Anda di halaman 1dari 4

Kusbaryanto, Peningkatan Mutu Rumah Sakit...

Peningkatan Mutu Rumah Sakit dengan Akreditasi

Increasing Hospital Quality by Accreditation


Kusbaryanto
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Email: kusbar@yahoo.co.id

Abstract

Hospital accreditation is a recognition by the government for hospitals that have met
the standards set. The general objective of accreditation is to get a description about the level
of compliance with the standards established by the hospitals in Indonesia, so the quality of
hospital services can be accounted for. Accreditation is beneficial to both the hospital itself,
the community and hospital owner. Accreditation of hospitals in Indonesia conducted by the
Commission on Accreditation of Hospitals (KARS). Hospital accreditation is one way to assess
the quality of hospital services. Improved quality of hospital services is very important, because
the hospital provides the most critical and dangerous in the system of care for activities of the
target is the human soul. The goal of this paper is to better understand that accreditation is very
important to improve the quality of the hospital.

Key words: hospital quality, hospital accreditation, service quality

Abstrak

Akreditasi Rumah Sakit adalah pengakuan pemerintah kepada rumah sakit yang telah
memenuhi standar yang telah tetapkan. Tujuan umum akreditasi adalah untuk mendapatkan
gambaran sejauh mana pemenuhan standar yang telah ditetapkan oleh rumah sakit-rumah sakit
di Indonesia, sehingga mutu pelayanan rumah sakit dapat dipertanggungjawabkan. Akreditasi
sangat bermanfaat baik bagi rumah sakit itu sendiri, masyarakat maupun pemilik rumah sakit.
Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Akreditasi rumah sakit merupakan salah satu cara untuk menilai mutu pelayanan rumah sakit.
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit merupakan hal yang sangat penting, karena rumah
sakit memberikan pelayanan yang paling kritis dan berbahaya dalam sistem pelayanan dan
sasaran kegiatannya adalah jiwa manusia. Tujuan penulisan makalah ini adalah agar lebih
dipahami bahwa akreditasi sangat penting bagi peningkatan mutu rumah sakit.

Kata kunci: mutu rumah sakit, akreditasi rumah sakit, mutu pelayanan.

Pendahuluan dalam rangka meningkatkan dan


memelihara kesehatan, pengobatan
Pemerintah mempunyai peran penyakit dan pemulihan kesehatan, selain
yang sangat besar dalam meningkatkan merupakan tanggung jawab pemerintah
kesejahteraan masyarakat, diantaranya juga merupakan hak bagi masyarakat untuk
adalah penyediaan pelayanan kesehatan ikut berperan serta.2 Diperlukan regulasi
termasuk penyediaan rumah sakit.1 agar peran ini dapat berjalan optimal.
Penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan Aktifitas regulasi secara umum ialah

