Anda di halaman 1dari 11

Pengaruh Rasio-rasio Keuangan kegiatan usahanya mengandalkan

Terhadap Kinerja kepercayaan masyarakat. Tujuan dari


Bank Umum di Indonesia penelitian ini adalah untuk membuktikan
(Studi Empiris Bank-bank Umum Yang pengaruh rasio keuangan Capital
Beroperasi Di Indonesia) Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasi
Muhammad Bisyri Effendi dibanding Pendapatan Operasi (BOPO),
Rosida Tuffahati (2015310131) Net Interest Margin (NIM), Non
STIE Perbanas Surabaya Performing Loan (NPL) dan Loan to
Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja bank
ABSTRAK yang diukur dengan Return On Asset
Bank merupakan industri yang (ROA) serta variabel-variabel manakah
kegiatan utamanya adalah penghimpunan yang paling dominan berpengaruh
dana dari masyarakat kemudian terhadap Return On Asset (ROA).
menyalurkannya dengan tujuan untuk Kata Kunci: Rasio-rasio Keuangan, Kinerja
memperoleh pendapatan. Oleh Bank
karenanya penting bagi bank untuk
menjaga kepercayaan masyarakat sebab PENDAHULUAN
Perkembangan di dunia perbankan yang negative net worth, karena adanya
sangat pesat serta tingkat kompleksitas kebutuhan pembentukan cadangan,
yang tinggi dapat berpengaruh terhadap negative spread, unprofitable, dan lainlain
performa suatu bank. Kompleksitas usaha (4)Banyak bank tidak mampu menutup
perbankan yang tinggi dapat kewajibannya terutama karena
meningkatkan resiko yang dihadapi oleh menurunnya nilai tukar rupiah
bank-bank yang ada di Indonesia. (5)Pelanggaran BMPK (Batas Maksimum
Permasalahan perbankan di Indonesia Pemberian Kredit) (6)Modal bank atau
antara lain disebabkan depresiasi rupiah, Capital Adequacy Ratio (CAR) belum
peningkatan suku bunga Sertifikat Bank mencerminkan kemampuan riil untuk
Indonesia (SBI) sehingga menyebabkan menyerap berbagai resiko kerugian
meningkatnya kredit bermasalah. (7)Manajemen tidak professional
Lemahnya kondisi internal bank seperti (8)Moral hazard.
manajemen yang kurang memadai, Penurunan kinerja bank dapat
pemberian kredit kepada kelompok atau menurunkan pula kepercayaan
group usaha sendiri serta modal yang masyarakat. Pengertian bank dalam PSAK
tidak dapat mengcover terhadap resiko- 31 salah satunya yaitu Bank merupakan
resiko yang dihadapi oleh bank tersebut industri yang dalam kegiatan usahanya
menyebabkan kinerja bank menurun. mengandalkan kepercayaan masyarakat
Dalam Seminar Restrukturisasi Perbankan sehingga tingkat kesehatan bank perlu
di Jakarta 1998 (Etty M. Nasser & Titik dipelihara. Pemeliharaan kesehatan bank
Aryati : 2000) menyimpulkan beberapa antara lain dilakukan dengan tetap
penyebab menurunnya kinerja bank; menjaga likuiditasnya sehingga bank
antara lain; (1)Semakin meningkatnya dapat memenuhi kewajiban kepada
kredit bermasalah perbankan (2)Dampak semua pihak yang menarik atau
likuidasi bank-bank 1 Nopember 1997 mencairkan simpanannya sewaktu-waktu.
yang mengakibatkan turunnya Kesiapan memenuhi kewajiban setiap
kepercayaan masyarakat terhadap saat ini, menjadi semakin penting
perbankan dan pemerintah, sehingga artinyamengingat peranan bank sebagai
memicu penarikan dana secara besar- lembaga yang berfungsi memperlancar
besaran (3)Semakin turunnya permodalan lalu lintas pembayaran. Disamping faktor
bank-bank dan bahkan diantaranya likuiditas, keberhasilan usaha bank juga
ditentukan oleh kesanggupan para mencantumkan unsur manajemen suatu
pengelola dalam menjaga rahasia bank karena hal ini tidak bisa dilihat dari
keuangan nasabah yang dipercayakan luar. Alasan dipilihnya Return On Assets
kepadanya serta keamanan atas uang (ROA) sebagai variabel dependen dengan
atau asset lainnya yang dititipkan pada alasan bahwa ROA digunakan untuk
