Anda di halaman 1dari 5

Nomor :

Revisi Ke :
BerlakuTgl :

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI
REMAJA

Penanggung Jawab
Disiapkan Diperiksa Disahkan
Koordinator UKM Ketua Akreditasi Kepala Puskesmas

H. Nurhilmi, AMK M. Rifani, SKM dr. Richard Lawalata


NIP. 19746041 997031 003 NIP. 19860311 201001 1 008 NIP. 19600515 198802 1 003

DINAS KESEHATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

UPT PUSKESMAS SUNGAI MALANG


Alamat : Jl. Negara Dipa RT.VII. Kelurahan Sungai Malang. Kecamatan Amuntai Tengah
PENYULUHAN KESEHATAN
REPRODUKSI REMAJA
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :


Tanggal Terbit :
Halaman : 1/1

UPT PUSKESMAS
SUNGAI MALANG
KABUPATEN
dr. Richard Lawalata
HULU SUNGAI UTARA NIP 19600515 198802 1 003

1. Pengertian Suatu kondisi sehat yang menyangkut system, fungsi, proses


reproduksi yng dimiliki oleh remaja.

2. Tujuan Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi


3. Kebijakan
4. Referensi Buku Pedoman Kelas ibu Balita
5. Alat dan Bahan Lembar balik kesehatan reproduksi

6. Langkah-langkah a.Tahap Persiapan


Petugas melakukan identifikasi atau mendata semua remaja yang ada
diwilayah kerja kemudian menentukan peserta yang akan mengikuti
penyuluhan kesehatan reproduksi
Petugas mempersiapkan tempat dan sarana
Petugas mempersiapkan materi, alat bantu, penyuluhan dan jadwal
pelaksanaan
Petugas mengundang remaja yang telah diitentukan sebagai peserta
Petugas mempersiapkan tim pelaksana penyuluhan kesehatan
reproduksi

b.Tahap Pelaksanaan
Penjelasan umum tentang kesehatan reproduksi
Curah pendapat tentang materi yang akan disampaikan
Penyampaian materi
Evaluasi pelaksanaanpertemuan
Kesimpulan pelaksanaan pertemuan

7. Unit terkait KIA,Promkes


PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
UPT PUSKESMAS SUNGAI MALANG
Jalan Negara Dipa RT. VII Kelurahan Sungai Malang
Kode Pos 71418

KERANGKA ACUAN PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

a. Pendahuluan
Menurut WHO yang termasuk kedalam kelompok remaja adalah mereka yang
berusia 10-19 tahun. Besarnya kelompok usia remaja dapat dimaknai sebagai aset dan
potensi bangsa di masa depan. Namun demikian, untuk dapat mewujudkan harapan
tersebut, Negara dan masyarakat harus dapat menjamin agar remaja Indonesia
mampu tumbuh dan bekembang secara positif dan terbebas dari berbagai
permasalahan yang mengancam.
b. Latar Belakang
Beberapa fakta berikut ini menunjukkan bahwa saat ini remaja Indonesia
menghadapi berbagai tantangan. Data SDKI tahun 2012 menunjukkan bahwa 28%
remaja perempuan dan 24% remaja laki-laki meminum minuman beralkohol pada usia
sebelum 15 tahun. Sekitar 2,8 % remaja 15-19 tahun terlibat penyalahgunaan NAPZA,
dan 0,7% perempuan dan 4,5% laki-laki umur 15-19 tahun melakukan hubungan seks
pra-nikah.
Melihat besaran berbagai permasalahan sebagaimana diuraikan diatas, maka
sudah seharusnya pembinaan kesehatan remaja dijadikan sebagai bagian dari
program promosi kesehatan di Puskesmas.
c. Tujuan
1) Tujuan Umum
Terselenggaranya PKPR berkualitas di Puskesmas dan tempat pelayanan
remaja lainnya, yang mampu menghargai dan memenuhi hak-hak serta kebutuhan
remaja sebagai individu, dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan,
pertumbuhan dan perkembangan yang optimal bagi remaja sesuai dengan potensi
yang dimiliki.
2) Tujuan Khusus
1. Tersedianya panduan penyelenggaraan bagi petugas PKPR
2. Terselenggaranya PKPR dengan kualitas yang baik.
d. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan
1) Kegiatan pokok
Penyuluhan di SMP N 4 dan SMU N 5 Berau.
2) Rincian kegiatan
Pentingnya sarapan pagi
Kesehatan Reproduksi Remaja
Tuberkulosis
NARKOBA
Malaria
HIV AIDS
Hubungan Anemia dengan Menstruasi
Rokok
Sosialisasi tablet tambah darah dan minum tablet tambah darah remaja putri
e. Cara melaksanakan kegiatan
Kegiatan dilaksanakan dengan penyuluhan menggunakan power point dan
tanya jawab.
f. Sasaran
Remaja diwilayah kerja Puskesmas Sungai Malang.
g. Jadwal pelaksanaan kegiatan
Menyesuaikan jadwal masing masing pemegang program
h. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap 4 bulan. Pelaporan pela.
i. Pencatatan, pelaporan, dan evaluasi kegiatan
Laporan pelaksanaan program dan evaluasi diserahkan ke pemegang program
dan dikirim ke Dinas Kesehatan Hulu Sungai Utara.