Anda di halaman 1dari 17

PANDUAN PELAYANAN

GAWAT DARURAT
RS X

RUMAH SAKIT X
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum w.w

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang menciptakan manusia dan menambah ilmu
pengetahuan bagi mereka yang berusaha mendapatkannya. Salawat dan salam
senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah, penghulu dan mahaguru bagi kita
semua. Alhamdulillah Panduan Pelayanan Gawat Darurat RS X telah kita miliki.
Panduan ini diharapkan menjadi acuan dalam peningkatan mutu pelayanan di
lingkungan RS X yang kita cintai ini.

Ucapan terimakasih kepada Bidang Pelayanan Medik yang telah menyelesaikan


Panduan Pelayanan Gawat Darurat RS X ini. Kami percaya bahwa tidak ada yang
sempurna kecuali Allah SWT, saran dan masukan sangat diharapkan untuk
kesempurnaan panduan ini untuk masa yang akan datang.

Wassalamualaikum w. w.

Padang,
Direktur Utama,

dr. Yunier Salim MARS

2
PANDUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT

A. Latar Belakang
Berdasarkan Kepmenkes RI No 856/Menkes/SK/IX/2009, maka Standar
Pelayanan Minimal IGD RS X adalah Level III (Rumah Sakit Kelas B), yaitu :
a. Mampu membuat diagnosis dan menangani permasalahan pada A, B, C
dengan alat-alat yang lengkap termasuk ventilator, penilaian disability,
penggunaan obat, EKG, defibrillator, bedah cyto.
b. Memiliki ruangan Observasi / HCU/ Resusitasi.
c. Pelaksana pelayanan di IGD adalah 4 spesialis dasar dan 1 spesialis
anestesi.

Seperti daerah lain di Indonesia, Sumatera Barat mempunyai risiko terhadap


terjadinya berbagai bencana alam antara lain gempa bumi, letusan gunung dan
risiko terjadinya tsunami, maupun bencana-bencana jenis lain, termasuk
Emerging Infectious Disease. Disamping itu, di bidang pelayanan kesehatan, kita
juga harus mengakui bahwa sistem jejaring pelayanan di fasilitas kesehatan
belum terintegrasi secara optimal yang berakibat masih banyaknya keluhan
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan khususnya di Instalasi Gawat Darurat.
Kesiapan IGD RS X beserta keberadaan Dokter Spesialis On Site pada sistem
pelayanan Gawat Darurat diharapkan akan memberikan nilai tambah dalam
upaya penanggulangan bencana serta peningkatan mutu pelayanan.

B. Tujuan Pelayanan Gawat Darurat


Memberikan pelayanan Gawat Darurat yang aman, efektif berperikemanusiaan
dengan pertimbangan keselamatan pasien berdasarkan ilmu kedokteran mutakhir
dengan mendayagunakan sumber daya manusia (SDM) berkompeten dan
profesional menggunakan teknologi, peralatan dan obat-obatan yang sesuai
dengan standar, pedoman yang ada di RS X dan memuaskan bagi pasien.

C. Dasar Hukum
Keputusan Direktur Utama RS X Nomor tentang Penetapan

3
Kebijakan Pelayanan GD RS X.

D. Ruang Lingkup
Petunjuk Teknis ini mengatur tentang tata cara pelayanan pasien gawat darurat di
IGD selama 24 jam.

E. Definisi Operasional :
1. Pelayanan Gawat Darurat (Emergency Care) adalah bagian dari pelayanan
Kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera
(Immediately) untuk menyelamatkan kehidupannya (Life Saving) dan
pencegahan kecacatan lebih lanjut.
2. Dokter Spesialis On Site Jaga IGD adalah Dokter Spesialis 4 Dasar yaitu :
Spesialis Bedah Umum, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Spesialis
Penyakit Dalam, Spesialis Penyakit Anak, serta ditambah dengan 1 orang
Spesialis Anestesi.
3. Dokter jaga IGD adalah dokter dengan kualifikasi pendidikan dokter umum,
memiliki sertifikat pelatihan ACLS/ ATLS yang bertugas dalam melakukan
triase terhadap pasien yang datang ke IGD.
4. Dokter PPDS ( Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis ) yang
memberikan pelayanan gawat darurat adalah residen kepala (chief residen )
5. Perawat jaga IGD adalah perawat dengan kualifikasi pendidikan minimal D3
Keperawatan memiliki sertifikat pelatihan BTCLS/ PPGD/ ACLS/ ENIL yang
bertugas sesuai shif dinas, kualifikasi minimal PK II
6. Panduan Praktek Klinik yang digunakan di IGD adalah Panduan Praktek
Klinik untuk kasus gawat darurat dari masing-masing Kelompok Staf Medis
fungsional, keperawatan dan praktisi kesehatan lainnya yang sudah disetujui
oleh Direktur dan diserahkan ke pengelola IGD.
7. Standar Prosedur Operasional adalah Suatu perangkat instruksi/ langkah-
langkah yang dibakukan untuk menyelesaikan suatu proses kerja rutin
tertentu, berdasarkan standar kompetensi, standar pelayanan kedokteran ,
keperawatan dan pedoman nasional yang disusun, ditetapkan oleh rumah
sakit sesuai kemampuan rumah sakit dengan memperhatikan sumber daya
manusia, sarana, prasarana dan peralatan yang tersedia diterapkan di IGD
RS X.

