Anda di halaman 1dari 83

1

Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)


Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 1. PERSIAPAN PERMUKAAN LAHAN

1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini meliputi tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut :
Pengadaan tenaga kerja, peralatan yang memadai, alat-alat dan bahan.
Pekerjaan persiapan lapisan pendukung untuk pekerjaan badan jalan,
perkerasan jalan , saluran terbuka, saluran tertutup/gorong-gorong, jalur
utilitas dan lain-lain seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
Pengupasan, perataan, pengaturan kemiringan, pemadatan permukaan
tanah, penghamparan dan pemadatan lapisan pasir dan/atau sirtu sesuai
Gambar Kerja.

2. STANDAR/RUJUKAN
2.1 American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO).
2.2 American society for Testing and Materials (ASTM).
2.3 Semua standar dan peraturan nasional yang berlaku.
2.4 Spesifikasi teknis - Galian, urukan Kembali dan pemadatan.

3. PROSEDUR UMUM
3.1 Umum.
3.1.1 Contoh bahan untuk seluruh pekerjaan ini harus diserahkan terlebih
dahulu kepada Pengawas Lapangan, untuk diuji dan disetujui. Kontraktor
juga harus menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan jika diminta oleh
Pengawas Lapangan.
3.1.2 Kontraktor harus mempelajari dengan seksama dan mengikuti semua
detail/ potongan, elevasi, bentuk, dimensi dan kerataan yang ditunjukan
dalam Gambar Kerja. Bila dimensi dalam Gambar Kerja meragukan,
Kontraktor harus menyampaikannya kepada Pengawas Lapangan
sebelum memulai pekerjaan. Kesalahan atau kelalaian yang dilakukan
Kontraktor akan menjadi tanggung jawabnya dan biaya perbaikan yang
diakibatkan karena hal tersebut menjadii tanggung-jawab Kontraktor dan
tidak dapat ditagihkan kepada pemilik proyek
3.1.3 Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada pengawas
Lapangan yang ditandatangani oleh wakil yang ditunjuk, dimana dan
kapan memulai suatu bagian pekerjaan dan harus disetujui pengawas
Lapangan.
3.1.4 Kontraktor harus menyerahkan kepada Pengawas Lapangan jadwal
pekerjaan setiap 2 (dua) minggu dan akan meliputi hal-hal berikut:
Daftar Peralatan
Daftar tenaga kerja,
Volume yang harus diselesaikan.
2
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Jadwal tersebut di atas harus disetujui Pengawas Lapangan, sebelum


memulai setiap pekerjaan.
3.1.5 Kontraktor tidak diijinkan mengganti setiap peralatan atau tenaga kerja
yang sudah dialokasikan untuk pekerjaan dalam daftar yang telah
disetujui, kecuali bila telah dilakukan pertimbangan sebelum melakukan
pergantian dan dengan persetujuan pengawas Lapangan.
3.1.6 Kontraktor harus mendapatkan semua ijin dari yang berwenang dan
persyaratan lain yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini.
Keterlambatan pekerjaan yang disebabkan karena penyelesaian surat ijin
tidak dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang waktu pelaksanaan
pekerjaan.
3.1.7 Kontraktor tidak diijinkan bekerja dalam cuaca buruk dan/atau hujan atau
bila tanah yang akan dikerjakan dalam keadaan basah, kecuali bila
ditentukan lain oleh Pengawas Lapangan.
3.1.8 Tidak diijinkan bekerja Lapangan pada malam hari, kecuali bila disetujui
pengawas Pemeriksaan dan pengujian.

3.2 Pemeriksaan dan Pengujian


3.2.1 Tim pengukuran harus berada di lokasi selama berlangsungnya
pekerjaan.
3.2.2 Pemeriksaan harus dilakukan pada tahapan berikut :
Sebelum memulai pekerjaan.
Sebelum menghentikan pekerjaan sehari-hari.
3.2.3 Semua peralatan dan alat pengukuran yang akan digunakan dalam
pekerjaan ini harus diperiksa dan diuji sebelum pekerjaan dimulai.

3.3 Pembersihan dan pembongkaran.


Lahan di atas tanah asli harus dibersihkan dari semua tumbuh-tumbuhan seperti
pohon, batang pohon, bonggol, akar-akar pohon yang tertimbun, semak, rumput,
rerumputan dan bahan lain lang mengganggu, dalam-oatas sesuai ketentuan
Gambar Kerja sesuai petunjuk pengawas Lapangan. atau
Lahan di bawah pemukaan tanah asli dalam batas yang ditentukan, harus
dibongkar sampai kedalaman secukupnya untuk membuang semua bonggol,
akar-akar besar, batang yang tertimbun dan bahan lain yang mengganggu.

3.4 Pengupasan dan penumpukan Tanah Lapisan Atas.


Tanah lapisan atas harus terdiri dari tanah yang bebas dari campuran tanah
lapisan bawah, sampah, bonggol, akar-akar, batuan, belukar, rerumputan atau
pertumbuhan tanaman.
Pengupasan tanah lapisan atas harus meliputi penggalian bahan yang sesuai
yang berasal {ari lapisan penutup tanah asti pada oaerli yang ditentukan atau
sesuai petunjuk pengawas Lapangan.
3
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Tanah lapisan atas harus dipisahkan dan ditumpuk di lokasi yang ditentukan
untuk digunakan dalam pekerjaan lansekap dan/atau reklamasi.

4. BAHAN-BAHAN.
Lihat butir 5.0. Pelaksanaan pekerjaan dari spesifikasi reknis ini.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Umum.
5.1.1 Elevasi akhir penimbunan yang merupakan elevasi akhir lapisan
pendukung, harus tidak lebih tinggi dan tidak lebih rendah dari 100mm
terhadap ketinggian yang ditentukan dan harus dapat mengalirkan air
permukaan. Kemiringan sisi harus diselesaikan dengan baik sesuai
petunjuk Gambar Kerja.
5.1.2 Kontraktor bertanggung-jawab menjaga keseimbangan semua timbunan
dan mengganti bagian yang rusak atau yang salah penempatannya
karena kelalaian Kontraktor atau karena keadaan cuaca seperti badai.
5.1.3 Semua susunan yang tidak diperlukan seperti pohon, parit, saluran dan
struktur sementara yang tidak boleh berada di tempat harus dibongkar
dan dibuang pada kedalaman 900mm di bawah elevasi permukaan akhir
dan lubang tersebut harus segera ditimbun dan dipadatkan.
5.1.4 Semua bahan konstruksi tidak diijinkan disimpan di lokasi yang
disediakan sampai pekerjaan persiapan dan perataan diserah-terimakan
seluruhnya dan disetujui Pengawas Lapangan.
5.1.5 Sebelum memulai pekerjaan persiapan lahan dan perataan, semua tanah
lapisan atas, pembersihan dan pembongkaran harus telah selesai
dikerjakan dan disetujui Pengawas Lapangan.
5.1.6 Peralatan yang digunakan untuk persiapan lahan dan perataan harus dari
jenis alat yang disetujui, yang disesuaikan dengan kondisi tanah pada
lokasi dimaksud.
5.1.7 Bagian pekerjaan yang telah selesai yang diketahui tidak stabil atau di
bawah kelas yang ditentukan dan tidak sesuai ketentuan, harus diperbaiki
dan diratakan kembali oleh Kontraktor tanpa tambahan biaya.
5.1.8 Semua patok pengukuran harus berada di tempatnya, tidak boleh
dipindahkan dan tidak boleh diganti.
5.1.9 Setelah semua pekerjaan selesai, semua tonggak atau tiang pengamat
yang hancur atau rusak harus diperbaiki sesuai petunjuk Pengawas
Lapangan.
5.1.10 Semua perataan akhir harus dilakukan oleh operator yang ahli agar
dicapai hasil yang sesuai dengan ketentuan Spesifikasi ini, kecuali
bagian-bagian yang harus dipadatkan dengan alat pemadat tangan.
5.1.11 Pada setiap akhir pekedaan, semua lubang harus ditutup atau ditimbun
dan lahan yang terdiri dari tanah lepas harus diratakan dan dipadatkan.
4
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.1.12 Setiap penggalian, pengurukan atau pemadatan yang dibutuhkan dalam


pekerjaan ini harus dilaksanakan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis.

5.2 Pembersihan dan Pembongkaran.


Batas pembersihan dan pembongkaran harus sesuai petunjuk Gambar Kerja
atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan. Umumnya pembersihan dan
pembongkaran berada pada lahan yang akan dibangun, lokasi penyimpanan
bahan, dan lahan lain seperti ditentukan dalam Gambar Kerja.
Pembersihan dan pmbongkaran harus dilakukan sebelum pekerjaan perataan.

5.3 Pengupasan dan Penumpukan Tanah Lapisan Atas.


5.3.1 Kontraktor harus membuang tanah lapisan atas dan bahan permukaan
yang tidak sesuai dari bagian daerah petaksanaan yang elevasi
permukaannya akan diubah, minimal pada kedalaman 300mm atau tebih,
sesuai petunjuk pengawas Lapangan.
5.3.2 Kontraktor harus menggali tanah lembek yang ditemukan selama
pengupasan kecuali bila tanah lembek ini berada pada lahan yang
membutuhkan penggalian dalam untuk konstruksi.
5.3.3 Tanah lapisan atas harus dipisahkan dan ditumpuk untuk digunakan
dalam pekerjaan lansekap dan/atau reklamasi.
5.3.4 Pengupasan dibutuhkan pada lokasi rawa. Tanah harus dikupas sampai
dasar tanah organik dan akar sesuai petunjuk pengawas Lapangan.
5.3.5 Tanah lapisan atas yang akan digunakan kembali harus diseleksi dan
ditumpuk sesuai jenisnya dengan kemiringan tidak lebih dari 3 : 1 pada
lokasi yang ditentukan sedemikian rupa untuk memudahkan pengukuran
volume.
5
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 2. PERSIAPAN TANAH DASAR

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pengerjaan persiapan permukaan tanah untuk
lapis pondasi bawah seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO).
2.2 Semua standar lokal yang berlaku, yang terkuat yang berlaku.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Perlindungan terhadap pekerjaan yang telah selesai.
3.2 Permukaan tanah yang telah disiapkan harus dilindungi terhadap pengeringan
dan retak. Setiap kerusakan yang ditimbulkan karena keteledoran Kontraktor,
harus diperbaiki atas biaya Kontraktor sepenuhnya.

4. BAHAN-BAHAN.
Lihat butir 5.0. dari Spesifikasi Teknis ini.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Umum
Daerah yang akan disiapkan permukaannya harus dibersihkan dari bahan-bahan
yang tidak diinginkan.
Permukaan tanah harus dibuat sesuai dengan elevasi dan kemiringan serta
dipadatkan sampai 90% - 95% kepadatan kering maksimal, sehingga lapisan
pondasi jalan ketika dipadatkan, akan memberikan formasi yang sama pada
semua elevasi. Semua bahan sampai kedalaman 150mm di bawah tanah
permukaan pada galian dan sampai kedalaman 300mm pada timbunan harus
benar-benar dipadatkan sampai minimal 90% - 95% persyaratan kepadatan
kering AASHTO T99 dengan nilai CBR sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.

5.2 Permukaan Tanah pada Galian Tanah.


Bila permukaan tanah berada di daerah galian, maka permukaan tanah harus
dibentuk sesuai bentuk melintang dan memanjang, seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja. Tanah harus dipadatkan dengan alat yang disetujui. Sebelum
pemadatan, kadar air bahan timbunan harus diatur sedemikian rupa sampai
mendekati Kadar Air Optimum (Wo), sehingga diperoleh tingkat kepadatan yang
disyaratkan.
Bila keadaan tanah tidak memungkinkan untuk mencapai nilai minimai CBR,
tanah yang tidak sesuai tersebut harus dikeluarkan dari lokasi dan diganti
dengan yang sesuai, atau dengan cara stabilisasi tanah seperti yang disyaratkan.
Pembuangan tanah yang tidak sesuai tersebut akan digolongkan sebagai galian
umum.
6
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Pada elevasi permukaan tanah, Kontraktor harus mengisi lubang-lubang yang


disebabkan oleh pembongkaran akar-akar, bonggol tanaman dan batu-batu
besar, dengan bahan pengisi yang sesuai.

5.3 Permukaan Tanah pada Timbunan.


Bila permukaan tanah berada pada daerah timbunan, persyaratan-persyaratan
berikut harus dipenuhi :
Sebelum pelaksanaan penimbunan, daerah yang akan ditimbun harus
dipadatkan dan dilindas sesuai ketentuan dan/atau petunjuk Pengawas
Lapangan.
Bahan timbunan yang telah disetujui harus disebakan secara merata sampai
ketebalan lepas maksimum 200mm setiap lapisnya dengan menggunakan
alat perata jalan/grader dan di gilas secara terus-menerus.
Rata-rata kecepatan penggilas jalan adalah 5km/jam dan kecepatan ini harus
tetap terjaga sampai pekerjaan selesai.
Selama pemadatan dengan mesin gitas, kadar air bahan timbunan harus
tetap terjaga. Jumlah lintasan harus minimal 6 (enam) kali sampai maksimal 8
(delapan) kali, atau sesuai ketentuan pengawas Lapangan.
Pelaksanaan pemadatan harus dilanjutkan dengan prosedur yang sama
dengan di atas sampai pekerjaan urukan selesai dan disetujui Pengawas
Lapangan.

5.4 Permukaan Subgrade pada Batu.


Bila permukaan berada di atas potongan batu, batu tersebut harus dipotong
sehingga membentuk profil yang sesuai dengan yang diinginkan.
Kontraktor harus menyingkirkan semua bahan lepas dan membentuk permukaan
dengan menambah bahan pengisi, dipadatkan dan dibentuk sesuai ketentuan
dalam Gambar Kerja.
Tidak boleh ada batu yang menonjol pada permukaan tanah.

5.5 Perlindungan Pekerjaan.


Setiap bagian permukaan yang telah selesai dan disetujui Pengawas Lapangan
harus dilindungi dari kekeringan/retak dan air.Setiap kerusakan yang diakibatkan
karena kelalaian Kontraktor, harus diperbaiki sesuai petunjuk Pengawas
Lapangan tanpa biaya tambahan.

BAB 3. PENGUKURAN
7
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan pengukuran batas/garis dan elevasi
persiapan lahan dan pekerjaan pengukuran lainnya yang ditentukan dalam Gambar
Kerja dan/atau yang ditentukan Pengawas Lapangan dan tennasuk penyediaan tim
ukur yang berpengalaman dan peralatan pengukuran lengkap dan akurat yang
memenuhi ketentuan Spesifikasi ini.

2. STANDAR/RUJUKAN.
Tidak ada.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Data Standar Pengukuran.
Standar pengukuran berdasarkan poligon tertutup tiga titik koordinat dan patok
akan disediakan Pemilik Proyek dan akan menjadi patokan pengukuran yang
dilakukan Kontraktor. Bila Kontraktor berkeberatan atas penentuan sistim
koordinat tersebut, maka dalam 1(satu) minggu setelah penentuan, Kontraktor
dapat mengajukan keberatan secara tertulis beserta data pendukung untuk
kemudian akan dipertimbangkan oleh Pengawas Lapangan.

3.2 Persyaratan Pengukuran.


Kontraktor harus melaksanakan perhitungan pengukuran dan pemeriksaan untuk
mendapatkan lokasi yang tepat sesuai Gambar Kerja dan harus disetujui
Pengawas Lapangan.
Setiap kali melakukan pengukuran, pemeriksaan ketepatan harus dilakukan
dengan Poligon Tertutup. Kesalahan maksimal yang diijinkan dari Poligon
Tertutup adalah sebagai berikut:
Kerangka Horizontal (poligon) :
- salah penutup sudut = 10 n
(n = banyak titik/sudut).
- salah relatif 1/10000.
Kerangka Vertikal (Sipat Datar):
- Salah penutup beda tinggi = 10 D km (mm)
(D = total jarak terpendek).
semua jarak kemiringan harus dikurangkan ke jarak tegak.

3.3 Patok/Bench Mark.


3.3.1 Kontraktor harus menjaga, melindungi patok standar pengukuran maupun
patok-patok yang dibuatnya.
3.3.2 Pemindahan patok, termasuk patok-patok yang dibuat pihak lain harus
dihindarkan. Mengikat binatang pada patok tidak diijinkan. Setiap
kerusakan pada patok harus dilaporkan kepada pengawas Lapangan.
8
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Kontraktor setiap waktu bertanggung-jawin memperbaiki dan mengganti


patok yang rusak. Biaya perbaikan patok menjadi tanggung jawab
Kontraktor sepenuhnya.
3.3.3 Patok harus dibuat oleh Kontraktor dari besi baja yang ditanam dalam
beton dengan bentuk dan ukuran yang disetujui Pengawas Lapangan,
kecuali bila ditentukan lain di lokasi pekerjaan
Bila patok berada pada tanah lunak, baja dengan angkur harus ditanam
dalam beton K-225 dan ukuran sesuai dengan yang disetujui pengawas
Lapangan. Pondasi patok harus dibuat sesuai Spesifikasi teknis ini.
3.3.4 Penandaan harus jelas terbaca dan kuat/awet. Patok di tanah harus
dilindungi dengan pipa beton dan struktur lain dan harus bebas dari air
dan tanah.
3.3.5 Kerangka horisontal harus dari pasak kayu, berukuran 50mm x 50mm
panjang 300mm, ditanam dengan kuat ke dalam tanah, menonjol 20mm
di atas permukaan tanah dengan paku di tengahnya sebagai tanda.

3.4 Tim Pengukur dan peralatan.


Kontraktor harus menyediakan tim ukur yang ahli yang disetujui terlebih dahulu
oleh Pengawas Lapangan, dan mereka bertanggung jawab memberikan
informasi yang bekaitan dengan pengukuran kepada Pengawas Lapangan.
Kontraktor harus menggunakan sejumlah peralatan pengukuran yang memadai,
akurat dan memiliki sertifikat dan disetujui pengawas Lapangan.

4. BAHAN.BAHAN.
Tidak ada.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Perhitungan dan Catatan pengukuran.
Catatan lengkap harus mencakup semua pengukuran lapangan, rapih dan
teratur. Pengukuran harus dengan jelas menyebutkan nama proyek, lokasi,
tanggal, nama. Buku yang dijilid harus digunakan untuk catatan.
Catatan lapangan yang terpisah harus dibuat untuk setiap katagori berikut :
- Pemeriksaan melintang
- Ketinggian patok
- Lokasi pengukuran
- Konstruksi pengukuran
- Potongan melintang
Koordinat seluruh patok, titik pemeriksaan, dan lainnya harus dihitung sebelum
pengukuran.
Sketsa harus disiapkan untuk seliap patok pemeriksaan dan titik acuan yang
menunjukkan jarak dan azimut ke setiap titik acuan.
Profil dan bidikan.elevasi topografi harus dilakukan dalam buku lapangan.
9
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Semua catatan dan perhitungan harus dibuat permanen, dan dijaga di tempat
yang aman. Penyimpanan data lapangan yang tidak berlaku lagi dilakukan oleh
pengawas Lapangan.

5.2 Pemeriksaan Ketepatan.


Semua elemen pengukuran, pemeriksaan dan penyetelan harus diperiksa
pengawas Lapangan pada waktu-waktu tertentu selama pelaksanaan proyek.
Kontraktor harus membantu Pengawas Lapangan selama pemeriksaan
pengukuran lapangan.
Perhitungan berikut harus digunakan untuk memeriksa catatan lapangan:

Kesalahan sudut menyilang e1 = 1' n

Kesalahan garis menyilang e2 = (L + D)

L = perbedaan antara garis lintang utara dan garis lintang selatan.


D = perbedaan antara titik keberangkatan Timur dan titik keberangkatan
Barat.

Ketepatan = e
perimeter

Pengukuran yang tidak sempuma yang dikerjakan Kontraktor, harus diperbaiki


dan diulang tanpa tambahan biaya.
Kontraktor harus menjaga semua tanda dan garis yang dibutuhkan agar tetap
terlihat jelas selama pemeriksaan.
Setiap pemeriksaan yang dilakukan Pengawas Lapangan tidak membebaskan
Kontraktor dari seluruh tanggung jawabnya membuat pengukuran yang tepat
untuk kerataan, elevasi, kemiringan, dimensi dan posisi setiap struktur atau
fasilitas.
10
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 4. GALIAN, URUKAN KEMBALI, DAN PEMADATAN

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut :
Menyediakan peralatan dan perlengkapan yang memadai, bahan-bahan,
tenaga kerja yang cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan termasuk
pelat turap sementara dan bendungan sementara jika diperlukan.
Penggalian, pengurukan kembali dan pemadatan semua pekerjaan yang
membutuhkan galian dan/atau urukan kembali seperti jalan, saluran terbuka,
gorong-gorong, jalur utilitas, pondasi dan lainnya seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja.
Membuang semua bahan-bahan galian yang tidak memenuhi persyaratan ke
suatu tempat pembuangan yang telah ditentukan.
Penggalian dan pengangkutan bahan timbunan dari suatu tempat galian.
Melengkapi pekerjaan seperti ditentukan dalam Spesifikasi ini.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO).
2.2 American Society for Testing and Materials (ASTM).
2.3 Semua peraturan dan standar local yang berlaku.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Penggalian.
3.1.1 Penggalian harus dikerjakan sesuai garis dan kedalaman seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas
Lapangan. Lebar galian harus dibuat cukup lebar untuk memberikan
ruang gerak dalam melaksanakan pekerjaan.
3.1.2 Elevasi yang tercantum dalam Gambar Kerja merupakan perkiraan saja
dan Pengawas Lapangan dapat menginstruksikan perubahan-perubahan
bila dianggap perlu.
3.1.3 Setiap kali pekerjaan galian selesai, Kontraktor wajib melaporkannya
kepada Pengawas Lapangan untuk diperiksa sebelum melaksanakan
pekerjaan selanjutnya.
3.1.4 Semua lapisan keras atau permukaan keras lainnya yang digali harus
bebas dari bahan lepas, bersih dan dipotong mendatar atau miring sesuai
Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan sebelum
menempatkan bahan urukan.
3.1.5 Bila bahan yang tidak sesuai terlihat pada elevasi penggalian rencana,
Kontraktor harus melakukan penggalian tambahan sesuai petunjuk
Pengawas Lapangan, sampai kedalaman yang memiliki permukaan yang
sesuai.
11
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

3.1.6 Untuk lapisan lunak, permukaan akhir galian tidak boleh diselesaikan
sebelum pekerjaan berikutnya siap dilaksanakan, sehingga air hujan atau
air permukaan lainnya tidak merusak permukaan galian.
Untuk menggali tanah lunak, Kontraktor harus memasang dinding
penahan tanah sementara untuk mencegah longsomya tanah ke dalam
lubang galian.
Kontraktor harus melindungi galian dari genangan air atau air hujan
dengan menyediakan saluran pengeringan sementara atau pompa.
3.1.7 Galian di bawah elevasi rencana karena kesalahan dan kelalaian
Kontraktor harus diperbaiki pesuai petunjuk Pengawas Lapangan tanpa
tambahan biaya dari Pemilik Proyek.
Di asumsikan bahwa penggalian pada lokasi kerja dapat dilakukan
dengan peralatan standar seperti power shovel, bulldozer atau excavator.
Bila ditemukan batu-batuan, Kontraktor harus memberitahukannya
kepada Pengawas Lapangan yang akan mengambil keputusan, sebelum
penggalian dilanjutkan. Sesudah setiap pekerjaan penggalian selesai,
Kontraktor harus memberitahu Pengawas Lapangan, dan pekerjaan
dapat dilanjutkan kembali setelah Pengawas Lapangan menyetujui
kedalaman penggalian dan sifat lapisan tanah pada dasar penggalian
tersebut.

