORY) (FACET
SATISFACTION)

TEORI PROSES BERTENTANGAN


(OPPONENT-PROCESS THEORY)

1. TEORI PERTENTANGAN (DISCREPANCY THEORY)


TEORI DARI LOCKE INI MENYATAKAN BAHWA
KEPUASAN ATAU KETIDAK PUASAN DIPEKERJAAN
MENCERMINKAN:
*PERTENTANGAN YANG DIPERSEPSIKAN ANTARA
APA YANG DIINGINKAN DENGAN APA YANG DITERIMA
INDIVIDU
*PENTINGNYA APA YANG DIINGINKAN BAGI
INDIVIDU

KEPUASAN KERJA BAGI INDIVIDU MERUPAKAN JUMLAH


DARI KEPUASAN KERJA DARI SETIAP ASPEK PEKERJAAN
DIKALIKAN DENGAN DERAJAT PENTINGNYA ASPEK
PEKERJAAN BAGI INDIVIDU.

PERASAAN PUAS ATAU TIDAK PUAS SIFATNYA PRIBADI,


TERGANTUNG DARI BAGAIMANA SESEORANG
MEMPERSEPSIKAN ADANYA KESEUAIAN ATAU

LWPIO 25
PERTENTANGAN ANTARA KEINGINAN2NYA DAN HASIL
KELUARANNYA.

2. MODEL DARI KEPUASAN BIDANG/BAGIAN (FACET


SATISFACTION).
MODEL DARI LAWLER INI ERAT BERHUBUNGAN DENGAN
TEORI KEADILAN DARI LAWLER.
KEPUASAN MERUPAKAN JUMLAH DARI BIDANG YANG
DIPERSEPSIKAN ORANG SEBAGAI SESUAI TERGANTUNG
DARI BAGAIMANA ORANG MEMPERSEPSIKAN MASUKAN
PEKERJAAN, CIRI2 PEKERJAANNYA DAN BAGAIMANA
MEREKA MEMPERSEPSIKAN MASUKAN DAN KELUARAN
DARI ORANG LAIN YANG DIJADIKAN PEMBANDING BAGI
MEREKA. APA YANG DIPERSEPSIKAN TENTANG HASIL
KELUARAN DAN YANG DITERIMA BERSIFAT AKTUAL.
LAWLER MEMBERI NILAI BOBOT KEPADA SETIAP
BIDANG SESUAI DENGAN PENTINGNYA BAGINYA
INDIVIDU DAN DIJADIKAN SKOR TOTAL.

3. TEORI PROSES-BERTENTANGAN (OPPONENT-PROCESS


THEORY).
TEORI DARI LANDY INI MEMANDANG KEPUASAN KERJA
DARI PERSPEKTIF INGIN MEMPERTAHANKAN SUATU
KESEIMBANGAN EMOSIONAL.
TEORI INI MENGASUMSIKAN BAHWA KONDISI
EMOSIONAL YANG EKSTRIM TIDAK MEMBERI
KEUNTUNGAN.

LWPIO 26
KEPUASAN ATAUPUN KETIDAK KEPUASAN KERJA
SECARA FISIOLOGIS MEMICU SISTIM PUSAT SARAF
YANG MEMBUAT AKTIF EMOSI YANG BERTENTANGAN.
KALAU ORANG MENDAPATKAN REWARD PADA
PEKERJAAN MAKA IA AKAN MERASA SENANG, TETAPI
TETAP ADA RASA TIDAK SENANG YANG LEMAH.
SETELAH BEBERAPA SAAT RASA SENANG AKAN
MENURUN, MALAH DAPAT MENJADI RASA SEDIH
SEBELUM NORMAL KEMBALI. INI KARENA EMOSI YANG
TIDAK SENANG (EMOSI YANG BERLAWANAN)
BERLANGSUNG LEBIH LAMA.

SIFAT DARI KEPUASAN KERJA


DARI TAHUN KE TAHUN ADA PERKEMBANGAN TENTANG
APA YANG BERPENGARUH PADA KEPUASAN KERJA.
BANYAK VARIABEL IKUT MENENTUKAN DALAM
KEPUASAN KERJA.

