Anda di halaman 1dari 54

PENGEMBANGAN PRODUK

HAND OF POSEIDON

DISUSUN OLEH:

Fadhel Muhammad (4414210026)

M. Rieziq Fazrullah (4414210056)

Sinung Banyu S. (4414210078)

TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PANCASILA

JAKARTA
2016

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada saat ini, dunia industri sangat ketat dan bersaing dalam pemasaran perancangan
produk yang merupakan kunci inovasi dalam kelancaran berlangsungnya perusahaan,
karena sudah semakin banyak perusahaan yang banyak menciptakan inovasi, modifikasi
dan terus memperbaiki produksinya dengan jenis yang berbeda.
Banyaknya pengguna sepeda motor yang menggunakannya untuk berpergian ke suatu
tempat mulai dari pergi jarak dekat maupun jauh, sampai saat ini bisa dikatakan motor
merupakan alat transportasi yang selalu digunakan hampir oleh seluruh masyarakat
Indonesia bahkan dunia. Karena itu seringnya menggunakan motor sebagai alat transportasi,
motor dapat mengalami kotor karena debu, hujan dll.
Yang membuat kita sering kali malas mencuci kendaraan dikarenakan membutuhkan
banyak waktu untuk menyiapkan berbagai macam peralatan, mulai dari : selang, busa,
sabun, sarung tangan, dan ember. Tidak hanya itu terkadang disaat kita selesai
membersihkan bagian kendaraan dengan sabun, sabun akan mengering dan diharuskan
menggosok kembali bagian tersebut menggunakan air. Oleh karena itu kita mencoba
mencari solusi untuk mengatasi permasalahan dan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

1.2 Konsep
Untuk konsep yang bertujuan untuk memenuhi solusi tersebut kita membuatnya untuk
memenuhi kebutuhan yaitu :
Alat ini efektif dalam menghilangkan kotoran.
Alat ini mempermudah dan menghemat waktu pengguna saat menyiapkannya.
Alat ini mampu menggosok kotoran sekaligus membilasnya.

1.3 Segmen Pasar dan Target Pasar


Segmen Pasar untuk produk yang ingin kita kembangkan menyasar ke pada para
pengguna kendaraan didalam lingkungan Universitas Pancasila.
Target Pasar untuk produk ini kita akan memfokuskan dan memperkenalkan produk
kepada Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pancasila.

Fakultas Teknik
Universitas Universitas
Pancasila Pancasila
Gambar 1.1 Segmen Pasar dan Target Pasar
Sumber : Pengamatan Langsung

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Identifikasi Kebutuhan Pelanggan


Identifikasi kebutuhan pelanggan dapat kita dapatkan dari penyebaran kuisioner dan validasi
kuisioner tersebut. Dalam validasi kuisioner disini, kita menggunakan Ms. Excel

2.1.1. Kuesioner
Kuesioner merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengetahui respon pasar
terhadap suatu produk. Tujuan penyebaran kuesioner ini adalah sebagai dasar/ pertimbangan
pengambilan keputusan. Pembuatan kuesioner ini berpedoman pada technical questioning
yang ada. Cara pembuatan kuesioner yaitu kita mengetahui permasalahan apakah yang
sedang menjadi trend di masyarakat. Selain itu, penyusunan kuesioner juga memperhatikan
kebutuhan-kebutuhan, seperti kreatif desain, karakteristik yang dikembangkan, keinginan
pasar, dll. Kuesioner yang dibuat terbagi manjadi dua macam. Berikut adalah contoh
kuesioner yang disebar:

KUESIONER PRODUK INOVASI HANDON


Jenis kelamin :
Usia :
Pekerjaan :
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tanda (O) dan dengan ketentuan sebagai berikut :
1 (Sangat tidak setuju ); 2 ( Tidak setuju ); 3 ( Cukup setuju ); 4 ( Setuju ); 5 ( Sangat setuju )

Skala
No Pernyataan 1 2 3 4 5

1 Perjalanan jauh membuat kendaraan anda kotor

2 Malas mencuci kendaraan sendiri karena terlalu banyak alat yang harus dipersiapkan

3 Banyak waktu yang terbuang karena menyiapkan alat untuk mencuci kendaraan

Membutuhkan alat yang lebih peraktis, sehingga tidak perlu menyiapkan banyak alat
4 untuk mencuci kendaraan

5 Alat tersebut memiliki multifungsi

6 Alat tersebut memiliki fungsi menggosok kotoran sekaligus membilasnya dengan air

7 Alat tersebut bisa menyerap air


8 Alat tersebut bisa dijadikan hiasan dinding

9 Bisa diatur tekanan airnya

10 Alat tersebut digunakan menggunakan tangan

11 Alat tersebut tidak mudah lepas


Alat tersebut keren
12
Alat tersebut lentur
13
Alat tersebut tidak mudah terbakar
14