3.2 Urukan dan Timbunan.


3.2.1 Pekerjaan urukan atau timbunan hanya dapat dimulai bila bahan urukan
dan lokasi pengerjaan urukan/timbunan telah disetujui Pengawas
Lapangan.
3.2.2 Kontraktor tidak diijinkan melanjutkan pekerjaan pengurukan sebelum
pekerjaan terdahulu disetujui Pengawas Lapangan.
3.2.3 Bahan galian yang sesuai untuk bahan urukan dan timbunan dapat
disimpan oleh Kontraktor di tempat penumpukan pada lokasi yang
memudahkan pengangkutan selama pekerjaan pengurukan dan
penimbunan berlangsung. Lokasi penumpukan harus disetujui Pengawas
Lapangan.
3.2.4 Pengurukan pekerjaan beton hanya dapat dilakukan ketika umur beton
minimal 14 hari, dan ketika pekerjaan pasangan berumur minimal 7 hari,
atau setelah mendapat persetujuan dari Pengawas Lapangan.

3.3 Pemadatan.
Kontraktor harus menyediakan peralatan pemadatan yang memadai untuk
memadatkan urukan maupun daerah galian. Untuk pemadatan tanah kohesif
digunakan self propelled tamping rollers alau towed sheep roller. Smooth sfee/
wheel vibratory roller digunakan untuk memadatkan bahan urukan berbutir.
Pemadatan dengan menyiram dan menyemprot tidak diijinkan.
12
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Bila tingkat pemadatan tidak memenuhi, perbaikan harus dilakukan sampai


tercapai nilai pemadatan yang disyaratkan. Bahan yang ditempatkan di atas
lapisan yang tidak dipadatkan dengan baik harus disingkikan dan harus
dipadatkan kembali sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.

4. BAHAN BAHAN
Lihat butir 5.0. Pelaksanaan Pekerjaan dari Spesifikasi Teknis ini.
5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Galian.
5.1.1 Pekeriaan galian dapat dianggap selesai bila dasar galian telah mencapai
elevasi yang ditentukan dalam Gambar Kerja atau telah disetujui
Pengawas Lapangan.
5.1.2 Semua bahan galian harus dikumpulkan pada tempat tertentu sesuai
petunjuk Pengawas Lapangan sehingga bila dibutuhkan dan memenuhi
ketentuan bahan galian tersebut dapat digunakan untuk bahan urukan
atau dibuang sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.
5.1.3 Bila terjadi kelebihan penggalian di luar garis batas dan elevasi yang
ditentukan dalam Gambar Kerla atau petunjuk Pengawas Lapangan yang
disebabkan karena kesalahan Kontraktor, kelebihan penggalian tersebut
tidak dapat dibayar dan Kontraktor harus memperbaiki daerah tersebut
sesuai Gambar Kerja atas biaya Kontraktor.
5.1.4 Penggalian harus dilakukan dengan cara sedemikian rupa agar tidak
merusak patok-patok pengukuran atau pekerjaan lain yang telah selesai.
Semua kerusakan yang disebabkan karena pekerjaan penggalian
menjadi tanggungjawab Kontraktor dan harus diperbaiki oleh Kontraktor
tanpa biaya tambahan atau waktu.
5.1.5 Kontraktor harus menyingkirkan setiap batuan yang ditemukan pada
daerah elevasi akhir pada kedalaman minimal 150mm di bawah elevasi
akhir rencana. Batuan dapat berupa batu atau serpihan keras dalam
batuan dasar asli, dan batu besar dengan volume lebih dari 0,5 cm3 atau
berukuran lebih besar dari 100cm, yang harus disingkirkan dengan alat
khusus dan/atau diledakkan.

5.2 Urukan dan Timbunan.


5.2.1 Bahan Urukan.
Bahan urukan harus bebas dari bahan organik, gumpalan besar, kayu,
bahan-bahan lain yang mengganggu dan butiran batu lebih besar dari
100mm dan memiliki gradasi sedemikian rupa agar pemadatan
berjalan lancar.
Bila menurut pendapat Pengawas Lapangan, suatu bahan tidak dapat
diperoleh, penggunaan batu-batuan atau kerikil yang dicampur dengan
tanah dapat diijinkan, dalam hal ini, bahan yang lebih besar dari
150mm dan lebih kecil dari 50mm tidak diijinkan digunakan, dan
13
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

persentase pasir harus berjumlah cukup untuk mengisi celah dan


membentuk kepadatan tanah yang seragam dengan nilai kepadatan
yang sesuai.
Semua bahan galian kecuali tanah tidak dijinkan digunakan sebagai
bahan urukan kecuali disetujui oleh Pengawas Lapangan seperti
disebutkan dalam butir 5.1.2. dari Spesifikasi Teknis ini.
Bahan urukan yang disimpan di dekat tempat kerja untuk waktu lebih
dari 12 jam harus dilindungi dengan lembaran plastik agar tidak terjadi
penyimpangan pada bahan urukan yang telah disetujui tersebut.
Setiap lapisan bahan urukan, bila kering, harus dibasahi merata
sampai tercapai kadar air tertentu untuk mendapatkan kepadatan yang
disyaratkan.

5.2.2 Persiapan.
Sebelum penempatan bahan urukan, pekerjaan-pekerjaan berikut harus
sudah dikerjakan sebelumnya :
Pembersihan lokasi dan/atau penggalian sesuai petunjuk Gambar
Kerja dan Spesifikasi Teknis.
Kontraktor harus memberitahu Pengawas Lapangan sebelum memulai
penempatan bahan urukan dan Pengawas Lapangan akan memeriksa
kondisi lokasi yang telah disiapkan untuk maksud tersebut.
Lokasi yang akan diberi bahan urukan/timbunan harus dikeringkan
dahulu dari genangan air menggunakan pompa atau alat lain yang
disetujui Pengawas Lapangan.

5.2.3 Penempatan Bahan Urukan


Bahan urukan tidak boleh dihampar atau dipadatkan pada waktu
hujan.
Bahan urukan di dalam atau di luar lokasi timbunan harus ditempatkan
lapis demi lapis dengan ketebalan maksimal 200mm (keadaan lepas)
dan harus dipadatkan dengan baik.
Untuk timbunan di luar lokasi timbunan, urukan harus dipadatkan
sampai kepadatan yang sebanding dengan daerah sekitamya atau
sesuai ketentuan dalam butir 5.3. dari Spesifikasi Teknis ini.
Untuk timbunan di dalam lokasi timbunan, urukan harus dipadatkan
sesuai nilai kepadatan yang ditentukan dalam butir 5.3. dari
Spesifikasi Teknis ini.
Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja atau syarat khusus, alat
pemadat tangan tidak diijinkan sebagai pengganti alat pemadat
mekanis.
Kontraktor tidak boleh menempatkan lapisan baru bahan urukan
sebelum pemadatan lapisan terdahulu disetujui Pengawas Lapangan.
14
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Pengurukan tidak boleh dikerjakan tanpa persetujuan dari Pengawas


Lapangan.

5.3 Pemadatan.
5.3.1 Umum.
Jika diperlukan, setiap lapisan sebelum dipadatkan harus memiliki
kadar air yang sesuai dengan ketentuan agar dihasilkan pemadatan
dengan nilai kepadatan yang sesuai. Bahan harus memiliki kadar air
yang seragam pada seluruh lapisan bahan yang akan dipadatkan.
Setiap lapisan harus dipadatkan dengan merata menggunakan
pneumatic fire rollers, gid rollers, three-wheeled power rollers,
vibratory, sheep foot atau tamping rollers atau alat pemadatan lain
yang disetujui.
Penggilasan harus dilakukan pada arah memanjang sepanjang
timbunan dan biasanya dimulai dari sisi terluar dan menuju ke arah
tengah dengan cara sedemikian rupa agar setiap bagian menerima
tingkat pemadatan yang sama.
Minimal sebuah mesin gilas harus dioperasikan secara terus-menerus
untuk setiap 600m3, atau penempatan bahan setiap jam. Bila
beberapa timbunan kecil berada di beberapa tempat sehingga sebuah
mesin gilas tidak dapat memadatkan dengan baik harus disediakan
mesin gilas tambahan.
Peralatan harus dioperasikan pada seluruh lebar setiap lapisan
sedemikian rupa agar efisien.

5.3.2 Kepadatan Kering Maksimal dan Kadar Air Optimal.


Kepadatan kering maksimal dan kadar air optimal harus ditentukan
berdasarkan metoda ASTM D1557-90 (AASHTO T18A-74) yang umum
dikenal sebagai Modified Proctor test.

5.3.3 Pengawasan Kelembaban.


Pada saat pemadatan yang membutuhkan nilai kepadatan tinggi, bahan
urukan dan permukaan yang akan menerima bahan urukan harus
memiliki kadar air yang disyaratkan. Kontraktor tidak diijinkan melakukan
pemadatan sampai dicapai kadar air sesuai dengan yang disyaratkan.
Kontraktor harus melembabkan bahan urukan atau permukaan yang akan
diuruk bila kondisinya terlalu kering. Bahan urukan yang terlalu basah
harus dikeringkan sampai dicapai kadar air yang sesuai, bila perlu
dengan bantuan peralatan mekanis.
15
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.3.4 Penggilasan.
Kontraktor harus melakukan pekerjaan penggilasan daerah yang
dikupas atau dipotong sesuai petunjuk Pengawas Lapangan, untuk
memastikan adanya tanah lunak yang ada di lokasi tersebut.
Kontraktor harus menggunakan truk bermuatan, mesin gilas atau
peralatan pemadatan lainnya yang disetujui. Jenis ukuran dan berat
peralatan harus sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.
Kontraktor harus menempatkan dan memadatkan bahan urukan pada
tempat rendah. Bila ditemui tempat basah, Kontraktor harus
memberitahukannya kepada Pengawas Lapangan agar dapat
ditentukan perbaikannya. Lokasi yang mendukung struktur/konstruksi
harus diawasi selama pelaksanaan penggilasan dan harus disetujui
Pengawas Lapangan sebelum pekerjaan dilanjutkan.

5.3.5 Kepadatan Tanah Kohesif.


Untuk tanah yang mengandung 30% atau lebih berat partikel yang melalui
saringan No. 200, yang membutuhkan pemadatan relatif, seperti
ditentukan ASTM D1557-90 (AASHIO T180-74), dan dinyatakan dalam
persentase kepadatan kering maksimal dan kadar air, pada saat
pemadatan harus memenuhi ketentuan berikut:

Daerah Pemadatan Kepadatan Relatif KadarAir


%

Pemadatan Umum 90 -3W)+3

Jalan Utama dan Daerah Parkir 95 -4W)+2


Kendaraan Berat
(100cm lapisan atas)

Jalan Penghubung dan Daerah Parkir 95 -4W)+3


Kendaraan Ringan
(50cm lapisan atas)

LantaiGudang dan Bengkel 95 -4W)+2


(50cm lapisan atas)

Pemadatan Saluran 90 -3W)+3


(kecuali ditenhrkan lain)

WD = KadarAirOptimal
16
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.3.6 Kepadatan Tanah Tidak Kohesif.


Tanah yang mengandung kurang dari 30% berat partikel yang melalui
saringan No. 200, yang membutuhkan pemadatan relatif, seperti
ditentukan ASTM D1557- 90 (AASHTO T18O-74). dan dinyatakan dalam
persentase kepadatan kering maksimal dan kadar air, pada saat
pemadatan harus memenuhi ketentuan berikut:

Daerah Pemadatan Kepadatan Relalif


(%)

Timbunan dibawah drainase Tidak ada persyaratan khusus

Timbunan pengsi dibawah pelat lantai 95


Bisa juga diperiksa dengan beberapa
Kali lintasan roller sesuai petunjuk
pengawas lapangan

Dasar Jalan 95

Pemadatan saluran 92

Saluran Tidak ada persyaratan khusus

5.4 Pembuangan Bahan Galian.


Semua bahan galian yang memenuhi persyaratan harus digunakan untuk
urukan. Bahan yang tidak sesuai untuk pengurukan harus dibuang pada tempat
yang ditentukan.
17
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 5. TIMBUNAN

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi seluruh pelaksanaan penimbunan dengan penempatan dan
pemadatan bahan-bahan yang disetujui pada tempat-tempat seperti ditunjukkan
dalam Gambar Kerja dan/atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO).
2.2 American Society for Testing and Materials (ASTM).
2.3 Semua standar lokal yang berlaku, yang tertinggi atau terkuat yang berlaku.
2.4 Spesifikasi Teknis :
Persiapan Permukaan Lahan.
Galian, Urukan Kembali dan Pemadatan.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Umum.
3.1.1 Laporan yang menggambarkan kondisi tanah selama penyelidikan di
lokasi dilaksanakan, dapat dilihat pada Pengawas Lapangan.
Laporan tersebut tidak dapat menjamin dengan akurat bahwa keadaan
sekarang sesuai dengan isi laporan.
Kontraktor wajib bertanggung jawab atas semua kondisi tanah yang ada,
sebelum maupun setelah pelaksanaan pekerjaan.

3.1.2 Pengupasan, pemotongan, penimbunan, pemadatan dan lainnya yang


berkaitan dengan pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan persetujuan
Pengawas Lapangan.
Setiap hasil pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan dan tidak
disetujui Pengawas Lapangan harus diperbaiki dengan cara yang
disetujui Pengawas Lapangan, tanpa tambahan biaya dari Pemilik
Proyek.

3.2 Timbunan.
Daerah timbunan dan/atau urukan harus menggunakan bahan-bahan yang
disetujui Pengawas Lapangan. Bahan-bahan untuk timbunan dan/atau urukan
harus bebas dari bahan organik, lumpur dan batu-batuan lebih besar dari 150mm
dan harus dalam keadaan kering.

3.3 Pemadatan.
Kontraktor harus menyediakan alat-alat yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini.
Pemadatan dengan air yang berlebihan tidak diijinkan sama sekali.
18
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

3.4 Pemeriksaan.
3.4.1 Semua bahan dan setiap bagian atau detail pekerjaan harus diperiksa
dan disetujui Pengawas Lapangan. Pengawas Lapangan harus diberi
kemudahan untuk memeriksa setiap pekerjaan dan Kontraktor wajib
menyediakan informasi dan detail yang dibutuhkan untuk melengkapi
pemeriksaan.
3.4.2 Pekerjaan tanah dan pemadatan harus dibatasi pada daerah tertentu
selama berlangsungnya pengujian, sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.
3.4.3 Pengawas Lapangan dapat menginstruksikan Kontraktor untuk
membongkar atau membuka suatu bagian pekerjaan yang dinilai tidak
memenuhi ketentuan. Setelah pemeriksaan, Kontraktor harus
mengembalikan bagian pekerjaan tadi sesuai dengan persyaratan dalam
SpesifikasiTeknis ini.
3.4.4 Kontraktor tidak diijinkan melanjutkan pekerjaan bila garis dan elevasi
belum ditetapkan. Setiap pekerjaan Kontraktor yang bertentangan dengan
Gambar Kerja, Spesifikasi Teknis atau petunjuk Pengawas Lapangan,
atau setiap pekerjaan tambahan yang dikerjakan tanpa sepengetahuan
Pengawas Lapangan, akan ditolak dan harus diganti, dan biaya
sepenuhnya menjadi tanggung-jawab Kontraktor.

4. BAHAN.BAHAN.
Semua bahan untuk timbunan danlatau urukan harus terdiri dari bahan-bahan yang
disetujui oleh Pengawas Lapangan dan harus bebas dari akar-akar, lumpur dan
bahan-bahan lain yang merusak, sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Umum.
Sebelum menempatkan bahan timbunan, lahan yang telah dikupas harus digilas
sampai tercapai kepadatan tanah yang diinginkan. Bahan-bahan yang tidak
diinginkan harus disingkirkan dan diganti dengan bahan yang disetujui. Bahan
Timbunan ditempatkan secara horizontal lapis demi lapis dan setiap lapis lepas
memiliki ketebalan maksimal 200mm dan setiap lapisnya harus dipadatkan
dengan baik. Pengawas lapangan dapat mengubah ketebalan setiap
lapisan,karena peralatan,bahan atau kondisi lainnya,yang menurut pendapatnya
penting untuk menjamin diperolehnya tingkat pemadatan yang diinginkan. Semua
urukan harus ditempatkan mendatar bertingkat. Bila urukan akan ditempatkan
datas permukaan yang miring dapat di hindarkan. Permukaan timbunan harus
landai ke arah saluran/parit. Muka tanah harus landai menjauhi puncak timbunan
untuk mengurangi erosi.Kemiringan timbunan harus 1,5 (horisontal) berbanding 1
(vertikal) atau lebih landai.
19
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.2 Persiapan Pondasi untuk Timbunan.


5.2.1 Sebelum pelaksanaan pekerjaan timbunan, semua pekerjaan persiapan
permukaan tanah harus sudah diselesaikan sesuai ketentuan Spesifikasi
Teknis. Semua tanah berumput, rumput dan tanaman yang rusak/busuk
harus disingkirkan dari bagian atas permukaan tanah, dan 150mm bagian
atas permukaan tanah harus dipadatkan smpai 90% kepadatan kering
maksimal sesuai ketentuan AASHTO metoda T180 (ASTM D1557-90).
5.2.2 Bila timbunan akan dilaksanakan pada sisi bukit atau lereng, lereng yang
ada dilonggarkan dengan bajak sampai kedalaman tidak kurang dari
100mm untuk memastikan ikatan yang baik antara timbunan dengan
pondasi timbunan yang telah ada. Bahan yang telah dilonggarkan
tersebut harus digunakan berbarengan dengan lapisan pertama bahan
timbunan yang akan ditempatkan.
5.2.3 Bila timbunan yang telah ada akan dilebarkan atau disertakan ke dalam
timbunan yang baru, lereng-lereng timbunan yang ada harus
dilonggarkan dengan bajak sampai kedalaman 100mm, atau bila tidak
memungkinkan, tangga-tangga pada sisi-sisi horisontal dan vertikal harus
diselangkan pada lereng yang ada sampai kedalaman tidak lebih dari
200mm dan timbunan dibentuk lapis demi lapis seperti
ditentukan/disyaratkan sampai mencapai elevasi landasan pondasi lama
sebelum ketinggiannya bertambah.
5.2.4 Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja, dimana permukaan tanah
akan ditutup/ditimbun dengan bahan tidak kurang dari 300mm,
permukaan tanah lama harus dipadatkan untuk lapisan timbunan baru.
Kedalaman total keseluruhan tidak boleh melebihi kedalaman lapisan
yang diijinkan, dan dipadatkan sampai minimal 95% dari kepadatan
kering maksimal seperti ditentukan oleh AASHTO T180, dengan nilai CBR
minimal 6% .

5.3 Penempatan Timbunan.


5.3.1 Umum.
Kecuali ditentukan lain, semua timbunan harus dilaksanakan lapis demi
lapis kira-kira sejajar dengan permukaan tanah yang telah disiapkan atau
landasan jalan. Selama pengerjaan timbunan, permukaan yang rata yang
memiliki puncak yang memadai harus senantiasa dijaga untuk
memungkinkan pengeringan. Timbunan harus dikerjakan sesuai dengan
tingkat dan bentuk potongan yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
Setelah pekerjaan timbunan selesai, bentuk timbunan harus tetap terjaga
sampai disetujui.

5.3.2 Timbunan Tanah.


Timbunan tanah harus dibuat dari bahan-bahan yang disetujui yang
berasal dari tempat yang ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Kecuali
20
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

untuk timbunan di rawa-rawa, timbunan tanah harus dibuat dalam lapisan


yang berurutan selebar penampang dan sepanjang yang diijinkan untuk
metoda pemadatan. Sebelum pemadatan, semua lapisan tidak boleh
melebihi dari 150mm pada tempat-tempat yang akan dilalui pneumatic tire
roller dan tidak melebihi dari 200mm untuk tempat-tempat yang akan
dilalui rollerlipe lainnya yang disetujui.

5.3.3 Timbunan di Air Tanah Dangkal.


Timbunan di sawah-sawah atau kubangan air, harus dilaksanakan sesuai
petunjuk dalam Gambar Kerja atau sesuai ketentuan yang diberikan
kemudian.

5.3.4 Timbunan Bersebelahan dengan Gorong- gorong.


Timbunan yang bersebelahan dengan gorong-gorong yang tidak bias
dipadatkan dengan roller, harus dipadatkan dengan cara sesuai
ketentuan Spesifikasi Teknis. Bahan timbunan yang ditempatkan
bersebelahan dengan suatu bagian struktur dan 2 (dua) lapisan
pertamanya ditempatkan di atas suatu puncak gorong-gorong atau
konstruksi sejenis, harus bebas dari batu-batuan lebih besar dari100mm
dan memiliki gradasi yang sesuai agar pemadatan berjalan dengan baik.

5.4 Pemadatan.
Pemadatan harus dikerjakan sampai mencapai kepadatan yang sebanding
dengan kepadatan bahan disebelahnya atau sesuai ketentuan dalam
SpesifikasiTeknis. Bila pemadatan tidak memenuhi ketentuan, perbaikan harus
dilakukan sampai nilai kepadatan yang ditentukan tercapai. Bahan timbunan di
atas lapisan yang pemadatannya tidak memenuhi ketentuan harus dibongkar dan
harus dipadatkan kembali sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.
21
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 6. LAPISAN PONDASI BAWAH

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi pengadaan, pengangkutan, penempatan dan pemadatan
bahan lapis pondasi bawah pada tanah dasar yang telah disiapkan sesuai garis,
kelas, dimensi dan potongan melintang seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO).
2.2 American Society for Testing and Materials (ASTM).
2.3 Semua peraturan dan standar lokal yang berlaku, yang tertinggi atau terkuat
yang berlaku.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Kontruksi lapis pondasi bawah tidak dapat dikerjakan kecuali bila tanah dasar
telah disiapkan dengan baik sesuai dengan garis, kelas dan bentuk seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
3.2 Kepadatan bahan yang dipadatkan harus sesuai ketentuan AASHTO Test T191
or T181. Pengujian dilakukan pada kedalaman penuh lapisan pada lokasi yang
ditentukan Pengawas Lapangan, yang berjarak tidak lebih dari 200meter satu
sama lain. Lubang pengujian harus segera diuruk dan dipadatkan oleh
Kontraktor.

