Anda di halaman 1dari 16

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

A. TOPIK

Jenis TAK : Stimulasi Sensori Persepsi : Halusinasi Sesi 4


B. TUJUAN

Tujuan Umum : Klien dapat mencegah halusinasi dengan bercakap-cakap


Tujuan Khusus : 1 Klien memahami pentingnya bercakap-cakap dengan orang

. untuk mencegah munculnya halusinasi.


2 Klien dapat bercakap-cakap dengan orang lain untuk

. mencegah halusinasi.

C. LANDASAN TEORI

Halusinasi merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada klien dengan

gangguan jiwa. Halusinasi adalah persepsi tentang sesuatu stimulasi eksternal, tanpa

adanya suatu sumber stimulasi dari luar dan dapat terjadi pada gangguan organis, mental,

psikotik, sindroma putus obat dan gangguan afektif. (Stuart dan Sundeen, 1998).

Ada beberapa jenis halusinasi menurut stuart dan laraia (1998), terdapat beberapa

jenis halusinasi meliputi : halusinasi penglihatan, halusinasi pendengaran, halusinasi

penghidu, halusinasi pengecapan, halusinasi perabaan, dan halusinasi kinestetik.

Terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang

menggunakan aktivitas sebagai stimulus yang terkait dengan pengalaman masa lalu atau

kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Terapi Aktivitas kelompok (TAK) juga

merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan oleh perawat kepada sekelompok

1
klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai

terapi, dan kelompok digunakan sebagai target asuhan. Hasil diskusi dapat berupa

kesepakatan persepsi atau alternative penyelesaian masalah. Didalam kelompok terjadi

dinamika interaksi yang ketergantungan, saling membutuhkan, dan menjadi laboratorium

tempat klien berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang

maladaptif.. Klien dilatih mengekspresikan perasaannya terhadap stimulus yang

disediakan. Kemampuan klien di evaluasi dan di tingkatkan pada tiap sesi.

Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang

menggunakan aktivitas sebagai stimulus dan terkait dengan pengalaman atau kehidupan

untuk didiskusikan dalam kelompok. Terapi aktivitas kelompok pada sesi 4 adalah upaya

mencegah munculnya halusinasi dengan cara bercakap-cakap.

Di ruang perawatan cempaka merupakan tempat perawatan klien akut dimana ada

15 orang klien terdapat sekitar 50 % klien dengan gangguan persepsi sensori dan sisanya

25 % dengan isolasi sosial dan 25 % klien dengan resiko perilaku kekerasan. Sehingga

kelompok memilih kegiatan stimulasi persepsi sebagai kegiatan TAK di ruang perawatan

cempaka ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan persepsi klien dalam

mengekspresikan perasaan dan pikirannya, dan mampu mencegah munculnya halusinasi

denagn bercakap-cakap.

D. KLIEN

1. Karakteristik / kriteria

a) Klien yang mengalami halusinasi

2
b) Klien halusinasi yang sudah terkontrol

c) Klien yang dapat diajak kerjasama

d) Klien dapat mengidentifikasi halusinasinya

2. Proses seleksi

a) Berdasarkan observasi dan wawancara

b) Menindak lanjuti asuhan keperawatan

c) Informasi dan keterangan dari klien sendiri dan perawatan

d) Penyelesian masalah berdasarkan masalah keperawatan

e) Klien cukup kooperatif dan dapat memahami pertanyaan yang diberikan

f) Mengadakan kontrak dengan klien

3. Jumlah klien : 8 orang

E. PENGORGANISASIAN

1. Waktu

a. Hari / tanggal : Selasa, 15 Juni 2010

b. Waktu : Pukul 15.25 WIB s.d 15.40 WIB (40menit )

- Fase orientasi 10 menit

3
- Fase kerja 20 menit (mencegah halusinasi dengan

bercakap-cakap)

- Fase terminasi 15 menit.

c. Tempat : Ruang Cempaka

2. Tim terapis

a. Setting tempat : Peserta dan terapis duduk bersama dalam lingkaran

membentuk lingkaran

L
K K
F
CL
1 K K

K K

K
K K O
F
2

Keterangan : L : Leader K : Klien F : fasilitator

CL : Co.Leader O : Observer

4
b. Tim terapis dan uraian tugas

Leader

Uraian tugas :