bank. mengukur efektifitas perusahaan dalam
Pentingnya menjaga kepercayaan menghasilkan keuntungan dengan
masyarakat terhadap bank karena memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.
kegiatan utama bank adalah ROA merupakan rasio antara laba
penghimpunan dana dari masyarakat sesudah pajak terhadap total assets.
kemudian menyalurkannya dengan tujuan Semakin besar ROA menunjukkan kinerja
untuk memperoleh pendapatan. Oleh perusahaan semakin baik, karena tingkat
karenanya Bank Indonesia menerapkan pengembalian (return) semakin besar.
aturan tentang kesehatan bank. ROA juga merupakan perkalian antara
Kesehatan bank dapat diartikan sebagai faktor net income margin dengan
kemampuan suatu bank untuk melakukan perputaran aktiva. Net Income Margin
kegiatan operasional perbankan secara menunjukkan kemampuan memperoleh
normal dan mampu memenuhi semua laba dari setiap penjualan yang diciptakan
kewajibannya dengan baik dengan cara- oleh perusahaan, sedangkan perputaran
cara yang sesuai dengan peraturan aktiva menunjukkan seberapa jauh
perbankan yang berlaku. Dengan adanya perusahaan mampu menciptakan
aturan tentang kesehatan bank ini, penjualan dari aktiva yang dimilikinya.
perbankan diharapkan selalu dalam Apabila salah satu dari faktor tersebut
kondisi sehat sehingga tidak akan meningkat (atau keduanya), maka ROA
merugikan masyarakat yang berhubungan juga akan meningkat. Alasan dipilihnya
dengan perbankan. Aturan tentang industri perbankan karena kegiatan bank
kesehatan bank yang diterapkan oleh sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan
Indonesia mencakup berbagai aspek perekonomian di sektor riil. Sektor riil
dalam kegiatan bank, mulai dari tidak akan dapat berkinerja dengan baik
penghimpunan dana sampai dengan apabila sektor moneter tidek bekerja
penggunaan dan penyaluran dana (Totok dengan baik.
Budisantoso dan Sigit Triandaru: 2006). Penelitian mengenai analisis pengaruh
Penilaian tingkat kesehatan bank rasio keuangan terhadap kinerja bank
mencakup penilaian terhadap faktor- telah banyak dilakukan oleh beberapa
faktor permodalan, kualitas asset, peneliti seperti Agus Suyono (2005),
manajemen, rentabilitas, likuiditas, Basran Desfian (2005) dan Wisnu
sensitivitas terhadap resiko pasar, yang Mawardi (2005). Penelitian ini merupakan
dikenal dengan CAMELS. replikasi dari ketiga penelitian ketiga
Kriteria penilaian kinerja perbankan yang tersebut diatas. Perbedaan penelitian ini
digunakan dalam penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu,
dengan kriteria yang diterapkan oleh Bank pemilihan variabel independen yang
Indonesia. Penilaian kesehatan bank versi digunakan serta periode penelitian.
Bank Indonesia mengacu pada unsur- Variabel independen yang digunakan
unsur Capital, Assets Quality, dalam penelitian ini merupakan variabel
Management, Earning, Liquidity dan yang menurut penelitian sebelumnya
Sensitivity, sedangkan dalam penelitian ini paling berpengaruh terhadap kinerja
menerapkan rasio- rasio keuangan yang bank. Variabel-variabel tersebut antara
umum digunakan untuk mengukur kinerja lain yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR),
keuangan bank. Penelitian ini tidak Biaya Operasi dibandingPendapatan
Operasi (BOPO), Net Interest Margin dipengaruhi oleh besarnya laba
(NIM), Non Performing Loan (NPL) dan yang dihasilkan perusahaan.
Loan toDeposit Ratio (LDR). Oleh karena 2. Capital Adequacy Ratio (CAR)
itu perlu diuji kembali konsistensi dari CAR adalah rasio atau
variable-variabel tersebut dalam perbandingan antara modal bank
mempengaruhi kinerja. dengan aktiva tertimbang
TINJAUAN PUSTAKA menurut resiko (ATMR). CAR
Penelitian yang dilakukan adalah menjadi pedoman bank dalam
