Anda di halaman 1dari 17

LABORATORIUM ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKALAH

TRANSPORT AKTIF GLUKOSA

NAMA : FAUZIA NINGRUM SYAPUTRI

KELAS : W1

STAMBUK :150 270 055

ASISTEN : FADLY SOEBANGKIT

LABORATORIUM ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2008
BAB I

PENDAHULUAN

Membran plasma merupakan tahap sangat penting dalam terjadinya

bentuk kehidupan yang paling awal. Tanpa membran plasma, sebuah sel

tidak mungkin melangsungkan kehidupannya. Membran tersebut tidak


sekedar merupakan sebuah penyeket pasif, melainkan juga sebuah filter

yang memiliki kemampuan memilih bahan-bahan yang melintasinya dengan

tahap dengan tetap memelihara kadar ion di luar dan didalam sel.

Para saintis mulai membangun model molekular membran beberapa

dasawarsa sebelum membran untuk pertama kalinya dapat dilihat dengan

mikroskop elektron pada tahun 1950-an. Pada tahun 1985, Charles Overton

mempostulatkan bahwa membran terbuat dari lipid. Dua puluh tahun

kemudian, membran yang diisolasi dari sel darah merah dianalisis secara

kimia dan tersusun atas lipid dan protein. Fosfolipid merupakan lipid yang

jumlahnya paling melimpah dalam sebagian besar membran. Kemampuan

fospolipid untuk membentuk membran disebabkan oleh struktur molekulnya.

Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul

dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara

lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil

(air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan

ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan

mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan

terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi

dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu

melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul

yang membutuhkan mekanisme khusus.


BAB II

ISI

Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan

sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran

sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan

keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur
membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas

tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.

Setiap sel yang hidup harus selalu memasukkan materi yang

diperlukan dan membuang sisa-sisa metabolismenya. Untuk

mempertahankan konsentrasi ion-ion di dalam sitoplasma, sel juga selalu

memasukkan dan mengeluarkan ion-ion tertentu. pengaturan keluar

masuknya materi dari dan menuju ke dalam sel sangat dipengaruhi oleh

permeabilitas membran.

Bagian dalam lapisan lipid bilayer bersifat hidrofobik, sehingga tidak

dapat ditembus oleh molekul-molekul polar dan substansi yang larut dalam

air. Transpor materi-materi yang larut didalam air dan bermuatan diperankan

oleh protein integral membran.

Semua membran plasma terdiri dari lipid (lemak) dan protein

ditambah sedikit karbohidrat. Lipid membran plasma yang terbanyak adalah

fosfolipid dengan sejumlah kecil kolesterol. Fospolipid memiliki ujing kepala

polar (bermuatan listrik) yang mengandung sebuah gugus fosfat bermuatan

negatif dan dua ekor asam lemak non polar (netral). Ujung polar bersifat

hidrofilik (menyukai air) karena dapat berinteraksi dengan molekul air, yang

juga polar. Ujung non polar bersifat hidrofobik (takut air) dan tidak dapat

bercampur dengan air. Rangkaian molekul dua-sisi semacam ini kemudian


menyusun diri membentuk lipid lapis ganda (lipid bilayer), suatu lapisan

ganda molekul-molekul lipid, saat berkontak dengan air. Permukaan luar

lapisan ini terpajan ke cairan ekstrasel (CES) sedangkan permukaan

dalamnya berkontak dengan cairan intrasel (CIS).

Lipid lapis ganda ini bukan suatu struktur yang kaku, tetapi bersifat

seperti cairan. Yang juga berperan menimbulkan sifat cair serta stabilitas

membran adalah kolesterol. Dengan berantara diantara molekul-molekul

fospolipid, molekul kolesterol mencegah rantai-rantai asam lemak menyatu

dan mengkristal. Sifat cair tersebut memungkinkan membran fleksibel

sehingga sel dapat mengubah bentuknya.

Transpor molekul antarplasma (antarsel) dimungkinkan terjadi karena

membran plasma (membran sel) bersifat semipermeable. Transpor molekul

melalui membran dapat terjadi secara pasif yang lazim disebut transport pasif

dan dapat pula terjadi secara aktif. Prinsip-prinsip dasar transpor melalui

membran adalah setiap molekul memiliki kecenderungan untuk menempati

ruang dengan merata, molekul pada konsentrasi tinggi memiliki tekanan yang

lebih besar, dan setiap molekul memiliki kecenderungan untuk selalu

bergerak karena memiliki tenaga kinetik.

a. Transpor Pasif (spontan)

Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul

menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi

terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan


sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Transport pasif terjadi

tanpa memerlukan energi . Dapat berlangsung karena adanya perbedaan

konsentrasi larutan di antara kedua sisi membran. Pada transpor pasif tidak

memerlukan energi metabolik. Transpor pasif dibedakan menjadi tiga, yaitu

difusi sederhana (simple diffusion), difusi dipermudah atau difasilitasi

(facilitated diffusion), dan osmosis.

l) Mekanisme difusi

Difusi merupakan proses perpindahan atau pergerakan molekul zat atau

gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi melalui membran

dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu difusi sederhana (simple

difusion),d ifusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran

(simple difusion by chanel formed), dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion).

Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul

yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak

(lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara

langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti

hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut

dalam lemak, Selain itu, memmbran sel juga sangat permeabel terhadap

molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil

khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran
melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran,

semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul

dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya.

Sementara itu, molekul molekul berukuran besar seperti asam amino,

glukosa, dan beberapa garam garam mineral , tidak dapat menembus

membrane secara langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau

transporter untuk dapat menembus membrane. Proses masuknya molekul

besar yang melibatkan transforter dinamakan difusi difasilitasi.

2) Mekanisme Difusi dan Difasilitasi

Difusi difasiltasi (facilitated diffusion) adalah pelaluan zat melalui rnembran

plasrna yang melibatkan protein pembawa atau protein transforter. Protein

transporter tergolong protein transmembran yang memliki tempat perlekatan

terhadap ion atau molekul vang akan ditransfer ke dalam sel. Setiap molekul

atau ion memiliki protein transforter yang khusus, misalnya untuk pelaluan

suatu molekul glukosa diperlukan protein transforter yang khusus untuk

mentransfer glukosa ke dalam sel.

Protein transporter untuk grukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka,

otot jantung, sel-sel lemak dan sel-sel hati, karena sel sel tersebut selalu

membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energy.

3) Mekanisme osmosis
Osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat

pelarut, dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan

yang konsentrasi zat pelarutya rendah melalui selaput atau membran selektif

permeabel atau semi permeabel. Jika di dalam suatu bejana yang dipisahkan

oleh selaput semipermiabel, jika dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh

selaput semipermiabel ditempatkan dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air

sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang

berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif permeabel, maka air dari larutan

yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan

glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel. jadi,

pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi

menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif

permiabel. Larutan vang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan

dengan larutan di dalam sel dikatakan .sebagai larutan hipertonis. sedangkan


larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut

larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat

terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan

hipotonis.

b. Transpor aktif

Transpor aktif merupakan transpor yang mengkonsumsi atau

menggunakan energi untuk mengeluarkan dan/atau memasukkan ion-

ion dan molekul melalui membran sel, melawan perbedaan

konsentrasi. Ini menunjukkan, bahwa sel pada suatu waktu tidak dapat

hanya mengandalkan difusi dan osmosis untuk memperoleh keperluan

hidupnya. Energi diperlukan karena ada zat yang harus dipindahkan

melawan kecenderungan alami berdifusi ke arah yang berlawanan.

Berbeda dengan difusi yang dapat berjalan ke dua arah, transpor aktif
merupakan gerakan satu arah dan dipengaruhi oleh muatan listrik di

dalam dan di luar sel. Muatan listrik ini terutama ditentukan oleh ion-

ion Natrium (Na+), Kalium (K+), dan ion klor (Cl-). Keluar masuknya

ion Na+, dan K+ dilakukan oleh pompa natrium-kalium (pompa Na+-

K-) dengan menggunakan energi yang diperoleh dari ATP (adenosin

triphospate). Pompa Na+- K- bekerja memompa ion Na+ ke luar sel

dan memasukkan ion K- ke dalam sel.

Konsentrasi ion K+ yang tinggi diperlukan untuk sintesis protein,

glikosis, fotosintesis dan proses vital lainnya. Keberadaan ion-ion Na+

dan K+ penting untuk mengendalikan pengaturan osmosis,

mempertahankan kegiatan listrik dalam sel saraf dan memacu

transpor aktif bagi zat-zat lain seperti glukosa dan asam amino. Dalam

beberapa hal, kombinasi antara transpor aktif dan difusi dapat terjadi.

Pada transpor aktif diperlukan energi dari dalam sel untuk

melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif sangat diperlukan untuk

memelihara keseimbangan molekul-molekul kecil di dalam sel.

Transpor aktif berhenti jika didinginkan pada suhu 2-4C, ada racun,

atau kehabisan energi.

1) Transport aktif primer dan sekunder

1. Transport aktif primer

Transport aktif primer dicontohkan pada keberadaan ion

K+ dan Na+ dalam membran. Kebanyakan sel memelihara konsentrasi


K+ lebih tinggi di dalam sel daripada diluar sel. Sementara konsentrasi

Na+ di dalam sel lebih kecil daripada diluar sel.

2. Transport aktif sekunder

Transport aktif sekunder dicontohkan pada asam amino

dan glukosa dengan molekul pengangkutannya berupa transpor aktif.

