Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL PENGAJUAN PROYEK TUGAS AKHIR

kasih cover aja Dell, kmrn bu Koni marah mnta dkasih cover depan ^^

JUDUL: DISPLAY PERMATA PADA PAMERAN DI DALAM RUANGAN

1.1. Latar Belakang (kyknya masih terlalu panjang Deell, langsung mbahas ke
arah display saat ini aja)
Batu merupakan mineral yang sejak jaman dahulu banyak dicari orang
untuk dijual-belikan. Batu sendiri mempunyai beberapa jenis golongan yang
dibedakan berdasarkan tingkat kekerasannya. Batu yang paling baik memiliki
tingkat kekerasan di atas 7.00 Skala Mohs dapat disebut sebagai permata.

Gambar 1.1. Cincin batu akik gambar (agate)


(dok. polyvore.com)

Setelah maraknya trend batu akik (agate) di Indonesia, keberadaan


permata mulai tersisihkan dan dianggap setara dengan batu akik. Padahal
berbeda dengan akik yang harganya tidak mempunyai tetapan sehingga dapat
naik turun seiring dengan antusiasme masyarakat, permata mempunyai standar
kualitas dan harga per carat yang ditetapkan secara internasional. Beberapa
jenis permata yang dikenal banyak orang antara lain berlian, sapphire, ruby,
dan zamrud (emerald).

1
Gambar 1.2. Cincin berlian
(dok. Nicolas Perrault III)
Harga permata yang mahal menyebabkan orang membuat tiruannya.
Permata tiruan terdiri dari dua jenis, yaitu sintetis dan imitasi. Permata sintetis
mempunyai karakteristik yang sama dengan permata alami. Permata imitasi
hanya mempunyai tampilan yang sama, misalnya warna.
Batu permata yang dijual memiliki resiko terjadinya penipuan bagi
para pembeli (jadiin paragraf pembuka aja?). Beberapa pihak memanfaatkan
adanya permata sintetis dan imitasi dengan cara menjualnya sebagai permata
alami. Karena itu para penggemar batu mulia harus mengantisipasi agar tidak
tertipu, salah satu caranya dengan menilai menggunakan alat bantu
pencahayaan. Pencayahaan merupakan faktor yang sangat penting bagi
pembeli saat menilai permata, selain mengetahui keaslian permata,
pencahayaan juga dapat membatu melihat kualitas permata alami seperti
tingkat kekristalan dan kehalusan permukaannya.

2
Gambar 1.3. Penlight
(dok. en.kimetec.com)

Salah satu alat bantu pencahayaan yang banyak digunakan para


penggemar permata adalah penlight, yaitu jenis senter diagnostik (senter
kedokteran). Para pengguna penlight mengaku memilih penlight karena
ukurannya yang kecil sehingga mudah dibawa-bawa dan mudah digunakan
saat menilai batu mulia yang sudah terpasang di cincin (melihat dari bagian
bawah batu mulia sehingga penlight harus diselipkan).

Gambar 1.4. Kaca pembesar (loupe)


(dok. aliexpress.com)

Selain menggunakan penlight, beberapa orang terutama yang sudah


lama berkecimpung di dunia permata menggunakan kaca pembesar (loupe)
untuk melihat keaslian permata. Menggunakan penlight dan kaca pembesar
sambil membawa permata dirasa merepotkan sehingga kadang permata dapat
terjatuh dan menyebabkan cacat. Biasanya seseorang membutuhkan bantuan
orang lain untuk memegangi penlight.
Dari penelitian yang dilakukan terhadap pengguna penlight, 60%
responden masih membutuhkan alat bantu lain ketika memeriksa keaslian
permata. Alat bantu yang paling sering digunakan adalah kaca pembesar
(loupe).
Dari pengamatan yang dilakukan di Senopati Gemstone, Jalan

3
Senopati serta pameran gemstone di Sagan dan XT Square pada April 2015
lalu, menunjukkan bahwa untuk memeriksa keaslian batu mulia membutuhkan
bermacam alat, sedangkan para penggemar permata terkadang lupa atau malas
membawa berbagai macam alat sehingga penjual harus meminjamkan
berbagai macam alat, sedangkan pada waktu sibuk, penjual sulit untuk
mengawasi alat dan permata yang dilihat oleh pengunjung.
Alat yang dibutuhkan merupakan display tidak boleh mengabaikan
prinsip ergonomi karena alat berinteraksi langsung dengan manusia. Selain itu
display dibutukan harus aman, estetikanya baik, pencahayaan baik, mudah
dilihat pengunjung, dapat memperlihatkan permata yang dipajang dengan baik.
Sarana berupa display dibutuhkan karena lebih aman dan mandiri.
Display juga membuat pengunjung lebih percaya dengan kualitas permata
yang dijual dengan melihat sendiri

