Anda di halaman 1dari 6

PAYUDARA DAN SUSUNANNYA

Payudara adalah bagian tubuh manusia yang terdapat pada daerah dada yang
terdiri dari :

- Kelenjar susu dan salurannya


- Jaringan lemak
- Kelenjar getah bening
- Otot-otot dada
- Jaringan kuli

Bagaimana perubahan struktu rpayudara mulai dari anak-anak sampai dewasa ?

- Pada masa anak-anak payudara hanya terlihat putting susu dan otot-otot
dada
- Pada masa akil balik kelenjar susu dan salurannya serta jaringan lemak
berkembang agar siap mengeluarkan air susu
- Perkembangan ini terjasi sampai pada usia dewasa.

Kanker payudara adalah Penyakit tumor ganas diseluruh jaringan payudara kecuali
jaringan kulit payudara yang dapat menyebar (metastasia) ke organ-organ yang lain
dan menyebabkan kematian.

Siapa saja yang beresiko terkena kanker payudara ?

- Perempuan yg dapat mensruasi pertama pada usia kurang dari 12 tahun.


- Perempuan yang menaupose diatas usia 50 tahun.
- Belum pernah melahirkan.
- Tidak pernah menyusui
- Melahirkan anak pertama diusia lebih dari 35 tahun
- Riwayat adanya penyakit tumor jinak.
- Adanya riwayat penyakit kanker pada anggota keluarga lainnya.
- Perokok aktif maupun pasif

Deteksi dini kanker payudara

Deteksi dini adanya kanker payudara dilakukan sesegera mungkin agar dapat
diobati apabila ditemui kelainan dan belum trjadi penyebaran.Deteksi dini kanker
payudara dapat dilakukan dengan berbagai cara , antara lain :

- SADARI (perikSA payuDAra sendiRi), yang dilakukan setiap hari ke 7-10


dihitung mulai dari hari pertama haid, atau bagi yang udah menaupose atar\u
yang tdak karena menggunakan KB dilakukan rutin setiap bulan pada tanggal
yang sama.
- Pemeriksaan klinis payudara oleh bidan / dokter
- Pemeriksaan dengan menggunakan ultrsonography ( USG)
- Pemeriksaan dengan menggunakan mamograf
Cara melakukan sadari

Sadari dilakukan untuk dapat mengetahui benjolan atau masalah lain sedini
mungkin.

1.berdirilah didepan cermin dengan di sisi tubuh dan lihat apakah ada
perubahan pa payudara.perubahan yang dapat terjadi dapat berupa perubahan
ukuran,bentuk dan warna kulit (kulit jeruk) atau ada cekungan/ada tarikan kulit
ke dalam angkat kedua tangan keaatas kepala,perhatikan apakah ada
perubahan tersebut pada payudara letakkan tangan di pinggang sambill
menekan pinggang dan perhatikan apakah terjadi perubahan pada payuda
.bungkukkan badan di depan cermin dan perhatikan apakah kedua payuda
menggantung seimbang.

2.rapatkan dan tekanlah telapak tangan dengan kuat ke sisi badan sehingga
payudara menonjol ke depan sambal terus mengmati apakah ada benjolan,atau
kulit mengerut seperti kulit jeruk,atau cekungan seperti lesung pipi pada putting
susu.

3.pencet dan urutlah pelan-pelan daerah sekitar putting sampai ujung putting
dan amati apakah keluar cairan yang tidak normal,seperti nanah yang kekuning-
kuningan dan berkadang bercampur darah.harus dibedakan dengan ASI pada
perempuan yg menyusui.

Lankah berikut dapat dilakukan sambal berdiri seperti pada no.4 atau berbaring
seperti no.5

4. Langkah ini dilakikan sambal berdiri, angkat lengan kanan k eats kepala .
gunakan tangan kiri ibu untuk dapat mereba payudara kanan dengan
menggunakan 3 jari (jari telunjuk, tengan dan manis) Mulailah dari bagian atas
payudara kiri dan gerakan jari-jari diseluruh bagian payudara dengan gerakan
memutar. Rasakan apakah ada benjolan atau penebalam, terus bergerak di
seputar payudara dengan gerakan memutar ke dalam sampai menyentuh
putting.