Transport aktif sekunder juga terdiri atas co-transport dan counter

transport (exchange).

a. Transport sekunder co-transport

Pada transport sekunder co-transport , glukosa atau asam

amino akan ditransport masuk dalam sel mengikuti masuknya Natrium.

Natrium yang masuk akibat perbedaan konsentrasi mengikutkan

glukosa atau asam amino ke dalam sel, meskipun asam amino atau

glukosa di dalam sel konsentrasinya lebih tinggi dari luar sel, tetapi

asam amino atau glukosa ini memakai energi dari Na (akibat

perbedaan konsentrasi Na). Sehingga glukosa atau asam amino

ditransport secara transport aktif sekunder co-transport.

b. Transport sekunder counter-transport

Pada proses counter transport/exchange, masuknya ion Na ke

dalam sel akan menyebabkan bahan lain ditransport keluar. Misalnya

pada Na-Ca exchange dan Na-H exchange. Pada Na-Ca exchange, 3


ion Na akan ditransport kedalam sel untuk setiap 1 ion Ca yang

ditransport keluar sel, hal ini untuk menjaga kadar Ca intrasel,

khususnya pada otot jantung sehingga berperan pada kontraktiitas

jantung. Na-H exchange terutama berperan mengatur konsentrasi ion

Na dan Hidrogen dalam tubulus proksimal ginjal, sehingga turut

mengatur pH dalam sel.

2) Eksositosis

Vesikel dari dalam sel berisi senyawa atau sisa metabolisme.

Bersama aliran plasma, vesikel tersebut akhirnya sampai pada

membran dan terjadilah pelekatan. Daerah pelekatan akan

menghasilkan lisis dan isi vesikel keluar.

3) Endositosis

Partikel-partikel dari luar sel menempel pada membran

kemudian mendesak membran sehinga terjadilah lekukan yang

semakin lama dalam bentuknya seperti kantong dan akhirnya menjadi

bulat lalu terlepas dari membran.

4) Pinositosos

Bahan pada membran plasma reseptor akan menempel

sehinga terjadi lekukan. Lekukan semakin dalam dan membentuk

kantong. Kantong yang lepas akan berada dalam sitoplasma. Kantong

ini disebut gelembung pinositosis. Gelembung pinositosis akan


mengerut dan pecan menjadi gelembung kecil-kecil menjadi

gelembungyang lebih besar.

5) Fagositosis

Fagositosis merupakan proses penelanan partikel-partikel

makanan dan sel-sel asing pleh amuba dan sel-sel darah putih.

Makanan atau partikel-partikel lain akan menempel pada membran,

lalu membran akan membentuk lekukan. Membran akan menutup dan

membentuk kantong, lalu kantong melepaskan diri.

Glukosa masuk ke dalam sel dapat melalui dua cara, difusi pasif

dan transport aktif. Secara difusi pasif, masuknya glukosa tergantung

pada perbedaan konsentrasi glukosa antara media ekstraseluler dan

di dalam sel. Secara transport aktif, insulin berperan

sebagai fasilitator pada jaringan jaringan tertentu.

Insulin merupakan hormone anabolic utama yang meningkatkan

cadangan energi. Pada semua sel, insulin meningkatkan kerja enzim

yang mengubah glukosa menjadi bantuk cadangan energi yang lebih

stabil ( glikogen ).

Kekurangan insulin pada jaringan yang mebutuhkannya

( jaringan adipose, otot rangka, otot jantung, otot polos ) dapat

mengakibatkan sel kakurangan glukosa sehingga sel memperoleh

energi dari asam lemak bebas dan menghasilkan metabolit keton

( ketosis ). Pada jaringan yang tidak membutuhkan insulin ( hati, saraf,


otak, ginjal, mata dan saluran pencernaan ), kondisi hiperglikemia ini

menyebabkan sel menerima glukosa terlalu benyak dan dapat

menyebabkan berbagai komplikasi.

BAB III

KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah ini adalah :

1. Transport molekul melalui membran sel dapat terjadi dengan 2 cara

yaitu, transport aktif dan transport pasif


2. Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni

gradien konsentrasinya, transport pasif ini bersifat spontan.

3. Transpor aktif merupakan transpor yang mengkonsumsi atau

menggunakan energi untuk mengeluarkan dan/atau memasukkan ion-

ion dan molekul melalui membran sel, melawan perbedaan

konsentrasi.

DAFTAR PUSTAKA

Tim penyusun, 2008. Penuntun Praktikum. Universitas Muslim Indonesia.

Makassar

Guyton, Arthur, 1996. Fisiologi Manusia. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta

http://Openedupedia.org/wiki/index. Transport_melaui_membran_sel.//
http://amoxicillin.wordpress.com/2007/11/18/diabetes_melitus/

http://creamy_cheese.blog.friendster.com/2008/11/keseimbangan

asam_basa/

http://multiply.com/

http://id.answers.yahooo.com/questions/index

http://nadjebb.wordpress.com/

http://vujee.wordpress.com