Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada umumnya usia madya atau usia setengah baya dipandang sebagai masa usia antara
40 60 tahun. Masa tersebut pada akhirnya akan ditandai oleh perubahan jasmani dan
mental. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik, sering pula diikuti
oleh penurunan daya ingat. Walaupun dewasa ini banyak yang mengalami perubahan-
perubahan tersebut lebih lambat dari pada masa lalu, namun garis batas tradisionalnya
masih nampak. Meningkatnya kecenderungan untuk pensiun pada usia 60an sengaja atau
tidak sengaja usia 60an dianggap sebagai garis batas antara usia lanjut dengan usia
madya.
Seperti halnya periode lain dalam rentang kehidupan yang berbeda menurut tahap dimana
perubahan fisik yang membedakan usia madya dini pada satu batas, dan usia lanjut di
batas lainnya. Menurut pepatah kuno, seperti halnya buah apel, matangnya pun tidak
pada waktu yang sama ada yang bulan juli, ada yang bulan agustus, dan ada pula yang
bulan oktober. Demikian halnya dengan manusia.
Usia madya pada kebudayaan Amerika saat ini, merupakan masa yang paling sulit dalam
rentang kehidupan mereka. Bagaimanapun baiknya individu-individu tersebut untuk
menyesuaikan diri hasilnya akan tergantung pada dasar-dasar yang ditanamkan pada
tahap awal kehidupan, khususnya harapan tentang penyesuaian diri terhadap peran dan
harapan sosial dari masyarakat dewasa. Kesehatan mental yang baik yang diperlukan
pada masa-masa dewasa, memberikan berbagai kemungkinan untuk menyesuaikan diri
terhadap berbagai peran baru dan harapan sosial usia madya.
Sikap keberagamaan pada dewasa madya memiliki perspektif yang luas didasarkan atas
nilai-nilai yang dipilihnya. Selain itu, sikap keberagamaan ini umumnya juga dilandasi
oleh pendalaman pengertian dan perluasan pemahaman tentang ajaran agama yang
dianutnya. Beragama, bagi orang dewasa sudah merupakan sikap hidup dan bukan
sekedar ikut-ikutan.

B. Tujuan

1
Tujuan Umum
Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami secara teoritis tahap
perkembangan usia dewasa tengah/madya dan asuhan keperawatan psikososial
yang dapat dilakukan jika ada masalah pada tahap tumbuh kembang usia dewasa
tersebut
Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami pengertian dari usia dewasa
tengah
2. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami perkembangan fisik usia
dewasa tengah/ madya
3. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami perkembangan psikososial
usia dewasa tengah/madya
4. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami karakteristik perkembangan
psikososial usia dewasa tengah/madya
5. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami asuhan keperawatan teoritis
pada pasien dengan tahap perkembangan psikososial usia dewasa
tengah/madya
6. Mahasiswa mampu mengetahui dan memahami asuhan keperawatan
penerapan dalam kasus pada pasien dengan tahap perkembangan psikososial
usia dewasa tengah/madya

BAB II

PEMBAHASAN

I. KONSEP TEORITIS

2
A. Pengertian

Setelah melewati masa prenatal, bayi, anak-anak, dan remaja, maka manusia (individu)
akan memasuki masa dewasa. Ada beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian
dewasa, antara lain :
1) Menurut Elizabeth B. Hurlock dikutip oleh Dr. Masganti Sit, M.Ag, masa dewasa
adalah individu yang siap menerima kedudukan dalam masyarakat bersama dengan orang
dewasa lainnya.
2) Menurut Syathi seorang ahli Psikologi, dewasa adalah periode perkembangan yang
bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia dua puluhan tahun dan yang
berakhir pada usia tuga puluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi
dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan
pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh
anak-anak.
3) Masa dewasa adalah masa dimana seorang individu memilih nilai-nilai yang
menurut dia tepat dan berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai yang dipilihnya.

Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh sampai enam puluh tahun.
Dewasa madya adalah masa transisi seorang individu, dimana pria dan wanita
meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanya dan memasuki suatu
periode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan perilaku yang baru. Perhatian
terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan masa sebelumnya dan kadang-kadang
minat dan perhatiannya terhadap agama ini dilandasi kebutuhan pribadi dan sosial. Ada
beberapa pendapat tentang masa dewasa madya, antara lain :

a. Usia dewasa madya atau yang popular dengan istilah setengah baya, dari sudut posisi usia
dan terjadinya perubahan fisik maupun psikologis, memiliki banyak kesamaan dengan
masa remaja.

b. Bila masa remaja merupakan masa peralihan, dalam arti bukan lagi masa kanak-kanak
namun belum bisa disebut dewasa, maka pada setengah baya, tidak dapat lagi disebut
muda, namun juga belum bisa dikatakan tua.

3
c. Secara fisik, pada masa remaja terjadi perubahan yang demikian pesat (menuju ke arah
kesempurnaan/kemajuan) yang berpengaruh pada kondisi psikologisnya, sedangkan
individu setengah baya juga mengalami perubahan kondisi fisik, namun dalam pengertian
terjadi penurunan/kemunduran, yang juga akan mempengaruhi kondisi psikologisnya.

