Anda di halaman 1dari 16

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT SYARIF

HIDAYATULLAH
NOMOR : 40/PER/RSI-SA/II/2017
TENTANG
PEDOMAN ORGANISASI TIM PENGENDALIAN PENYAKIT HIV AIDS
RUMAH SAKIT SYARIF HIDAYATULLAH

Tindakan Nama Jabatan Tandatangan Tanggal

Dr. Heppy cristina Ketua Tim-HIV/ 2 Januari 2018


Disiapkan
AIDS

Diperiksa Dr. Malahayati Manager Pelayanan 7 Januari 2018

Disetujui Dr. Ismet Alimin, MM, MARS Direktur Utama 10 Januari 2018

1
Bismillaahirrahmaanirrohiim

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT SYARIF


HIDAYATULLAH
NOMOR : 40/PER/RSI-SA/I/2014
TENTANG
PEDOMAN ORGANISASI TIM PENGENDALIAN PENYAKIT TB & HIV AIDS
RUMAH SAKIT SYARIF HIDAYATULLAH

MENIMBANG : a. Bahwa dalam upaya untuk melindungi karyawan, keluarga dan


masyarakat serta adanya kebutuhan untuk memaksimalkan
cakupan dan kualitas program dan layanan HIV / AIDS yang
komprehensif maka program Penanggulangan HIV / AIDS menjadi
perhatian utama jajaran pimpinan Rumah Sakit
b. Bahwa deteksi dini infeksi HIV sangat penting menentukan
prognosis perjalanan infeksi HIV dan mengurangi risiko penularan
c. Bahwa untuk maksud sebagaimana huruf (a) dan (b) diatas, maka
perlu disusun Pedoman Organisasi yang mengatur tata organisasi
dan tata laksana penanganan HIV AIDS di Rumah Sakit Syarif
H Syarif
Hidayatullah.
MENGINGAT : 1. Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK.07.06/III/2371/09
tentang Ijin Penyelenggaraan RS. Syarif Hidayatullah
3. Peraturan Gubernur Jateng No. 20 Tahun 2011 Tentang Percepatan
Pencapaian Target Rencana Aksi Daerah MGDs Provinsi Banten
Tahun 2017.
4. SK.YBWSA Nomor : 03/SK/YBWSA/I/2011 tentang Pengesahan
Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Syarif Hidayatullah
5. Surat Keputusan Pengurus Yayasan Badan Wakaf Uin Jakarta
Nomor : 090/SK/YBW-SA/XII/2009 tentang Pengangkatan Direksi
Rumah Sakit Syarif Hidayatullah (RSSH) Masa Bakti 20013 2017.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN : Pedoman Organisasi HIV - AIDS Rumah Sakit Syarif Hidayatullah


KESATU : Surat Keputusan ini berlaku selama 3 tahun dan akan dilakukan
evaluasi minimal 1 tahun sekali.KEDUA : Apabila hasil
evaluasi mensyaratkan adanya perubahan, maka akan dilakukan
perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Tangerang

Tanggal : Januari 2018

RUMAH SAKIT SYARIF HIDAYATULLAH


TANGERANG

Dr. Ismet Alimin


Direktur Utama

TEMBUSAN Yth :
1. Tim Pengendalian Penyakit Tuberkulosis (TB) Dan Human Immunodefciency Virus (HIV)/
Acqured Immunodefciency Syndrome (AIDS)
2. Direktur Pelayanan
3. Manajer Pelayanan Medis
4. Manajer Keperawatan
5. Manajer Penunjang Medis
6. Seluruh Kepala Ruang Keperawatan
7. Instalasi Farmasi

1
8. ArsipLAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT SYARIF
HIDAYATULLAH
NOMOR : 40/PER/RSI-SA/I/2014
TANGGAL : 10 JANUARI 2018

PEDOMAN PENGORGANISASIAN
TIM PENGENDALIAN PENYAKIT TB & HIV AIDS

BAB I
PENDAHULUAN

Dengan meningkatnya jumlah nkasus HIV AIDS khususnya pengguna Napza suntik (penasun
/IDU= Injeksi Drug User), pekerja seks dan pasangan, serta waria di beberapa propinsi di
Indonesia, maka kemungkinan terjadi resiko penyebaran infeksi HIV ke masyarakat umum
tidak dapat diabaikan. Kebanyakan dari mereka yang beresiko tertular HIV tidak mengetahui
akan status HIV mereka, apakah sudah terinfeksi atau belum.