Pastikan untuk memeriksa daerah di antara payudara dengan bawah lengan dan
payudara dengan tulang selangka. Demikian selanjutnya lakukan pemeriksaan
dengan cara yang sama untuk payudara sebelah kiri

5. Apabila dilakukan sambal berbaring, letakkan lengan kanan di bawah kepala


dalam posisi tidur terlentang di atas tempat tidur dan mengganjal punggung
dengan bantal agar posisi payudara bebas. Gunakan tangan kiri untuk menekan
payudara kanan dengan ketiga jari (telunjuk, tengah, manis). Mulailah dan
bagian atas payudara kanan dan gerakkan jari-jari di seluruh permukaan
payudara dengan gerak memutar. Rasakan apakah terdapat benjolan atau
penebalan. Terus bergerak di seputar payudara dengan gerakan memutar ke
dalam sampai menyentuh putting. Pastikan untuk memeriksa daerah diantara
payudara dengan bawah lengan dan payudara dengan tulang selangka.
Demikian selanjutnya lakukan pemeriksaan dengan cara yang sama untuk
payudara sebelah kiri.

Apabila ada perubahan ukuran dan bentuk payudara, terdapat lipatan atau
cekungan (dimple) pada kulit payudara atau adanya benjolan keras atau
penebalan di dalam dekat payudara atau daerah bawah lengan dan tidak
bergerak, segera hubungi petugas kesehatan

Pencegahan Kanker Leher Rahim

Kanker Leher Rahim

Apakah Leher Rahim ?

Leher Rahim merupakan bagian terendah dari Rahim yang menonjol ke puncak
liang senggama/vagina (tunjukkan gambar leher Rahim) dan hanya dapat lipatan
dengan menggunaka alat (speculum)

Apakah itu Kanker Leher Rahim ?

Kanker leher Rahim adalah penyakit tumor ganas yang disebabkan oleh
virus yang ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat menyebar ke
organ-organ lain dan menyebabkan kematian.
Kanker leher Rahim dapat dicegah karena perkembangan virusnya
perlahan-lahan mulai dari luka dahulu dimana ibu tidak akan merasakan
apa apa, namun apabila tidak dicegah dan ibu merasakan kesakitan,
pendarahan atau komplikasi lainnya, maka sudah sulit untuk diobati dan
dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana Kita Mengetahui Leher Rahim Kita Sehat Atau Tidak ?

Sama halnya dengan kedua gambar jagung ini, dari luar kita tidak hanya dapat
mengetahui apakah isinya bagus atau tidak. Hanya dapat kita ketahui apabila
kulit/pembungkusnya kita buka.

Demikian pula dengan leher Rahim ibu, tidak dapat diketahui sehat atau tidak
hanya dari melihat ibu saja, namun harus dilakukan pemeriksaan dengan cara
melihat leher Rahim ibu.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Leher Rahim


Kanker leher Rahim disebabkan oleh virus yang bernama virus HPV. Penularannya
melalui hubungan sekesual namun seseorang akan lebih berisiko menderita kanker
leher Rahim apabila :

Menikah atau Melakukan hubungan seksual sebelum usia 17 thn


Berganti ganti pasangan seksual atau berhubungan dengan laki yang sering
bergantiang pasangan
Terpapar Infeksi Meluar Seksual (IMS)
Melahirkan anak banyak
Perokok baik aktif atau pasif
Penurunan daya tahan tubuh
Mempunyai saudara perempuan atau ibu yang menderita kanker leher Rahim

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Setiap perempuan yang telah melakukan hubungan seksual khususnya yang


berumur 30 - 50 tahun, sebaiknya menjalani deteksi dini kanker leher Rahim yang
dapat dilakukan dengan cara :

Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) : yaitu pemeriksaan leher
Rahim dengan mengoleskan asam cuka, atau
Tes Pap Smear : yaitu pengambilan jaringan pada leher Rahim yang akan
dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut

Perbedaan IVA dan Pap Smear antara lain :

Dengan tes IVA hasil dapat segara diketahui sedangkan Pap Smear membutuhkan
waktu 1-2 minggu. Biaya pemeriksaan tes IVA
relative lebih murah dibandingkan dengan Pap Smear.