B. Perkembangan fisik dewasa Tengah/ Madya

Pada masa dewasa madya terjadi perubahan fungsi fisik yang tak mampu berfungsi
seperti sedia kala, dan beberapa organ tubuh tertentu mulai kehilangan (menurun)
fungsinya. Melihat dan mendengar merupakan dua perubahan yang paling menyusahkan
paling banyak tampak dalam dewasa tengah. Daya akomodasi mata untuk memfokuskan
dan mempertahankan gambar pada retina akan mengalami penurunan tajam antara usia
40 tahun keatas. Karena pada usia tersebut aliran darah pada mata juga berkurang.
Pendengaran mungkin juga mulai menurun pada usia ini yaitu mulai memasuki usia 40.
Meskipun kemampuan untuk mendengar suara-suara bernada rendah tidak begitu
kelihatan. Laki-laki biasanya kehilangan sensitifitasnya terhadap suara bernada tinggi
lebih dahulu daripada perempuan. Hal ini mungkin disebabkan oleh lebih besarnya
pengalaman laki-laki terhadap suaru gaduh dalam pekerjaan.
Pada masa ini, baik pria maupun wanita selalu terdapat ketakutan, dimana penampilannya
pada masa ini akan menghambat kemampuannya untuk mempertahankan pasangan
mereka, atau mengurangi daya tarik lawan jenis. Ada beberapa perubahan yang terjadi
pada masa dewasa madya, antara lain :
Perubahan Fisik, diantara perubahan fisik pada masa ini antara lain ; tumbuhnya uban,
kulit mulai keriput, gigi yang menguning, tulang-tulang bergeser lebih dekat antara yang
satu dengan yang lainnya, sulit melihat objek-objek yang dekat, penurunan pada
sensitivitas pendengaran, menopause (reproduksi haid akan mulai berhenti), dll.
Perkembangan Kognitif, pada tahap ini perkembangan intelektual dewasa sudah
mencapai titik akhir puncaknya yang sama dengan perkembangan tahap sebelumnya.
Pada masa ini individu dalam menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu memikirkannya
secara teoritis. Ia menganalisis masalahnya dengan penyelesaian berbagai hipotesis yang
mungkin ada. Atas dasar analisanya ini, seorang individu kemudian membuat suatu
strategi penyelesaian.

4
C. Perkembangan Psikososial Dewasa Menurut Erickson

Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-
orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Masa Dewasa (Adulthood) ditandai
adanya kecenderungan generativity-stagnation. Sesuai dengan namanya masa dewasa,
pada tahap ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala
kemampuannya. Pengetahuannya cukup luas, kecakapannya cukup banyak, sehingga
perkembangan individu sangat pesat. Meskipun pengetahuan dan kecakapan individu
sangat luas, tetapi dia tidak mungkin dapat menguasai segala macam ilmu dan
kecakapan, sehingga tetap pengetahuan dan kecakapannya terbatas. Untuk
mengerjakan atau mencapai hal hal tertentu ia mengalami hambatan.

Apabila pada tahap pertama sampai dengan tahap ke enam terdapat tugas untuk
dicapai, demikian pula pada masa ini dan salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat
mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas)
dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). Generativitas adalah perluasan cinta ke masa
depan. Sifat ini adalah kepedulian terhadap generasi yang akan datang. Melalui
generativitas akan dapat dicerminkan sikap memperdulikan orang lain. Pemahaman
ini sangat jauh berbeda dengan arti kata stagnasi yaitu pemujaan terhadap diri sendiri
dan sikap yang dapat digambarkan dalam stagnasi ini adalah tidak perduli terhadap
siapapun.

Maladaptif yang kuat akan menimbulkan sikap terlalu peduli, sehingga mereka tidak
punya waktu untuk mengurus diri sendiri. Selain itu malignansi yang ada adalah
penolakan, di mana seseorang tidak dapat berperan secara baik dalam lingkungan
kehidupannya akibat dari semua itu kehadirannya ditengah-tengah area kehiduannya
kurang mendapat sambutan yang baik.

Harapan yang ingin dicapai pada masa ini yaitu terjadinya keseimbangan antara
generativitas dan stagnansi guna mendapatkan nilai positif yang dapat dipetik yaitu
kepedulian. Ritualisasi dalam tahap ini meliputi generasional dan

5
otoritisme.Generasional ialah suatu interaksi/hubungan yang terjalin secara baik dan
menyenagkan antara orang-orang yang berada pada usia dewasa dengan para
penerusnya. Sedangkan otoritisme yaitu apabila orang dewasa merasa memiliki
kemampuan yang lebih berdasarkan pengalaman yang mereka alami serta
memberikan segala peraturan yang ada untuk dilaksanakan secara memaksa, sehingga
hubungan diantara orang dewasa dan penerusnya tidak akan berlangsung dengan baik
dan menyenangkan.

D. Karakteristik Dewasa Tengah/Madya


Ada beberapa karakteristik dewasa madya, antara lain :

1. Masa yg ditakuti
Selain masa tua (old age), masa dewasa madya juga merupakan masa yang sangat
ditakuti datangnya oleh kebanyakan individu, sehingga seolah-olah mereka ingin
mengerem laju pertambahan usia mereka. Diakui bahwa semakin mendekati usia tua,
periode usia madya semakin lebih terasa menakutkan. Pria dan wanita banyak
mempunyai alasan untuk takut memasuki usia madya. Diantaranya adalah : banyaknya
stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya. Yaitu : kepercayaan tradisional
tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga disertai dengan berhentinya reproduksi.
Pada masyarakat modern seperti Eropa ketakutan lebih terasa, karena penghormatan
terhadap orang tua sudah mulai luntur.
Umumnya mereka (individu dewasa madya) merasa tidak lagi menarik secara seksual
bagi suami mereka, sehingga muncul kekhawatiran akan kehilangan suami dan kondisi
ini selain dapat mengakibatkan para istri begitu mengharapkan suaminya bersikap seperti
ketika masih pengantin baru, juga munculnya rasa cemburu yang kadang cenderung
berlebihan, bila melihat suaminya berkomunikasi dengan perempuan yang lebih muda
usianya. Biasanya di usia-usia ini, suami mereka mulai lebih berkonsentrasi pada karier
dan peningkatan kariernya, sehingga mereka semakin merasa kesepian dan diabaikan.
Perasaan-perasaan negatif ini bila tidak segera dicari pemecahannya dapat
mengakibatkan para istri mengalami depresi.