4. BAHAN-BAHAN.
4.1 Bahan untuk lapis pondasi bawah harus bahan alam atau campuran buatan dari
butiran keras agregat mineral yang diseleksi dari sumber pengambilan yang
disetujui. Bahan tersebut harus bebas dari gumpalan tanah liat, tumbuh-
tumbuhan, tanah organik dan tidak mudah hancur pada perubahan cuaca dan
kelembaban.
4.2 Bila ketebalan lapis pondasi bawah yang dibutuhkan lebih dari 200mm, ketebalan
tersebut harus dibagi menjadi sebuah lapisan bagian atas tebal 150mm dan
sebuah lapisan bagian bawah tebal minimal 50mm. Gradasi bahan untuk lapisan
bagian atas harus memenuhi ketentuan berikut :

Ukuran Saringan Presentasi Berat


Standard(mm) Altematif(inci) Yang lolos
50 2 100
25 1 60-100
9,5 3/8 30-100
4,75 No.4 15-100
2,00 No.10 10-70
0,425 No.40 5-40
0,075 No.200 2-25

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
22
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.1 Persiapan Lapis Pondasi Bawah.


Tanah dasar dan semua pekerjaan drainase harus diselesaikan sesuai ketentuan
Spesifikasi ini minimal 50meter di muka lokasi penempatan bahan lapis pondasi
bawah. Lapisan pondasi bawah disebakan dan dibentuk dengan carayang
disetujui yang tidak akan menyebabkan terpisahnya batuan halus dan batuan
kasar. Bahan lapis pondasi bawah harus memiliki kadar air yang sesuai agar
tercapai tingkat kepadatan yang disyaratkan dengan cara menyemprot sejumlah
air dan dicampur merata dengan road grader sampai dicapai kadar air yang
seragam.

5.2 Penggilasan dan Pemadatan.


Segera setelah pencampuran dan pembentukan, setiap lapisan dengan tebal
maksimal 200mm harus dipadatkan dengan peralatan pemadatan yang sesuai
yang disetujui Pengawas Lapangan. Penggilasan harus dimulai sepanjang sisi
atau tepi dan berlanjut menuju ke arah tengah. Penggilasan harus dilanjutkan
sampai bekas mesin penggilas tidak terlihat dan dipadatkan merata sampai
permukaan keras. Kecepatan peralatan pemadatan harus tetap pada 5km/jam.
Kepadatan kering harus 90-95% seperti ditentukan dalam AASHTO Test T180
Method D dengan nilai CBR tidak kurang dari ketentuan yang ditunjukkan dalam
Gambar Kerja.

5.3 Toleransi Lapis Pondasi Bawah.


Permukaan yang telah selesai dapat bervariasi minimal 15mm di atas atau di
bawah permukaan rencana pada setiap titik, dan ketebalan minimal lapis pondasi
bawah tidak kurang dari 15mm di bawah ketebalan yang ditentukan pada setiap
titik. Lapis pondasi bawah yang tidak memenuhi toleransi ini harus diperbaiki
dengan melonggarkan, membentuk kembali dan memadatkan kembali sesuai
petunjuk Pengawas Lapangan.

BAB 7. LAPISAN KEDAP AIR


23
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan, tenaga, peralatan bantu dan pengerjaan
pelapisan kedap air pada tempat-tempat sepertiditunjukkan dalam Gambar Kerja.
Pekeriaan ini akan mencakup hal-hal berikut, tetapitidak terbatas pada :
Lapisan kedap air pada bagian eksterior dan interior seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja.
Mengisi celah dan memberi lembaran lapisan lindung(flashing).
Penyelesaian penembusan lapisan kedap air oleh pipa, struktur dan lainnya
seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

2. STANDARI/RUJUKAN.
2.1 American Socieg for Testing and Materials (ASTM).
2.2 Semua Peraturan Standar Nasional/Lokal yang berlaku dan mengikat.
2.3 SpesifikasiTeknis:
Beton Cor di Tempat
Adukan dan Pelesteran.

3. PROSEDUR UMUM
3.1 Contoh Bahan dan Data Teknis.
Contoh berikut data teknis bahan yang akan dipakai harus diserahkan kepada
Pengawas Lapangan untuk mendapatkan persetujuan dan di uji kebenarannya
terhadap standar atau ketentuan yang disyaratkan.

3.2 Gambar Detail Pelaksanaan.


3.2.1 Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Gambar Detail
Pelaksanaan untuk persetujuan Pengawas Lapangan. Semua Gambar
Detail Pelaksanaan harus segera diserahkan sebelum pengadaan bahan
agar diperoteh waktu yang cukup untuk memeriksa.
Semua Gambar Detail Pelaksanaan harus lengkap dan berisi semua
irnformasi detail yang diperlukan.
3.2.2 Bila ada perbedaan antara-antara Gambar Kerja yang satu dengan yang
lain atau antara Gambar Kerja dengan Spesifikasi Teknis ini, Kontraktor
harus memberitahukan perbedaan ini kepada Pengawas Lapangan untuk
dicari pemecahannya.

3.3 Pengiriman dan Penyimpanan,


3.3.1 Bahan harus didatangkan ke lokasi pekerjaan dalam keadaan baik, tidak
cacat dan dilengkapi merek dagang yang jelas.
3.3.2 Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung, tertutup, tidak lembab,
kering dan bersih, sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.
3.3.3 Kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan bahan yang disimpan baik
sebelum atau selama pelaksanaan jika terdapat kerusakan yang
diakibatkan oleh kelalaian Kontraktor.
24
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

4. BAHAN-BAHAN.
4.1 Lapisan Kedap Air Tipe Lembaran
4.1.1 Lapisan Kedap Air Sistem Pemasangan Panas.
Bahan kedap air harus dari jenis lembaran bitumen polymer
waterproofing membrane yang diperkuat dengan tulangan non woven
polyester fabric, tebal 3mm, dan sesuai dengan standar dari pabrik
pembuatnya, yaitu tipe Proofex Torchseal 3P, dari Fosroc.
Bahan kedap air ini, harus memiliki karakteristik sesuai standar dari
pabrik pembuatnya, antara lain sebagai berikut:
- Memiliki karakteristik fisik, kimiawi dan kepadatan yang merata
dan konstan.
- Memiliki ketahanan yang baik terhadap gesekan dan tekanan.
- Perilaku pada suhu 1000C harus tetap stabil.
- Susunan bahan tidak berubah akibat perubahan cuaca.

4.1.2 Cat Dasar.


Cat dasar untuk semua permukaan beton atau permukaan pasangan
harus Berasal dari pembuat lapisan kedap air yang disetujui.

4.1.3 Adukan Tebal (Screed).


Adukan tebal untuk melindungi lapisan kedap air harus memenuhi
ketentuan Spesifikasi Teknis.

4.2 Lapisan Kedap Air Tipe Cairan


4.2.1 Lapisan Kedap Air harus jernih, tidak berwarna, berupa cairan yang tidak
berbau ketika diaplikasikan, dan tidak mengubah tampilan pada beton.
4.2.2 Cairan lapisan kedap air harus terdiri dari dua komponen, predosed, siap
digunakan, dan berlcahan dasar material resin modified cementitious,
serta memiliki karasteristik sebagai berikut :
- Predosed sets,
- Mudah dicampur dan digunakan,
- Memiliki daya lekat yang baik,
- Dapat diaplikasikan dengan menggunakan kuas atau trowel,
- Fleksibel
buatan Sika Top 107 Seal.

4.3 dukan dan/atau Pelesteran.


Adukan dan/atau pelesteran untuk melengkapi lapisan kedap air, jika diperlukan,
harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Umum.
25
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.1.1 Semua pekerjaan lapisan kedap air harus dilaksanakan sesuai


rekomendasi dan petunjuk pemasangan pabrik pembuat dan dibawah
pengawasan ahli yang ditunjuk oleh pabrik pembuat
5.1.2 Untuk permukaan dengan lubang buangan, permukaan harus dibuat
Dengan kemiringan 1% kearah lubang buangan. Sebelum pemasangan
tapisan kedap air, lubang buangan harus sudah terpasang dengan baik.
5.1.3 Pemasangan lembaran lapisan kedap air harus dimulai dari titik terendah.

5.2 Pemasangan Lapisan Kedap Air tipe Lembaran.


5.2.1 Persiapan Permukaan.
permukaan yang akan diberi lapisan bahan kedap air harus bersih, bebas
dari gemuk/lemak dan debu. Permukaan yang berpasir disiram dengan
air kemudian dikeringkan. Kemudian aplikasikan adukan/pelesteran tebal
permukaan/membentuk kemiringan. Setelah adukan/pelesteran kering,
permukaannya jumlah sesuai rekomendasi pabrik pembuat.

5.2.2 Pemasangan.
Kemudian lembaran lapisan kedap air yang akan dipasang dipanaskan
bagian belakangnya dengan alat penyembur api yang direkomendasikan,
sesaat akan dipasang.
Semua tepi dan sambungan akhir harus diberi lewatan minimal 80-
100mm, atau sesuai rekomendasi pabrik pembuat lapisan kedap air.

5.2.3 Persiapan Permukaan.


permukaan beton atau pasangan yang halus dan monolit sangat
dibutuhkan agar pelekatan lapisan kedap air sempuma. permukaan harus
bebas dari celah, kropos, batuan lepas dan benda-benda tajam.
Bersihkan permukaan untuk membuang debu, batu-batu lepas dan
kotoran dengan menggunakan sapu, pengisap debu atau kompresor
udara. Beton harus sudah matang dan kering sebelum pemasangan
lapisan kedap air.

5.2.4 Cat Dasar.


Laburkan cat dasar pada permukaan beton atau pasangan dengan rol wol
domba sampai mencapai ketebatan yang direkomendasikan oleh pabrik
pembuat lapisan kedaP air.Biarkan cat dasar menjadi kering atau sampai
kering sentuh. Beri cat dasar hanya pada tempat-tempat yang akan diberi
lapisan kedap air pada hari yang sama. bahan metal atau permukaan lain
yang tidak memerlukan cat dasar, harus dalam keadaan bersih, kering,
bebas dari cat-cat lepas, karat atau bahan lain 1cm untuk meratakan
diberi cat dasar dalam yang dapat merusak. Bagian permukaan yang
tidak sempat diberi lapisan kedap air pada hari yang sama harus diberi
cat dasar ulang.
26
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.2.5 Temperatur.
Pemasangan lapisan kedap air dilakukan hanya pada cuaca cerah ketika
udara dan temperatur permukaan di atas 5C.

5.2.6 Penutup Tepi/Pinggiran.


Pada pemasangan vertikal, lapisan kedap air harus dipasang melewati
tepi bagian lantai permukaan atau melampaui puncak pondasi atau
dinding. Bila lembaran berhenti pada permukaan vertikal, maka harus
dilengkapi dengan lembaran lapis pelindung atau lembaran dapat
dihentikan pada beton dengan menekan kuat-kuat pada dinding. Tekan
tepi-tepi dengan alat metal atau kayu keras seperti palu atau pegangan
pisau. Kegagalan menggunakan tekanan kuat pada perhentian akan
mengakibatkan penutupan yang jelek. Memaku lembaran biasanya tidak
dibutuhkan. Berikan bahan penutup celah yang direkomendasikan, pada
semua perhentian vertikal maupun horizontal.

5.2.7 Penutup Gelah.


Semua tepi harus diberi lewatan minimal 75mm dan sambungan akhir
harus diberi lewatan minimal 150mm, atau sesuai rekomendasi pabrik
pembuat lapisan kedap air. Untuk pekerjaan ini, sebuah garis penunjuk
harus dibubuhkan pada lembaran.

5.2.8 Detail Sudut.


Tutup semua sudut dalam dan luar dengan strip avual salebar minimal
30cm yang ditempatkan di tengah-tengah sudut, diikuti pemasangan
lapisan kedap air dalam lebar penuh. Sudut luar harus bebas dari tepi-tepi
yang tajam. Periksa permukaan yang bersebelahan dengan semua sudut
dan perbaiki jika perlu agar diperoleh permukaan yang rata dan halus.
Sudut dalam harus diberi lapisan tipis yang dibentuk dari adukan
modifikasi lateks dan kemudian ditutup lapisan kedap air sesuai petunjuk
pemasangan dari pabrik pembuat.

5.3 Perlindungan.
5.3.1 Lembaran lapisan kedap air harus dilindungi untuk mencegah kerusakan
karena pekerjaan lain, bahan-bahan konstruksi atau tanah uruk.
5.3.2 Perlindungan harus diberikan pada dinding pondasi dan permukaan
horizontal dengan lalu lintas ringan.
5.3.3 Perlindungan harus diberikan pada hari yang sama dengan pemasangan
lembaran lapisan kedap air atau segera setelah pengujian 24 jam tanpa
kebocoran.
5.3.4 Bila di atas lapisan perlindungan akan diberikan beton, bahan beton dan
pelaksanaannya harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis.
27
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.4 Pemasangan Lapisan Kedap Air tipe Cairan.


5.4.1 Persiapan Permukaan.
Permukaan yang halus dan padat diperlukan untuk pelekatan
lapisan kedap air yang baik.
Permukaan harus bebas dari lubang-lubang, batuan lepas dan
benda benda tajam.
Bersihkan permukaan dari debu, oli dan kotoran dengan
menggunakan sapu, pengisap debu atau kompresor.
Permukaan harus bebas dari bagian-bagian yang basah.

5.4.2 Pengaplikasian.
Aplikasikan lapisan kedap air hanya pada cuaca cerah ketika
udara dan temperatur sekitar di atas 50C dan di bawah 450C.
Aplikasikan lapisan kedap air dengan menyemprotkannya pada
permukaan yang telah bersih (bila akan diaplikasikan pada
permukaan beton, maka beton harus sudah berumur minimal 28
hari), dengan jumlah aplikasi ratarata 5m2/liter, atau sesuai
rekomendasi dari pabrik pembuat, dan tergantung pada porositas
permukaan.
Aplikasi juga dapat dilakukan dengan menuangkan cairan kedap
air pada permukaan dan meratakannya dengan kuas atau rol.

5.4.3 Perbaikan.
Semua permukaan yang rusak harus diperbaiki kembali menurut
rekomendasi pabrik pembuat bahan sehingga menghasilkan permukaan
yang rata dan tidak akan mengganggu pemasangan lapisan permukaan
akhir/finishing .

BAB 8. LAPISAN PONDASI ATAS


28
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini akan terdiri dari pengangkutan, penyebaran, penyiraman, penggilasan
dan pemadatan bahan batu bergradasi di atas permukaan tanah yang telah
disiapkan untuk membentuk jalan sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja. Pekeriaan
ini akan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada pengadaan tenaga keria,
peralatan,bahan dan kelengkapan lainnya untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO).
2.2 American Society for Testing and Materials (ASTM).
2.3 Semua standar dan peraturan nasional yang berlaku.

3. PROSEDUR UMUM.
Lihat butir 5.0. dari Spesifikasi Teknis ini.

4. BAHAN.BAHAN.
4.1 Bahan agregat harus diseleksi dari tempat yang disetujui. Agregat kasar yang
tertinggal di saringan berukuran 4,75mm harus terdiri dari bahan keras yang
tahan lama, atau bagian-bagian batu atau krikil. Batu harus memiliki gradasi yang
seragam dan harus disaring serta dicuci. Batu yang hancur ketika dibasahkan
atau dikeringkan harus dibuang, Agregat halus yang melewati saringan
berukuran 4,75mm harus terdiri dari bahan-bahan alam yang halus.

4.2 Semua batu harus bebas dari lumpur, kotoran-kotoran dan harus memenuhi
ketentuan-ketentuan seperti tersebut dalam tabel berikut:

Ukuran Saringan Presentasi Berat


Standard(mm) Altematif(mm) Yang lolos
50 2 100
25 1 65
9,50 3/8 40-160
4,75 No.4 25-45
2,00 No.10 12-30
0,425 No.40 6-16
0,075 No.200 0-8

Pecahan yang melalui saringan no. 200 tidak boleh lebih besar dari 2/3 dari
pecahan yang melalui saringan no.40. Setelah direndam 4 hari, ketika
dipadatkan sampai 90-100% kepadatan kering maksimal sesuai AASHTO T180,
agregat harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari 80.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Persiapan Permukaan.
5.1.1 Bila agregat akan ditempatkan di atas permukaan yang telah disiapkan
sebagai lapis pondasi jalan/base course atau konstruksi lainnya,
29
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

permukaan tersebut harus telah selesai paling sedikit sekitar 100meter


panjang atau lebih besar dari jumlah luas agregat yang akan ditempatkan.
5.1.2 Bila agregat akan ditempatkan langsung di atas permukaan tanah yang
ada, maka permukaan tanah tersebut harus dikasarkan secukupnya agar
dapat ditembus dan di padatkan kembali.
5.1.3 Pemadatan kembali dilaksanakan setelah penambahan agregat, asalkan
ketebalan seluruh permukaan yang dikasarkan dan bahan agregat
tambahan tidak lebih dari ketebalan lapisan lepas yang diijinkan.
5.1.4 Gumpalan tanah yang lebih besar dari 50mm yang dihasilkan dari
pengasaran harus dibuang atau dipecahkan sebelum penambahan
agregat dilaksanakan. Pencampuran permukaan tanah yang dikasarkan
dengan agregat baru tidak dinjinkan.
5.1.5 Tidak ada pembayaran tersendiri untuk pekerjaan pengasaran permukaan
dan pemadatan karena pekerjaan ini merupakan bagian dari pekerjaan
persiapan permukaan.

5.2 Penghamparan.
Agregat dihamparkan merata selebar badan jalan, lapis demi lapis sampai
ketebalan lepas maksimal 250mm, atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.
Bila jumlah lapisan lebih dari satu, ketebalan masing-masing lapisan harus
diusahakan sama. Bahan dapat disebarkan dan dibentuk dengan cara yang
disetujui yang tidak akan menyebabkan terpisahnya agregat halus dan agregat
kasar. Setiap bagian agregat kasar atau halus yang terpisah harus diperbaiki
atau disingkirkan dan diganti dengan bahan yang beigradasi. Bahan harus
memiliki kadar air yang sesuai untuk menghasilkan tingkat kepadatan dengan
menyemprotkan sejumlah air yang tepat. Pencampuran dilakukan dengan motor
grader sampai tercapai kadar air yang seragam dan merata.

5.3 Pemadatan.
5.3.1 Segera setelah pencampuran dan pembentukan selesai, setiap lapis
dengan tebal minimal 200mm harus dipadatkan dengan alat yang sesuai.
Pemadatan dimulai dari titik terendah menuju ke garis tengah jalan dalam
kecepatan teratur 5km/jam.
5.3.2 Arah pemadatan harus tumpang tindih ke arah longitudinal. Pada
tikungan, pemadatan dimulai dari sisi yang terendah menuju ke sisi yang
lebih tinggi. Pemadatan harus berjalan terus sampai permukaan padat,
keras dan bekasbekas roda alat pemadat tidak terlihat lagi.
5.3.3 Bila agregat terlalu basah atau terlalu kering untuk dipadatkan pada nilai
kepadatan tertentu, maka agregat tersebut harus dikeringkan atau
diperciki air, sebelum memulai pemadatan. Tidak ada biaya tambahan
untuk pekerjaan ini.
5.3.4 Tidak ada pembayaran tambahan untuk pekerjaan penambahan air atau
pengeringan bahan.
30
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.3.5 Setiap penyimpangan permukaan yang terjadi setelah pelaksanaan,


harus diperbaiki dengan membuang beberapa bagian dan menggantinya
dengan bahan yang baik sesuai ketentuan yang ditetapkan. Setiap
lapisan agregat harus dipadatkan .minimal 95% kepadatan kering
maksimal sesuai AASHTO Metoda D Test T180.

5.4 Permukaan dan Toleransi Ketebalan.


permukaan yang telah dipadatkan atau bentuk yang telah selesai dapat
bervariasi tidak lebih dari 10mm di atas atau di bawah elevasi rencana pada
semua titik.
Setiap penyimpangan dari ketentuan di atas harus diperbaiki, dan menjadi
tanggung jawab Kontraktor untuk memperbaikinya tanpa ada tambahan biaya.
Bila agregat akan ditempatkan pada tempat dengan ketebalan permukaan yang
bervariasi, ketetalan tersebut harus dalam batas-batas yang diijinkan, seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Pengaturan ketebalan harus disetujui
Pengawas Lapangan.

5.5 Pemeriksaan dan Pengujian.


Kepadatan bahan yang dipadatkan ditentukan berdasarkan ASTM D 1557 atau
AASHTO T180. pengujiin dilakukan pada kedalaman penuh dari seluruh lapisan,
pada lokasi atau titik-titik yang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan, yang
satu sama lain berjarak minimal 200meter. Lubang pengujian harus diisi/ditutup
dengan bahan yang sama dan segera dipadatkan.

BAB 9. BATU KALI

1. LINGKUP PEKERJAAN.
31
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Pekerjaan ini meliputi konstruksi seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau
sesuai petunjuk .Pengawas Lapangan yang dibuat dari pasangan batu kali, seperti
saluran air, headwalls, dan lainnya.
Pekerjaan ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada pengadaan bahan, tenaga kerja dan
semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan pasangan batu
kali, sesuai batas,tingkat, bagian dan dimensi seperti ditunjukkan dalam Gambar
Kerja.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 SNI-2847-2013 - Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung
2.2 SpesifikasiTeknis-AdukandanPelesteran.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Contoh Bahan.
Contoh bahan batu seberat minimal 20kg harus diserahkan terlebih dahulu
kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui.

3.2 Pemeriksaan dan Pengujian.


Pemeriksaan dan pengujian harus dikerjakan pada setiap bagian pekerjaan
seperti tersebut berikut:
Tata letak,
Penggalian,
Bahan di lokasi termasuk alat dan peralatan,
Penempatan pasir alas,
Setiap tinggi pemasangan 120cm.
Selama pengujian, Kontraktor harus menyediakan tenaga pengawas mutu dan
fasilitas untuk Pengawas Lapangan tanpa biaya tambahan kepada Pemilik
Proyek.

4. BAHAN-BAHAN.
4.1 Batu Kali.
Batu kali harus memiliki sisi terpanjang maksimal 150mm, dan memiliki minimal 3
bidang kontak.
Batu kali harus keras, bersifat kekal dan tidak boleh mengandung bahan yang
dapat merusak.

4.2 Adukan.
Adukan dan pelesteran harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Umum.
32
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Semua peralatan seperti alat pencampur beton harus disetujui Pengawas


Lapangan sebelum pelaksanaan pekerjaan. Alat harus dalam keadaan baru,
dengan mesin cadangan atau suku cadang yang mudah diperoleh. Semua
peralatan, pengoperasian, alat-alat dan lainnya, harus dalam keadaan baru dan
berkualitas baik. Semuanya harus disetujui Pengawas Lapangan.

5.2 Pemilihan dan Penempatan Bahan.


5.2.1 Bila pasangan batu kali akan ditempatkan di atas pondasi yang telah
disediakan, pondasi tersebut harus kokoh dan padat, normal terhadap
dinding,dan harus disetujui Pengawas Lapangan. Perhatian khusus harus
diberikan untuk mencegah rangkaian yang terdiri dari batu-batu kecil atau
batu-batu berukuran sama. Batu-batu besar digunakan untuk pasangan
pada bagian dasar dan batu-batu besar yang terpilih digunakan pada
bagian sudut.
5.2.2 Semua batu harus dibersihkan secara menyeluruh dan dibasahi sebelum
dipasang dan bagian yang akan menerima batu-batu tersebut harus
dibersihkan, bebas dari bahan-bahan anorganik, dan harus dilembabkan
terlebih dahulu sebelum diberi adukan. Batu-batu harus diletakkan
dengan bagian terpanjang menghadap arah horisontal dengan adukan
penuh, dan sambungan-sambungan harus ditutup dengan adukan.
5.2.3 Permukaan ekspos batu-batu individual harus dipasang paralel dengan
permukaan dinding di mana batu tersebut dipasang.
5.2.4 Selama konstruksi, batu-batu harus diperlakukan sedemikian rupa agar
tidak mengganggu atau merusak batu-batu yang telah terpasang.
Peralatan yang sesuai harus disediakan untuk memasang batu-batu
berukuran lebih besar dari 2 pasangan. Tidak diijinkan menggulingkan
atau memutar batu-batu yang telah terpasang. Bila sebuah batu terlepas
setelah adukan mengeras, maka harus segera disingkirkan, adukannya
dibersihkan dan diganti dengan adukan baru.
5.2.5 Toleransi elevasi akhir saluran harus bervariasi tidak lebih dari 1cm di
atas atau di bawah elevasi desain pada setiap titik.