Setelah Ibu mendengarkan penjelasan tentang Deteksi Dini Kanker Leher Rahim,
apakah Ibu tertarik untuk diperiksa ?

Tes IVA

Langkah Langkah Pemeriksaan

Apabila Ibu memilih untuk dilakukan test IVA, maka berikut adalah langkah langkah
pemeriksaan :

1. Sebelum dimulai pemeriksaan, bidan/dokter akan meanyakan data Ibu dan


memastikan Ibu tidak hamil, apabia Ibu hamil, lakukan pemeriksaan 6
minggu setelah melahirkan
2. Ibu akan diminta untuk melepaskan celana dalam dan menggunaka sarung
yang tersedia, setalh itu ibu dapat berbaring di tempat tidur dan
pemeriksaan akan dimulai
3. Apabila Ibu siap, tenang, jangan tegang, bernapas seperti biasa, bidan/dokter
akan memasukkan speculum (tunjukkan gambarnya) kedalam vagina agar
leher Rahim ibu dapat terlihat
4. Setalah itu leher Rahim ibu akan dibersihkan dan dioleskan asam cuka
dengan menggunakan kapas lidi untuk dapat melihat apakah ada perubahan
pada leher Rahim ibu
5. Setelah selesai, Ibu dapat berpakaian kembali. Hasil pemeriksaan dan apa
yang harus Ibu lakukan selanjutnya akan diberitahu oleh bidan/dokter

IVA Negatif

1. Apakah hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya perubahan atau


kelainan pada leher Rahim, ibu harap kembali lagi 5 tahun kemudian untuk
dilakukan pemeriksaan ulang, atau bila ada keluhan segera ke pelayanan
kesehatan walaupun sebelum 5 tahun
2. Walaupun hasil sekarang tidak menunjukkan adanya masalah, namun
masalah dapat muncul kemudian hari, untuk itu penting melakukan
pemeriksaan ulang setelah 5 tahun

Hasil Pemeriksaan Ada Perubahan (IVA Positif)

1. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan leher Rahim,


maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut denagn pengobatan dengan
cara Krioterapi atau mungkin mengharuskan Ibu untuk dirujuk ke rumah sakit
2. Ibu belum menderita kanker namun apabila tidak diobat segera virus dapat
menyebar dan berkembang menjadi kanker

Konseling Krioterapi

1. Hasil tes IVA Positif


Dapat diobati dengan proses krioterapi
2. Prosesnya adalah dengan menggunakan alat krio yang akan ditempelkan
pada leher Rahim dan membentuk bola es yang akan mencair dan
merontokkan bagian yang bermasalah. Rasanya akan sedikit tidak nyaman
dank ram seperti saat ibu menstruasi, namun tidak berlangsung lama

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Krio

1. Setelah selesai di krio ibu akan mengalami kram dan mengeluarkan cairan
bening (atau sedikit bercampur darah) yang biasanya berlangsung selama
kurang lebih 4 minggu
2. Hindari penggunaaan atau mengoleskan obat pada vagina, mengangkat
barang berat dan juga berhubungan seksual selama 1 bulan
3. 1 bulan, 6 bulan dan 1 tahun setelah dilakukan krio, Ibu harus kembali lagi
untuk dilakukan pengecekan/control ulang
4. Apabila setelah di krio ibu mengalamai demam selama lebih dari 2 hari, nyeri
pada perut yang amat sangat, pendarahan lebih dari 2 hari dan banyak dari
menstruasi dan adanya gumpalan darah, ibu segera kembali ke puskesmas
untuk dilakukan pemeriksaan.