6
Bagi pria, masa dewasa madya merupakan usia yang mengandung arti menurunnya
kemampuan fisik secara menyeluruh, termasuk berkurangnya vitalitas seksual. Sebagian
kaum pria yang mengalami tanda-tanda terjadinya penurunan kemampuan seksual ini,
akan mengalihkan perhatian mereka pada kesibukan bekerja demi meningkatkan prestasi
dan memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Selain masalah seksual, kaum
pria yang telah memasuki usia dewasa madya, ada juga yang ingin menutupi
kelemahan fisiknya dengan melakukan aktivitas fisik berlebihan, dan cenderung
menolak bantuan dari mereka yang lebih muda.
Pada sebagian yang lain, justru bersikap kompensatif, dalam arti untuk menutupi
kekurangannya mereka bersikap seperti anak muda dengan lebih memperhatikan
penampilan fisik, berdandan sedemikian rupa untuk mencari perhatian dari lawan jenis
yang berusia jauh lebih muda. Mereka yang berperilaku seperti ini justru menunjukkan
adanya ketidakpercayaan yang cukup besar terhadap daya tarik seksual mereka.

2. Masa Transisi
Seperti juga masa remaja, individu pada masa dewasa madya juga disebut sebagai masa
transisi dari masa dewasa awal ke masa dewasa lanjut. Sebagian ciri-ciri fisik dan
perilakunya masih memperlihatkan masa dewasa awal, sementara banyak ciri fisik dan
perilaku lainnya justru telah menunjukkan ciri-ciri orang dewasa lanjut. Kondisi transisi
ini menyebabkan mereka harus banyak melakukan penyesuaian terhadap peran-peran
baru yang diberikan oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat juga mengharapkan mereka
untuk dapat berpikir dan berperilaku sesuai dengan usianya. Pada masa ini individu tidak
lagi dipandang sebagai orang dewasa muda tetapi sudah menjadi seorang individu yang
dituakan.

3. Masa Penyesuaian Kembali


Memasuki usia dewasa madya, cepat atau lambat individu harus mengadakan penye-
suaian kembali terhadap perubahan-perubahan yang dialaminya, baik fisik maupun
peranan. Penyesuaian terhadap perubahan peranan, biasanya akan terasa lebih sulit
dilakukan bila dibandingkan dengan penyesuaian terhadap berubahnya kondisi fisik.
Misalnya kaum pria yang mengalami masa pensiun, atau kaum perempuan yang

7
mengalami perubahan peran sebagai ibu dengan anak-anak yang akan mulai memasuki
kehidupan baru.

4. Masa Stres
Bahwa usia ini merupakan masa stres. Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan
pola hidup yang berubah menjadikan stress. Khususnya bila disertai dengan berbagai
perubahan fisik, selalu cenderung merusak nomeostatis fisik dan psikologis dan
membawa ke masa stress, suatu masa bila sejumlah penyesuaian yang pokok harus
dilakukan di rumah, bisnis dan aspek sosial kehidupan mereka.

5. Usia yang berbahaya


Yang dimaksud dengan usia berbahaya adalah dalam hal kehidupan seksualnya, terutama
dengan istrinya. Juga dalam hal-hal yang berhubungan dengan segala aspek kehidupan
lainnya, seperti kondisi fisik yang mulai rentan terhadap penyakit, juga kondisi psikologis
yang relatif menjadi lebih peka, dalam arti mudah tersinggung, tertekan, stress, hingga
depresi. Dalam hal-hal yang berhubungan dengan masalah seksual, tidak jarang terjadi
para suami yang mulai merasa bosan dengan istrinya, sehingga mulai menyeleweng,
atau pun menceraikan istrinya untuk kawin lagi dengan perempuan lain yang kadang-
kadang seusia dengan anak gadisnya. Adapun untuk hal-hal yang lain, individu usia
dewasa madya, relatif lebih sering mengalami gangguan fisik maupun mental, bahkan
pada orang-orang tertentu dapat mengakibatkan bunuh diri.

6. Usia Canggung
Sama seperti pada remaja, bukan anak-anak bukan juga dewasa. Demikian juga pada pria
dan wanita berusia madya. Mereka bukan muda lagi, tetapi juga bukan tua. Individu pada
masa ini seolah-olah berada di antara generasi muda dan juga generasi tua (senior). Pada
sebagian individu kondisi ini mengakibatkan mereka ingin menutupi ketuaan dengan
berbagai cara dan sejauh mungkin berusaha untuk tidak tampak tua, misalnya dalam hal
pemilihan busana, berdandan/ pemakaian kosmetik dsb. Kadang-kadang apabila individu
agak berlebihan di dalam menampilkan busana dan dandanan yang bertujuan untuk

8
menutupi ketuaannya, maka hal ini justru menyebabkan mereka tampak janggal, sehingga
terlihat kaku/canggung.

7. Masa Berprestasi
Berprestasi pada usia dewasa madya menurut Werner merupakan suatu gambaran yang
positif dari seorang individu. Seorang individu yang telah bekerja keras untuk sukses
pada usia sebelumnya akan mencapai puncak karier pada masa ini. Pada usia 40 tahun
pada orang-orang normal telah memiliki pengalaman yang cukup dalam pendidikan dan
pergaulan, sehingga mereka telah memiliki sikap yang pasti serta nilai-nilai tentang
hubungan sosial yang berkembang secara baik. Kondisi keuangan dan kedudukan sosial
mereka biasanya telah mapan, serta mereka telah memiliki pandangan yang jelas tentang
masa depan dan tujuan yang ingin dicapai. Apabila situasi ini diikuti dengan kondisi fisik
yang prima, maka mereka dapat menyatakan bahwa hidup dimulai di usia 40 tahun.

