Anda di halaman 1dari 41

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, atas segala Rahmat dan
Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah Tahun 2014 Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan
Malang sebagai informasi capaian kinerja atas pelaksanaan program kegiatan dan
anggaran yang telah dilaksanakan, baik keberhasilan maupun kendala pelaksanaan
program kegiatan yang diuraikan secara transparan dalam Laporan Kinerja ini.

Penyusunan Laporan Kinerja merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban


terhadap pelaksanaan Penetapan Kinerja Tahun 2014, sekaligus dalam rangka
melaksanakan petunjuk Gubernur Jawa Timur yaitu nilai Akuntabilitas Kinerja SKPD
dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2015 untuk mencapai
nilai A, maka semua SKPD dalam menyusun Laporan Kinerja agar berpedoman pada
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53
Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata
Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kinerja ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna, untuk itu saran atau masukan sangat diperlukan
guna penyempurnaan penyusunan Laporan Kinerja di masa yang akan datang.

Malang, Pebruari 2015

KEPALA BADAN KOORDINASI WILAYAH


PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN
MALANG

TTD

Ir. EDDY SANTOSO, MM


Pembina Utama Madya
NIP. 19580927 198701 1 002

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG i


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii
IKHTISAR EKSEKUTIF ............................................................................................. iii

BAB I : PENDAHULUAN ............................................................................ 1


A. Latar Belakang ......................................................................... 1
B. Landasan Hukum ..................................................................... 2
C. Maksud dan Tujuan .................................................................. 3
D. Gambaran Umum SKPD .......................................................... 3

BAB II : PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ............................ 6


A. Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana
Kinerja ...................................................................................... 6
A.1. Visi ................................................................................... 7
A.2. Misi ................................................................................... 7
A.3. Tujuan .............................................................................. 7
A.4. Sasaran ............................................................................ 8
A.5. Program dan Kegiatan ..................................................... 8
B. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) ............................................. 10
C. Perjanjian Kinerja .................................................................... 12

BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA ........................................................... 14


A. Capaian Kinerja Organisasi ...................................................... 14
A.1. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja
Tahun 2014 ...................................................................... 15
A.2. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014
dan Tahun Sebelumnya ................................................... 30
A.3. Perbandingan Realisasi dan Target Kinerja Renstra
Tahun 2009 - 2014 ........................................................... 31
A.4. Analisis Keberhasilan/Kegagalan Kinerja dan Solusi ....... 31
A.5. Analisis Penggunaan Sumber Daya ................................ 32
A.6. Analisis Program/Kegiatan Penunjang
Pencapaian Kinerja .......................................................... 33
B. Realisasi Anggaran .................................................................. 34

BAB IV : PENUTUP ....................................................................................... 36


LAMPIRAN :
1. Matrik Renstra Tahun 2009 - 2014
2. Penetapan Kinerja Tahun 2014
3. Pengukuran Kinerja Tahun 2014
4. Piagam Penghargaan :
- Badan Publik dengan PPID masuk Nominator
- Akuntabilitas Kinerja Instasi Pemerintah dengan predikat nilai kategori B+

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG ii


IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan


Malang tahun 2014 merupakan laporan capaian kinerja pelaksanaan program dan
kegiatan, serta realisasi anggaran yang menginformasikan keberhasilan, kendala,
evaluasi, rekomendasi, dan tindak lanjut pelaksanaan kegiatan seuai dengan tugas dan
fungsi Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang. Dalam
Perjanjian Kinerja Tahun 2014 sasaran strategis Badan Koordinasi Wilayah
Pemerintahan dan Pembangunan Malang adalah meningkatnya koordinasi, fasilitasi
dan sinergitas penyelenggaraan pemeritahan dan pembangunan di wilayah kerja Badan
Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang,

Indikator kinerja tahun 2014 adalah Prosentase (%) Koordinasi Penyelenggaraan


Pemerintahan dan Pembangunan yang ditindaklanjuti dengan target 56%, jika
dibandingkan dengan indikator kinerja tahun sebelumnya ( tahun 2013) yaitu jumlah
koordinasi pelaksanaan ketentraman dan ketertiban umum yang menghasilkan
rekomendasi, dan jumlah koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan yang menghasilkan rekomendasi, maka indikator kinerja tahun 2014
lebih meningkat dan berorientasi pada hasil.

Sedangkan program dan kegiatan yang dilaksanakan Bakorwil Malang


tahun 2014 meliputi :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan kegiatan;


- Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah.
- Kegiatan Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkantoran.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.dengan Kegiatan


Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur.

3. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi.dengan Kegiatan


Penyusunan Profil Daerah Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil Malang.

4. Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah.dengan Kegiatan

- Koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi dan pemantauan pelaksanaan pembangunan


se Wilayah Kerja BAKORWIL III Malang serta sub kegiatan : Koordinasi
informasi sinkronisasi sinergitas perencanaan pembangunan (KISS); Koordinasi
dan sinkronisasi perencanaan pembangunan (PRA-MUSRENBANG);
Koordinasi fasilitasi dan pemantauan pengelolaan aset Pemprov Jatim di Wilker
Bakorwil Malang; Koordinasi fasilitasi dan pemantauan Himpunan Petani
Pemakai Air dan Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA/GHIPPA);
Koordinasi fasilitasi dan pemantauan pengelolaan lingkunga hidup,

- Kegiatan Peningkatan Pelaporan Pencapaian Kinerja dan Keuangan Daerah


(AKIP dan LAKIP) dengan Sub Kegiatan Penyusunan Rancangan Awal RPJMD
Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 2019.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG iii


5. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dengan Kegiatan Fasilitasi,
Koordinasi dan Evaluasi Pembinaan Pelayanan Publik serta sub kegiatan antara
lain : Koordinasi fasilitasi dan pemantauan ketentraman dan ketertiban umum,
Koordinasi, fasilitasi dan pemantauan bencana alam, Koordinasi dan fasilitasi HUT
Provinsi Jawa Timur, Koordinasi, fasilitasi dan pemantauan pelaksanaan pemilu,
Koordinasi, fasilitasi dan monitoring pelaksanaan otonomi daerah, koordinasi
fasilitasi dan monitoring peningkatan pelayanan publik, koordinasi, fasilitasi dan
monitoring peningkatan peran informasi masyarakat.

6. Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Evaluasi Bidang Perekonomian


dengan Kegiatan Pemantapan Pengembangan Jaringan Usaha Antar Koperasi dan
Antar Koperasi Dengan BUMN serta sub kegiatan antara lain Fasilitasi
Pengembangan Usaha Agribisnis, fasilitasi pengelolaan dan pemasaran produksi
perikanan, fasilitasi pengembangan Masyarakat Sekitar Hutan; Fasilitasi
Peningkatan ketahanan pangan, Fasilitasi Pengembangan wirausaha, Fasilitasi
Pengembangan badan Usaha Milik Desa, Fasilitasi Pengembangan Aneka Industri
dan kerajinan. Fasilitasi Pengembangan Koperasi dan UKM.

7. Program Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Evaluasi Bidang


Kesejahteraan Sosial dan Mental Spiritual dengan Kegiatan Fasilitasi Usaha
Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan; dan Kegiatan
Pengembangan dan Peningkatan Mutu Gender. Sub kegiatan antara lain : Fasilitasi
penguatan kapasitas dalam peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan
perempuan; Fasilitasi dan sinkronisasi peningkatan akses dan kualitas pendidikan;
Fasilitasi, koordinasi, monitoring dan evaluasi peningkatan aksesbilitas dan kualitas
pelayanan kesehatan; Koordinasi, fasilitasi dan sinkronisasi perluasan dan
pengembangan kesempatan kerja; Koordinasi, fasilitasi dan monitoring
pengembangan kebudayaan pariwisata; Koordinasi, fasilitasi monitoring dan
evaluasi PMKS, Koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi dan pemantauan pelaksanaan
administrasi kependudukan; Koordinasi, fasilitasi dan pemantauan penanggulangan
peredaran narkoba.

8. Program Peningkatan Kerjasama dengan Kegiatan Monitoring dan Evaluasi


Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan dan Kegiatan
Pemeliharaan Gedung Kantor serta Sub Kegiatan Koordinasi dan fasilitasi
Penyusunan Data Hasil Pembangunan Kabupaten/Kota Se Wilker Bakorwil Malang.

Capaian kinerja Tahun 2014 dengan sasaran meningkatnya koordinasi, fasilitasi,


dan sinergitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan Indikator
Kinerja Prosentase (%) Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan
yang ditindaklanjuti dari target 56% realisasi 53,13% capaian kinerja 94,87%.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG iv


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi


Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Tata Cara Reviu atas
Laporan Kinerja dan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagai acuan dalam menyusun
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014.

Strategic issued dari sisi Organisasi / SKPD Badan Koordinasi Wilayah


Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur dibentuk berdasarkan PERDA
Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi
Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur dan PERGUB Nomor 117
Tahun 2008 Tentang uraian tugas Sekretariat, Bidang, Sub. Bagian dan
Sub. Bidang. Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa
Timur mempunyai tugas melaksanakan mengkoordinasikan pelaksanaan
pembangunan di Jawa Timur yang telah diimplementasikan kedalam program dan
kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sesuai dengan
karakteristik masing-masing wilayah. Keberadaan Badan Koordinasi Wilayah
Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur mempunyai potensi dan posisi yang
strategis dimasing-masing wilayah untuk membantu tugas-tugas Gubernur yang
belum atau tidak terjangkau oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga
keberadaannya sangat diperlukan.