mengenai pengaruh rasio keuangan melakukan ekspansi di bidang
Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya perkreditan. Dalam prakteknya
Operasi dibanding Pendapatan Operasi perhitungan CAR yang diperoleh
(BOPO), Net Interest Margin (NIM), Non Bank Indonesia disebut
Performing Loan (NPL) dan Loan to Kewajiban Penyediaan Modal
Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja bank Minimum Bank (KPMM) tidaklah
yang diukur dengan Return On Asset sederhana. KPMM adalah
(ROA). Penelitian ini dilakukan untuk perbandingan antara Modal
mengetahui bagaimana pengaruh kelima dengan Aktiva Tertimbang
variabel tersebut terhadap ROA. Menurut Resiko (ATMR). Baik
1. Return On Assets (ROA) ATMR maupun Modal Bank
ROA merupakan memerlukan rincian dan
kemampuan dari modal yang kesamaan pengertian apa yang
diinvestasikan ke dalam seluruh masuk sebagai komponen untuk
aktiva perusahaan untuk menghitung ATMR dan
menghasilkan keuntungan. ROA bagaimana menghitungnya.
menggunakan laba sebagai salah Begitu juga Modal, perlu dirinci
satu cara untuk menilai apa yang dapat digolongkan dan
efektivitas dalam penggunaan diperhitungkan sebagai Modal
aktiva perusahaan dalam Bank.
menghasilkan laba. Semakin 3. Non Performing Loan (NPL)
tinggi laba yang dihasilkan, maka NPL adalah debitur atau
semakin tinggi pula ROA, hal itu kelompok debitur yang masuk
berarti bahwa perusahaan dalam golongan 3, 4, 5 dari 5
semakin efektif dalam golongan kredit yaitu debitur
penggunaan aktiva untuk yang kurang lancar, diragukan
menghasilkan keuntungan. dan macet. Hendaknya selalu
ROA dihitung diingat bahwa perubahan
berdasarkan perbandingan laba penggolongan kredit dari kredit
sebelum pajak dan rata-rata total lancar menjadi NPL adalah
assets. Dalam peneliyian ini ROA secara bertahap melalui proses
digunakan sebagai indikator penurunan kualitas kredit.
performance atau kinerja bank. Salah satu risiko yang
ROA menunjukkan efektivitas muncul akibat semakin
perusahaan dalam menghasilkan kompleknya kegiatan perbankan
keuntungan dengan adalah munculnya non
mengoptimalkan asset yang performing loan (NPL) yang
dimiliki. Semakin tinggi ROA semakin besar. Atau dengan kata
maka menunjukkan semakin lain semakin besar skala operasi
efektif perusahaan tersebut, suatu bank maka aspek
karena besarnya ROA pengawasan semakin menurun,
sehingga NPL semakin besar atau seemakin besar potensi
resiko kredit semakin besar. mencapai EAT, sejauh NPL bisa
NPL adalah rasio kredit ditekan.
bermasalah dengan total kredit 5. Biaya Operasional Dibanding
NPL yang baik adalah NPL yang dengan Pendapatan Operasi
memiliki nilai dibawah 5%. NPL (BOPO)
mencerminkan risiko kredit, BOPO merupakan rasio
semakin kecil NPL semakin kecil antara biaya operasi terhadap
pula risiko kredit yang pendapatan operasi. Biaya
ditanggung bank. Bank dengan operasi merupakan biaya yang
NPL yang tinggi akan dikeluarkan oleh bank dalam
memperbesar biaya baik rangka menjalankan aktivitas
pencadangan aktiva produktif usaha utamanya seperti biaya
maupun biaya lainnya sehingga bunga, biaya pemasaran, biaya
berpotensi terhadap kerugian tenaga kerja dan biaya operasi
bank. lainnya. Pendapatan operasi
4. Loan To Deposit Ratio (LDR) merupakan pendapatan utama
LDR merupakan rasio bank yaitu pendapatan yang
yang mengukur kemampuan diperoleh dari penempatan dana
bank untuk memenuhi kewajiban dalam bentuk kredit dan
keuangan yang harus dipenuhi. pendapatan operasi lainnya.
Kewajiban tersebut berupa call Semakin kecil BOPO
money yang harus dipenuhi pada menunjukkan semakin efisien
saat adanya kewajiban kliring, bank dalam menjalankan
dimana pemenuhannya aktivitas usahanya. Bank yang