5.3 Alas/Landasan dan Sambungan.


Tebal alas/landasan untuk permukaan batu harus bervariasi dari 20mm sampai
50mm dan tidak boleh lebih dari lima batu pada garis lurus. Tebal sambungan
dapat bervariasi dari 20mm sampai 50mm dan tidak boleh lebih dari 2 batu pada
garis lurus. Semua harus membentuk sudut dengan bidang vertikal dari 0 0
sampai 450.Permukaan batu harus mengikat minimal 150mm pada arah
longitudinal dan 50mm pada arah vertikal, Tidak boleh terjadi sudut dari 4 buah
batu saling bersebelahan satu sama lain. Alas melintang untuk permukaan
vertikal harus rata, dan untuk dinding miring, alas bias bervariasi dari rata
sampaitegak lurus terhadap permukaan.
33
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.4 Backing.
Backing atau penumpu harus dibuat dari batu-batu berukuran besar dan harus
dipasang dengan cara yang rapi, Batu-batu yang membentuk dinding penumpu
harus terikat baik dengan batu-batu yang membentuk permukaan dinding.
Semua celah atau bukaan kecil harus diisi dengan adukan. Batu-batu berupa
pecahan kecil harus digabungkan dan dikelilingi dengan adukan, dipadatkan
kedalam celah.

5.5 Batas.
Sambungan alas dan yertikal harus diisi dengan adukan dan penyelesaian harus
rata dengan permukaan batu ekspos.

5.6 Perlindungan terhadap Cuaca.


Semua pasangan batu harus dilindungi terhadap cuaca pada bagian atasnya
dengan menambahkan lapisan adukan setebal 20mm sehingga diperoleh
permukaan yang rata seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja, dan diselesaikan
dengan tepi berbentuk miring.

5.7 Pembersihan Permukaan.


Segera setelah adukan ditempatkan, semua permukaan pasangan batu kali yang
terlihat harus dibersihkan secara menyeluruh dari cipratan adukan dan harus
dijaga sedemikian rupa sampai pekerjaan selesai
.
5.8 Perawatan.
Pasangan batu kali harus dilindungi dari cahaya matahari dan secara terus-
menerus harus dibasahi dengan cara yang disetujui selama 3 (tiga) hari setelah
pekerjaan selesai.

BAB 10. PONDASI TIANG PANCANG

1. LINGKUP PEKERJAAN
34
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

1.1. Mempelajari bagian-bagian lain dari buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat
(RKS) ini maupun persyaratan yang berhubungan dengan pekerjaan pondasi
tiang pancang.
1.2. Menyediakan tenaga kerja, material, peralatan dan lain-lain yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan pondasi tiang pancang.
1.3. Menyediakan layanan dan transportasi yang diperlukan untuk pengadaan
tiang pancang.
1.4. Melaksanakan pekerjaan pemancangan seluruh tiang untuk semua pondasi
bangunan dan pondasi-pondasi lainya seperti yang dibuat dalam buku
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini, atau sesuai yang tercantum
dalam gambar perencanaan.
1.5. Melakukan koordinasi lapangan dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang
berada dalam satu proyek, sehingga seluruh pekerjaan dapat berlangsung
dengan lancar.
1.6. Informasi keadaan tanah
Data tanah (boring, sondir, dan lain-lain) adalah bagian dari Rencana Kerja
dan Syarat-syarat (RKS) ini. Kontraktor harus meneliti dan mempelajari data
hasil penyelidikan tanah agar pekerjaan pemancangan tiang dapat
dilaksanakan dengan sempurna.

2. PERSYARATAN UMUM
2.1. Beton tiang pancang harus mempunyai tegangan karakteritik minimal sesuai
yang tercantum dalam gambar perencanaan yang diuji pada umur 28 hari
dengan menggunakan benda uji silinder diameter 15cm panjang 30cm sesuai
dengan standar ASTM C-31 dan C-39.
2.2. Semua agregat harus bebas dari garam dan mengikuti standar ASTM C-33.
2.3. Semen yang digunakan harus memenuhi standar ASTM C-150.
2.4. Air harus bersih dan tidak mengandung material yang merusak beton,
termasuk garam.
2.5. Standar Indonesia yang ekivalen dengan ASTM dapat diterima.

3. PERSYARATAN BAHAN
3.1. Tiang pancang yang direncanakan adalah tiang pancang precast prestressed
dengan bentuk dan ukuran sesuai gambar perencanaan.
3.2. Beton tiang pancang harus mempunyai tegangan karakteristik minimal sesuai
yang tercantum dalam gambar perencanaan. Ukuran-ukuran dan detail tiang
juga sesuai yang tercantum dalam gambar perencanaan.
3.3. Tiang pancang harus mempunyai kapasitas (daya dukung) rencana untuk 1
(satu) tiang pancang, sesuai dengan yang tercantum dalam gambar
perencanaan.

3.4. Ukuran panjang tiang


1. Sebelum memesan material, merupakan tanggung jawab Kontraktor
untuk mendapatkan panjang-panjang tiang yang dibutuhkan dengan
cara yang sudah baku seperti melakukan pemancangan tiang uji, tes
pembebanan tiang dan lain-lain. Semua tiang harus ditanam pada
35
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

kedalaman tertentu sampai mendapatkan kapasitas daya dukung yang


telah ditentukan.
2. Walaupun demikian pada pelelangan pekerjaan, jumlah dan panjang
tiang, ditentukan berdasarkan gambar rencana, dengan kapasitas yang
memenuhi beban rencana total seperti yang ditentukan dalam gambar
perencanaan. Tiang uji dan tes pembebanan yang ditentukan dalam buku
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini juga termasuk dalam
penawaran harga pekerjaan.

3.5. Persyaratan lain yang dapat diaplikasikan untuk ini dapat dilihat dalam
Rencana buku Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini tentang persyaratan bahan
beton.

4. PERSYARATAN UMUM PELAKSANAAN


4.1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus sudah memeriksa seluruh
gambar perencanaan dan buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini,
sudah meninjau lokasi, sudah melihat catatan mengenai pembangunan
sebelumnya, sudah mempelajari utilitas yang ada dan hubungan-
hubungannya (connections) jika ada serta sudah mencatat semua kondisi
dan batasan yang dapat mempengaruhi pekerjaan ini.
4.2. Lokasi dan titik-titik pemancangan sesuai yang tercantum didalam gambar
perencanaan.
4.3. Cara pelaksanaan pemancangan dan pengetesan harus selalu dicatat dan
dilakukan dengan baik. Catatan tersebut harus diberikan pada Direksi
Lapangan/MK dan Perencana untuk diperiksa dan dikonfirmasikan.
4.4. Tiang-tiang, baru boleh dipancang setelah sekurang-kurangnya berumur 4
minggu terhitung dari saat setelah selesai pengecoran tiang tersebut.
4.5. Kontraktor harus menentukan semua garis kemiringan dan bertanggung
jawab atas tata letak yang benar serta kapasitas daya dukung seluruh tiang.
4.6. Kontraktor harus memberi laporan kepada Direksi Lapangan/MK tentang
jadwal pelaksanaan pemancangan sehingga Direksi Lapangan/MK dapat
melakukan inspeksi.
4.7. Setelah penyelesaian pekerjaan pemancangan tiang, Kontraktor harus
membuat "as built drawing" berdasarkan catatan hasil pemancangan yang
memuat denah tiang, as-as kolom, tata letak tiang, kedalaman pemancangan
tiap-tiap tiang, jarak antar tiang dalam 1 (satu) grup tiang, kemiringan tiang
(kalau ada) dan lain-lain serta diperiksa oleh seorang surveyor yang cakap.
4.8. Biaya perencanaan kembali akibat kesalahan lokasi pemancangan tiang yang
telah dilaksanakan dan biaya tambahan dari pekerjaan yang harus dilakukan
untuk memenuhi perencanaan semula, ditanggung oleh kontraktor.
4.9. Kedalaman tiang pancang ditentukan berdasarkan gambar perencanaan,
hasil penyelidikan tanah, test penetrasi dan final set dari tiang.
4.10. Kedalaman minimal dari tiang pancang akan ditentukan oleh Direksi
Lapangan/MK berdasarkan data/catatan hasil pemancangan tiang uji.
4.11. Kontraktor harus memindahkan dan membuang reruntuhan beton, sisa-sisa
potongan besi beton dan tanah bekas galian, keluar lapangan/proyek atau ke
36
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

suatu tempat yang ditentukan oleh Direksi Lapangan/MK, biaya untuk


pembuangan tersebut ditanggung oleh Kontraktor.

5. PENGANGKUTAN, PENIMBUNAN DAN PEMELIHARAAN TIANG.


5.1. Seluruh tiang pancang harus diangkut dengan teliti dan hati-hati sehingga
tidak terjadi kerusakan tiang pada waktu pengangkutan.
5.2. Penimbunan tiang pancang harus didukung dengan balok beton yang
berjarak tidak lebih dari 2,0 m satu sama lainnya.
5.3. Untuk mencegah kerusakan tiang selama pemancangan, maka pada kepala
tiang harus dipasang helmet yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan
gambar perencanaan atau sesuai dengan ketentuan pabrik pembuat dan
harus disetujui oleh Direksi Lapangan/MK.

6. PERALATAN PEMANCANGAN
6.1. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor harus mengajukan data lengkap dari
peralatan yang akan dipergunakan, cara pemancangan dan prosedur
kerjanya termasuk mesin pancang dan peralatan yang akan digunakan di
lapangan.
6.2. Cara Pemancangan yang dipakai harus tidak menyebabkan kerusahan pada
tiang. Alat Pemancangan menggunakan Hidraulic Jacking Pile sesuai dengan
kapasitan daya dukung pancang sesuai desain perencanaan.
6.3. Kondisi lapangan harus diperiksa untuk meyakinkan apakah memungkinkan
untuk penempatan peralatan pemancangan, masa pemancangan dan
percobaan pembebanan.
6.4. Kontraktor tidak dibenarkan menggunakan alat pancang untuk keperluan lain.
Semua pekerjaan selain pekerjaan pemancangan yang menggunakan alat
pancang harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Direksi
Lapangan/MK.

7. PERSIAPAN PEMANCANGAN
7.1. Kontraktor harus menentukan tiap tiang pancang, tepat pada titik yang telah
ditentukan.
7.2. Tiang pancang ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan urutan
kerja yang telah direncanakan.
7.3. Tiap tiang pancang harus diberi tanda ketinggian dengan cat pada setiap
interval 0,5 m.
7.4. Kontraktor agar mencatat semua data pemancangan dari setiap tiang dengan
seteliti mungkin.
7.5. Kontraktor harus melakukan tindakan pencegahan untuk menghidari
kerusakan pada kepala tiang pancang selama pemancangan. Untuk maksud
tersebut, helmet dan packing yang cocok dan telah disetujui oleh Direksi
Lapangan/MK harus dipasang pada kepala tiang pancang.

8. PERSYARATAN PELASANAAN PEMANCANGAN


8.1. Pengangkatan tiang pada waktu akan dilakukan pemancangan harus
dilakukan pada titik-titik yang tepat dengan cara mengikuti petunjuk dari
pabrik pembuat tiang tersebut, atau cara lain yang disetujui Direksi
Lapangan/MK.
37
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

8.2. Tiang harus dipancang sampai kedalaman minimal sesuai gambar


perencanaan atau sesuai dengan hasil kalendering untuk masing-masing
tiang, sehingga kapasitas (daya dukung) tiang yang sudah
diperhitungkan dapat tercapai.
8.3. Urutan Pemancangan
1) Sebelum melakukan pekerjaan pemancangan, Kontraktor harus
mengajukan usulan mengenai urutan rencana pemancangan yang
harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan saling menganggu
dalam pelaksanaan pekerjaan pemancangan.
2) Dalam satu group tiang pancang yang jaraknya saling berdekatan
harus direncanakan urut-urutan pemancangan yang harus dimulai dari
tiang pancang dengan posisi paling tengah dan yang terakhir
pemancangan tiang dengan posisi paling luar.
3) Direksi Lapangan/MK dapat meminta kepada Kontraktor untuk
merubah urutan pemancangan kalau menurutnya urutan yang akan
dilaksanakan mengakibatkan gangguan pada tiang pancang yang
sudah selesai dipancang. Kontraktor tidak dibenarkan mengajukan
claim atau perpanjangan waktu karena perubahan tersebut.
8.4. Pemancangan tiang uji
1) Kontraktor harus memancang sedikitnya 10 % (sepuluh persen) dari
total pondasi tiang sebagai tiang uji (pile driving test) untuk
menentukan panjang tiang yang dibutuhkan sehingga didapatkan
daya dukung dan kedalaman pemancangan diseluruh area
pekerjaan. Tes tersebut dilakukan cukup lama sebelum pelaksanaan
sebenarnya. Hal ini adalah untuk mencegah terjadinya keterlambatan
kemajuan pekerjaan dan juga agar Kontraktor setiap saat dapat
memilih tiang-tiang dengan panjang yang sesuai dengan kondisi
ditempat pemancangan.
2) Tiang uji harus dipancang pada posisi sesuai petunjuk Direksi
Lapangan/MK dan sesuai gambar
perencanaan. Pemancangan dilakukan sampai pada kedalaman
sesuai gambar perencanaan atau menurut petunjuk Direksi
Lapangan/MK. Kontraktor harus menyiapkan ruyung/follower untuk
mengantisipasi apabila diperlukan pemancangan lebih dalam dari
yang sudah ditentukan dalam gambar perencanaan.
3) Pencatatan calendering harus dilakukan dengan teliti yaitu setiap 20-
50 cm pada minimal 5 m' terakhir.
4) Koreksi rumusan calendering tersebut dipakai untuk mengevaluasi
panjang tiang pancang yang diperlukan agar kapasitas daya dukung
bisa dicapai.
5) Dari hasil evaluasi tersebut, Direksi Lapangan/MK akan menentukan
panjang-panjang tiang pancang yang diperlukan. Dengan berpedoman
pada ketentuan ini Kontraktor dapat membuat/mengadakan seluruh
tiang pancang sesuai dengan panjang-panjang tiang yang dibutuhkan
menurut hasil pemancangan tiang uji, untuk selanjutnya
melaksanakan pemancangan sesuai dengan ketentuan.
38
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

8.5. Pada 28 buah tiang pancang ( 2 % jumlah total tiang pancang) yang
ditentukan oleh MK atas persetujuan konsultan perencana harus dilakukan
PDA test (dimana berat drop hammer yang digunakan minimal sebesar 2%
dari 2 x beban rencana = 125 ton) dengan mengacu pada ASTM D-1143.81
(Standard Test Method for Piles (Reapproved 1987)Under Static Axial Compressive Load).
Untuk kemudian 2 (dua) buah tiang diantaranya dilakukan tes pembebanan
(loading test) untuk mengkoreksi rumusan calendering yang ditentukan
didalam Buku Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini. Ketentuan dan
persyaratan tes pembebanan sesuai ketentuan dan persyaratan yang
diuraikan dalam pasal Tes Pembebanan (loading test) dibawah ini.
8.6. Tiang-tiang harus disiapkan dengan seksama pada posisi yang diinginkan
dan harus dipancang tepat pada garis -garis / titik-titik pancang yang telah
ditentukan sesuai dengan gambar perencanaan.
8.7. Tiang-tiang harus dipancang menurut metode yang disetujui Direksi
Lapangan/MK dan sampai kedalaman seperti yang ditunjukkan dalam hasil
pemancangan tiang uji, atau sesuai gambar perencanaan atau
menurut petunjuk Direksi Lapangan/MK.
8.8. Pemancangan tiang harus dilakukan terus menerus sampai mencapai
kedalaman yang sudah ditentukan dan sampai dengan penurunan maksimum
20 mm, untuk 10 pukulan terakhir. Direksi Lapangan/MK akan menyatakan
setiap tiang telah selesai pemancangannya.
8.9. Bila ada keragu-raguan tentang hasil kalendering atau kedalaman tiang
pancang, Direksi Lapangan/MK boleh memerintahkan untuk memancang
sampai kedalaman tertentu walaupun final set yang disyaratkan telah
terpenuhi.
8.10. Pada pemancangan seluruh tiang, baik pada waktu pile driving test maupun
pada pemancangan selanjutnya, pemukulan tiang baru dapat dihentikan
apabila penetrasi tiang pada 10 (sepuluh) pukulan terakhir tidak lebih dari
2,00 cm. dan daya dukung tiang yang direncanakan telah tercapai.

8.11. Daya dukung tiang dapat dihitung dengan rumus:

2WH W 1
R= X X
S+K W+P 3
dimana:

R = daya dukung tiang yang direncanakan (ton)

W = berat Ram (ton)

H = strook Ram (cm)

P = berat tiang (ton)


39
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

S = penetrasi akhir tiang per pukulan (cm), dihitung dari penetrasi rata-rata

pada 10 pukulan terakhir.

K = besar rebounding pada pukulan terakhir (cm).

8.12. Apabila tiang sudah selesai dipancang pada tempatnya dan telah disetujui
Direksi Lapangan/MK, Kontraktor harus menyediakan stek tulangan dari tiang
pancang yang masuk ke poer sebagai pengikat, sesuai gambar perencanaan.
Stek tulangan tersebut bisa dikerjakan dengan dua alternatif yaitu :
1) Apabila sisa pemancangan tiang masih cukup panjang untuk stek
tulangan, beton ujung tiang bagian atas harus dibobok/dibongkar dan
seluruh tulangan tiang dibuat stek sesuai gambar perencanaan.
2) Apabila sisa pemancangan tiang, panjangnya tidak mencukupi untuk
stek tulangan, beton ujung tiang bagian atas harus dibobok/dibongkar,
stek tulangan dilas ke tulangan tiang atau dipasang pada rongga tiang
sesuai gambar perencanaan.

8.13. Pekerjaan pengelasan sambungan tiang pancang harus dikerjakan oleh


tenaga yang akhli dan berpengalaman. Pemborong wajib menyerahkan
sertifikat keahlian dari masing-masing tukang las, minimal kelas B.
8.14. Apabila terjadi perbedaan kedalaman tiang pancang antara gambar
perencanaan dengan pelaksanaan pekerjaan dilapangan, hal tersebut akan
diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah atau pekerjaan kurang
berdasarkan kesepakatan hasil pemeriksaan, laporan dan catatan-catatan
dilapangan.
8.15. Bila terjadi perubahan desain dari kepala tiang (poer), "as built drawing"
harus sudah diberikan kepada Direksi Lapangan/MK sebelum alat pancang
dikeluarkan dari tempat pekerjaan.

9. LAPORAN PEMANCANGAN
9.1. Kontraktor harus membuat catatan kerja tiap tiang yang dipancang dan
laporannya yang merupakan salinan catatan kerja tersebut yang
sudah diketik rapi dan sudah ditandatangani harus diserahkan kepada Direksi
Lapangan/MK.
9.2. Catatan kerja tersebut berisi panjang, lokasi, tipe, daya dukung ijin dan hasil-
hasil dari tes lain. Sebagai tambahan, catatan kerja ini berisi juga sebuah
daftar mengenai berbagai lapisan tanah yang ditembus.
9.3. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan laporan kepada Direksi
Lapangan/MK tentang hasil-hasil pemancangan untuk melengkapi
laporan/catatan kerja tersebut diatas. Laporan ini harus dikirim kepada Direksi
Lapangan/MK tidak melebihi selang hari waktu pemancangan dengan disertai
data-data sebagai berikut :
1) Nomor referensi halaman dan lokasi tiang pancang.
2) Nomor tiang, ukuran tiang dan panjang tiang.
40
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

3) Elevasi permukaan tanah, kedalaman tiang dan elevasi ujung bawah


tiang.
4) Tanggal dan waktu pemancangan.
5) Jumlah pukulan dan nilai daya dukung final
6) Detail tentang final set dan metoda dari pengangkatan dan
pemancangan tiang
7) Jenis dan type dari peralatan yang dipakai
8) Loncatan/pantulan dari ram (Ram stroke)
9) Waktu yang diperlukan untuk pemancangan
9.4. Pada akhir pekerjaan pemancangan, Kontraktor harus membuat dan
menyerahkan gambar denah pondasi dan toleransi yang terdapat dilapangan
sebanyak yang diperlukan oleh Direksi Lapangan/MK dan Pemberi Tugas.

10. PEMANCANGAN YANG TIDAK SEMPURNA


10.1. Tiang pancang yang tidak sempurna, baik karena kondisi tiang atau karena
salah pemancangan atau letaknya meleset dari tempat yang ditentukan,
harus diperbaiki atas biaya Kontraktor dengan salah satu cara dibawah ini
yang disetujui Direksi Lapangan/MK.
1) Tiang yang tidak sempurna diambil/dicabut dan diganti dengan tiang
baru.
2) Tiang baru dipancangkan berdekatan dengan tiang yang tidak
sempurna.
10.2. Tiang-tiang harus diletakkan dan dipancang pada elevasi lapisan dasar
rencana (design sub-grade elevations).
10.3. Akibat persyaratan tersebut di atas, maka tiang-tiang tadi harus dipancang
dengan tepat pada lokasi sesuai gambar perencanaan. Semua tiang harus
dipancang dengan toleransi lateral tidak lebih dari 7,50 cm dari titik yang
ditentukan. Tiang-tiang yang deviasinya lebih dari 7,50 cm ke arah lateral atau
tiang-tiang yang kemiringannya pada arah vertikal lebih dari 0,2 % harus
dibuang. Deviasi tiap tiang dari titik lokasi sesuai perencanaan harus
dilaporkan setiap hari pada Direksi Lapangan/MK. Kontraktor harus
mengadakan dan memasang tiang-tiang tambahan pada lokasi tersebut
sebagai akibat dari pemancangan yang tidak sempurna sesuai dengan
petunjuk Direksi Lapangan/MK. Biaya untuk pelaksanaan seperti itu menjadi
tanggung jawab Kontraktor.
10.4. Dimana terdapat lebih dari 4 (empat) tiang dalam suatu group, tiang yang
pertama dipancang adalah tiang yang di tengah. Semua tiang dalam suatu
group harus mempunyai kedalaman yang kira-kira sama.
10.5. Tiang-tiang yang pemancangannya ditolak dan tidak dicabut, harus tetap
berada di dalam tanah dan dipotong sesuai dengan petunjuk Direksi
Lapangan/MK. Jika tiang tersebut menurut petunjuk Direksi Lapangan/MK
harus dicabut dan lubang bekas tiang yang tidak dicabut tadi tidak dipakai lagi
untuk pemancangan tiang pengganti maka lubang tersebut harus diisi dengan
kerikil atau split dan harus dipadatkan tanpa ada biaya tambah.
10.6. Jika ada kerusakan pada tiang pancang selama pemancangan, maka pada
bagian yang rusak tersebut harus diperbaiki dengan cara dipotong dan
disambung dengan tiang baru sesuai petunjuk Direksi Lapangan/MK. Jika
menurut Direksi Lapangan/MK tidak memungkinkan Kontraktor untuk
41
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

memperbaiki tiang pancang yang rusak secara baik atau jika hasil
perbaikannya meragukan, Direksi Lapangan/MK dapat memerintahkan untuk
mengganti dengan tiang baru. Kontraktor harus menanggung seluruh biaya
berbaikan, pengadaan dan pemancangan tiang pangganti.
10.7. Apabila akibat pemancangan yang tidak sempurna menurut pendapat Direksi
Lapangan/MK harus dilakukan perencanaan perencanaan ulang (redesign)
pondasi, maka biaya redesign pondasi tersebut adalah beban dan tanggung
jawab Kontraktor.