4
8. Indikator IGD adalah salah satu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian
sasaran yang ditargetkan.
9. Daftar jaga/ daftar dinas adalah suatu instruksi untuk melaksanakan dinas
jaga dari SMF
10. Petugas radiologi IGD adalah petugas Radiologi yang melayani pasien IGD
dan permintaan cyto lainnya.
11. Petugas Laboratorium adalah petugas laboratorium yang melayani pasien
IGD dan permintaan cyto lainnya.
12. Petugas Farmasi adalah petugas farmasi yang melayani pasien IGD dan
permintaan cyto lainnya.
13. Tenaga Administrasi Keuangan dan Medical Record adalah tenaga
administrasi, keuangan, akuntasi dan medical record yang bertugas melayani
pasien IGD.
14. Ruangan Triase adalah ruangan yang diperlukan untuk melakukan triase /
pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatannya.
15. Ruangan Tindakan Medikal adalah ruangan tindakan bagi pasien dengan
kasus medical.
16. Ruangan surgical adalah ruangan tindakan bagi pasien dengan kasus bedah.
17. Ruangan obstetri dan ginekologi adalah ruangan tindakan bagi pasien dengan
kasus kebidanan.
18. Ruangan pediatric adalah ruangan tindakan bagi pasien dengan kasus anak.
19. Ruangan Resusitasi adalah ruangan yang diperlukan bagi pasien kritis yang
tidak stabil yang memerlukan resusitasi kecuali pasien dengan mati batang
otak dan infeksi berat.
20. Ruangan HCU IGD adalah ruangan yang digunakan untuk melakukan
perawatan, observasi lebih lanjut terhadap pasien kritis yang stabil di IGD.
21. Ruang Operasi emergensi adalah ruangan yang diperlukan untuk melakukan
tindakan operasi pasien yang berasal dari IGD.
22. Depo IGD adalah apotik yang bertugas melayani kebutuhan alat kesehatan
dan bahan habis pakai yang diperlukan dalam pelayanan Instalasi Gawat
Darurat.
23. Laboratorium IGD adalah laboratorium yang melayani permintaan
pemeriksaan laboratorium yang berasal dari IGD atau permintaan cyto.

5
24. Radiologi IGD adalah Radiologi yang melayani pemeriksaan radiologi pasien
yang berasal dari IGD atau permintaan cyto.
25. Ruangan adiministrasi adalah ruangan yang ada di IGD untuk mengurus
administrasi pasien yang dilayani di Instalasi Gawat Darurat.

F. Sasaran
1. Instalasi Gawat Darurat
2. Instalasi Rawat Inap
3. Instalasi Rawat Intensif
4. Kelompok Staf Medis
5. Direktorat Medik dan Keperawatan
6. Direktorat Keuangan

G. Indikator/ Standar Pelayanan Minimal Instalasi Gawat Darurat :


1. Instalasi Gawat Darurat buka 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu.
2. Instalasi Gawat Darurat harus mampu melakukan bantuan hidup dasar pada
pasien anak dan dewasa
3. Instalasi Gawat Darurat harus melayani pasien < 5 menit kedatangan (dokter
spesialis 4 dasar dan atau dokter anestesi).
4. Waktu tunggu adalah waktu pasien menunggu kepastian apakah pasien
dilakukan tindakan definitif, dirawat maupun dipulangkan > 6 jam .
5. Angka Kematian Instalasi Gawat Darurat adalah jumlah pasien yang mati
dalam seribu orang kunjungan IGD (0,002) termasuk pindah ke rawat inap
dalam 8 jam.
6. Tidak adanya pasien yang membayar uang muka yang datang ke Instalasi
Gawat Darurat (untuk kebutuhan life saving pasien tersedia di IGD).

