Anda di halaman 1dari 5

UPJ 2 (2) (2013)

Unnes Physics Journal

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upj

SURVEI SEBARAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK


KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DI DESA JATILOR KECAMATAN
GODONG KABUPATEN GROBOGAN

Riza Isnaini Ningtyas Khumaedi, Hadi Susanto


Prodi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang,
Indonesia,50229

Info Artikel Abstrak


________________ ___________________________________________________________________
Sejarah Artikel: Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di Desa Jatilor, penggunaan sumur galian telah
Diterima Oktober 2013 dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan kedalaman sekitar 5-20 meter. Namun
Disetujui November beberapa sumur galian dengan kedalaman dibawah 7 meter tidak dapat memenuhi kebutuhan air
2013 disebabkan karena keringnya air sumur ketika memasuki musim kemarau. Masyarakat di daerah
Dipublikasikan Januari tersebut tidak mengetahui sebaran dan kedalaman air tanah sumur galian. Tujuan penelitian untuk
2013 mengetahui penyebaran dan kedalaman air tanah sumur galian. Metode yang digunakan untuk
________________ mencapai tujuan tersebut adalah penelitian geolistrik konfigurasi dipole-dipole dengan 6 lintasan di
Keywords: daerah tersebut. Hasil menunjukkan lapisan dengan interval resistivitas 300-500 Wm merupakan
Ground water, Geoelectric, lapisan napal, kerikil dan batu gamping. Lapisan dengan interval resistivitas 100-200 Wm
Dipole-dipole merupakan kerikil, lempung halus, dan pasir. Lapisan yang memiliki interval resistivitas 0,225-20
____________________ Wm terdapat lapisan tanah, lempung dan lempung basah. Lintasan yang paling berpotensi
mengandung air tanah adalah lokasi dengan titik koordinat E 11048.755,S 0702.318 dengan
kedalaman air tanah sumur galian sekitar 4,62-17,9 m.

Abstract
___________________________________________________________________
Based on the observation that have been done in Jatilor village, the use of dig well have been done to fulfill the
need of fresh water with about 5-20 m depth. But some dig well with less than 7m depth can't fulfill the need of
fresh water because of the water is empty due the dry season. The people in this area haven't know the spread
and the depth of ground water. The aim of this research is to know the spread and the depth of ground water.
The method to get the aim is configuration dipole-dipole geoelectric research with 6 line in this area. The result
shows us that the sheet with resistivity interval 300-500 is the napal, gravel and limestones sheet. The sheet
with resistivity interval 100-200 is the gravel, silkclay and sand. The sheet with resistivity interval 0,225-20 is
soil, clay and Unconsolidate wet clay. The potential line that had ground water is location with point e 110
48.755's 07 02.318' with dig well ground water about 4,62-17,9 m depth.