15 Alat tersebut tidak mudah rusak

16 Alat tersebut mudah terlihat ditempat gelap

17 Harganya murah
2.1.2. Uji Validasi
Uji Validasi merupakan perhitungan dari kuesioner yang dibuat untuk responden.
Untuk mengetahui apakah responden mengerti atau tidak tentang pertanyaan kuesioner yang
kita sebar. Berikut adalah hasil perhitungannya:

Gambar 2.1 Uji Validasi


Sumber : SPSS
df = n 2
= 10 2
=8
Tingkat keyakinan 5 %, didapat r tabel = 0,632
r hasil > r tabel , maka pertanyaan valid

Dibawah dari 0,632 maka pertanyaan dianggap tidak valid atau responden tidak mengerti
dengan pertanyaan tersebut dan perlu diganti atau dihilangkan.

2.1.3. Menghitung sampel dari jumlah populasi


Dari jumlah populasi Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pancasila kita ingin
mengambil berapa sampel kuesioner selanjutnya yang ingin disebar, dari total populasi
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pancasila maka didapat sampel tiap jurusan. Disini
kita menggunakan rumus Slovin, berikut perhitungannya:

Tabel 2.1 Jumlah Mahasiswa FTUP

Jurusan Jumlah Mahasiswa


Teknik Mesin S1 359
Teknik Informatika S1 204
Teknik Industri S1 339
Teknik Sipil S1 320
Teknik Arsitektur S1 284
Teknik Elektro S1 93
Teknik Mesin D3 96
Teknik Elektro D3 42
Jumlah 1737
Sumber : Pulahta FTUP

N 1737
n= = =325
1+ Ne
2
1+1737 (0.05)2
Dengan perhitungan slovin diatas maka, kita menyebarkan kuesioner ke 325 orang
seluruh mahasiswa Fakultas Teknik.

2.2 Spesifikasi Produk


Setelah kuesioner disebar ke sampel maka kita dapat menentukan apa yang responden
inginkan dari produk inovasi kita. Dengan Customer Statement sebagai (what) atau apa yang
diinginkan responden terhadap barang kita dan dijawab dengan Customer Need (how) atau
bagaimana cara kita untuk memenuhi apa yang diinginkan responden.

Tabel 2.2 Customer Statement dan Customer Need

Customer Statement Customer Need


Perjalanan jauh membuat kendaraan anda kotor Membutuhkan alat pembersih kendaraan
Malas mencuci kendaraan sendiri karena terlalu Membutuhkan alat yang bisa mempersingkat
banyak alat yang harus dipersiapkan persiapan untuk mencuci
Membutuhkan alat yang lebih peraktis, sehingga Membutuhkan alat yang memiliki inovasi baru
tidak perlu menyiapkan banyak alat untuk mencuci
kendaraan
Alat tersebut memiliki multifungsi Membutuhkan alat yang bisa bekerja sekaligus

Alat tersebut memiliki fungsi menggosok kotoran Membutuhkan alat yang bisa menggosok kotoran
sekaligus membilasnya dengan air sekaligus membilasnya dengan air
Bisa diatur tekanan airnya Tekanan airnya mudah diatur
Mudah mengoperasikan tekanan air Alat tersebut menggunakan tangan sebagai kerja
utamanya
Alat tersebut digunakan menggunakan tangan Alat tersebut dibuat dari bahan yang tidak mudah
lepas
Alat tersebut mampu menarik perhatian konsumen Alat tersebut terbuat dari bahan yang kuat

Alat tersebut memiliki tingkat kelenturan yang baik Membutuhkan alat yang harganya terjangkau dan
relatif murah
Sumber : Pengolahan Data

Hasil dari Customer Need digunakan untuk membuat Susunan Kebutuhan Sekunder
sedangkan Kebutuhan Primer merupakan inti dari Kebutuhan Sekunder.