dilakukan dari aktiva lancar yang sehat rasio BOPO-nya kurang
dimiliki perusahaan. dari 1 sebaliknya bank yang
LDR dihitung dari perbandingan kurang sehat, rasio BOPO-nya
antara total kredit dengan dana lebih dari satu. Menurut
pihak ketiga. Total kredit yang ketentuan Bank Indonesia
dimaksud adalah kredit yang efisiensi operasi diukur dengan
diberikan kepada pihak ketiga BOPO. Efisiensi operasi juga
(tidak termasuk kredit kepada mempengaruhi kinerja bank,
bank lain. Dana pihak ketiga yang yakni untuk menunjukkan
dimaksud yaitu antara lain giro, apakah bank telah menggunakan
tabunga dan deposito (tidak semua faktor produksinya
termasuk antar bank). Standar dengan tepat dan berhasil.
terbaik LDR adalah diatas 85%. 6. Net Interest Margin (NIM)
Untuk dapat memperoleh LDR NIM merupakan
yang optimum, bank tetap harus perbandingan antara
menjaga NPL. pendapatan bunga bersih
LDR berpengaruh terhadap terhadap rata-rata aktiva
Earning After Tax (EAT), apabila produktif. Pendapatan bunga
LDR besar maka EAT besar. LDR bersih diperoleh dari pendapatan
bergantung pada manjemen bunga dikurangi beban bunga.
bank. Besar LDR bank tidak Aktiva produktif yang
sama. Hubungan LDR dengan diperhitungkan adalah aktiva
EAT bersifat bebas, tidak produktif yang menghasilkan
autokolerasi. Semakin besar LDR bunga (interest bearing assets).
Menurut Peraturan Bank perkembangannya ke Bank
Indonesia nomor 7/2/PBI/2005 Indonesia secara berkala.
tentang Penilaian Kualitas Aktiva Selain menjaga kualitas
Bank Umum yang dimaksud aktiva produktifnya, untuk
dengan aktiva produktif adalah menjaga posisi NIM perlu
penyediaan dana bank untuk memperhatikan perubahan suku
memperoleh penghasilan, dalam bunga. Dalam mencapai
bentuk kredit, surat berharga, keuntungan yang maksimal
penempatan dana antar bank, selalu ada risiko yang sepadan,
tagihan akseptasi tagihan atas semakin tinggi keuntungannya
surat berharga yang dibeli semakin besar risiko yang di
dengan janji dijual kembali, hadapi. Yang dalam perbankan
(reverse repurchase agreement), sangat dipengaruhi oleh
tagihan derivatif, penyertaan, besarnya suku bunga (interest
transaksi rekening administratif rate). Peningkatan keuntungan
serta bantuk penyediaan dana dalam kaitannya dengan
lainnya yang dapat perubahan suku bunga sering
dipersamakan dengan itu. Oleh disebut NIM (Net Interest
karenanya bank wajib menjaga Margin), yaitu selisih pendapatan
selalu kualitas aktiva bunga dengan biaya bunga.
produktifnya dan melaporkan
KERANGKA PIKIR TEORITI
a. Populasi, Sampel, dan Teknik
Pengambilan Sampel
Jenis data yang digunakan
CAR
dalam penelitian ini adalah data
NPL sekunder. Data berupa rasio-
rasio keuangan bank hasil olahan
LDR ROA Biro Riset Info Bank terhadap
laporan keuangan bank.
BOPO Populasi dalam penelitian ini
adalah bank umum yang
NIM beroprasi di Indonesia. Teknik
penentuan sampling adalah
sampling jenuh atau sensus yaitu
HIPOTESIS dimana semua anggota populasi
CAR : Ada pengaruh secara signifikan digunakan sebagai sampel yang
CAR terhadap ROA berarti sampel yang digunakan
NPL : Ada pengaruh secara signifikan sama dengan populasi. Sampel
NPL terhadap ROA seluruhnya diambil dari hasil
LDR : Ada pengaruh secara signifikan rating 50 bank umum di
LDR terhadap ROA Indonesia yang dilakukan oleh
BOPO : Ada pengaruh secara signifikan Biro Riset Info Bank. Makin besar
BOPO terhadap ROA sampel mendekati populasi,
NIM : Ada pengaruh secara signifikan maka peluang kesalahan
NIM terhadap ROA generalisasi semakin kecil dan
METODE PENELITIAN sebaliknya makin kecil jumlah
Data, Teknik Pengambilan Data, Sumber sampel menjauhi populasi, makin
besar kesalahan generalisasi.
b. Prosedur Pengumpulan Data
LDR =