11. GANGGUAN / HALANGAN


Jika ditemukan lapisan padat atau gangguan lain yang menyebabkan amat
sulitnya pemancangan suatu tiang untuk mencapai kedalaman lapisan
pendukung yang sudah dipersyaratkan, Kontraktor harus melakukan usaha yang
biasa digunakan untuk kondisi tersebut misalnya dengan melakukan pengeboran
lapisan padat yang menjadi penghalang atau cara-cara lain yang biasa dilakukan
tanpa ada biaya tambahan. Jika menurut anggapan Direksi Lapangan/MK,
Kontraktor tidak mampu menyelesaikan dengan baik gangguan / halangan
pemancangan suatu tiang dengan cara tersebut, Direksi Lapangan/MK dapat
memerintahkan Kontraktor untuk memasang tiang pancang tambahan sampai
mencapai kedalaman lapisan pendukung yang sudah dipersyaratkan atas beban
Kontraktor.

12. TES BEBAN TIANG PANCANG


12.1. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja yang akhli dan berpengalaman,
bahan-bahan dan peralatan/perlengkapan yang diperlukan untuk
pelaksanaan tes beban tiang, melakukan pencatatan dan pengukuran dari
percobaan beban termasuk penyediaan, penyusunan kentledge yang
digunakan dan pembongkaran kembali.
12.2. Kontraktor harus membuat gambar perencanaan tes beban tiang yang
disertai dengan penjelasan/keterangan tentang daftar peralatan, jenis beban,
alat pengaman, kalibrasi alat dan cara pelaksanaan percobaan. Dokumen
tersebut harus diserahkan kepada Direksi Lapangan/MK untuk mendapat
persetujuan.
12.3. Selama pelaksanaan loading test, Kontraktor harus menempatkan tenaga
kerja yang berpengalaman untuk pelaksanaan pengamatan dan pencatatan
hasil percobaan.
12.4. Jangka waktu antara pemancangan tiang yang akan ditest dengan
pelaksanaan loading test pada tiang tersebut harus ada jangka waktu paling
sedikit 2 (dua) minggu, untuk mengembalikan kondisi tanah kepada keadaan
semula akibat pemancangan tiang. Pemancangan.tiang yang berdekatan
dengan tiang percobaan harus ditunda selama adanya loading test.
42
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

12.5. Pada waktu akan dilakukan tes pembebanan (loading test), Direksi
Lapangan/MK akan memilih dan menentukan tiang-tiang tiang-tiang yang
harus dites. Perencana harus turut menyaksikan didalam menentukan tiang-
tiang yang akan dites dan pelaksanaan pengetesan pembebanan tiang
pancang atas biaya Kontraktor.
12.6. Loading test vertikal harus dilakukan pada minimal 2 (dua) buah tiang
pancang.
12.7. Verifikasi daya dukung tiang yang diijinkan harus dipastikan dengan
melakukan tes pembebanan sesuai dengan ASTM D-1143-81 seperti yang
disebutkan dibawah ini.
12.8. Perlengkapan pembebanan
1) Beban untuk percobaan didapat dari reaksi kentledge melalui jack
hidraulics yang besarnya melebihi dari beban percobaan dan
ditempatkan pada platform sebagaimana harusnya.
2) Beban kentledge terdiri dari blok-blok beton dengan ukuran yang
sama.
3) Plat baja dengan ketebalan yang cukup untuk menerima beban,
ditempatkan secara sentris diatas pile cap untuk dapat menyalurkan
beban percobaan secara sempurna kepada tiang.
4) Ukuran dari plat baja tidak boleh lebih kecil dari ukuran pile cap dan
juga tidak boleh lebih kecil dari ukuran Jack yang digunakan.
5) Jack hidraulic harus ditempatkan sentris pada tiang / pile cap.
6) Jack dan alat lainnya termasuk hydraulic ram, hydraulic pump dan
pressure gauge harus dikalibrasikan sebelum percobaan dilakukan

12.9. Alat pengukuran penurunan


Laporan kalibrasi harus disertakan pada semua alat loading test yang
membutuhkan kalibrasi sebelum percobaan beban dilakukan.

12.10. Prosedur pembebanan


Beban percobaan dikerjakan dalam 4 cycle sesuai dengan ASTM D 1143-81
untuk loading test vertiakal.

12.11. Metoda pelaksanaan, pemasangan dan besaran beban adalah sebagai


berikut:
1) Beban tes adalah 2 kali beban rencana atau sesuai dengan gambar
perencanaan.
2) Pembebanan tes dilakukan dalam 7 kali kenaikan yaitu : 0,5; 0,75; 1;
1,25; 1,5; 1,75; 2 kali beban kerja
3) Pembacaan penurunan dan "Rebound" harus dicatat sampai 0,30
mm untuk tiap kenaikan atau penurunan beban, dimulai dari beban
yang diperkirakan telah bekerja dan untuk tiap kenaikan setelah itu.
Beban tes harus tetap bekerja sampai tidak terjadi penurunan dalam
periode 2 jam.
4) Beban total tes harus tetap bekerja sampai penurunan tidak lebih
dari 0,25 mm dalam 48 jam.
43
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5) Beban total harus diturunkan berturut-turut sebesar tidak lebih dari


1/4 kali beban total dan pada interval tidak kurang dari 1 jam.
6) "Rebound" harus dicatat pada setiap penurunan beban, dan "rebound"
terakhir harus dicatat setelah seluruh beban tes sudah dipindahkan.
7) Beban maksimum tiang yang diijinkan adalah 0,5 dari beban tes pada
titik leleh. Titik leleh didefinisikan sebagai titik dimana kenaikan beban
menyebabkan penambahan "settlement" yang tidak proporsional.
8) Semua alat, bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk
melakukan uji beban harus disediakan oleh Kontraktor.
9) Apabila tidak ada ketentuan lain yang diberikan oleh Direksi
Lapangan/MK, selama loading test tidak diperbolehkan adanya
kegiatan pengeboran maupun pemancangan.
10) Di dalam pekerjaan loading test, tidak boleh menggunakan tiang
pancang disampingnya sebagai anker.

12.12. Prosedur loading test


1) Schedule pembebanan "Cyclic-Loading" (ASTM D.1143-81 Ssction
5.2)

Penambahan / Beban (dalam % Lama


pembebanan
Pengurangan beban rencana) beban
(%)

0 0 A

25 25 Cycle 1 A

25 50 1 jam

25 25 20 menit

25 0 1 jam

50 50 20 menit

25 75 A

25 100 Cycle 2 1 jam

25 75 20 menit
44
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

25 50 20 menit

50 0 1 jam

50 50 20 menit

50 100 20 menit

25 125 A

25 150 Cycle 3 1 jam

25 125 20 menit

25 100 20 menit

50 50 20 menit

50 0 1 jam

50 50 20 menit

50 100 20 menit

50 150 20 menit

25 175 A

25 200 Cycle 4 B

25 175 20 menit

25 150 20 menit

50 100 20 menit

50 50 20 menit

50 0

2) Beban ditahan tetap selama 1 jam dan sampai mencapai penurunan


0,25 mm/jam atau maksimum 2 jam
3) Beban diahan selama 12 jam dan sampai mencapai penurunan 0,25
mm/jam atau maksimum 24 jam
12.13. Prosedur pembacaan
Pembacaan loading test dilakukan sebagai berikut :
1) Sesudah dan sebelum penambahan beban
2) Sesudah dan sebelum penurunan beban
3) Setiap 10 menit
4) Pada pembebanan 200 % beban rencana, pembacaan dilakukan
sebagai berikut :
a) Setiap 10 menit selama 2 jam pertama
45
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

b) Selanjutnya setiap 1/2 jam

12.14. Laporan loading test


Laporan hasil percobaan loading test harus dikirim kepada Direksi
Lapangan/MK untuk mendapat persetujuan, yang terdiri dari :
1) Nama proyek dan lokasi
2) Laporan penyelidikan tanah dan catatan pelaksanaan pekerjaan
loading test tiang pancang.
3) Sertifikat dari kalibrasi peralatan
4) Catatan pembebanan yang meliputi :
a) Tanggal percobaan
b) Waktu pembacaan
c) Beban percobaan
d) Pembacaan dial gauge, dll
5) Grafik load-settlement, Grafik load-time, Grafik time-settlement.
6) Kesimpulan dari hasil percobaan.

12.15. Kriteria dari loading test meluputi


1) Penurunan permanen melampui 6 mm.
2) Loading test tidak boleh diteruskan jika terjadi ketidak stabilan
kentledge, kerusakan dari pile cap atau tiang pancang ataupun
kerusahan lainnya yang dapat memberikan hasil yang tidak
sebenarnya.

12.16. Kegagalan dan Kerusakan


1) Jika loading test tidak sesuai dengan yang disyaratkan maka test
tambahan harus dilakukan dan pelaksanaannya harus atas
persetujuan Direksi Lapangan/MK serta biaya pelaksanaan pekerjaan
menjadi tanggung jawab Kontraktor.
2) Jika terjadi kerusakan dan/atau kegagalan pada tiang dalam
pelaksanaan loading test maka Kontraktor harus mengganti tiang
tersebut dengan tiang baru (tambahan tiang pancang) sesuai dengan
petunjuk dari Direksi Lapangan/MK dan atas biaya Kontraktor.
3) Biaya dari loading test tambahan, penggantian atau penambahan
tiang dan pekerjaan perhitungan kembali serta gambar fondasi tiang
pancang (redesign) yang disebabkannya akan dibebankan kepada
Kontraktor.
46
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 11. BAJA STRUKTUR

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi pengangkutan, pengadaan, fabrikasi, pemeriksaan di pabrik
atau lapangan serta pemasangan Uaia struktur, seperti ditunjukkan dalam Gambar
Kerja dan/atau Spesifikasi Teknis ini.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 American Society for Testing and Materials (ASTM).
2.2 American lnstitute of Steel Construction (AISC).
2.3 American Welding Society (AWS D1.1-1996).
2.4 Standar lndustri lndonesia (Sll) /standar Nasional Indonesia (SNl) :
SNI 03-1729-2002 - Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan
Gedung.
SNI 03-2847-2002 - Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan
Gedung (Beta Version)
2.5 SpesifikasiTeknis :
- Adukan Encer (Grout).
- Pengecatan.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Sertifikat Pabrik.
3.1.1 Sertifikat pabrik yang mencakup dimensi, unsur kimia, bahan, data
pengujian benturan,perlakuan panas dan dimensi semua jenis baja yang
akan digunakan, harus diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk
disetujui sebelum memulai fabrikasi.
3.1.2 Sebelum pengadaan bahan, semua daftar pemesanan harus dibuat oleh
Kontraktor dan diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui.
47
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

3.2 Gambar Detail Pelaksanaan.


3.2.1 Kontraktor harus menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan kepada
Pengawas Lapangan untuk disetujui, sebelum fabrikasi.
Data-data berikut harus tercakup dalam Gambar Detail Pelaksanaan :
Spesifikasi bahan.
Nomor penandaan.
Daftar bagian bahan.
Detail fabrikasi.
Detail pengelasan,
Pengecatan.
Detail dan lokasi penyambungan.
3.2.2 Persetujuan Gambar Detail Pelaksanaan oleh Pengawas Lapangan tidak
membebaskan Korrtraktor dari tanggung jawab memperbaiki kesalahan.
3.2.3 Perubahan terhadap Gambar Detail Pelaksanaan yang telah disetujui
tidak diijinkan tanpa persetujuan tertulis dari Pengawas Lapangan.
3.2.4 Perubahan yang dilakukan Kontraktor untuk kemudahan harus dengan
persetujuan Pengawas Lapangan dan atas biaya Kontraktor.

3.3 Pemeriksaan dan Pengujian.


Pengawas Lapangan berhak memeriksa bahan dan fabrikasi semua bahan yang
berikenaan dengan Spesifikasi Teknis dan Gambar Kerja dan memastikan
ukuran, jumlah dan toleransi fabrikasi. Pemeriksaan dan pengujian pada bahan,
pengelasan dan penyelesaian akhir harus sesuai dengan standar yang berlaku
untuk bahan-bahan tersebut.

3.4 Cuaca.
Pekerjaan tidak diijinkan dilanjutkan, bila menurut pendapat Pengawas
Lapangan, cuaca tidak akan membantu menghasilkan pekerjaan yang baik, atau
kondisi tidak memungkinkan dilakukannya pemeriksaan.

3.5 Pengiriman dan Penyimpanan.


3.5.1 Semua bahan baja yang didatangkan harus dilengkapi dengan sertifikat
pabrik asli.
3.5.2 Semua bahan baja harus diangkut dengan hati-hati sedemikian rupa
sehingga tidak menimbulkan goresan atau tekukan, seperti ditentukan
Pengawas Lapangan.
3.5.3 Bahan-bahan harus disimpan tanpa bersentuhan dengan tanah dan pada
lokasi yang mencegah timbulnya karat.

4. BAHAN BAHAN
4.1 Umum.
48
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Semua bahan baja harus memenuhi standar yang ditetapkan dalam Spesifikasi
Teknis ini, kecuali bila ditentukan lain.

4.2 Bahan Baja.


4.2.1 Semua bahan baja harus baru dan bebas dari cacat yang mempengaruhi
kekuatan, keawetan atau penampilan dan harus dari kualitas terbaik, dan
harus memenuhi standar yang berlaku.
4.2.2 Bahan baja profil, baja pelat setrip atau lembaran, tali atau kawat dan
lainnya harus dari baja minimal dengan mutu BJ 37 serta memiliki
tegangan leleh untuk perencanaan (fy) tidak boleh diambil melebihi nilai
yang diberikan sesuai dengan ketentuan SNI 03-1729-2002

4.3 Angkur, Baut, Mur dan Pengencang.


4.3.1 Angkur harus terbuat dari baja bulat mutu Bj.37 dengan diameter dan
panjang sesuai Gambar Kerja.
4.3.2 Baut, mur dan pengencang lainnya harus memenuhi ketentuan ASTM A-
325 M. Cincin pelat dan cincin per selain yang berhubungan dengan baut
kelas tinggi harus sesuai ANSI 818.22.1-1965. Semua cincin harus
berlapis kadmium. Tipe dan ukuran harus sesuai dengan Gambar Kerja
dan Gambar Detail Pelaksanaan yang telah disetujui.

4.4 Kawat Las.


Semua bahan pekerjaan pengelasan harus memenuhi standar AWS D1.1-1996,
dan kawat las harus memenuhi ketentuan berikut:

Kekuatan leleh Metal pengisi


Jenis Las Bahan Pengisi
bahan dasar dengan hydrogen
Fillet weld dan
Sama atau kurang
penetrasi penuh E70XX -
dari 25,4 kg/mm
groove weld
Fillet weld dan
Lebih 25,4kg/mm - E70XX
penetrasi penuh

Bila bahan dasar metal dari kekuatan leleh yang berbeda dilas bersama, metal
pengisi harus dipilih berdasarkan bahan dasar metal yang memiliki kekuatan
leleh lebih tinggi.

4.5 Adukan Encer.


Adukan encer untuk pengisi lubang angkur, landasan pelat dasar dan lainnya
seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja harus sesuai ketentuan Spesifikasi
Teknis

4.6 Cat Dasar dan Cat Akhir.


49
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Cat dasar dan cat akhir untuk seluruh permukaan baja struktur harus memenuhi
ketentuan Spesifikasi Teknis

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Fabrikasi.
5.1.1 Umum.
Kontraktor harus memberitahukan kepada Pengawas Lapangan 1
(satu) minggu sebelum memulai pekerjaan fabrikasi.
Bahan baja harus dari ukuran, bentuk dan konstruksi seperti
ditunjukkan atau ditentukan.
Sebelum fabrikasi, semua pengukuran yang diperlukan harus
dilakukan dan diperiksa sesuai prosedur pengedalian kualitas yang
ditetapkan AISC.
Kecuali ditentukan lain, bahan-bahan harus difabrikasi sesuai metoda
yang eflsien.
Kontraktor bertanggung jawab untuk memperlcaiki kesalahan dan
Sama atau kurang Fillet weld penetrasi kelalaian dalam pembuatan
detail, tata letak dan fabrikasi atas biaya Kontraktor.

5.1.2 Lokasi Fabrikasi.


Baja struktur harus difabrikasi dan dirakit di bengkei Kontraktor atau di
lokasi yang disetujui Pengawas Lapangan.

5.1.3 Pengelasan.
Pengelasan harus dilaksanakan oleh yang ahli las yang ditetapkan
dalam AWS D1.1. Catatan hasil pengujian dan serifikat ahli las
harus diberikan kepada Pengawas Lapangan atas permintaannya.
Keahlian khusus diperlukan untuk pengelasan satu sisi dari las
tabung penetrasi sambungan penuh tanpa alas bagian belakang.
Setiap ahli las dan operator pengelasan harus dilengkapi dengan
kapur warna atau nomor untuk menandai hasil kerjanya pada
setiap jarak tidak lebih dari 100cm.
Semua bagian yang tidak diberi tanda dengan jelas akan ditolak
oleh Pengawas Lapangan.
Sebelum memulai pekerjaan pengelasan, Kontraktor harus
membuat prosedur pengelasan barbagai bagian struktur dengan
jelas seperti detail sambungan dalam Gambar Kerja, sesuai
dengan standarAWS D1.1 edisi terakhir.
Spesifikasi prosedur pengelasan harus diserahkan Kontraktor
kepada Pengawas Lapangan untuk diperiksa dan disetujui
sebelum memulai pekerjaan pengelasan setiap sambungan yang
akan digunakan.
50
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Prosedur pengelasan termasuk pemanasan pendahuluan dan


metoda pengawasan lainnya yang direncanakan
Hanya prosedur yang disetujui yang boleh digunakan
Pengawas Lapangan berhak meminta dilakukannya radiography
test/xray test pada bagian-bagian tetentu dari baja struktur.
Semua biaya radiography test/xray test menjadi tanggung jawab
Kontraktor

5.1.4 Sambungan Baut.


a. Diameter Lubang
Semua lubang untuk sambungan baut harus memiliki diameter 1,5875
mm lebih besar dari diameter baut yang akan digunakan, kecuali bila
ditentukan lain sesuai dengan ketentuan SNI 03-1729-2002.

b. Baut.
Lubang baut harus rata sehingga baut dapat dipasang tanpa merusak
ulir. Kepala baut dan mur harus berada tepat terhadap baja. Baut tak
berulir yang akan meneruskan gaya harus diberi ulir sampai panjang
sedemikian rupa sehingga tidak lebih dari satu ulir masih berada
dalam batang struktur. Panjang baut harus sedemikian rupa sehingga
ujung baut muncul tidak lebih dari 6,35mm di luar mur. Kepala baut
dan mur harus diputar kuat terhadap permukaan bidang dengan alat
pengencang tidak kurang dari 38,1mm. Kepala baut harus dipukul
dengan palu ketika mur dikencangkan. Setelah pengencangan, mur
harus disikat dan dicat.

c. Pembuatan Lubang.
Semua lubang harus dibor pada sudut tegak lurus dengan permukaan
baja dan tidak boleh dilebarkan dengan pembakaran. Pelebaran
lubang dilakukan dengan kikir dengan persetujuan Pengawas
Lapangan. Lubang harus dibersihkan tanpa mengkasarkan pinggiran.
Sisa-sisa pengeboran harus disingkirkan dengan alat pembuat
kemiringan sebesar 1,5875mm. Semua lubang harus dibor dan dikikir
seperlunya sebelum Pemberian lapisan Pelindung, sesuai dengan
ketentuan SNI 03-1729-2002..

d. Perkuatan Lubang.
Bila lubang disediakan untuk sambungan dengan peralatan atau
untuk kabel dan pemipaan, dan akan mempengaruhi batang struktur,
batang dimaksud harus diberi perkuatan yang memadai sesuai
petunjuk Pengawas Lapangan.
51
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.1.5 Pemotongan, Pelurusan dan Pengguntingan


Pelurusan, pemotongan dengan pembakaran dan pengguntingan harus
dilakukan dengan berhati-hati menggunakan alat mekanis, Semua
pinggiran harus bersih dari kerak. Setiap pinggiran lereng yang rusak
harus diperbaiki sesuai toleransi minimal.

5.1.6 Toleransi Fabrikasi.


Lokasi setiap batang sangat penting dalam desain struktur. Setiap batang
harus ditempatkan dengan tepat sesuai petunjuk Gambar Kerja, dalam
batas toleransi fabrikasi standar AISC.

5.1.7 lkatan Angin Sementara


Kontraktor dapat menggunakan ikatan angin sementara, atas biayanya,
selama masa pelaksanaan pekerjaan.

5.1.8 Lapisan Pelindung.


Semua bagian baja struktur yang telah selesai difabrikasi harus diberi
lapisan pelindung anti karat berupa cat dasar yang memenuhi ketentuan
Spesifikasi Teknis

5.2 Pemasangan.
5.2.1 Pengangkatan/Pick UP.
- Kontraktor bertanggung jawab atas kekuatan dari struktur atau bagian
dari struktur bila struktur tersebut diangkat atau dipindahkan.
- Kontraktor harus melaksanakan analisa struktur untuk menjamin
bahwa pekerjaan dapat dilaksanakan tanpa merusak kekuatan
ataupun bentuk struktur tersebut.
- Kontraktor harus menyerahkan metoda pengangkatan untuk disetujui
Pengawas Lapangan. Bahan tambahan dan biaya fabrikasi yang
diperlukan untuk menahan beban yang diakibatkan oleh altematif
metoda pengangkatan harus disediakan oleh Kontraktor tanpa
tambahan biaya kepada Pengawas Lapangan/Pemilik Proyek.

