Anda di halaman 1dari 4

BAB 3.

APLIKASI TEORI

3.1 Gambaran Kasus


Di sebuah desa bernama Desa Arso, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua
hidup satu keluarga seorang petani Katholik. Keluarga tersebut adalah
keluarga Tn. G. Tn. G (45) adalah lulusan SD yang memiliki istri Ny. C (43)
yang lulusan SD serta memiliki dua orang anak. Anak Tn. G bernama An. O
dan An. K. Keluarga tersebut adalah keluarga petani yang memiliki tingkat
ekonomi rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari keadaan rumah dan isi rumah
mereka. Hal tersebut disebabkan oleh minimnya penghasilan Tn. G sebagai
petani. Istri Tn. G, Ny. C berprofesi sebagai pedagang di pasar tradisional
setempat untuk membantu perekonomian keluarganya. Anak sulung mereka,
An. A sekarang berumur 8 tahun dan sudah bersekolah di kelas 1 SD
setempat. Sedangkan anak bungsu mereka masih berumur 5 tahun dan masih
bersekolah di TK setempat yang berada di dekat SD kakaknya. Karena orang
tua mereka harus bekerja setiap hari, mereka pergi maupun ke sekolah tanpa
diantar maupun dijemput oleh orang tuanya. Suatu hari, saat liburan hari
Minggu mereka asyik bermain di sawah berlumpur tepat Tn. G bekerja. Saat
pulang dari sawah, mereka tidak mencuci tangan mereka sebelum makan. Hal
tersebut juga dipengaruhi oleh minimnya sumber air bersih di desa tersebut.
Keesokan harinya, mereka berdua mengeluh sakit perut dan mengalami mual
hingga muntah serta diare. Tn. G dan Ny. C sepakat untuk membawa kedua
anaknya ke perawat desa setempat karena mereka percaya bahwa Tuhan akan
menyembuhkan anak mereka jika mereka membawa kedua anaknya ke
petugas kesehatan. Akhirnya mereka tidak masuk sekolah dan Ny. C tidak
berjualan di pasar untuk mengantar mereka ke perawat desa terdekat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, perawat mendiagnosa bahwa mereka
mangalami diare dan cacingan yang disebabkan oleh cacing yang masih
melekat di tangan mereka saat pulang dari sawah kemarin. Perawat
menyarankan agar Ny. C membawa kedua anaknya ke rumah sakit.
3.2 Pengkajian
3.2.1 Faktor Teknologi
Perkembangan teknologi yang sangat pesat di dunia masih belum
menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah Papua.
Karena minimnya air bersih di Desa Arso membuat kedua anak Tn. G
mengalami cacingan.

3.2.2 Faktor Agama dan Filosofi


Agama yang dianut oleh keluarga Tn. G adalah Katholik. Mereka
percaya jika Tuhan akan menyembuhkan anak mereka jika mereka
membawa anak mereka kepada tenaga kesehatan agar medapat
pelayanan kesehatan

3.2.3 Faktor Kekeluargaan dan Sosial


Keluarga Tn. G adalah keluarga yang memiliki keterikatan sosial yang
kuat. Hal tersebut terbukti karena walaupun Ny. C harus berdagang di
pasar, namun beliau lebih memilih membawa kedua anaknya ke
perawat desa setempat.

3.2.4 Nilai-Nilai Budaya, Kepercayaan, dan Gaya Hidup


Pekerjaan Tn. G adalah petani. Ny. C membantu suaminya untuk
mendapatkan biaya kebutuhan rumah tangga dengan menjadi
pedagang di pasar tradisional setempat karena penghasilan Tn. G yang
tidak mencukupi kebutuhan keluarga.

3.2.5 Faktor Ekonomi


Keluarga Tn. G adalah keluarga yang memiliki tingkat ekonomi
rendah. Ny. C membantu Tn. G mencari biaya kebutuhan keluarga
dengan menjadi pedagang di pasar tradisional setempat.

3.2.6 Faktor Pendidikan


Tn. G dan Ny. C adalah lulusan SD, namun mereka tetap percaya
bahwa kesehatan adalah hal utama.

3.3 Diagnosa Keperawatan


Diare b.d parasit yang disertai dengan mual dan muntah
3.4 Rencana Keperawatan
No Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Interversi Keperawatan

1. Diare b.d Setelah dilakukan 1. Culture care perservation


parasit pendekatan selama 1x24 (maintenance)
jam masalah diare dapat a. Beri dukungan keluarga
untuk membawa kedua
teratasi dengan kriteria
anaknya berobat ke rumah
hasil adalah : sakit
b. Identifikasi sejauh mana
Keluarga mau membawa
pengetahuan mereka tentang
kedua anaknya berobat ke
pengobatan di rumah sakit
rumah sakit
c. Sikap tenang dan tidak
terburu-buru saat berinteraksi
dengan keluarga
d. Diskusikan kesenjangan
budaya yang dianut kelurga
dan perawat
e. Anjurkan pasien untuk cuci
tangan sebelum makan
2. Cultural care accomodation
(negosiation)
Gunakan bahasa yang mudah
dipahami oleh keluarga saat
melakukan pendekatan
3. Culture care preservation
(maintenance)
a. Beri kesempatan pada
keluarga untuk memahami
informasi yag diberikan dan
melaksanakannya.
b. Tentukan tingkat perbedaan
keluarga dari budaya
kelompok.

3.5 Implementasi Keperawatan


No Diagnosa Keperawatan Implementasi
1. Diare b.d parasit 1. Culture care perservation (maintenance)
a. Beri dukungan keluarga untuk membawa
kedua anaknya berobat ke rumah sakit
b. Identifikasi sejauh mana pengetahuan
mereka tentang pengobatan di rumah sakit
c. Sikap tenang dan tidak terburu-buru saat
berinteraksi dengan keluarga
d. Diskusikan kesenjangan budaya yang
dianut kelurga dan perawat
e. Anjurkan pasien untuk cuci tangan
sebelum makan
2. Cultural care accomodation (negosiation)
Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh
keluarga saat melakukan pendekatan
3. Culture care preservation (maintenance)
a. Beri kesempatan pada keluarga untuk
memahami informasi yag diberikan dan
melaksanakannya.
b. Tentukan tingkat perbedaan keluarga dari
budaya kelompok.

3.6 Evaluasi
No Diagnosa Evaluasi
1. Diare b.d parasit S : Keluarga mau membawa kedua anaknya
berobat ke rumah sakit.
O : Wajah pasien terlihat meringis kesakitan
Kedua pasien tampak meremas-remas
perutnya
Skala nyeri 6
A : Masalah belum teratasi
P : Cultural care accomodation atau negosiation