LWPIO 27
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

LWPIO 28
ANALISIS JABATAN

PENGERTIAN ANALISIS JABATAN:


SUATU PROSES KAJIAN SISTEMATIS TENTANG
KEGIATAN2 YANG DILAKUKAN DALAM SATU
PEKERJAAN, MENCAKUP TUGAS2, TANGGUNG JAWAB
DAN TANGGUNG GUGAT ( ACCOUNTABILITY), UNTUK
DAPAT MENENTUKAN PENGETAHUAN, KETRAMPILAN,
KEMAMPUAN DAN CIRI2 KEPRIBADIAN LAIN, YANG
DIPERLUKAN UNTUK MELAKUKAN PEKERJAAN
TERSEBUT DENGAN BAIK.

TUJUAN ANALISIS PEKERJAAN:


1. MANUSIA SEBAGAI TENAGA KERJA:
- PERENCANAAN STRATEGIK SUMBER DAYA MANUSIA
- PENERIMAAN DAN SELEKSI
- PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
- PENGEMBANGAN KARIER
- PENIMBANGAN KARYA
- SISTIM IMBALAN DAN UPAH GAJI
- KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
- HUBUNGAN INDUSTRIAL
2. PEKERJAAN DAN ORGANISASI:
- URAIAN PEKERJAAN
- KLASIFIKASI PEKERJAANDISAIN/RANCANGAN KERJA
DAN ALAT
- REKAYASA KERJA

LWPIO 29
- PERENCANAAN ORGANISASI

PENGERTIAN EVALUASI JABATAN

METODA ANALISIS PEKERJAAN:


1. METODA KUESIONER MENCAKUP KUESIONER
LEWAT POS, TEKNIK CHECK LIST, TEKNIK BUKU
HARIAN TUGAS.
2. METODA WAWANCARA DAN OBSERVASI YANG
TERDIRI DARI WAWANCARA PERORANGAN, TEKNIK
OBSERVASI, TEKNIK WAWANCARA KELOMPOK,
TEKNIK KONFERENSI TEKNICAL DAN TEKNIK
PARTISIPASI KERJA.

ELEMEN URAIAN JABATAN:


1. AKTIVITAS PEKERJAAN
2. BEHAN2 YANG DIOLAH
3. PERALATAN DAN MESIN YANG DIGUNAKAN
4. KONDISI KERJA

ELEMEN DESKRIPSI JABATAN

SPESIFIKASI JABATAN

LWPIO 30
METODA EVALUASI JABATAN

SELEKSI TENAGA KERJA

PENGERTIAN SELEKSI TENAGA KERJA


SELEKSI DAN PENEMPATAN MERUPAKAN FUNGSI BATAS
ATAU FUNGSI DARI KOMPONEN TENTANG RENTANG
BATAS DARI SISTIM.
SEBAGAI SISTIM TERBUKA ORGANISASI INDUSTRI
SECARA TERUS MENERUS BERADA DALAM SUATU
PROSES INTERAKSI, SUATU PROSES PERTUKARAN
DENGAN LINGKUNGANNYA, DAN DENGAN SISTIM
LAINNYA.
KELUARAN DARI SISTIM DISERAP OLEH LINGKUNGAN-
NYA/ SISTIM LAINNYA, SEBALIKNYA KELUARAN DARI
SISTIM LAINNYA DISERAP OLEH SISTIM SEBAGAI
MASUKAN.

LWPIO 31
DALAM PROSES INTERAKSI INI SISTIM MEMPENGARUHI
DAN DIPENGARUHI OLEH SISTIM LAIN DISARING OLEH
BATAS ATAU KOMPONEN RENTANG BATAS.
FUNGSI BATAS/KOMPONEN RENTANG BATAS DARI
SUATU SISTIM IALAH:
1. MEMBERIKAN SUATU TINGKAT OTONOMI DAN
KEBEBASAN TERTENTU PADA SISTIM
2. MENYARING DAN MENGENDALIKAN MASUKAN
DAN KELUARAN DARI SISTIM
KOMPONEN2 RENTANG BATAS TERDAPAT PADA
TINGKAT MANAGEMEN PUNCAK, MADYA DAN BAWAH
DARI ORGANISASI INDUSTRI DALAM HUBUNGANNYA
DENGAN LINGKUNGAN ATAU SISTIM LAINNYA.
MEREKA JUGA BEROPERASI ANTARA BERBAGAI
LAPISAN ORGANISASI SEPERTI LAPISAN PEKERJA DAN
LAPISAN MANAGEMEN BAWAH, ANTARA MANAGEMEN
BAWAH DAN LAPISAN MANAGEMEN MADYA DSB.