86
Mutiara Medika
Vol. 10 No. 1:86-89, Januari 2010

pemberian izin, akreditasi dan sertifikasi. Hal Tujuan pengembangan rumah


tersebut merupakan tiga cara utama dalam sakit. Misi pengembangan rumah sakit
aktifitas regulasi pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk hal-hal sebagai berikut :
dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan. 1). Melindungi masyarakat dalam bentuk
Tujuan penulisan makalah ini adalah akuntabilitas publik; 2). Memacu perbaikan
agar lebih dipahami bahwa akreditasi sangat internal rumah sakit melalui feedback ke
penting bagi peningkatan mutu rumah sakit. rumah sakit dan internal benchmark; 3).
Sebagai mekanisme pemberian reward
Diskusi dan penyediaan konsultan; 4). Menciptakan
iklim transparansi dan kompetisi yang sehat
Akreditasi rumah sakit ialah suatu dalam mencapai misi kesehatan prima; 5).
pengakuan yang diberikan oleh pemerintah Tujuan benchmark antar rumah sakit. 6
pada rumah sakit karena telah memenuhi Tujuan akreditasi rumah sakit.
standar yang disyaratkan. 3 Akreditasi Tujuan umum akreditasi adalah mendapat
rumah sakit merupakan salah satu cara gambaran seberapa jauh rumah sakit-rumah
pemantauan bagi pelaksanaan pengukuran sakit di Indonesia telah memenuhi standar
indikator kinerja rumah sakit. Pengembangan yang telah ditetapkan sehingga mutu
penilaian terhadap kinerja rumah sakit pelayanan rumah sakit dapat dipertanggung
merupakan tugas dari pemerintah dalam jawabkan. Sedangkan tujuan khususnya
hal ini adalah Departemen Kesehatan. Di meliputi: (1) memberikan pengakuan
dalam buku Pedoman Penyelenggaraan dan penghargaan kepada rumah sakit
Rumah Sakit disebutkan bahwa rumah yang telah mencapai tingkat pelayanan
sakit diharuskan mempunyai program kesehatan sesuai dengan standar yang telah
peningkatan mutu baik internal maupun ditetapkan, (2) memberikan jaminan kepada
eksternal, untuk mengevaluasi seluruh petugas rumah sakit bahwa semua fasilitas,
kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan tenaga dan lingkungan yang diperlukan
bagi pasien. Program peningkatan mutu tersedia, sehingga dapat mendukung upaya
internal dapat dilakukan dengan metode penyembuhan dan pengobatan pasien
dan teknik yang dipilih dan ditetapkan oleh dengan sebaik-baiknya, (3) memberikan
rumah sakit. Program peningkatan mutu jaminan dan kepuasan kepada customers
eksternal dapat dilakukan melalui akreditasi, dan masyarakat bahwa pelayanan yang
sertifikasi ISO dan lain-lain. 4 diberikan oleh rumah sakit diselenggarakan
Di dalam Undang-Undang nomor 44 sebaik mungkin. 7
tahun 2009 tentang Rumah Sakit bagian Manfaat akreditasi bagi rumah
ketiga pasal 40 disebutkan bahwa dalam sakit ialah: 1). Akreditasi menjadi forum
upaya meningkatkan mutu pelayanan komunikasi dan konsultasi antara rumah
Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi sakit dengan lembaga akreditasi yang
secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali.5 akan memberikan saran perbaikan untuk
Program akreditasi rumah sakit di Indonesia peningkatan mutu pelayanan rumah sakit;
dimulai pada tahun 1996 merupakan 2). Melalui self evaluation, rumah sakit
pelaksanaan dari Sistem Kesehatan dapat mengetahui pelayanan yang berada
Nasional (SKN). Pada SKN dijelaskan di bawah standar atau perlu ditingkatkan;
bahwa akreditasi rumah sakit adalah 3). Penting untuk penerimaan tenaga;
penilaian terhadap mutu dan jangkauan 4). Menjadi alat untuk negosiasi dengan
pelayanan rumah sakit secara berkala perusahaan asuransi kesehatan; 5). Alat
yang dapat digunakan untuk penetapan untuk memasarkan (marketing) pada
kebijakan pengembangan atau peningkatan masyarakat. 6). Suatu saat pemerintah
mutu. Tujuan penulisan ini adalah agar lebih akan mensyaratkan akreditasi sebagai
dipahami bahwa akreditasi adalah penting kriteria untuk memberi ijin rumah sakit yang
bagi peningkatan mutu rumah sakit terutama menjadi tempat pendidikan tenaga medis/
bagi stakeholder rumah sakit. keperawatan; 7). Meningkatkan citra dan
kepercayaan pada rumah sakit.