Rumah sakit merupakan instansi kegiatan yang berperan penting mengurangi penyebaran
HIV AIDS, namun kadang rumah sakit melakukan diskriminasi terhadap pasien HIV AIDS.
Saat ini maasih banyak rumah sakit dan dokter yang tidak menerima klien yang terinfeksi
HIV untuk berobat. Rumah sakit menganggap kasus HIV AIDS sangat kompleks dan dan
problematic dikarenakan bukan hanya satu dokter dengan spesialis tertentu yang merawat
pasien HIV tetapi memerlukan banyak spesialis (multidisiplin)
BAB II
GAMBARAN UMUM RS SYARIF
HIDAYATULLAH

Rumah Sakit Syarif Hidayatullah (RSSH) adalah R S S H m e r u p a k a n b a d a n


usaha swasta y a n g b e r k e m b a n g d i w i l a y a h Ta n g e r a n g S e l a t a n
y a n g b e r g e r a k d i b i d a n g j a s a l a y a n a n m e d i s d a n k e s e h a t a n . Rumah
sakit Syarif Hidayatullah berintegrasi ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada awal
tahun 2014
RSSH berlokasi di Jalan Raya Ir. H Juanda No.95 Ciputat Tangsel. Dalam
penyelanggaraan pelayanan
RSSH memberikan pelayanan :
Layanan Rawat Jalan
Layanan Rawat Inap terdiri VIP, kelas I, II dan III
Layanan Penunjang Medis ( Laboratorium, Radiologi, Rehabilitasi Medik,
Instalasi Farmasi dan Instalasi Gizi)
BAB III
VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI dan TUJUAN RS SYARIF
HIDAYATULLAH

Visi
Visi RSSH adalah menjadi rumah sakit bernuansa Islam yang memiliki citra positif dan
mampu memberikan pelayanan secara paripurna kepada masyarakat

Misi
Misi RSSH adalah :

1. Melaksanakan integralisasi nilai Islam ke seluruh aspek manajemen pelayanan.


2. Mengembangkan sumber daya manusia Islami yang tanggu, handal dan berakhlak
mulia.
3. Mengupayakan kepuasan dan kesan mendalam kepada pelanggan secara
berkelanjutan.
4. Memberikan dukungan dalam penyediaan fasilitas pendidikan dan pelatihan
dibidang medis/kesehatan kepada masyarakat.
5. Menjadi bagian integral dari jaringan pelayanan kesehatan nasional
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RS SYARIF HIDAYATULLAH
BAB V

STRUKTUR ORGANISASI TIM TB & HIV AIDS


SK DIREKTUR RS NOMOR 009/KPTS/RSI-SA/I/2013
TENTANG TIM PENGENDALIAN PENYAKIT HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)/
ACQUIRED IMMUNODEVICIENCY SYNDROME (AIDS) RUMAH SAKIT SYARIF
HIDAYATULLAH

WAKIL KETUA
KETUA (dr. DElfiarnis)
(dr. Andrina SPPD)

SEKRETARIS
(Restu)

DOKTER SPESIALIS KEPERAWATAN KONSELOR


(dr. Andrina SppD) (Anis Nurul N)

PETUGAS PETUGAS HUMAS PENCATATAN


LABORATORIUM FARMASI DAN
(Shaomi) PELAPORAN
BAB VI
URAIAN TUGAS
TIM PENGENDALIAN HIVAIDS RS SYARIF
HIDAYATULLAH

1. KETUA
Tugas :
a. Menyusun perencanaan kebutuhan operasional (sarana dan prasarana klinik)
b. Melakukan koordinasi secara internal maupun eksternal rumah sakit terkait
dengan operasional klinik
c. Membuat program kerja klinik TB-HIV AIDS
d. Membuat prosedur kerja serta uraian tugas tim HIV AIDS
e. Mengawasi pelaksanaan kegiatan Pelayanan
f. Melakukan evaluasi kegiatan pelayanan
g. Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa layanan secara keseluruhan
berkualitas sesuai pedoman Departemen Kesehatan RI
h. Mengkoordinir pertemuan berkala dengan seluruh staf konseling dan testing
minimal satu bulan sekali
i. Melakukan jejaring kerja dengan rumah sakit , lembaga-lembaga yang bergerak
dalam bidang VCT untuk memfasilitasi pengobatan, perawatan dan dukungan
j. Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang
k. Melakukan monitoring internal dan penilaian berkala kinerja seluruh petugas
/tim TB dan HIV AIDS
l. Memantapkan system atau mekanisme monitoring dan evaluasi layanan yang
tepat
m. Menyusun dan melaporkan laporan bulanan dan laporan tahunan kepada Dinas
Kesehatan Kota Semarang
n. Memastikan logistic terkait KIE dan bahan lain yang dibutuhkan untuk pelayanan
konseling dan testing
o. Memantapkan pengembangan diri melalui pelatihan peningkatan ketrampilan
dan pengetahuan HIV AIDS

2. WAKIL KETUA
Tugas :
a. Melakukan koordinasi pelayanan HIV AIDS
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan perawatan, dukungan dan
pengobatan yang komprehensif bagi pasien HIV AIDS termasuk Konseling Tes
Sukarela
c. Memantau pengobatan proflaksis untuk infeksi oportunistikd. Membangun
dan memperkuat system rujukan internal dan eksternal diantara pelayanan
dan HIV AIDS serta unit terkait lainnya.
e. Melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai standar
f. Melakukan monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan kegiatan kolaborasi
kegiatan penanggulangan HIV AIDS
g. Melakukan promosi komunikaasi perubahan dan membangun dukungan
masyarakat bagi kolaborasi kegiatan penanggulangan TB dan HIV AIDS.