LINGKUNGAN/SISTIM KOMPONEN BATAS SISTIM/


LAIN/SUBSISTIM 1 DARI SUBSISTIM/ SUBSISTIM 2
SUBSISTIM 2
MASAUKAN PROSES KELUARAN/MASUKAN
PELAMAR ATAU SELEKSI DAN TENAGA KERJA YANG
TENAGA KERJA PENEMPATAN MEMENUHI SYARAT

TUJUAN/SASARAN SELEKSI TENAGA KERJA ADALAH:

LWPIO 32
SUATU REKOMENDASI ATAU SUATU KEPUTUSAN UNTUK
MENERIMA ATAU MENOLAK SESEORANG CALON UNTUK
PEKERJAAN TERTENTU BERDASARKAN SUATU DUGAAN
TENTANG KEMUNGKINAN2 DARI CALON UNTUK
MENJADI TENAGA KERJA YANG BERHASIL PADA
PEKERJAANNYA.

TUGAS SELEKSI:
MENILAI SEBANYAK MUNGKIN CALON UNTUK MEMILIH
SEORANG ATAU SEJUMLAH ORANG YANG PALING
MEMENUHI PERSYARATAN PEKERJAAN YANG TELAH
DITETAPKAN SEMULA.

TUJUAN/SASARAN PENEMPATAN:
SUATU REKOMENDASI ATAU KEPUTUSAN UNTUK
MENDISTRIBUSIKAN PARA CALON PADA PEKERJAAN
YANG BERBEDA-BEDA BERDASARKAN SUATU DUGAAN
TENTANG KEMUNGKINAN2 DARI CALON UNTUK
BERHASIL PADA SETIAP PEKERJAAN YANG BERBEDA.

TUGAS PENEMPATAN.
UNTUK MENILAI PARA CALON DAN UNTUK
MENCOCOKKAN KUALIFIKASI MEREKA DENGAN
PERSYARATAN YANG TELAH DITETAPKAN SEMULA DARI
SETIAP PEKERJAAN.

METODA SELEKSI TENAGA KERJA

LWPIO 33
PENGGUNAAN FORMULIR LAMARAN KERJA DALAM
SELEKSI TENAGA KERJA

Analis pekerjaan (lihat handout)

LWPIO 34
PENILAIAN KARYA
PENILAIAN PRESTASI
PENIMBANGAN UNJUK KERJA
PERFORMANCE APPRAISAL

MERUPAKAN PROSES PENILAIAN DARI CIRI2 KEPRIBADIAN,


PERILAKU KERJA DAN HASIL KERJA SEORANG, YANG
DIANGGAP MENUNJANG UNTJUK KERJANYA, YANG
DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN UNTUK
PENGAMBILAN KEPUTUSAN TENTANG TINDAKAN2
TERHADAPNYA DIBIDANG KETENAGAKERJAAN..

TENAGA KERJA MEMPUNYAI INTERAKSI DENGAN


LINGKUNGAN KERJANYA, LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN
SOSIAL .INI TERLIHAT PADA:
1. KEPRIBADIAN TENAGA KERJA YANG DIBAWA KEDALAM
SISTIM ORGANISASI KERJANYA
2. PERILAKUN TENAGA KERJA PADA PEKERJAANNYA
YANG MERUPAKAN HASIL INTERAKSI ANTARA
KEPRIBADIAN DAN LINGKUNGAN KERJANYA YANG
BERLANGSUNG SELAMA IA BEKERJA
3. CAPAIAN ATAU PRESTASI TENAGA KERJA YANG
MERUPAKAN KELUARAN DARI TENAGA KERJA

