Anda di halaman 1dari 16

Nama : Desi Wulansari

Nim : 201210070311166
Kelas : Pend. Biologi-6d

Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

IDE POKOK
Menekankan pada kompetensi yang merupakan a. Ide pokok Kurikulum KTSP yaitu 1. Kompetensi dasar sikap spiritual, sikap
pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar suatu kurikulum yang dirancang, sosial, kognitif, dan keterampilan
yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan dikembangkan dan dilaksanakan diwadahi dalam Kompetensi Inti (KI-
bertindak. Kompetensi yang dimaksud pada dengan menyesuaikan pada masing- 1,KI-2,KI-3,KI-4)
kurikulum ini yaitu Gabungan antara masing tingkat satuan pendidikan. 2. Menggunakan pendekatan scientific
Psikomotorik, Afektif dan Kognitif. dengan metode ilmiah dan model
Kompetensi mengandung beberapa aspek, yaitu pembelajaran Discovery learning, Project
knowledge, understanding, skill, value, attitude, Based Learning, dan Problem Based
dan interest. Dengan mengembangkan aspek- Learning.
aspek ini diharapkan siswa memahami,
mengusai, dan menerapkan dalam kehidupan
sehari-hari materi-materi yang telah
dipelajarinya. Adapun kompentensi sendiri
diklasifikasikan menjadi: kompetensi lulusan
(dimilik setelah lulus), kompetensi standar
(dimiliki setelah mempelajari satu mata
pelajaran), kompetensi dasar (dimiliki setelah
menyelesaikan satu topik/konsep), kompetensi
akademik (pengetahuan dan keterampilan dalam
menyelesaikan persoalan), kompetensi
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

okupasional (kesiapan dan kemampuan


beradaptasi dengan dunia kerja), kompetensi
kultural (adaptasi terhadap lingkungan dan
budaya masyarakat Indonesia), dan kompetensi
temporal (memanfaatkan kemampuan dasar
yang dimiliki siswa

DASAR HUKUM
1. Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang 1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
Sistem Pendidikan Nasional Sistem Pendidikan Nasional dan tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 Peraturan Pemerintah Republik (Lembaran Negara Republik Indonesia
tentang Otonomi Daerah bidang Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
pendidikan dan kebudayaan 2. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Lembaran Negara Republik Indonesia
3. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Standar Nasional Pendidikan Nomor 4301);
Republik Indonesia No. 012/U/2002 3. Permendiknas No. 22 Tahun 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007
tentang Sistem Penilaian di Sekolah Dasar, 2006 tentang Standar Isi untuk tentang Rencana Pembangunan Jangka
Sekolah Dasar Luar Biasa, Sekolah Luar Satuan Pendidikan Dasar dan Panjang Nasional 2005-2025 (Lembaran
Biasa Tingkat Dasar dan Madrasah Menengah. Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Ibtidaiyah 4. Permendiknas No. 23 Tahun Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional 2006 tentang Standar Republik Indonesia Nomor 4700);
Republik Indonesia No. 087/U/2002 Kompetensi Lulusan 3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun
tentang akreditasi sekolah 5. Permendiknas No 41 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
5. UU RI No. 20 tahun 2003 pada Bab X 2007 tentang Standar Proses Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar Standar Nasional Pendidikan (Lembaran
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2005 dan Menengah Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 6. Permendiknas No 20 Tahun Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara
2005/2006 2007 tentang Standar Penilaian Republik Indonesia Nomor 5410);
Pendidikan 4. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009
tentang Pembentukan dan Organisasi
Kementerian Negara Republik Indonesia
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

sebagaimana telah beberapa kali diubah


terakhir dengan Peraturan Presiden
Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014;
5. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010
tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2010-2014;
6. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010
tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,
Susunan Organisasi, dan Tata kerja
Kementerian Negara Republik Indonesia
sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor
14 Tahun 2014;
7. Keputusan Presiden Republik Indonesia
Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai
Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II
sebagaimana telah beberapa kali diubah,
terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor
54/P Tahun 2014;

