Anda di halaman 1dari 6

Tips Menulis Paper

Anto S. Nugroho

Author
1. Penulisan paper harus memperhatikan siapa saja yang dicantumkan dan
untuk alasan apa. Urutan penulisan author harus dipertimbangkan baik-
baik. First author biasanya diberikan kepada yang paling besar
kontribusinya. Mahasiswa/i yang sedang menempuh degree biasanya
diberikan kesempatan menjadi first author disertai tanggung jawab untuk
memberikan kontribusi terbesar. Second author lazimnya diberikan kepada
coauthor yang paling intensif memberikan arahan kepada first author.
Last author biasanya untuk professor pimpinan laboratorium yang sudah
memiliki nama, walau mungkin kontribusi beliau terhadap studi tersebut
tidak sebanyak second author. Urutan ini lazim dipakai diberbagai journal.
Akan tetapi beberapa jurnal seperti Physical Review, memakai alphabetic
order dari nama author.
2. Kalau yang berkontribusi banyak, tidak perlu malu menuliskan semua
penulis. Paper yang berkaitan dengan kedokteran atau biologi, seringkali
mencantumkan banyak author, karena mereka banyak berperan dalam
penyediaan data. Paper Human Genome Project, misalnya, authornya bisa
lebih dari 200.
3. Dalam penulisan paper, harus selalu berkonsultasi dengan para coauthor,
terutama pembimbing utama atau peneliti utama. Pengiriman harus atas
persetujuan semua author.

Introduction
1. Harus ada penjelasan mengapa studi itu penting untuk dilakukan
2. Jelaskan pula, apa yang dilakukan oleh peneliti lain pada topik yang dipilih,
apa kelebihan dan kelemahan mereka, dan dimana studi yang anda
lakukan memberikan kontribusi terhadap masalah yang belum
terpecahkan ? Ini akan menjaga kesinambungan scientific knowledge,
dimana pengetahuan yang dibangun oleh peneliti yang lalu akan
disempurnakan oleh peneliti yang datang belakangan.
3. Bagian introduction ini ibaratnya etalase. Anda harus menempatkan
barang yang menarik pengunjung agar mereka mau mampir dan membeli.
Introduction harus dapat memikat orang agar mau membaca paper yang
anda tulis. Para professor atau orang yang sibuk biasanya hanya
membaca abstract, introduction dan conclusion. Karena itu pertanyaan
yang dibuka di bagian introduction harus terjawab saat membaca
conclusion. Sehingga setelah selesai membaca introduction dan

1
conclusion, reader akan memahami posisi anda, kontribusi apa yang anda
berikan.
4. Di akhir introduction, lazim untuk menjelaskan struktur paper yang ditulis.
Section 2 menjelaskan apa, Section 3 menjelaskan apa, dst.
5. Penjelasan mengenai metode yang diusulkan (proposed method)
6. Pada bagian ini dibahas novelty studi yang dilakukan. Novelty bisa berupa:
(i) mengusulkan metode baru untuk suatu kasus yang bukan baru, (ii)
memakai metode yang sudah ada untuk suatu kasus yang baru (iii)
mengusulkan metode baru untuk kasus yang baru.

Gambar dan Grafik


1. Caption ditulis di bawah gambar/grafik
2. Dalam panduan penulisan paper oleh IEEE, Figure ditulis singkat Fig.
baik saat muncul di awal maupun tengah.
3. Setiap gambar/grafik harus dibahas di dalam artikel. Jangan membuat
reader menafsirkan sendiri gambar/grafik karena tidak ada penjelasan di
artikel
4. Pastikan sumbu X dan sumbu Y diberi label, masing-masing
merepresentasikan apa dan apa unit-nya.
5. Perhitungkan bahwa paper anda akan diprint pada proceeding hitam putih.
Kalau pemakaian warna akan membuat informasi jadi tidak jelas, maka
pakailah format yang sederhana black on white dan tidak memaksakan
diri memakai gambar berwarna-warni.
6. Grafik tidak perlu diberi border/bingkai. Hati-hati saat memakai MS Excell
untuk meng-generate grafik, karena default-nya menyertakan border
hitam yang tidak diperlukan saat dimuat di paper.
7. Apabila menulis flowchart, lebih baik memakai warna foreground black
dan background white. Apabila anda memberikan warna abu kepada
kotak, seringkali saat diprint membuat tulisan di dalam kotak itu -yang
umumnya berwarna hitam- menjadi tidak jelas.
8. Pastikan tidak memakai gambar yg copyrighted. Pakailah gambar yg
dibuat sendiri, jangan memakai scanning dari paper/buku, untuk publikasi
formal.
9. Adakalanya kita perlu membedakan gambar yang dimuat: apakah untuk
menjelaskan algoritma yang dibahas, ataukah untuk memperlihatkan hasil
eksperimen. Untuk tujuan menjelaskan algoritma yang dibahas, lebih baik
memakai gambar yang sederhana (boleh juga synthetic image) yang
mampu memberikan imajinasi dengan tepat dan cepat kepada pembaca,
bagaimana algoritma itu berjalan. Untuk tujuan kedua, yaitu
memperlihatkan hasil eksperimen, anda boleh memakai gambar yang
lebih kompleks karena tujuannya menjelaskan bagaimana algoritma itu
berhasil dipakai pada data riil. Memakai data riil untuk menjelaskan
algoritma kadangkala menimbulkan unnecessary complexity. Pilihlah
gambar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
10.Masukkan gambar setelah dijelaskan dulu di dalam artikel.