2013 Universitas Negeri Semarang

Alamat korespondensi: ISSN 2252-6978


Gedung D7 lantai 2 Kampus UNNES, Semarang, 50229
E-mail: mb_riza@yahoo.co.id

13
Riza Isnaini Ningtyas, dkk/ Unnes Physics Journal 2 (2) (2013)

PENDAHULUAN

Kebutuhan air di pedesaan meningkat baik merupakan patahan normal. Di sebelah selatan
untuk keperluan kehidupan seharihari manusia, terdapat jalur patahan yang berarah barat-timur yang
peternakan, maupun pertanian. Akibat pertumbuhan merupakan patahan naik, tegak lurus patahan tersebut
penduduk, maka kebutuhan air pada daerah terdapat patahan normal (Indriana et al., 2007: 162).
pemukiman meningkat, akibatnya banyak daerah Air tanah merupakan sumber air yang sangat
resapan air digunakan sebagai daerah pemukiman, penting bagi keseharian kehidupan penduduk
sehingga daerah tersebut tidak dapat memenuhi Indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan dasar
kebutuhan air penduduk yang tinggal di daerah manusia, air tanah juga dimanfaatkan untuk
tersebut. Semakin meningkat kebutuhan air bersih, pertanian serta industri. Berbagai kepentingan
maka eksploitasi air tanah juga akan semakin besar. tersebut seringkali mengakibatkan munculnya konflik
Hal ini mengakibatkan persediaan air tanah semakin kebutuhan air antara masyarakat dengan industri
berkurang. Berkurangnya kandungan air tanah pada sehingga air dapat dikatakan bahwa air memiliki
lapisan akuifer dapat mengakibatkan masuknya air beberapa fungsi sosial (pemenuhan kebutuhan
laut ke dalam akuifer. Eksploitasi air tanah yang masyarakat), ekonomi (industri) dan daya dukung
dilakukan secara berlebihan (penggunaan sumur bor) lingkungan (Rejekiningrum et al., 2010: 1).
khususnya pada daerah berpantai atau pesisir dapat Berdasarkan pada tujuan penyeledikannya,
menyebabkan suatu masalah dimana air laut akan metode geolistrik tahanan jenis dapat dibagi menjadi
masuk dan terpenetrasi pada daerah air tawar. Air dua yaitu mapping dan sounding. Aplikasi teknik
laut tersebut akan menyusup ke zona air tanah atau mapping memberikan informasi lapisan bawah
terjadi intrusi air laut (Hadi et al., 2009: 22). permukaan secara horisontal. Aplikasi teknik
Metode geolistrik resistivitas adalah salah satu sounding memberikan informasi detail pada
metode yang cukup banyak digunakan dalam dunia kedalaman dan karakteristik air bawah permukaan
eksplorasi khususnya eksplorasi air tanah karena pada daerah penelitian (Ezeh & Ugwu, 2010: 420).
resitivitas dari batuan sangat sensitif terhadap Kombinasi antara data teknik mapping dan sounding
kandungan airnya dimana bumi dianggap sebagai sangat efisien dalam menggambarkan zona air pada
sebuah resistor. Metode geolistrik resistivitas atau suatu area tanpa mengeksploitasi sumber permukaan
tahanan jenis adalah salah satu jenis metode geolistrik pada area tersebut (Ibe & Akaolisa, 2010: 364).
yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah Dalam metode geolistrik pada dasarnya
permukaan dengan cara mempelajari sifat aliran menggunakan konsep perambatan arus listrik di
listrik di dalam batuan di bawah permukaan bumi dalam batuan di bawah permukaan bumi. Aliran arus
(Hendrajaya, 1990). listrik dalam batuan/mineral dapat digolongkan
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di menjadi tiga macam, yaitu konduksi secara
Desa Jatilor, penggunaan sumur galian telah elektronik, konduksi secara elektrolitik dan konduksi
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih secara dielektrik. Konduksi elektronik terjadi jika
dengan kedalaman sekitar 5-20 meter. Namun batuan/mineral mempunyai banyak elektron bebas
beberapa sumur galian dengan kedalaman dibawah 7 sehingga arus listrik yang dialirkan dalam
meter tidak dapat memenuhi kebutuhan air batuan/mineral dibawa oleh elektron-elektron bebas
disebabkan karena keringnya air sumur ketika itu. Konduksi secara elektrolitik terjadi jika
memasuki musim kemarau. Masyarakat di daerah batuan/mineral bersifat porus dan pori-pori tersebut
tersebut tidak mengetahui sebaran dan kedalaman air terisi cairan-cairan elektrolitik. Pada kondisi ini arus
tanah sumur galian. Tujuan penelitian untuk listrik dibawa oleh ion-ion elektrolitik. Sedang
mengetahui penyebaran dan kedalaman air tanah konduksi dielektrik terjadi jika batuan/mineral
sumur galian. dielektrik terhadap aliran arus listrik yaitu terjadi
Keadaan geologi regional menunjukkan polarisasi saat bahan dialiri listrik(Telford et al.,
bahwa kabupaten Grobogan merupakan endapan 1990).
alluvial yang termasuk Zona Randublatung. Daerah Menurut Rohidah (2009), rangkaian elektroda
ini mempunyai kenampakan morfologi datar. Di konfigurasi dipole dipole dapat dilihat pada Gambar
bagian utara terdapat perbukitan bergelombang lemah 2.6. Jarak antara pasangan elektroda arus adalah a
dan sedang. Sedangkan di bagian selatan dibatasi oleh yang besarnya sama dengan jarak pasangan elektroda
bagian darat Formasi Kendeng. Di sebelah timur potensial. Terdapat besaran lain dalam susunan ini,
terdapat jalur patahan yang berarah barat-timur, yang yakni n. Ini adalah perbandingan antara jarak
14
Riza Isnaini Ningtyas, dkk/ Unnes Physics Journal 2 (2) (2013)

elektroda arus potensial terdalam terhadap jarak kabel penghubung alat resistivity multi channel
antara kedua pasang elektroda arus atau potensial. dengan USB agar terkoneksi dengan laptop.
Besarnya a dibuat tetap serta faktor n meningkat Membuka software GeoRes-Multi channel pada
mulai dari 1 ke 2 ke 3 sampai sekitar 6 untuk laptop. Memilih settings mengubah metode
meningkatkan kedalaman pengukuran. didalamnya menjadi custom dan memasukan
konfigurasi dipole-dipole yang telah dibuat
dalam bentuk notepad setelah itu mengklik save
setting now.
Memilih resistivity setelah itu memilih direktori
untuk menyimpan data yang dihasilkan dari
pengukuran lalu mengklik start. Dengan software
tersebut monitoring di bawah permukaan tanah
Gambar 1. Konfigurasi Dipole-dipole dapat otomatis terbaca.
Jadi untuk pemasangan elektrode dipole- Data hasil pengukuran disimpan pada direktori
dipole diperoleh hubungan antara resistivitas, beda yang sudah dipilih sebelum memulai
potensial dan arus adalah sebagai berikut : pengukuran.
Pengolahan data
Pengolahan data dilakukan dengan software
GeoRes Multi-Channel,Microsoft Excel dan
METODOLOGI Res2Dinv.
Interpretasi Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara Dari citra warna dan perbedaan
melakukan pengamatan dan pengukuran secara resistivitasnya, maka dapat dilakukan menafsirkan
langsung di Desa Jatilor Kecamatan Godong sebaran kedalaman potensi sumber air tanah dibawah
Kabupaten Grobogan. permukaan daerah survei.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada daerah survei dilakukan pengukuran


