Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN

Standar auditing adalah standar/aturan/kriteria yang ditetapkan dan disahkan oleh


Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), meliputi 3 bagian yaitu standar umum, standar
pekerjaan lapangan dan standar pelaporan beserta interpretasinya.Standar auditing merupakan
pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri dari 10 standar yang
dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). PSA memberikan penjelasan lebih
lanjut masing-masing standar yang tercantum dalam standar auditing.

Standar Audit (SA) 580 ini berkaitan dengan tanggung jawab auditor untuk
memperoleh representasi tertulis dari manajemen dan, jika relevan, pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dalam audit atas laporan keuangan.Representasi tertulis yang
dimaksudkan adalah suatu pernyataan tertulis yang diberikan oleh manajemen kepada auditor
untuk mengkonfirmasi mengenai hal-hal tertentu atau untuk mendukung bukti audit lain

Tujuan auditor dalam SA 580 ini adalah untuk Untuk memperoleh representasi
tertulis dari manajemen dan, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
tentang keyakinan bahwa mereka telah memenuhi tanggung jawab mereka untuk menyusun
laporan keuangan dan untuk kelengkapan informasi yang disediakan bagi auditor dan
berguna sebagai pendukung bukti audit lain yang relevan dengan laporan keuangan atau
asersi spesifik dalam laporan keuangan melalui representasi tertulis jika ditetapkan perlu oleh
auditor atau diharuskan oleh SA yang lain serta untuk merespons secara tepat representasi
tertulis yang disediakan oleh manajemen dan, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab
atas tata kelola, atau jika manajemen atau, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas
tata kelola tidak menyediakan representasi tertulis yang diminta oleh auditor.

II.PEMBAHASAN

Ketentuan
A. Manajemen yang diminta untuk Memberikan Representasi Tertulis

Auditor harus meminta representasi tertulis dari manajemen yang memiliki tanggung
jawab yang semestinya atas laporan keuangan dan pengetahuan atas hal-hal yang dipandang
penting.

B. Representasi Tertulis Tentang Tanggung Jawab Manajemen


Penyusunan Laporan Keuangan
Auditor harus meminta manajemen untuk menyediakan representasi tertulis
bahwa mereka telah memenuhi tanggung jawab mereka dalam menyusun laporan
keuangan sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, termasuk,
apabila relevan, penyajian yang wajar, seperti yang ditetapkan dalam ketentuan
perikatan audit.

Informasi yang Disediakan dan Kelengkapan Transaksi


Auditor harus meminta manajemen untuk menyediakan representasi tertulis
bahwa,Mereka telah menyediakan bagi auditor semua informasi relevan dan akses
sesuai dengan yang disetujui dalam ketentuan perikatan audit dan semua transaksi
telah dicatat dan dicerminkan dalam laporan keuangan.
Penjelasan Tentang Tanggung Jawab Manajemen dalam Representasi Tertulis
Tanggung jawab manajemen harus dijelaskan dalam representasi tertulis
seperti yang ditentukan di dalam ketentuan perikatan audit.
C. Representasi Tertulis Lainnya
Jika, sebagai tambahan representasi yang diminta tersebut, auditor
mempertimbangkan bahwa satu atau lebih representasi tertulis dibutuhkan untuk
mendukung bukti audit lain yang relevan dengan laporan keuangan atau satu atau
lebih asersi spesifik di dalam laporan keuangan, auditor harus meminta representasi
tertulis lainnya tersebut.
D. Tanggal dan Periode yang Dicakup oleh Representasi Tertulis
Tanggal representasi tertulis harus sama dengan tanggal laporan auditor atas
laporan keuangan. Representasi tertulis harus mencakup seluruh laporan keuangan
dan periode yang dirujuk di dalam laporan auditor.
E. Bentuk Representasi Tertulis
Representasi tertulis harus disajikan dalam bentuk surat representasi yang
ditujukan kepada auditor. Jika peraturan perundang-undangan mensyaratkan
manajemen untuk membuat pernyataan publik yang tertulis mengenai tanggung
jawabnya, dan auditor menganggap bahwa pernyataan tersebut menyediakan beberapa
atau seluruh representasi yang ditentukan maka hal-hal relevan yang telah dicakup
oleh pernyataan tersebut tidak perlu lagi dicantumkan di dalam surat representasi.
F. Keraguan atas Keandalan Representasi Tertulis dan Representasi Tertulis yang
Diminta Tidak Diberikan
Jika auditor memiliki keraguan tentang kompetensi, integritas, nilai-nilai etik,
atau kesungguhan manajemen, atau komitmen mereka dalam menerapkan hal ini,
auditor harus menentukan dampak keraguan tersebut terhadap keandalan representasi
(lisan atau tulisan) dan bukti audit secara umum.
Secara khusus, jika representasi tertulis tidak konsisten dengan bukti audit
lainnya, auditor harus melaksanakan prosedur audit sebagai usaha untuk
menyelesaikan hal tersebut.
Jika auditor menyimpulkan bahwa representasi tertulis tidak dapat diandalkan,
auditor harus mengambil langkah-langkah yang tepat, termasuk menentukan dampak
yang mungkin timbul terhadap opini di dalam laporan auditor berdasarkan SA 705
dengan mempertimbangkan ketentuan dalam paragraf 20 SA ini.

