Anda di halaman 1dari 5

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT MARDI WALUYO

YAKKUM DI LAMPUNG

Nomor: 800/2237/RSMW/XII /2014

TENTANG

KEBIJAKAN PEMBUATAN LAPORAN OPERASI

DIREKTUR RUMAH SAKIT MARDI WALUYO

MENIMBANG : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu


pelayanan Kamar Operasi Rumah Sakit Mardi
Waluyo Metro, maka perlu disusun kebijakan
pembuatan laporan operasi.
b. Bahwa agar pelayanan kamar operasi di
Rumah Sakit Mardi Waluyodaapat terlaksana
dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur
Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro sebagai
landasan bagi pembuatan laporan operasi.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan
sebagaimana dimaksud dalam a dan b perlu
ditetapkan dengan keputusan Direktur Rumah
Sakit Mardi Waluyo Metro

MENGINGAT : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor


44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 319/ Menkes/ Per/III/2010
tentang Pelayanan Anestesiologi
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 1691/Menkes/Per/VIII/2011
tentang Keselamatan Pasien .

MEMEPERHATIKAN: Bahwa perlu kaebijakan pembuatan laporan operasi


untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Rumah
Sakit Mardi Waluyo Metro

MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :

Pertama : Keputusan Direktur Rumah Sakit Mardi Waluyo


Metro tentang Kebijakan Pembuatan Laporan Operasi.

Kedua : Kebijakan pembuatan Laporan Operasi Rumah Sakit


Mardi Waluyo Metro sebagaimana tercantum dalam
lampiran keputusan ini.

Ketiga : Pembinaan dan pengawasan pembuatan Laporan


Operasi Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro
dilaksanakan oleh Manager Pelayanan Rumah Sakit
Mardi Waluyo Metro.
Keempat : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya ,
dan apabila dikemudian hari ternyata terdapat
kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Di tetapkan : di Metro
Pada Tanggal : 1 Januari 2015
Direktur Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro

Dr Paran Bagionoto, Sp.B


Lampiran

Keputusan Direktur Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro

Nomor :

KEBIJAKAN PEMBUATAN LAPORAN OPERASI

RUMAH SAKIT MARDI WALUYO METRO

Kebijakan Umum

1. Laporan Operasi wajib ditulis oleh dokte3r operator bedah pada lembar
Rekam Medis (No.CM.12.9)
2. Laporan operasi wajib ditulis setelah dokter operator bedah melakukan
tindakan operasi, atau bila dokter operator bedah berhalangan pada saat
itu, maka laporan operasi wajib ditulis dalam waktu 1 x 24 jam setelah
tindakan operasi
3. Lembar Rekam Medis Laporan Operasi berisi :
a. Identitas pasien : nama pasien, tanggal lahir, jenis kelamin, no. RM,
alamat, ruang, tanggal operasi
b. Tim operasi : nama dokter bedah, asisten ( asisten 1, asisten 2,
instrumentator )
c. Jam mulai dan selesai operasi
d. Jenis operasi : elektif atau cito
e. Tim anestesi : nama dokter anestesi, penata anestesi
f. Jenis anestesi
g. Jaringan yang di eksisi/insisi
h. Pengambilan jaringan dikirim untuk pemeriksaan PA atau tidak
i. Diagnosa pre operatif (ICD-X)
j. Nama tindakan
k. Diagnosa post operatif ( ICD-X)
l. Jumlah perdarahan
m. Implant : ya atau tidak
n. Penyulit yang ditemukan
o. Ringkasan laporan operasi
p. Tanda tangan dan nama terang dokter operator bedah yang melakukan
tindakan pembedahan.

Kebijakan Umum

1. Tenaga yang berkompeten membuat atau menulis laporan operasi


a. Dokter Spesialis Bedah umum
b. Dokter Spesialis Bedah Obstetri dan Ginekologi
c. Dokter Spesialis Bedah Syaraf
d. Dokter Spesialis Bedah Mata
e. Dokter Gigi
2. Perawat bedah / penata anestesi wajib mengecek kembali apakah laporan
operasi sudah ditulis dengan lengkap

Ditetapkan : Di Metro
Pada tanggal : 1 Januari 2015
Direktur Rumah Sakit Mardi Waluyo

Dr. Paran Bagionoto, Sp.B