sebanyak tiga lokasi untuk setiap lokasinya terdiri dari
2 lintasan, dimana setiap lintasan tersebut diterapkan
pengukuran dengan metode geolistrik resistivitas
konfigurasi dipole-dipole. Pengambilan data
dilakukan di daerah survei dengan panjang lintasan
75 meter dengan spasi elektroda 5 meter untuk tiap
Gambar 2. Peta Geologi Kecamatan Godong lokasi. Jarak antara kedua lintasan 5 meter.
Setelah data diolah dengan software Res2Dinv
Beberapa hal tahapan yang dilakukan adalah: maka diperoleh penampang resistivitas bawah
Memasang elektroda sebanyak 16 elektroda pada permukaan pada tiap lokasi dengan kedalaman 17,9
lintasan sepanjang 75 meter dengan spasi antar meter di bawah permukaan tanah. Kedalaman yang
elektroda sebesar 5 meter pada lapangan lokasi terukur adalah seperempat dari panjang lintasannya
penelitian. sesuai dengan koreksi dalam software tersebut.
Kabel penghubung elektroda pertama hingga
elektroda ke delapan dimasukkan pada lubang
alat resistivity multi channel yang bertuliskan
angka 1-8.
Kabel penghubung elektroda ke sembilan hingga
elektroda ke enam belas dimasukkan pada lubang Gambar 3. Penampang resistivitas lintasan terletak
alat resistivity multi channel yang bertuliskan pada koordinat S 0702.375 dan E 11048.753
angka 9-16.
Sisa lubang dipergunakan untuk kabel
penghubung dengan sumber arus atau aki dan

29
Riza Isnaini Ningtyas, dkk/ Unnes Physics Journal 2 (2) (2013)

batuan yang bisa menyimpan air tetapi tidak mampu


mengalirkan.
Menurut Juandi (2008), bahwa ada beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi pola distribusi
resistivitas bawah permukaan tanah yaitu topografi,
Gambar 4. Penampang resistivitas lintasan cuaca, kelembaban, kandungan mineral batuan,
terletak pada koordinat S 0702.438 dan E porositas batuan. Berdasarkan analisa pengamatan
11048.974 pada line pengukuran dapat diketahui apakah ada
distribusi air bawah tanah merata atau tidak dalam
tanah. Menurut Syamsurizal et al. (2013), nilai
resistivitas 24,38-78,60 Wm diinterpretasikan
lempung berpasir, nilai resistivitas 0,18-0,74 Wm
diinterpretasikan lempung basah, nilai resistivitas
Gambar 5. Penampang resistivitas lintasan 1,17-8,83 Wm diinterpretasikan batu pasir, nilai
terletak pada koordinat S 0702.450 dan E resistivitas 122,11-160,07 Wm diinterpretasikan
11048.957 kerikil, nilai resistivitas 8,34-12,04 Wm
diinterpretasikan top soil, nilai resistivitas 754,02 Wm
diinterpretasikan batuan lempung berpasir dan nilai
resistivitas 1935,7 Wm diinterpretasikan brangkal.
Nilai resistivitas yang terdapat pada gambar 3-
8 tampak bahwa daerah penyusun lapisan tanah/
Gambar 6. Penampang resistivitas lintasan batuan bawah permukaan yang memiliki interval
terletak pada koordinat S 0702.453 dan E resistivitas 100-200 Wm dapat diinterpretasikan
11048.937 sebagai daerah yang berpotensi memiliki air tanah.
Dari keenam lintasan tersebut, maka daerah yang
paling prospek mengandung air tanah adalah lintasan
terletak pada koordinat S 0702.318 dan E
11048.755
Pada gambar 3-8 menunjukan bahwa lapisan
Gambar 7. Penampang resistivitas lintasan dengan interval resistivitas 300-500 Wm
terletak pada koordinat S 0702.316 dan E diinterpretasikan merupakan lapisan napal, kerikil
11048.754 dan batu gamping. Lapisan tersebut merupakan
lapisan yang kedap air, sehingga sangat sulit untuk
terdapatnya air tanah. Lapisan dengan interval
resistivitas 100-200 Wm diinterpretasikan sebagai
kerikil, lempung halus, dan pasir. Lapisan ini
memungkinkan terdapatnya air tanah sebab pada
lapisan ini terdapat kerikil dan pasir yang memiliki
Gambar 8. Penampang resistivitas lintasan
pori-pori dan air tanah berada di antara pori-pori pasir
terletak pada koordinat
dan kerikil tersebut, sehingga pada lapisan tersebut
S 0702.318 dan E 11048.755
sangatlah berpotensi terdapat air tanah. Lapisan yang
Pemetaan geologi daerah ini memperlihatkan
memiliki interval resistivitas 0,225-20 Wm
bahwa stratigrafi daerah kabupaten grobogan dan
diinterpretasikan terdapat lapisan tanah, lempung dan
sekitarnya tersusun dari berbagai variasi satuan
lempung basah. Pada lapisan ini kemungkinan sedikit
litologi. Berbagai variasi tersebut meliputi formasi
sekali mengandung air tanah, karena lapisan ini
Ngimbang, formasi Kujung, formasi Tuban, formasi
merupakan lapisan kedap air.
Kawengan dan formasi Lidah. Menurut jenis tanah
yang terdapat pada tiap formasi, formasi Lidah
SIMPULAN
merupakan lapisan tanah yang dapat menyimpan air
Lintasan yang paling berpotensi mengandung
tanah. Formasi Lidah terdiri dari pasir glaukonitan,
air tanah adalah lintasan terletak pada koordinat S
batu gamping pasiran dan lempung. Pasir glaukonitan
0702.318 dan E 11048.755
merupakan batuan yang berfungsi sebagai lapisan
Kedalaman air tanah sumur galian adalah
penyerap sehingga pasir glaukonitan bisa menyimpan
sekitar 4,62-17,9 m.
air. Batu gamping pasiran dan lempung merupakan
30
Riza Isnaini Ningtyas, dkk/ Unnes Physics Journal 2 (2) (2013)