87
Kusbaryanto, Peningkatan Mutu Rumah Sakit ...

Manfaat akreditasi rumah sakit KARS. Namun pada pelaksanaannya rumah


bagi masyarakat adalah: 1). Masyarakat sakit diminta menyusun rencana kegiatan
dapat memilih rumah sakit yang baik akreditasi dan dari rencana kegiatan rumah
pelayanannya; 2). Masyarakat akan merasa sakit tersebut Direktur Jendral Pelayanan
lebih aman mendapat pelayanan di rumah Medik menentukan jadwal pelaksanan
sakit yang sudah diakreditasi. survei, dan rumah sakit harus mengirimkan
Manfaat akreditasi bagi karyawan self assessment.
rumah sakit ialah: 1). Merasa aman karena KARS mempunyai surveyor yang
sarana dan prasarana sesuai standar; 2). bertugas mengadakan kunjungan lapangan
Self assessment menambah kesadaran (site visit). Ada tiga kategori surveyor, yaitu
akan pentingnya pemenuhan standar dan (1) surveyor administrasi, melakukan survei
peningkatan mutu. Manfaat akreditasi bagi terhadap administrasi dan manajemen,
pemilik rumah sakit ialah pemilik dapat rekam medik, pelayanan farmasi dan K3
mengetahui rumah sakitnya dikelola secara (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), (2)
efisien dan efektif. surveyor medik, melakukan survei terhadap
Sesuai dengan surat keputusan pelayanan medis, pelayanan gawat darurat,
Menteri Kesehatan Republik Indonesia pelayanan radiologi, pelayanan laboratorium
Nomor 1165 A tahun 2004 tentang Komisi dan pelayanan kamar operasi, (3) surveyor
Akreditasi Rumah Sakit, akreditasi Rumah keperawatan, melakukan survei pada
Sakit di Indonesia dilakukan oleh Komisi pelayanan keperawatan, pengendalian
Akreditasi Rumah Sakit (KARS). KARS infeksi nosokomial dan pelayanan perinatal
adalah organisasi penyelenggara akreditasi risiko tinggi.8
yang bersifat fungsional, non struktural, Status akreditasi ditetapkan oleh
independen dan bertanggung jawab kepada Direktur Jendral Pelayanan Medik
Menteri. 8 Tugas KARS ialah melakukan Departemen Kesehatan atas usulan dari
perencanaan, pelaksanaan, pengembangan KARS. Ada empat kemungkinan status
dan pembinaan di bidang akreditasi rumah akreditasi yaitu: (1) Tidak terakreditasi, yaitu
sakit sesuai dengan ketentuan yang berlaku bila rumah sakit belum mampu memenuhi
dan perkembangan akreditasi internasional. standar yang ditetapkan, (2) Akreditasi
Dalam melaksanakan tugasnya, KARS bersyarat, yaitu apabila nilai total lebih dari
menjalankan fungsi: (1) perumusan 65 % tapi kurang dari 75 %, tidak ada nilai di
kebijakan dan tata laksana akreditasi rumah bawah 60 %, dalam waktu satu tahun akan
sakit, (2) penyusunan rencana strategi dinilai lagi, (3) Akreditasi penuh, yaitu bila
akreditasi rumah sakit, (3) mengangkat nilai total lebih dari 75 %, tidak ada nilai di
dan memberhentikan tenaga surveyor, (4) bawah 60 %, masa berlaku tiga tahun, (4)
menetapkan statuta KARS dan dan aturan Akreditasi istimewa, untuk 5 tahun masa
internal pelaksanaan survei akreditasi, (5) berlaku, didapat setelah tiga kali berturut-
penetapan status akreditasi dan penerbitan turut mendapat akreditasi penuh.
sertifikasi akreditasi, (6) penyelenggaraan Penjaminanan mutu dan akreditasi.
pendidikan dan pelatihan di bidang Akreditasi rumah sakit merupakan salah
akreditasi dan mutu layanan rumah sakit, (7) satu cara untuk menilai mutu pelayanan
pelaksanaan penelitian dan pengembangan rumah sakit. Kegiatan akreditasi adalah
di bidang akreditasi. penilaian sendiri (self assessment) yang
Metode yang digunakan pada dilakukan oleh rumah sakit dan proses
program akreditasi ialah sebagai berikut: (1) penilaian dari luar (external peer review)
survei pra akreditasi, rumah sakit menilai diri untuk menilai mutu layanan dihubungkan
sendiri (self assessment) setelah menerima dengan standar dan cara penerapannya.
kuesioner pra akreditasi, (2) survei Pada tahun 1989 telah dilaksanakan
akreditasi, survei dilakukan oleh surveyor suatu survei terhadap 11 rumah sakit
yang ditugaskan oleh KARS. Survei ini pemerintah dari pelbagai jenis dan ukuran
dilakukan di lokasi rumah sakit setelah (kelas) di Indonesia. Tujuan survei ini adalah
kuesioner pra akreditasi dievaluasi oleh mencari sebab rendahnya mutu pelayanan