TUJUAN
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
Standar Kompetensi Lintas Kurikulum Pendidikan nasional yang berdasarkan Mengembangkan potensi peserta didik agar
merupakan kecakapan hidup dan belajar Pancasila dan Undang-Undang Dasar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
sepanjang hayat yang dibakukan dan harus Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman bertujuan untuk mengembangkan sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
belajar. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum potensi peserta didik agar menjadi menjadi warga negara yang demokratis serta
adalah sebagai berikut: manusia yang beriman dan bertanggung jawab. (Permendikbud 59 Tahun
1. Memiliki keyakinan, menyadari serta bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, 2014)
menjalankan hak dan kewajiban, saling berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

menghargai dan memberi rasa aman, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
sesuai dengan agama yang dianutnya. negara yang demokratis serta
2. Menggunakan bahasa untuk memahami, bertanggung jawab. (UU No. 20 Tahun
mengembangkan, dan 2003).
mengkomunikasikan gagasan dan
informasi, serta untuk berinteraksi
dengan orang lain.
3. Memilih, memadukan, dan menerapkan
konsep-konsep, teknikteknik, pola,
struktur, dan hubungan.
4. Memilih, mencari, dan menerapkan
teknologi dan informasi yang diperlukan
dari berbagai sumber.
5. Memahami dan menghargai lingkungan
fisik, makhluk hidup, dan teknologi, dan
menggunakan pengetahuan,
keterampilan, dan nilainilai untuk
mengambil keputusan yang tepat.
6. Berpartisipasi, berinteraksi, dan
berkontribusi aktif dalam masyarakat dan
budaya global berdasarkan pemahaman
konteks budaya, geografis, dan historis.
7. Berkreasi dan menghargai karya artistik,
budaya, dan intelektual serta menerapkan
nilai-nilai luhur untuk meningkatkan
kematangan pribadi menuju masyarakat
beradab.
8. Berpikir logis, kritis, dan lateral dengan
memperhitungkan potensi dan peluang
untuk menghadapi berbagai
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

kemungkinan.
9. Menunjukkan motivasi dalam belajar,
percaya diri, bekerja mandiri, dan
bekerja sama dengan orang lain.

TUJUAN PENDIDIKAN SMA


Pendidikan menengah yang terdiri atas Memiliki perilaku yang mencerminkan
1. memiliki keyakinan dan ketakwaan sesuai SMA/MA bertujuan: meningkatkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
dengan tujuan agama yang dianutnya kecerdasan, pengetahuan, kepribadian , berilmu, percaya diri, dan bertanggung
2. memiliki nilai dasa untuk menerapkan akhlak mulia serta ketrampilan untuk jawab dalam berinteraksi secara efektif
kebersamaan dan kehidupan. hidup mandiri dan mengikuti dengan lingkungan sosial dan alam serta
3. Menguasai pegetahuan dan ketrampila pendidikan lebih lanjut. dalam menempatkan diri sebagai cerminan
akademik serta beretos belajar untuk bangsa dalam pergaulan dunia.
melanjutkan pendidikan. Memiliki pengetahuan faktual, konseptual,
4. Meningkatkan kemampuan akademik dan prosedural dan metakognitif dalam ilmu
ketrampilan dimasarakat local dan global. pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
5. Berekpresi dan mnghargai seni dengan wawasan kemanusiaan,
6. Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
kebangsaan dak kebudayaan, terkait penyebab serta dampak fenomena
bermasrakat, berbangsa bernegara serta dan kejadian.
demokrasi. Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan
konkret sebagai pengembangan dari yang
dipelajari di sekolah secara mandiri.
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