LWPIO 35
MENGUKUR UNJUK KERJA SESEORANG DAPAT DILAKUKAN
BERDASARKAN:
A. HASIL ATAU PRODUK KERJA
B. PERILAKU PEKERJAAN
C. CIRI2 KEPRIBADIAN
D. GABUNGAN KETIGA KATEGORI

BORDMAN DAN MELNICK (1990) MENGUSULKAN SATU


RUMUSAN TENTANG PRODUKTIVITAS:
PRI = TBI X QI
PRODUCTIVITY RATING INDEX (PRI),
TBI = TIME BASED INDEX
QI = QUALITY INDEX
TBI = ET:AT
TBI , MERUPAKAN UKURAN UNTUK KUANTITAS
ET= WAKTU YANG DIPERKIRAKAN UNTUK PENYELESAIAN
TUGAS
AT = WAKTU AKTUAL UNTUK MENYELESAIKAN TUGAS

UNTUK KUALITAS ATAU MUTU INDIKATORNYA


MERUPAKAN SASARAN2 DARI KEANDALAN, BIAYA PER
TUGAS, ELOQUENCE (MAKIN SEDIKIT UNSUR YANG
DIGUNAKAN DALAM PENYELESAIAN MAKIN BAIK), SPIN-
OFFS DAN PERBANDINGAN ANTARA BIAYA DAN
KEMASLAHATAN (COST/BENEFIT RATIO).
NILAI YANG DIBERIKAN UNTUK MUTU HANYA 3.

LWPIO 36
NILAI 0 DIBEIKAN JIKA SASARAN KUALITAS TIDAK
TERCAPAI, 1 JIKA SASARAN KUALITAS DICAPAI DAN 2 JIKA
SASARAN KUALITAS DILAMPAUAI.

MENGKUANTIFIKASI HASIL KERJA BIASANYA DILAKUKAN


BERDASARKAN BENTUK PENIMBANGAN KARYA YANG
DIGUNAKAN DALAM SISTIM MANAGEMEN BERDASARKAN
SASARAN ATAU MBO.

TEKNIK LAIN IALAH DENGAN MENGGUNAKAN PERILAKU


PEKERJAAN SEBAGAI UNSUR UNTUK DINILAI.
DASARNYA IALAH BAHWA PERILAKU PEKERJAAN YANG
EFEKTIF, YAITU PERILAKU YANG MENGARAH KE
KETERCAPAINYA HASIL YANG DIHARAPKAN/PERILAKU
YANG TIDAK EFEKTIF BAHKAN PERILAKU YANG JUSTRU
MENIMBULKAN KERUGIAN.

CIRI2 KEPRIBADIAN JUGA DAPAT MENJADI DASAR DALAM


PENILAIAN KARYA, KARENA DIANGGAP PERLU DIMILIKI
OLEH KARYAWAN AGAR IA DAPAT BERHASIL
CONTOHNYA KEPEMIMPINAN, KECERMATAN, INISIATIF
STABILITAS EMOSI DSB.

KEGIATAN PENIMBANGAN KARYA BIASANYA DILAKUKAN


PADA AKHIR MASA PERIODA PENIMBANGAN YANGN PADA
UMUMNYA BERLANGSUNG SATU TAHUN

LWPIO 37
FUNGSI PENILAIAN KARYA SEBAGAI SISTIM KENDALI,
YSAIYU MENGANDALIKAN, MENGARAHKAN SERTA
MEMANTAU PERILAKU TENAGA KERJA, SEDANGKAN
TUJUAN PERUSAHAAN DUHARAPKAN DAPAT TERCAPAI
MELALUI PELAKSANAAN PEKERJAAN DARI TENAGA KERJA.

MANFAAT PENILAIAN KARYA UNTUK:

ORGANISASI TENAGA KERJA MANAGER./ATA-


SAN PENIMBANG
SEHUB.DGN BALIKAN DPT BERKOMU-
TUJUAN DAN BERDASARKAN NIKASI DGN
STRATEGI ORG. ASAS KEADILAN STAF/BAWAHAN

MEMBERI DATA: WAHANA UTK MEMOTIVASI


-TENAGA KERJA MERENCANAKAN TENAGA KERJA
BERBAKAT MASA DEPAN
-BIDANG YANG
PRODUKTIVITAS
PERLU DITING-
KATKAN
MEMPERERAT
HUBUNGAN