5.2.2 Toleransi Pemasangan.


- Kontraktor harus mendirikan bangunan pada lokasi yang telah
ditentukan dengan terlebih dahulu melihat dan memperhitungkan
lokasi serta kondisi lapangan yang ada, dan membuat laporan tertulis
yang ditujukan kepada Pengawas Lapangan, yang mencakup segala
kondisi yang akan menghalangi pelaksanaan baja struktur, dengan
tetap memperhatikan toleransi -toleransi yang disyaratkan dalam
AlSC.
52
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

- Semua baja struktur harus didirikan dengan toleransi yang sesuai


dengan SpesifikasiTeknis ini dan AISC, kecuali bila disebutkan lain.
- Semua batang-batang yang dipasang harus ditopang dengan
penyangga selama pemasangan baja struktur dilaksanakan.
- Semua penyangga sementara yang diperlukan dalam pekerjaan ini
harus diperhitungkan dengan kondisi pembebanan yang ada selama
pemasangan.

5.2.3 Pengencangan Baut.


- Sebelum pekerjaan pemasangan dimulai, semua pekerjaan yang
berhubungan dengan baut, hubungan-hubungan, penjajaran, harus
sudah selesai. Bahan-bahan dan peralatan-peralatan yang diperlukan
untuk pekerjaan ini harus pula telah disiapkan pada tempat yang
semestinya.
- Baut harus dikencangkan dengan calibrated torque wrench sampai
baut tersebut mampu memikul gaya-gaya yang diperhitungkan
padanya.

5.2.4 Pemasangan Adukan Encer.


Pemasangan adukan encer harus sesuai dengan Spesifikasi Teknis, pada
tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan/atau sesuai
petunjuk Pengawas Lapangan.

5.3 Perlindungan Baja.


Semua baja struktur yang telah diberi cat dasar dan telah terpasang dengan baik
harus diberi cat akhir sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis . Setiap lapisan pada
permukaan baja yang tergores, hilang atau rusak selama pengangkutan/
pemasangan dan lainnya, harus diperbaiki dengan cara sesuai ketentuan dalam
Spesifikasi Teknis .
53
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 12. RANGKA DAN PENUTUP ATAP

1. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan atap ini meliputi pembuatan rangka atap kuda-kuda
menggunakan rangka baja. Ukuran dan cara pemasangan rangka atap sesuai
gambar dan mengikuti aturan teknis yang berlaku sesuai SNI.

2. PERSYARATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


2.1. Rangka Atap Baja
Konstruksi rangka atap baja digunakan pada Kuda-kuda, jurai dan gording,
untuk skor jurai, skor nok, dan ikatan angin. Sedangkan usuk dan reng
menggunakan Baja Ringan. Ukuran dan cara penyambungan sesuai gambar.
Bagian-bagian baja yang terlihat harus rapi, permukaan rata dan bersudut
siku sesuai gambar kerja. Semua baja yang terpasang harus di cat dasar /
zinkromat terlebih dahulu sampai rata.
Termasuk kelengkapan konstruksi rangka atap ini adalah :
Baut-baut sesuai gambar
Ikatan angin

2.2. Keahlian /Pertukangan


Semua pekerja yang diterima untuk melakukan pekerjaan harus ahli (tukang-
tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar pekerjaannya. Segala hasil
pekerjaan mutunya sebanding dengan standar hasil pekerjaan ahli
/pertukangan internasional yang baik.

2.3. Standar /Rujukan


Semua pekerjaan struktural baja harus memenuhi syarat sebagai tercantum
dalam:
- Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI 1983)
- American Institute of Construction (AISC) dalam hal tidak tercakupnya
ketentuan- ketentuan yang perlu pada PPBBI -1983.
- Di dalam pekerjaan baut pada bangunan, syarat pemakaian baut
tegangan tinggi (High Tension Bolt), selain harus memenuhi ketentuan
yang disyaratkan dalam standar-standar di atas juga harus memenuhi
54
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

persyaratan High Strength T.C. Bolt, JIS B 1186 dari Nippon Steel
Bolten Co.Ltd.
- Semua pekerjaan las harus mengikuti ketentuan yang tercantum
dalam AWS D1. 1-80
- American Welding Society untuk ketentuan pengelasan pada elemen
konstruksi yang sifatnya struktural.
- Mutu baja profil, pelat-pelat penyambung harus mempunyai tagangan
leleh sekurang-kurangnya 2400 kg/cm. Kecuali jika ditentukan lain dari
nilai tersebut. (BJ 37 / FE 360).

2.4. Persyaratan Umum


- Pekerjaan baja dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang tertera pada
gambar (shop drawing) lengkap dengan penyangga-penyangga alat
untuk penggabungan, serta pelat-pelat yang diperlukan untuk integritas
elemen-elemen konstruksi sebagai bagian dari kesatuan struktur.
- Pekerjaan harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Semua pekerjaan harus
diselesaikan secara sempurna, bebas dari cacat yang terjadi karena
kurangnya pengawasan pekerjaan maupun kualitas pekerjaan itu sendiri.
Semua bagian harus mempunyai ukuran yang tepat sehingga dalam
pemasangan tidak terjadi penyimpangan dari gambar detail yang telah
ditetapkan.
- Semua detail dan hubungan harus dibuat secara cermat dan teliti,
sehingga pemasangan tampak rapi.
- Kontraktor diharuskan mengambil ukuran-ukuran yang ada ditempat
pekerjaan, tidak hanya dari gambar kerja saja sebagai usaha untuk
mencegah terjadinya halangan- halangan yang mungkin terjadi akibat
kondisi tempat pekerjaan dilaksanakan.
- Setiap pekerjaan yang tidak memenuhi syarat-syarat khusus, stabilitas
dan keselamatan ataupun tidak memenuhi persyratan yang
direncanakan, dapat ditolak dan harus diganti.
- Konstruksi baja yang telah dikerjakan harus segera dilindungi terhadap
pengaruh yang merusak dari lingkungan sekelilingnya dengan cara-cara
yang memenuhi syarat.
- Pemeriksaan oleh Tenaga Ahli yang ditunjuk Manajemen Konstruksi
untuk bagian-bagian konstruksi yang akan dipasang, dimana bagian
tersebut dilubangi harus dilakukan guna mencegah dipasangnya elemen-
elemen struktur yang cacat dan tidak memenuhi syarat.

2.5. Bahan-Bahan
- Bahan-bahan yang dipakai untuk pekerjaan baja harus dilengkapi dengan
sertifikat mutu yang harus disertakan bersama-sama pengiriman bahan
tersebut. Sertifikat mutu bahan ini dikeluarkan oleh pabrik yang telah
menyesuaikan mutu bahan dengan standard yang berlaku. Bila
pembelian bahan dari leveransir, maka leveransir harus menyiapkan
sertifikat mutu tersebut yang diperoleh dari pabrik pembuat bahan-bahan
tersebut. (sertifikat SII yang menyangkut ketepatan dan mutu profil L, C,
pelat)
- Di dalam segala hal, bahan-bahan baja harus dikerjakan sesuai dengan
potongan- potongan, tebal, ukuran, dan berat menurut detail-detail
konstruksi pada gambar kerja. Kecuali jika dinyatakan lain, semua
elemen struktur baja harus memenuhi persyaratan PPHI - 1983 untuk
jenis baja BJ 37 ( JIS SS 41 ).
55
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

- Angkur dan baut, jika tidak dinyatakan lain, harus memenuhi persyaratan
yang tercantum dalam petunjuk gambar kerja.
- Cat dasar, cat pelindung dan cat akhir yang digunakan harus mengikuti
standar industri indonesia. Dan menurut petunjuk Manajemen Konstruksi.
- Semua bahan-bahan yang akan digunakan pada proyek ini sebelum
digunakan harus mendapat persetujuan tertulis dari Manajemen
Konstruksi.

2.6. Pelaksanaan Pekerjaan


- Pemeriksaan dan lain-lain. Seluruh pekerjaan di pabrik harus merupakan
pekerjaan yang berbalitas tinggi, seluruh pekerjaan harus dilakukan
dengan ketetapan sedemikian rupa sehingga semua komponen dapat
dipasang dengan tepat dilapangan. Manajemen Konstruksi mempunyai
hak untuk memeriksa pekerjaan di pabrik pada saat yang dikehendaki
dan tidak pekerjaan yang dibawa kelapangan sebelum diperiksa dan
disetujui Manajemen Konstruksi. Setiap pekerjaan yang kurang baik atau
tidak sesuai dengan gambar atau spesifikasi ini akan ditolak dan bila
terjadi demikian, harus diperbaiki dengan segera.

- Gambar pabrik (shop drawing). Sebelum pekerjaan di pabrik dimulai,


Kontraktor harus menyiapkan gambar-gambar kerja yang menunjukan
detail-detail lengkap dari semua komponen, panjang serta tebal ukuran
las, jumlah seda tempat baut-baut serta detail-detail lain. Gambar kerja
harus sudah ditanda tangani oleh tenaga ahli dari Kontraktor sebelum
diperiksa oleh Manajemen Konstruksi, dan pekerjaan di pabrik baru
dimulai setelah gambar kerja disetujui secara tertulis oleh Manajemen
Konstruksi. Gambar kerja yang telah disetujui secara tertulis oleh
Manajemen Konstruksi selanjutnya diperbanyak 5 (lima) kali atas biaya
Kontraktor dan diserahkan pada Manajemen Konstruksi. Walaupun
gambar kerja telah disetuji oleh Manajemen Konstruksi, namun tanggung
jawab atas ketelitian dan kebenaran ukuran gambar kerja tetap pada
Kontraktor.

- Kontraktor wajib meneliti kebenaran dan bertanggung jawab terhadap


ukuran yang tercantum pada gambar kerja yang telah disetujui oleh
Manajemen Konstruksi. Ketidaktepatan dalam hal pengukuran,
pemotongan, dan lain-iain menjadi tanggung jawab Kontraktor dan bila
ada kekeliruan harus segera diperbaiki sesuai gambar kerja.

- Toleransi kelurusan untuk semua komponen disyaratkan sebesar L/10.


Toleransi ketebalan dan lain-lain harus sesuai dengan AISC.

- Pekerjaan Las (kalau ada). Pekerjaan pengelasan harus dikerjakan oleh


tenaga yang benar-benar ahli dalam bidangnya.

1. Sertifikat keahlian merupakan rujukan yang diperlukan dengan


klasifikasi minimal kelas B.
2. Semua logam yang dipakai untuk sambungan harus bebas dari
retak dan cacat-cacat lain yang dapatmengurangi kekuatan
sambungan serta kemulusan permukaan bagian sambungan.
3. Permukaan-permukaan yang dilas harus sama rata dan sesuai
dengan detail-detail gambar kerja. Apabila terdapat pekerjaan
56
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

yang menghasilkan cacat pada unsur elemen struktur akibat


pekerjaan pengelasan, maka bagian ini harus diganti atau
diperbaiki sesuai tingkat cacat-cacatnya dan dilakukan pekerjaan
pengelasan kembali yang memenuhi syarat atas biaya Kontraktor.

- Baut-baut dan mur-mur yang digunakan adalah sejenis tegangan tarik


tinggi (high tension bolt) yang dalam pekerjaannya harus mengikuti
prosedur yang disyaratkan untuk memenuhi hasil yang optimum sebagai
unsur pengikat. Baut harus dilengkapi dengan 2 (dua) buah ring dengan
ukuran dan tebal yang sesuai dengan diameter baut yang digunakan.
Baut-baut yang sudah kencang harus masih mempunyai minimum 4
(empat) ulir di luar ring.

- Jenis dan tebal las. Terdapat tiga jenis cara pengerjaan pengelasan :
1. Shielded Metal-Arc Welding yang selanjutnya disingkat cara
SMAW, digunakan untuk pekerjaanpekerjaan las sudut atau fillet
welds. Spesifikasi bahan elektroda untuk ini mengikuti ASTM
A2313 atau AWS AS.1 dan 45,5. Elektroda yang dipakai adalah E
70 XX untuk 70 ksi tegangan tarik bagi semua pekerjaan
struktural.
2. Submerged-Arc Welding yang selanjutnya disingkat SAW, Cara ini
digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan pabrikasi baja sarang
tawon. Spesifikasi dari elektroda untuk jenis ini mengikuti ASTM
A533 (AWS A5.17 dan A5.23), dengan jenis F7XEXXX.
3. Gabunqan cara SMAW dan SAW untuk hal-hal yang dianggap
Perlu dalam pekerjaan Pengelasan. Ketentuan dari tebal las
minimum, panjang minimum maupun panjang maksimum, apabila
tidak tidak ditentukan lain, harus mengikuti persyaratan yang
tercantum dalam AWS. Manajemen Konstruksi berhak
menetapkan pemeriksaan NDT (Non Destructive Test) terhadap
pekerjaan las, apabila sangat diragukan hasil inspeksi visual
(visual inspection) untuk dapat menetapkan kesempurnaan
pekerjaan las tersebut. Dalam hal ini, semua pembiayaan
pemeriksaan NDT menjadi tanggung jawab Kontraktor.

- Pemasangan di tempat pembangunan Kontraktor wajib menjaga


tumpukan elemen-elemen struktur yang telah berada di lapangan
pekerjaan dengan menyiapkan tempat penyimpanan yang dilengkapi
dengan peralatan-peralatan yang dapat mencegah terjadinya penurunan
kualitas bahan, seperti cacat karat dan cacat akibat kurang sempurnanya
penanganan angkutan bahan-bahan tersebut sebelum dilakukan
pemasangan di tempat konstruksi. Penimbunan yang memakan waktu
lama harus dicegah. Apabila menurut pertimbangan Manajemen
Konstruksi penimbunan bahan yang bersangkutan sudah terlalu lama.
Kontraktor di haruskan untulk melaksanakan pekerjaan dengan segera
atau diharuskan memberikan perlindungan pada bahan-bahan tersebut
dari kerusakankerusakan akibat perubahan cuaca. Alat pelindung untuk
bahan-bahan tersebut harus disediakan oleh kontraktor apabila diminta
oleh Manajemen Konstruksi, alat pelindung tersebut harus tersedia
dilapangan. Dalam segala hal, pekerjaan pemotongan menyelesaikan
pinggiran-pinggiran bekas irisan, bekas pembakaran, dan pengisi harus
benar-benar dapat menjamin sambungan yang memenulhi persyaratan.
57
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Lubang-lubang baut pada plat harus di "bubut" dengan cermat sesuai


dengan spesifikasi gambar dengan toleransi yang ditetapkan dalam
peraturan. Apabila ada pekerjaan meluruskan, mendatarkan dan
melengkungkan dari unsur-unsur struktur, maka proses pekerjaan harus
disesuaikan, dengan jenis struktural, sehingga pelaksanaan pekerjaan
tersebut sesuai dengan persyaratan yang berlaku untuk terjaminnya
kualitas bahan yang dikerjakan.

- Perlindungan pekerjaan-pekerjaan baja (pengecatan). Permukaan yang


berkorosi (karat) harus dibuang dengan menggunakan sikat baja (wire
brush) sampai didapat permukaan dengan warna metalik yang teratur
dan bersih. Permukaan yang telah dibersihkan harus ditunjukan pada
Manajemen Konstruksi untuk mendapat persetujuan tertulis. Segera
setelah pembersihan tersebut selesai, dan disetujui oleh Manajemen
Konstruksi, permukaan harus dicat dasar dengan meni besi (red oxide)
dari jenis Metal Primer Chromate satu lapis setebal 3035 micron.
Pekerjaan baja yang telah diberi cat dasar harus diperiksa dan disetujui
secara tertulis oleh Manajemen Konstruksi sebelum dikirim ke tempat
pekerjaan. Apabila terdapat cat dasar yang tidak baik maka harus
dilakukan pekerjaan ulang dengan membersihkan kembali sesuai dengan
persyaratan. Cat dasar harus dilindungi dengan lapisan cat pelindung
dari Under Coat type 8 satu lapis dengan ketebalan 75 micron. Apabila
terjadi kerusakan cat dasar pada waktu pengangkutan, usaha perbaikan
harus dilaksanakan secepat mungkin tanpa harus menunggu, untuk
mencegah terjadinya cacat karat pada baja. Cat akhir dari jenis Super
Gloss dua lapis dengan ketebalan tiap lapis 35 micron, di tempat
pekerjaan setelah erection.

- Sambungan
Untuk sambungan komponen konstruksi baja yang tidak dapat
dihindarkan, berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
Hanya diperkenankan satu sambungan.
Semua penyambungan profil baja harus dilaksanakan dengan las
tumpu /full penetration butt weld harus disyaratkan jelas dalam
shop drawing,

3. CONTOH BAHAN
- Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh-
contoh material, baja profil, L,C, IWF, plat, kawat las, cat dasar /akhir, baut
dan lain-lain untuk mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi.
- Contoh - contoh yang telah disetujui oleh Manajemen Konstruksi akan dipakai
sebagai standar pedoman untuk Pemeriksaan /penerimaan material yang
dipakai oleh Kontraktor.
- Kontraktor diwajibkan membuat tempat penyimpanan contoh-contoh material
yang telah disetujui di Direksi Keet.

4. PENGIRIMAN DAN PENYIMPANAN BARANG


- Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak
cacat. Beberapa bahan tertentu harus masih berada di dalam kotak/kemasan
aslinya yang masih bersegel dan berlabel pabriknya.
- Bahan harus disimpan ditempat terlindung dan tertutup, kering, tidak lembab
dan bersih, sesuai dengan persyaratan pabrik.
58
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

- Tempat penyimpanan bahan, harus terlindung dan tertutup serta dipisahkan


sesuai dengan jenisnya.
- Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan
penyimpanan. Bila ada kerusakan Kontraktor wajib mengganti atas biaya
sendiri.

5. PENGUJIAN MUTU PEKERJAAN


- Sebelum dilaksanakan pabrikasi pemasangan, Kontraktor diwajibkan
menyerahkan kepada ManajemenKonstruksi "Certificate Test" bahan baja
profil, baut-baut, kawat las, cat dari pabrik.
- Bila tidak ada "Certificate Test" maka Kontraktor harus melakukan pengujian
atas baja profil, baut, kawat las di labortorium yang ditunjuk/ disetujui oleh
Manajemen Konstruksi dengan biaya Kontraktor.
- Pengujian contoh harus disiapkan untuk setiap type dari pengelasan dan tiap
type bahan yang akan dilas. Pengujian bersifat merusak contoh, dengan
prosedur dan kualifikasi harus diadakan sesuai dengan persyaratan ASTM
A370.
- Pengujian pengelasan yang tidak bersifat merusak sambungan las dari
bagian-bagian konstruksi baja harus diuji sesuai dengan kualitas dan las
standar AWS D.1.1.
1. Pengujian secara Radiographic harus sesuai dengan lampiran B dari
AWS D.1.1. Pengelasan dan operator pengelasan memberi tanda
pengenal pada baja seperti ditentulkan dengan tandatanda yang
lengkap dan sempurna serta operasi pengelasan dapat diketahui.
Fasilitas Kontraktor sebaiknya menyediakan fasilitas untuk
pelaksanaan pengujian secara "Radiographic" termasuk sumber
tenaga dan utilitas lainnya tanpa adanya biaya dari Pemberi Tugas.
Perbaikan bagian las yang rusak. Daerah las yang rusak melebihi
standar yang ditentukan pada AWS D.1.1 dan dinyatakan oleh
"Radiographic" dan daerah yang diperbaiki harus dibuat atas biaya
sendiri.
2. Pemeriksaan dengan "Ultrasonic" untuk las dan teknik serta standar
yang dipakai harus sesuai dengan lampiran C dari AWS D.1.1 atau
harus sesuai dengan persyaratan ASTM E114-75 (Ultrasonic Contact
Examination or Weldmends ASTM E273-68 (Ultrasonic Inspection of
Longitudinal and Spiral Welded Pipe Tubing,1974
3. Cara Pemeriksaan dengan "Magnetic Particle" atau "Liguid Penetrant"
harus dengan ASTM E109.

- Jumlah pengujian yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor harus seperti yang
ditentukan di lapangan oleh Manajemen Konstruksi atas biaya Kontraktor.
- Pemeriksaan visual pengelasan harus dilakukan ketika operator membuat las
dan setelah pekerjaan diselesaikan untuk penembusan dari las logam,
peleburan, dan kemampuan umum dari operator setelah pengelasan
diselesaikan, las harus ditangani atau disikat dengan sikat kawatdan
dibersihkan merata sebelum Manajemen Konstruksi memeriksanya.
- Manajemen Konstruksi akan memberikan perhatian khusus pada permukaan
yang pecah-pecah, permukaan yang porous, masuknyanya kerak-kerak las
pada permukaan, potongan bawah, lewatan /overlap, kantong udara dan
ukuran lasnya. Pengelasan yang rusak harus diperbaiki sesuai dengan
persyarata AWS D. 1.1.
59
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

- Hasil pengujian di laboratorium diserahkan pada Manajemen Konstruksi


secepatnya.
- Seluruh biaya yang berhubungan dengan bahan /las dan sebagainya menjadi
tanggung jawab Kontraktor.

6. PEKERJAAN PENUTUP ATAP


a. Lingkup pekerjaan
Lingkup pekerjaan penutup atap ini meliputi pemasangan peredam panas,
peredam suara dan atap Zincalume.
b. Zincalume yang mempunyai cacat tidak boleh dipakai, sebelum dan sesudah
pembelian Zincalume harus sepengetahuan Manajemen Konstruksi Lapangan.
c. Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan
- Pemasangan Zincalume baru dapat dimulai setelah rangka atap dipasang
dengan jarak sesuai dengan luas Zincalume yang akan dipasang dan telah
disetujui Manajemen Konstruksi.
- Zincalume harus memenuhi persyaratan NI-19.
- Pemasangan Zincalume harus dilakukan dengan penuh ketelitian dan
kerapian. Tepi-tepi Zincalume dan alur-alurnya garis-garis lurus baik dari atas
kebawah maupun dari sisi yang lainnya. Hal ini bisa tercapai bila dalam
pemasangan Zincalume juga ditimbang dengan tarikan benang. Untuk
memulai pemasangan Zincalume harus mendapat persetujuan terlebih
dahulu dari Manajemen Konstruksi.
- Penutup atap lainnya yang belum termasuk dalam RKS, namun tertera dalam
gambar akan diatur oleh Manajemen Konstruksi.
60
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 13. ADUKAN ENCER (GROUT)

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, alat-alat dan bahan serta
pemasangan adukan cair pada pekerjaan-pekeriaan seperti ditunjukkan dalam
Gambar Keria dan /atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 American Society for Testing and Materials (ASTM).
2.2 American Concrete lnstitute (ACl).
2.3 SNI-2847-2013 - Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung
2.4 Spesifikasi Teknis :
Beton Cor di Tempat.
Baja Struktur.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Contoh Bahan dan Data Teknis.
Contoh, brosur dan/atau data teknis bahan yang akan digunakan harus
diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui terlebih dahulu sebelum
didatangkan kelokasi.

3.2 Pengiriman dan Penyimpanan.


Kantong kemasan asli dari pabrik harus dalam keadaan tertutup rapat dan harus
disimpan dalam gudang yang cukup ventilasinya, tidak terkena air, tidak berubah
warna dan tidak berbongkah serta diletakkan pada tempat yang tingginya 30cm
dari lantai.