H. Jadwal Jaga.
Masing-masing dari bagian membuat daftar jaga staf baik medis maupun
keperawatan yang berjaga di IGD

I. Dokter Jaga IGD

6
1. Dokter jaga IGD adalah dokter dengan kualifikasi pendidikan dokter umum,
memiliki sertifikat pelatihan ACLS/ ATLS yang bertugas dalam melakukan
triase terhadap pasien yang datang ke IGD.
2. Dokter jaga bersama dokter spesialis jaga melakukan tindakan basic live
support terhadap pasien yang di triase.
3. Dokter jaga tidak berhak melakukan pemeriksaan penunjang.
J. Perawat Jaga IGD
1. Perawat jaga IGD adalah perawat dengan kualifikasi pendidikan minimal D3
Keperawatan memiliki sertifikat pelatihan BTCLS/ PPGD/ ACLS/ ENIL,
kompetensi minimal PK II yang bertugas sesuai shif dinas
2. Perawat, dokter bersama dokter spesialis jaga melakukan tindakan basic live
support.

3. Dokter Jaga Spesialis 4 Dasar + Dokter Spesialis Anestesi


1. Setiap dokter spesialis yang jaga berdasarkan daftar jaga bertanggung jawab
terhadap kelangsungan pelayanan pada jadwal tersebut.
2. Apabila berhalangan harus mencarikan penggantinya dan melapor ke Ka.
SMF terkait .
3. Setiap dokter spesialis jaga wajib mengisi absen masuk dan absen pulang.
4. Dalam memberikan pelayanan, dokter spesialis harus berdasarkan Panduan
Praktek Klinik yang berlaku.
5. Apabila pasien memerlukan resusitasi maka pasien jadi tanggung jawab
dokter spesialis jaga bersama dokter anestesi.
6. Dokter spesialis jaga bertanggung jawab terhadap pasien sesuai keilmuan
nya mulai pasien ditriase oleh dokter jaga IGD sampai pasien dipindahkan
ruangan rawat inap / pasien dipulangkan/atau pasien ditransfer ke rumah
sakit lain( jika tempat tidur penuh) .
7. Apabila memerlukan pemeriksaan penunjang instruksi pemeriksaan
penunjang dibuat oleh dokter spesialis jaga.
8. Pasien dapat dilakukan transportasi apabila kondisi pasien stabil.
9. Pasien dirujuk ke ICU harus didampingi oleh dokter, sedangkan dirujuk ke
HCU harus didampingi oleh perawat yang kompeten.
10. Pasien dirujuk keluar rumah sakit :

7
1) Apabila pasien dengan kondisi kritis tetapi dalam keadaan stabil pasien
didampingi oleh perawat yang kompeten.
2) Apabila pasien dengan kondisi kritis tetapi tidak stabil pasien dirujuk
dengan didampingi oleh dokter yang kompeten.
11. Apabila memerlukan konsul antar SMF, memerlukan observasi > 6 jam dan
pasien harus dirawat di HCU IGD.
12. Apabila memerlukan konsultasi dengan SMF diluar dokter spesialis 4 dasar +
anestesi harus mengisi jam konsul dalam status IGD (response time 30
menit).
13. Dalam memberikan layanan wajib memberikan Informed Consent baik untuk
bantuan hidup dasar maupun untuk bantuan hidup lanjut, apabila pasien tidak
mempunyai keluarga maka Informed Consent ditandatangani oleh dokter jaga
triase atas nama direktur.
14. Apabila memerlukan tindakan definitif di kamar operasi pasien disiapkan di
ruang tindakan (tidak dirawat di HCU).
15. Dalam memberikan asuhan medis wajib melakukan pencatatan dalam
dokumen rekam medis.
16. Dalam memberikan pelayanan wajib menyimpan rahasia kedokteran.
17. Dalam memberikan pelayanan wajib menyelanggarakan kendali mutu dan
biaya.
18. Dalam jaga dokter spesialis berkewajiban dalam pendampingan dokter yang
pendidikan di IGD sesuai dengan SMF nya.
19. Setiap dokter jaga spesialis wajib membuat laporan pelayanan yang diberikan
Ka. Instalasi Gawat Darurat .
20. Dalam memberikan pelayanan di IGD dokter jaga bertanggung jawab ke Ka
IGD.
21. Pada hari kerja dari jam 07.30 WIB sampai jam 16.00 WIB dokter spesialis
yang bertugas berada di RS X dan on call bila ada pelayanan di IGD, mulai
jam 16.00 sampai jam 07.30 WIB keesokan harinya on site memberikan
pelayanan di IGD.
22. Pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur dokter spesialis on site di IGD mulai
jam 07.30 WIB sampai jam 07.30 WIB keesokan harinya.