LWPIO 38
TUJUAN PENIMBANGAN KARYA (CASCIO 1989)
BERORIENTASI KEMASA LALU DAN MASA DEPAN SERTA
KEPENTINGANNYA UNTUK BERBAGAI PIHAK

PIHAK ORIENTASI MASA ORIENTASI MASA


LALU DEPAN

TENAGA KERJA DATA TENTANG DATA PENIMBA-


KEKUATAN DAN NGAN KARYA
KELEMAHAN DA- UNTUK PENGAM-
LAM JANGKA BILAN KEPUTU-
WAKTU TERTEN- SAN TENAGA
TU KERJA DIMASA
YAD.
ORGANISASI MEMBANTU UNTUK MENGAB-
KERJA MENDIAGNOSIS SAHKAN TEST
MASALAH2 UNTUK SELEKSI
ORGANISASI DAN UNTUK KE-
ABSAHAN PERA-
MALAN

LWPIO 39
TEKNIK2 PENIMBANGAN KARYA

I. TEKNIK2 RELATIF/NISBI

A. GROUP ORDER RANKING B. INDIVIDUAL RANKING

C. PAIRED COMPARISON

A. PENGGOLONGAN DAPAT SANGAT BAIK,


BAIK KURANGT ATAU SANGAT KURANG
MIS. DENGAN PERBANDINGAN 10%, 20%, 40%,
20% DEAN 10%.
KEBAIKAN:
MENCEGAH TIMBULNYA KESALAHAN
KONSTAN ATAU HANYA DALAM SATU
KELOMPOK SAJA.
KELEMAHANNYA:
KALAU YANG DITIMBANG SEDIKIT, MAKA
SEMUA BISA MASUK DALAM SATU KELOMPOK,
BAIK SEMUA (LENIENCY), SEDANG SEMUA
(CENTRAL TENDENCY) ATAU BURUYKSEMUA
(STRICTNESS) DAN ORANG YANG DINILAI
BAIK KARENA DIBANDINGKAN DENGAN
KELOMOK LAIN YANG SANGAT BAIK , MAKA
IA YANG PALING BURUK.

LWPIO 40
B. BERDASARKAN PENILAIAN UMUM DARI
PENILAI MENETAPKAN URUTAN TENAGA
KERJA DARI YANG PALING BAIK KE YANG
PALING TIDAK BAIK.
C. SETIAP TENAGA KERJA DIBANDINGKAN
DENGAN SETIAP TENAGA KERJA LAINNYA
DAN DITENTUKAI DENGAN PASANGANNYA.
JUMLAH PASANGAN YANG DIBANDINGKAN
IALAH: N X (N-1) : 2
N = JUMLAH TENAGA KERJA YANG
DITIMBANG.
JIKA JUMLAH PASANGAN YANG AKAN
DINILAI, MAKA HASILNYA 15 DAN JIKA
SEORANG DINILAI LEBIH BAIK (>) DARI
PASANGANNYA MAKA NILAINYA 3, JIKA
SAMA (=) NILAINYA 2 DAN JIKA LEBIH
RENDAH (<) NILAINYA 1.

ALI BOB CICI DIDI EVI FIFI


ALI =2 >3 =2 <1 =2 10
BAB =2 =2 =2 <1 =2 9
CICI <1 =2 =2 <2 =2 8
DIDI =2 =2 =2 <1 <1 8
EVI >3 >3 >3 >3 =2 14

FIFI =2 =2 =2 >3 =2 11

LWPIO 41
KEBAIKAN:
SAMA DENGAN TEKNIK RELATIF LAINNYA

KELEMAHANNYA:
KALAU JUMLAH TENAGA KERJA YANG HARUS DINILAI
BESAR MAKA AKAN ADA BANYAK PASANGAN

II. TEKNIK2 ABSOLUT


DASARNYA TIDAK ADA PERBANDINGAN ANTAR TENAGA
KERJA (ROBBINS, 1982).