Tabel 2.3 Susunan Kebutuhan

Kebutuhan Primer Kebutuhan Sekunder


Desain Rancangan yang Multifungsi Membutuhkan alat yang bisa mempersingkat persiapan
untuk mencuci
Membutuhkan alat yang bisa bekerja sekaligus
Membutuhkan alat yang memiliki inovasi baru
Membutuhkan alat yang bisa menggosok kotoran sekaligus
membilasnya dengan air
Cara Kerja Alat tersebut menggunakan tangan sebagai kerja utamanya
Tekanan airnya mudah diatur
Membutuhkan alat pembersih kendaraan
Daya Tahan Alat tersebut terbuat dari bahan yang kuat
Bahan Alat tersebut terbuat dari bahan yang tidak mudah lepas
Harga Membutuhkan alat yang harganya terjangkau dan relatif
murah
Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Kepentingan merupakan hasil dari pertanyaan yang disebar dalam kuesioner dan
pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang valid lalu di urutkan sesuai kepentingan dan
diberi angka :

1 = Sangat Tidak Penting


2 = Tidak Penting
3 = Penting
4 = Cukup Penting
5 = Sangat Penting

Tabel 2.4 Tingkat Kepentingan

No Kebutuhan Kepentingan
P1 Membutuhkan alat pembersihan kendaraan 3
P2 Membutuhkan alat yang bisa mempersikat persiapan untuk mencuci 3
P4 Membutuhkan alat yang memiliki inovasi baru 4
P5 Membutuhkan alat yang bisa bekerja sekaligus 5
P6 Membutuhkan alat yang bisa menggosok kotoran sekaligus 5
membilasnya dengan air
P9 Tekanan airnya mudah diatur 3
P10 Alat tersebut menggunakan tangan sebagai kerja utamanya 4
P11 Alat tersebut terbuat dari bahan yang tidak mudah lepas 3
P15 Alat tersebut terbuat dari bahan yang kuat 4
P17 Membutuhkan alat yang harganya terjangkau dan relatif murah 4
Sumber : Pengolahan Data

Dari setiap pertanyaan kuesioner yang disebar kami membuat daftar metrik dan
satuannya, dimana metrik itu diambil dari susunan kebutuhan primer yang memiliki satuan
masing-masing.

Tabel 2.5 Daftar Metrik dan Satuan

No Kebutuhan Metrik Kepentingan Satuan


1 1,2,4,5,6,10,11 Design Bentuk Handon 3 Material
2 1,6,9,10,11 Jenis Bahan Handon 3 Subyektif
3 10,11 Ukuran Handon 4 cm
4 4,11,17 Biaya Produksi Handon 4 Rupiah
5 11,15 Daya Tahan Handon 4 Material
Sumber : Pengolahan Data

Tabel Need-Metric Matrik didapat dari hubungan tingkat kepentingan yang ada di
kuesioner dengan nilai dari setiap metrik. Dengan nilai dari setiap metrik:
1. = Berhubungan Lemah

2. = Berhubungan Sedang

3. = Berhubungan Kuat
Tabel 2.6 Need-Metric Matrik
Sumber : Pengolahan Data

Metric 1 2 3 4 5
Design Bentuk Jenis Ukuran Biaya Daya Tahan
Handon Bahan Handon produksi Handon
Handon Handon
Membutuhkan alat pembersih
kendaraan
Membutuhkan alat yang bisa
mempersingkat persiapan untuk
mencuci
Membutuhkan alat yang
memiliki inovasi baru
Membutuhkan alat yang bisa
bekerja sekaligus
Membutuhkan alat yang bisa
menggosok kotoran sekaligus
membilasnya dengan air
Tekanan airnya mudah diatur

Alat tersebut menggunakan


tangan sebagai kerja utamanya
Alat tersebut terbuat dari bahan
yang tidak mudah lepas
Alat tersebut terbuat dari bahan
yang kuat
Membutuhkan alat yang
harganya terjangkau dan relatif
murah

Tabel estimasi nilai target untuk setiap metrik adalah pencapaian untuk perkiraan
wujud barang yang akan di buat desainnya.

Tabel 2.7 Estimasi Nilai Target Untuk Setiap Metrik


No Kebutuhan Matrik Kepentingan Satuan Nilai Target

1 1,2,4,5,6,10,11 Design bentuk 3 Material Berbentuk sarung tangan


Handon
2 1,6,9,10,11 Jenis Bahan 3 Subyektif Karet
Handon
3 10,11 Ukuran Handon 4 cm Panjang : 44,5 cm 52,9 cm ;
Diameter : 18,5 cm 19,0 cm

4 4,11,17 Biaya produksi 4 Rupiah <100.000


Handon
5 11,15 Daya Tahan 4 Material Tidak mudah sobek
Handon
Sumber : Pengolahan Data

Tabel data karakteristik konsumen adalah tabel tingkat kepentingan dengan setiap nilai
bobot yaitu:
1. = Sangat Tidak Penting
2. = Tidak Penting
3. = Penting
4. = Cukup Penting
5. = Sangat Penting

