Anda di halaman 1dari 8

RESUME TUTORIAL SANG ATLET LARI

I. LEARNING OBJECTIVES

1. Apa yang dimaksud dengan penyembuhan Non-Operative?


2. Apa sajakah jenis jenis kontraksi otot dan bagaimana mekanismenya?
3. Bagaimana mekanisme ketegangan otot ?
4. Bagaimana interaksi antara aktin myosin & proponin dalam kontraksi otot?
5. Bagaimana mekanisme kerja jantung dalam memompa darah?
6. Sebutkan kelainan dalam jantung!
7. Apa fungsi ion kalsium dan ATP dalam kontraksi otot ?
8. Bagaimana regulasi jantung terhadap tekanan darah dan hormon?
9. Sebutkan kelainan pada trauma musculoskeletal!
10. Apa yang mempengaruhi aktivitas jantung ?

II. JAWABAN
1. Penyembuhan yang dilakukan tanpa suatu tindakan dengan alat atau dengan tangan
seorang ahli bedah dan juga tanpa prosedur bedah.

( sumber : kamus saku kedokteran dorland edisi 28 hal. 782 )

2. Terdapat 2 jenis kontraksi, bergantung pada apakah panjang otot berubah selama
kontraksi, yaitu :

a. kontraksi isometrik terjadi ketika otot tidak memendek sewaktu berkontraksi. Ketika
hendak mengangkat suatu benda yang terlalu berat akan terjadi tegangan di otot- otot lengan.
Dalam hal ini otot tidak dapat memendek dan mengangkat benda dan panjangnya konstan
meskipun terbentuk tegangan di otot dibuat lebih kecil daripada yang dibutuhkan untuk
memindahkan suatu benda. Tujuannya penting untuk mempertahankan postur dan menopang
benda dalam posisi tetap.

b. kontraksi isotonik terjadi ketika otot memendek dan tegangan otot konstan. Saat akan
mengangkat sebuah benda dan ketika tegangan yang terbentuk di otot telah cukup besar
untuk mengatasi berat benda maka kita dapat mengangkat benda tersebut, dengan
keseluruhan otot memendek dalam prosesnya. Karena berat benda tidak berubah ketika
diangkat maka tegangan otot tetap konstan selama periode pemendekan. Kontraksi isotonik
ini digunakan untuk menggerakkan tubuh dan untuk memindahkan benda eksternal.

( sumber : buku Fisiologi manusia dari sel ke sistem,lauralee sherwood hal. 294. )

Mekanisme : secara umum mekanisme kontraksi otot berlangsung dalam tahap


tahap berikut :
a. potensial aksi menjalar di sepanjang suatu saraf motorik hingga ujungnya diserat
otot. Dan saraf tersebut mengeluarkan sejumlah kecil bahan neurotransmiter
asetilkolin
b. asetilkolin bekerja di membran otot untuk membuka saluran bergerbang
asetilkolin, yang memungkinkan ion natrium mengalir kedalam serat otot.
c. potensial aksi berjalan di sepanjang membran serat otot, menyebabkan retikulum
sarkoplasma membebaskan ion kalsium yang telah tersimpan didalam retikulum ke
dalam miofibril.
d. ion kalsium memicu gaya gaya tarik antara filamen aktin dan miosin yang
menyebabkan keduanya saling bergeser ( sliding ) dan ini adalah proses kontraksi.
e. kemudian ion kalsium dipompa kembali kedalam retikulum sarkoplasma, tempat
ion ion ini disimpan sampai datang potensial aksi otot. Ketika pengeluaran ion
kalsium dari miofibril ini akan menyebabkan kontraksi otot berhenti.

( sumber : buku saku fisiologi kedokteran edisi 11, John E.Hall, hal.46 )

3. ketegangan terjadi dalam dua mekanisme utama,yaitu :

a. terjadi karena sarkolema dan retikulum sarkoplasma di serat otot yang mati akan
mengalami deteriosasi, hal ini dapat mempengaruhi kadar ion kalsium di sarkoplasma.
Sedangkan deteriosasi pada retikulum sarkoplasma akan menyebabkan ion kalsium yang
disimpan dalam retikulum sarkoplasma keluar dari sarkoplasma. Tingginya kadar ion di
sarkoplasma akan memicu kontraksi otot.

b. terjadi melalui berhentinya fungsi sirkulasi yang menyebabkan ATP tidak dapat di
produksi oleh tubuh. Dalam kontraksi otot ATP berperan untuk melepas cross-link antara
filamen aktin dan miosin. Apabila ATP tidak didapatkan maka otot akan terus menerus
berkontraksi selain itu, ATP juga diperlukan untuk mengaktifkan pompa ion kalsium agar
kadar ion kalsium di sarkoplasma bisa terjaga.
( sumber : Guyton AC, Hall JE. Textbook of medical physiology edis 11 tahun 2007 )