TUJUAN PENDIDIKAN BIOLOGI


1. Memahami konsep-konsep biologi dan a. Membentuk sikap positif Tujuan Mata Pelajaran Biologi
terhadap biologi dengan Menumbuhkan kesadaran terhadap
saling keterkaitannya
menyadari keteraturan dan kompleksitas, keteraturan, keindahan
2. Mengembangkan keterampilan dasar Biologi keindahan alam serta keanekaragaman hayati dan bioproses,
mengagungkan kebesaran Tuhan dan penerapan biologi, serta kepekaan
untuk menumbuhkan nilai serta sikap ilmiah.
Yang Maha Esa dan kepedulian terhadap permasalahan
3. Menerapkan konsep dan prinsip Biologi b. Memupuk sikap ilmiah yaitu lingkungan hidup, menjaga dan
jujur, objektif, terbuka, ulet, menyayangi lingkungan sebagai
untuk menghasilkan karya teknologi
kritis dan dapat bekerjasama manisfestasi pengamalan dan
sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan dengan orang lain penghayatan ajaran agama yang dianut
c. Mengembangkan pengalaman peserta didik.untuk mengungkap
manusia.
untuk dapat mengajukan dan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
4. Mengembangkan kepekaan nalar untuk menguji hipotesis melalui Membentuk skema pengetahuan biologi
percobaan, serta peserta didik berupa pegetahuan faktual,
memecahkan masalah yang berkaitan dengan
mengkomunikasikan hasil konsepual, dan prosedural, dan
proses kehidupan dalam kejadian sehari-hari. percobaan secara lisan dan metakognitif dalam ranah konkret dan
tertulis abstrak.
5. Meningkatkan kesadaran akan kelestarian
d. Mengembangkan kemampuan Meningkatkan kesadaran tentang aplikasi
lingkungan. berpikir analitis, induktif, dan sains dan teknologi yang bermanfaat bagi
deduktif dengan menggunakan individu, masyarakat, dan lingkungan
6. Memberikan bekal pengetahuan dasar untuk
konsep dan prinsip biologi serta menyadari pentingnya mengelola
melanjutkan pendidikan. e. Mengembangkan penguasaan dan melestarikan lingkungan demi
konsep dan prinsip biologi dan kesejahteraan masyarakat.
saling keterkaitannya dengan Memberikan pengalaman kepada
IPA lainnya serta peserta didik pada metode ilmiah dan
mengembangkan pengetahuan, aspek keselamatan kerja dengan
keterampilan dan sikap percaya mempraktekkan metode ilmiah melalui
diri tahapan pengamatan dan percobaan atau
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

f. Menerapkan konsep dan prinsip eksperimen, dimana peserta didik


biologi untuk menghasilkan melakukan pengujian hipotesis dengan
karya teknologi sederhana yang merancang melakukan, mengolah data,
berkaitan dengan kebutuhan dan mengomunikasikan hasil eksperimen
manusia. Meningkatkan secara lisan dan tulisan untuk
kesadaran dan berperan serta menumbuhkan pola pikir ilmiah sebagai
dalam menjaga kelestarian bekal dalam kehidupan di abad 21.
lingkungan. Menumbuhkan hard skill dan soft skill
dalam bidang biologi secara seimbang
utntuk membekali peserta didik menjadi
pribadi yang memiliki kemampuan
kolaboratif, komunikatif, kreatif dan
inovatif serta melek media (media
literacy) melalui pembelajaran berbasis
inquiri, berbasis permasalahan, dan
berbasis projek (Inquiry based, problem
based, dan project based learning).
Membentuk sikap yang positif terhadap
ilmu biologi, yaitu merasa tertarik untuk
mempelajari biologi sebagai kebutuhan,
lebih lanjut sebagai alat pemecahan
masalah dalam kehidupan baik secara
individu dan masyarakat.
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

ISI
1. Standart kompetensi lintas kurikulum Meliputi sejumlah mata pelajaran yang Ruang Lingkup
Standart kompetensi lintas kurikulum keluasan dan kedalamannya merupakan Biologi sebagai bagian dari struktur
merupakan kecakapan hidup dan belajar beban belajar bagi peserta didik pada keilmuan IPA tidak terlepas dari hukum-
sepanjang hayat yang dibakukan dan harus satuan pendidikan (Kls X:16 mapel, XI hukum dan karakteristik dalam IPA.
dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman dan XII IPA :13 mapel). Terdapat Biologi juga terdiri dari produk dan
belajar penambahan materi muatan lokal yang proses, serta menumbuhkan sikap dan
2. Standart kompetensi bahan kajian sains substansi muatan lokalnya ditentukan nilai pada diri peserta didik. Namun
Standart kompetensi bahan kajian sains meliputi oleh satuan pendidikan dan kegiatan demikian, sebagai bidang kajian
: Kerja ilmiah dan Pemahaman konsep dan pengembangan dilakukan dalam bentuk tersendiri, Biologi memiliki karakteristik
penerapannya kegiatan ekstrakurikuler. khusus yang berbeda dari kajian IPA
3. Standart kompetensi mata pelajaran lainnya seperti fisika dan kimia.
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