8. Masa Keseimbangan dan Ketidakseimbangan


Pengertian keseimbangan mengacu pada kemampuan penyesuaian terhadap terjadinya
perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang dilakukan orang-orang dewasa madya.
Keseimbangan ini dapat dicapai bila ada penyesuaian secara menyeluruh terhadap pola-
pola kehidupannya. Mereka yang mampu mencapai keseimbangan akan merasakan
kehidupan yang tenang, tenteram dan damai di rumah, sehingga tidak suka keluyuran/
buang-buang waktu di luar rumah untuk kegiatan yang tidak berguna.
Ketidakseimbangan artinya adalah terjadinya kegoncangan, atau gangguan penyesuaian
yang dialami individu pada masa ini, baik yang bersifat internal maupun eksternal,
termasuk dengan pasangan hidupnya. Mereka yang tidak mampu mencapai
keseimbangan ini akan merasa tidak betah di rumah, dan cenderung ingin lari dari
rumah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik dan psikologis yang tidak diperoleh
di rumahnya.

9. Masa Evaluasi

9
Selama akhir tiga puluhan dan awal empat puluhan adalah umum bagi pria untuk melihat
kembali apa saja yang telah dicapainya dalam kehidupan ini. Baik dilihat dari segi fisik
maupun nonfisik.

10. Masa Sepi


Dimana masa ketika anak-anak tidak lagi tinggal bersama orang tua. Contohnya anak
yang mulai beranjak dewasa yang telah bekerja dan tinggal di luar kota sehingga orang
tua yang terbiasa dengan kehadiran mereka di rumah akan merasa kesepian dengan
kepergian mereka.

11. Masa Jenuh


Banyak pria atau wanita yang memasuki masa ini mengalami kejenuhan yakni pada
sekitar usia 40 akhir. Para pria merasa jenuh dengan kegiatan rutinitas sehari-hari dan
kehidupan keluarga yang hanya sedikit memberi hiburan. Wanita yang menghabiskan
waktunya untuk memelihara rumah dan membesarkan anak-anak mereka. Sehingga ada
yang merasa kehidupannya tidak ada variasi dan monoton yang membuat mereka merasa
jenuh.

10
II. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
DEWASA (25-65 TAHUN): GENERATIVITY / MENYIAPKAN GENERASI
BERIKUTNYA VS STAGNASI /TERHAMBAT

Pengkajian

Perkembangan psikososial individu dewasa adalah individu mampu terlibat dalam kehidupan
keluarga, masyarakat, pekerjaan dan mampu membimbing anaknya. Masa dewasa ditandai
dengan kebebasan pribadi, kestabilan keuangan, dan interaksi sosial yang baik karena pada masa
ini individu mulai beranjak dewasa dan berkeluarga. Individu dewasa akan menyadari bahwa
tanggung jawab bertambah pada masa ini. Kegagalan dalam mencapai kemampuan tersebut
dapat menyebabkan ketergantungan, baik dalam pekerjaan maupun keuangan.

Karakteristik perilaku dewasa

TUGAS PERKEMBANGAN PERILAKU DEWASA


Perkembangan yang normal: Membimbing dan menyiapkan generasi
Generativity/menyiapkan generasi berikutnya berikutnya
Memperhatikan kebutuhan orang
lain/lingkungan
Kreatif (mampu mengambil alternative
penyelesaian masalah)
Produktif (dapat mengisi waktu luang
dengan hal positif)
Menerima perubahan fisik dan
psikologis yang terjadi
Menyesuaikan diri dengan orang
tuanya yang sudah lanjut (lansia)
Merasa nyaman dengan pasangannya
Menilai pencapaian tujuannya
Penyimpangan perkembangan: Tidak dapat melakukan hal yang
stagnasi/terhambat berguna
Bertindak sesuka hati/semaunya sendiri
Hanya memperhatikan diri sendiri
Kurang mempunyai keinginan bekerja
dan berkeluarga

11
Tidak memiliki komitmen pribadi

Diagnosis keperawatan

Potensial (normal): potensial untuk produktif.

Risiko (penyimpangan): risiko terjadi stagnasi/terhambat.

Tindakan keperawatan

Tindakan keperawatan untuk perkembangan psikososial dewasa betujuan:

1. Individu dewasa mampu memahami perkembangan psikososial yang normal dan


menyimpang
2. Individ dewasa mampu memahami tindakan untuk mencapai perkembangan psikososial
yang normal
3. Individu dewasa mampu melakukan tindakan untuk mencapai perkembangan psikososial
yang normal

Tindakan keperawatan untuk perkembangan psikososial dewasa

TUGAS PERKEMBANGAN TINDAKAN KEPERAWATAN


Perkembangan yang normal: Diskusikan dengan individu dewasa
Generativity/menyiapkan generasi berikutnya mengenai perkembangan psikososial
yang normal dan menyimpang.
Diskusikan cara mencapai
perkembangan psikososial yang
normal.
- Menerima proses penuaan dan
perubahan peran yang terjadi di
keluarga
- Menikmati kebebasan dan
kemandirian, seperti dapat
mengatur kegiatannya, melakukan
hal-hal yang disenangi, membeli