Tabel 2.8 Data Karakteristik Konsumen

Data Karakteristik Konsumen Bobot


Membutuhkan alat pembersih kendaraan 3
Membutuhkan alat yang bisa mempersingkat persiapan untuk 3
mencuci
Membutuhkan alat yang memiliki inovasi yang baru 4
Membutuhkan alat yang bisa bekerja sekaligus 5
Membutuhkan alat yang bisa menggosok kotoran sekaligus 5
membilasnya dengan air
Tekanan airnya mudah diatur 3
Alat tersebut menggunakan tangan sebagai kerja utamanya 4
Alat tersebut terbuat dari bahan yang tidak mudah lepas 3
Alat tersebut terbuat dari bahan yang kuat 4
Membutuhkan alat yang harganya terjangkau dan relatif murah 4
Sumber : Pengolahan Data

2.3 Chunk
Chunk merupakan bagian utama dari produk yang kita buat, chunk dibagi menjadi
element dan sub element. Sub Chunk adalah elemen dari bagian Chunk dari produk.
2.3.1. Rancangan 1 (Chunk dan Sub-Chunk)

Chunk 1 : Sarung Tangan

1. Velcro

2. Lubang keluar air

Chunk 2 : Kotak Kontrol

1. Kran

2. Selang

Gambar 2.1 Chunk dan Sub-Chunk Rancangan 1


Sumber : Pengolahan Data
2.3.2. Chunk Rancangan 2 (Element dan Sub-Element)

Chunk 1 : Sarung Tangan

1. Velcro

2. Lubang keluar air

Chunk 2 : Kotak Kontrol

1. Kran

2. Selang

Chunk 3 : Penyimpan Sabun

1. Tabung

Gambar 2.2 Chunk dan Sub-Chunk Rancangan 2


Sumber : Pengolahan Data

2.4 Rancangan Produk


2.4.1. Rancangan 1
Gambar 2.3 Rancangan 1 (Tampak Keseluruhan)
Sumber : AutoCAD

Gambar 2.4 Rancangan 1 (Tampak Kanan)


Sumber : AutoCAD

Gambar 2.5 Rancangan 1 (Tampak Depan)


Sumber : AutoCAD
Gambar 2.6 Rancangan 1 (Tampak Atas)
Sumber : AutoCAD

2.4.2. Rancangan 2
Gambar 2.7 Rancangan 2 (Tampak Keseluruhan)
Sumber : AutoCAD

Gambar 2.8 Rancangan 2 (Tampak Kanan)


Sumber : AutoCAD

Gambar 2.9 Rancangan 2 (Tampak Depan)


Sumber : AutoCAD
Gambar 2.10 Rancangan 2 (Tampak Atas)
Sumber : AutoCAD
BAB III
ANALISIS
3.1 House of Quality
3.1.1. Rancangan 1
House of Quality didapat dari hubungan antara Customer Need dan bagian apa yang
memenuhinya. Lalu didapatlah tingkat prioritas absolut, relatif dan kesulitan.

Tabel 3.1 Tingkat Prioritas Absolut

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Urutan Tingkat


Absolut Prioritas

Desain Bentuk 270 1

Jenis Bahan 147 3

Ukuran Produk 104 5


Biaya Produksi 156 2

Daya Tahan 110 4

Total 787

Sumber : Pengolahan Data

Tabel 3.2 Tingkat Prioritas Relatif

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Relatif (%)

Desain Bentuk 34,30 %

Jenis Bahan 18,67 %

Ukuran Produk 13,21 %

Biaya Produksi 19,82 %

Daya Tahan 13,97 %

Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Prioritas Absolut dengan angka tertinggi yaitu Desain Bentuk karena kita memilih
bahwa Desain Bentuk merupakan prioritas nomor satu dalam membuat produk ini. Biaya
produksi merupakan prioritas nomor dua karena kita akan memperhatikan biaya dari desain
yang telah dibuat. Jenis bahan merupakan prioritas nomor tiga karena setelah menentukan
desain dan juga biaya maka kita berlanjut ke bahan apa saja yang ingin dibuat. Daya tahan
merupakan prioritas nomor empat karena daya tahan berpengaruh setelah jenis bahan
ditentukan. Ukuran produk merupakan prioritas nomor lima karena setelah mengetahui
semuanya baru bisa berlanjut ke ukuran produk.
Tabel 3.3 Tingkat Kesulitan

Karakteristik Teknis Tingkat Kesulitan

Desain Bentuk 3

Jenis Bahan 2

Ukuran Produk 1

Biaya Produksi 1

Daya Tahan 2

Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Kesulitan, penentuan tingkat kesulitan diolah untuk mengetahui tingkat kesulitan
yang dialami produk handon dalam menghasilkan karakteristik teknis yang sesuai dengan
kebutuhan konsumen. Tingkat kesulitan teknis ditentukan berdasarkan hasil analisis terhadap
informasi dan masukan dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan produk. Angka
tingkat kesulitan sebagai berikut :
1 = Tidak Sulit
2 = Sulit
3 = Sangat Sulit
Gambar 3.1 House of Quality Rancangan 1
Sumber : Pengolahan Data