1.2. Rumusan Masalah


Dari hasil kesimpulan penelitian tentang kemampuan senter diagnostik
jenis penlight untuk melihat keaslian batu mulia, maka didapatkan hasil
sebagai berikut: (mungkin juga dijabarkan ke bentuk kalimat Deell, dilengkapi
gt.. : Bagaimana menyajikan permata yang sesuai dengan segi ergonomi dan
cahaya ketika digunakan dalam pameran? Mungkin kyk gt Deell ^^) kalimat
tanya e blh lbh dari satu kok .. dilengkapi aja
Kebutuhan display permata

Kebutuhan keamanan

Kebutuhan melihat serat pada permata

Kebutuhan sarana mandiri bagi pengunjung

Kebutuhan kepercayaan dari pengunjung bagi penjual

Kebutuhan cahaya sebagai titik fokus di suatu ruangan sebesar 300


- 500 Lux
Kebutuhan lampu halogen sebagai sumber cahaya

1.3. Pernyataan Desain

4
Display permata pada pameran di dalam ruangan yang sesuai dengan
standart ergomoni tangan manusia dan sesuai dengan kebutuhan cahaya
sebesar 300-500 lux serta menjaga kepercayaan penjual terhadap pembeli.

1.4. Tujuan dan Manfaat


Tujuan sarana yang diusulkan di atas adalah:
Tujuan sarana yang diusulkan di atas adalah:

Pengunjung dapat memeriksa kualitas permata secara mandiri

Pengunjung mudah membawa alat bantu (mobiltas)


Manfaat sarana yang diusulkan di atas adalah:
Pengunjung dapat melihat kualitas permata

Pengunjung tidak membutuhkan bantuan orang lain sehingga pelayanan

lebih optimal

Aman (tidak menimbulkan risiko permata terjatuh atau hilang)

1.5. Batasan Produk


Batasan produk berdasarkan hasil kesimpulan penelitian tentang
kemampuan senter diagnostik jenis penlight untuk melihat keaslian batu mulia,
maka didapatkan hasil sebagai berikut:
Kebutuhan mendeteksi keaslian permata.
Kebutuhan melihat serat pada permata dengan jelas.
Kebutuhan sarana yang aman.
Kebutuhan sarana yang mandiri (tanpa bantuan orang lain).
Kebutuhan cahaya untuk untuk display perhiasan yaitu 300-500 Lux.

1.6. Metode Desain


Penelitian
Studi lapangan
Mengobservasi perilaku subyek pengguna di lingkungan
Studi pustaka

5
Mencari informasi dan pengetahuan dari literatur yang dibutuhkan untuk
mengetahui dan memahami sumber permasalahan dan cara
penyelesaiannya.
Menyebar kuesioner kepada subyek penelitian
Wawancara dengan ahli
Mencari informasi dan pengetahuan dari ahli yang mengerti dan
berpengalaman terhadap suatu masalah untuk mengetahui penyebab serta
solusi permasalahan.

1.7. Jadwal Perencanaan


(ganti bulannya Deeell wkwkwkwk)

6
1.8. Referensi
Clark, D. 10x loupe for gemologist and jeweler. Diakses 20 Mei 2015 dari
www.gemsociety.org/article/10x-loupe-the-gemologists-best-friend/
Clark, D. How to identify gems. Diakses 5 Mei 2015 dari
www.gemsociety.org/article/how-to-identify-gems/
Karkowski, W. & G. Salvendy. (1998). Ergonomic in manufacture. Diakses
20 Mei 2015 dari http://scialert.net/fulltext/?doi=jas.2014.401.414&or
g=11#110252_b.
Kay, H. S. (1964). Rahasia batu permata. Semarang: Mandira.
Miriam. (2015). Guide to ergonomic pens. Diakses 20 Mei 2015 dari
http://www.jetpens.com/ergonomic-pens/pt/84.
National Aeronautics and Space Administration, Sience Mission Directorate.
(2010). Visible light. Diakses 13 Maret 2015 dari Mission:Science
website: http://missionscience.nasa.gov/ems/09_visiblelight.html.
Newman, R. (2007). Gem & jewelry pocket guide. Los Angeles : International
Jewelry Publications
Winert, J. (2010). LED lighting explained: understanding LED sources,
fixtures, applications, and opportunities. Paperback
___. (2013). Lighting ergonomics - survey and solutions. Diakses 13 Maret
2015 dari www.ccohs.ca/oshanswers/ergonomics/lighting_survey.html
___. Pinch grip: a stressful way to manipulate objects. Diakses 15 Mei 2015
dari www.ergo-power.com/pinch-grips-a-stressful-way-to-manipulate-
objects/
___. Difference between lux and lumens. Diakses 24 April 2015 dari
www.gemini-lights.com/explore/lux-and-lumens.

7
1.9. Image Board