12
barang yang disukai
- Berinteraksi dengan baik dan
berbagi aktivitas rumah tangga
dengan pasangan
- Memperluas dan memperbarui miat
dan kesenangan
- Melakukan aktivitas sampingan
(hobi) yang diminati
Motivasi dan berikan dukungan untuk
melakukan tindakan yang dapat
memenuhi perkembangan psikososial
dewasa
Motivasi dan dorong dalam
membimbing generasi berikutnya
Penyimpangan perkembangan : Diskusikan dengan individu dewasa
stagnasi/terhambat mengenai penyebab hambatan dalam
mencapai tugas perkembangannya,
seperti sakit kronis/terminal, tugas
perkembangan sebelumnya tidak
tercapai, perpisahan/kehilangan dalam
keluarga
Diskusikan ara mengatasi hambatan
tersebut
- Mengobati penyakit fisik yang
dialami
- Memenuhi tugas perkembangan
secara optimal
- Motivasi dan damping individu
dalam menyelesaikan masalah
- Motivasi/berikan dukungan pada
individu untuk melakukan tindakan
yang dapat memenuhi
perkembangan psikososialnya

13
Tindakan keperawatan untuk keluarga bertujuan

1. Keluarga mampu menjelaskan perilaku yang menggambarkan perkembangan individu


dewasa yang normal dan menyimpang
2. Keluarga mampu menjelaskan cara memfasilitasi perkembangan psikososial dewasa
3. Keluarga mampu memfasilitasi perkembangan psikososial dewasa
4. Keluarga mampu merencanakan tindakan untuk mencapai perkembangan psikososial
dewasa yang normal

Tidakan keperawatan untuk keluarga

TUGAS PERKEMBANGAN TINDAKAN KEPERAWATAN


Perkembangan yang normal: Jelaskan kepada keluarga tentang
Generativity/menyiapkan generasi berikutnya perkembangan psikososial individu
dewasa yang normal menyimpang
Diskusikan dengan keluarga mengenai
cara memfasilitasi perkembangan
individu dewasa normal
- Menerima proses penuaan dan
perubahan peran yang terjadi di
keluarga
- Menikmati kebebasan dan
kemandirian
- Berinteraksi dengan baik dan
berbagi aktivitas rumah tangga
dengan pasangan
- Memperluas dan memperbarui
minat dan kesenangan
- Melakukan aktivitas sampingan
(hobi) yang diminati
Latih keluarga untuk memfasilitasi
perkembangan psikososial individu
dewasa
Penyimpangan perkembangan : Diskusikan dengan keluarga mengenai
stagnasi/terhambat penyebab hambatan dalam mencapai
tugas perkembangannya saat ini, seperti

14
tidak mencapai tugas perkembangan
sebelumnya penyakit fisik, perpecahan
keluarga
Diskusikan dengan keluarga mengenai
cara menyeesaikan masalah anggota
keluarga dewasa
Diskusikan dengan keluarga mengenai
cara mengatasi hambatan
- Mengobati penyakit fisik yang
dialami anggota keluarga
- Memenuhi tugas perkembangan
anggota keluarga secara optimal
Diskusikan dengan keluarga mengenai
cara mencapai perkembangan
psikososial anggota keluarga dewasa
- Menerima proses penuaan dan
perubahan peran yang terjadi di
keluarga
- Manikmati kebebasan dan
kemandirian
- Berinteraksi dengan baik dan
berbagi aktivitas rumah tangga
dengan pasangan
- Memperluas dan memperbarui
minat dan kesenangan
- Melakukan aktivitas sampingan
(hobi) yang diminati

SP 1- KELUARGA: MEMBINA HUBUNGAN SALING PERCAYA DENGAN


KELUARGA YANG MEMPUNYAI ANGGOTA KELUARGA DEWASA,
MENJELASKAN CIRI PERKEMBANGAN INDIVIDU DEWASA YANG NORMAL DAN
MENYIMPANG DAN CARA MENSTIMULASINYA

15
ORIENTASI

selamat siang/sore, pak/bu. Saya suster I dari puskesmas meuraksa. Bagaimana perasaan
bapak/ibu saat ini? siapa nama bapak/ibu? senang dipanggil apa? bapak/ibu suah punya anak
yang sudah dewasa ya? Saya ingin berbincang-bincang/berdiskusi dengan bapak/ibu tentang
perkembangan individu dewasa dan cara memotivasinya. Nama anak bapak/ibu siapa? Oh iya,
sedang pergi ke lading. Kalau begitu, kita diskusi saja ya, pak/bu, sekitar 30 menit saja. Di mana
kita akan bicara, pak/bu? Di ruang tamu ini? Baiklah, kalau begitu.

KERJA

ini saya bawakan leaflet tentang perkembangan psikososial individu dewasa dan saya akan
jelaskan. Jika ada yang ingin ditanyakan langsung saja. Mari kita sama-sama membacanya dan
jika ada hal-hal yang kurang jelas, kita dapat bahas bersama. Pada leaflet itu tertulis tugas utama
perkembangan individu dewasa yang normal, yaitu menyiapkan generasi berikutnya. Jika hal
tersebut dapat tercapai, perilaku yang diperlihatkan adalah kreatif yaitu mampu menyelesaikan
masalah dan produktif dengan cara mengisi waktu luang dengan hal positif, menyadari adanya
proses penuaan dan perubahan peran di keluarga, dapat menikmati kebebasan dan kemandirian,
berinteraksi dan berbagi aktivitas rumah tangga dengan pasangan memperluas dan memperbarui
minat dan kesenangan dalam melakukan ha yang disukai. Apakah perilaku pak G ada yang sama
dengan yang tertulis di situ? Sudah? Sebagian besar? Bagus, kalau sudah banyak yang sesuai.
Pak G sudah mau pergi ke ladang mengambil rumput untuk kambing? Apa yang membuat pak G
tertarik untuk mengambil rumput? Jangan lupa memberikan pujian atas kegiatan yang baik yang
dilakukan pak G.

