Anda di halaman 1dari 9

Motherboard atau yang juga dikenal dengan nama mainboard, mobo dan juga papan induk

dalam perangkat keras komputer merupakan salah satu dari bagian CPU yang sangat penting.
Mengapa sangat penting? Karena semua komponen dalam CPU akan hidup hanya apabila
mereka tersambung satu sama lain dengan motherboard.

ads

Motherboard sebenarnya merupakan sejenis PCB atau Printed Circuit Board, yang
merupakan papan elektronik standar yang biasa digunakan dalam sistem elektronika.
Motherboard terdiri dari berbagai macam socket dan juga slot, seperti slot SATA, PCI,
Socket LAN, dan berbagai macam lagi jenis socket lainnya.

Fungsi Motherboard

Motherboard sendiri pada dasarnya memiliki fungsi utama, yaitu yaitu sebagai tempat
disusunnya seluruh rangkaian sistem komputer, seperti Processor, chipset, RAM, Harddisk,
VGA, Fungsi LAN Card, dan juga semua socket-socket dan juga slot dari sebuah komputer.

Jenis Jenis Motherboard

Motherboard sendiri, memiliki berbagai macam jenis. Semua jenis motherboard tersebut,
pada umumnya dibedakan berdasarkan form factor, alias ukuran dari motherboard itu sendiri.
Tentu saja tidak semua komputer membutuhkan ukuran form factor motherboard yang sama.
Berikut ini adalah beberapa jenis dari motherboard berdasarkan form factor yang dimilikinya:

1. Motherboard AT / AT Baby

Jenis motherboard yang pertama adalah motherboard jenis AT atau


sering juga dikenal dengan nama AT Baby. Motherboard ini merupakan jenis motherboard
klasik, yang sudah tidak digunkaan lagi saat ini. Motherboard ini dikembangkan oleh IBM
untuk mendukung penggunaan processor Pentium 2 pada saat itu, tepatnya sebelum tahun
1990-an.

Apabila dibandingkan dengan generasi penerusnya, yaitu ATX, maka motherboard AT ini
memiliki banyak kekurangan, seperti mudah mngalami panas dan juga ukurannya yang cukup
besar. Saat ini, motherboard AT baby sudah jarang, bahkan tidak digunakan lagi, karena tidak
kompatibel dengan teknologi sistem komponen CPU dan perangkat keras komputer saat ini.

2. Motherboard ATX
Jenis motherboard yang kedua adalah motherboard jenis ATX. ATX
merupakan kependekan dari Advance Technology Extended. Motherboard ATX ini
merupakan pengembangan dari jenis motherboard sebelumnya, yaitu AT / AT Baby yang
memiliki banyak kekurangan. Motherboard ATX saat ini merupakan salah satu jenis
motherboard standar yang banyak digunakan pada komputer di dunia.

Jenis dari ATX

Motherboard jenis ATX sendiri juga terbagi menjadi bebeerapa jenis, berdasarkan ukurannya.
Berikut ini adalah beberapa jenis dari motherboard ATX :

Standard ATX

Standard ATX merupakan jenis motherboard ATX standard, yang banyak digunakan untuk
komputer maupun laptop. Motherboard jenis Standard ATX ini memilki ukuran panjang 305
mm dan lebar 244 mm. Motherboard standard ATX memiliki AGP konektor dan juga PCI
connector.

Micro ATX

Micro ATX, sesuai dengan namanya, motherboard dengan jenis Micro ATX ini memiliki
bentuk micro, alias kecil apabila dibandingkan dengan form factor ATX Standard dan form
factor ATX lainnya. Ukuran dari motherboard Micro ATX ini adalah sebesar 244 mm x 244
mm.

Dengan ukuran yang kecil ini, maka micro ATX sanga cocok digunakan pada netbook yang
memilki ukuran fisik kecil dan tidak terlalu membutuhkan spesifikasi yang tingi. Micro ATX
juga terbilang salah satu jenis motherboard ATX yang paling ekonomis dan murah.

Flex ATX

Flex ATX merupakan pengembangan dari motherboard micro ATX. Flex ATX menawarkan
fleksibilitas dalam merancang komputer, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Flex
ATX memiliki 2 PCI connector.