Representasi Tertulis yang Diminta Tidak Disediakan

Jika manajemen tidak memberikan satu atau lebih representasi tertulis yang
diminta, auditor harus:
(a)Mendiskusikan masalah ini dengan manajemen;
(b)Mengevaluasi ulang integritas manajemen dan mengevaluasi dampak yang
mungkin timbul terhadap keandalan representasi (baik lisan maupun
tertulis) dan bukti audit secara umum; dan
(c)Mengambil langkah yang tepat, termasuk menentukan dampak yang
mungkin timbul terhadap opini dalam laporan auditor sesuai dengan SA
705, dengan tidak mengabaikan ketentuan dalam paragraf 20 SA ini.

Representasi Tertulis mengenai Tanggung Jawab Manajemen

Auditor tidak memberikan opini atas laporan keuangan sesuai dengan SA 705
jika:
(a) Auditor menyimpulkan bahwa terdapat keraguan mengenai integritas manajemen
sehingga representasi tertulis seperti yang ditentukan dalam paragraf 10 dan 11 tidak
dapat diandalkan; atau
(b) Manajemen tidak memberikan representasi tertulis seperti yang ditentukan dalam
paragraf 10 dan 11.
CONTOH DARI LAMPIRAN

lIustrasi Surat Representasi

Ilustrasi surat representasi berikut ini mencakup representasi tertulis yang diharuskan oleh SA
ini dan SA lainnya yang berlaku bagi audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Januari 2013. Dalam ilustrasi ini diasumsikan bahwa kerangka
pelaporan keuangan yang berlaku adalah Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;
ketentuan dalam SA 5701 untuk memperoleh representasi tertulis adalah tidak relevan; dan
tidak ada pengecualian terhadap representasi tertulis yang diminta. Jika terdapat
pengecualian, maka representasi perlu dimodifikasi untuk mencerminkan pengecualian
tersebut.

(Kop Surat Entitas)

(Kepada Auditor) (Tanggal)

Surat representasi ini kami buat berkaitan dengan audit atas laporan keuangan PT ABC untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20XX2 untuk tujuan menyatakan suatu opini
tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Kami menegaskan bahwa, (berdasarkan keyakinan dan pengetahuan terbaik kami, kami telah
meminta keterangan yang kami pandang perlu untuk memperoleh informasi yang tepat bagi
kami): laporan keuangan

Kami telah memenuhi tanggung jawab kami, seperti yang disebutkan dalam syarat-syarat
perikatan audit bertanggal [masukkan tanggal], untuk menyusun laporan keuangan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;khususnya laporan keuangan telah
disajikan secara wajar sesuai dengan kerangka tersebut.