biologi SMA Biologi mempelajari tentang gejala-


Kelas X, dimana cakupannya adalah gejala alam pada makhluk hidup dan
merencanakan, melaksanakan dan perikehidupan, serta kaitan biologi
mengkomunikasikan hasil penelitian ilmiah dengan lingkungan alam dan sosial.
dengan menerapkan sikap ilmiah dalam bidang Maka Biologi mempelajari tentang
bologi, hakikat biologi sebagai ilmu, Bioproses yang berlangsung pada objek
menemukan objek dan ragam persoalan dari biologi berupa kingdom makhluk hidup
berbagai tingkat organisasi kehidupan yang ada dan bioproses pada tingkat organisasi
dilingkungn sekitar, prinsip-prinsip kehidupan dari mulai seluler hingga
pengelompokan makhluk hidup untuk biosfer. Biologi memiliki tema-tema
mempelajari keanekaragaman hayati bagi kajian yang dapat dikaji dari bioproses
kehidupan, hubungan antara komponen yang terjadi pada objek biologi dan
ekosistem, perubahan materi dan energi serta struktur organisasi kehidupan.
peranan manusia dalam keseimbangan Kelas X
ekosistem, bioteknologi, prinsip-prinsip peran, Ruang lingkup biologi (obyek,
dan implikasinya bagi sains lingkungan permasalahan, cabang, produk dan profesi yang
teknologi dan masyarakat. berkaitan dengan biologi), keanekaragaman
Kelas XI, dimana cakupannya adalah organisasi hayati, klasifikasi mahluk hidup dan ekosistem
seluler, struktur jaringan dan fungsi pada sistem Kelas XI
organ tumbuhan, hewan , dan manusia serta Struktur dan fungsi sel sebagai unit
penerapannya dalam konteks sains, lingkungan, struktural dan fungsional mahluk hidup , struktur
teknologi, dan masyarakat, sistem organ pada dan fungsi jaringan dan organ tumbuhan dan
organisme tertentu serta kelainan/ penyakit. hewan serta struktur, fungsi dan kelainan pada
Kelas XII, dimana cakupannya adalah sistem organ terutama sistem organ pada
merencanakan dan melaksankan percobaan manusia
berkaitan dengan proses yang terjadi pada Kelas XII
tumbuhan serta implikasinya pada sains, Pertumbuhan dan perkembangan mahluk
lingkungan, teknologi, dan masyarakat hidup, proses metabolisme sel, Genetika ,
(salingtemas), menganalisis proses metabolisme evolusi dan bioteknologi
organisme, hereditas, teori evolusi serta
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

implikasinya pada salingtemas, prinsip-prinsip


dasar bioteknologi serta implikasinya pada
salintemas.

ORGANISASI
Organisasi dalam kurikulum ada 2 macam, yaitu Organisasi Kurikulum terbagi menjadi 2 Struktur Horizontal
struktur horizontal dan struktur vertikal. (dimana yaitu Vertikal dan Horizontal. Stuktur horizontal dalam organisasi kurikulum
organisasi secara horizontal meliputi penyajian Horizontal: penyusunban mata adalah suatu bentuk penyusunan bahan pelajaran
bahan pelajaran dalam bentuk bidang studi atau pelajaran terbagi menjadi yang akan disampaikan pada siswa.
mata pelajaran.) sedangakan organisasi secara separate subject. Setiap mata pelajaran tidak berhubungan dan
Vertikal meliputi pengorganisasian pengikuti Vertikal : terdiri dari semeste. berdiri sendiri. Tiap mata pelajaran mendukung
sistem kelas. Dalam 1 tahun pelajaran semua kompetensi inti [sikap, keterampilan,
Dalam organisasi ada pula Sistem unit waktu, terdapat 2 semester. 1 semester pengetahuan] dengan penekanan yang berbeda
dan Pengalokasian waktu. ada 6 bulan. Struktur Vertikal
Kurikulum SMA kelas X terdiri dari 16 Sistem kelas
MP alokasi waktu 1 jam 45 menit. Sistem unit waktu 1 tahun setiap kelas yang
Biologi : Alokasi waktu 2 jam/minggu. terdiri dari 2 semester
Kurikulum SMA kelas XI dan XII ada Alokasi waktu 1 jam pelajaran 45 menit
13 MP, alokasi waktu 45 menit. Untuk Satu minggu Kelas X adalah minimal 42
alokasi waktu MP Biologi 4 jam pelajaran.
jam/minggu. Satu minggu Kelas XI dan XII adalah
minimal 44 jam pelajaran.
Sistem Kredit Semester (SKS), diatur
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

dalam pedoman SKS

Beban belajar
Beban belajar di SMA/MA dinyatakan
dalam jam pelajaran per minggu.
Beban belajar satu minggu Kelas
X adalah minimal 42 jam
pelajaran.
Beban belajar satu minggu Kelas
XI dan XII adalah minimal 44
jam pelajaran.
Beban belajar di Kelas X dan XI dalam
satu semester minimal 18 minggu.
Beban belajar di kelas XII pada semester
ganjil minimal 18 minggu
Beban belajar di kelas XII pada semester
genap minimal 14 minggu.
Beban belajar bagi SMA/MA yang
menyelengarakan Sistem Kredit Semester
(SKS), diatur dalam pedoman SKS.