1) Menjelaskan tujuan pelaksanaan TAK

2) Memperkenalkan diri dan memperkenalkan anggotanya untuk saling

mengenal

3) Menjelaskan peraturan kegiatan TAK sebelum kegiatan dimulai

4) Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok

5) Mampu memimpin TAK dengan baik

Co. Leader

Uraian tugas:

1) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke pemimpin tentang aktivitas

klien

2) Mengambil alih posisi leader jika kegiatan menyimpang

3) Mengingatkan leader tentang waktu

4) Bersama leader menjadi contoh bentuk kerjasama yang baik

5) Membantu leader mengorganisir klien

Fasilitator

Uraian tugas :

5
1) Memfasilitasi klienn yang kurang aktif

2) Berperan sebagai rolemodel bagi klien selama kegiatan berlangsung

3) Mempertahankan kehadiran peserta

Observer

Uraian tugas :

1) Mengobservasi jalannya atau proses kegiatan

2) Mencatat perilaku verbal dan non verbal klien selama kegiatan

berlangsung

c. Metode dan media

1) Metode yang digunakan

a) Dinamika kelompok

b) Diskusi dan Tanya jawab

c) Simulasi

2) Media

a) Teap recorder / radio

b) Kaset

6
c) jobstick

d) Buku catatan dan pulpen

e) Jadwal kegiatan klien

F. PROSES PELAKSANAAN

1. Orientasi

a. Salam terapeutik

• Mengucapkan salam

• Terapis dan peserta memakai papan nama (name tag)

b. Evaluasi/validasi

Menanyakan perasaan klien saat ini

c. Kontrak

• Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu

mengenal suara – suara yang didengar tentang isi, waktu terjadinya, situasi

terjadinya, dan perasaan klien saat terjadi halusinasi.

• Terapis menjelaskan aturan main, yaitu :

1) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus

meminta izin kepada terapis

2) Lama kegiatan 15 menit

7
3) Setiap klien harus mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

2. Tahap kerja

a. Terapis menjelaskan pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain untuk

mengontrol dan mencegah halusinasi.

b. Terapis meminta tiap klien menyebutkan orang yang biasa dan bisa diajak

bercakap-cakap.

c. Terapis meminta tiap klien menyebutkan orang yang biasa dan bisa diajak

bercakap-cakap.

d. Tearpis memperagakan cara bercakap-cakap jka halusinasi muncul “ Suster

ada suara ditelinga saya, Saya mau mengobrol saja dengan suster “ atau “

Suster saya mau mengobrol tentang kapan saya mau pulang ? “.

e. Terapis meminta klien untuk memperagakan percakapan dengan orang

disebelahnya.

f. Memberikan pujian atas keberhasilan klien.

g. Ulangi e sampai dengan f sampai semua klien mendapat giliran.

3. Fase terminasi

a. Evaluasi

8
• Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

• Terapis menanyakan TAK mengontrol halusinasi yang sudah dilatih.

• Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.

b. Tindak lanjut

• Terapis menganjurkan klien untuk menggunakan cara mengontrol

halusinasi, yaitu dengna bercakap-cakap.

• Terapis meminta klien untuk melaporkan isi, waktu, situasi dan

perasaannya jika terjadi halusinasi.

c. Kontrak yang akan datang

• Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK yang

berikutnya, yaitu cara mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap.

• Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya.

G. EVALUASI

Kriteria evaluasi

1. Struktur : Meliputi rencana TAK, proposal TAK, konsul proposal TAK, izin

kepala ruangan, mempersiapkan tempat.

2. Proses :

a. Meliputi proses kegiatan dari awal sampai akhir

9
b. Klien dapat menyebutkan suara – suara yang didengar dari tipe

recorder (isi, waktu, situasi dan perasaan saat terjadi suara tersebut)

c. Klien dapat menyebutkan isi, waktu terjadi halusinasi, situasi

terjadinya halusinasi dan perasaan saat terjadi halusinasi.

d. Kegiatan dilaksanakan tepat waktu

e. Leader dan Co.Leader dapat mengarahkan peserta untuk aktif

melaksanakan kegiatan TAK.