4. interaksi jembatan silang antara menyebabkan kontraksi otot melalui mekanisme


pergeseran filamen. Sewaktu kontraksi, filamen tipis di kedua sisi sarkomer bergeser ke arah
dalam terhadap filamen tebal yang diam menuju ke pusat pita A. Sewaktu bergeser kedalam,
filamen tipis menarik garis garis z tempat filamen tersebut melekat saling mendekat
sehingga sarkomer memendek. Karena semua sarkomer di keseluruhan panjang otot
memendek bersamaan maka seluruh serat otot memendek.

Aktivitas jembatan silang menarik masuk filamen tipis relatif terhadap filamen tebal yang
2+,
diam. Sewaktu kontraksi, dengan tropomiosin dan troponin digeser oleh Ca jembatan
silang miosin dari filamen tebal dapat berikatan dengan molekul aktin di sekitar filamen tipis.
Dua kepala miosin di masing masing molekul miosin bekerja secara independen, dengan
satu kepala melekat ke aktin. Ketika miosin dan aktin berkontak di jembatan silang, jembatan
mengalami perubahan bentuk, menekuk kedalam ke arah bagian tengah sarkomer seperti
mendayung perahu.

Pada akhir satu siklus jembatan silang, ikatan antara jembatan silang miosin dan molekul
aktin terputus. Jembatan silang kembali ke bentuknya semula dan berikatan dengan molekul
aktin berikutnya di belakang mitra aktin pertama. Jembatan silang kembali menekuk untuk
menarik filamen tipis lebih jauh, kemudian terlepas dan mengulangi siklus.

Karena cara molekul molekul miosin berorientasi didalam filamen tebal maka semua
jembatan saling mendayung ke arah bagian tengah sarkomer sehingga keenam filamen tipis
di masing masing ujung sarkomer tertarik ke arah dalam secara bersamaan.

( sumber : buku Fisiologi manusia dari sel ke sistem,lauralee sherwood hal. 282-283 )

5. mekanisme kerja jantung :