STRATEGI
Terdapat 5 pendekatan yang perlu diperhatikan Ada 5 staretegi yangditerapkan dalam Sesuai dengan Permendikbud tentang
dalam KBM di kelas, yaitu : 4 pilar pendidikan, kurikulum 2006 yaitu: Standar Proses pendidikan dasar dan
Inquiry sains, Kontruktivisme, Sains teknologi 1. Berorientasi kompetensi menengah, pendekatan pembelajaran yang
dan masyarakat (STM) dan Pemecahan masalah. 2. Kegiatan Pengembangan Diri digunaan dalam Kurikulum 2013 yaitu
3. Pengaturan Beban Belajar. Pendekatan ilmiah/saintifik atau scientific
4. Kenaikan Kelas, Penjurusan dan approach.
Kelulusan. Pendekatan saintifik melalui proses inkuiri
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

5. Pendidikan Kecakapan Hidup. yang bernapaskan konstruktivisme. Sasaran


Dalam pembelajaran digunakan metode pembelajaran dengan pendekatan ilmiah
yang bervariasi atau tidak monoton (= mencakup pengembangan ranah
metode di KBK). Media (Grafis, sikap,pengetahuan,dan keterampilan yang
Berbasis Komputer, Asli, Visual, dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan.
Audio, Audio Visual)dan sumber Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki
belajar bervariasi (Buku, LKS, Hand lintasan perolehan (proses) psikologis yang
Out, BSE), dan Siswa sebagai pusat berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas:
pembelajaran (student centre). menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan
diperoleh melalui aktivitas: mengingat,
memahami, menerapkan, menganalisis,
mengevaluasi, dan mencipta. Sementara itu,
keterampilan diperoleh melalui aktivitas:
mengamati, menanya, menalar, menyaji, dan
mencipta.
Pendekatan ini dapat meningkatkan rasa
keingintahuan (Foster a sense of wonder),
meningkatkan keterampilan mengamati
(Encourage observation), melatih melakukan
analisis ( Push for analysis), dan komunikasi
(Require communication).
Proses pembelajaran, sesuai dengan
Permendikbud tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah,
sepenuhnya diarahkan pada pengembangan
ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan
secara utuh melalui pendekatan scientific dan
diperkuat dengan menerapkan pembelajaran
berbasis penyingkapan/penelitian
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

(discovery/inquiry learning) dan


pembelajaran yang menghasilkan karya
berbasis pemecahan masalah (project based
learning).

EVALUASI
Evaluasi disini mencakup penilaian berbasis Evaluasi disini mencakup, Ulangan Penilaian pendidikan sebagai proses
kelas, penilaian kompetensi dalam pbk harian, ulangan tengah semester, pengumpulan dan pengolahan informasi
(penilaian kompetensi dasar mata pelajaran, ulangan kenaikan kelas, ulangan akhir untuk mengukur pencapaian hasil belajar
penilaian kompetensi rumpun pembelajaran, semester, kriteria ketuntasan minimal peserta didik mencakup: penilaian autentik,
penilaian kompetensi lintas kurikulum, penilaian (KKM), ujian sekolah/madrasah dan penilaian diri, penilaian berbasis portofolio,
pencapaian dalam hidup). ijian Nasional ulangan, ulangan harian, ulangan tengah
semester, ulangan akhir semester, ujian
tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat
kompetensi, ujian nasional, dan ujian
sekolah/madrasah.
Penilaian autentik (Authentic Assessment)
adalah pengukuran yang bermakna secara
signifikan atas hasil belajar peserta didik
untuk ranah sikap, keterampilan, dan
pengetahuan. Istilah autentik merupakan
sinonim dari asli, nyata, valid, atau
reliabel.
Penilaian dapat dibagi menjadi tiga
kelompok hal yang dinilai: 1. Penilaian
pengetahuan dan pemahaman, 2. Mengolah
informasi dan memecahkan masalah, dan 3.
Eksperimen dan investigasi/penelitian.
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