3.1.2. Rancangan 2

Tabel 3.4 Tingkat Prioritas Absolut Rancangan 2

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Urutan Tingkat


Absolut Prioritas
Desain Bentuk 270 1

Jenis Bahan 147 3

Ukuran Produk 104 5

Biaya Produksi 156 2

Daya Tahan 110 4

Total 787

Sumber : Pengolahan Data

Tabel 3.5 Tingkat Prioritas Relatif

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Relatif (%)

Desain Bentuk 34,30 %

Jenis Bahan 18,67 %

Ukuran Produk 13,21 %

Biaya Produksi 19,82 %

Daya Tahan 13,97 %

Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Prioritas Absolut dengan angka tertinggi yaitu Desain Bentuk karena kita memilih
bahwa Desain Bentuk merupakan prioritas nomor satu dalam membuat produk ini. Biaya
produksi merupakan prioritas nomor dua karena kita akan memperhatikan biaya dari desain
yang telah dibuat. Jenis bahan merupakan prioritas nomor tiga karena setelah menentukan
desain dan juga biaya maka kita berlanjut ke bahan apa saja yang ingin dibuat. Daya tahan
merupakan prioritas nomor empat karena daya tahan berpengaruh setelah jenis bahan
ditentukan. Ukuran produk merupakan prioritas nomor lima karena setelah mengetahui
semuanya baru bisa berlanjut ke ukuran produk.
Tabel 3.6 Tingkat Kesulitan

Karakteristik Teknis Tingkat Kesulitan


Desain Bentuk 3

Jenis Bahan 2

Ukuran Produk 1

Biaya Produksi 1

Daya Tahan 2

Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Kesulitan, penentuan tingkat kesulitan diolah untuk mengetahui tingkat kesulitan
yang dialami produk handon dalam menghasilkan karakteristik teknis yang sesuai dengan
kebutuhan konsumen. Tingkat kesulitan teknis ditentukan berdasarkan hasil analisis terhadap
informasi dan masukan dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan produk. Angka
tingkat kesulitan sebagai berikut :
1 = Tidak Sulit
2 = Sulit
3 = Sangat Sulit

Gambar 3.2 House of Quality Rancangan 2


Sumber : Pengolahan Data
3.2 Parts Deployment
Parts Deployment yaitu metrik how dalam house of quality menjadi metric what dalam
Parts Deployment.

3.1.1 Rancangan 1
Tabel 3.7 Tingkat Prioritas Absolut

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Tingkat


Absolut Prioritas

Berbentuk Sarung Tangan 72 4

Karet 76 3

Panjang : 44,5 cm 52,9 cm ; Diameter : 18,5 cm 99 2


19,0 cm

<100.000 102 1

Tidak mudah sobek 63 5

Sumber : Pengolahan Data

Tabel 3.8 Tingkat Prioritas Relatif

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Relatif (%)

Berbentuk Sarung Tangan 17,47 %

Karet 18,44 %
Panjang : 44,5 cm 52,9 cm ; Diameter : 24,02 %
18,5 cm 19,0 cm

<100.000 24,75 %

Tidak mudah sobek 15,29 %

Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Prioritas Absolut dengan angka tertinggi yaitu harga barang karena kita memilih
bahwa harga barang merupakan prioritas nomor satu dalam membuat produk ini. Ukuran
merupakan prioritas nomor dua karena kita akan memperhatikan ukuran dari harga yang telah
ditentukan. Karet merupakan prioritas nomor tiga karena setelah menentukan ukuran dan juga
harga. Bentuk sarung tangan merupakan prioritas nomor empat karena karet berpengaruh
setelah karet ditentukan sebagai bahan utamanya. Tidak mudah sobek merupakan prioritas
nomor lima karena bahan terbuat dari karet maka dicari bahan yang tidak mudah sobek.