A. ESSAY APPRAISAL B. CRITICAL


INCIDENT
APPRAISAL
C.GRAPGHIC D. BEHAVIOR ANCHORING
RATING SCALE RATING SCALE

A. ESSAY APPRAISAL/ PENIMBANGAN


KARANGAN.
PENIMBANG MEMBUAT KJARANGAN TERTULIS
BERISIKAN KEKUATAN DAN KELEMAHAN
PRESTASI TENAGA KERJA YANG LALU, SARAN2
PERBAIKAN DAN PENINGKATAN.

LWPIO 42
KEBAIKAN:
BENTUKNYA SEDERHANA

KELEMAHANNYA:
KARENA TIDAK BERSTRUKTUR, MAKA HASIH
DARI BERBAGAI PENILAI AKAN BERVARIASI
DALAM HAL PANJANG DAN ISI, HINGGA TENAGA
KERJA SUKAR DIPERBANDINGKAN.
PENILAI MEMILIKI KEPANDAIAN MENULIS YANG
BERBEDA.

B. CRITICAL INCIDENT APPRAISAL/


PENIMBANGAN PERISTIWA PENTING.
POKOK PERHATIAN IALAH PADA TEKNIK
PERILAKU KUNCI/INTI YANG MEMBEDAKAN
TENAGA KERJA MELAKUKAN TUGASNYA
DENGAN EFEKTIF DIBANDING DENGAN TENAGA
KERJA LAINNYA YANG TIDAK MELAKUKAN
TUGASNYA DENGAN EFEKTIF.
PERILAKU YANG DINILAI HARUS DAPAT DIUKUR
DAN DINILAI DAN BUKAN MERUPAKAN CIRI
KEPRIBADIAN YANG SAMAR2.

KEBAIKAN:
*YANG DITIMBANG ADALAH PERILAKU EFEKTIF.
*DARI SEPERANGKAT PERISTIWA YANG PENTING
DAPAT DITELITI MANA PERILAKU YANG SUDAH

LWPIO 43
BAIK DAN MANA YANG BUKAN DAN MANA YANG
MEMERLUKAN PENGEMBANGAN.

KELEMAHAN:
PENILAI HARUS SECARA TERATUR MENULIS
PERISTIWA2 PENTING DAN INI MENUNTUT
WAKTU
KARENA TIDAK DAPAT DIKUANTIFIKASIKAN
TIDAK DAPAT DIGUNAKAN DALAM
PERBANDINGAN.

D. RATING SCALES/SKALA PENGHARKATAN GRAFIS.


TEKNIK INI PALING SERING DIGUNAKAN. DAPAT
DIGUNAKAN UNTUK MENIMBANG FAKTOR2
PELAKSANAAN PEKERJAAN SEPERTI KERJA SAMA,
LOYALITAS, KETERANDALAN, PENGETAHUAN TENTANG
PEKERJAAN, KUALITAS DAN KUANTITAS PEKERJAAN.
CIRI2 TIDAK BOLEH BERSIFAT ABSTRAK/HARUS DAPAT
DISEBUT DALAM PERILAKU KHUSUS YANG DAPAT
DIAMATI DAN DIUKUR.
SETIAP FAKTOR MEMPUNYAI SKALA YANG SAMA, YANG
BERVARIASI ANTARA EMPAT DAN ENAM, DALAM
BENTUK KOTAK2 ATAU HURUF B,C,S,K ATAU ANGKA
4,3,2,1.

KEBAIKAN:

LWPIO 44
*TEKNIK INI MEMAKAN BANYAK WAKTU UNTUK
DIKEMBANGKAN DAN UNTUK DIGUNAKAN.
*DAPAT DIBUAT ANALISIS DAN PERBANDINGAN
KUANTITATIF

KELEMAHANNYA.
* FAKTOR2 YANG HARUS DINILAI SERING ABSTRAK DAN
AMBIGIOUS
*FAKTOR2 YANG HARUS DINILAI SERING DIRASAKAN
TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN KEBERHASILAN DALAM
PEKERJAAN.