3. Hasil :

a. Diharapkan pasien dapat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

(100%)

b. Prosentase klien yang mampu menyebutkan

- Orang yang bisa diajak bicara

- Memperagakan percakapan

- Menyusun jadwal percakapan

- Menyebukan tiga cara mengontrol dan mencegah halusinasi

Sebesar 100%

H. FORMAT EVALUASI

Kemampuan bercakap-cakap untuk mencegah halusinasi

10
NO ASPEK YANG DI NILAI NAMA KLIEN

1. Menyebutkan orang yang biasa di ajak bicara

2. Memperagakan percakapan

3. Menyusun jadwal percakapan

4. Menyebutkan tiga cara mengontrol dan mencegah


halusinasi

Petunjuk :

a. Tulis nama penggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien dengan

inisial

b. Untuk setiap klien, beri penilaian atas kemampuanmenyebutkan orang yang

biasa diajak bicara, memperagakan percakapan, menyusun jadwal percakapan,

menyebutkan tiga cara mencegah halusinasi,. Beri tanda( √ ), jika klien mampu

dan tanda (x) jika klien tidak mampu.

11
STRATEGI PELAKSANAAN

TAK STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI

SESI 1 MENGENAL HALUSINASI

A. PROSES PELAKSANAAN TINDAKAN ( Strategi Komunikasi )

1. Fase orientasi

a. Salam terapeutik

“Assalamualaikum Wr.Wb….Selamat sore Ibu - Ibu dan mba, sesuai kontrak kita

yang kemarin hari ini kita akan melakukan TAK ya Ibu. Nah Ibu – Ibu dan Mba

disini sebelumnya sudah kenal belum dengan suster dan mantri yang ada disini…?

Bagus, tapi perkenankan sayar memperkenalkan kembali nama suster dan mantri

siapa tahu masih ada yang lupa dengan nama kami. Nama saya Suster Murniati,

disamping kanan saya berurutan dari Suster Nani, Bruder Ismail, dan disamping

kiri saya Suster Rima”.

b. Evaluasi / validasi

“Bagaimana kabar ibu – ibu dan Saudari pada sore ini? Apa semuanya sehat?

Semuanya sudah pada makan siang belum?”.

c. Kontrak

“Ibu sesuai kontrak kita kemarin hari ini kita akan melakukan TAK ya Bu,

Saudari dan TAK ini akan dilakukan selama 15 menit dimulai dari jam 15.00 WIB

s.d 15.45 WIB yang dilakukan diruang makan Cempaka ya bu. Tujuan kita

melakukan TAK ini adalah agar ibu – ibu dan mba disini dapat mengenal

halusinasi sampai dengan cara mengontrol halusinasi”.

12
2. Fase kerja

“Baiklah ibu kita mulai TAKnya ya. Tetapi sebelumnya saya akan menjelaskan

peraturan kegiatan hari ini, yaitu :

a. Selama kegiatan TAK berlangsung tidak ada yang boleh meninggalkan tempat

ini samapi dengan kegiatan selesai;

b. Jika ada yang ingin meninggalkan tempat ini, maka harus izin terlebih dahulu

dengan suster dan mantra yang ada disini;

c. Selama kegiatan berlangsung semua peserta harus ikut berperan dalam

kegiatan ini dan bila ada kesulitan akan dibantu oleh suster dan mantra yang ada

disini.

“Apakah semuanya sudah jelas dengan peraturannya? atau ada yang ingin bertanya?.

Baiklah kalau begitu ibu – ibu dan mba yang telah duduk ditempatnya masing –

masing, suster akan memperdengarkan suara – suara dari tipe recorder setelah itu ibu

menyebutkan suara apa itu, namun sebelumnya ibu harus mengangkat tangan bila

mau mencoba menyebutkan. Nah ibu – ibu perhatikan ya, suara apa ini?...... ayo ibu,

suara apa itu? Bagus ibu,,ibu tahu suara apa itu nah sekarang ibu mengambil jobstick

yang ada yang ada nomornya kemudian nomor yang ibu ambil ibu panggil sesuai

name tag ibu – ibu dan mba yang ada disini. Nah karna ibu yang bernomor ini maka

ibu sekarang berkewajiban untuk menjelaskan tentang halusinasi yang ibu alami. Ibu

mendengar apa? kapan terjadinya dan situasi yang menimbulkan halusinasi dan

perasaan ibu apa jika terjadi halusinasi itu? Bagus ibu telah menceritakan halusinasi

