Anda di halaman 1dari 6

Kegiatan Operasional Penambangan Tambang Terbuka

Penambangan dengan metoda tambang terbuka adalah suatu kegiatan penggalian bahan
galian seperti batubara, ore (bijih), batu dan sebagainya di mana para pekerja berhubungan
langsung dengan udara luar.dan iklim. Tambang terbuka (open pit mining) juga disebut dengan
open cut mining yaitu metoda penambangan yang dipakai untuk menggali mineral deposit yang
ada pada suatu batuan yang berada atau dekat dengan permukaan.
Ada kriteria yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan pemilihan apakah suatu
cadangan (lapisan batubara) akan ditambang dengan metoda tambang terbuka atau tambang
dalam yaitu dengan membandingkan besarnya nilai tanah penutup (waste) yang harus digali
dengan volume atau tonase batubara yang dapat ditambang. Perbandingan ini dikenal dengan
istilah stripping ratio. Apabila nilai perbandingan ini (stripping ratio) masih dalam batas-batas
keuntungan, maka metoda tambang terbuka dianggap masih ekonomis. Sebaliknya apabila
nilainya di luar batas keuntungan, maka metoda penambangan tambang dalam yang dipilih.
Metode penambangan batubara yang digunakan yaitu strip mine.
a. STRIP MINING
Strip mining merupakan pertambangan kupas atau pertambangan baris yang
secara khusus merupakan sistem tambang terbuka atau tambang permukaan untuk
batubara. Sistem penambangan ini pada dasarnya terbagi dua, yaitu tambang area dan
tambang kontur. Pertambangan kupas adalah merupakan operasi pengupasan tanah
atau batuan penutup lapisan batu bara dengan bentuk pengupasan baris-baris serjajar.

Strip mining pada umumnya digunakan untuk endapan batubara yang


memiliki kemiringan endapan (dip) kecil atau landai dimana sistem
penambangan yang lain sulit untuk diterapkan karena keterbatasan jangkuan
alat-alat. Selain itu endapan batubaranya harus tebal, terutama bila lapisan
tanah penutupnya juga tebal. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan
perbandingan yang masih ekonomis anatara jumlah tanah penututp yang harus
dikupas dengan jumlah batubara yang dapat digali (economic stripping ratio).

Beberapa keuntungan yang diperoleh bila menggunakan tambang terbuka diantaranya yaitu:
1. Produksi tinggi
2. Konsentrasi operasi (kegiatan) tinggi
3. Ongkos operasi per ton bijih yang ditambang rendah
4. Kegiatan eksplorasi dan keadaan geologi lebih mudah
5. Leluasa dalam pemilihan alat gali/muat
6. Recovery tinggi
7. Perencanaan lebih sederhana
8. Kondisi kerja lebih baik /karena berhubungan dengan udara luar
9. Relatip lebih aman
10 Pemakaian bahan peledak leluasa dan effisien

Tahapan kegiatan penambangan :


a. Pembersihan Lahan (land clearing)

Kegiatan pembersihan lahan (Land Clearing) akan dilakukan sebelum masa konstruksi
dilakukan. Land clearing pada periode konstruksi hanya terbatas pada lokasi box cut yang akan
digali dan areal yang akan digunakan untuk fasilitas penunjang seperti stockpile, coal processing
plant, workshop, perumahan karyawan dan lain-lain. Area yang akan dibuka sekitar 15 ha pada
masa konstruksi, dan pada saat memasuki tahap penambangan, akan dibuka lagi sekitar 15 ha areal
yang akan dijadikan tambang terbuka.