Mini ATX

Mini Atx memiliik ukuran yang relative kecil, mirip seperti mirco PCX. Ukuran dari
motherboard Mini ATX ini adalah 284 mm untuk panjangnya, dan 208 mm untuk lebarnya.
Motherboard mini ATX saat ini banyak digunakan untuk keperluan PC ukuran kecil, dan juga
keperluan netbook kecil.
3. Motherboard BTX

Jenis motherboar yang ketiga adalah BTX. BTX merupakan


kependekan dari Balanced Technology Extended. Sesuai dengan namanya, motherboard jenis
BTX ini menawarkan keseimbangan dalam penggunaan sebuah sistem komputer.

Keseimbangan dari penyusunan sistem komputer ini terlihat dari keunggulan BTX dalam hal
mengatur suhu. BTX mampu untuk mengoptimalkan sirkulasi udara di dalam komputer, serta
mampu untuk melakukan pengendalian panas.

Jenis dari Motherboard BTX

Motherboard BTX sendiri memilki beberapa jenis. Jenis dari motherboard BTX tersebut
dilihat dari ukuran atau dimensi dari motherboard BTX, yang terdiri dari :

BTX Standar

BTX standar merupakan jenis motherboard BTX yang memiliki ukuran dimensi standa, yaitu
sebesar 325 mm untuk panjangnya, dan juga 267 mm untuk lebarnya. Cukup besar apabila
dibandingkan dengan standard ATX.

BTX standar, meskipun lebih besar, namun disebut sebut memiliki kemampuan yang baik
dalam menjaga sirkulasi panas di dalam sistem komputer, sehingga dapat meminimalisir
terjadinya overheating.

Micro BTX

Jenis motherboard BTX berikutnya adalah jenis Mikro BTX. Micro BTX senarnya memiliki
fungsi dan juga keunggulan yang hampir sama dengan standard BTX. Namun demikian,
perbedaannya terdapat pada ukurannya. Micro BTX memiliki ukuran sebesar 264 x 267 mm
panjang dan lebarnya.

Pico BTX

Pico BTX merupakan versi min I dari BTX. Memiliki ukuran yang jauh lebih kecil, Pico
BTX hanya memilki lebar sebesar 203 mm, dengan panjang motherboard Pico BTS sebesar
264 mm.

4. Motherboard ITX
Apabila pada motherboard jenis ATX dan juga
BTX keduanya sama sama memiliki ukuran yang besar, yaitu berkisar antara 300 mm hingga
200-an mm, maka tidak dengan motherboard jenis ITX. Motherboard jenis ITX atau yang
dikenal dengan kepanjangannya, Information Technology Extended ini memiliki ukuran yang
jauh lebih kecil.

Motherboard ITX didukung oleh Via, yang memiliki factor level kecil, yang sangat pas dan
juga cocok untuk dibuat sebagai motherboard pada mini PC, atau juga PC tablet dengan
ukuran kecil.

Jenis dari Motherboard ITX:

Motherboard ITX memiliki 2 jenis form factor, yaitu :

Mini ITX

Mini ITX merupakan format ITX dengan dimensi yang kecil. Motherboard jenis mini ITX ini
berbentuk persegi, dengan panjang masing masing sisinya adalah 170 mm. Kecil sekali
bukan? Sangat pas untuk kebutuhan tablet PC dan juga mini PC anda.

Nano ITX

Masih berpikir bahwa mini ITX adalah yang paling kecil? Tunggu dulu, format ITX lainnya
juga ada yang lebih kecil lagi, yaitu nano ITX. Nano ITX merupakan jenis motherboard ITX
yang terkecil. Ukurannya berbentuk persegi, sama seperti mini ITX, dengan ukuran yang
lebih kecil, berbeda 50 mm dari mini ITX, yaitu sebesar 120 mm x 120 mm.
Bagian Bagian Motherboard Komputer yang harus kamu tau jika ingin membuat komputer
rakitan atau mengupgrade komputer, diantaranya slot/soket processor, RAM, VGA/AGP,PCI,
konektor SATA yg seri jadulnya konektor ATA, BIOS, input output port, konektor power.
Agar mengetahui bagian bagian motherboard komputer tersebut yuk kita bahas satu per
satu, berikut penjelasanya :
"sebelum lanjut baca dulu pengertian dan fungsi motherboard"

( keterangan: untuk urutan no lihat gambar diatas )

1. Soket Processor
Tempat / dudukan untuk menyimpan processor, penting untuk diperhatikan dalam
pemasangan processor harus hati-hati agar pin tidak ada yang bengkok apalagi sampai
patah (terdapat ratusan pin dalam satu processor), setelah dirasa sudah masuk / pas tarik
tuas kecil di sebelahnya memiliki fungsi sebagai pengunci.
Tips memasang processor : lihat pada setiap ujung prosesor biasanya terdapat satu tanda
seperti tanda panah, cocokan tanda tersebut dengan tanda yang ada di motherboard.