Tabel 3.9 Tingkat Kesulitan

Karakteristik Teknik Tingkat Kesulitan

Berbentuk Sarung Tangan 2

Karet 2

Panjang : 44,5 cm 52,9 cm ; Diameter : 18,5 cm 2


19,0 cm

<100.000 2

Tidak mudah sobek 3

Sumber : Pengolahan Data


Tingkat Kesulitan, penentuan tingkat kesulitan diolah untuk mengetahui tingkat kesulitan
yang dialami produk handon dalam menghasilkan karakteristik teknis yang sesuai dengan
kebutuhan konsumen. Tingkat kesulitan teknis ditentukan berdasarkan hasil analisis terhadap
informasi dan masukan dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan produk. Angka
tingkat kesulitan sebagai berikut :
1 = Tidak Sulit
2 = Sulit
3 = Sangat Sulit

Gambar 3.3 Parts Deployment Rancangan 1


Sumber : Pengolahan Data

3.1.2 Rancangan 2

Tabel 3.10 Tingkat Prioritas Absolut


Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Tingkat
Absolut Prioritas

Berbentuk Sarung Tangan 72 4

Karet 76 3

Panjang : 44,5 cm 52,9 cm ; Diameter : 18,5 cm 99 2


19,0 cm

<100.000 102 1

Tidak mudah sobek 63 5

Sumber : Pengolahan Data

Tabel 3.11 Tingkat Prioritas Relatif

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Relatif (%)

Berbentuk Sarung Tangan 17,47 %

Karet 18,44 %

Panjang : 44,5 cm 52,9 cm ; Diameter : 18,5 cm 19,0 cm 24,02 %

<100.000 24,75 %

Tidak mudah sobek 15,29 %

Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Prioritas Absolut dengan angka tertinggi yaitu harga barang karena kita memilih
bahwa harga barang merupakan prioritas nomor satu dalam membuat produk ini. Ukuran
merupakan prioritas nomor dua karena kita akan memperhatikan ukuran dari harga yang telah
ditentukan. Karet merupakan prioritas nomor tiga karena setelah menentukan ukuran dan juga
harga. Bentuk sarung tangan merupakan prioritas nomor empat karena karet berpengaruh
setelah karet ditentukan sebagai bahan utamanya. Tidak mudah sobek merupakan prioritas
nomor lima karena bahan terbuat dari karet maka dicari bahan yang tidak mudah sobek.

Tabel 3.12 Tingkat Kesulitan


Karakteristik Teknik Tingkat Kesulitan

Berbentuk Sarung Tangan 2

Karet 2

Panjang : 44,5 cm 52,9 cm ; Diameter : 18,5 cm 2


19,0 cm

<100.000 2

Tidak mudah sobek 3

Tingkat Kesulitan, penentuan tingkat kesulitan diolah untuk mengetahui tingkat kesulitan
yang dialami produk handon dalam menghasilkan karakteristik teknis yang sesuai dengan
kebutuhan konsumen. Tingkat kesulitan teknis ditentukan berdasarkan hasil analisis terhadap
informasi dan masukan dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan produk. Angka
tingkat kesulitan sebagai berikut :
1 = Tidak Sulit
2 = Sulit
3 = Sangat Sulit
Gambar 3.4 Parts Deployment Rancangan 2
Sumber : Pengolahan Data

3.3 Process Planning


Process Planning yaitu Proses Perencanaan, yaitu proses apa saja yang ingin kita
lakukan terhadap produk handon. Dengan metrik how di Parts Deployment pindah menjadi
metrik what.
3.3.1 Rancangan 1
Tabel 3.13 Tingkat Prioritas Absolut
Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Tingkat Prioritas
Absolut

Casting 39 5

Pencampuran 74 3

Pemotongan 87 2

Finishing 72 4

Analisis Biaya 156 1

Sumber : Pengolahan Data

Tabel 3.14 Tingkat Prioritas Relatif

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Relatif (%)

Casting 9,11 %

Pencampuran 17,28 %

Pemotongan 20,32 %

Finishing 16,82 %

Analisis Biaya 36,44 %

Sumber : Pengolahan Data


Tingkat Prioritas Absolut dengan angka tertinggi yaitu analisis biaya karena kita memilih
bahwa analisis biaya merupakan prioritas nomor satu dalam membuat produk ini. Pemotongan
merupakan prioritas nomor dua karena kita akan memperhatikan pemotongan dari analisis
biaya yang telah ditentukan. Pencampuran merupakan prioritas nomor tiga karena proses yang
dilakukan lebih sedikit daripada pemotongan. Finishing merupakan prioritas nomor empat
karena prosesnya sudah tahap akhir. Casting merupakan prioritas nomor lima karena
prosesnya yang mudah.
Tabel 3.15 Tingkat Kesulitan

Karakteristik Teknik Tingkat Kesulitan


Casting 2

Pencampuran 2

Pemotongan 2

Finishing 2

Analisis Biaya 3

Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Kesulitan, penentuan tingkat kesulitan diolah untuk mengetahui tingkat kesulitan
yang dialami produk handon dalam menghasilkan karakteristik teknis yang sesuai dengan
kebutuhan konsumen. Tingkat kesulitan teknis ditentukan berdasarkan hasil analisis terhadap
informasi dan masukan dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan produk. Angka
tingkat kesulitan sebagai berikut :
1 = Tidak Sulit
2 = Sulit
3 = Sangat Sulit