Penebangan pohon dilakukan pertama kali pada kegiatan ini dengan menggunakan chain
saw dan selanjutnya dilakukan pembersihan lahan dengan menggunakan bulldozer. Jika pohon-
pohon yang ditebang ada yang bernilai ekonomis, maka peruntukkannya diserahkan pada yang
berhak atas pemanfaatan kayu - kayu tersebut (pemegang IUPHHK/IPK).

b. Penanganan Tanah Pucuk (top soiling)

Tanah pucuk yang dijumpai di areal penggalian mempunyai ketebalan antara 30 100 cm.
Mengingat tanah pucuk ini kaya akan unsur hara yang sangat diperlukan untuk penanaman kembali
pada areal bekas tambang, maka penanganannya harus dilakukan dengan hati-hati. Rencana
penanganan dan penyimpanan tanah pucuk :

Pengupasan tanah sebaiknya jangan dilakukan dalam keadaan basah (musim penghujan) untuk
menghindari pemadatan dan rusaknya struktur tanah;

Timbunan tanah pucuk tidak melebihi dari 2 meter;

Dilakukan penanaman langsung dengan tanaman penutup (cover crop) yang cepat tumbuh dan
berumur pendek untuk menutup permukaan tanah agar terhindar dari erosi akibat hujan.

Alat berat yang digunakan untuk membongkar dan mendorong tanah pucuk apabila jarak ke
tempat penimbunan kurang dari 200 m adalah bulldozer D85SS dan apabila melebihi jarak tersebut,
bulldozer tidak efisien lagi sehingga harus digunakan kombinasi back hoe berupa excavator dan
dump truck. Tanah pucuk ini akan dikembalikan pada lokasi bekas tambang yang sudah ditimbun
dengan overburden atau menempati bagian paling atas dengan ketebalan minimal 0.15 m, sehingga
penanaman tumbuhan dapat dilakukan. Pada saat meratakan tanah pucuk nantinya sebelum
ditanami digunakan bulldozer. Lokasi penimbunan tanah pucuk ditempatkan di sebelah Barat
masing-masing Pit yang ada.

c. Penggalian Tanah Penutup (overburden removal)

Penggalian overburden menggunakan bulldozer dan back hoe, dimana bulldozer berfungsi
sebagai alat gali, alat dorong dan alat berai dan pengumpul material untuk dimuat ke dump truck
dengan menggunakan back hoe. Bulldozer yang digunakan adalah D 85 ESS dan alat gali muat
adalah excavator PC 300 LCSE-7 serta alat angkut berupa dump truck HINO 22 Ton.

Berdasarkan kajian geoteknik, tinggi lereng tunggal yang masih stabil pada lapisan batuan
yang menjadi overburden adalah 10 m dengan sudut 60 serta mempunyai faktor keamanan > 1,3.
Mengingat alat gali yang digunakan yaitu excavator PC 300LCSE-7 mempunyai jangkauan lengan
gali maksimum 10,5 m, maka tinggi lereng penggalian yang optimal adalah 10 m. Pada pelaksanaan
penambangan lebar lantai kerja awal (working bench) sebesar 12,0 m dengan pertimbangan alat
gali dan dump truck dapat beroperasi dengan leluasa. Dalam operasinya lebar working bench yang
12,0 m tersebut dapat berkurang menjadi 6,0 m disesuaikan dengan kebutuhan.

Pada awal produksi di setiap Pit, tanah penutup akan diangkut dan dibuang di lokasi
pembuangan yang berada di luar areal penggalian (outside dump). Selanjutnya penimbunan, apabila
kegiatan penambangan sudah selesai pada suatu area, maka bekas areal penggalian (mined out)
tersebut akan dijadikan lokasi pembuangan untuk menimbun lubang-lubang yang ada. Cara
penimbunan seperti ini dapat mengurangi dampak-dampak negatif pada lingkungan karena lubang-
lubang bekas tambang tertutup kembali dan selanjutnya diselimuti dengan tanah pucuk sebelum
ditanami kembali. Bentuk dari bekas tambang yang siap ditanami kembali ada dua macam, yaitu :

a. Berbentuk jenjang (trap) dengan ketinggian jenjang relatif rendah yaitu sekitar 1 m dan lebar
sekitar 6 m. Selain sulit melakukan penimbunan tanah pucuk, bentuk seperti ini memerlukan biaya
mahal untuk membentuk jenjang - jenjang tersebut. Selain itu, juga mengakibatkan tingkat erosi
tanah pucuk yang cukup tinggi.

b. Bentuk kedua adalah dibuat rata, dimana cara ini relatif lebih murah dan mudah dalam
penimbunan kembali serta menyebarkan tanah pucuk, tingkat erosi juga relatif rendah.