2
Tabel
1. Caption ditulis di atas tabel
2. Dalam panduan penulisan paper oleh IEEE, Table ditulis singkat Tab.
baik saat muncul di awal maupun tengah.
3. Setiap tabel harus dibahas di dalam artikel. Jangan membuat reader
menafsirkan sendiri tabel karena tidak ada penjelasan di artikel
4. Masukkan tabel setelah dijelaskan dulu di dalam artikel.

Experimental results
1. Selalu bertanya why. Mengapa eksperimen ini berhasil ? Mengapa
gagal ? Mengapa tidak optimal ?
2. Reader akan mengevaluasi anda dari kualitas argumen anda dalam
menjawab pertanyaan why
3. Experiment terbagi dua: heuristics dan demonstrative. Heuristic
experiments berisi keberhasilan dan kegagalan eksperimen yang
dilakukan peneliti untuk memahami suatu metode, mendalami behavior
suatu algoritma/sistem, yang akhirnya bertujuan menambah pengetahuan
peneliti. Demonstrative experiment dilakukan setelah heuristic experiment
selesai/lengkap. Demonstrative experiment ini tidak bertujuan untuk
menambah pengetahuan sang peneliti, melainkan untuk meyakinkan
orang lain mengenai ide yang ditulis. Jika demonstrative experiment ini
tidak mampu meyakinkan pembaca, maka paper anda tidak akan diterima
untuk publikasi. Tetapi terlalu banyak memakai waktu untuk membuat
demonstrative experiment akan membuat anda kehilangan waktu untuk
mengerjakan heuristic experiment. Akibatnya pengetahuan anda
mengenai metode yang dibangun tidak akan komplit. Trade off antara
kedua jenis eksperimen ini harus dipertimbangkan oleh peneliti dalam
memanage waktu yang dimiliki.
4. Tidak harus menceritakan semua eksperimen yang dilakukan. Pilihlah
eksperimen yang dapat dipakai untuk membuat suatu cerita yang baik
dan runut, agar pembaca dapat memahami ide yang disampaikan.
5. Jangan pernah mengklaim bahwa metode anda adalah yang terbaik. Tidak
pernah ada metode yang terbaik untuk semua kasus. Anda harus
membahas, kapan metode itu berhasil dan kapan dia gagal. Dimana
kelemahannya.
6. Jangan lupa mencantumkan spesifikasi komputer, OS, waktu pengambilan
data (tergantung sifat eksperimennya), running time (bedakan CPU time
dan elapsed time. pelajari command time di linux. Yang dipakai adalah
CPU time)
7. Hati-hati dengan significant figures.

Conclusion
1. Conclusion mengulas secara singkat, apa yang dilakukan dan hasilnya
bagaimana

3
2. Jelaskan juga kelemahan dari studi yang dilakukan sebagai future work
penelitian tsb.
3. Di bagian Conclusion, harus jelas, apa (academic) contribution dari studi
yang dilakukan. Kesimpulan itu yang akan diingat oleh reader.

Referensi
1. Jangan memakai terlalu banyak area paper untuk menuliskan konsep yang
sudah diketahui umum. Larikanlah ke referensi. Tiap halaman paper anda
sangat mahal. Dedikasikan untuk membahas metode/hasil baru yang
merupakan kontribusi orisinil anda.
2. Referensi yang dicantumkan harus dicite di dalam artikel.
3. Urutan prioritas: jurnal, peer review conference paper, conference paper
tanpa review, text book yang benar-benar fundamental dan penting.
4. Paper yang baik, akan memakai referensi yang mutakhir, misalnya 5 tahun
terakhir
5. Hati-hati saat menuliskan referensi dengan mencomot dari sana dan sini.
Karena style penulisan referensi bisa saja berbeda, seperti urutan nama:
last name dan singkatan first name. Harvard style referencing memakai
urutan alphabetic nama pengarang, sedangkan IEEE urutannya
berdasarkan kemunculan di paper. Pastikan anda mengikuti aturan yang
ditetapkan editor.
6. Apabila anda akan men-cite software, terlebih dahulu periksa situs
pengembang software tersebut. Biasanya pengembang software akan
merekomendasikan cara membuat sitasi terhadap karyanya. Misalnya
untuk software WEKA, anda harus mengikuti permintaan pengembang
sebagaimana dapat dibaca di
http://www.cs.waikato.ac.nz/ml/weka/index_citing.html
7. Jurnal/conference paper lazimnya memiliki informasi volume, issue
number, halaman dsb. Ini harus disitasi lengkap sesuai dengan aturan
penulisan paper (teknik referencing bisa jadi berbeda antara satu jurnal
dengan yang lain.). Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman,
dewasa ini prosiding dalam bentuk CD ROM sudah diterima sebagai
publikasi resmi. Adakalanya jurnal juga diterbitkan secara online, sehingga
tidak memiliki informasi halaman, melainkan nomer unique. Contohnya:
http://www.malariajournal.com/info/about/ menyebutkan