Model Konsep Kurikulum


MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM Menggunakan model konsep kurikulum Model konsep kurikulum yang digunakan dalam
RALP W TYLER teknologis, tapi tidak berarti nilai kurikulum 2013 ialah:
Dikarenakan : esensial dari model konsep kurikulum 1. Konsep kurikulum rekonstruksi sosial.
Sumber utama dalam perumusan tujuan lainnya diabaikan. Karakter yang ada Karena pada konsep ini menekankan pada
kurikulum adalah siswa. pada model konsep lainnya tetap ada, interaksi dan kerja sama antara siswa, guru,
Memperbanyak pengalaman belajar hanya tidak dominan. Karena dalam kepala sekolah, orang tua dan masyarakat
siswa realitas, konsep-konsep tersebut saling 2. Konsep kurikulum teknologis. Dalam konsep
Evaluasi merupakan alat penilaian dalam melengkapi. ini pengaplikasian teknologi pendidikan
menilai proses pembelajaran Apabila ditinjau dari model pendekatan berbentuk penggunaan perangkat keras dan
pengembangannya, kurikulum perangkat lunak dalam pendidikan.
2006/KTSP menerapkan pendekatan
dekonsentrasi, yaitu campuran antara
setralistik dan desentralistik atau dalam
istilah lain mengunakan pendekatan
campuran model administratif dan
model akar rumput (grass root).
Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran ini menekankan pada
daya pikir yang tinggi, transfer imu
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

pengetahuan, mengumpulkan dan


menganalisis data, memecahkan
masalah-masalah tertentu baik secara
individu maupun kelompok. (1.
Pembelajaran berbasis masalah, 2.
Memanfaatkan lingkungan siswa untuk
memperoleh pengalaman belajar, 3.
Memberikan aktivitas kelompok, dst)
Pembelajaran Tuntas (Mastery-
Laerning) Model ini
menggammbarkan bahwa pembelajaran
yang mempersyaratkan peserta didik
menguasai secara tuntas seluruh standar
kompetensi maupun kompetensi dasar
mata pelajaran tertentu

PRINSIP PENGEMBANGAN
a. Prinsip kontinuitas: mata pelajaran a. Berpusat pada potensi, Prinsip relevansi: pemberian pengalaman
Biologi SMA ini merupakan kelanjutan perkembangan, kebutuhan, dan secara langsung sangat ditekankan melalui
dari mata pelajaran Biologi SMP. Karena kepentingan peserta didik dan penggunaan dan pengembangan
adanya keterkaitan di dalam kurikulum lingkungannya. keterampilan proses dan sikap ilmiah dengan
tersebut sehingga mempermudah guru b. Beragam dan terpadu
Analisis Kurikulum 2004 Analisis Kurikulum 2006 Analisis Kurikulum 2013

dan siswa dalam melaksanakan proses c. Tanggap terhadap tujuan untuk memahami konsep-konsep dan
pembelajaran. perkembangan ilmu mampu memecahkan masalah.
b. Prinsip efektifitas: guru dapat memilih pengetahuan, teknologi, dan seni Prinsip fleksibilitas: pada suatu kegiatan
indikator kerja ilmiah sesuai dengan d. Relevan dengan kebutuhan pembelajaran misalnya penelitian ilmiah
kebutuhan ketersediaan alat/bahan, kehidupan tidak semua indikator kerja ilmiah harus
kemampuan siswa, ketersediaan alokasi e. Menyeluruh dan dilakukan. Selain itu, guru juga diberi
waktu, serta kemampuan guru. berkesinambungan kewenangan untuk menyusun RPP yang
c. Prinsip efisiensi: dalam pengelolaan f. Belajar sepanjang hayat disesuaikan dengan situasi dan kondisi di
keuangan, terutama pengalokasian uang g. Seimbang antara kepentingan sekolah/daerah masing-masing.
sepenuhnya dilakukan sekolah. Sekolah nasional dan kepentingan daerah Prinsip kontinuitas : mata pelajaran
juga diberi kebebasan untuk melakukan Biologi SMA ini merupakan kelanjutan dari
kegiatan-kegiatan yang mendatangkan mata pelajaran Biologi SMP. Karena adanya
penghasilan. keterkaitan di dalam kurikulum tersebut
sehingga mempermudah guru dan siswa
dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Prinsip efektifitas : guru dapat memilih
indikator kerja ilmiah sesuai dengan
kebutuhan ketersediaan alat/bahan,
kemampuan siswa, ketersediaan alokasi
waktu, serta kemampuan guru.
Prinsip efisiensi : penerapan kurikulum di
sekolah disesuaikan dengan situasi dan
kondisi sekolah.