TERMINASI

baiklah, bapak/ibu. Kita sudah banyak mendiskusikan ciri perilaku individu dewasa dan cara
meningkatkan kualitas kehidupan. Apakah bapak/ibu dapat menyebutkan kembali apa yang
sudah kita bicarakan tadi? Bagus sekali. Nah, coba nanti berikan pujian pada anak bapak/ibu
sesuai dengan pencapaian yang telah diperoleh. Kalau begitu, saya akan kesini lagi minggu
depan. Hari apa ya, pak/bu? Baiklah, hari jumat ya, setelah salat jumat. Jam berapa? Minggu
depan saya akan datang hari jumat jam 14.00 agar saya bisa bertemu dengan pak G kita akan

16
diskusikan bersama cara yang tepat untuk bapak/iu lakukan dan sebelumnya coba salah satu cara
yang sudah kita bicarakan. Sampai jumpa.

SP-1 DEWASA: MENJELASKAN CIRI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DEWASA


YANG NORMAL DAN MENYIMPANG, CARA MENCAPAI PERKEMBANGAN
PSIKOSOSIAL DEWASA YANG NORMAL, DAN MENJELASKAN TINDAKAN
UNTUK MENCAPAI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DEWASA YANG NORMAL.

ORIENTASI

selamat siang/sore, pak/bu. Bagaimana perasaan bapak/ibu/pak G? sesuai kesepakatan kita


minggu lalu, hari ini kita akan mendiskusikan ciri perkembangan psikososial dewasa pada pak G
dan cara yang akan bapak/ibu dan pak G lakukan untuk meningkatkan diri. Bagaimana pak G,
bersedia? Kita diskusikan saja ya, pak/bu, sekitar 30 menit. Apakah bersedia? Di mana kita akan
bicara? Di ruang tamu ini? Baiklah, kalau begitu.

KERJA

minngu lalu saya dan keluarga, pak G sudah membahas ciri perilaku individu dewasa dan cara
meningkatkan diri. Sekarang kita akan diskusikan bagaimana ciri perkembangan psikososial
dewasa yang normal dan menyimpang serta cara yang akan pak G lakukan untuk meningkatkan
diri. Apakah pak G dapat menyebutkan bagaimana caranya? Berbagi aktivitas rumah tangga
dengan pasangan (istri) memperluas dan memperbarui minat dan kesenangan. Baiklah, kita akan
bahas hal itu. Selama ini bagaimana cara bapak/ibu berbagi aktivitas di rumah? Bagaimana
perasaan bapak/ibu setelah melakukan hal tersebut? Menyenangkan atau tidak menjadi beban?
Bagaimana caranya supaya tidak menjadi beban? Menurut pak G, adakah kegiatan/hobi yang
dapat pak G lakukan pada saat ini? Adakah hambatan untuk melakukan kegiatan tersebut?
Bagaimana kalau kita mengatur waktunya? Nah, ini ada leafletnya. Mari kit abaca bersama. Ang
mana yang sudah pak G lakukan? Bagus sekali. Pak G sudah dapat dukungan dari keluarga?
Bagus sekali.

TERMINASI

17
nah, pak G. kita sudah mendiskusikan cara mengembangkan kemampuan pak G untuk
mencapai perkembangan psikososial bapak. Keluarga bapak G juga sudah mengetahui
bagaimana cara membantu pak G untuk meningkatkan diri. Baiklah, pak G. selamat mencoba.
Jika ada kesulitan, kita akan diskusikan lagi minggu depan hari jumat jam berapa kira-kira? Kita
akan diskusikan hasil tindakan yang bapak/ibu dan pak G lakukan. Sampai jumpa.

PENILAIAN KEMAMPUAN INDIVIDU DEWASA DAN KELUARGA DALAM


MEMFASILITASI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DEWASA (25-65 TAHUN)

Nama individu/KK:

Petunjuk pengisian:

1. Beri tanda (ceklis) jika individu dewasa dan keluarga menunjukkan perilaku di bawah ini
2. Tuliskan tanggal setiap dilakukan supervisi
3. Jika perilaku di bawah ini tidak ditemukan tulis NA (not appropriate)

NO PERILAKU
A INDIVIDU DEWASA
1 Menerima proses penuaan
2 Merasa nyaman dan menghargai dirinya
3 Menikmati kebebasan dan kemandirian
4 Menerima perubahan dalam peran keluarga
5 Berinteraksi dengan baik dan berbagi aktivitas rumah tangga
dengan pasangan
6 Memperluas dan memperbarui minat dan kesenangan
7 Meningkatkan aktivitas yang bermanfaat
8 Mempunyai falsafah kehidupan yang bermakna
B KELUARGA
Memfasilitasi perubahan dalam pekerjaan atau kehidupan
Mendukung keputusan bersama

18
Membantu individu memcapai tujuan jangka panjang
Menjadi teman diskusi individu
TOTAL
NILA
I

PENILAIAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM MEMFASILITASI


PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DEWASA (25-65 TAHUN)

Nama perawat:

Petunjuk pengisian:

1. Tuliskan angka 1 jika perawat melakukan hal-hal di bawah ini dan angka 0 jika perawat
tidak melakukan hal-hal di bawah ini
2. Jika kemampuan di bawah ini tidak ditemukan, tulis tidak ditemukan