yang ibu rasakan, sekarang ibu yang duduk disebelah ibu tadi,,(secara bergantian

13
menceritakan halusinasinya), setelah itu Ibu – Ibu menyebutkan orang terdekat yang

biasa di ajak ngobrol, bisa keluarga, teman atau Suster dan Bruder yang ada di sini, di

harapkan Ibu - Ibu bila mengalami situasi yang seperti itu, jangan diam saja lebih baik

mengobrol sama orang-orang yang Ibu-Ibu sebutkan tadi. Wah ibu – ibu dan Mba

yang ada disini semuanya hebat Ya...! udah dapat menceritakan halusinasi yang

dialami, dan melakukan salah satu tindakan untuk mengontrolnya dengan cara

mengontrolnya, mari kita bertepuk tangan bersama semuanya… !!”

3. Fase terminasi

a. Evaluasi

• Subjektif : “Bagaimana perasaan ibu – bu dan mba setelah mengikuti

TAK hari ini? Apakah semuanya senang?”.

• Objektif : “Coba ibu – ibu dan mba sebutkan kembali suara apa saja

yang tadi kita dengar? Bagus sekali ibu – ibu dan mba”.

b. Rencana tindak lanjut

“Suster harap ibu – ibu dan mba yang ada disini melatih kemampuan

mempersepsikan suara - suara yang ibu dengar serta jika halusinasi ibu – ibu dan

mba muncul kembali, ibu dapat melaporkan isi, waktu, situasi dan perasaannya

jika terjadi halusinasi ibu kepada perawat atau mendiskusikannya dengan teman

yang ada disini”

c. Kontrak yang akan datang

14
“TAK untuk mengenal halusinasi telah selesai, namun masih ada TAK untuk

mengajarkan ibu – ibu dan mba yang ada disini mengenai cara mengontrol

halusinasi ibu dengan menghardik. TAK tersebut akan dilanjutkan oleh teman

saya suster Rima. Kegiatan TAK tersebut akan dilakukan selama 10 menit setelah

TAK untuk mengenal selesai, dan tempet dilakukannya TAK tetap disini di ruang

makan cempaka ya bu,. Ibu – ibu dan mba semua setuju?? Baiklah TAK ini akan

saya lanjutkan kepada suster rima,,,

Terimakasih ibu,,wasalamualaikum Wr Wb...!”

HASIL KEGIATAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK

Tabel evaluasi TAK Halusinasi : Sesi 4

Kemampuan bercakap-cakap untuk mencegah halusinasi

NO ASPEK YANG DI NILAI NAMA KLIEN


Ny. M Ny.D Ny.H Ny.J Ny.Y
√ √ √ × √
1. Menyebutkan orang yang biasa di ajak
bicara
√ √ √ × √
2. Memperagakan percakapan

√ √ √ × √
3. Menyusun jadwal percakapan

√ √ √ √ √
4. Menyebutkan tiga cara mengontrol dan
mencegah halusinasi

Berdasarkan tabel diatas didapatkan hasil terapi aktifitas kelompok sebagai berikut:

o Klien yang menyebutkan orang yang biasa diajak bicara yakni Ny.M, Ny. D,
Ny.H, Ny. Y dengan nilai hasil prosentase sebesar 80% klien menyebuitkan orang
yang biasa diajak bicara.

o Klien yang memperagakan cara bercakap – cakap yakni Ny.M, Ny. D, Ny.H,
Ny. Y dengan nilai hasil prosentase sebesar 80% klien memperagakan cara
bercakap – cakap.

15
o Klien yang menyusun jadwal kegiatan percakapan kedalam jadwal kegiatan
yakni Ny.M, Ny. D, Ny.H dengan nilai hasil prosentase sebesar 80% klien
menyusun jadwal kegiatan percakapan kedalam jadwal kegiatan.

o Klien yang menyebutkan 3 cara mengontrol dan mencegah halusinasi yakni


Ny.M, Ny. D, Ny.H dengan nilai hasil prosentase sebesar 80% klien
menyebutkan 3 cara mengontrol dan mencegah halusinasi.

Kesimpulan yang didapatkan setelah dilakukan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK)


halusinasi sesi 4 : mengontrol halusinasi dengan bercakap - cakap adalah 4 pasien yang
mengontrol halusinasi dengan bercakap – cakap dengan prosentase sebesar 80% dari 5
pasien yang mengikuti kegiatan TAK.

16