Metode pengumpulan
e. Net Interest Margin
data yang digunakan dengan
NIM =
cara non participant observation,

yaitu mencatat mengcopy data Teknik Analisis


yang tercantum dalam Rating Sesuai dengan hipotesis yang dirumuskan
50 Bank Versi Infobank2006. maka alat analisis yang digunakan adalah
Data dari Infobank tersebut analisis regresi berganda dengan
diduplikasikan dalam infobank persamaan kuadrat terkecil (OLS). Adapun
No. 327 Edisi Juni 2006. bentuk model yang digunakan dari model
Identifikasi Variabel dasar penentuan ROA adalah sebgai
Dalam penelitian ini, menggunakan berikut:
variabel dependen dan lima variabel 1. Model Regresi
independen. Model yang digunakan analisis
Definisi Operasional regresi linier berganda adalah
Variabel-variabel yang digunakan dalam sebagai berikut:
penelitian ini adalah:
1. Variabel dependen berupa kinerja ROA = a + x1(CAR) + x2(NPL)
perbankan yang diukur dengan Return On + x3(LDR) + x4(BOPO) + x5(NIM)
Asset (ROA). ROA pada bentuk yang +e
paling sederhana dihitung sebagai laba
dibagi aktiva. ROA dapat dipisahkan Besarnya Konstan tercermin
menjadi kompenen yang memiliki makna dalam a, dan besarnya
relatif terhadap penjualan. Hal ini koefisien regresi dari masing-
dilakukan karena rasio kompenen ini masing variabel independen
berguna bagi analisis kinerja perusahaan. ditunjukkan dengan x1, x2,x3,x4,
Penjualan merupakan kriteria penting dan x5.
untuk menilai profitabilitas perusahaan
dan merupakan indikator utama atas 2. Uji Signifikansi Model Regresi
aktivitas perusahaan. ROA yang (Uji F)
digunakan dalam penelitian mengacu Signifikansi model regresi ini diuji
pada Surat Edaran Bank Indonesia Nomor dengan melihat antara F tebal
6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 dimana dan F hitung atau dengan
didefinisikan sebagai berikut: membandingkan nilai sig dengan
nilai alfa yang telah ditentukan.
ROA =

Model dikatakan signifikan atau
2. Variabel independen berupa rasio-rasio
fit (cocok) jika nilai Fhitung> Ftabel
keuangan antara lain CAR, BOPO, NIM,
atau nilai sig < alfa (toleransi
LDR, NPL. Masing-masing variabel
kesalahan). Hipotesis yang
didefinisikan sebagai berikut:
dibangun pada uji signifikansi
a. Capital Adequancy Ratio (CAR)
model regresi sebagai berikut:
CAR =
H0 : Model tidak fit / tidak sesuai
b. Biaya Operasi dibanding Pendapatan H1 : Model fit / sesuai
Operasi (BOPO)

BOPO = 3. Uji Hipotesis (Uji T)

c. Non Performing Loan (NPL) Pengujian hipotesis pada
pengolahan disini untuk
NPL =
mengetahui pengaruh masing-
d. Loan to Deposit Ratio (LDR) masing variabel bebas terhadap
variabel responnya. Signifikan pengujian atas beberapa asumsi klasik
koefisien variabel independen yang mendasari model regresi. Pengujian
secara individual dapat dihitung asumsi klasik yang digunakan dalam
dengan melihat perbandingan t penelitian ini meliputi uji normalitas,
tabel dan t hitung atau multikoliniritas, heteroskedatisitas, dan
membandingkan nilai sig dengan autokolerasi. Masing-masing menguji
nilai alfa yang telah ditentukan asumsi klasik tersebut secara rinci dapat
untuk tiap koefisien variabel. dijelaskan sebagai berikut:
Variabel dikatakan berpengaruh 1. Uji Normalitas
secara signifikan terhadap Uji normalitas digunakan untuk
variabel respon jika nilai thitung> melihat apakah nilai residual
ttabel atau nilai sig < alfa. yang telah distandarisasi pada
Hipotesis yang dapat dibangun model regresi berdistribusi
dalam pengujian sebagai berikut: normal atau tidak. Uji normalitas
H0 : variabel bebas ke- i tidak dapat dilakukan dengan
berpengaruh secara signifikan beberapa cara, dengan melihat
terhadap variabel respon tampilan grafik histrogam
H1 : variabel bebas ke- i maupun grafik normal
berpengaruh secara signifikan probability plot dan dengan
terhadap variabel respon melakukan uji normalitas dengan
kolmogorov smirnov.
4. Ketepatan Model (Adjusted R 2. Uji Multikolinieritas
Square) Dalam uji multikolinieritas dapat
Goodness of Fit Test berguna digunakan salah satu metode,
untuk mengukur ketepatan salah satu yang sering digunakan
fungsi regresi sampel yang adalah dengan melihat nilai VIF.
dinyatakan dalam koefisien Nilai VIF yang diperkenalkan
determinasi memiliki kelemahan adalah 10, jika nilai VIF lebih dari
mendasar yaitu bisa terhadap 10 maka dapat dikatakan terjadi
jumlah variabel independen yang multikolinieritas, yatu hubungan
dimasukkan ke dalam model, yang cukup bebas antara
maka banyak peneliti yang variabel-variabel bebas, dan
menganjurkan untuk angka tolerance yang
menggunakan nilai adjusted R2 diperkirakan > 0,10. Jika angka
pada saat mengevaluasi model tolerance 0,10 maka dapat
regresi. dikatakan bahwa antara variabel
bebas tersebut mempunyai
5. Partial Correlation masalah multikolinieritas.
Teknik analisis yang digunakan 3. Heterokedastisitas
untuk melihat variabel bebas Jika pada grafik scatterplot ada
yang paling berpengaruh. pola tertentu seperti titik-titik
Dengan cara membandingkan 4 (point-point) yang ada
elemen terdiri dari koefisien membentuk suatu pola tertentu
regresi, t-hitung, sig, dan juga yang teratur (bergelombang,
nilai partial. melebar, kemudian menyempit)
Pengujian Asumsi Klasik maka telah terjadi
Karena data yang digunakan adalah data heterokedastisitas. Jika tidak ada
sekunder, maka untuk menentukan pola yang jelas serta titik-titik
ketetapan model perlu dilakukan menyebar diatas dibawah angka
nol pada sumbu Y maka tidak dianggap konstan (tidak
terjadi heterokedastisitas. berpengaruh).
4. Uji Autokorelasi f. Setiap kenaikan satu satuan unit
Uji autokorelasi bertujuan NIM akan menurunkan nilai ROA
menguji apakah model regresi sebesar koefisien regresi NIM=
linier ada kolerasi antara 0,658 dengan asumsi variabel
kesalahan pengganggu pada bebas selain NIM dianggap
periode t dengan kesalahan konstan (tidak berpengaruh).
pengganggu pada periode Uji F
sebelumnya. Model regresi yang H0 : Model tidak fit / tidak sesuai
baik adalah regresi bebas dari H1 : Model fit / sesuai
autokorelasi. Untuk mengetahui
apakah terjadi autokorelasi ANOVAa
dalam suatu model regresi, Sum of Mean
dapat digunakan Uji Durbin Model Squares df Square F Sig.

