Anda di halaman 1dari 3

NAMA NPM NO.

URUT KELAS
Ridwan Kurniawan 3334150075 30 A
Subhan Martadinata 3334141861 2 A
Yafi Nur Hanif 3334150034 13 A
Dosen : -Soesaptri Oediyani

- Tiara Triana

Mata Kuliah: Pengolahan Mineral

Beneficiation Of Iron Ore

Dalam industry modern dan kehidupan sehari-hari, tembaga memiliki banyak aplikasi
dan permintaan yang tinggi. Tembaga memiliki peran penting dalam kelistrikan, komunikasi,
petrokimia, perabotan rumah, metalurgi, dan lain-lain.

Benefisiasi dari bijih dan mineral dapat meliputi crushing, grinding, washing,
filtration, sorting, sizing, gravity concentration, flotation, electrowinning, roasting, leaching,
dan lain-lain tergantung dari karakteristik bijih dan kepentingan ekonomi.

Secara umum, benefisiasi bijih tembaga adalah:

- Crushing
- Grinding
- Concentration
- Roasting
- Smelting
- Converting
- Fire Refining
- Electrorefining

Secara skematik, benefisiasi bijih tembaga adalah:


a. Crushing
Crushing adalah salah satu proses kominusi yang bertujuan untuk mengecilkan
ukuran bijih. Dalam tembaga, crushing umumnya menggunakan alat jaw crusher.
b. Grinding
Grinding juga merupakan salah satu proses kominusi yang bertujuan untuk
mengecilkan ukuran bijih. Pada umumnya, proses grinding ini menggunakan ball
mill.
c. Flotasi
Flotasi merupakan proses pengapungan. Bihih yang dihaluskan ke dalam
campuran air dan suatu fluida tertentu. Lalu udara ditiupkan sehingga
menghasilkan gelembung udara. Bijih yang mengandung logam akan berikatan
dengan fluida tersebut dan menempel pada gelembung udara kemudian
mengapung ke permukaan, sementara pengotornya akan tertinggal di dasar air.
d. Roasting
Hasil pengapungan selanjutnya dipanggang dalam udara terbatas pada suhu
dibawah titik lelehnya(<700o C) untuk menghilangkan kadar air pada bijih yang
mungkin masih ada pada saat pemekatan dan belerang yang hilang sebagai
blerang dioksida.
e. Converting
Cu2S atau matte yang yang diperoleh kemudian direduksi dengan cara dipanaskan
dengan udara terkontrol, sesuai reaksi
2Cu2S(s) + 3O2(g) 2Cu2O(s) + 2SO2(g)
Cu2S(s) + 2Cu2O(s) 6Cu(s) + SO2(g)
Tembaga yang diperoleh pada tahap ini disebut blister atau tembaga
lepuhan sebab mengandung rongga-rongga yang berisi udara. Alat yang
digunakan dalam converting ini adalah cylindrical converter. Dalam proses ini,
menghasilkan terak yaitu S(sulfur), Zn, Mg, Al, Fe, Sn. Kemudian ulagi sehingga
ada tahap kedua yang hasil akhirnya SO2 dan O2.
f. Electrolysis
Tahap Akhir dengan pemanasan 50-60% dan akan menghasilkan CU 99,95% Cu