Sebagaimana kita ketahui luas wilayah Provinsi Jawa Timur yang terdiri
dari 38 Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk kurang lebih 38.687.622 jiwa luas
wilayah darat 47.157,71 KM2 luas laut 110.000 KM2, 229 pulau besar dan kecil
serta social budaya yang beraneka ragam sehingga diperlukan span of control yang
memadai. Guna mengoptimalkan pelayanan dalam hal ini mendekatkan pelayanan
oleh Pemerintah Provinsi kepada masyarakat di Kabupaten/Kota sebagai wujud
penyelenggaraan otonomi daerah yang harus didorong dan dikembangkan untuk
meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Perluasan bentuk-bentuk koordinasi
dan kerjasama menjadi kebutuhan pemerintah provinsi seiring dengan
diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB I - 1


Daerah dimana akan dilimpahkannya beberapa kewenangan urusan pemerintahan
di Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi menjadikan Badan Koordinasi Wilayah
Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur layak didukung oleh sumber daya
sosial dan SDM yang memadai guna menjawab tantangan dan permasalahan yang
ada di daerah.

Beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh Badan Koordinasi


Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang antara lain :

1 Potensi konflik antar daerah dalam hal batas wilayah daerah.

2 Kewenangan Organisasi terhadap pemerintah kabupaten/kota.

3 Sinergitas perencanaan pembangunan antara provinsi dan kabupaten/kota.

4 Penguatan Kelembagaan/Organisasi

5 Kepuasan pelayanan publik.

B. Landasan Hukum

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Wilayah


Pemerintahan dan Pembangunan Malang disusun berdasarkan :

1. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah


sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan


Kinerja Instansi Pemerintah;

3. Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi


Pemerintah;

4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem


Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi


Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja
Instansi Pemerintah;

6. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja
Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur;

7. Peraturan Gubernur Nomor 117 Tahun 2008 Tentang Uraian Tugas Sekretariat,
Bidang, Sub. Bagian dan Sub. Bidang.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB I - 2


C. Maksud danTujuan

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Wilayah


Pemerintahan dan Pembangunan Malang dimaksudkan untuk menginformasikan
capaian kinerja yang telah dilaksanakan pada tahun 2014 dengan indikator kinerja
yang telah ditetapkan, dengan tujuan antara lain :

1. Untuk meningkatkan kinerja pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah


kabupaten/kota yang transparan dan akuntabel.

2. Sebagai Laporan Pertanggungjawaban atas pencapaian Sasaran Strategis


Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang
Tahun 2014.

3. Sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan Penetapan Kinerja Badan


Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang.

4. Sebagai informasi pelaksanaan Indikator Kinerja Utama (IKU).

5. Sebagai Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Badan Koordinasi Wilayah


Pemerintahan dan Pembangunan Malang tahun 2014.

D. Gambaran Umum SKPD

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 12


Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi Wilayah
Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur dan Peraturan Gubernur
Jawa Timur Nomor 117 Tahun 2008 Tentang Uraian Tugas Sekretariat, Bidang,
Sub Bagian dan Sub Bidang Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan
Pembangunan Jawa Timur maka Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi
dan Tata Kerja Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan
Malang adalah sebagai berikut :

1. Kedudukan

Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur


merupakan unsur pendukung Kepala Daerah Provinsi, dipimpin oleh seorang
Kepala Badan, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada
Gubernur melalui Sekretaris Daerah.

2. Tugas Pokok

Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur


mempunyai tugas pokok melaksanakan mengkoordinasian pelaksanaan
pembangunan di Jawa Timur.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB I - 3


3. Fungsi

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Badan Koordinasi Wilayah


Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.

b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.

d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Gubernur.

4. Struktur Organisasi

Struktur organisasi Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan


Pembangunan Malang adalah sebagai berikut :

a. Kepala Badan.

b. Sekretariat, membawahi :

1) Sub Bagian Tata Usaha.

2) Sub Bagian Penyusunan Program.

3) Sub Bagian Keuangan.

c. Bidang Pemerintahan, membawahi :

1) Sub Bidang Pemerintahan Umum.

2) Sub Bidang Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat.

d. Bidang Pembangunan Ekonomi, membawahi :

1) Sub Bidang Perekonomian.

2) Sub Bidang Pengembangan Dunia Usaha.

e. Bidang Kemasyarakatan, membawahi :

1) Sub Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

2) Sub Bidang Sosial Budaya.

f. Bidang Sarana dan Prasarana, membawahi :

1) Sub Bidang Lingkungan Hidup.

2) Sub Bidang Fisik Sarana dan Prasarana.

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB I - 4


Struktur organisasi Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan
Pembangunan Malang selengkapnya sebagaimana bagan berikut ini :

Gambar 1.1

STRUKTUR ORGANISASI BAKORWIL MALANG

Wilayah Kerja Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan


Pembangunan Malang meliputi 8 Kabupaten dan 4 Kota, terdiri dari :

Kota Malang; Kabupaten Malang; Kota Batu; Kabupaten Pasuruan;


Kota Pasuruan; Kabupaten Probolinggo; Kota Probolinggo;
Kabupaten Lumajang; Kabupaten Jember; Kabupaten Banyuwangi;
Kabupaten Situbondo; Kabupaten Bondowoso.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB I - 5


BAB II
PERENCANAAN KINERJA

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 12 Tahun 2008


tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan
Pembangunan Jawa Timur mempunyai tugas melaksanakan mengkoordinasikan
pelaksanaan pembangunan di Jawa Timur dan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor
117 Tahun 2008 Tentang Uraian Tugas Sekretariat, Bidang, Sub Bagian dan Sub
Bidang Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan PembangunanJawa Timur, maka
Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang melaksanakan
mengkoordinasikan, fasilitasi, monitoring dan evaluasi dalam rangka pembinaan dan
pengawasan penyelenggaraan pembangunan di wilayah kerjanya. Untuk melaksanakan
tugas tersebut, Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang
menyelenggarakan fungsi :

1. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya.

2. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.

4. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Gubernur.

Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif dan
berhasil guna, maka Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan
Malang dalam melaksanakan program kegiatannya berpedoman pada dokumen
perencanaan yang tersedia meliputi :

1. RENSTRA Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang


Tahun 2009-2014.

2. Rencana Kerja (Renja SKPD) atau Rencana Kinerja Tahunan (RKT)

3. Penetapan Kinerja Tahun 2014 dan;

4. Dokumen Perencanaan lainnya.

A. Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Kinerja

Rencana Strategis (RENSTRA) Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan


Pembangunan Malang Tahun 2009 - 2014 merupakan perencanaan jangka
menengah yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan
dicapai dalam kurun waktu lima tahun beserta strategi yang akan dilakukan untuk
mencapai sasaran sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Badan Koordinasi Wilayah
Pemerintahan dan Pembangunan Malang.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB II - 6


Penyusunan RENSTRA Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan
Pembangunan Malang Tahun 2009 - 2014 telah mengacu pada Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun
2009 - 2014. Secara ringkas substansi RENSTRA Badan Koordinasi Wilayah
Pemerintahan dan Pembangunan Malang Tahun 2009 - 2014 sebagai berikut :

A.1. Visi
Visi Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang
mengacu pada visi Provinsi Jawa Timur yaitu Terwujudnya Jawa Timur yang
Makmur dan Berakhlak dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia maka Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan
Malang mempunyai visi :

Terwujudnya koordinasi, efektivitas dan sinergitas penyelenggaraan


pemerintahan dan pembangunan di Wilayah Kerja Badan Koordinasi
Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang

A.2. Misi
Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang
mempunyai misi :

Mewujudkan keterpaduan koordinasi, fasilitasi dan sinergitas


penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, tersedianya
Sumberdaya Manusia (SDM) yang profesional serta sarana dan prasarana
yang memadai

A.3. Tujuan

Tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai atau yang dihasilkan dalam jangka
waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun. Tujuan ditetapkan dengan
mengacu pada pernyataan Visi dan Misi serta didasarkan pada isu-isu dan
analisis strategis. Adapun tujuan yang hendak dicapai Badan Koordinasi
Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang adalah :

Meningkatkan efektivitas koordinasi dan fasilitasi penyelenggaraan


Pemerintahan dan Pembangunan di wilayah Kerja Badan Koordinasi
Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB II - 7


A.4. Sasaran
Sasaran yang dimaksudkan adalah sasaran strategis dalam Penetapan Kinerja
Tahun 2014 yaitu Meningkatnya Koordinasi, Fasilitasi dan Sinergitas
Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan di Wilayah Kerja Badan
Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang dengan Indikator
Kinerja Prosentase (%) Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan
Pembangunan yang ditindaklanjuti dan target 56 %.

A.5. Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Penetapan Kinerja


Tahun 2014 terdapat 6 (enam) Program 9 (sembilan) Kegiatan dan sub
kegiatan sebagai berikut :

a. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi


Kegiatan Penyusunan Profil Daerah Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja
Bakorwil Malang.

b. Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah

Kegiatan Koordinasi, sinkronisasi, fasilitasi dan pemantauan


pelaksanaan pembangunan se Wilayah kerja BAKORWIL III Malang
dengan sub kegiatan :
- Koordinasi Informasi Sinkronisasi dan Sinergitas Perencanaan
Pembangunan (KISS);
- Koordinasi dan sinkronisasi Perencanaan Pembangunan
(Pra Musrenbang);
- Koordinasi, fasilitasi, dan pemantauan pengelolaan asset Pemprov
Jatim di Wilker Bakorwil Malang;
- Koordinasi, fasilitasi, dan pemantauan himpunan petani pemakai air
(HIPPA/GHIPPA);
- Koordinasi, fasilitasi dan pemantauan pengelolaan lingkungan hidup;
- Koordinasi, fasilitasi dan pemantauan HIPPA/GHIPPA sarasehan
diskusi profil.
- Koordinasi FGD integrasi dan perlindungan pengelolaan hulu das
brantas.