Watson (Uji DW). 1 Regressi


327,064 5 65,413 1,503 ,209b
on
Analisis dan Pembahasan
Residual 1915,382 44 43,531
Model Regresi
Total 2242,446 49
ROA = 7,406 0,044(CAR) + 0,092(NPL) +
a. Dependent Variable: ROA
0,008(LDR) 0,109(BOPO) + 0,658(NIM) +
b. Predictors: (Constant), NIM, BOPO, NPL, LDR,
e
CAR
Interpretasi dari model diatas adalah
Dari hasil olah SPSS diatas menunjukkan
sebagai berikut:
bahwa nilai sig = 0,209 > 0,05, keputusan
a. Jika semua variabel dianggap
gagal tolak H0, hal ini dapat disimpulkan
konstan (tidak berpengaruh)
bahwa model tidak fit atau tidak sesuai.
maka nilai ROA sebesar 7,406.
Uji T
b. Setiap kenaikan satu satuan unit
H1 : Ada pengaruh secara signifikan CAR
CAR akan menurunkan nilai ROA
terhadap ROA
sebesar koefisien regresi CAR=
H2 : Ada pengaruh secara signifikan NPL
0,044 dengan asumsi variabel
terhadap ROA
bebas selain CAR dianggap
H3 : Ada pengaruh secara signifikan LDR
konstan (tidak berpengaruh).
terhadap ROA
c. Setiap kenaikan satu satuan unit
H4 : Ada pengaruh secara signifikan BOPO
NPL akan menurunkan nilai ROA
terhadap ROA
sebesar koefisien regresi NPL=
H5 : Ada pengaruh secara signifikan NIM
0,092 dengan asumsi variabel
terhadap ROA
bebas selain NPL dianggap
Hipotesa yang dibangun adalah sebagai
konstan (tidak berpengaruh).
berikut:
d. Setiap kenaikan satu satuan unit
H0 : variabel bebas ke- i tidak
LDR akan menurunkan nilai ROA
berpengaruh secara signifikan terhadap
sebesar koefisien regresi LDR=
variabel respon
0,008 dengan asumsi variabel
H1 : variabel bebas ke- i berpengaruh
bebas selain LDR dianggap
secara signifikan terhadap variabel respon
konstan (tidak berpengaruh).
e. Setiap kenaikan satu satuan unit
Coefficientsa
BOPO akan menurunkan nilai
ROA sebesar koefisien regresi
BOPO= 0,109 dengan asumsi
variabel bebas selain BOPO
C Standa Uji Normalitas
rdized
o Uji normalitas bertujuan untuk menguji
Unstandardized Coeffic
e Coefficients ients
apakah dalam model regresi, variabel
f Std. pengganggu atau residual memiliki
f
Model B Error Beta t Sig. distribusi normal. Seperti diketahui
i
1(Constant) 7,406 9,889 ,749 ,458 bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa
c
CAR -,044 ,086 -,088 -,505 ,616 nilai residual mengikuti distribusi normal.
NPL
i ,092 ,264 ,054 ,349 ,729 Kalau asumsi ini dilarang maka uji statistik
LDR
e ,008 ,035 ,034 ,219 ,828 menjadi tidak valid untuk jumlah sample
BOPO -,109 ,089 -,222 -1,214 ,231 kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi
NIM ,658 ,319 ,322
,045 2,060
a apakah residual berdistribusi normal atau
. Dependent Variable: ROA tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji
Berdasarkan hasil olah SPSS 23 pada tabel statistik.
diatas variabel menunjukkan bahwa
variabel bebas yang nilai sig < 0,05 adalah
variabel NIM. Hal ini dapat disimpulkan
bahwa NIM berpengaruh secara signifikan
terhadap ROA dengan tingkat toleransi
kesalahan 5% dan dapat dikatakan bahwa
hipotesis 2 diterima.
Adjusted R-Square