88
Mutiara Medika
Vol. 10 No. 1:86-89, Januari 2010

rumah sakit. Asumsi yang ada pada saat itu sakit di Indonesia yang telah memenuhi
adalah rumah sakit pemerintah memperoleh standar sehingga mutu pelayanannya
peralatan medik dari pemerintah, maka dapat dipertanggungjawabkan.
kinerja rumah sakit menjadi lebih baik
sehingga mutu pelayanan juga meningkat. Daftar Pustaka
Hasil survei menemukan terdapat sembilan
defisiensi di rumah sakit yang perlu diperbaiki 1. Brenan dan Berwick. 1996. New Rules:
karena menjadi penyebab rendahnya Regulation, Markets, and the Quality
kinerja atau mutu pelayanan di rumah sakit. of Amerika Health Care,Jossey-Bass
Diantara defisiensi tersebut, yang menarik Publishers, San Francisco.
adalah ketidak tahuan staf rumah sakit 2. Departemen Kesehatan Republik
belum mengenai konsep peningkatan mutu. Indonesia. 2008. Legalitas Pendirian
Hasil survei tersebut kemudian dijadikan Rumah Sakit Swasta, Jakarta,
dasar dalam program peningkatan mutu Departemen Kesehatan.
pelayanan di rumah sakit. 9 3. Departemen Kesehatan Republik
Peningkatan mutu pelayanan rumah Indonesia. 1994. Pedoman Akreditasi
sakit merupakan hal yang sangat penting, Rumah Sakit, Jakarta, Departemen
karena rumah sakit memberikan pelayanan Kesehatan.
yang paling kritis dan berbahaya. Hal 4. Departemen Kesehatan Republik
tersebut dikarenakan yang menjadi sasaran Indonesia. 2007. Pedoman
kegiatan adalah jiwa manusia, maka semua Penyelenggaraan Rumah Sakit,
bentuk pelayanan di rumah sakit harus Jakarta, Departemen Kesehatan; 13-
bermutu tinggi. Sejak saat itu diperkenalkan 14.
berbagai upaya peningkatan mutu seperti 5. Undang-Undang Republik Indonesia
Quality Assurance, gugus kendali mutu, nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
akreditasi, Isqua, dan lain-lain kepada Sakit.
rumah sakit. 10 6. Supari, S. F. 2010. Kebijakan
Pada saat ini, seiring dengan Pengembangan Rumah Sakit di
kemajuan ilmu dan teknologi, maka Indonesia diakses dari http://tiopenta.
pendekatan peningkatan mutu lebih wordpress.com/2008/05/29/kebijakan-
dikaitkan dengan penilaian output/outcome arah-pengembangan-rumah-sakit-di-
dari pelayanan, terutama dikaitkan dengan indonesia
kepuasan pasien, aspek klinik, efisiensi 7. Soepojo. 2002. Benchmarking system
dan lain sebagainya. Paradigma mutu yang akreditasi rumah sakit oleh komisi
mengutamakan kepuasan pasien lebih gabungan akreditasi rumah sakit
mengutamakan luaran atau dampak dari (Indonesia) dan Australia Council on
suatu pelayanan. healthcare standards (Australia). Tesis.
Program Pasca Sarjana Universitas
Kesimpulan Gadjah Mada, Yogyakarta.
8. Departemen Kesehatan Republik
1. Pelayanan rumah sakit merupakan Indonesia. 2004. Surat Keputusan
pelayanan yang paling kritis dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
berbahaya karena sasaran kegiatannya Nomor 1165 A tahun 2004 tentang
adalah jiwa manusia, maka semua Komisi Akreditasi Rumah Sakit, Jakarta,
bentuk pelayanan di rumah sakit harus Departemen Kesehatan; hal: 2.
bermutu tinggi. 9. Departemen Kesehatan Republik
2. Akreditasi rumah sakit adalah Indonesia. 2004. Indikator Kinerja
pengakuan dan penghargaan kepada Rumah Sakit, Jakarta, Departemen
rumah sakit yang telah mencapai tingkat Kesehatan; hal: 2.
pelayanan kesehatan sesuai dengan 10. Mulyadi dan Bagus. 2001. Petunjuk
standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan Indikator Mutu Pelayanan
3. Tujuan umum akreditasi adalah Rumah Sakit Jakarta, Departemen
mendapat gambaran rumah sakit-rumah Kesehatan.

89