Kegiatan Peningkatan Pelaporan Pencapaian Kinerja dan Keuangan


Daerah (AKIP dan LAKIP) dengan sub kegiatan Koordinasi dan fasilitasi
penyusunan RPJMD Se Wilayah Bakorwil Malang.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB II - 8


c. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Kegiatan Fasilitasi, Koordinasi dan Evaluasi Pembinaan Pelayanan Publik


dengan sub kegiatan :
- Koordinasi, fasilitasi dan pemantauan pelaksanaan ketenteraman dan
ketertiban umum.
- Koordinasi, fasilitasi dan pemantauan bencana alam.
- Koordinasi, fasilitasi HUT Provinsi Jawa Timur.
- Koordinasi, fasilitasi dan pemantauan pelaksanaan Pemilu.
- Koordinasi, fasilitasi dan monitoring pelaksanaan otonomi daerah.
- Koordinasi, fasilitasi dan monitoring peningkatan pelayanan publik.
- Koordinasi, fasilitasi dan monitoring peningkatan peran kelompok
informasi masyarakat.
- Koordinasi pengendalian penutupan lokalisasi.

d. Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Evaluasi Bidang


Perekonomian

Kegiatan Pemantapan Pengembangan Jaringan Usaha Antar Koperasi dan


Antar Koperasi Dengan BUMN dengan sub kegiatan :

- Koordinasi dan fasilitasi pengembangan usaha agribisnis;


- Koordinasi dan fasilitasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan;
- Koordinasi dan fasilitasi pengembangan ekonomi masyarakat sekitar
hutan;
- Koordinasi dan fasilitasi peningkatan ketahanan pangan;
- Koordinasi dan fasilitasi pengembangan wirausaha;
- Koordinasi dan fasilitasi pengembangan badan usaha milik desa;
- Koordinasi dan fasilitasi pengembangan aneka industri dan kerajinan.
- Koordinasi dan fasilitasi Pengembangan Koperasi dan UKM.

e. Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Evaluasi Bidang


Kesejahteraan Sosial dan Mental Spiritual

Kegiatan Fasilitasi usaha kesejahteraan sosial dan penanggulangan


kemiskinan dengan sub kegiatan :
- Koordinasi dan fasilitasi penguatan kapasitas dalam peningkatan
kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan;
- Koordinasi dan fasilitasi peningkatan akses dan kualitas pelayanan
pendidikan;
- Koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi peningkatan aksesbilitas
dan kualitas pelayanan kesehatan;

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB II - 9


- Koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi Perluasan
pengembangan kesempatan kerja;
- Koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi Pengembangan
Kebudayaan dan Pariwisata;
- Koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi penanganan PMKS;
- Koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi aksesbilitas dan kualitas
pelayanan administrasi kependudukan;
- Koordinasi, fasilitasi dan pemantauan penanggulangan peredaran
narkoba.
Kegiatan Fasilitasi Pasar Murah.

Kegiatan Pengembangan dan Peningkatan Mutu Gender

f. Program Peningkatan Kerjasama


Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan
Tugas Pembantuan dengan sub kegiatan :
- Koordinasi, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dekonsentrasi dan
tugas pembantuan
- Koordinasi dan fasilitasi penyusunan data hasil pembangunan
Kabupaten/Kota se wilker Bakorwil Malang

B. Rencana Kinerja Tahunan (RKT)

Rencana Kinerja yang telah dibuat oleh Badan koordinasi Wilayah


Pemerintahan dan Pembangunan Malang Tahun 2014 mengacu pada sasaran
strategis, indikator kinerja dan target kinerja yang hendak dicapai sebagaimana
dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.1
RENCANA KINERJA TAHUN 2014

Sasaran
Indikator Kinerja Target
Strategis

Meningkatnya Koordinasi, Prosentase (%) Koordinasi 56 %


Fasilitasi dan sinergitas Penyelenggaraan Pemerintahan
penyelenggaraan dan Pembangunan yang
Pemerintahan dan ditindaklanjuti
Pembangunan di Wilayah
Kerja Badan Koordinasi
Wilayah Pemerintahan dan
Pembangunan Malang

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB II - 10


Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan terdapat 32
(tiga puluh dua) Kegiatan Koordinasi meliputi :
1) Koordinasi Informasi Sinkronisasi dan Sinergitas Perencanaan Pembangunan
(KISS);
2) Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang);
3) Koordinasi, Fasilitasi, dan Pemantauan Pengelolaan Asset Pemprov Jatim di
Wilker Bakorwil Malang;
4) Koordinasi, Fasilitasi, dan Pemantauan Himpunan Petani Pemakai Air
(HIPPA/GHIPPA);
5) Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
6) Koordinasi FGD Integrasi dan Perlindungan Pengelolaan Hulu Das Brantas;
7) Koordinasi dan Fasilitasi Penyusunan RPJMD Se Wilayah Bakorwil Malang;
8) Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan Pelaksanaan Ketenteraman dan
Ketertiban Umum;
9) Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan Bencana Alam;
10) Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan Pelaksanaan Pemilu;
11) Koordinasi, Fasilitasi dan Monitoring Peningkatan Pelayanan Publik;
12) Koordinasi, Fasilitasi dan Monitoring Peningkatan Peran Kelompok Informasi
Masyarakat;
13) Koordinasi Pengendalian Penutupan Lokalisasi;
14) Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Usaha Agribisnis;
15) Koordinasi dan Fasilitasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan;
16) Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Sekitar Hutan;
17) Koordinasi dan Fasilitasi Peningkatan Ketahanan Pangan;
18) Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Wirausaha;
19) Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa;
20) Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Aneka Industri dan Kerajinan;
21) Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Koperasi dan UKM;
22) Koordinasi dan Fasilitasi Penguatan Kapasitas Dalam Peningkatan
Kesejahteraan dan Pemberdayaan Perempuan;
23) Koordinasi dan Fasilitasi Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan
Pendidikan;
24) Koordinasi, Fasilitasi, Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Aksesbilitas dan
Kualitas Pelayanan Kesehatan;
25) Koordinasi, Fasilitasi, Monitoring dan Evaluasi Perluasan Pengembangan
Kesempatan Kerja;
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB II - 11
26) Koordinasi, Fasilitasi, Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Kebudayaan
dan Pariwisata;
27) Koordinasi, Fasilitasi, Monitoring dan Evaluasi Penanganan PMKS;
28) Koordinasi, Fasilitasi, Monitoring dan Evaluasi Aksesbilitas dan Kualitas
Pelayanan Administrasi Kependudukan;
29) Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan Penanggulangan Peredaran Narkoba;
30) Koordinasi Pengembangan dan Peningkatan Mutu Gender;
31) Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Dekonsentrasi dan
Tugas Pembantuan;
32) Koordinasi dan Fasilitasi Penyusunan Data Hasil Pembangunan
Kabupaten/Kota Se Wilker Bakorwil Malang.

C. Perjanjian Kinerja

Berdasarkan Penetapan Kinerja Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan


dan Pembangunan Malang Tahun 2014 yang meliputi sasaran strategis, indikator
kinerja, target, program/kegiatan dan anggaran sebagaimana yang dapat
disajikankan pada tabel berikut :

Tabel 2.2
PENETAPAN KINERJA TAHUN 2014

Sasaran Indikator Program/ Anggaran


Target
Strategis Kinerja Kegiatan (Rp)

Meningkatnya Prosentase (%) 56 % Program Optimalisasi 65.000.000


Koordinasi, Koordinasi Pemanfaatan Teknologi
Fasilitasi dan Penyelenggaraan Informasi
sinergitas Pemerintahan
penyelenggaraan dan - Penyusunan profil 65.000.000
Pemerintahan dan Pembangunan daerah kab/kota se
Pembangunan di yang wilayah kerja Bakorwil
Wilayah Kerja dindaklanjuti Malang
Badan Koordinasi
Wilayah Program peningkatan 760.000.000
Pemerintahan dan kerjasama antar
Pembangunan pemerintah daerah
Malang
- Koordinasi sinkronisasi 550.000.000
fasilitasi dan
pemantauan
pembangunan se
wilayah kerja Bakorwil
Malang

- Peningkatan pelaporan 210.000.000


pencapaian kinerja dan
keuangan daerah (AKIP
dan LAKIP)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB II - 12


Sasaran Indikator Program/ Anggaran
Target
Strategis Kinerja Kegiatan (Rp)

Program Peningkatan 700.000.000


Kualitas Pelayanan Publik

- Fasilitasi, Koordinasi 700.000.000


dan Evaluasi
Pembinaan Pelayanan
Publik

Program koordinasi 530.000.000


sinkronisasi fasilitasi dan
evaluasi bidang
perekonomian

- Pengembangan 530.000.000
jaringan usaha antar
koperasi dan antar
koperasi dengan BUMN

Program koordinasi 855.000.000


sinkronisasi fasilitasi dan
evaluasi bidang
kesejahteraan sosial dan
mental spiritual

