Anda di halaman 1dari 6

JUDUL ESAI

BONUS DEMOGRAFI SEBAGAI PELUANG EMAS INDONESIA MANDIRI

Karya ini disusun untuk mengikuti


Lomba National Essay Competition 2017
Menuju Untuk Indonesia Mandiri

Disusun oleh:
Ari Adrianto

IPA
SMAN4 JAYAPURA
JAYAPURA
2017
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk Republik. Indonesia kaya
akan sumber daya alamnya yang melimpah. Hampir di seluruh Indonesia mempunyai
tanah yang subur dikarenakan Indonesia memilki iklim yang tropis. Indonesia juga
merupakan negara yang dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah tersebut terbagi
atas kota dan kabupaten.

Di Indonesia sendiri terkenal dengan negara berpenduduk terbanyak di Asia


Tenggara dan merupakan negara dengan kepadatan penduduk terbanyak keempat di
dunia. Seperti yang kita tahu, setiap provinsi di Indonesia mempunyai sumber daya alam
dan sumber daya manusianya berbeda-beda dan dengan jumlah kepadatan penduduk yang
berbeda pula dan hal itu sangat tidak seimbang. Jakarta merupakan ibu kota dari
Indonesia, sehingga Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian yang ada
di Indonesia. Sudah hal yang wajar jika Jakarta merupakan salah satu kota padat
penduduk yang ada di Indonesia, tentu hal ini sangat berpengaruh pada perekonomian,
pendidikan, kebersihan dan masih banyak lainnya.

Pertambahan penduduk yang cukup besar setiap tahunnya memerlukan tambahan


dan sarana untuk menunjang kesejahteraan rakyat seperti sarana pendidikan, kesehatan
dan sebagainya. Hal tersebut tentu saja merupakan hal yang sangat rumit bagi pemerintah
dalam usaha membangun dan meningkatkan taraf hidup rakyat untuk menuju masyarakat
yang adil, makmur dan sejahtera sesuai cita-cita nasional bangsa Indonesia

Dalam ilmu yang mempelajari tentang kependudukan kita pasti sangat familiar
dengan kata demografi, demografi secara etimology (kebahasaan) berasal bahasa latin,
kata demograhie terdiri dari dua kata yaitu demos dan graphien, demos artinya
penduduk dan graphien berarti catatan, bahasan tentang sesuatu. Menurut Philips M.
Hanser dan Dadley Duncan (1991) dalam Dahroni dan Priyono (1995) dijelaskan bahwa
demografi adalah ilmu yang mempelajari tentang jumlah, perebaran teroterial, komposisi
penduduk, serta perubahan-perubahan dan sebab-sebab persebaran itu sendiri, yang biasa timbul
karena natalitas, mortalitas, gerak teroterial (migrasi), dan mobilitas sosial (perubahan status)
(sumber: http://eprints.ums.ac.id/5331/2/E100050083.PDF).

Demografi hampir sama dengan sesnsus kependundukan tetapi yang berbedanya


demografi lebih bersifat matematis. Intinya demografi dan kependudukan sama-sama
mengkaji tentang penduduk secara keseluruhan. Maksudnya adalah mengkaji penduduk
bukan dari sis individunya, tetapi penduduk secara keseluruhan di suatu wilayah atau
beberapa wilayah.

Pertambahan penduduk yang cukup besar setiap tahunnya memerlukan tambahan


dan sarana untuk menunjang kesejahteraan rakyat seperti sarana pendidikan, kesehatan
dan lain sebagainya. Hal tersebut tentu saja merupakan hal yang sangat rumit bagi
pemerintah dalam usaha membangun dan meningkatkan taraf hidup rakyat demi untuk
menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera sesuai cita-cita nasional bangsa
Indonesia. Karena itu Indonesia sangat membutuhkan demografi untuk meneliti jumlah
penduduk. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang hampir sama seperti Amerika.

Indonesia berbeda cukup jauh dengan Amerika Serikat, meskipun Amerika Serikat
mempunyai jumlah penduduk yang hampir sama dengan Indonesia namun Amerika
Serikat dapat mengendalikan perekonomian negaranya sehingga mereka dijuluki negara
maju, bukan hanya dalam perekonomiannya saja tetapi juga pendidikan, kesehatan,
tingkat pengangguran, lingkungan dan masih banyak lagi. Ada sedikit korelasi antara
kepadatan penduduk dan pembangunan ekonomi. Seperti Indonesia dan Amerika Serikat
memiliki kepadatan penduduk yang hampir sama, namun Amerika Serikat memiliki PDB
riil per kapita jauh lebih tinggi.

