Anda di halaman 1dari 10

1.

Arti dari kode, golongan, peringatan, bentuk sediaan,


persyaratan umum, jalur pemberian.

P R R 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 11 12
0

Digit 1 : Membedakan nama obat jadi.


D: Nama dagang
G: Nama generik
Digit2: Menunjukan golongan obat
N: Golongan obat narkotik
P: Golongan obat Psikotropika
T: Golongan obat Bebas terbatas
B: Golongan obat bebas
K: Golongan obat keras
Digit ke 3 membedakan jenis produksi
I: Obat jadi impor
E: Obat jadi untuk keperluan ekspor
L: Obat jadi produksi dalam negeri/local
X: Obat jadi untuk keperluan khusus
Digit ke 4 dan 5 membedakan periode pendaftaran obat jadi
Digit ke 6,7 dan 8 menunjukkan nomor urut pabril.
Digit ke 9,10,11 menunjukkan nomor urut obat jadi yang disetujui
untuk masing-masing pabrik
Digit ke 12 dan 13 menunjukkan kekuatan sediaan obat jadi.
Macam sediaan yang ada yaitu

01 = Kapsul 29 = Krim, Krim 14 = Tablet Lepas


Steril Terkontrol
23 =
Powder/Serbuk 46 = Tetes Mata 33 = Suspensi
Oral
10 = Tablet 53=Supositoria,
43 = Injeksi Ovula
30 = Salep
02 =Kapsul Lunak 34=Elixir
47 = Tetes Hidung
24 = Bedak/Talk 56=Nasal Spray
11 = Tablet
44=Injeksi Effervescent 15=Tablet Salut
Suspensi Kering Enterik
31 = Salep Mata
04 = Kaplet 36 = Drops
48 = Tetes Telinga
28 = Gel 58 = Rectal Tube
12 = Tablet Hisap
09 = Kaplet Salut 16 = Pil
Film 32 = Emulsi
37 = Sirup/Larutan
49 = Infus

62 = Inhalasi 17 = Tablet Salut 38=Suspensi


Selaput Kering
63=Tablet Kunyah 81=Tablet Dispersi

22 = Granul

41= Lotion/Solutio
Digit ke 14 menunjukkan kekuatan sediaan obat jadi
A: menunjukkan kekuatan obat yang pertama disetujui
B: menunjukkan kekuatan obat yang kedua disetujui
C: menunjukkan kekuatan obat yang ketiga
Digit ke 15 menunjukkan kemasan yang berbeda unuk tiap nama,
kekuatan, dan bentuk sediaan obat jadi.
1 : menunjukkan kemasan yang pertama
2: menunjukkan beda kemasan yang pertama
3: menunjukkan beda kemasan.

Persyaratan obat
1) Obat harus berkhasiat atau mempunyai efek, efek yang
dimaksud adalah ketiga fungsi obat di atas yang bertindak untuk
tujuan preventif, promotif dan kuratif. Efek yang dimaksud di atas
adalah efek utama. Karena selain efek utama obta juga mempunyai
khasiat lain yang muncul bersamaan atau menyertai efek utamnya
(dalam pemberian dosis normal/efektif).
2) Obat harus mempunyai mutu atau karakter. Sediaan
Farmasi berupa obat haruslah diketahui senyawa kimianya (zat
aktifnya) dengan suatu metode identifikasi dan karakterisasi.
3) Obat harus aman ketika digunakan. Keamanan dsuatui
obat biasanya dinyatakan dengan suatu bilangan yang disebut
Indeks Terapi yaitu perbandingan antara Dosis Letal (DL50) dan
Dosis Efektif 50 (DE50) .
Penggolongan obat
1. Obat Bebas
Obat bebas sering juga disebut OTC (Over The Counter) adalah
obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep
dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas adalah
lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam.
Contoh : Parasetamol, vitamin
Obat bebas ini dapat diperoleh di toko, toko obat, dan apotek.

2. Obat Bebas Terbatas (Daftar W: Warschuwing)


Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat
keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter,
dan disertai dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan
dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis
tepi berwarna hitam. disertai tanda peringatan dalam kemasannya:
P1. Awas! Obat Keras. Bacalah Aturan Memakainya.
P2. Awas! Obat Keras. Hanya untuk kumur, jangan ditelan
P3. Awas! Obat Keras. Hanya untuk bagian luar dan badan.
P4. Awas! Obat Keras. Hanya Untuk Dibakar.
P5. Awas! Obat Keras. Tidak Boleh Ditelan.
P6. Awas! Obat Keras. Obat Wasir, jangan ditelan.
Contoh obat : CTM, Antimo, noza
Obat bebas terbatas dan obat bebas disebut juga OTC (over the
counter)
Obat bebas terbatas ini dapat diperoleh di toko obat, dan apotek
tanpa resep dokter.