Dengan memperhatikan pertimbangan tersebut, maka penimbunan tanah penutup akan dilakukan
dengan membuat bentuk rata.

d. Pembersihan Lapisan Batubara (Coal Cleaning)

Penggalian batubara dilakukan secara hati-hati agar batubara yang diproduksi adalah
batubara yang bersih, sehingga tidak diperlukan proses pencucian. Batubara hanya akan mengalami
proses peremukan dengan menggunakan mesin peremuk (crushing plant).

Setelah tanah penutup dibongkar dan atap lapisan batubara (roof) sudah mulai terkupas,
maka dilakukan pembersihan lapisan batubara tersebut sampai ketebalan sekitar 5 cm. Pada lantai
batubara (floor) juga disisakan ketebalan batubara yang tidak tertambang sekitar 5 cm. Hal ini
bertujuan untuk menjaga agar batuan atap maupun batuan lantai tidak ikut terbawa pada saat
pengambilan batubara.

e. Penggalian dan Pengangkutan Batubara (loading and hauling )

Lapisan batubara yang siap diproduksi mulai digali dengan menggunakan excavator,
disamping itu juga menggunakan bulldozer yang mempunyai ripper, sehingga pemberaian batubara
dapat dilakukan dan excavator dapat lebih optimal digunakan untuk mengumpulkan dan memuat
batubara ke atas dump truck. Faktor penting yang harus diperhatikan adalah keseimbangan
kombinasi antar alat berai, alat gali dan muat, serta alat angkut. Keseimbangan tersebut ditentukan
oleh dua kegiatan, yaitu pengambilan dan pemuatan batubara oleh alat gali dan muat serta
pengangkutan batubara hasil tambang ke Run of Mine (ROM) stockpile.

f. Peremukan Batubara (crushing)


Batubara dari front tambang diangkut ke tempat penimbunan batubara di ROM Stockpile
dengan menggunakan dumptruck dengan kapasitas 25 ton. Batubara tersebut ada yang ditimbun
atau ditumpuk sementara dan ada juga yang langsung dimasukan ke crushing plant.

g. Pengangkutan Batubara ke pelabuhan (hauling to port)

atubara yang sudah diremukan di crushing plant kemudian diangkut menggunakan


dumptruck ke stockpile/pelabuhan Tanjung Kelanis, berjarak 210 km.

Kegiatan Pasca Penambangan

a. Reklamasi

Tanah penutup yang digali pada operasi penambangan akan dibuang ke tempat yang sudah
ditentukan (outside dump) atau dibuang ke lubang bekas penambangan (inside dump). Kemudian
Top soil ditebarkan di atas tanah penutup tersebut. Kemudian dilakukan revegetasi terhadap lokasi-
lokasi yang telah ditimbun kembali menggunakan tumbuh-tumbuhan setempat yang mudah dan
cepat beradaptasi dengan lingkungan di bekas areal penambangan tersebut.

b. Penutupan Tambang

Dilakukan revegetasi terhadap lokasi-lokasi yang telah ditimbun kembali menggunakan


tumbuh-tumbuhan setempat yang mudah dan cepat beradaptasi dengan lingkungan di bekas areal
penambangan tersebut.

Pembersihan lahan (land clearing)


Kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan daerah yang akan ditambang mulai, dari semak
belukar hingga pepohonan yang berukuran besar. Alat yang biasa digunakan adalah buldozer
ripper dan dengan menggunakan bantuan mesin potong, chainsaw untuk menebang pohon
dengan diameter lebih besar dari 30 cm.

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu

Pengupasan Tanah Pucuk ( top soil)

Pengupasan Tanah Penutup (stripping overburden)

Penimbunan Tanah Penutup (overburden removal)


Penambangan Batubara (coal getting)

Pengangkutan Batubara ke (coal hauling)