Anda di halaman 1dari 2

Fasilitas Kesehatan di Cilacap Audiensi Komisi IX DPR RI dengan DPRD Cilacap

Komisi/AKD: Komisi IX , Tanggal Rapat: 18 April 2017

Ditulis Tanggal: 29 April 2017, Mitra: DPRD Cilacap

Pada tanggal 18 April 2017 dilakukan Audiensi oleh Komisi IX DPR-RI dengan DPRD Cilacap
mengenai fasilitas kesehatan yang ada di Cilacap. Audiensi tersebut dipimpin oleh Ermalena dari
Fraksi PPP dapil Nusa Tenggara Barat dan terbuka untuk umum.

Pemaparan Mitra

Berikut adalah pemaparan mitra oleh perwakilan DPRD Cilacap:

Cilacap merupakan kabupaten terluas ke-2 di Jawa Tengah setelah kabupaten Brebes
Dengan luas kabupaten Cilacap, idealnya Cilacap dipecah menjadi beberapa kabupaten
Banyak terjadi kematian ibu melahirkan di Cilacap
Latar belakang terdapat banyak kematian yang terjadi pada ibu melahirkan di cilacap
adalah karena jarak ke fasilitas kesehatan yang jauh dan banyaknya masyarakat yang
memilih melahirkan di dukun.
Dana APBD kabupaten Cilacap sebesar Rp 3,1 Triliun dengan total belanja langsung
sebesar Rp 2 Triliun
Angka kematian Ibu dan anak di Cilacap tinggi
Terdapat aturan di Perda Cilacap yang mengatur untuk dilakukannya pemeriksaan
kesehatan sebelum menikah, tetapi masyarakat tidak mengindahkan Perda tersebut
Kabupaten Cilacap menempati urutan tertinggi ke-4 di Jawa Tengah dalam kasus
kematian ibu melahirkan
DPRD Cilacap sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah yang mengatur tentang
Ibu dan bayi yang baru lahir
Perwakilan DPRD Cilacap meminta rekomendasi dan bantuan untuk menekan angka
kematian ibu dan bayi yang tinggi

Pendalaman Rapat

Fraksi Demokrat oleh Agus Hermanto dari Jawa Tengah I. Agus mengemukaan bahwa ketika
komisi IX melakukan kunjungan kerja banyak ditemukan jaminan BKO yang tidak baik berasal
dari Cilacap. Agus pun juga menanyakan mengenai ketersediaan ambulance di tiap-tiap desa di
Cilacap. Agus lalu meminta klarifiksi penyerapan anggaran kesehatan yang ternyata sudah
berhasil mencapai 10% dan ia berharap agar puskesmas bisa melayani kurang lebih 155
penyakit.

Fraksi PPP oleh Ermalena dari Nusa Tenggara Barat. Ermalena menjelaskan bahwa saat ini di
Komisi IX sedang dilakukan Panja mengenak DAK selain itu Ermalina juga meminta salinan
Draft Rancangan Peraturan Daerah Cilacap untuk diserahkan ke Komisi IX agar segera
dipelajari. Ermalena mewakili Komisi IX meminta salinan Draft Rancangan Peraturan Daerah
Cilacap dan indicator DAK daerah Cilacap. Ia berharap agar tiap-tiap dapil bisa menyusun
Rancangan Peraturan Daerah dan bisa dipelajari bersama-sama dengan Komisi IX.

Audiensi Komisi IX dengan DPRD Cilacap ditutup pada pukul 12.44 wib oleh Ermalena dari
Fraksi PPP dapil Nusa Tenggara Barat

Untuk membaca rangkaian livetweet Audiensi Komisi IX dengan DPRD Cilacap mengenai
fasilitas kesehatan di Cilacap, kunjungi : https://chirpstory.com/li/354067

Wikidpr/ACA

Ilustrasi: Google Image