Gambar 3.5 Process Planning


Sumber : Pengolahan Data

3.3.2 Rancangan 2
Tabel 3.16 Tingkat Prioritas Absolut

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Tingkat Prioritas


Absolut

Casting 39 5

Pencampuran 74 3

Pemotongan 87 2

Finishing 72 4

Analisis Biaya 156 1

Sumber : Pengolahan Data

Tabel 3.17 Tingkat Prioritas Relatif

Karakteristik Teknis Tingkat Prioritas Relatif (%)

Casting 9,11 %

Pencampuran 17,28 %

Pemotongan 20,32 %

Finishing 16,82 %

Analisis Biaya 36,44 %

Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Prioritas Absolut dengan angka tertinggi yaitu analisis biaya karena kita memilih
bahwa analisis biaya merupakan prioritas nomor satu dalam membuat produk ini. Pemotongan
merupakan prioritas nomor dua karena kita akan memperhatikan pemotongan dari analisis
biaya yang telah ditentukan. Pencampuran merupakan prioritas nomor tiga karena proses yang
dilakukan lebih sedikit daripada pemotongan. Finishing merupakan prioritas nomor empat
karena prosesnya sudah tahap akhir. Casting merupakan prioritas nomor lima karena
prosesnya yang mudah.
Tabel 3.18 Tingkat Kesulitan

Karakteristik Teknik Tingkat Kesulitan

Casting 2

Pencampuran 2

Pemotongan 2

Finishing 2

Analisis Biaya 3

Sumber : Pengolahan Data

Tingkat Kesulitan, penentuan tingkat kesulitan diolah untuk mengetahui tingkat kesulitan
yang dialami produk handon dalam menghasilkan karakteristik teknis yang sesuai dengan
kebutuhan konsumen. Tingkat kesulitan teknis ditentukan berdasarkan hasil analisis terhadap
informasi dan masukan dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan produk. Angka
tingkat kesulitan sebagai berikut :
1 = Tidak Sulit
2 = Sulit
3 = Sangat Sulit
Gambar 3.6 Process Planning Rancangan 2
Sumber : Pengolahan Data

3.4 Peta Proses Operasi


3.4.1 Rancangan 1
Sarung Tangan

10
Bahan kimia ditimbang 6
1 & dimasukan ke guci ditutup Pencelupan cetakan
9
rapat kedalam Lar.
1200 Koagulan
Guci diletakkan di wadah yang 2
2 10

48576 12
16
13
15
14
11
Berputar (digilingan disperse) Pengeringan

15 Hasil disperse dicampurkan ke


Lateks pekat & diaduk sampai
3 5
Merata. Penggulungan
7
Taraf pravulkanisasi
4 4
Periksa lateks dengan Pencucian
Cara 10ml L + 10ml
Chloroform sambil diaduk
8 1
Pencelupan cetakan dengan asam Pemberian tepung terigu
dan penyikatan

1 40
Pembilasan cetakan Vulkanisasi/Pemasakan pada suhu 100 c 120 c

6 6
Pencelupan cetakan ke dalam Stripping sarung tangan yang sudah mengalami
Larutan koagulan vulkanisasi dilepas dari cetakannya

5 3
Pengeringan Cetakan Pembersihan dari tepung terigu yang berlebihan

5
Sortasi untuk mengetahui ada
kebocoran, testing dilakukan
17
dan mempergunakan tekanan udara

Penyimpanan

SELANG

10

SATUKAN SEMUA BAHAN


1 KEDALAM MESIN MIXER

20
ADONAN KARET DIMASUKKAN
KEDALAM MESIN PRESS KARET
2

57
46
3
2
POTONG LEMBARAN KARET MENJADI LEBIH
PANJANG

5
LEMBAARAN KARET DIMASUKKAN KEDALAM
MESIN PRESS KARET

5
SELANG DICELUPKAN KEDALAM CAIRAN
SILIKON

8
MELAPISI SELANG DENGAN BENANG NYLON

90
PANASKAN SELANG DENGAN SUHU 105C

5
PENGECEKKAN

PENYIMPANAN
8
VELCRO

POTONG KAIN DENGAN MESIN PEMOTONG


1

CETAK POTONGAN KAIN DENGAN


MESIN PENCETAK VELCRO
2
PENGECEKAN

PENYIMPANAN

3.4.2 Rancangan 2

Sarung Tangan

10
Bahan kimia ditimbang 6 Penyimpanan
1 & dimasukan ke guci ditutup Pencelupan cetakan
9
rapat kedalam Lar.
1200 Koagulan
Guci diletakkan di wadah yang 2
2 Berputar (digilingan disperse) Pengeringan
10

