Anda di halaman 1dari 4

APA ITU HERPES?

DokterSehat.com Anda pasti pernah mendengar

tentang penyakit yang satu ini, bukan? Apa lagi

sekarang ini sedang musim penyakit kulit yang

gejalanya mirip dengan herpes ini, tapi penyebabnya

adalah hewan-hewan kecil yang menempel pada

tanaman lalu terbang dan menempel di pakaian yang

sedang kita jemur. Karena gejala yang mirip itulah

banyak orang yang salah kaprah akan penyakit kulit

yang mereka derita tersebut dengan herpes.

Sebenarnya herpes yang sesungguhnya itu seperti apa,

sih?

Apa itu herpes?

Herpes atau kadang disebut dengan penyakit cacar

merupakan penyakit radang kulit yang ditandai dengan

pembentukan gelembung-gelembung berisi air secara

berkelompok. Penya

kit Cacar atau Herpes ini ada 2 macam golongan,

Herpes Simplex dan Herpes Zoster. Keduanya sama-

sama disebabkan oleh virus.

Herpes Simplex

Herpes Simplex dibagi menjadi dua tipe. Tipe 1 atau

dikenal dengan Herpes Simplex Virus-1 (HSV-1), virus ini

menyerang bagian mulut atau pinggang ke atas. HSV-1

pada kenyataannya adalah infeksi yang sangat umum.

Di Amerika Serikat, 30% sampai 90% dari orang yang


terkena herpes kulit lebih banyak pada orang dewasa,

walaupun banyak orang tidak pernah mengalami

gejala. HSV 1 seperti sariawan di mulut bibir dan ruam

lepuh lainnya, bisa diobati tapi tidak bisa sembuh

secara total karena sewaktu-waktu kalau tubuh lemah

bisa muncul lagi.

Tipe 2, biasa dikenal dengan HSV-2, virus ini

menyerang bagian pinggang ke bawah, biasanya

bagian kelamin sehingga biasa disebut dengan Herpes

Genitalis. HSV2 (herpes genitalis) tidak bisa menular

melalui udara, tetapi bisa menular melalui hubungan

sex. Herpes ini bisa muncul di vagina, dubur,

selangkangan kaki. Ini juga tidak bisa sembuh. Pada

laki-laki herpes ini bisa terlihat tapi pada perempuan

tidak kelihatan.

Herpes Zoster

Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit

yang merupakan lanjutan dari pada chickenpox (cacar

air) karena virus yang menyerang adalah sama. Hanya

terdapat perbedaan dengan cacar air, herpes zoster

memiliki ciri cacar gelembung yang lebih besar dan

berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di

bagian punggung, dahi atau dada. Proses penularan

herpes zoster ini bisa melalui bersin, batuk, pakaian

yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh

yang pecah.
Gejala Herpes

Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus

herpes secara umum adalah demam, menggigil, sesak

napas, nyeri dipersendian atau pegal di satu bagian

rubuh, munculnya bintik kemerahan pada kulit yang

akhirnya membentuk sebuah gelembung cair. Keluhan

lain yang kadang dirasakan penderita adalah sakit

perut. Biasanya gejala ini akan terjadi selama kurang

lebih 8 hari atau 1 minggu.

Penanganan dan Pengobatan Herpes

Hal terpenting yang harus dilakukan oleh si penderita

adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar

tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk

bagi kuman lain (infeksi sekunder), antara lain dengan

pemberian bedak talek yang membantu melicinkan

kulit. Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi

hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa

menimbulkan shock.

Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit

cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang

ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan

paracetamol. Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir,

famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai

antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri,

komplikasi serta melindungi seseorang dari

ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus


herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat

timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada

kulit, tidak perlu menunggu munculnya gelembung

cairan (blisters).

Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang

sangat lemah, penderita penyakit cacar (herpes)

sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV)

Acyclovir. Sebagai upaya pencegahan sebaiknya

seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela

zoster. Pada anak sehat usia 1 12 tahun diberikan

satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi pada

masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi

60% 80%. Setelah itu, untuk menyempurnakannya,

berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan

yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun.

Yang paling penting adalah jika mencurigai seseorang

memiliki infeksi herpes kulit, menginformasikan kepada

dokter adalah hal yang terbaik agar identifikasi awal

dan pengobatan infeksi kulit segera dilakukan demi

kepentingan kesehatan penderita itu sendiri maupun

kesehatan orang-orang disekitar ketika berinteraksi

(mencegah penularan).

Sumber: Berbagai Sumber