Anda di halaman 1dari 4

Konseling Gizi Di Puskesmas

Kebijakan
Pelaksanaan konseling gizi harus mengikuti langkah - langkah yang tertuang dalam intruksi kerja.

B. Tujuan
Meningkatkan mutu pelayanan gizi di Puskesmas guna mempercepat proses penyembuhan pasien.

C. Referensi
Buku Pedoman Pelayanan POZI (Pojok Gizi) di Puskesmas.

D. Ruang Lingkup
Makanan Seimbang, ASI Eksklusif, MP-ASI, Diit DM, Diit Hipertensi, Diit Obesitas,

Diit Rendah Purin, Diit KEP, Daftar Penukar Bahan Makanan.

E. Penanggung Jawab
Limarce Fentasti

F. Masa berlaku
Ditinjau ulang setiap setahun sekali.

G. Definisi
Konseling Gizi adalah suatu proses komunikasi 2 arah antara konselor dan klien dalam mengenali dan mengatasi masalah
gizi dan atau mempercepat penyembuhan.

H. Alat dan Bahan


Leaflet, Penuntun Diit, AKG

I. Langkah-langkah
1. Bina Suasana :

Memberikan salam
Mempersilahkan pasien masuk ruangan
Mempersilahkan pasien duduk
Memperkenalkan diri
Menanyakan identitas pasien

2. Anamnesa :

Pengukuran antropometri (BB, TB, LILA, dll)


Menganalisis masalah gizi
Menentukan masalah gizi / diagnosa
Penentuan diit
Buat kesepakatan dengan pasien untuk kunjungan ulang dalam waktu yang ditentukan / evaluasi.

J. Bagan
Bagan Alur Pelayanan Konseling Gizi
CONTOH SOP PENATALAKSANAAN GIZI BURUK

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI


DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS SURADE

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Bidang PENATALAKSANAAN GIZI BURUK


Pelayanan No Dok : No Rev : Halaman :
Kesehatan
Standar Tanggal Terbit Ditetapkan
Pelayanan Gizi Kepala Puskesmas Surade
Dinkes Kab. Sukabumi

HJ.HODIJAH,SIP
Nip : 1966303061983022001

Pengertian : Prosedur atau mekanisme pelayanan gizi yang dilakukan untuk mendukung perbaikan status gizi balita
gizi buruk di tingkat rumah tangga

Tujuan : Meningkatkan status gizi balita gizi buruk

Kebijakan : Pedoman kerja bagi Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

etugas : Tenaga Pelaksana Gizi (TPG)

Persiapan : 1. Menyiapkan alat antropometri


2. Menyiapkan formulir

Sasaran : Balita gizi buruk

Prosedur : 1. Melakukan antropometri (menimbang BB, mengukur TB/PB)


2. Memeriksa gejala klinis
3. Melakukan anamnesa gizi
4. Menghitung kebutuhan gizi berdasarkan hasil anamnesa
5. Menyusun paket intervensi bagi balita gizi buruk sesuai dengan keadaan
Balita
6. Pemberian paket intervensi
7. Melakukan tindak lanjut kasus balita gizi buruk pasca perawatan
8. Konsultasi gizi

Pelaksana GIZI
Puskesmas Surade
CONTOH SOP PEMBERIAN SUPLEMENTASI GIZI (KAPSUL
VITAMIN A)

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI


DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS SURADE

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Bidang Pelayanan PEMBERIAN SUPLEMENTASI GIZI (KAPSUL VITAMIN A)


Kesehatan No Dok : No Rev : Halaman :
Standar Pelayanan Tanggal Terbit Ditetapkan
Gizi Kepala Puskesmas Surade
Dinkes Kab. Sukabumi

HJ.HODIJAH,SIP
Nip : 1966303061983022001

Pengertian : 1. Pemberian kapsul vitamin A biru (100.000 IU) pada bayi (6-11 bulan)
setiap bulan februari dan agustus
2. Pemberian kapsul vitamin A merah (200.000 IU) pada anak balita
(12-59 bulan) setiap bulan februari dan agustus
3. Pemberian dua kapsul vitamin A merah (200.000 IU) pada ibu nifas,
Satu kapsul diminum setelah melahirkan dan satu kapsul lagi diminum
Pada hari berikutnya paling lambat pada hari ke 42 hari setelah
melahirkan
4. Pemberian Tablet Tambah Darah pada ibu hamil 90 tablet selama masa
kehamilan

Tujuan : 1. Mencegah kekurangan vitamin A


2. Mencegah anemia gizi pada ibu hamil

Kebijakan : Pedoman kerja bagi Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

etugas : Tenaga Pelaksana Gizi (TPG

elaksanaan : Pemberian Kapsul Vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus

Persiapan : 1. Menyiapkan data jumlah sasaran


2. Mengecek ketersediaan obat
3. Menghitung kebutuhan
4. Mengajukan kebutuhan
5. Membuat rencana distribusi

Prosedur : Bekerjasama dengan pengelola obat dalam mendistribusikan suplementasi


Gizi ke bidan, pembina posyandu/kader posyandu

Beri Nilai