DAFTAR PUSTAKA

Ezeh, C. C. & G. Z. Ugwu. 2010.


Geoelectrical Sounding For Estimating
Groundwaterpotential in Nsukka L.G.A. Enugu
State, Nigeria. International Journal of the Physical
Sciences, 5(5): 415-420.
Hadi, A. I., Suhendra & R. Alpabet.2009.
Survei Sebaran Air Tanah dengan Metode Geolistrik
Tahanan Jenis Konfigurasi Wenner di Desa Banjar
Sari, Kec. Enggano, Kab. Bengkulu Utara. Jurnal
Gradien, Edisi Khusus: 22-26.
Hendrajaya, L. 1990. Pengukuran Resistivitas
Bumi pada Satu Titik di Medium Tak Hingga.
Bandung: Laboratorium Fisika Bumi ITB.
Ibe, K. K & C. C. Z. Akaolisa. 2010.
Geoelectrical Investigation of Geologically Controlled
Hydro-geophysical Parameters in Item area, of South
Eastern Nigeria. International Journal of Physical
Sciences, 5(4): 358-364.
Indriana, R. D. , M. I. Nurwidyanto & K. W.
Haryono. 2007. Interpretasi Bawah Permukaan
dengan Metode Self Potensial Daerah Bledug Kuwu
Kradenan Grobogan. Berkala Fisika, 10(3):155-167.
Juandi. 2008. Analisis Air Bawah Tanah
dengan Metode Geolistrik. Journal of Envirommental
Science, 2(2): 48-54.
Pemerintah Desa Jatilor. Kondisi Geografis.
Tersedia di http://desajatilor.grobogan.go.id//
[diakses Januari 2013].
Rejekiningrum, P., H. Pawitan, B. I. Setiawan
& B. Kartiwa. 2010. Identifikasi Potensi Air Tanah
untuk Keberlanjutan Sumber Daya Air: Studi Kasus
di DAS Cicatih-Cimandiri Kabupaten Sukabumi
Jawa Barat. Jurnal SDA, 6(1):1-102.
Rohidah, S. 2009. Eksplorasi Air Bawah
Tanah dengan Menggunakan metode Dipole-dipole
di Daerah Cilangkap Jakarta Timur. Skripsi. Jakarta :
Univerasitas Indonesia.
Syamsulrizal, Cari & Darsono. 2013. Aplikasi
Metoda Resistivitas Untuk Indentifikasi Litologi
Batuan Sebagai Studi Awal Kegiatan Pembangunan
Pondasi Gedung. Indonesian Journal of Applied
Physics, 3(1):99-106.
Telford, W.M., L.P. Geldart, R.E. Sheriff, &
D.A. Keys. 1990. Applied Geophysic. London :
Cambridge University Press.

31