- Fasilitasi usaha 550.000.000


kesejahteraan sosial
dan penanggulangan
kemiskinan

- Pasar Murah 250.000.000

- Pengembangan dan 55.000.000


Peningkatan Mutu
Gender

Program peningkatan 435.000.000


kerjasama

- Monitoring dan evaluasi 215.000.000


penyelenggaraan
dekonsentrasi dan
tugas pembantuan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB II - 13


BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

Capaian Kinerja Organisasi pada Laporan Kinerja Badan Koordinasi Wilayah


Pemerintahan dan Pembangunan Malang Tahun 2014 telah sesuai dengan sasaran
strategis organisasi yaitu meningkatnya koordinasi, fasilitasi dan sinergitas
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di wilayah kerja Badan
Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang dengan indikator
kinerja Prosentase (%) Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan
Pembangunan yang ditindaklanjuti dengan menggunakan Skala Pengukuran
Capaian Kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.1
SKALA PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA

Skor Rentang Capaian Kategori Capaian

4 Lebih dari 100 % Sangat baik

3 75 % sampai 100 % Baik

2 55 % sampai 75 % Cukup

1 Kurang dari 55 % Kurang

Adapun hasil dari Pengukuran Kinerja terlihat pada tabel berikut :

Tabel 3.2
PENGUKURAN KINERJA

Sasaran Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Meningkatnya Prosentase (%) 56 % 53,13 % 94,87 %


Koordinasi, Fasilitasi Koordinasi
dan sinergitas Penyelenggaraan
penyelenggaraan Pemerintahan dan
Pemerintahan dan Pembangunan
Pembangunan di yang ditindaklanjuti
Wilayah Kerja Badan
Koordinasi Wilayah
Pemerintahan dan
Pembangunan Malang.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 14
A.1. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2014

Sebagaimana hasil dari Pengukuran Kinerja Tahun 2014, Capaian


Kinerja Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang
mencapai 94,87 %, berdasarkan pada target kinerja yang ditetapkan dalam
Rencana Strategis dan dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2014 sebesar
56 % realisasi 53,13 % dengan kategori Baik.

Capaian kinerja tersebut berasal dari pelaksanaan p rogram kegiatan


yang mendukung kinerja. Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan
Pembangunan Malang pada Tahun 2014 telah melaksanakan koordinasi
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sebanyak 32 koordinasi
realisasi yang jumlah koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan yang ditindaklanjuti sebanyak 17 koordinasi, sebagaimana
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.3
PENJABARAN PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2014

URAIAN Jumlah %

Jumlah Koordinasi Penyelenggaraan


17
Pemerintahan dan Pembangunan
Koordinasi
yang ditindaklanjuti
53,13 %
Jumlah Koordinasi Penyelenggaraan 32
Pemerintahan dan Pembangunan Koordinasi

Perhitungan :
Realisasi Kinerja = ( 17 / 32 ) x 100 % = 53,13 %
Capaian Kinerja = ( 53,13 / 56 ) x 100 % = 94,87 %

Adapun ke 17 (tujuh belas) koordinasi dari pelaksanan program dan


kegiatan atau sub kegiatan yang mendukung indikator kinerja ( prosestase
jumlah koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang
ditindaklanjuti ) sebagai berikut :

1) Kegiatan Koordinasi, Informasi, Sinkronisasi dan Sinergitas Perencanaan


Pembangunan (KISS) yang telah ditindak lanjuti oleh 25 SKPD Provinsi
Jawa Timur dan disampaiakan kepada Bappeda Kabupaten/Kota berupa
rencana program kegiatan tahun 2015 yang akan dilaksanakan di wilayah
kerja Bakorwil Malang.
2) Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan (Pra
Musrenbang) yang ditindaklanjuti oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur
tentang usulan program kegiatan kabupaten/kota sebanyak 494 usulan
program disetujui 335 atau 67,81%, sedangkan usulan kegiatan 1.532
disetujui 390 atau 25,46 %.
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 15
3) Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pemantauan Pengelolaan Asset
Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ditindaklanjuti oleh BPKAD Provinsi
dan Bakorwil Malang berupa penggunaan sewa asset di wilayah kerja
Bakorwil Malang yang menghasilkan pendapatan 321.720.000,-/Tahun,
(58.000.000 sewa gedung, 110.000.000 sewa bangunan, 108.000.000
sewa bangunan, 45.000.000 sewa bangunan, dan 720.000 sewa rumah
dinas).
4) Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan HIPPA/GHIPPA. Hasil rekomendasi
telah diindaklanjuti oleh Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian
Kabupaten Jember, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, Kota
Probolinggo yang masuk nominasi pengelolaan HIPPA/GHIPPA terbaik di
wilayah kerja Bakorwil Malang.
5) FGD Perlindungan Pengelolaan Hulu DAS Brantas yang telah
ditindaklanjuti oleh SKPD terkait se Malang Raya, Bakorwil sebagai
Koordinator perumusan kesepakatan kerjasama (Bppeda Provinsi Jawa
Timur, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Badan Lingkungan Hidup
Provinsi Jawa Timur, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, Badan
Lingkungan Hidup Kota Malang, Kantor Lingkungan Hidup Kota Batu,
Balai Pengelola DAS Brantas Provinsi Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I,
LSM PUSAKA Kota Batu).
6) Kegiatan Koordinasi Penyusunan Rancangan Awal RPJMD Provinsi Jawa
Timur se wilker Bakorwil Malang telah ditindaklanjuti oleh Bappeda
Provinsi. Hasil rakor menjadi masukan RPJMD khususnya pada bagian
BAB IV terkait permasalahan dan isu strategis di wilayah kerja Bakorwil
Malang. (diuraikan dalam RENSTRA Bakorwil Malang)
7) Kegiatan Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan Pelaksanaan
Ketentraman dan Ketertiban Umum yang ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial
Kabupaten/Kota rencana penyediaan database khusunya WTS di wilayah
kerja Bakorwil Malang.
8) Kegiatan Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan Bencana Alam telah
ditindaklanjuti oleh SKPD dalam hal ini BPBD Provinsi dan BPBD
Kabupaten/Kota merumuskan /kesepakatan penanganan bencana di
daerah khususnya di wilayah kerja Bakorwil Malang.
9) Kegiatan Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan Pelaksanaan Pemilu di
daerah telah ditindaklanjuti oleh KPU, Bawas, Korem, Bakesbangpol
Provinsi dan Kabupaten/Kota, Polres, pada Persiapan pelaksanaan
PILPRES Tahun 2014 yang aman tertib dan lancar.
10) Kegiatan Koordinasi, Fasilitasi dan Pemantauan Pelaksanaan
Ketentraman dan Ketertiban Umum yang telah ditindaklanjuti oleh SKPD
terkait atau Pemerintah Kabupaten/Kota berupa kesepakatan rencana
penutupan lokalisasi di Kabupaten Malang dan melakukan kerjasama
pemantauan mobilitas WTS di wilayah kerja Bakorwil Malang.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 16
11) Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Koperasi dan UMKM di
wilayah kerja Bakorwil malang ditindaklanjuti oleh Dinas Koperasi dan
UMKM Provinsi dan Kabupaten/Kota berupa pengembangan modal usaha
bagi koperasi yang pengelolaannya baik dan mendorong penyediaan
data jumlah koperasi dan kondisi koperasi di wilayah kerja Bakorwil
Malang, dimana pada tahun 2014 terdapat 9.888 dengan rincian :
Koperasi yang aktif 7.128 yang tidak aktif 2.760 koperasi.

12) Kegiatan Koordinasi, Fasilitasi dan Sinkronisasi Peningkatan Akses dan


Kualitas Pendidikan ditindaklanjuti oleh Kabupaten/kota melalui kegiatan
sosialisasi pelaksanaan program Generasi Emas Indonesia Berkarakter
dimasing-masing daerah, penyertaan pelatihan bagi tenaga pendidik
dalam rangka meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di daerah.

13) Kegiatan Koordinasi, Fasilitasi, Monitoring dan Evaluasi Peningkatan


Aksesbilitas dan Kualitas Pelayanan Kesehatan. ditindaklanjuti dengan
Sosialisasi Pelaksanaan Program JKN di Kabupaten/Kota oleh Dinas
Kesehatan.

14) Kegiatan Koordinasi, Fasilitasi dan Monitoring Pengembangan


Kebudayaan dan Pariwisata.ditindaklanjuti dengan kesepakatan bersama
agar pemerintah provinsi Jawa Timur dalam hal ini Gubernur Jawa Timur
merngeluarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tentang kewajiban
Usaha Pondok Wisata wajib memiliki tanda daftar usaha pondok wisata
dari Pemerintah Kabupaten/Kota.

15) Kegiatan Koordinasi, Fasilitasi, Monitoring dan Evaluasi Penanganan


PMKS. Kegiatan difokuskan pada penanganan Orang Masalah Dengan
Kejiwaan (OMDK) dan percepatan penanganan pasien Bebas Pasung
dimana Pemerintah kabupaten/Kota direkomendasikan membentuk Tim
Penanganan PMKS yang difokuskan pada penanganan Orang Masalah
Dengan Kejiwaan dan penanganan pasien Bebas Pasung.

16) Kegiatan Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaran


Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan menghasilkan rekomendasi yang
segera ditindaklanjuti oleh SKPD penerima dana Dekonsentrasi dan
Tugas Pembantuan untuk melakukan percepatan pelaksanaan program
kegiatan, KPPN agar memberikan kemudahan atau pendampingan dalam
proses pencairan anggaran, dan menginventarisir permasalahan yang ada
untuk dicarikan solusi pemecahan secepatnya.

17) Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Penyusunan Data Hasil Pembangunan


se wilker Bakorwil Malang ditindaklanjuti oleh Bappeda Kabupaten/Kota
dengan mengisi data sesuai aplikasi yang tersedia dan hasil isian data
berupa hard copy (Buku data hasil pembangunan di Kabupaten/kota se
wilayah kerja Bakorwil Malang).

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 17
Sedangkan ke 32 (tiga puluh dua) koordinasi pelaksanaan program dan
kegiatan atau sub kegiatan pada tahun 2014 telah diuraikan pada BAB II
berupa Rencana Kinerja Tahun 2014 dengan hasil sebagai berikut :

1) Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi

Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Ketersediaan data dan informasi pembangunan Kabupaten/Kota se wilker


Bakorwil Malang dalam buku Profil Daerah yang antara lain memuat
gambaran umum, kebijakan pembangunan, visi misi dan potensi daerah di
wilayah kerja Bakorwil Malang.

Permasalahan dan upaya pemecahan masalah

Permasalahan :

- Belum ada standarisasi penyusunan buku profil daerah sebagai acuan.

- Data belum di update.

Upaya pemecahan masalah :

- Rakor perumusan standar Penyusunan Profil Daerah se wilker Bakorwil


Malang dan Tingkat Provinsi Jawa Timur.

- Fasilitasi update data se wilayah kerja Bakorwil Malang.

- Update data ke daerah.

2) Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah

Hasil Pelaksanaan Kegiatan

- 25 SKPD Provinsi telah menginformasikan ke Kab/Kota terkait rencana


program/kegiatan tahun 2015 yang akan dilaksanakan di wilayah kerja
Bakorwil Malang.

- 494 usulan program disetujui 335 atau 67,81%, sedangkan usulan


kegiatan 1.532 disetujui 390 atau 25,46 %.

- Terinventarisirnya permasalahan aset Pemprovinsi yang belum jelas


perikatannya secara hukum dan yang perlu segera ditindaklanjuti oleh
Tim Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

- Menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 110.000.000,- / tahun.

- Meningkatknya pengetahuan dan ketrampilan petani yang tergabung


dalam HIPPA/GHIPPA.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 18
- Terinventarisirnya permasalahan HIPPA/GHIPPA sekaligus memberikan
pembinaan terhadap yang menghasilkan nominator HIPPA/GHIPPA
masuk dalam kategori terbaik di wilayah kerja Bakorwil Malang yang akan
diusulkan ke tingkat provinsi dan nasional.

Hasil evaluasi dan peringkat HIPPA terbaik di wilayah kerja Bakorwil


Malang sebagai berikut :
HIPPA Tirto Mulyo Desa Potang Kecamatan Ambulu Kab. Jember.
HIPPA Makmur Jaya Desa Pendil Kec. Banyuanyar Kab.
Probolinggo.
HIPPA Arum Wangi Desa Tegalarum Kec. Sempu Kab. Banyuwangi
HIPPA Sumber Harapan Desa Kendit Kec. Kendit Kab. Situbondo.
HIPPA Sido Mukti Desa Selok Besuki Kec. Sukodono Kab.
Lumajang.
HIPPA Tirta Sari Desa Pakistaji Wonoasih Kota Probolinggo.

Hasil evaluasi dan peringkat GHIPPA terbaik di wilayah kerja Bakorwil


Malang sebagai berikut :
GHIPPA Sumber Arum Desa Parijatah Wetan Kec. Srono
Kab. Banyuwangi.
GHIPPA Rukun Mulyo Desa Ambulu Kec. Sumberasih Kab.
Probolinggo.
- Tersedianya data keikutsertaan Kab/Kota dalam pelaksanaan kegiatan
Desa Berseri. sedangkan yang belum mendapatkan kategori Desa
Berseri yaitu : Kab. Malang, Kab. Pasuruan, Kab Jember, dan Kab.
Probolinggo.

- Merumuskan kesepakaan bersama atas Pengelolaan DAS Brantas


berdasarkan rencana pengelolaan DAS yang telah berbasis ekologis
dengan menetapkan daya tampung beban DAS Brantas.

- Merumuskan pengendalian pencemaran air melaui instrument izin


lingkungan dan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)
domestik, industri, peternakan, dll.

- Pengembangan program penghijauan dan rahabilitasi lahan kritis di


wilayah Malang Raya.

- Pembangunan TPS di sekitar aliran DAS Brantas untuk menghindari


pembuangan sampah di sungai.

- Penanaman pohon bambu di sepanjang aliran DAS Brantas sebagai


upaya konservasi aliran sungai DAS Brantas.

- Terinventarisirnya permasalahan dan isu-isu strategis di Kab./Kota se


wilker Bakorwil Malang.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 19
Permasalahan dan upaya pemecahan masalah

Permasalahan :

- SKPD Kabupaten / Kota masih banyak yang belum mengetahui program


prioritas Pemerintah/SKPD Provinsi.

- Program dan kegiatan yang diusulkan oleh Kabupaten/Kota masih belum


sinergis dengan program kegiatan SKPD Provinsi.

- Masih terdapat aset Provinsi di wilayah kerja Bakorwil Malang yang belum
jelas penggunaannya / perikatannya.

- Belum dilakukan pembinaan HIPPA/GHIPPA yang terstruktur.

- Pemerintah Kabupaten/Kota belum menyediakan anggaran untuk


pembinaan HIPPA/GHIPPA.

- Belum ada rumusan perbedaan pemeringkatan penilaian HIPPA/GHIPPA


Kab./Kota belum sampai pada kategori Kabupaten dan Kota.

- Belum semua Kab./Kota melaksanakan program Desa/Kelurahan Berseri.

- Adanya Penurunan kualitas dan kuantitas air

- Adanya Alih guna lahan dari hutan menjadi tanaman sayur

- Adanya Degradasi lahan

- Banyaknya permasalahan atau isu-isu strategis yang belum terinventarisir


dengan baik sesuai dengan bidangnya.

Upaya pemecahan masalah :

- Memfasilitasi Rapat Koordinasi Informasi, Sinkronisasi dan Sinergis


(KISS) Program SKPD Provinsi dengan BAPPEDA Kabupaten/Kota.

- Memfasilitasi kegiatan Pra Musrenbang di tingkat Bakorwil Malang dlam


rangka memverifikasi usulan program kegiatan SKPD Kabupaten/Kota.

- Melakukan pertemuan antara Tim aset Provinsi dan Tim Asset


Kabupaten/Kota guna penyelesaian masalah.

- Meningkatkan anggaran program/kegiatan sektor pertanian dan pengairan


di Kabupaten/Kota guna mendukung keberadaan HIPPA/GHIPPA.

- BAPPEDA Kabupaten/Kota agar mengakomodir program/kegiatan dalam


rangka pembinaan HIPPA/GHIPPA.

- Mendukung pelaksanaan Program Desa/Kelurahan Berseri melalui


fasilitasi, koordinasi, pembinaan secara langsung bersama SKPD teknis
untuk bersama sama mendukung Program Jawa Timur menuju Provinsi
Hijau.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 20
- Membangun kesepakatan bersama mewujudkan kegiatan perlindungan
dan pengelolaan hulu DAS Brantas yang holistik dan terintegrasi di
wilayah Malang Raya sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup secara
berkelanjutan (BA. Arsip SKPD).

- Menginventarisir informasi permasalahan dan isu strategis sesuai bidang


terkait.

3) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Hasil Pelaksanaan Kegiatan

- Terpantaunya penyebaran WTS dampak penutupan lokalisasi.

- Tersedianya database by name by address WTS di wilayah kerja Bakorwil


Malang.

- Adanya dukungan Ikatan Dai Lokalisasi atas penutupan lokalisasi.

- Adanya kerjasama antar pemerintah Kab./Kota dan Provinsi apabila ada


dampak penutupan lokasi (pemulangan, pengawasan, pembinaan lanjut).

- Terwujudnya sinergitas pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan


bencana.

- Meningkatkan kewaspaan terjadinya bencana di daerah.

- Penyediaan akses radio komunikasi menggunakan kanal-kanal yang


ditentukan oleh BNPB dan BPBD.

- Tersampaikannya informasi hasil pembangunan Provinsi Jawa Timur.

- Tersedianya hiburan bagi dan kegiatan sosial masyarakat (jalan sehat)

- Terwujudnya sinergitas kegiatan yang terkait pelaksanaan pemilu.

- Meningkatnya kualitas pelaksanaan pemilu di daerah (jumlah pemilih di


masing-masing daerah naik).

- Tersedianya dukungan keamanan dari Korem dan masing-masing


POLRES tempat penyelenggaraan Pemilu.

- Antisipasi adanya revisi PP 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat


daerah maka Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab./Kota agar
menyiapkan data dan dokumen untuk pembentukan pokja membahas
NSPK yang mengacu pada PP 38 Tahun 2007.

- Kriteria besaran organisasi dinas/badan ditetapkan berdasarkan variabel,


seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah APBD dan sebagainya.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 21
- Meningkatnya kualitas pelayanan publik dengan menerapkan SOP, SPM,
SPP dan inovasi pelayanan.

- Melakukan survey Indek Kepuasan Masyarakat bisa dilakukan oleh


Dinas/Badan sendiri atau melibatkan Perguruan Tinggi.

- Menindaklanjuti pengaduan pelayanan publik dengan baik dan benar.

- Meningkatnya koordinasi KIM dalam rangka persiapan Lomba Cerdik


Cermat Komunikatif (LCCK).

