Anda di halaman 1dari 3

RESUMEN

MEKANIKA BATUAN

OLEH :

NAMA : CHANDRA CHRISTIAN MANURUNG


NIM : DBD 113 131

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS PALANGKARAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
2017

POINT LOAD TEST


Point load test ( Test Franklin ) adalah suatu test yang bertujuan untuk menentukan
kekuatan (strength) dari percontohan batu yang di tes baik berupa silinder maupun yang
bentuknya tidak beraturan. Point load test termasuk dalam uji kuat tekan, karena pada uji kuat
tekan terdapat dua macam test yaitu Point load test dan Brazilian test. Point load test
dilakukan untuk Menentukan nilai-nilai

Index strength (Is) dan Kuat tekan ( ) dari percontohan batuan secara tidak langsung
dilapangan. Tiga Macam Tes PLT :

1. Axial Test

D D
L = 1.1 0.05 Jadi L = 1.05

1.15

Catatan : Pada sampel di beri tanda titik di atas dan di bawah.

2. Diametrical Test

L > 0.7 D

Pada sampel diberi tanda titik di tengah-tengahnya.

Catatan : Pada sampel diberi tanda titik di tengah-tengahnya

3. Irreguler Test

D
L = . .

Catatan : Pada uji ini, sampelnya tidak beraturan dan di beri tanda titik di tengah-tengah
sampel.

a. Diametral
b. Axial
c. Block
d. Irregular Lump

Mesin pengujian point load test, untuk menekan perconto yang berbentuk silinder,
balok atau tidak bentuk tidak beraturan lainnya dari satu arah secara menerus/ kontinu hingga
perconto pecah. Mistar, untuk mengetahuai jarak perubahan axial antara dua konus penekan
pada alat point load test. Dial gangue untuk mengukur beban maksimum yang dapat diterima
contoh batuan hingga contoh tersebut pecah.
APPARATUS

Tujuan uji tekan adalah untuk mengukur kuat tekan uniaksial sebuah contoh batuan
dalam gemoteri yang beraturan, baik dalam bentuk silinder, balok atupun prisma dalam suatu
arah (uniaksial). Tujuan utama uji ini adalah untuk klasifikasi kekuatan dan karakterisasi
batuan utuh. Hasil uji ini menghasilkan beberapa informasi yaitu kurva tegangan regangan,
kuat tekan uniaksial, Modulus Young, Nisbah Poisson, Faktur energi dan spesifikasi faktur
energi.

Perbandingan antara tinggi dan fiameter percontoh (L/D) mempengaruhi nilai kuat
tekan batuan. Untuk perbandingan L/D = 1 kondisi tegangan triaksial saling bertemu
sehingga akan memperbesar nilai kuat tekan batuan untuk pengujian kuat tekan. Digunakan 2
< l/D < 2,5. Makin besar l/D maka kuat tekan akan bertambah kecil.