Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil pengamatan

4.1.1 Pengambilan dan pengolahan sampel

Bobot Sampel Bobot Sampel Susut


Nama Sampel
Basah Kering Pengeringan

Daun melati 4000 g 806,1 g 20,15 %

Perhitungan Susut Pengeringan


Berat basah Berat kering
a. Daun melati = x 100%
Berat basah
4000g 806,1 g
= x100%
4000 g

= 20,15 %

4.1.2 Dasar Metode Ekstraksi


Refluks

Metode refluks merupakan metode berkesinambungan dimana cairan penyari


secara kontinu akan menyari zat aktif di dalam simplisia. Cairan penyari dipanaskan
sehingga menguap dan uap tersebut dikondensasikan oleh pendingin balik,
sehingga mengalami kondensasi menjadi molekul-molekul cairan dan jatuh kembali
ke dalam labu alas bulat sambil menyari simplisia, proses ini berlangsung secara
berkesinambungan dan dilakukan 3 kali dalam waktu 4 jam (Adrian, 2000)
4.1.3 Ekstraksi sampel

Berat
Berat Jumlah
sampel Jumlah
sampel Prese cairan
Nama setelah ekstrak Prese
sblmeks ntase penyar
sampel ekstrak cair ntase
traksi (%) i
si (mL) (%)
(gram) (mL)
(gram)
Daun
4000 806,1 20,15 1000 850 85
melati

4.1.4 Penguapan Pelarut dan Partisi Sampel


a. Sampel Daun Melati
Berat ekstrak methanol =2g

Ekstrak metanol yang diperoleh = 2, 63 g

ekstrak awal Ekstrak metanol yang diperoleh


Presentase ekstrak= x100%
Berat ekstrak methanol

2 g 2,63 g
= x 100%
2g

= 0,973 %

Ekstrak n-heksan yang diperoleh = 2,63 g

Ekstrak awal Ekstrak nheksan yang diperoleh


Presentase ekstrak= x100%
Berat ekstrak metanol

2 g 2,63 g
= x 100%
2g

= 1,315 %

Ekstrak etil asetat yang diperoleh = 12,37 g

Ekstrak awal Ekstrak etil asetat yang diperoleh


Presentase ekstrak= x100%
Berat ekstrak methanol

2 g 12,37 g
= x 100%
2g

= 16,16 %
4.1.5 Identifikasi ekstrak

a. Metode pereaksi
Sampel ekstrak buah bongsai (durante erekta ) .menggunakan pereaksi
dragendorff dan pereaksi H2SO4 yaitu untuk mendeteksi adanya senyawa
alkaloid.

b. Metode KLT
1. Hasil pengamatan dibawah lampu UV 256 nm

2. Hasil pengamatan dibawah lampu UV 366 nm

3. Rf
Jarak yang ditempuh noda
Rf = Jarak larutan pengelusi

1,2 cm
Fase polar = 6,1 cm = 0,2

7,5 cm
Fase semi polar = 8,1 cm = 0,92

7,35 cm
Fase non-polar = 8,19 cm = 0,89