Asumsi-asumsi signifikan yang kami gunakan dalam membuat estimasi akuntansi, termasuk
yang kami ukur pada nilai wajar, adalah masuk akal. (SA 540)

Hubungan dan transaksi pihak berelasi telah kami pertanggung jawabkan dan kami sajikan
dengan tepat sesuai dengan ketentuan dalam Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. (SA
550)
Semua peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan yang untuk itu Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penyesuaian atau pengungkapan, telah kami
sesuaikan atau kami ungkapkan. (SA 560)

Dampak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi adalah tidak material, baik secara
individual maupun dalam agregasi, terhadap laporan keuangan secara keseluruhan. Daftar
kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi kami lampirkan pada surat representasi ini. (SA
450)

[Hal-hal lain yang dipandang perlu oleh auditor.

Informasi yang Disediakan

Kami telah memberikan kepada Saudara:

o Akses ke seluruh informasi yang kami sadari relevan dalam penyusunan laporan
keuangan seperti berbagai catatan, dokumentasi, dan hal-hal lainnya;

o Informasi tambahan yang Saudara minta kepada kami untuk tujuan audit; dan

o Akses yang tidak terbatas kepada individu dalam entitas yang saudara butuhkan
untuk memperoleh bukti audit.

Semua transaksi telah dicatat dalam catatan akuntansi dan tercermin dalam laporan
keuangan.

Kami telah mengungkapkan kepada saudara hasil penilaian kami atas risiko bahwa laporan
keuangan mungkin mengandung kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh
kecurangan. (SA 240)

Kami telah mengungkapkan kepada saudara seluruh informasi yang berhubungan dengan
kecurangan atau kecurangan yang diduga terjadi, yang kami ketahui dan berdampak terhadap
entitas serta melibatkan Manajemen;

III. CRITICAL

Berdasarkan pernyataan ISA diatas menjelaskan bagaimana memperoleh penegasan tertulis


tentang representasi manajemen, Tujuan auditor ialah :

a. Memperoleh representasi tertulis dari manajemen dan jika perlu dari TCWG
b. Mendukung bukti audit lainnya yang relevan bagi laporan keuangan atau asersi tertentu
dalam laporan keuangan dengan meminta representasi tertulis jika auditor merasa perlu atau
diwajibkan oleh ISA lainnya

c. Menanggapi dengan tepat representasi tertulis dari manajemen dan jika perlu dari
TCWG

Representasi tertulis harus dalam bentuk surat representasi yang dialamatkan kepada
auditor. Jika ketentuan perundang-undangan mewajibkan manajemen membuat representasi
tertulis kepada public tentang tanggung jawabnya dan auditor memastikan bahwa pernyataan
tersebut memberikan sebagian atau seluruh representasi.

Bentuk-bentuk representasi manajemen antara lain :

a. Hal-hal yang dikomunikasikan dalam diskusi

b. Hal-hal yang dikomunikasikan secara elektronis

c. Skedul, analisis dan laporan yang dibuat entitas serta notasi/disposisi dan komentar
yang dibuat manajemen atas analisis tersebut

d. Memo dan korespondensi internal dan eksternal

e. Risalah rapat TCWG

f. Laporan keuangan yang ditandatangani

g. Surat representasi manajemen

Representasi Manajemen adalah bagian dari bukti audit yang diperoleh auditor, tetapi
tidak merupakan pengganti bagi penerapan prosedur audit yang diperlukan untuk
memperoleh dasar memadai bagi pendapat auditor atas laporan keuangan. Auditor
memperoleh representasi tertulis dari manajemen untuk melengkapi prosedur audit lain yang
dilakukannya. Dalam banyak hal, auditor menerapkan prosedur audit terutama didesain untuk
memperoleh informasi yang mendukung masalah yang juga direpresentasikan secara tertulis.
Jika suatu representasi yang dibuat oleh manajemen bertentangan dengan bukti audit lain,
auditor harus menyelidiki keadaan tersebut dan mempertimbangkan keandalan representasi
tersebut. Berdasarkan keadaan tersebut, auditor harus mempertimbangkan apakah keandalan
representasi manajemen yang berkaitan dengan aspek lain laporan keuangan memadai dan
beralasan.