- Menyiapkan bahan/materi yang diperlukan terkait pelaksanaan LCCK agar


peserta dari Bakorwil Malang menjadi yang terbaik.

Permasalahan dan upaya pemecahan masalah

Permasalahan :

- Kab./Kota belum memilki database WTS by name by address.

- Belum ada kerjasama penanganan WTS antar kab/kota.

- Penanganan bencana masih bersifat lokal (kedaerahan) kab/kota lain


sifatnya insidentil.

- Sarana prasarana, komunikasi terkait penanganan bencana belum


memadai.

- Anggaran penanganan bencana di daerah belum mencukupi.

- Partisipasi masyarakat masih rendah.

- Perlunya kegiatan yang langsung menyentuh dan memberikan manfaat


bagi masyarakat.

- Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya naik tetapi tidak


signifikan.

- Adanya sengketa hasil pemilu dibeberapa wilayah kerja Bakorwil malang.

- Revisi PP 41 Tahun 2007 masih dalam proses pembahasan.

- Belum semua SKPD Provinsi dan Kab./Kota melakukan survey Indek


Kepuasan Masyarakat.

- Masih banyak ditemukan keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik.

- Koordinasi dilakukan ketika akan menghadapi event atau kegiatan.

- Penyiapan materi.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 22
Upaya pemecahan masalah :

- Mendorong Kab/kota menyediakan database PMKS khususnya WTS.

- Merevitalisasi kerjasama yang sudah ada atau memperbaharui kerjasama


terhadap penanganan WTS.

- Penangan bencana yang komprehensif.

- Menyiapkan sarana prasarana antisipasi bencana.

- Menambah alokasi anggaran penanganan bencana.

- Mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan dengan dengan melibatkan


masyarakat.

- Kegiatan yang dilaksanakan lebih variatif.

- Memantau pelaksanaan pemilu didarah dan melaporkan hasilnya kepada


Gubernur dan instansi terkait didukung dengan data yang valid termasuk
tingkat kehadiran dan sengketa yang terjadi.

- Mempersiapkan dokumen yang diperlukan sebagai antisipasi berlakunya


revisi PP 41 Tahun 2007.

- Memfasilitasi bintek penyusunan Indek Kepuasan Masyarakat


(Narasumber ahli dibidangnya).

- Menidaklanjuti pengaduan masyarakat agar ada peningkatan pelayan


yang dibutuhkan.

4) Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Evaluasi Bidang


Perekonomian

Hasil Pelaksanaan Kegiatan

- Mendorong Peningkatan kinerja para penyuluh pertanian kepada


masyarakat yang bergerak dibidang usaha agribisnis agar terwujud good
agriculture practices dan good handing practices.

- Mendorong tebentuknya kelembagaan yang kuat yang mampu


bernegosiasi untuk menentukan harga produk yang dihasilkan.

- Merumuskan upaya pengelolaan dan pemasaran produk perikanan.

- Adanya peningkatan pembinaan dan monitoring terutama daerah yang


memiliki produk laut yang potensial.

- Adanya engemasan yang menarik hasil produk laut agar bisa bersaing
dipasaran.

- Merumuskan kerjasama antar lembaga dan berbagai kelompok


masyarakat sekitar hutan seperti Gapoktan, LMD Hutan, Kelompok Tani

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 23
Hutan terhadap berbagai upaya pengembangan ekonomi masyarakat
sekitar hutan yang akan ditindaklanjutimoelh SKPD teknis Kab./Kota.

- Meningkatnya pemahaman program kementerian pertanian tentang


Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

- Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap wirausaha khususnya


terhadap pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

- Perlunya pelatihan atau bimtek pengembangan BUMDes.

- Mengimplementasikan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)


Tahun 2015.

- Penyediaan anggaran yang cukup dan memberikan pelatihan teknis untuk


peningkatan mutu produk IKM.

- Penyediaan sarana, gedung, teknologi informasi, pameran (insidentil) dan


perwakilan perdaganagan dibeberapa provinsi.

- Pengembangan usaha koperasi, revitalisasi kelembagaan dan


memfasilitasi bantuan hibah.

- Perlunya kebijakan mengembangkan industri kreatif berbasis kuliner.

- Melakukan revitalisasi kelembagaan dalam rengka pengembangan


koperasi.

- Meningkatkan pembinaan KOPPONTREN terkait pengembangan


teknologi dan kelembagaannya (manajemen modern) sehingga menjadi
koperasi yang maju.

- Terinventarisirnya jumlah koperasi di wilayah kerja Bakorwil Malang 9.888


yang aktif 7.128 non aktif 2.760 koperasi.

Permasalahan dan upaya pemecahan masalah

Permasalahan :

- Kualitas hasil produk holtikultura lokal kurang bersaing dengan holtikultura


import.

- Minimnya pembinaan petugas kepada petani terutama tentang teknis


pengembangan hasil produk unggulan.

- Belum ada kerjasama secara konkrit.

- Belum ada kerjasama antar lembaga dan berbagai kelompok masyarakat


sekitar hutan seperti Gapoktan, LMD Hutan, Kelompok Tani Hutan
terhadap pengembangan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

- Kurangnya pemahaman program kementerian pertanian tentang Kawasan


Rumah Pangan Lestari (KRPL).

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 24
- Kurangnya pembinaan terkait integrasi program KRPL dengan program-
program lain telah masuk desa/kelurahan.

- Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap wirausaha khususnya


terhadap pengelolaan/manajemen Kredit Usaha Rakyat (KUR).

- Pemahaman pengelolaan BUMDes didaerah masih rendah.

- Kurangnya pembinaan kepada pengusaha IKM di daerah.

- Kurangnya sarana prasarana pendukung IKM seperti gedung, teknologi


informasi, kegiatan pameran (insidentil).

- Kurangnya terkait pengembangan usaha koperasi, revitalisasi


kelembagaan dan memfasilitasi bantuan hibah.

- Kurangnya informasi kebijakan mengembangkan industri kreatif berbasis


kuliner.

- Kurangnya pembinaan KOPPONTREN terkait pengembangan teknologi


dan kelembagaannya (manajemen modern) sehingga menjadi koperasi
yang maju.

Upaya pemecahan masalah :

- Kerjasama dengan SKPD terkait Provinsi untuk memfasilitasi


pembinaan/pendampingan dan pengolahan teknis hasil produk holtikultura
lokal.

- Memfasilitasi dan merumuskan kerjasama peningkatan pemasaran.

- Melakukan pembinaan/pendampingan oleh dinas terkait (bantuan modal


pengembangan)

- Mewujudkan kerjasama antar lembaga dan berbagai kelompok


masyarakat sekitar hutan seperti Gapoktan, LMD Hutan, Kelompok Tani
Hutan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

- Memfasilitasi pengembangan program kementerian pertanian tentang


Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

- Meningkatkan pembinaan terkait integrasi program KRPL dengan


program-program lain telah masuk desakelurahan.

- Memberikan pembinaan terhadap wirausaha khususnya terhadap


pengelolaan/manajemen Kredit Usaha Rakyat (KUR).

- Memberikan pembinaan pengelolaan BUMDes dan bimtek atau pelatihan.

- Meningkatkan pembinaan kepada pengusaha IKM di daerah.

- Menyediakan sarana prasarana pendukung IKM seperti gedung, teknologi


informasi, kegiatan pameran bersama SKPD terkait.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 25
- Memperluas jangkauan sasaran sosialisasi ke masyarakat terkait
pengembangan usaha koperasi, revitalisasi kelembagaan dan
memfasilitasi bantuan hibah bersama Dinas Koperasi dan UMKM.

- Mendukung kebijakan pengembangan industri kreatif berbasis kuliner di


daerah.

- Meningkatkan pembinaan KOPPONTREN terkait pengembangan


teknologi dan kelembagaannya (manajemen modern) sehingga menjadi
koperasi yang maju.

5) Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Evaluasi Bidang


Kesejahteraan Sosial dan Mental Spiritual

Hasil Pelaksanaan Kegiatan

- Berkomitmen melakukan pencegahan terjadinya tindak kekerasan dan


perlindungan korban tindak kekerasan.

- Mendorong terwujudnya Kota Layak Anak di Kab./Kota se wilayah kerja


Bakorwil Malang.

- Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM P2TP2A bagi pengurus


dan Kader Tim Penggerak PKK Kab./Kota dan Kecamatan.

- Memfasilitasi terbentuknya shelter/Rumah Aman bagi perempuan dan


Anak Korban kekerasan dan pendampingan secara hukum.

- Membuat komitmen/kerjasama dengan stake holder/instansi terkait


pelaksanaan visum korban kekerasan agar tidak dipungut biaya/gratis.

- Mendukung pelaksanaan program Generasi Emas Indonesia Berkarakter.

- Menginventarisir permasalahan pelaksanaan program JKN (Juklak dan


juknis beberapa rumah sakit belum tersusun) perbedaan pelayanan
kepada masyarakat yang menggunakan program JKN.

- Merekomendasikan perlunya Perda tentang perlindungan hukum bagi


pekerja rumahan.

- Memfasilitasi pelaksanaan sosialisasi Peraturan Menteri Pariwisata dan


Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Pondok
Wisata.

- Merekomendasikan diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Jawa Timur


kepada daerah terkait dengan Kewajiban Usaha Pondok Wisata harus
memiliki tanda daftar usaha pondok wisata dari pemerintah
Kabupaten/kota setempat.