4. BAHAN-BAHAN.
61
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

4.1 Adukan Encer.


Adukan encer harus dibuat dari bahan dasar semen, dan harus memiliki
karakteristik minimal sebagai berikut :
- Bebas dari bahan klorida dan alumina,
- Jenis non-shrinkage dan non-metallic,
- Memiliki kuat tekan minimal 700kg/cm2 pada umur 28 hari,

4.2 Air.
Air sebagai bahan pencampur/pengencer harus air yang bersih seperti
disyaratkan.

4.3 Cetakan/Acuan.
Bahan cetakan/acuan dibuat dari bahan besi pelat atau kayu lapis dengan
ketebalan yang sesuai, yang dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan ukuran
dan bentuk yang ditunjukan dalam Gambar Kerja. Cetaken/acuan harus sama
pada semua tenrpat yang menghendaki ukuran dan bentuk yang sama.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Persiapan.
5.1.1 Cetakan/acuan harus dibuat sedemikian rupa sehingga adukan encer
dapat dialirkan seluruhnya selama pelaksanaan. Jalan masuk yang baik
harus disediakan.
5.1.2 Cetakan/acuan harus sudah disiapkan dan bagian yang akan menerima
adukan encer harus dibersihkan dari minyak, gemuk dan segala kotoran
lainnya yang akan mengurangi daya lekat. Debu harus ditiup keluar dari
cetakan.
5.1.3 Angkur-angkur, baut pengencang dan pelat landasan harus sudah tepat
elevasinya sebelum penuangan adukan encer.
5.2 Cuaca.
Cuaca pada saat akan melaksanakan pekerjaan ini harus sesuai dengan
persyaratan dari pabrik pembuat adukan encer bersangkutan.

5.3 Campuran Adukan Encer.


Perbandingan campuran antara bahan adukan encer dengan air sesuai petunjuk
dari pabrik pembuat Pencampuran harus dilakukan dengan bertenaga atau
tangkai pengaduk yang kecepatan rendah Pelaksanaan. cara mekanis, dengan
alat pencampur sesuai yang dipasang pada mesin bor kecepatan rendah

5.4 Pelaksanaan
5.4.1 Adukan encer dapat dituangkan atau dipompakan ke dalam
cetakan/acuan atau sesuai petunjuk pabrik pembuat. Penggetaran halus
akan memperlancar aliran.
62
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.4.2 Penggunaan tali atau rantai akan memperlancar aliran pada bagian yang
berjarak lebih dari 100cm (gerakan menggergaji dari tali atau rantai
melancarkan aliran adukan encer - cara ini harus dilakukan sedemikian
rupa agar tidak terbentuk ruang kosong).
5.4.3 Aliran adukan encer harus tetap terjaga sampai adukan encer mengisi
rongga cetakan dan telah memenuhi seluruh panjang cetakan pada sisi
lainnya. Penempatan adukan encer harus dilakukan dari salah satu sisi
saja.

BAB 14. PERKERASAN BLOK BETON

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi pengangkutan,pemasangan perkerasan blok beton Kerja
penyediaan bahan, tenaga, alat-alat bantu lainnya dan pada tempat-tempat seperti
ditunjukkan dalam Gambar.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 Standar lndustri lndonesia (Sll)/Standar Nasional lndonesia (SNl) :
- Sll.0819-84/SNI.03-0691-1989 - Bata Beton untuk Lantai.
2.2 British Standard (BS).
2.3 Spesifikasi Teknis:
- Galian, Urukan Kembali dan Pemadatan.
- Persiapan Tanah Dasar.
- Lapis Pondasi Bawah.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Contoh Bahan dan Data Teknis.
3.1.1 Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan dan data teknis bahan yang
dibutuhkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui, sebelum
pengadaan bahan.
Data teknis harus meliputi deskripsi, karakteristik dan petunjuk
pemasangan.
3.1.2 Biaya pengadaan contoh dan pengujian menjadi tanggung jawab
Kontraktor.

3.2 Gambar Detail Pelaksanaan.


63
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Kontraktor harus menyerahkan Gambar Detail Pelaksanaan kepada Pengawas


Lapangan sebelum memulai pekerjaa. Gambar Detail Pelaksanaan harus
mengacu kepada Gambar Kerja dalam bentuk, ukuran, dimensi dan mutu beton
yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini.

3.3 Pemeriksaan dan Pengujian.


3.3.1 Semua pekerjaan perkerasan blok harus diperiksa dan diuji. Setiap
pemasangan yang dinilai tidak sesuai harus disingkirkan dan diganti
dengan yang baru tanpa tambahan dari Pemilik Proyek.
3.3.2 Blok beton yang tidak memenuhi persyaratan Spesifikasi ini akan ditolak
dan Kontraktor harus mengganti dengan blok beton yang memenuhi
persyaratan tanpa tambahan biaya.

4. BAHAN-BAHAN.
4.1 Blok Beton.
4.1.1 Blok beton harus memiliki kuat tekan minimal 200kg/cm2, kecuali bila
ditentukan lain oleh Pengawas Lapangan dan harus memenuhi ketentuan
SII.0819-84/SNI.03-0691-1989, produk Cisangkan. Blok beton harus dari
tipe Trihex warna netral, dengan ketebalan masing-masing 80mm.
4.1.2 Blok beton dengan permukaan yang terdiri dari butiran batu dalam warna
natural, harus dari tipe Pearlstone buatan Cisangkan, berukuran 400mm x
400mm dengan tebal 50mm atau sesuai Gambar Kerja.

4.2 Pinggiran/Kanstein.
Pinggiran perkerasan blok harus dari tipe Kanstein 15.30.40 dan Mulul Air
Kanstein 15.30.40 produksi Conbloc lndonesia.

4.3 Pasir.
Pasir untuk alas dan pengisi ceiah pasangan blok beton harus keras, bersih,
bebas dari tanah liat dan lumpur dan harus digradasi dengan baik serta disetujui
Pengawas Lapangan,
Gradasi pasir harus memenuhi ketentuan berikut :

Presentase Berat Melalui Saringan


Saringan
Pasir Alas Pasir Pengisi
9,52 mm 100 -
4,75 mm 95-100 -
2,36 mm 80-100 100
1,18 mm 50-85 90-100
64
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

0,600mm 25-60 60-90


0,300mm 10-30 30-60
0,150mm 5-15 15-30
0,075mm 0-10 5-10
Kadar Air(%) <10 <5
Kadar Lempung (%) <3 <10

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN
5.1 Lapis Pasir
5.1.1 Tanah dasar dan lapis pondasi bawah harus disiapkan sesuai bentuk
melintang dan memanjang dan memiliki kemiringan ke arah dua sisi
sebesar 2%,Tanah dasar harus memenuhi ketentuan Spesifikasi Teknis
dan lapis pondasi bawah sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis.
5.1.2 Lapis pondasi bawah harus dihampar seffira merata dengan ketebalan
sesuai petunjuk Gambar Kerja.
5.1.3 Lapisan pasir alas disebarkan di atas lapis pondasi bawah secara merata,
dengan ketebalan (setelah dipadatkan) 50mm, atau sesuai petunjuk
Gambar Kerja.

5.2 Pemasangan Blok Beton.


5.2.1 Blok beton harus diletakkan secara manual di atas lapisan pasir yang
belum dipadatkan, sesuai dengan pola yang ditentukan dalam Gambar
Kerja.
5.2.2 Pemotongan blok beton di bagian tepi harus dilakukan dengan gergaji
mesin dengan ukuran yang tepat dengan daerah yang akan dipasang.
5.2.3 Setelah pemasangan, perkerasan blok beton harus dipadatkan untuk
mendapatkan lapisan pasir yang kuat pada elevasi dan bentuk
permukaan yang diinginkan, tidak kurang dari 3 (tiga) lintasan, dengan
alat pemadatan yang sesuai.
5.2.4 Pasir untuk pengisi celah harus disebarkan di atas perkerasan blok dan
harus disapu sedemikian rupa agar mengisi celah.Kelebihan pasir harus
disingkirkan dari permukaan dan celah harus dipadatkan dengan alat
penggetar minimal 2 (dua) lintasan.

5.3 Pemasangan Pinggiran Blok Beton.


Pinggiran blok beton harus ditempatkan pada tepi pasangan blok beton seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Galian untuk pondasi pinggiran beton harus
dipadatkan, diberi lapisan beton mutu K-175 dengan tebal minimal 30mm atau
sesuai petunjuk Gambar Kerja. Kedalaman pondasi harus dibuat sesuai petunjuk
Gambar Kerja. Bahan-bahan asing yang mengganggu harus disingkirkan dari
pondasi.
65
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 15. PERKUATAN BETON

1. LINGKUP PEKERJAAN.
pekerjaan ini mencakup pengadaan bahan baja tulangan yang sesuai Gambar Kerja
Pekerjaan ini termasuk semua mesin, peralatan, tenaga kerja, dan pemasangan baja
tulangan spesifikasi ini akan tebih kuat dari pada Gambar kerja bila ada perbedaan
detail yang mungkin terjadi.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 SNI-2847-2013 - Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung
2.2 American Concrete lnstitute (ACl)
2.3 Standar lndustri lndonesia (SIl)/Standar Nasional lndonesia (SNl)
2.4 Spesifikasi Teknis - Beton Cor di Tempat

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Contoh Bahan dan Sertifikat Pabrik
3.1.1 Kontraktor harus menyerahkan kepada Pengawas Lapangan, contoh
bahan Beserta sertifikat pabrik bahan baja tulangan untuk disetujui
3.1.2 sebelum pengadaan bahan, semua daftar bahan dan daftar pemotongan
harus disiapkan. Oleh Kontraktor dan diserahkan kepada Pengawas
Lapangan untuk disetujui. Persetujuan yang diberikan tidak berarti
membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya untuk memastikan
kebenaran daftar pemesanan dan daftar Pemotongan setiap
penyimpangan dari daftar bahan dan daftar penulangan yang telah
disetujui menjadi tanggungjawab Kontraktor untuk menggantinya atas
biayanya.

3.2 Gambar Detail Pelaksanaan


66
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

3.2.1 Gambar Detail pelaksanaan berikut harus diserahkan oleh Kontraktor


kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui :
- Daftar penulangan yang menunjukkan pembengkokan ukuran kait.
lewatan, sambungan dan lainnya yang memenuhi ACI 315 dan/atau
SNI-2847-2013
- Gambar harus menunjukkan spasi tulangan, selimut dan jarak antara.
pasak besi dan penahan jarak/gelang-gelang
3.2.2 Kontraktor dinjinkan mengganti ukuran rencana baja tulangan yang
ditunjukkan dalam Gambar Kerja selama penggantian tersebut dianalisa
dengan teliti dan Kontraktor telah memeriksa bahwa kekuatan yang
dinginkan tetap terpenuhi Penggantian harus disetujui Pengawas
Lapangan sebelum pelaksanaan Pekerjaan.

3.3 Pengiriman dan Penyimpanan.


Baja tulangan setiap waktu harus dilindungi dari kerusakan dan harus
ditempatkan diatas balok-balok untuk mencegah menempelnya lumpur atau
benda asing lainnya pada baja tulangan. Tempat penyimpanan harus dinaikkan
agar aman dari air permukaan.

4. BAHAN-BAHAN
4.1 Umum.
Semua baja tulahgan lunak harus dalam keadaan baru, tidak berkarat atau
memiliki cacat lainnya serta harus memenuhi ketentuan dalam Spesifikasi Teknis
ini.

4.2 Baja Tulangan Polos.


Kecuali ditentukan lain, baja tulangan polos dengan diameter < 13mm harus dari
baja mutu BjTP-24 dengan tegangan leleh minimal 2400kg/cm2, dan memenuhi
ketentuan SII-0136-84/SNI.07-2052-1990.
Diameter yang digunakan harus sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.

4.3 Baja Tulangan Berulir.


Kecuali ditentukan lain, baja tulangan berulir dengan diameter > 13mm harus dari
mutu BjTD-40 dengan tegangan leleh minimal 4000kg/cm, dan memenuhi
ketentuan Sll-0136/SNI, 07-2052-1 990.
Diameter yang digunakan harus sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.

4.4 Jarlng Kawat Baja Las


Jaring Kawat Baja Las harus dari mutu Bj-50 dengan tegangan leleh
5000k9/cm2,
memenuhi ketentuan S11.0784-83/SNl.07-0663-1989, buatan Union.
67
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Kait dan Pembengkokkan.
Penulangan harus dilengkapi dengan kaiUbengkokan minimal sesuai ketentuan
SNI-2847-2013 atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan dan/atau Gambar
Kerja.

5.2 Pemotongan.
Panjang baja tulangan yang melebihi ketentuan Gambar Kerja (kecuali lewatan)
harus dipotong dengan alat pemotong besi atau alat pemotong yang disetujui
Pengawas Lapangan. Pada bagian yang membutuhkan bukaan untuk dudukan
mesin, peralatan dan alat utilitas lainnya, baja tulangan harus dipotong sesuai
dengan besar atau ukuran bukaan.

5.3 Penempatan dan Pengencangan.


5.3.1 Sebelum pemasangan, baja tulangan harus bebas dari debu, karat, kerak
lepas, oli, cat dan bahan asing lainnya.
5.3.2 Semua baja tulangan harus terpasang dengan baik, sesuai dengan mutu,
dimensi dan lokasi seperti dituniukkan dalam Gambar Kerja. Penahan
jarak dengan bentuk balok persegi atau gelang-gelang harus dipasang
pada setiap m2 atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.Batu, bata
atau kayu tidak diijinkan digunakan sebagai penahan jarak atau sisipan.
Semua penahan jarak atau sisipan harus diikat dengan kawat no AWG 16
(1,62mm) atau yang setara. Las titik dapat dilakukan pada baja lunak
pada tempat-tempat yang disetujui Pengawas Lapangan.

5.4 Pengecoran Beton.


Pengecoran beton harus dilaksanakan sesuai ketentuan spesifikasi Teknis
68
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 16. BETON COR DI TEMPAT

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Lingkup pekerjaan ini meliputi pengangkutan, pengadaan bahan, peralatan dan
tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton pada tempat-tempat seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja. pekerjaan ini termasuk tetapi tidak terbatas pada
hal-hal berikut :
Seluruh pekerjaan beton struktural seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja
Beton tumbuk, lantai kerja dan beton ringan serta beton non-struktural lainnya
seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 American Concrete lnstitute (ACl)
2.2 American society for Testing and Materials (ASTM).
2.3 American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO)
2.4 Standar lndustri lndonesia (Sll)/Standar Nasional lndonesia (SNl)
5.5 SNI-2847-2013 - Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung
2.5 Spesifikasi Teknis :
Uji Beton.
Galian, Urukan Kembali dan Pemadatan
Perkuatan Beton.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Gambar Detail Pelaksanaan
Gambar Detail pelaksanaan berikut harus diserahkan Kontraktor kepada
Pengawas Lapangan untuk disetujui, dan harus meliputi :
Diagram penulangan yang menunjukkan pembengkokan, kait, lewatan,
sambungan dan lainnya sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis.
69
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Bentuk cetakan harus menunjukkan batang struktur, spasi, ukuran,


sambungan, sisipan dan pekerjaan lainnya yang terkait.
Metoda pengecoran termasuk desain campuran, tenaga kerja, peralatan
dan alat- alat kerja.

3.2 Pemeriksaan, Pengambilan contoh dan Pengujian


3.2.1 Pemeriksaan Lapangan
Sebelum memulai pekerjaan beton, pengujian pendahuluan
tersebut di bawah akan dilakukan oleh Pengawas Lapangan
dengan biaya Kontraktor. Pengujian tambahan harus dilakukan
bila diperlukan. Kontraktor harus mengacu, kepada hasil
campuran percobaan dan estimasi yang akan digunakan dalam
pekerjaan ini
Kontraktor harus membantu Pengawas Lapangan dalam
pelaksanaan pengambilan contoh dan pengujian. Pengujian
pendahuluan akan meliputi penentuan hal-hal berikut :
- Keawetan
- Karateristik batu pecah
- Tipe dan kualitas semen.
- Pemilihan dan dosis bahan tambahan.
- Perbandingan kelas batu pecah dalam campuran.
- Kekuatan semen.
- Faktor air semen.
- Pengujian slump
- Karateristik berbagai campuran beton segar
- Kuat tekan
- Kerapatan air
- Ketahanan terhadap cuaca
- Ketahanan terhadap reaksi bahan kimia
Pengujian-pengujian ini harus dilakukan sampai diperoleh
campuran yang sesuai dengan ketentuan Spesifikasi ini.

3.2.2 Pengambilan Contoh dan Pengujian.


Semua pengambilan contoh dan pengujian harus dilakukan oleh
Kontraktor tanpa tambahan biaya. Pekerjaan ini akan berlangsung terus
selama pelaksanaan pekerjaan beton. Pengambilan contoh dan
pengujian harus ditentukan oleh Pengawas Lapangan, seperti tersebut di
bawah:
Semen.
Semen harus memiliki sertifikat dari pabrik pembuat, yang
menunjukkan berat per zak, bahan alkali yang sesuai.
Agregat.
70
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Agregat harus sesuai dan diuji menurut standar ASTM C 33.


Pengujian dimulai 28 hari sebelum pelaksanaan pekeriaan beton.
Beton.
Minimal 28 hari sebelum pekerjaan beton dimulai, Kontraktor
harus membuat percobaan campuran untuk pengujian, bahan-
bahan yang akan digunakan, dan metode yang akan digunakan
untuk pekerjaan ini.
Bahan Tambahan.
Semua bahan tambahan untuk beton harus diuji sesuai standar
ASTM minimal 28 hari sebelum pekerjaan beton dimulai.
Bahan tambahan tidak diijinkan digunakan tanpa persetujuan
Pengawas Lapangan.

3.3 Campuran Beton.


Desain campuran beton harus ditentukan oleh hal-hal berikut :
- Mengambil contoh dengan peralatan laboratorium yang dibutuhkan.
- Mengukur berat pasir, kerikil, semen, kerucut air dan contoh batu pecah.
- Perhitungan.

3.4 Pengiriman dan Penyimpanan.


3.4.1 Semen
Semua bahan semen dalam zak yang didatangkan ke lokasi harus
segera disimpan di tempat terlindung yang disediakan oleh
Kontraktor. Lantai tempat penyimpan harus berada di atas tanah,
sehingga bila hujan lantai tidak menjadi basah/harus mencegah
kelembaban.
Semen tidak boleh disimpan di luar, kecuali bila akan segera
digunakan. - Penyimpanan harus ditumpuk tidak lebih dari tinggi
150cm dan harus dipisah-pisah berdasarkan umur produksi.
Penyimpanan semen dalam zat harus dibatasi sampai 90 hari,
dan 6 bulan dalam kemasan besar. Bila waktu penyimpanan
melebihi dari yang disyaratkan, semen harus diuji berdasakan
standar ASTM C 150 darr/atau peraturan lokal yang berlaku
dan/atau disetujui Pengawas Lapangan.
Kontraktor harus mencatat dan memberikannya kepada
Pengawas Lapangan, sebuah catatan, tanggal, jumlah dan lokasi
penyimpanan setiap semen yang didatangkan dan digunakan.
Kontraktor setiap waktu harus menyediakan fasilitas untuk
pemeriksaan semen, bila diperlukan.

3.4.2 Batu Pecah.


71
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Batu pecah harus disimpan di lokasi yang bersih, bebas dari aliran air
permukaan, yang dilengkapi dengan drainase yang baik, dan bebas dari
benda asing lainnya. Tinggi penumpukan tidak lebih dari 120cm agar batu
pecah tidak berhamburan.

3.4.3 Bahan Tambahan.


Tanggal produksi bahan tambahan harus tercantum pada kemasan dan
disimpan di suatu tempat yang terlindung. Penggunaan bahan tambahan
harus ditentukan dan disetujui Pengawas Lapangan. Semua biaya
penggunaan bahan tambahan harus sudah termasuk dalam harga
penawaran kontrak.

4. BAHAN-BAHAN.
4.1 Beton.
4.1.1 Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk
Pengawas Lapangan, beton dikelompokkan dalam kelas yang berbeda
yang terdiri dari :
- Mutu beton fc=20 MPa, fc=25 MPa, fc=30 MPa untuk beton
struktural.
- Mutu beton fc=14.5 MPa untuk beton non-struktural.
- Mutu beton fc=10 MPa untuk beton pengisi dan lantai kerja
pondasi.
4.1.2 Komposisi beton, baik berat atau volume, harus ditentukan oleh
Pengawas Lapangan dan harus memenuhi kondisi berikut:
- Slump harus ditentukan sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis.
- Campuran altematif harus digunakan sebelum disetujui Pengawas
Lapangan.
- Tanpa air yang berasal dari batu pecah.

4.2 Semen.
Semen harus daritipe I dan memenuhi persyaratan Sll-0013-81/SNl.15-
2049.1994 atau ASTM C 150-96. Sebelum pengadaan semen, sertifikat semen
harus diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui, termasuk metoda
dan cara pengangkutan harus disertakan. Semen harus diadakan dalam
kemasan besar atau zak, tergantung persetujuan dari Pengawas Lapangan.

4.3 Air.
Air untuk campuran, perawatan atau aplikasi lainnya harus bersih dan bebas dari
unsur-unsur yang merusak seperti alkali, asam, garam dan bahan anorganik
72
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

lainnya. Air dari kualitas yang dikenal dan untuk konsumsi manusia tidak perlu
diuji. Bagaimanapun, bila hal ini terjadi, semua air kecuali yang telah disebutkan
di atas, harus diuji dan disetujui Pengawas Lapangan.

4.4 Agregat Halus.


4.4.1 Agregat halus untuk beton harus terdiri dari pasir keras dan harus
disetujui Pengawas Lapangan. Agregat halus harus memenuhi keterrtuan
berikut :

METODE UJI BERAT %


JENIS BAHAN
AASHTO MAXIMAL
Gumpalan tanah liat T 112 0.5%
Batu bara dan bahan
T 113 0.5%
terbakar
Bahan lolos saringan
T11 3%
no.200

4.4.2 Agregat halus tidak boleh mengandung bahan-bahan anorganik, asam,


alkali dan bahan lain yang merusak.
Agregat halus harus merata digradasi dan harus memenuhi ketentuan
gradasi berikut :

% BERAT YANG LOLOS


SARINGAN
(AASHTO T27)
3/8 (9,5mm) 100
No.4 (4,75mm) 95-100
No.16 (1,18mm) 45-80
No.50 (0,300mm) 10-30
No.100 (0,150mm) 2-10

4.5 Agregat Kasar.


4.5.1 Agregat kasar untuk konstruksi harus terdiri dari batu butiran, batu pecah,
terak dapur tinggi atau bahan lainnya yang disetujui yang memiliki
karakteristik serupa yang keras, tahan lama dan bebas dari bahan-bahan
yang tidak diinginkan. Agregat kasar harus bebas dari bahan-bahan yang
merusak dan harus memenuhi ketentuan berikut :

BAHAN METODE UJI AASHITO BERAT % MAKSIMAL


Gumpalan tanah liat T112 0.25%
73
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Bahan lolos saringan


T11 1%
no.200
Bahan tipis panjang lebih
dari 5x ketebalan - 10%
maksimal
Bahan- bahan lain yang merusak harus tidak lebih dari batas persentae
yang ditentukan dalam spesifikasi teknis ini dan/ atau disetuji Pengawas
Lapangan

4.5.2 Gradiasi bantuan kasar harus memenuhi ketentuan berikut:

UKURAN PRESENTASE BERAT LOLOS SARINGAN %


MAKSIMAL
BATU UKURAN SARINGAN
PECAH
(CM) 5,08 2,54 1,905 1,27 0,952 No.4 No.8 No.16
95-
3,81 - - - 10-30 0-5 - -
100
1,905 - 100 90-100 - 20-55 0-10 0-5 -
0,952 - - - 100 85-100 10-30 0-10 0-5

4.5.3 Agregat kasar dari ukuran yang berbeda harus digabung dengan ukuran
lain dengan perbandingan berat atau volume untuk menghasilkan batuan
yang memenuhi persyaratan gradasi yang ditentukan.