3. SEKRETARIS
Tugas :
a. Bertanggung jawab terhadap Ketua Tim dan HIV AIDS
b. Bertanggung jawab terhadap pengurusan perijinan klinik VCT dan registrasi
konselor VCT
c. Melakukan surat menyurat dan administrasi terkait
d. Melakukan tata laksana dokumen, pengarsipan, melakukan pengumpulan,
pengolahan dan analisa data
e. Membuat pencatatan dan pelaporan

4. DOKTER / DOKTER SPESIALIS


a. Melakukan koordinasi pelaksanaan pelayanan medis
b. Melakukan pemeriksaan medis, pengobatan, perawatan maupun tindak lanjut
terhadap klien
c. Melakukan rujukan (pemeriksaan penunjang, laboratorium, dokter ahli dan
konseling lanjutan)
d. Melaksanakan konsultasi kepada dokter ahli
e. Membuat laporan kasus

5. KONSELOR
Tugas :
a. Membangun hubungan baik dan meningkatkan kepercayaan kepada klien
b. Berfkir positif / pemahaman positif terhadap tata nilai klien
c. Menyiapkan psikologis klien melalui pre test dan pasca test
d. Memfasilitasi klien untuk mengikuti test HIV AIDS
e. Membuka dan menyampaikan hasil test bersama klien secara tepat, singkat dan
benar
f. Menjaga kerahasiaan klien
g. Mendata semua kegiatan konsultasi

1
h. Membuat lapotran kegiatan konsultasi kepada Tim untuk dilaporkan lebih lanjut i.
Berkonsultasi dengan dokter spesialis atas klien yang ditangani jika dibutuhkanj.
Bekerjasama dengan divisi-divisi yang ada di Tim VCT/CST agar terbentuk
kerjasama yang sinergis
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh coordinator Klinik

6. KEPERAWATAN
Tugas :
a. Menerapkan pengetahuan dan ketrampilan dalam maemberikan asuhan
keperawatan
b. Menerapkan prioritas asuhan keperawatan dan membantu orang-orang untuk
meningkatkan kualitas hidup
c. Sebagai konselor bagi pasien, keluarga dan komunitas dalam menghadapi
perubahan kesehatan, ketidakmampuan dan kematian
d. Sebagai komunikator dan pendengar yang baik dalam memberikan dukungan
dan motivasi
e. Membantu pasien sebagai individu agar kemampuan mereka meningkat
sehingga tercipta kenyamanan untuk meningkatkan kualitas hidup
f. Bekerja sama dengan divisi-divisi yang ada di Tim HIV AIDS agar terbentuk
kerjasama yang sinergis

7. PETUGAS LABORATORIUM
Tugas :
a. Mengambil sampel darah klien sesuai dengan SPO
b. Melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai prosedur dan standar laboratorium
yang telah ditetapkan.
c. Menerapkan kewaspadaan baku dan transmisi
d. Melakukan pencegahan pasca pajanan okupasional
e. Mengikuti perkembangan kemajuan dan teknologi pemeriksaan laboratorium
f. Mencatat hasil testing HIV dan sesuaikan dengan nomor identifkasl klien
g. Menjaga kerahasiaan hasil testing HIV
h. Melakukan pencatatan, menjaga kerahasiaan dan merujuk ke laboratorium
rujukan.

8. PETUGAS FARMASI
Tugas :
a. Mengelola obat ARV yang berasal dari GF ATM komponen AIDS
b. Menyediakan dan memberikan obat ARV yang berasal dari resep dokter spesialis
c. Mencatat pemasukan dan pengeluaran obat ARV secara teratur
d. Mempersiapkan ARV bagi ODHA

11
e. Menjaga kondisi ARV supaya tetap baik f. Menjaga kerahasiaan ODHAg.
Mengusulkan pengadaan obat ARV ke GF ATM Komponen AIDS
h. Bekerjasama dengan divisi-divisi yang ada di Tim HIV AIDS agar terbentuk
kerjasama yang sinergis