2. 4 / 8 pin power Processor


Bagian motherboard ni berfungsi menyalurkan daya pada prosesor, penggunaan 4 / 8 pin
tergantung dari jenis motherboardnya sendiri dan daya yang dibutuhkan prosesor (TDP). 4
pin = 95 watt dan 8 pin = 125 watt.

3. CPU Fan Connection ( kipas headsing processor )


Port satu ini berperan menghidupkan kipas pendingin processor (hsf).

4. Slot RAM
Bagian motherboard untuk meletakan RAM. Terdapat beberapa jenis slot RAM diantaranya
SD RAM, DDR, DDR2 , slot DDR3 dan kapasitasnya pun berbeda-beda ada 8gb, 16gb, 32gb
tergantung dari mobo itu sendiri.

5. Antarmuka IDE Primer dan Sekunder


Disebut juga sebagai konektor IDE atau konektor PATA. IDE adalah kependekan dari
Integrated Device Electronics, yang mendukung perangkat IDE, seperti Hard disk dan CD /
DVD drive. Perlu diketahui ini adalah model jadul dengan ciri-ciri kabel data nya berbentuk
lebar serta tipis.

6. 24 Pin Power connector


Berfungsi sebagi port untuk menyalurkan listrik dari power supply ke seluruh bagian
motherboard.

7. Konektor SATA

Disebut sebagai konektor Serial ATA. SATA kependekan dari Serial Advanced Technology
Attachment. Fungsinya sama dengan konektor IDE yaitu sebagai port data dari hardisk dan
dvd drive. Ini merupakan model konektor terbaru dengan ciri-ciri kabel datanya lebih kecil
serta ramping.

8. Sistem Panel Connector

Pada bagian Connector connector ini akan disambungkan pada tombol-tombol pada
casing seperti tombol power, restart, lampu power serta lampu hardisk.

9. Serial Port connection

Tampat atau dudukan pin untuk port usb pada casing ( kabel port usb yang berada satu
paket didalam casing ).

10. Slot PCI Express

Biasanya digunakan sebagai penambah port usb atau komponen tambahan lainnya.

11. Slot PCI

Slot ini merupakan slot tambahan atau external pada komputer. Bila komputer anda ingin
di upgrade atau ditambahkan fungsi fungsinya, anda tinggal menambahkan peralatan
peralatan yg anda butuhkan diexpansion card ini. Seperti: LAN card, Sound card, Tv turner,
Video receiver, Joystick dll.

12. Slot VGA(AGP)

Slot AGP (Accelerated Graphics Port) digunakan untuk meletakan atau memasang VGA
Card / kartu grafis yang ditujukan untuk game 3D atau membuat desain. Letaknya selalu di
samping slot PCI. Bagian motherboard ini yang harus diperhatikan apabila anda seorang
gamers / desainer.

13. Baterai CMOS

Berfungsi menyimpan pengaturan data & waktu. Ketika komputer dimatikan, maka
komputer berhenti menyediakan pasokan daya listrik ke motherboard.Ketika komputer
dihidupkan kembali, sistem ini masih berada di waktu yang tepat. Sirkuit elektronik,
disebut CMOS (komplementer MetalOxyde Semiconductor kadang-kadang disebut BIOS
CMOS), menyimpan beberapa sistem informasi, seperti waktu, sistem tanggal, dan beberapa
sistem pengaturan penting. itu sebabnya tanggal pada komputer selalu tepat (sesuai dengan
settingan), walaupun komputer dimatikan. Agar dapat menyimpanan tanggal & waktu
serta informasi perangkat keras yang terpasang, maka motherboard memerlukan battre
CMOS diletakan di bagian motherboard, battre ini sama dengan battre jam berukuran besar.