- Merumuskan Pebentukan Tim Lintas Sektor Percepatan Penanganan


Pasien Bebas Pasung.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 26
- Pembentukan Kader Pengawasan Orang Masalah Dengan Kejiwaan
(OMDK) tingkat kecamatan dan Desa/kelurahan.

- Merumuskan Kesepakatan penggunaan Data penduduk yang


dipergunakan adalah hasil sensus penduduk tahun 2010 yang selanjutnya
disesuaikan dengan data mutasi penduduk hasil registrasi di
desa/kelurahan.

- Meningkatnya komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan


daerahnya bebas dari penyalahgunaan narkoba.

- Merekomendasikan Pembentukan Tim Koordinasi Terpadu Pencegahan


dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba
periode 2014-2019.

- Meningkatnya pemahaman tentang PUG dan PPRG.

- Tersedianya data PPRG SKPD di Kab./Kota.

Permasalahan dan upaya pemecahan masalah

Permasalahan :

- Minimnya kebijakan program Kota Layak Anak.

- Terbatasnya SDM P2TP2A bagi pengurus dan Kader Tim Penggerak PKK
Kab./Kota dan Kecamatan.

- Belum tersedianya shelter/Rumah Aman bagi perempuan dan Anak


Korban kekerasan dan pendampingan secara hukum.

- Program Generasi Emas Indonesia Berkarakter belum didukung dengan


anggran yang mencukupi.

- Pelaksanaan program JKN belum bisa dilaksanakan di semua rumah


sakit.

- Belum ada Perda tentang perlindungan hukum bagi pekerja rumahan.

- Belum tersosialisasikan secara luas Peraturan Menteri Pariwisata dan


Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Pondok
Wisata dan regulasi lain yang mendukungnya.

- Belum ada Tim Lintas Sektor Percepatan Penanganan Pasien Bebas


Pasung.

- Belum terbentuknya Kader Pengawasan Orang Masalah Dengan


Kejiwaan (OMDK) tingkat kecamatan dan Desa/kelurahan.

- Adanya Perbedaan data kependudukan yang dipergunakan yang


terregistrasi di Desa/Kelurahan, Kecamatan, dan Kabupaten/Kota.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 27
- Lemahnya komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan daerahnya
bebas dari penyalahgunaan narkoba.

- Belum ada Tim Koordinasi Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan


Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba periode 2014-2019.

- Kurangnya pemahaman tentang PUG dan PPRG.

- Belum terinventarisirnya pelaksanaan PPRG dengan baik.

- Keterbatasan SDM yang memahami program respnsif gender.

Upaya pemecahan masalah :

- Memberikan pendampingan dalam rangka pemberdayaan.

- Menigkatkan komitmen dalam rangka mewujudkan Kota Layak Anak.

- Menyediakan shelter/Rumah Aman bagi perempuan dan Anak Korban


kekerasan dan pendampingan secara hukum.

- Menyediakan anggaran yang cukup untuk program Generasi Emas


Indonesia Berkarakter.

- Menyediakan juklak dan juklis pelaksanaan program JKN.

- Meningkatkan layanan kesehatan melaui program JKN.

- Menyiapkan Perda tentang perlindungan hukum bagi pekerja rumahan.

- Mengimplementasikan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif


Nomor 9 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Pondok Wisata di daerah.

- Membentuk Tim Lintas Sektor Percepatan Penanganan Pasien Bebas


Pasung.

- Membentuk Kader Pengawasan Orang Masalah Dengan Kejiwaan


(OMDK) tingkat kecamatan dan Desa/kelurahan.

- Mengkoordinasikan dan menyusun kesepakatan bersama dengan daerah


terkait Perbedaan data kependudukan yang dipergunakan adalah data
hasil registrasi tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, dan Kabupaten/Kota.

- Meningkatkan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan


daerahnya bebas dari penyalahgunaan narkoba.

- Membentuk Tim Koordinasi Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan


Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba periode 2014-2019.

- Melaksanakan bintek bagi perencana tentang PPRG.

- Membentuk Focal Point Gender pada setiap SKPD Kab./Kota.

- Dukungan anggaran untuk program responsif gender.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 28
6) Program Peningkatan Kerjasama

Hasil Pelaksanaan Pembangunan

- Mengetahui progres pelaksanaan program dana Dekonsentrasi, Tugas


Pembantuan, dan Urusan Bersama yang ada SKPD Kabupaten/Kota
fokus pada pelaksanaan TP dan UB dibeberapa SKPD.

- Terinventarisirnya permasalahan terkait pelaksanaan Dekonsentrasi,


Tugas Pembantuan, dan Urusan Bersama yang ada di beberapa SKPD
Kabupaten/Kota.

- Meningkatnya keterisian data hasil pembangunan.

- Meningkatnya kemampuan dan ketrampilan pengolah data hasil


pembangunan.

Permasalahan dan upaya pemecahan masalah

Permasalahan :

- Pelaksanaan program kegiatan dana Dekonsentrasi, TP, dan UB


mengalami keterlambatan dari jadwal yang ditetapkan.

- Adanya Aplikasi baru terkait sistem pelaksanaan APBN di KPPN.

- SKPD penerima dana APBN (Urusan Bersama dan Tugas Pembantuan)


tidak melaporkan perkembangan capaian program dan kegiatan yang
dilaksanakan ke BAPPEDA Kab/Kota selaku koordinator pelaksanaan
pembangunan di daerah.

- Minimnya keterisian data hasil pembangunan daerah.

- Minimnya informasi dan dukungan data hasil pembangunan sebagai


bahan perencanaan pembangunan kedepan.

- Kurangnya kemampuan dan ketrampilan pengolah data hasil


pembangunan.

Upaya pemecahan masalah :

- Mengkoordinasikan teknis percepatan pelaksanaan program kegiatan


(koordinasi KPPN dan Bappeda).

- Menghadirkan SKPD penerima dana APBN khusunya dana Dekon, UB


dan TP didorong untuk menyampaikan laporan pelaksanaan program
kegiatan serta realisasi anggarannya sebagai bahan evaluasi.

- Melakukan monitoring dan pembinaan ke Kab/Kota terhadap pengisian


data hasil pembangunan.

- Memberikan bimtek keterisian data hasil pembangunan.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 29
A.2. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014 dan Tahun Sebelumnya

Tabel 3.4
REALISASI KINERJA
Prosentase (%) Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan
Pembangunan yang ditindaklanjuti

TAHUN
Uraian
2012 2013 2014

Jumlah Koordinasi Penyelenggaraan 14 16 17


Pemerintahan dan Pembangunan
Koordinasi Koordinasi Koordinasi
yang ditindaklanjuti

Jumlah Koordinasi Penyelenggaraan 32 32 32


Pemerintahan dan Pembangunan Koordinasi Koordinasi Koordinasi

Target 52 % 54 % 56 %

Realisasi 43,75 % 50 % 53,13 %

Capaian 84,13 % 92,59 % 94,87 %

Terlihat bahwa Realisasi Kinerja Tahun 2013 sebesar 50 % dibanding


Tahun 2012 sebesar 43,75 % ada peningkatan sebesar 14,29 %, sedangkan
Realisasi Kinerja Tahun 2014 sebesar 53% dibanding Tahun 2013 sebesar
50 % ada peningkatan sebesar 6,26 %. Demikian juga untuk Capaian Kinerja
Tahun 2013 sebesar 92,59% dibanding Tahun 2012 sebesar 84,13% ada
peningkatan sebesar 10,06 %, sedangkan Capaian Kinerja Tahun 2014
sebesar 94,87 % dibanding Tahun 2013 sebesar 92,59 % ada peningkatan
sebesar 2,46 %.

Perbandingan antara realisasi kinerja dan capaian kinerja tahun 2014


dengan tahun-tahun sebelumnya sebagaimana yang telah diuraikan
menunjukkan kinerja Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan
Pembangunan Malang dari tahun ke tahun semakin meningkat, hal ini tidak
terlepas dari kerja keras semua pihak, dimana mulai pucuk pimpinan sampai
dengan staf telah bekerjasama dan berupaya meingkatkan kinerja SKPD
melalui pelaksanaan program kegiatan dan capaian program kegiatan yang
telah ditetapkan. Program kegiatan yang yang dilaksanakan sesuai dengan
dokumen perencanaan SKPD yang berupa Renstra, RENJA, Rencana Kinerja
Tahunan (RKT), Penetapan Kinerja/Perjanjian Kinerja dan dokumen
perencanaan lainnya.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 30
A.3. Perbandingan Realisasi dan Target Kinerja Renstra Tahun 2009 - 2014

Dalam tahun terakhir Renstra 2009 - 2014, Realisasi Kinerja yang


sudah dicapai Bakorwil Malang sampai dengan Tahun 2014 dan
Target Jangka Menegah dalam Renstra dengan Indikator Kinerja Utama (IKU)
Prosentase (%) Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan
Pembangunan yang ditindaklanjuti sebagai berikut :

Tabel 3.5

REALISASI DAN TARGET KINERJA RENSTRA TAHUN 2009 - 2014


Prosentase (%) Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan
Pembangunan yang ditindaklanjuti

TAHUN
URAIAN
2010 2011 2012 2013 2014

Realisasi Kinerja
38,24% 41,18% 43,75% 50% 53,13%
s/d Tahun 2014

Target
48% 50% 52% 54% 56%
RENSTRA

Dalam tabel diatas dapat dijelaskan bahwa target jangka menengah


(kondisi akhir) yang terdapat dalam Renstra adalah 56 % dan Realisasi
sebesar 53,13 %. Perbandingan Realisasi Kinerja dan Target Kinerja Renstra
(Capaian Kinerja) adalah 94,87 %

A.4. Analisis Keberhasilan/Kegagalan Kinerja dan Solusi

Berdasarkan hasil pelaksanaan program kegiatan atau sub kegiatan


yang dilaksanakan Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan
Pembangunan Malang tahun 2014 yang berupa pelaksanaan rapat koordinasi
telah melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan kinerja.