NO KEMAMPUAN
A ASUHAN KEPERAWATAN PADA INDIVIDU DEWASA
SP I
1 Mendiskusikan kemampuan individu
2 Mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan atau
kemanusiaan
3 Mendiskusikan tujuan jangka panjang
4 Mendiskusikan prestasi pribadi yang dimiliki
5 Memotivasi untuk hidup mandiri dan mempunyai anak
Nilai sp I
B ASUHAN KEPERAATAN PADA KELUARGA
SP I
1 Menjelaskan perkembangan individu dewasa yang normal dan
menyimpang
2 Menjelaskan cara memfasilitasi perkembangan individu dewasa
Nilai sp I
SP II
1 Mendemostrasikan dan melatih cara menstimulasi perkembangan
individu dewasa yang normal
2 Menyusun rencana untuk menstimulasi perkembangan individu
dewasa yang normal

19
Nilai SP II
NILAI TOTAL SP
RATA-RATA
PENILAI

DOKUMENTASI

Dokumentasi asuhan keperawatan yang telah dilakukan sesuai dengan format dokumentasi
pengkajian, dokumentasi, perencanaan (lihat standar NCP), dan dokumentasi implementasi dan
evaluasi.

III. PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KASUS PERKEMBANGAN


DEWASA USIA 25-65 TAHUN

CATATAN KEPERAWATAN

A. IDENTITAS
Nama : Ny.F
Usia : 35 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan

20
Alamat : Jl. Jamal Jamil Pondok Kopi Siteba

B. PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
Ny.E umur 65 tahun mempunyai anak yaitu Ny.F yang berusia 35 tahun. Ny.F
mempunyai anak yang berumur 5 tahun. Ny.F dalam kesehariannya hanya memikirkan
dirinya sendiri semenjak bercerai dengan suaminya. Ny.F mengacuhkan tumbuh
kembang anaknya yang masih balita. Ny.F hanya pergi bersenang-senang dengan teman-
temannya, ia tidak lagi bekerja dan menghabiskan waktu luangnya dengan percuma. Ny.F
masih meminta uang kepada ibunya yaitu Ny.E.

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Risiko (penyimpangan) : resiko terjadinya stagnasi/terhambat

D. TINDAKAN KEPERAWATAN
1) Tindakan keperawatan pada klien
1. Diskusikan dengan individu dewasa mengenai penyebab hambatan dalam
mencapai tugas perkembangannya, seperti sakit kronis atau terminal, tugas
perkembangan sebelumnya tidak tercapai, perpisahan atau kehilangan dalam
keluarga.
2. Diskusikan cara mengatasi hambatan tersebut
o Mengobati penyakit fisik yang dialami
o Memenuhi tugas perkembangan secara optimal
3. Motivasi dan damping individu dalam menyelesaikan masalah
4. Motivasi atau berikan dukungan pada individu untuk melakukan tindakan yang
dapat memenuhi perkembangan psikososialnya

2) Tindakan keperawatan pada keluarga


1. Diskusikan dengan keluarga mengenai penyebab hambatan dalam mencapai tugas
perkembangannya saat ini, seperti tidak mencapai tugas perkembangan
sebelumnya penyakit fisik, perpecahan keluarga
2. Diskusikan dengan keluarga mengenai cara menyeesaikan masalah anggota
keluarga dewasa
3. Diskusikan dengan keluarga mengenai cara mengatasi hambatan
o Mengobati penyakit fisik yang dialami anggota keluarga
o Memenuhi tugas perkembangan anggota keluarga secara optimal
4. Diskusikan dengan keluarga mengenai cara mencapai perkembangan psikososial
anggota keluarga dewasa
o Menerima proses penuaan dan perubahan peran yang terjadi di keluarga
o Manikmati kebebasan dan kemandirian

21
o Berinteraksi dengan baik dan berbagi aktivitas rumah tangga dengan pasangan
o Memperluas dan memperbarui minat dan kesenangan
o Melakukan aktivitas sampingan (hobi) yang diminati

E. IMPLEMENTASI
SP 1- KELUARGA: MEMBINA HUBUNGAN SALING PERCAYA DENGAN
KELUARGA YANG MEMPUNYAI ANGGOTA KELUARGA DEWASA,
MENJELASKAN CIRI PERKEMBANGAN INDIVIDU DEWASA YANG
NORMAL DAN MENYIMPANG DAN CARA MENSTIMULASINYA

ORIENTASI

selamat siang/sore, pak/bu. Saya suster V dari puskesmas meuraksa. Bagaimana perasaan
bapak/ibu saat ini? siapa nama bapak/ibu? senang dipanggil apa? bapak/ibu suah punya anak
yang sudah dewasa ya? Saya ingin berbincang-bincang/berdiskusi dengan bapak/ibu tentang
perkembangan individu dewasa dan cara memotivasinya. Nama anak bapak/ibu siapa? Oh iya,
sedang pergi ke mall dengan teman-temannya. Kalau begitu, kita diskusi saja ya, pak/bu, sekitar
30 menit saja. Di mana kita akan bicara, pak/bu? Di ruang tamu ini? Baiklah, kalau begitu.