9. PENCATATAN dan PELAPORAN


Tugas :
a. Melakukan pendaftaran klien
b. Menyiapkan CM dan formulir Rekam Medis Pasien VCT
c. Menghubungi petugas laboratorium pada saat ada pelayanan darah
d. Mengatur jadwal tugas konselor
e. Mengusulkan kebutuhan administrasi klinik VCT
f. Membuat laporan bulanan klinik VCT
g. Turut menjaga kerahasiaan klien yang berkunjung ke klinik VCT
h. Bekerjasama dengan divisi-divisi yang ada di Tim HIV AIDS agar terbentuk
kerjasama yang sinergis
i. Bertanggungjawab dalam system pencatatan dan pelaporan klinik VCT secara
penuh

10. HUMAS
Tugas :
a. Menyelenggarakan promosi komunikaasi perubahan dan membangun dukungan
masyarakat bagi kolaborasi kegiatan penanggulangan TB dan HIV AIDS.
b. Melakukan kerjasama jejaring kerja dengan rumah sakit , lembaga-lembaga yang
bergerak dalam bidang VCT untuk memfasilitasi pengobatan, perawatan dan
dukungan
c. Menyediakan logistic terkait KIE dan bahan lain yang dibutuhkan untuk
pelayanan konseling dan testing
d. Bekerjasama dengan divisi-divisi yang ada di Tim HIV AIDS agar terbentuk
kerjasama yang sinergis
e. Mengusulkan kebutuhan terkait pelayanan TB dan HIV AIDS
f. Membuat laporan bulanan

11
g.
Turut
menjaga
kerahasi
aan
klien
yang
berkunj
ung ke
klinik
VCTBAB
VII
TATA HUBUNGAN KERJA

No. Jabatan Garis Hubungan


1 Direksi Konsultasi pelaksanaan tugas
2 Manajer Konsultasi pelaksanaan tugas
3 Kepala Instalasi Konsultasi dan koordinasi pelaksanaan tugas
4 Anggota Tim Dukungan dan kerjasama dalam pelaksanaan
tugas

BAB VIII
POLA KETENAGAAN dan KUALIFIKASI PERSONIL

JABATAN SPESIFIKASI PENDIDIKAN JUMLAH


KETUA Sarjana kesehatan 1 Orang
WAKIL KETUA Sarjana kesehatan 1 Orang
SEKRETARIS Minimal Diploma 3 1 Orang
ANGGOTA Minimal diploma 3 19 Orang

BAB IX KEGIATAN
ORIENTASI

Untuk karyawan baru mengikuti orientasi umum dan orientasi khusus, sedangkan
karyawan lama hanya mengikuti orientasi khusus

Lama
No Materi Kegiatan Pembimbing
Orientasi

11
1. Orientasi Umum Mengikuti materi kelas Sesuai Manajer SDI
meliputi : dengan
Struktur organisasi orientasi
& Tata Kerja RSSH Umum SDI
Manajemen K3
RSSH
KPRS
Manajemen Sanitasi
dan Lingkungan
Pelayanan Islami /
Prima
Hak & Kewajiban
Karyawan

22
Lama
No Materi Kegiatan Pembimbing
Orientasi
Orientasi Khusus
meliputi : Pengenalan struktur 2 minggu Ketua Tim
Pedoman organisasi VCT
organisasi unit VCT Peran dan tugas Tim
Pedoman Pelayanan VCT (uraian tugas)
VCT Pengenalan
SPO dan alur Pelayanan VCT
kegiatan pelayanan Sosialisasi SPO dan
VCT alur pelayanan VCT
Pencatatan & Pencatatan &
Pelaporan Pelaporan
Orientasi Pengenalan
lingkungan RSSH lingkungan RSSH

BAB X PERTEMUAN /
RAPAT

Pertemua rutin bulanan yang diselenggarakan satu bulan sekali, guna membahas
evaluasi kerja bulan berjalan, pembahasan masalah atau kendala-kendala, serta
sosialisasi kebijakan terbaru di RS SYarif hidayatullah
Rapat Koordinasi yang diselenggarakan dengan mengundang unit terkait yang
berhubungan dengan kegiatan pelayanan klinik HIV AIDS
Pertemuan insidentil dilaksanakan sewaktu waktu jika diperlukan sifatnya
mendesak dan tidak terjadwal

BAB XI
PELAPORAN

1. Pelaporan Harian
Menerima dan membaca laporan kegiatan dari masing-masing anggota selama
seminggu berjalan
2. Pelaporan Bulanan
Menganalisa laporan hasil kerja bulanan yang disampaikan oleh koordinator
3. Pelaporan Tahunan
Menyusun laporan tahunan mengenai pelaksanaan tugas di klinik VCT
Menyusun rencana tahunan untuk klinik VCT

11