Model Summaryb
Std.
Error of
M R Adjuste the
Hasil ini diperkuat dengan menggunakan
od Squa dR Estimat Durbin-
el R re Square e Watson uji statistik nonparametric Kolmogorov
1 ,382 Smirnov. Uji K-S dilakukan dengan
,146 ,049 6,59783 2,001
a
membuat hipotesis:
a. Predictors: (Constant), NIM, BOPO, NPL, H0 : residual berdistribusi normal
LDR, CAR H1 : residual tidak berdistribusi normal
b. Dependent Variable: ROA
Dari hasil pengolahan SPSS 23 yang dapat
dilihat ditabel diatas, menunjukkan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
bahwa nilai Adj R Square= 0,049, maka Unstandardi
dapat di simpulkan bahwa besar zed Residual
pengaruh CAR, NPL, LDR, BOPO, dan NIM N 50
terhadap ROA sebesar 4,9% berarti ada Normal Parametersa,b Mean ,0000000
faktor lain sebesar (100-4,9%) yang tidak Std.
masuk dalam model yang dijelaskan oleh 6,25215339
Deviation
eror. Most Extreme Absolute ,388
Partial Correlation Differences Positive ,388
Dari hasil pengolahan SPSS 23 partial Negative -,237
correlation terhadap ROA adalah NIM. Test Statistic ,388
Karena, BOPO memiliki nilai beta Asymp. Sig. (2-tailed) ,000c
tertinggi, T-hit tertinggi, nilai signifikannya
a. Test distribution is Normal.
terendah dan nilai partialnya tertinggi di
b. Calculated from data.
bandingkan dengan variabel independent
c. Lilliefors Significance Correction.
lainnya.
Hasil pengujian normalitas dengan uji sebesar CAR = 1,5178; NPL = 1,242; LDR =
statistic non-parametrik Kolomogorov 1,230; BOPO = 1,723; dan NIM = 1,257
Smirnov menunjukkan bahwa besarnya tidak ada satu variabel independen yang
nilai Kolomogorov Smirnov (test statistic) memiliki nilai VIF > 10, jadi dapat
adalah 0,388 dan nilai Asymp Sig (2-tailed) disimpulkan bahwa tidak ada
adalah 0,000 < 0,05. Hal ini berarti multikolinieritas antar variabel
residual berdistribusi normal. Hasil ini independen dalam model regresi.
konsisten dengan uji normalitas dengan
histogram dan normal probability plot. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi betujuan untuk menguji
Uji Multikolinieritas apakah dalam metode regresi liner ada
Multikonilieritas adalah korelasi teringgi korelasi antara kesalahan pengganggu
yang terjadi antara variabel bebas satu pada periode t dengan kesalahan
dengan variabel bebas lainnya. Uji pengganggu pada periode sembelumnya
multikolinieritas bertujuan untuk menguji (t-1). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya
apakah model regresi ditemukan adanya autokorelasi dapat dilakukan dengan uji
korelasi antara variabel bebas Durbin Watson (DW test).
(independen). Model regresi yang baik Berikut disajikan tabel yang merupakan
seharusnya tidak terjadi korelasi diantara hasil output uji autokorelasi:
variabel independent. Nilai tolerance <
0,10 dan nilai VIF > 110 maka dikatakan Model Summaryb
bahwa tidak ada multikolinieritas antar Std. Error
variabel independen dalam model regresi. Mod R Adjusted R of the Durbin-
el R Square Square Estimate Watson
Berikut disajikan tabel yang merupakan
1 ,382a ,146 ,049 6,59783 2,001
hasil output uji multikolinieritas:
a. Predictors: (Constant), NIM, BOPO, NPL, LDR,
Coefficientsa CAR
Standardi b. Dependent Variable: ROA
zed
Unstandardized Coefficie Collinearity Berdasarkan output uji autokorelasi
Coefficients nts Correlations Statistics
Std. Zero- Parti Toler diatas nilai DW = 2,001 nilai tersebut akan
Model B Error Beta t Sig. order al Part ance VIF
1 (Const
dibandingkan dengan nilai tabel dimana
,075 8,658 ,009 ,993
ant)
CAR
du untuk jumlah sampel 50 (n) dan jumlah
-,048 ,076 -,111 -,628 ,533 -,131 -,094 -,088 ,634 1,578

