Anda di halaman 1dari 3

30

terjadinya kejang terutama imipenem. Ertapenem dan meropenem tampaknya


kurang bersifat epileptogenic. F.

Penggunaan Klinis Carbapenem diindikasi untuk infeksi yang disebabkan oleh


kuman yang masih susceptible namun resisten terhadap obat-obat lain yang
tersedia. Misalnya untuk infeksi oleh pseudomonas aeruginosa dan untuk
penatalaksanaan infeksi campuran antara aerob dan anaerob.

Carbapenem juga aktif terhadap banyak kuman tergolongan highly penicillin


resistant strain of pneumococcus

5.

Monobactam

Monobactam aktif hanya terhadap kuman gram negatif aerob. Aztreonam


merupakan satu-satunya monobactam yang tersedia dipasaran dan sttrukturnya
berupa monocylic

-laktam yang merupakan hasil modifikasi dari senyawa yang dihasilkan oleh
Choromobacterium violacum. Tidak bermanfaat untuk kuman gram negatif dam
anaerobic. Aztreonam melakukan penetrasi membran bagian luar dari kuman gram
negatif dan resisten terhadap hydrolisis oleh class A plasmid dan Chromosomal

-laktam dan class B enzyme. Diinaktivasi oleh class A carbapenemase, ESBL dan
class C

-laktamase. Aztreonam tidak diabsobsi melalui saluran pencernaan. Pemberian


aztreonam sebanyak 500mg secara intramuscular akan menghasilkan konsentrasi
dalam serum sebesar 21-27 mg/ml pada 1jam pertama dan akan menjadi 4-6mh/ml
6jam sesudahnya. Konsentrasi dalam serum 1 jam sesudah pemberian secara im
memberikan hhasil yang sama sengan pemberian secara iv. Aztreonam
diekskresikan melalui ginjal. Pada dewasa dengan fungsi ginjal dan hati normal,
waktu paruh aztreonam sekitar 2 jam. Pada neonatus usia 7 hari dan bera badab
<2,5 kg , waktu paruh berkisar 5,5-9,9 jam. Sedangkan pada dewasa dengan
gangguan fungsi hati dan ginjal maka waktu paruhnya berubah menjadi 8jam pada
keadaan creatinine clearance, 10mg/ml.sedangkan pada pasien dengan gangguan
fungsi yang ringan maka tidak perlu dilakukan penyesuaian dosis.

31

Aztreonam jarang digunakan untuk terapi empiris karena spektrum luas aktifitas
yang dimilikinya terbatas pada kuman aerobic gram negatif. Aztreonam telat
digunakan telah digunakan dengan aman bersamaan dengan clindamycin,
erthromycin, metronidazole, penicillinx dan vanomycin. Penggunaan yang paling
utama adalah untuk infeksi yang disebabkan oleh kuman aerob gram negatif pada
pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap penicillin maupun beta lactam lainnya.
Juga bisa digunakan intuk terapi infeksi yang disebabkan mettalo-beta-lactamase.
Dosis yang biasa diberikan adalah 1-2 gram secara iv maupun im setiap 6-8jam.

32

Kesimpulan

Antibiotik golongan

-laktam merupakan obat antimikrobial yang sangatlah berguna dan sangat sering
diresepkan yang memiliki persamaan struktur dan mekanisme kerja, yaitu
menghambat sintesis peptidoglikan pada dinding bakteri. Beberapa obat yang
masuk dalam golongan antibiotik ini antara lain adalah: Penicillin, beta lactamase
inhibitor (penghambat enzim beta lactamase), chepalosporins, carbapenem dan
monobactam. Masing-masing golongan memiliki struktur, mekanisme kerja,
farmakologi, farmakokinetik, efek samping dan toksisitas, penggunaan klinis dan
dosis yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu membunuh bakteri.

Kepustakaan

1.

Mandell GL, Bannett JE, Dollin R. Mandell, Douglas, and Bennetts


Principle and Practice of Infectious Diseases, 7th ed. Philadelphia: Elsevier Churchil
Livingstone, 2010. 2.

Cohen J, Powderly WG, Opal SM. Infectious Disease 3rd ed. Elsevier Mosby, 2010. 3.

Bannet PM, Brown MJ. Clinical Pharmacology 9th ed, Churchil Livingstone, 2003. 4.

Guilfoile Patrick. Antibiotik-Resistant Bacteria.Infobase Publishing, 2007. 5.

Bauman RW. Microbiology: with diseases by Body System 3rd ed. Pearson, 2012. 6.

Customer Education: Antibitics Classification and Modes of Action. Biomerieux,


2008. 7.

Katzung BG, Masters BS, Trevor AJ, Basic and Clinical Pharmacology, 11th ed. Lange,
2009