Jantung terbagi atas separuh kanan dan kiri serta memiliki empat ruang, bagian atas
kanan dan kiri disebut dengan serambi (atrium), sedangkan bagian bawah kanan dan kiri
disebut bilik (ventrikel). Pembuluh yang mengembalikan darah dari jaringan ke atrium
disebut dengan vena, dan pembuluh yang mengangkut darah menjauhi ventrikel dan menuju
ke jaringan disebut dengan arteri. Kedua belahan jantung dipisahkan oleh septum atau sekat,
yaitu suatu partisi otot kontinu yang mencegah percampuran darah dari kedua sisi jantung.
Pemisahan ini sangat penting karena separuh jantung kanan menerima dan memompa darah
beroksigen rendah sedangkan sisi jantung sebelah kiri memompa darah beroksigen tinggi.
Jantung berfungsi sebagai pompa ganda.
Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik (dari seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan
melalui vena besar yang dikenal sebagai vena kava. Darah yang masuk ke atrium kanan
berasal dari jaringan tubuh, darah ini banyak mengandung CO2 dan sedikit O2 sehingga
disebut darah kotor. Darah yang kurang akan oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan
melalui katup ke ventrikel kanan, yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke
paru-paru. Dengan demikian, sisi kanan jantung memompa darah yang kekurangan oksigen
ke sirkulasi paru. Di dalam paru-paru, darah akan kehilangan CO2 dan menyerap O2 segar
sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Darah kaya oksigen yang
kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir ke dalam ventrikel kiri. Jadi, sisi kiri jantung
memompa darah yang kaya akan O2 ke dalam sirkulasi sistemik. Arteri besar yang membawa
darah menjauhi ventrikel kiri adalah aorta. Aorta bercabang menjadi arteri besar dan
menyebarkan darah ke berbagai jaringan tubuh.
Sirkulasi sistemik memompa darah ke berbagai organ, yaitu ginjal, otot, otak, dan
semuanya. Jadi darah yang keluar dari ventrikel kiri tersebar sehingga masing-masing bagian
tubuh menerima darah segar. Darah yang berasal dari arteri tidak mengalir dari jaringan ke
jaringan. Jaringan akan mengambil O2 dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan
energi. Dalam prosesnya, sel-sel jaringan akan membentuk CO2 sebagai produk buangan atau
produk sisa yang ditambahkan ke dalam darah. Darah yang sekarang kekurangan O 2 dan
mengandung CO2 berlebih akan kembali ke sisi kanan jantung. Selesailah satu siklus dan
terus menerus berulang siklus yang sama setiap saat.
Sirkulasi paru adalah sistem yang memiliki tekanan dan resistensi rendah, sedangkan
sirkulasi sistemik adalah sistem yang memiliki tekanan dan resistensi yang tinggi. Oleh
karena itu, walaupun sisi kiri dan kanan jantung memompa darah dalam jumlah yang sama,
sisi kiri melakukan kerja yang lebih besar karena ia memompa volume darah yang sama ke
dalam sistem dengan resistensi tinggi.
Dengan demikian otot jantung di sisi kiri jauh lebih tebal daripada otot di sisi kanan
sehingga sisi kiri adalah pompa yang lebih kuat. Dua katup jantung yaitu katup atrioventrikel
(AV) terletak di antara atrium dan ventrikel kanan dan kiri. Katup AV kanan disebut dengan
katup trikuspid karena memiliki tiga daun katup sedangkan katup AV kiri sering disebut
dengan katup bikuspid atau katup mitral karena terdiri atas dua daun katup. Katup-katup
ini mengijinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel selama pengisian ventrikel (ketika
tekanan atrium lebih rendah dari tekanan ventrikel), namun secara alami mencegah aliran
darah kembali dari ventrikel ke atrium ketika pengosongan ventrikel atau ventrikel sedang
memompa. Dua katup jantung lainnya yaitu katup aorta dan katup pulmonalis terletak
pada sambungan dimana tempat arteri besar keluar dari ventrikel. Keduanya disebut dengan
katup semilunaris karena terdiri dari tiga daun katup yang masingmasing mirip dengan
kantung mirip bulan-separuh. Katup ini akan terbuka setiap kali tekanan di ventrikel kanan
dan kiri melebihi tekanan di aorta dan arteri pulmonalis selama ventrikel berkontraksi dan
mengosongkan isinya. Katup ini akan tertutup apabila ventrikel melemas dan tekanan
ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Katup yang tertutup mencegah
aliran balik dari arteri ke ventrikel.
SARAF VAGUS ( CN X ) Merupakan saraf gabungan. Neuron motorik berasal dari
dalam medulla dan menginervasi hampir semua organ toraks dan abdomen. Neuron sensorik
membawa informasi dari faring, laring, trakea, esophagus, jantung dan visera abdomen ke
medulla dan pons.
Jantung dipersarafi oleh serabut parasimpatis dan simpatis. Medula adalah jalur utama
di otak untuk mengatur aliran simpatis dan parasimpatis ke jantung dan pembuluh darah.
Hipotalamus dan pusat tertinggi memodifikasi aktivitas pusat meduler dan sangat penting
dalam mengatur respon kardiovaskular untuk emosi dan stress. Saraf vagus memiliki 3
nukleus dalam ssp yang terkait dengan kontrol kardiovaskular : (1) nukleus motorik dorsal,
(2) nukleus ambiguus (3) nukleus soliter.
Output parasimpatis ke jantung terutama berasal dari neuron di nukleus ambiguus dan
pada tingkat lebih rendah dari dorsal nukleus motorik. Nukleus solitari menjadi hubungan
untuk mengintegrasikan barorefleks, menerima masukan sensorik tentang keadaan sistem
kardiovaskular.
Serat aferen dari sistem saraf otonom dari jalur jantung yang sama dengan
gastrointestinal,genitourinari,baroreseptor dan kemoreseptor dan mengirimkan sinyal ke
medula oleh saraf kranial X dan IX.
( sumber : heart nerve anatomy, ramin assadi,MD, 6 november 2013 )

6. kelainan pada jantung terbagi atas 3 bagian, yaitu :

a. kelainan kecepatan dapat ditentukan dari jarak QRS yang berurutan di kertas berskala
saat perekaman EKG. Kecepatan denyut jantung lebih dari 100 denyut per menit disebut
takikardia sedangkan denyut yang kurang dari 60 kali per menit disebut bradikardi.

b. kelainan irama merujuk pada keteraturan atau spacing gelombang EKG.


Flutter atrium ditandai dengan rangkaian depolarisasi atrium yang cepat tetapi
reguler dengan kecepatan antara 200 380 denyut per menit.
Fibrilasi atrium ditandai oleh depolarisasi atrium yang cepat,ireguler dan tak
terkoordinasi
Fibrilasi ventrikel adalah kelainan irama yang sangat serius dimana otot ventrikel
memperlihatkan kontraksi kacau tak terkoordinasi.
Blok jantung terjadi karena defek di sistem hantaran jntung. Atrium masih
berdenyut teratur, tetapi ventrikel kadang-kadang gagal terangsang dan karenanya
tidak berkontraksi setelah atrium berkontraksi.

c. Miopati jantung ( kerusakan otot jantung )

Iskemia miokardium : kurang memadainya penyaluran darah beroksigen ke


jaringan jantung
Infark miokardium akut ( serangan jantung ) : kematian atau nekrosis sel otot
jantung terjadi akibat ketika pembuluh darah yang memasok bagian jantung
tersebut tersumbat atau pecah.