Kenaikan kepadatan penduduk ini telah sesuai dengan standar hidup yang
meningkat dan kualitas hidup yang lebih baik. Jika Amerika Serikat mampu mengatasi
jumlah penduduk yang banyak dan menjadikannya negara yang maju, maka bukan tidak
mungkin Indonesia yang berstatus sebagai negara berkembang, suatu saat nanti bisa
dijuluki negara yang maju. Mengingat Indonesia memilki potensi yang besar dalam
mengembangkan hal tersebut, potensi besar diantaranya ialah sumber daya alamnya yang
sangat melimpah. Bahkan jaman dahulu banyak negara yang ingin merebut wilayah
Indonesia karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Kita sebagai
warga negara Indonesia harus berbangga karena negara kita mempunyai kekayaan alam
yang sangat melimpah. Jika sumber daya alamnya dapat diolah secara maksimal maka
akan berguna untuk mendongkrak perekonomian kita yang masih lemah.
Namun padatnya penduduk juga kadang terdapat dampak negatifnya diantaranya:

Polusi Udara, berdirinya pabrik dan juga banyaknya kendaraan akan meningkatkan
polusi.
Negara yang mempunyai penduduk yang banyak cenderung memilih mengimpor
pangan dibanding mengekspor pangan. Karena cuaca bergolak, misalnya
kekurangan air bisa menempatkan tekanan pada produksi pangan global.
Dalam lingkungan global, misalnya, pembakaran bahan bakar fosil yang mengarah
ke tingkat yang lebih tinggi dari CO2, yang dapat memiliki konsekuensi yang
mengerikan potensi lingkungan dunia dan cuaca global.
Kemacetan.
Hilangnya potensi lahan hijau yang berdampak pada kualitas hidup.
Banyaknya pengangguran.

Secara umum, kota-kota tumbuh seperti Jakarta relatif tampil lebih menarik
dibandingkan kota-kota lain. Kota terlihat menarik jika mereka menawarkan gaji tinggi,
biaya hidup yang rendah, dan fasilitas rekreasi yang dekat (seperti danau, laut dan taman),
cuaca yang baik dan kejahatan yang rendah. Beberapa kota tumbuh lebih cepat daripada
yang lain karena perubahan daya tarik masyarakat. Kota mulai terlihat lebih menarik
ketika industri yang berada di kota tersebut tumbuh dengan pesat dan upah yang
tinggi. Maka dari itu, semakin banyaknya populasi penduduk di wilayah Indonesia bisa
saja berdampak positif, dampak positif tersebut diantaranya:

Skala ekonomi dalam infrastruktur nasional. Jika memiliki sistem jaringan jalan tol
/ kereta api yang menghubungkan berbagai bagian negara itu, kepadatan populasi
yang lebih besar akan membantu mengurangi biaya rata-rata jaringan transportasi.
Daerah perkotaan cenderung lebih hemat energi. Misalnya, di daerah terpencil
orang harus pergi jauh ke toko-toko. Di daerah perkotaan padat penduduk, toko-
toko dan fasilitas cenderung berada dalam jarak berjalan kaki.
Jaringan transportasi umum yang lebih efisien. Seperti kepadatan penduduk
meningkat, kota ini hampir dipaksa untuk beralih dari mobil ke lebih bentuk efisien
ruang transportasi, seperti sistem kereta api bawah tanah.
Modal intelektual yang lebih besar.
Teknologi memungkinkan standar hidup yang lebih tinggi dengan tingkat yang
lebih rendah dari populasi.
Meningkatnya populasi menciptakan permintaan tenaga kerja dan peningkatan
pasokan.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi bisa memiliki banyak keuntungan untuk
seluruh dunia. Seperti sebuah populasi yang besar diterjemahkan ke dalam pasar
domestik yang lebih besar, investasi merangsang pengetahuan dan menarik investor
dan perusahaan multinasional di daerah yang sebelumnya tidak memiliki
mereka. Imigrasi adalah hasil dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, yang dapat
sangat menguntungkan daerah tertentu dengan kekayaan dan keragaman sosial,
bahasa, dan agama. Hak Asasi Manusia (HAM) juga bisa mendapatkan keuntungan
dari pertumbuhan penduduk, karena lebih banyak orang yang bermanfaat bagi
advokasi hak asasi manusia global.

Demografi sangat diperlukan di Indonesia,karena dengan adanya demografi kita


dapat mengetahui jumlah penduduk, jumlah kematian dan angka kelahiran setiap
tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang pesat dapat berdampak baik dalam sebagian
aspek bidang dan dapat berdampak buruk juga pada beberapa bidang. Intinya kita harus
mampu menyikapi masalah padatnya penduduk dengan baik. Dan padatnya penduduk
tidak selamanya juga membawa dampak buruk.