NPL
variabel independen 5 (k=5) adalah
,087 ,231 ,059 ,377 ,708 -,072 ,057 ,053 ,805 1,242

LDR
sebesar dL = 1,3346 dan dU = 1,7708;
,000 ,031 ,001 ,007 ,994 -,079 ,001 ,001 ,813 1,230

BOPO
sehingga DW = 2,001 lebih besar dari
-,026 ,078 -,062 -,336 ,738 -,017 -,051 -,047 ,580 1,723

NIM
batas bawah (dL) = 1,3346 dan kurang
,624 ,279 ,351 2,234 ,031 ,355 ,319 ,313 ,796 1,257

a. Dependent Variable: ABS_Res


dari batas atas (dU) = 1,7708. Berarti tidak
ada autokorelasi positif.
Berdasarkan output uji multikolinieritas
diatas bahwa hasil perhitungan nilai
Heterokedastisitas
tolerance dari masing-masing variabel
independen yaitu sebesar CAR = 0,634;
NPL = 0,805; LDR = 0,813; BOPO = 0,580;
dan NIM = 0,796 menunjukkan tidak ada
variabel independen yang memiliki nilai
toleransi < 0,10 yang berarti tidak ada
korelasi antar variabel independen yang
nilainya 95%.
Hasil perhitungan VIF dari
masing-masing variabel independen yaitu
Berdasarkan grafik scatter plot diatas, Terhadap Harga Saham. Media Riset
dapat dilihat bahwa titik-titk banyak yang Akuntansi,
berdekatan, serta berada angka 0 pada Auditing dan Informasi. Vol.1. No.1. Juni
sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa 2013.
terjadi heterokedastisitas. Kartika Wahyu Sukarno,
Muhamad Syaichu. Analisis Faktor-faktor
Coefficientsa yang Mempengaruhi Kinerja Bank Umum
Standardiz di Indonesia. Jurnal Studi Manajemen dan
ed
Unstandardized Coefficien Organisasi.Volume 3, Nomor 2, Juli, Tahun
Coefficients ts 2006, Halaman 46.
Std.
Model B Error Beta t Sig. Usman Harun. Pengaruh Ratio-
1 (Consta
,075 8,658 ,009 ,993 Ratio Keuangan CAR, LDR, NIM, BOPO,
nt)
CAR -,048 ,076 -,111 -,628 ,533 NPL Terhadap ROA. Jurnal Riset Bisnis
NPL ,087 ,231 ,059 ,377 ,708 dan Manajemen Vol 4 ,No.1, 2016: 67-82.
LDR ,000 ,031 ,001 ,007 ,994
Ni Kadek Venimas Citra Dewi,
BOPO -,026 ,078 -,062 -,336 ,738
NIM ,624 ,279 ,351 2,234 ,031 Wayan Cipta, I Ketut Kirya. Pengaruh LDR,
LAR, DER dan CR Terhadap ROA. e-
a. Dependent Variable: ABS_Res
Journal Bisma Universitas Pendidikan
Dari hasil SPSS diatas menunjukkan
Ganesha
bahwa uji heterokedatisitas menunjukkan
Jurusan Manajemen (Volume 3 Tahun
bahwa nilai signifikansi variabel bebas
2015).
hasil regresi antara absolut residual
dengan variabel bebas tidak ada yang
kurang dari = 0,05, hal ini dapat
disimpulkan bahwa model regresi
tersebut tidak mengalami kasus
heterokedasitas.

Kesimpulan
Tujuan penelitian ini adalah
untuk melihat pengaruh rasio-rasio
keuangan terhadap bank umum di
Indonesia. Sampel yang digunakan dalam
penelitian ini mengambil 50 sampel.
Teknik analisis penelitian ini
menggunakan regresi linier berganda
dengan uji F dan t.

DAFTAR PUSTAKA
Didik Purwoko dan Bambang
Sudiyatno. Analisis Faktor-faktor Yang
Mempengaruhi Kinerja Keuangan
BankUmum di Indonesia (Studi Kasus
Pada Bank Umum Dengan Total Assets
KurangDari 1 Triliun). Jurnal Bisnis Dan
Ekonomi. Vol.20. No.1. Maret 2013.
Gendro Wiyino. 2013.
Perbandingan Kinerja Bank Pemerintah
dan Bank Swasta Dengan
Rasio CAMEL Serta Pengaruhnya