( sumber : buku Fisiologi manusia dari sel ke sistem,lauralee sherwood hal. 342-344)

7. fungsi ion kalsium dapat memicu gaya tarik menarik antara filamen aktin dan miosin yang
menyebabkan keduanya saling bergeser ( sliding ) dan merupakan proses kontraksi.
Sedangkan peran ATP yaitu untuk melepas cross-link antara filamen aktin dan miosin selain
itu ATP juga berfungsi untuk mengaktifkan pompa ion kalsium agar kadar ion kalsium di
sarkoplasma bisa terjaga.

( sumber : buku saku fisiologi kedokteran edisi 11 john e. Hall hal.46 )

8. regulasi jantung terhadap tekanan darah dan hormon :

Atrial Natriuretic Factor/Peptide (ANF=ANP) adalah hormon yang disintesis dan


disekresikan oleh sel otot atrium jantung. ANP disintesis sebagai preproANP kemudian
mengalami pemotongan menjadi proANP. ProANP disimpan di dalam granula padat
kardiomiosit. Ketika terdapat rangsangan yang berupa peningkatan volume yang ditandai
dengan meningkatnya regangan dan tekanan di daerah atrium, maka proANP akan diubah
oleh suatu enzim protease yang disebut corin dan dilepas sebagai ANP. Setelah dilepas ke
sirkulasi, ANP mempengaruhi target organ terutama pembuluh darah dan ginjal.
Regulasi tekanan darah oleh ANP melalui penurunan resistensi perifer; vasodilatasi dan
penurunan return volume dengan natriuresis. Efek vasodilatasi ANP diperantarai oleh Protein
kinase GI (PKGI) dengan cara menurunkan kadar Ca2+ intrasel dan menurunkan sensitivitas
sistem kontraktil terhadap Ca2+. Sedangkan efek natriuresis melalui hambatan apical sodium
transport pada collecting duct di ginjal.

9. kelainan pada trauma muskuloskeletal yaitu :

a. distrofia muskulorum ( miopati ) merupakan kelainan degenerative primer pada otot-


otot karena kelainan metabolisme kreatin. Manifestasi klinik yang nampak adalah otot-otot
yang terkena lemah, mengecil, pucat dan lunak.

b. miositis adalah peradangan dari jaringan otot yang dapat disebabkan oleh piogenik (
infeksi jaringan sekitar ), gasgengren disebabkan oleh clostridium yang menghasilkan
toksin sarkolitik dan proteolitik disertai dengan nekrosis luas jaringan otot.

c. tumor otot baik jinak maupun ganas sangat jarang ditemui. Contohnya seperti
rabdomioma merupakan pertumbuhan berlebihan yang bersifat jinak dari jaringan otot
lurik. Rabdomiosarkoma merupakan keganasan dari otot lurik yang penyebarannya
sangat cepat.

d.kram adalah tarikan pada otot, ligamen atau tendon yang disebabkan oleh regangan yang
berlebihan yang terjadi secara mendadak dan singkat dan menimbulkan nyeri.contohnya
kram di kaki yang merupakan nyeri akibat spasme otot dikaki yang timbul karena otot
berkontraksi terlalu keras, intens, mendadak dan diluar kontrol.

e. hipertrofi otot terjadi akibat bertambahnya jumlah filamen aktin dan miosin di masing
masing serat otot.

f. atrofi otot terjadi saat otot tidak digunakan untuk jangka lama, maka laju penguraian
protein kontraktil berlangsung lebih cepat daripada laju penggantiannya. Otot tidak lagi
menerima sinyal kontraktil yang diperlukan untuk mempertahankan ukuran normal otot
akibat kehilangan persarafannya.

( sumber : buku saku fisiologi kedokteran edisi 11 john e. Hall hal. 50-51)

10. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi jumlah denyut jantung

seseorang, yaitu aktivitas fisik atau tingkat kebugaran seseorang,usia,suhu udara


disekitar, posisi tubuh (berbaring atau berdiri), tingkat emosi, ukuran tubuh serta

obat yang sedang dikonsumsi.

( sumber : http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-undergraduate-24659-

BAB%20I.pdf )