Back Panel Motherboard

Untuk back panel anda hanya tinggal lihat saja gambar karena sudah sangat jelas setiap port
diberi keterangannya.

Itu saja yg hanya saya bisa share tentang bagian bagian motherboard komputer , semoga
bermanfaat.
Pada postingan kali ini saya ingin membahas tentang socket-socket yang terdapat pada
motherboard.
Gk usah banyak basa basi langsung aja ya.

Berikut Socket dan Slot yang ada pada Motherboard:

1. - Socket Processor. Yaitu tempat yang dipergunakan untuk menyimpan atau


menempatkan Processor. Selain system socket, ada system penempatan lain yang
digunakan processor pentium jaman dulu yaitu system SLOT. Seperti penempatan
pada processor P3 500 dan generasi sebelumnya, tetapi tidak semua processor P3 500
menggunakan processor bersistem letak slot. Untuk semua processor keluaran terbaru
dan teranyar, mereka menggunakan sytem penempatan socket. Yang harus anda
perhatikan dalam pemasangan processor adalah, kecocokan antara jumlah pin pada
processor dan socket yang ada pada motherboard. Karena jika ada ketidak cocokan
antara kedua komponen tersebut, akan berakibat fatal. Bisa bisa pin pada processor
anda patah. Perhatikan tanda kuning emas disudut processor, harus disamakan dengan
posisi socket di motherboard.

2. - Socket Memory (socket RAM). Fungsi dari socket memory adalah untuk
meletakkan memori atau RAM computer pada motherboard. Bentuk dari socket
memory berbeda-beda, dapat disesuaikan dengan setiap jenis memory yang akan
dipasang. Untuk RAM EDO menggunakan 72 pin, untuk SD RAM atau DIMM
menggunakan 168 pin dan untuk DDR menggunakan 184 pin dan ada pula socket
DDR2, DDR3 yang dipakai oleh motherboard jaman sekarang.
3. - Socket Floppy. Socket ini berguna untuk menghubungkan motherboard dengan
Floppy DiskDrive, yaitu tempat untuk memasukan disket.

4. - Socket IDE. Socket IDE digunakan untuk konektor kabel penghubung antara
motherboard dengan harddisk dan CD Drive.

5. - Socket SATA. Sama seperti socket IDE, socket SATA digunakan untuk Hardisk,
DVD-ROM, SSD, hanya saja dengan socket ini kita di beri kecepatan transfer yang
lebih tinggi dibanding dengan socket IDE.

6. - Slot AGP dan Slot PCI. Accelerated Graphics Port (AGP),slot AGP berguna untuk
menyalurkan data dari grafis ke processor tanpa melalui memory utama. Hal ini dapat
mempercepat proses pengelolaan data yang berbasis pada grafis.Kebanyakan
motherboard saat ini menyertakan bus AGP 4X yang mampu bekerja pada frekuensi
266 MHZ dan bus 8X. Namun slot AGP merupakan slot khusus untuk VGA card, lain
halnya dengan slot PCI dan ISA ( sudah jarang ditemukan di jaman ini), yang dapat
digunakan untuk expansion card lainnya seperti TV turner, Sound card, dll.

7. - Slot PCI-Express. Sama seperti slot AGP yang berfungsi sebagai penyalur data
berupa gambar ke monitor, adalah slot ekspansi module, di desain untuk
menggantikan AGP dan PCI bus yang lama. Banyak Motherboard mengadopsi PCI
express dikarenakan PCI Express memiliki transfer data yang lebih cepat, terutama
untuk keperluan grafis 3D. Slot ini memiliki kecepatan 1x, 2x, 4x, 8x, 16x and 32x,
tidak seperti PCI biasa dengan sistem komunikasi paralel. PCI Express menggunakan
sistem serial dan mampu berkomunikasi 2 kali (tulis/baca) dalam satu rute clock.

Ini adalah kecepatan lebar data maximun dari PCI

Kecepatan Max
PCI-ex 1x | 250 MB/s
PCI-ex 2x | 500 MB/s
| 1000
PCI-ex 4x
MB/s
| 2000
PCI-ex 8x
MB/s
| 4000
PCI-ex 16x
MB/s
PCI-ex 32x | 8000 MB/s