4.6 Bahan Perawatan.


Bahan untuk perawatan harus memenuhi ketentuan berikut :

NO DESKRIPSI METODA UJI


1 Tikar katun untuk perawatan beton AASHTO M 73
2 Lembaran kain dari serat/goni AASHTO M182
AASHTO M139
3 Kertas kedap air untuk perawatan beton
(ASTM C171)
4 Lapisan cairan untuk perawatan beton AASHTO M 148
Lembaran polyethylene putih untuk
5 AASHTO M 171
perawatan beton

Metoda lain untuk perawatan beton harus disetujui Pengawas Lapangan.


74
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

4.7 Bahan Tambahan.


4.7.1 Bahan tambahan untuk menahan gelembung udara untuk semua beton
ekspos harus memenuhi ketentuan ASTM C 260.
4.7.2 Bahan tambahan untuk mengurangi air dan memperlambat pengerasan
beton, bila dibutuhkan, harus memenuhi ketentuan ASTM C 494 tipe B
dan D.
4.7.3 Bahan tambahan untuk mempercepat pengerasan beton, bila diperlukan,
harus memenuhi ketentuan ASTM C 494 tipe C.

4.8 Pengisi Sambungan/Joint Filler dan Joint Sealant.


4.8.1 Joint filler harus memenuhi persyaratan AASHO M 213-65 dan US
Federal Specification HH-F 34 1a type 1 class B,
4.8.2 Joint sealant harus memenuhi persyaratan US Federal Specification SS-S
-200 D/TT-S-00227 E type ll, BS 4254,

4.9 Water Stop


Water Stop harus dari tipe/jenis dan bentuk yang sesuai dengan tipe/jenis
sambungan pekerjaan beton seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja,

4.10 Baja Tulangan.


Baja tulangan harus memenuhi ketentuan spesifikasi teknis.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Perancah dan Acuan.
5.1.1 Perancah harus dibuat di atas pondasi dengan kekuatan yang memadai
untuk menerima beban tanpa penurunan.
5.1.2 Perancah yang berdiri di atas tanah lembek harus didukung dan diperkuat
dengan perancah tambahan yang sesuai. Sebelum menempatkan
perancah,gambar rancangan pemasangan/penempatan perancah harus
diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui.
5.1.3 Acuan harus memenuhi ketentuan berikut :
Semua acuan harus dilengkapi dengan lubang pembersihan yang
memadai untuk pemeriksaan dan pembersihan setelah pemasangan
baja tulangan.
Bahan acuan harus dari papan kayu tebal minimal 20mm, kayu lapis
tebal minimal 12mm, baja pelat lembaran tebal minimal 0,6mm, atau
bahan lain yang disetujui.
Permukaan beton yang menghendaki penyelesaian halus dan di-
ekspos harus menggunakan acuan kayu lapis.
Acuan harus rapat dan kaku agar tidak terjadi distorsi yang
diakibatkan oleh tekanan alat penggetar dan beban beton atau
lainnya.
75
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Acuan harus dibuat dengan teliti dan diperiksa kemampuan


konstruksinya sebelum pengecoran.
Semua sudut sambungan/pertemuan harus kaku untuk mencegah
terbukanya acuan selama pekerjaan pengecoran berlangsung.
Kontraktor
bertanggung jawab untuk acuan dan penopangnya yang memadai.
lkatan metal, penunjang, baut dan batang harus disusun sedemikian
rupa sehingga ketika acuan dibuka, semua metal harus berada tidak
kurang dari 50mm dari permukaan beton ekspos.
Untuk permukaan beton ekspos, ikatan metal, bila diijinkan, harus
disingkirkan sampai kedalaman minimal 25mm dari permukaan beton
tanpa merusak.
Kerucut yang sesuai harus disediakan. Cekungan-cekungan harus
diisi dengan adukan dan permukaan harus tetap halus, rata dan
seragam dalam warna.
5.1.4 Bila dasar acuan sukar dicapai, dinding bagian bawah acuan harus
dibiarkan terbuka, atau perlengkapan lain harus disediakan sehingga
bahan-bahan asing dapat disingkikan dari acuan dengan mudah sebelum
penempatan beton.
5.1.5 Semua dinding acuan harus diberi lapisan oli yang disetujui sebelum
penempatan baja tulangan, dan acuan dari kayu harus dibasahi dengan
air sebelum penempatan beton. Bahan pelapis yang akan menyebabkan
perubahan warna asli beton tidak boleh digunakan.

5.2 Toleransi
Kontraktor harus menjaga dan menyetel acuan untuk memastikan, setelah
pembongkaran acuan dan sebelum pekerjaan akhir, bahwa tidak ada bagian
beton yang melebihi toleransi yang diijinkan dalam Gambar Kerja. Variasi
ketinggian lantai harus diukur sebelum pembongkaran pelindung dan penumpu.
Toleransi harus memenuhi ketentuan ACI 347 dan/atau disetujui Pengawas
Lapangan.

5.3 Selimut Beton.


Bila tidak ditentukan, ukuran minimal selimut beton yang disesuaikan dengan
penggunaannya (tidak termasuk pelesteran), adalah sebagai berikut :
- Pondasi atau pekerjaan lainnya yang berhubungan langsung dengan tanah
75mm atau sesuai petunjuk Gambar Kerja.
- Kolom dan balok-balok beton 40mm, atau sesuai petunjuk dalam Gambar
Kerja.

5.4 Perbandingan dan Campuran Beton.


76
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

5.4.1 Perbandingan bahan ditentukan dengan penimbangan atau dengan


metoda yang disetujui Pengawas Lapangan. Perbandingan volume tidak
diijinkan tanpa persetujuan Pengawas Lapangan.
5.4.2 Semua beton harus dicampur dengan mesin. Waktu pencampuran harus
sesuai dengan petunjuk kapasitas alat pencampur.
5.4.3 Slump yang diijinkan minimal 65mm dan maksimal 75mm. Pencampuran
beton tidak boleh dimulai tanpa memastikan persediaan bahan yang
memadai, dalam batas yang aman, agar pengecoran beton dapat
dilaksanakan.
5.4.4 Bila pengecoran tidak dapat dihentikan, Kontraktor harus menyediakan
peralatan tambahan yang memadai yang disetujui Pengawas Lapangan.
5.4.5 Beton ready-mixed harus dicampur dan didatangkan sesuai ketentuan
ASTM 994 atau ASTM C 685.

5.5 Penempatan Beton dan Pembongkaran Acuan.


5.5.1 Beton tidak boleh ditempatkan sampai semua acuan, penulangan,
sisipan, block out dan lainnya telah disetujui Pengawas Lapangan. Acuan
harus dibersihkan, bebas dari guncangan, celah, mata kayu, kotoran dan
bengkokan sebelum pengecoran.
5.5.2 Metoda dan urutan pengecoran harus sesuai dengan Spesifikasi Teknis
ini dan petunjuk Gambar Kerja.
Bagian yang dipersiapkan dan disetujui untuk dicor tidak boleh lebih luas
dari 16,83m2 setiap bloknya.
Pada setiap pelaksanaan, pengecoran harus dilakukan blok demi blok.
5.5.3 Bagian luar permukaan beton harus dikerjakan dengan baik selama
pengecoran.
Penggetaran terus-menerus pada jarak 380-500mm harus tetap terjaga
untuk mencegah kopos dan untuk mendapatkan permukaan yang halus.
Selama penggetaran beton, tangkai penggetar harus dipegang tegak
lurus terhadap permukaan horisontal beton segar.

5.6 Corong dan Saluran.


5.6.1 Beton harus ditempatkan sedemikian rupa untuk mencegah terpisahnya
bahan-bahan dan bergesernya baja tulangan, Bila dibutuhkan kemiringan
yang tajam, corong harus dilengkapi dengan papan-papan berukuran
pendek yang mengubah arah gerakan. Semua corong, saluran dan pipa
harus dijaga agar bebas dari beton yang mengeras dengan cara
menyiram air setiap kali setelah penuangan. Siraman air harus jauh dari
beton yang baru saja selesai ditempatkan.
5.6.2 Beton tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 150cm kecuali
melalui corong tertutup atau pipa. Setelah ikatan awal beton, acuan tidak
boleh digetarkan dan tekanan tidak boleh dilakukan pada ujung pelindung
tulangan.
77
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Beton harus diangkat dari mesin pengaduk dan diangkut dalam waktu 1
jam ke lokasi akhir yang disetujui Pengawas Lapangan.
Hal ini untuk memastikan bahwa beton sesuai dengan mutu yang
disyaratkan pada waktu penempatan dan Kontraktor harus menjaga
pengangkutan beton yang menerus/tidak terputus-putus.
5.6.3 Semua peralatan, mesin dan alat-alat yang digunakan untuk pekerjaan ini
harus bersih, dan bekerja dengan baik. Bila memungkinkan, sebuah unit
pengganti atau suku cadang harus disediakan di lokasi.
5.6.4 Bila digunakan, jalur pompa harus diletakkan sedemikian rupa sehingga
aliran beton tidak terganggu. Benda-benda tajam harus disingkirkan.
5.6.5 Kadar air dan ukuran partikel batuan harus diawasi dengan teliti ketika
beton dipompa untuk mencegah pemampatan.
Kemiringan saluran untuk mengalirkan beton segar harus dipilih dengan
tepat sehingga beton dengan kadar air rendah dapat mengalir dalam
aliran seragam tanpa pemisahan semen dan batuan.
5.6.6 Bila beton ditempatkan langsung di atas tanah, alas atau dasar harus
bersih dan padat, dan bebas dari air atau aliran air.
Permukaan lantai yang akan diberi beton harus benar-benar bersih dari
lumpur, batu lepas, kotoran dan bahan lapisan lain yang mengganggu.
Prosedur ini harus diketahui dan disetujui Pengawas Lapangan.

5.7 Pengisi Sambungan.


5.7.1 Sambungan muai yang diisi harus dibuat serupa dengan sambungan
terbuka. Bila ditentukan pembentukan ulang sambungan muai, ketebalan
pengisi yang dipasang sesuai dengan ketentuan Gambar Kerja. Pengisi
sambungan harus dipotong dengan bentuk dan ukuran yang sama
dengan permukaan yang akan disambung.
5.7.2 Pengisi harus dipasang dengan kuat terhadap permukaan beton yang
telah ditempatkan dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak bergeser
bila disampingnya ditempatkan beton.
5.7.3 Bila diperlukan penggunaan lebih dari 1 lembar pengisi untuk mengisi
sambungan, lembaran harus ditempatkan secara rapat dan celah di
antnranya diisi dengan aspal kelas 18kg, dan salah satu sisinya harus
ditutup dengan aspal panas agar tersimpan dengan baik.
5.7.4 Segera setelah pembongkaran acuan, sambungan muai harus diperiksa
dengan teliti.
5.7.5 Beton atau adukan yang menutup sambungan harus dipotong dengan
rapih dan dibuang. Bila, selama pelaksanaan, bukaan sebesar 3mm atau
lebih muncul pada sambungan yang akan dilalui lalu lintas, bukaan
tersebut harus ditutup dengan ter panas atau aspal sesuai petunjuk
Pengawas Lapangan.

5.8 Sambungan Besi dan Water Sfop.


78
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

Sambungan besi dan water sfop harus ditempatkan pada semua sambungan
konstruksi yang berhubungan langsung dengan tanah atau air bawah tanah
dan tempat-tempat lain sesuai Gambar Kerja dan/atau sesuai petunjuk
Pengawas Lapangan. Water Stop harus ditempatkan secara menerus dan
teliti, dan harus ditumpu dengan aman untuk mencegah perubahan posisi.
Sambungan harus dilakukan sesuai rekomendasi dari pabrik pembuatnya.

5.9 Pembongkaran Acuan.


Acuan dan perancah tidak boleh dibongkar tanpa persetujuan Pengawas
Lapangan.Persetujuan Pengawas Lapangan tidak membebaskan Kontraktor
dari keamanan pekerjaan tersebut. Jadwal pembongkaran harus ditentukan
oleh Pengawas Lapangan.
5.10 Penyelesaian Beton.
Kecuali ditentukan lain, permukaan beton harus segera diselesaikan setelah
pembongkaran dan harus diselesaikan sesuai tingkat dan dimensi seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

5.11 Pengurukan.
Bahan urukan ditempatkan lapis demi lapis setebal maksimal 200mm dan
dipadatkan secara menerus segera setelah uji beton menunjukkan kekuatan
28 hari. Semua bahan urukan harus disetujui Pengawas Lapangan sebelum
memulai pekerjaan pengurukan, seperti ditentukan dalam Spesifikasi Teknis.

5.12 Perawatan dan Perlindungan.


Beton harus dilindungi dari kerusakan karena sinar matahari, hujan, aliran air
dan kerusakan mekanik dan harus dibiarkan mengering dari saat ditempatkan
sampai masa akhir perawatan yang ditentukan.
Perawatan harus dilakukan dengan menyiramkan air terus-menerus dalam
batas waktu minimal 14 hari, dengan karung goni yang dibiarkan lembab atau
metoda perawatan lainnya yang disetujui Pengawas lapangan
79
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 17. BETON PRACETAK

1. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi pengangkutan, pengadaan bahan, tenaga kerja, peralatan
kerja, pemasangan beton pracetak untuk saluran, gorong-gorong dan lainnya pada
tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 SNI-2847-2013 - Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung
2.2 Persyaratan Umum Bahan Bangunan di lndonesia (PUBI-1982).
2.3 Spesifikasi Teknis :
- Galian, Urukan Kembali dan Pemadatan.
- Adukan dan Pelesteran.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Contoh Bahan dan Data Teknis.
Kontraktor harus menyerahkan contoh dan data teknis ba-han yang akan
digunakan kepada Pengawas Lapangan, untuk diuji, diperiksa dan disetujui,
sebelum mendatangkannya ke lokasi. Biaya pengadaan contoh bahan dan
pengujian menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.

3.2 Gambar Detail Pelaksanaan.


Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor harus menyerahkan Gambar Detail
Pelaksanaan yang mencakup dimensi, cara pemasangan, dan detail-detail lain
yang diperlukan, kepada Pengawas Lapangan untuk diperiksa dan disetujui.

3.3 Pengiriman dan Penyimpanan.


3.3.1 Setiap bahan beton pracetak yang didatangkan dan akan dipasang, harus
sesuai dengan contoh bahan dan meret/pabrik yang telah disetujui
Pengawas Lapangan.
80
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

3.3.2 Semua bahan harus disimpan di tempat yang aman dan terhindar dari
segala jenis kerusakan.

3.4 Ketidaksesuaian.
3.4.1 Kontraktor wajib memeriksa Gambar Kerja yang ada terhadap
kemungkinan kesalahan/ketidaksesuaian, baik dari segi dimensi, bentuk,
jumlah maupun pemasangan dan lain-lain.
3.4.2 Bila bahan-bahan yang didatangkan ternyata menyimpang atau tidak
sesuai dengan yang telah disetujui, Kontraktor wajib menggantinya
dengan yang sesuai.
3.4.3 Biaya yang ditimbulkan karena hal di atas menjadi tanggung jawab
Kontraktor sepenuhnya dan tanpa tambahan waktu

4. BAHAN- BAHAN.
4.1 Umum.
4.1.1 Bahan beton pracetak harus baru, tidak rusak/cacat, berkualitas baik,
serta Berasal dari pabrik pembuat yang dikenal dan disetujui Pengawas
Lapangan
4.1.2 Beton praetak harus terbuat dari beton dengan mutu sesuai ketentuan
dalam
Gambar Kerja dan/atau standar dari pabrik pembuatnya

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN.
5.1 Umum.
5.1.1 Beton pracetak harus diadakan dalam bentuk dan ukuran yang sesuai
ketentuan dalam Gambar Kerja.
5.1.2 Sebelum menempatkan beton pracetak pada tempatnya semua
ketentuan yang dituniukkan dalam Gambar Kerja atau diinstruksikan oleh
Pengawas Lapangan harus sudah diselesailkan.
5.1.3 Bila diperlukan pekerjaan galian, urukan kembali dan pemadatan,
pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sesuai ketentuan dalam
Spesifikasi Teknis.

5.2 Pemasangan.
5.2.1 Beton pracetak harus ditempatkan sedemikian rupa pada tempat-tempat
dan dengan cara.cara sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja, Gambar
Detail Pelaksanaan yang telah disetujui dan petunjuk dari Pengawas
Lapangan serta petunjuk pemasangan dari pabrik pembuat.
5.2.2 Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja, sambungan antara modul
beton pracetak harus ditutup rapat dengan adukan yang memenuhi
ketentuan spesifikasi Teknis
81
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

BAB 18. UJI BETON

1. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini mencakup prosedur yang harus dilakukan guna pengambilan contoh
beton selama pelaksanaan pekerjaan pengecoran beton.
Pekerjaan ini mencakup penyedian peralatan seperti :
Alat-alat laboratorium dan peralatan yang dibutuhkan.
Perlengkapan penyimpanan.
Landasan pencampur dekat lokasi gudang.
Cetakan kedap air dengan alas, dengan dimensi 150mm x tinggi
300mm.
Batang besi untuk memadatkan contoh adukan beton dengan 16 mm (5/8),
panjang 600mm.
Kerucut slump
Sekop dan sendok tangan.
Kotak-kotak untuk pengangkutan silinder.

2. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 American Society for Testing and Materials (ASTM).
2.2 SNI-2847-2013 - Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung
2.3 Spesifikasi Teknis - Beton Gor di Tempat.

3. PROSEDUR UMUM.
3.1 Contoh adukan beton diambil sesuai dengan prosedur ASTM C 172 dar/atau
SNI-2847-2013 atau seperti ditentukan dalam Spesifikasi ini yang memenuhi
standarASTM.
3.2 Contoh adukan beton harus mewakili setiap kelompok pencampuran dan terdiri
dari berbagai perbandingan dari tempat yang berbeda dalam kelompok
pencampuran. Komposisi contoh harus terdiri tidak kurang dari 28,320 cm (1
cu.ft.).
82
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

3.3 Sebanyak minimal 3 (tiga) buah contoh silinder beton harus dibuat selama
penggunaan setiap kelompok pencampuran kecuali pada awal dan akhir
pencampran, dan menempatkannya pada sebuah tempat metal seperti kereta
dorong.
Tingkat penggunaan kelompok pencampuran ditentukan oleh tingkat kecepatan
alat pencampur dan bukan oleh ukuran bukaan pintu.
Pengambilan contoh dilakukan dengan menempatkan wadah atau menuangkan
campuran beton ke dalam kereta dorong. Harus diperhatikan agar aliran
campuran beton tidak menyebabkan terpisahnya bahan-bahan beton.
3.4 Contoh harus diaduk menyeluruh dengan sekop untuk memperoleh
keseragaman. Uji slump contoh harus dilakukan segera setelah pengambilan
contoh.

4. BAHAN-BAHAN.
Lihat butir 5.0. Pelaksanaan Pekerjaan dari Spesifikasi Teknis ini.

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN
5.1 Uji Slump.
Uji slump harus dilakukan setiap kali pembuatan uji beton silinder. Metoda harus
memenuhi standar ASTM C 143 atau dengan cara sebagai berikut :
- Kerucut slump harus dibersihkan dengan baik dan dibasahi.
- lsi kerucut dengan adukan beton dengan ketebalan setiap lapis 1/3 dari
ketinggian kerucut.
- Sebelum ditambah dengan lapisan berikutnya, terlebih dahulu lapisan
yang pertama dipadatkan dengan cara menusuk-nusukan batang besi
dengan hati-hati dan merata sebanyak 25 (dua puluh lima) kali.
- Ratakan puncak kerucut dengan perlahan sehingga keruq;t slump terisi
penuh. Bersihkan adukan beton yang berserakan disekitar alas kerucut.
- Angkat kerucut slump dari adukan beton dan biarkan selama 5 (lima)
detik, dan kerucut harus diangkat hanya ke arah vertikal,
- Pengukuran nilai slunop harus dilakukan segera. Nilai slump adalah
perbedaan antara tinggi kerucut slump dengan tinggi contoh adukan
beton. Slump harus berkisar dari 120 sampai 140 mm sesuai petunjuk
Pengawas Lapangan.

5.2 Pembuatan Silinder Beton.


Cara pembuatan silinder beton harus sesuai dengan cara yang diuraikan dalam
ASTM C 31. Contoh diusahakan tidak berubah pada saat pengangkutan.
Bila bahan akan diangkut ke tempat yang jauh dari tempat pengambilan contoh,
beton harus diaduk dengan sekop sebelum dimasukkan ke dalam cetakan,
Caranya sebagai berikut :
83
Pekerjaan Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Entikong, Kabupaten Sanggau Design And Build

- Letakkan cetakan silinder di atas pelat dasar yang rata, bersih dan kuat,
disarankan dlbuat dari pelat besi.
- Isi cetakan dengan adukan beton sebanyak 3 (tigai lapis) .
- Tiap lapis adukan ini harus dipadatkan dengan menggunakan batang besi
16mm yang ditusuk-tusukkan pada adukan tersebut dengan merata dan
berhati-hati sebanyak 25 (dua puluh lima) kali.
- Ratakan permukaan dengan perlahan dan tutup dengan kaca atau pelat
metal agar tidak terjadi penguapan air. Jangan sekali-sekali
menggunakan kayu.

5.3 Penyimpanan Contoh Silinder Beton.


5.3.1 Perawatan contoh harus memenuhi standar ASTM C31.
5.3.2 24 jam pertama setelah pembuatan silinder sangatlah penting. Silinder
hanya boleh dipindahkan dari tempat pencetakkan ke gudang penyimpan,
dan dijaga harus tetap dalam posisi vertikal dan hindarkan dari getaran
dan benturan. Silinder boleh disimpan di tempat yang tertutup rapat, kotak
kayu yang kuat, atau bangunan sementara selama temperatur di
sekitarnya berkisar antara 15,60C dan 26,70C dan penguapan dari contoh
dapat dicegah.
5.3.3 Pada umur 1 (satu) hari setiap kelompok contoh harus diperiksa untuk
perawatan dan pengujian. Tempatkan silinder pada kotak yang kuat untuk
pengiriman. Jarak antara silinder dan kotak harus diisi dengan pasir
basah atau serbuk gergaji. Setiap kelompok silinder harus dilengkapi
dengan catatan waktu/tanggal pembuatan silinder.
5.3.4 Bila memungkinkan mengirim contoh yang baru berumur 1 (satu) hari,
contoh harus dilembabkan terus menerus dengan pasir basah sampai
akhir periode 24jam, dan harus tetap lembab pada temperatur 21-24,5C
sampai saat pengiriman. Silinder harus dikirim secepat mungkin dan
paling lambat beberapa hari sebelum periode 7 (tujuh) hari tercapai,
karena laboratorium harus menerima silinder-silinder tersebut sehari atau
lebih sebelum pengujian 7 (tujuh) hari.