KERJA

ini saya bawakan leaflet tentang perkembangan psikososial individu dewasa dan saya akan
jelaskan. Jika ada yang ingin ditanyakan langsung saja. Mari kita sama-sama membacanya dan
jika ada halhal yang kurang jelas, kita dapat bahas bersama. Pada leaflet itu tertulis tugas utama
perkembangan individu dewasa yang normal, yaitu menyiapkan generasi berikutnya. Jika hal
tersebut dapat tercapai, perilaku yang diperlihatkan adalah kreatif yaitu mampu menyelesaikan
masalah dan produktif dengan cara mengisi waktu luang dengan hal positif, menyadari adanya
proses penuaan dan perubahan peran di keluarga, dapat menikmati kebebasan dan kemandirian,
berinteraksi dan berbagi aktivitas rumah tangga dengan pasangan memperluas dan memperbarui
minat dan kesenangan dalam melakukan ha yang disukai. Apakah perilaku ibu F ada yang sama
dengan yang tertulis di situ? Sudah? Sebagian besar? Bagus, kalau sudah ada yang sesuai. Ibu F
pergi ke mall dengan teman-temannya ? Apa yang membuat ibu F tertarik untuk pergi ke mall
dan mau mengabaikan anaknya? Jika ada ibu F melakukan kegiatan yang baik jangan lupa
memberikan pujian atas kegiatan yang baik yang dilakukan ibu F

22
TERMINASI

baiklah, bapak/ibu. Kita sudah banyak mendiskusikan ciri perilaku individu dewasa dan cara
meningkatkan kualitas kehidupan. Apakah bapak/ibu dapat menyebutkan kembali apa yang
sudah kita bicarakan tadi? Bagus sekali. Nah, coba nanti berikan pujian pada anak bapak/ibu
sesuai dengan pencapaian yang telah diperoleh. Kalau begitu, saya akan kesini lagi minggu
depan. Hari apa ya, pak/bu? Baiklah, hari jumat ya, setelah salat jumat. Jam berapa? Minggu
depan saya akan datang hari jumat jam 14.00 agar saya bisa bertemu dengan ibu F kita akan
diskusikan bersama cara yang tepat untuk bapak/iu lakukan dan sebelumnya coba salah satu cara
yang sudah kita bicarakan. Sampai jumpa.

SP-1 DEWASA: MENJELASKAN CIRI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DEWASA


YANG NORMAL DAN MENYIMPANG, CARA MENCAPAI PERKEMBANGAN
PSIKOSOSIAL DEWASA YANG NORMAL, DAN MENJELASKAN TINDAKAN
UNTUK MENCAPAI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL DEWASA YANG NORMAL.

ORIENTASI

selamat siang/sore, pak/bu. Bagaimana perasaan bapak/ibu/pak F? sesuai kesepakatan kita


minggu lalu, hari ini kita akan mendiskusikan ciri perkembangan psikososial dewasa pada Ibu F
dan cara yang akan bapak/ibu dan F lakukan untuk meningkatkan diri. Bagaimana ibu F
bersedia? Kita diskusikan saja ya, pak/bu, sekitar 30 menit. Apakah bersedia? Di mana kita akan
bicara? Di ruang tamu ini? Baiklah, kalau begitu.

KERJA

mingu lalu saya dan keluarga, Ny.F sudah membahas ciri perilaku individu dewasa dan cara
meningkatkan diri. Sekarang kita akan diskusikan bagaimana ciri perkembangan psikososial
dewasa yang normal dan menyimpang serta cara yang akan Ny.F lakukan untuk meningkatkan
diri. Apakah Ny.F dapat menyebutkan bagaimana caranya? Berbagi aktivitas rumah tangga
dengan pasangan (istri) memperluas dan memperbarui minat dan kesenangan. Baiklah, kita akan

23
bahas hal itu. Selama ini bagaimana cara ibu berbagi aktivitas di rumah? Bagaimana perasaan
ibu setelah melakukan hal tersebut? Menyenangkan atau tidak menjadi beban? Bagaimana
caranya supaya tidak menjadi beban? Menurut ibu, adakah kegiatan/hobi yang dapat ibu lakukan
pada saat ini? Adakah hambatan untuk melakukan kegiatan tersebut? Bagaimana kalau kita
mengatur waktunya? Nah, ini ada leafletnya. Mari kita baca bersama, yang mana yang sudah ibu
F lakukan? Bagus sekali. Ibu F sudah dapat dukungan dari keluarga? Bagus sekali.

TERMINASI

nah, ibu F. kita sudah mendiskusikan cara mengembangkan kemampuan ibu F untuk mencapai
perkembangan psikososial ibu. Keluarga ibu F juga sudah mengetahui bagaimana cara
membantu ibu F untuk meningkatkan diri. Baiklah, ibu F. selamat mencoba. Jika ada kesulitan,
kita akan diskusikan lagi minggu depan hari jumat jam berapa kira-kira? Kita akan diskusikan
hasil tindakan yang ibu F lakukan. Sampai jumpa.

EVALUASI

S : Ny.F mengatakan bahwa ia hobi memasak dan dulu ia bekerja disalah satu rumah
makan yang ada di dekat rumahnya

O : Ny.F memasak makanan untuk makan malam

A : intervensi dihentikan

P : tidak ada

24
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Masa dewasa madya adalah berlangsung dari umur empat puluh sampai enam puluh
tahun. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial antara lain; masa dewasa madya
merupakan masa transisi, dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan
perilaku masa dewasanya dan memasuki suatu priode dalam kehidupan dengan ciri-ciri
jasmani dan perilaku yang baru. Perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan
dengan masa sebelumnya, dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap agama
ini dilandasi kebutuhan pribadi dan sosial.

B. Saran
Dari penjelasan tentang Masa Dewasa Madya di atas tadi, setidaknya kita sudah
mengetahui sedikit tentang keadaan manusia di usia itu. Kita bisa mengukur bagaimana
kepribadian diri kita dan kepribadian orang-orang yang ada di sekitar kita. Semoga
dengan sedikit pengetahuan tentang kepribadian ini kita bisa merubah kepribadian kita
yang kurang baik dan bisa mengingatkan orang yang kepribadiannya kurang baik dalam
rangka fastabiqul khoirot.

25