Articles in Malaria Journalshould be cited in the same way as articles in a


traditional journal. However, because articles in this journal are not
printed, they do not have page numbers. Instead, they have a unique
article number.The following citation:

Malar J 2004, 2:1

refers to article 1 from volume 2 of the journal.

As an online journal, Malaria Journal does not have issue numbers. Each
volume corresponds to a calendar year.

4
Lain-lain
1. Apabila anda akan memakai singkatan sebuah metode, misalnya SOM
untuk Self Organizing Map, pada saat muncul pertama kali di dalam
paper anda harus menyebutkan secara lengkap terlebih dahulu dan diikuti
dengan singkatannya di dalam kurung. Misalnya Self Organizing Map
(SOM) is used to .. Setelah itu, anda boleh memakai singkatan SOM
tanpa harus menjelaskan kepanjangannya. Kesalahan sering terjadi saat
seorang penulis menulis singkatan tanpa menjelaskan terlebih dahulu apa
kepanjangannya.
2. Setelah penulisan draft selesai, seringlah konsultasi dengan pembimbing,
author maupun teman anda untuk membaca dan memberikan masukan.
Seringkali karena terlalu fokus pada wording dan konten, terjadi kesalahan
yang fatal tanpa disadari. Misalnya flowchart ternyata salah, grafik yang
ditampilkan ternyata salah, dsb. Anda mungkin tidak menyadari kesalahan
tersebut karena sedang fokus pada pemilihan argumen. Bantuan dari
orang lain sangat diperlukan, karena mereka lebih tenang dalam
membaca paper.
3. Garis bawahi kalimat utama tiap paragraf dan perhatikan, apakah ada
loncatan pembahasan dari satu paragraf ke paragraf yang lain.
4. Adakalanya anda menulis paper mengenai topik yang spesifik untuk
negara tertentu. Misalnya Natural Language Processing pada bahasa
Indonesia. Saat menulis paper internasional, anda harus bayangkan
bahwa pembacanya adalah orang yang tidak memahami bahasa
Indonesia. Sehingga untuk contoh-contoh yang memakai bahasa
Indonesia, harus diterjemahkan di dalam paper. Tanpa terjemahan, paper
anda tidak dapat difahami oleh reader.
5. Saat menulis alamat, hati-hati dengan penulisan singkatan jalan sebagai
Jl.. Lebih baik anda tulis lengkap Jalan, misalnya Jalan M.H. Thamrin,
karena Jl ada kemungkinan dibaca je-i oleh orang asing.
6. Orang Indonesia seringkali menulis simbol plus minus untuk menyatakan
lebih kurang, yaitu + 50. Secara teknis ini salah, karena artinya plus 50
dan minus 50. Hindari singkatan yang spesifik difahami secara informal
oleh orang Indonesia.
7. Dalam menulis angka, perhatikan bahwa bahasa Inggris memakai titik,
bukan koma untuk pemisah pada angka decimal. Demikian juga, penulisan
basis pada logaritma, hendaknya mengacu ke bahasa Inggris. Yaitu basis
ditulis sebagai subscript setelah log, bukan super script sebelum log.
Penulisan kita banyak mengacu ke Belanda.
8. Perhatikan jurnal yang dituju. Apabila anda mengirim ke jurnal berbasis
Eropa seperti Nature, ikutilah British English. Jika anda mengirim ke jurnal
berbasis Amerika, ikutilah US English. Lazimnya kalau IEEE mengikuti US.
Contoh beberapa kata yang berbeda penulisan: colour (British) vs color
(US), tumour (British) vs tumor (US)
9. Reviewer biasanya mengecek: abstract untuk mendapatkan quick view,
introduction untuk mengetahui posisi studi itu di belantara penelitian
sejenis, conclusion untuk mengetahui seberapa bagus hasil yang dicapai,
dan referensi untuk mengecek apakah author memakai referensi yang

5
terkini (rule of thumb: last 5 years papers), terpercaya dalam artian peer
reviewed.