E. BEHAVIOUR ANCHORING RATING SCALE/ SKALA


PENGHARKATAN PERILAKU YANG DIJANGKARKAN.
TEKNIK INI MENGKOMBINASIKAN SKALA
PENGHARKATAN GRAFIS DENGAN PENILAIAN
PERISTIWA PENTING.
BEDANYA DENGAN SKALA PENGHARKATAN GRAFIS,
PEKERJAAN DIURAIKAN DALAM BEBERAPA DEMENSI,
DAN TIDAK DALAM FAKTOR2 PELAKSANAKAN
PEKERJAAN.
UNTUK SETIAP DEMENSI DISUSUN SKALA DAN PADA
SETIAP JANGKAR DARI SKALA DITULIS PERILAKU
TERTENTU YANG KHAS UNTUK SUATU PEKERJAAN.
PERILAKU TERSEBUT DIPEROLEH MELALUI TEKNIK
PERISTIWA PENTING DAN DISUSUN MELALUI
HARKAT/NILAI EFEKTIVITASNYA YANG BERBEDA-BEDA.

LWPIO 45
KEBAIKAN:
*YANG DITIMBANG MERUPAKAN PERILAKU EFEKTIF
*DARI SKALA TIAP DEMENSI PEKERJAAN DAPAT DINILAI
MANA PERILAKU YANG SUDAH BENAR/BAIK MANA YANG
MEMERLUKAN PENGEMBANGAN DAN PENINGKATAN.
DAPAT DIBUAT ANALISIS DAN PERBANDINGAN
KUANTITATIF.

KELEMAHAN:
*PROSES PENGEMBANGAN SKALA PENGHARKATAN
NPERILAKU YANG DIJANGKARKAN MENURUT WAKTU
DAN BIAYA.
*BERLAKU UNTUK SATU JENIS PEKERJAAN. UNTUK
PEKERJAAN LAIN PERLU DIKEMBANGKAN SKALA
TERSENDIRI.

III. TEKNIK BERORIENTASI PADA KELUARAN.


DASARNYA BERUPA SASARAN2 YANG HARUS DICAPAI
DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU. TEKNIK INI
MERUPAKAN BAGIAN DARI MANAGEMEN BERDASARKAN
SASARAN (MANAGEMENT BY OBJECTIVES/MBO)
TAHAPAN YANG HARUS DICAPAI DALAM MBO:
1. TAHAP PENETAPAN TUJUAN, PADA
TINGKAT PERORANGAN, ATASAN

LWPIO 46
BERSAMA BAWAHAN MENENTUKAN
TUJUAN DARI BAWAHAN.
2. TAHAP PERENCANAAN AKSI,
BAWAHAN MEMBUAT SUATU
RENCANA UNTUK MENCAPAI
SASARAN2 PERORANGANNYA, YANG
KEMUDIAN DIDISKUSIKAN DENGAN
ATASANNYA SAMPAI MENCAPAI
KESEPAKATAN.
3. TAHAP KENDALI DIRI MENGACU
PADA PENGUKURAN DAN
PEMAMTAUAN SECARA SISTEMATIS
DARI PELAKSANAAN PEKERJAAN
OLEH TENAGA KERJA SENDIRI DAN
DIBICARAKAN BER-SAMA2 DENGAN
ATASAN
4. TAHAP PENINJAUAN KEMBALI
DIMANA SECARA PERIODIK ATASAN
DAN BAWAHAN BER-SAMA2 MENILAI
SEJAUH MANA SASARAN
PERORANGAN PERLU DITETAPKAN
KEMBALI.
KEBAIKAN:
PENEKANAN IALAH PADA ORIENTASI HASAIL
MENIMBULKAN MOIVASI KARENA TENAGA
KERJA TAHU SECARA JELAS APA YANG
DIHARAPKAN DARINYA.

LWPIO 47
ADA SUATU KETERIKATAN DENGAN USAHA
PENCAPAIAN TUJUAN/ SASARAN PERORANGAN
KARENA BERPERAN SERTA SECARA AKTIF
DALAM MENENTUKAN SASARAN.

KELEMAHAN:
TIDAK EFEKTIF DILINGKUNGAN MANAGEMEN YANG
KURANG PERCAYA PADA TENAGA KERJANYA,DAN
DIMANA MANAGEMEN MENGAMBIL KEPUTUSAN SECARA
OTORITER DAN MENDASARKAN DIRI PADA KENDALI
DARI LUAR DAN DIMANA TENAGA KERJANYA BERSIFAT
INDEPENDEN.

LWPIO 48