Upaya-upaya tersebut diarahkan untuk keberhasilan pelaksanaan


program kegiatan dalam hal ini adalah bagaimana pelaksanaan koordinasi,
fasilitasi kegiatan yang dilaksanakan berhasil dan bermanfaat bagi
masyarakat.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 31
Penyebab keberhasilan pelaksanaan program kegiatan antara lain :

- Program kegiatan yang dilaksanakan langsung menyentuh ke


masyarakat.

- Koordinasi yang dilaksanakan sesama Instansi Pemerintah.

- Program kegiatan yang dikoordinasikan sinergis dengan program


kegiatan kabupaten/kota atau SKPD terkait.

Penyebab kegagalan pelaksanaan program kegiatan antara lain :

- Program kegiatan yang dilaksanakan tidak tepat sasaran.

- Koordinasi yang dilaksanakan melibatkan banyak pihak, apalagi


berhubungan dengan hak-hak warga.

- Program kegiatan yang dikoordinasikan tidak sinergis dengan program


kegiatan kabupaten/kota atau SKPD terkait.

Solusi yang dilakukan antara lain :

- Program kegiatan yang dilaksanakan indikator dan tolok ukur kinerjanya


harus jelas (capaian program, masukan, keluaran, hasil, dan
sasarannya) dilakukan mulai dari perencanaan sampai pengendalian
atau evaluasi.

- Meningkatkan intensitas koordinasi dan focus pada hasil yang diingin


dicapai.

- Mensinergikan pelaksanaan program kegiatan dan penyediaan data


pendukung yang valid.

- Perlunya perluasan kewenangan dan penajaman peran dan fungsi


Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang.

A.5. Analisis Penggunaan Sumber Daya

Aspek penggunaan sumber daya yang dimiliki Badan Koordinasi


Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang dapat diuaraikan sebagai
berikut :

- Aspek Manajemen : Tupoksi SKPD sebagaimana yang tertuang dalam


Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2008 perlu dikaji lebih kearah yang
lebih spesifik termasuk secara fungsi perlu diperluas kewenangannya.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 32
- Aspek Sumber Daya manusia : Keterbatasan jumlah personil dan
kualitas SDM yang belum memadai terkadang menjadi kendala. Selama
ini mengoptimalkan SDM yang ada dengan mengikutkan pelatihan baik
formal maupun n on formal.

- Aspek Sarana dan Prasarana : Ketersediaan sarana dan prasarana


sangat minim, Kantor atau bangunan gedung sudah lama perlu
diperbaiki, sehingga kedepan penyediaan kelengkapan sarana dan
prasarana harus dipenuhi.

- Aspek Penganggaran : Alokasi anggaran sangat minim, diperlukan


penambahan anggaran secara proporsional dalam rangka melaksanakan
tugas dan kewenangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dan
Pemerintah Provinsi di wilayah kerja Badan Koordinasi Wilayah
Pemerintahan dan Pembangunan Malang.

A.6. Analisis Program/Kegiatan Penunjang Pencapaian Kinerja

Sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa pada Tahun


2014 Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang
telah melaksanakan program kegiatan atau sub kegiatan yang berupa
pelaksanaan koordinasi, fasilitasi berbagai kegiatan sebanyak 32 koordinasi,
hasil koordinasi tersebut yang ditindaklanjuti sebanyak 17 koordinasi dengani
target 56 % realisasi 53,13% yang berarti capaian kinerjanya 94,87 % dalam
kategori baik.

Keberhasilan pelaksanaan program kegiatan tersebut ditunjang oleh


kesiapan pelaksana kegiatan, meningkatnya kemampuan dan kualitas SDM
yang dimiliki, inovasi program kegiatan serta proses perencanaan sampai
dengan pengendalian program telah berjalan lancar. Dapat disimpulkan
bahwa secara umum pelaksanaan program kegiatan berhasil mendekati
target yang ditetapkan. Sedangkan dari sisi pencapaian pernyataan kinerja
semua program kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana
yang ditetapkan, sehingga pencapaian kinerja Badan Koordinasi Wilayah
Pemerintah dan Pembangunan Malang secara umum pencapaian kinerjanya
terlaksana dengan baik.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 33
B. Realisasi Anggaran

Keberhasilan sebuah program dan kegiatan dapat optimal apabila didukung


dengan anggaran yang memadai. Alokasi anggaran merupakan komponen penting
untuk kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan, sehingga alokasi anggaran
juga berpengaruh pada pencapaian kinerja.

Pelaksanaan program dan kegiatan Bakorwil Malang sumber


pembiayaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2014.

Adapun alokasi anggaran Bakorwil Malang tahun 2014 dapat diuraikan


sebagaimana pada tabel berikut :

Tabel 3.6
PAGU DAN REALISASI BELANJA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG
TAHUN ANGGARAN 2014

ANGGARAN REALISASI
URAIAN
(Rp) (Rp) (%)

BELANJA TIDAK LANGSUNG 3.959.136.000 3.654.839.286 92,31 %

- Belanja Gaji dan Tunjangan 3.166.148.000 2.961.342.886 93,53 %

- Tambahan Penghasilan PNS 789.041.000 689.549.400 87,39 %

- Insentif Pemungutan Restribusi 3.947.000 3.947.000 100 %

BELANJA LANGSUNG 5.608.000.000 5.236.354.685 93,37 %

- Belanja Pegawai 973.360.000 934.615.000 96,02 %

- Belanja Barang dan Jasa 4.161.640.000 3.833.689.685 92,12 %

- Belanja Modal 473.000.000 468.050.000 98,95 %

TOTAL BELANJA DAERAH 9.567.136.000 8.891.193.971 92,93 %

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 34
Tabel 3.7
PAGU DAN REALISASI ANGGARAN PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2014

Pagu Realisasi
Program/Kegiatan
( Rp. ) ( Rp. ) (%)

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.359.053.000 1.337.455.933 98,41

Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam 489.620.000 488.458.651 99,76


Daerah

Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkantoran 869.433.000 848.997.282 97,65

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana 803.947.000 733.878.878 91,28


Aparatur

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 803.947.000 733.878.878 91,28

Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi 65.000.000 64.987.100 99,98


Informasi

Penyusunan Profil Daerah Kabupaten/Kota Se Wilayah 65.000.000 64.987.100 99,98


Kerja BAKORWIL Malang

Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah 1.070.000.000 1.018.753.700 95,21


Daerah

Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan Pemantauan 590.000.000 546.559.900 92,64


Pelaksanaan Pembangunan Se Wilayah Kerja
BAKORWIL III Malang

Peningkatan Pelaporan Pencapaian Kinerja Dan 480.000.000 472.193.800 98,37


Keuangan Daerah (AKIP dan LAKIP)

Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 740.000.000 675.145.544 91,24

Fasilitasi, Koordinasi Dan Evaluasi Pembinaan 740.000.000 675.145.544 91,24


Pelayanan Publik

Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan 530.000.000 453.954.200 85,65


Evaluasi Bidang Perekonomian

Pemantapan Pengembangan Jaringan Usaha Antar 530.000.000 453.954.200 85,65


Koperasi dan Antar Koperasi Dengan BUMN

Program Koordinasi, Sinkronisasi, Fasilitasi dan 605.000.000 543.658.200 89,86


Evaluasi Bidang Kesejahteraan Sosial dan Mental
Spiritual

Fasilitasi Usaha Kesejahteraan Sosial Dan 550.000.000 492.308.200 89,51


Penanggulangan Kemiskinan

Pengembangan dan Peningkatan Mutu Gender 55.000.000 51.350.000 93,36

Program Peningkatan Kerjasama 435.000.000 408.521.130 93,91

Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan 215.000.000 204.955.130 95,33


Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan

Pemeliharaan Gedung Kantor 220.000.000 203.566.000 92,53

TOTAL : 5.608.000.000 5.236.354.685 93,37

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB III - 35
BAB IV
PENUTUP

1. Laporan Kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi
yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran.
Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah
pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (discloser) secara memadai
hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.

2. Tujuan penyusunan laporan kinerja ini untuk memberikan informasi kinerja yang
terukur atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai dan sebagai upaya
perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan
kinerjanya.

3. Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Malang dalam


menyusun laporan kinerja telah menyajikan capaian kinerja sesuai sasaran
strategis organisasi, sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi serta
analisis capaian kinerjanya.

4. Capaian kinerja Tahun 2014 dengan sasaran meningkatnya koordinasi, fasilitasi,


dan sinergitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan indikator
kinerja prosentase (%) koordinasi penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan yang ditindaklanjuti dari target 56% realisasi 53,13% capaian kinerja
94,87%.

5. Komitmen internal dan dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan guna
meningkatkan kinerja Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan
Malang menjadi lebih baik.

Malang, Pebruari 2015

KEPALA BADAN KOORDINASI WILAYAH


PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN
MALANG

TTD

Ir. EDDY SANTOSO, MM


Pembina Utama Madya
NIP. 19580927 198701 1 002

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2014 BAKORWIL MALANG BAB IV - 36