3. Obat Keras (Daftar G : Gevarlijk : berbahaya)


Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan
resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf
K dalam lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam.
Contoh : Asam Mefenamat, semua obat antibiotik (ampisilin,
tetrasiklin, sefalosporin, penisilin, dll), serta obat-obatan yang
mengandung hormon (obat diabetes, obat penenang, dll)
Obat keras ini dapat diperoleh di apotik, harus dengan resep dokter.
3. Psikotropika
Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis
bukan narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh
selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan
khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Contoh : Diazepam, Phenobarbital, ekstasi, sabu-sabu
Obat psikotropika ini dapat diperoleh di apotik, harus dengan resep
dokter.
4. Narkotika
Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya
rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan
menimbulkan ketergantungan.

2. Pengertian Obat, cara pemberian, jenis dosis dan data


brosur obat.
A. Definisi Obat:
Suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkna untuk
digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah,
mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau
gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada
manusia atau hewan dan
B. Rute pemberian obat:
1) Enteral = cara pemberian obat yang melewati saluran
gastrointestinal, dimetabolisme oleh hati dan memberikan efek
sistemik.
a) Oral
b) Naso-gastrik
c) Rektal

2) Parenteral= cara pemberian obat tidak dimetabolisme hati dan


langsung masuk dalam aliran darah
a) Intravena
b) Intramuskular
c) Subkutan
3) Topikal= cara pemberian obat yang digunakan pada kulit atau
membran mukosa untuk memberikan efek local.

4) Inhalasi= cara pemberian obat yang dihirup melalui mulut atau


hidung yang biasanya langsung bekerja pada system
pernapasan sebelum masuk ke aliran darah.

C. Jenis dosis:
1) Dosis lazim = dosis yang diberikan berdasarkan petunjuk
umum pengobatan yang biasa digunakan
2) Dosis terapi= dosis yang diberikan dalam keadaan biasa dan
dapat menyembuhkan pasien.
3) Dosis minimum = takaran dosis terendah yang masih dapat
memberikan efek farmakologis kepada pasien apabila
dikonsumsi.
4) Dosis maksimum = takaran dosis tertinggi yang masih boleh
diberikan kepada pasein dan tidak menimbulkan keracunan.
5) Dosis tksis= takaran dosis yang apabila diberkan dalam
keadaan biasa dapat menimbulkan keracunan.
6) Dosis letalis= takaran obat yang apabila diberkan dalam
keadaan biasa dapat menimbulkan kematian.
D. Isi brosur obat :
1) Komposisi
2) Indikasi
3) Farmakologi
4) Aturan pakai
5) Peringatan
6) Perhatian
7) Nama produsen
8) Nomor batch
9) Nomor registrasi

3. Pengertian farmakologi, biofarmasi, farmasi, farmasetika,


farmakokinetika, farmkodinamika, toksikologi, reseptor.
Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan obat
dengan seluruh aspeknya. Baik sifat kimiawi maupun fisikanya,
kegiatan fisiologi, resorpsi dan nasibnya dalam organisme hidup.
Dan untuk menyelidiki semua interaksi antara obat dan tubuh
manusia khususnya, serta penggunaan pada pengobatan penyakit,
disebut farmakologi klinis. Ilmu khasiat obat ini mencakup
beberapa bagian, yaitu farmakognosi, biofarmasi, farmakokinetika
dan farmakodinamika, toksikologi dan farmakoterapi.
Biofarmasi yaitu meneliti pengaruh formulasi obat terhadap efek
terapeutiknya, dengan kata lain dalam bentuk sedian mana suatu
obat harus dibuat agar menghasilkan efek yang optimal.
Farmasi adalah cara dan teknologi pembuatan obat serta cara
penyimpanan, penyediaan, dan penyalurannya.
Farmasetika adalah ilmu yang mempelajari tentang cara
penyediaan obat menjadi bentuk tertentu hingga siap digunakan
sebagai obat; serta mempelajari perkembangan obat yang meliputi
ilmu dan teknologi pembuatan obat dalam bentuk sediaan yang
dapat digunakan dan diberikan kepada pasien
Farmakokinetika yaitu meneliti perjalanan obat, mulai dari saat
pemberiannya, sampai bagaimana absorpsi dari usus, transport
dalam darah dan distrbusinya ketempat kerjanya dan jaringan lain.
Singkatnya farmakokinetika mempelajari segala sesuatu tindakan
yang dilakukan tubuh terhadap obat.
Farmakodinamika yaitu mempelajari kegiatan obat terhadap
organisme hidup, terutama cara dan mekanisme kerjanya.
Singkatnya farmakodinamika mencakup semua efek yang
dilakukan oleh obat terhadap tubuh.
Toksikologi adalah pengetahuan tentang efek racun dari obat
terhadap tubuh, karena pada setiap obat dalam dosis yang tinggi
atau tidak sesuai dengan dosis atau aturan yang dianjurkan oleh
Dokter, dapat bekerja sebagai racun dan merusak organisme.
Reseptor adalah molekul protein yang menerima sinyal kimia dari
luar sel yang mengarahkan kegiatan sel seperti membelah atau
mengizinkan molekul tertentu untuk masuk atau keluar sel.