Anda di halaman 1dari 2

NAMA : DWI NURDIANSYAH

NIM : H1A114074

Bila mengenai focus pendidikan, terrsedia daftar pilihan yang lumayan banyak bagi
setiap masyarakat yang siap untuk mempertaruhkan sumber-sumbernya dalam pendidikan,
terutama dijenjang pendidikan pra-tersier, masing-masing (bakal) menghasilkan suatu system
pendidikan yang di inginkan oleh orang-orang tertentu misalnya :
1. Pendidikan demi berkemampuan membaca dan menulis (literacy), bila mungkin dalam
lebih dari satu bahasa, paling sedikitnya satu bahasa internasional.
2. Pendidikan untuk siap pakai. Maksudnya menyiapkan anak didik untuk langsung bias
berkerja beitu lulus sekolah, baik di perusahaan alat-alat berat maupun di posisi
manajerial yang menuntut ketrampilan berkomunikasi lisan dan tulisan.
3. Pendidikan demi berkemampuan berpiki, pikir kritis, problem solving, agar selalu tepat
waktu tidak ketinggalan.
4. Pendidikan agar bias kreatif dan mampu menangani perubahan-perubahan fundamental.
Kalau masalah-masalah biasa (sehari-hari) dapat diselesaikan oleh peralatan canggih
(komputer atau robot). Guna merespon the speedand unpredictability of change
diperlukan orang (individu) yang betul-betul kreatif.
5. Pendidikan demi penguasaan matematika dan sains demi memenuhi tuntutan profesi
dalam computing dan engineering.
6. Pendidikan agar dapat bersaing dalam sechnological sophistication.
7. Pendidikan dalam keadaan (civility). Kecanggihan teknis tidak buruk, tetapi duni a
terancam pecah karena ketidaksempurnaan kita untuk saling memahami dan untuk
menyelesaikan konflik secara damai. Maka manusia perlu pendidikan yang berdimensi
kemanusiaan.
8. Pendidikan seni, budaya , dan peradaban karena yang paling bernilai adalah keberhasilan
artistic dan kultural dari makhluk manusia. Semua ini menentukan peradaban dan tanpa
mengapresiasi dan memproduksi itu dunia menjadi barbar.
9. Pendidikan etika dan nilai-nilai. Keadaban hanya merupakan satu kebajikan manusia,
sedangkan kita memerlukan warga Negara yang jujur, berkerja keras, berdisiplin, bias
diandalkan, berbudi, dan bersedia berkorban untuk Negara-Bangsa.
10. Pendidikan agama. Kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara membutuhkan
warga yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Daftar pilihan ini masih bias lebih panjang lagi, yang berarti jumlah pilihan menjadi
semakin banyak. dengan begini ada dilemma dalam pemilihan, sedangkan kita harus memilih.
Tidak memilih berarti membuat pilihan yang terburk. Untuk mengelakkan dilemma ini ada
kecendrungan lebih-lebih di kalangan bangsa kita untuk menerapkan prinsip nan di orang di
iyokan nan di awak lalu juo. Artinya, semua di ambil demi memuaskan setiap orang. Siapa pula
yang tidak senang apabila melihat anak-anak bangsa kita sekaligus to be literate, technologically
sophisticated, civic minded, dan lain-lain. Namun bukan kah hidup itu sendiri ada batasnya
jumlah pengetahuan meningkat secara eksponensial, sedangkan bidang-bidang dan atmosfer
kehidupan lainya mengingatkan kita betapa beratnya tuntutan setiap fokus perhatian.