15 Hasil disperse dicampurkan ke

11

8576 16
13
15
14
Lateks pekat & diaduk sampai
3 5
Merata. Penggulungan
7
Taraf pravulkanisasi
4 4
Periksa lateks dengan Pencucian
Cara 10ml L + 10ml
Chloroform sambil diaduk
8 1
Pencelupan cetakan dengan asam Pemberian tepung terigu
dan penyikatan

1 40
Pembilasan cetakan Vulkanisasi/Pemasakan pada suhu 100 c 120 c

6 6
Pencelupan cetakan ke dalam Stripping sarung tangan yang sudah mengalami
Larutan koagulan vulkanisasi dilepas dari cetakannya

5 3
Pengeringan Cetakan Pembersihan dari tepung terigu yang berlebihan

5
Sortasi untuk mengetahui ada
kebocoran, testing dilakukan
17
dan mempergunakan tekanan udara
SELANG
10

SATUKAN SEMUA BAHAN


KEDALAM MESIN MIXER
1

20
ADONAN KARET DIMASUKKAN
KEDALAM MESIN PRESS KARET
2

2
POTONG LEMBARAN KARET MENJADI LEBIH
PANJANG
3

576
4
5
LEMBARAN KARET DIMASUKKAN KEDALAM
MESIN PRESS KARET

5
SELANG DICELUPKAN KEDALAM CAIRAN
SILIKON

8
MELAPISI SELANG DENGAN BENANG NYLON

90

PANASKAN SELANG DENGAN SUHU 105C

PENGECEKAN
VELCRO
8

POTONG KAIN DENGAN MESIN PEMOTONG


1

CETAK POTONGAN KAIN DENGAN


MESIN PENCETAK VELCRO
2

PENGECEKAN

3
PENYIMPANAN

ALAT PENGATUR AIR DAN SABUN

5 PENGECEKKAN BARANG

PENYIMPANAN

TABUNG PENYIMPANAN SABUN

5 PENGECEKKAN BARANG

PENYIMPANAN
3.5 Peta Aliran Proses
3.5.1 Rancangan 1
Gambar 3.6 Peta Aliran Proses Rancangan 1
Sumber : Pengolahan Data
Gambar 3.7 Peta Aliran Proses Rancangan 1
Sumber : Pengolahan Data

3.5.2 Rancangan 2
Gambar 3.8 Peta Aliran Proses Rancangan 2
Sumber : Pengolahan Data
Gambar 3.9 Peta Aliran Proses Rancangan 2
Sumber : Pengolahan Data

3.6 Diagram Aliran


Gambar 3.10 Diagram Aliran
Sumber : Pengolahan Data

3.7 Bill of Material


3.7.6 Rancangan 1
Gambar 3.11 Bill of Material Rancangan 1
Sumber : Pengolahan Data

3.7.7 Rancangan 2
Gambar 3.12 Bill of Material Rancangan 2
Sumber : Pengolahan Data
3.8 Tabel Bill of Material
3.8.1 Rancangan 1

Gambar 3.13 Tabel Bill of Material Rancangan 1


Sumber : Pengolahan Data

3.8.2 Rancangan 2
Gambar 3.14 Tabel Bill of Material Rancangan 2
Sumber : Pengolahan Data

3.9 Identifikasi SWOT

Gambar 3.15 SWOT


Sumber : Pengolahan Data

3.9.1 Strenght
Gambar 3.16 Strenght
Sumber : Pengolahan Data
3.9.2 Opportunity

Gambar 3.17 Opportunity


Sumber : Pengolahan Data

3.9.3 Weakness
Gambar 3.18 Weakness
Sumber : Pengolahan Data
3.9.4 Threats

Gambar 3.19 Threats


Sumber : Pengolahan Data

3.9.5 Grafik SWOT


Gambar 3.20 Grafik SWOT
Sumber : Pengolahan Data

3.10 Harga Pokok Produksi


3.10.1 Rancangan 1
Gambar 3.21 Harga Pokok Produksi Rancangan 1
Sumber : Pengolahan Data

3.10.2 Rancangan 2
Gambar 3.22 Harga Pokok Produksi Rancangan 2
Sumber : Pengolahan Data

3.11 Kelayakan Investasi


3.11.1 Rancangan 1
Gambar 3.23 Kelayakan Investasi Rancangan 1
Sumber : Pengolahan Data
3.11.2 Rancangan 2

Gambar 3.24 Kelayakan Investasi Rancangan 2


Sumber : Pengolahan Data