8
23. Setelah dokter spesialis on site menyelesaikan tugas jaganya, akan
melakukan proses serah terima pada dokter spesial jadwal jaga pada hari
berikutnya.

9
ALUR PELAYANAN PASIEN IGD
DALAM KEADAAN SEHARI -
HARI
PASIEN GAWAT DARURAT

PASIEN

TRIASE

MERAH

DENGAN ANCAMAN Keluarga


KEMATIAN KE PENDAFTARAN
(GAWAT DARURAT)

RUANG RESUSITASI)

OK

ICU

RUANG
INTERMEDIETE
HIGH CARE

RUANG
RAWAT INAP

10
ALUR PELAYANAN PASIEN IGD

DALAM KEADAAN SEHARI-HARI

PASIEN GAWAT, TIDAK DARURAT

PASIEN

TRIASE

KUNING

DENGAN ANCAMAN KEMATIAN


(GAWAT) BELUM PERLU KE PENDAFTARAN
PERTOLONGAN SEGERA
(TIDAK DARURAT)

RUANG
INTERMEDIETE
HIGH CARE

RUANG

RAWAT INAP

11
ALUR PELAYANAN PASIEN IGD

DALAM KEADAAN SEHARI-HARI

PASIEN DARURAT, TIDAK GAWAT

PASIEN

TRIASE

HIJAU

PERLU PERTOLONGAN SEGERA


(DARURAT) TIDAK ADA ANCAMAN KE PENDAFTARAN
KEMATIAN
(TIDAK GAWAT)

RUANG TINDAKAN
PULANG

OK
RUANG
INTERMEDIETE
HIGH CARE

RUANG

RAWAT INAP

12
ALUR PELAYANAN PASIEN IGD

DALAM KEADAAN SEHARI-HARI

PASIEN TIDAK GAWAT, TIDAK DARURAT

PASIEN

TRIASE

PUTIH

TIDAK ADA ANCAMAN


KEMATIAN (TIDAK GAWAT) BELUM
Keluarga
KE PENDAFTARAN
PERLU PERTOLONGAN SEGERA (TIDAK
DARURAT)

POLI UMUM 24 JAM

RUANG OBSERVASI

PULANG

13
ALUR PELAYANAN PASIEN IGD

DALAM KEADAAN SEHARI-HARI

LABEL WARNA

GAWAT DARURAT (ST 1 dan ST 2)

MERAH

GAWAT, TIDAK DARURAT

KUNING

DARURAT, TIDAK GAWAT

HIJAU

TIDAK GAWAT, TIDAK DARURAT

PUTIH

UTAMAKAN PENANGANAN YANG LEBIH

GAWAT DARURAT DIDAHULUKAN

14
ALUR PELAYANAN PASIEN GAWAT DARURAT

PASIEN PENDAFTARAN

TRIASE
(PEMILAHAN TINGKAT KEGAWAT KAMAR
DARURATAN) JENAZAH

POLI UMUM 24
JAM

RUANG RUANG
RESUSITASI OBSERVASI

RUANG PULANG
TINDAKAN

OK ICU RUANG
INTERMEDIATE HIGH RS LAIN
CARE

KAMAR RUANG RAWAT


JENAZAH INAP

15
ALUR PELAYANAN VISUM ET REPERTUM IGD

PASIEN

TRIASE

HIDUP MENINGGAL

MINTA VeR RUANG TIDAK MINTA VeR


RESUSITASI
MINTA VeR
PUTIH KUNING HIDUP PENDAFTARAN LANGSUNG KE
HIJAU
FORENSIK

DILAYANI OLEH DILAYANI OLEH RAWAT SURAT KEMATIAN


DOKTER YANG DOKTER YANG
MENANGANI MENANGANI SEMENTARA
ATAU
MERAWAT (SEBAGAI DOA)
DILAPORKAN KE IKK

SURAT KEMATIAN RS
DILAPORKAN KE FORENSIK

Syarat : VeR hanya dilayani bila Pasien diantar oleh Polisi dan disertai

surat permintaan VeR untuk RS X

16
17