Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1.

Februari 2015

GAMBARAN HASIL PENGOBATAN TBC PADA LANSIADI PUSKESMAS


GOMBONG I

Hendri Tamara Yuda1, Elsye Maria Rosa2, Azizah Khoiriyati3


1STIKES Muhammadiyah Gombong
2,3Program Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah

Yogyakarta
ABSTRACT
Life expectancy becomes higher and higher is one of successful
indicators in development. Pulmonary system diseases, especially
tuberculosis is the common disease that attacks elderly. The aim of this
research is Obtaining comprehension about tuberculosis treatment
result in elderly This research used retrospective study using non-
experimental descriptive analysis design
The treatment results of the tuberculosis sufferer in Gombong
Public Health Center is about 50% elderly had recovered from
tuberculosis, 18,75% of elderly passed away, 6,25% moved to other
health center and 6,25% had dropped out of drugs / default. There are 4
themes identified from the family consist of changes the elderly, the
ability to carry out the health task of family, life quality, values and
beliefs in caring for the elderly with tuberculosis.

Keywords: family, caring, elderly, tuberculosis.

PENDAHULUAN Hal ini menyebabkan kesehatan


Salah satu indikator yang buruk di antara jutaan
keberhasilan pembangunan orang setiap tahun
adalah semakin tingginya Usia dan peringkat kedua sebagai
Harapan Hidup (UHH) penyebab utama kematian dari
penduduk. Menurut data dari penyakit menular di seluruh
World Bank pada tahun 2010 dunia, setelah Human
ditemukan berbagai variasi data Immunodeficiency Virus (HIV).
UHH, diantaranya Australia 82 Kelima negara dengan jumlah
tahun, Austria 80 tahun, Belgia terbesar dari insiden kasus
80 tahun, Canada 80 tahun, tahun 2011 adalah India (2,0
Hongkong dan China 83 tahun, juta-2,5 juta), Cina (900.000-
sedangkan Indonesia usia 1.100.000), Afrika Selatan (0,4
harapan hidup mencapai 69 juta-0,6 juta), Indonesia
tahun. Pada tahun 2011 Usia (400.000-500.000) dan Pakistan
Harapan Hidup Indonesia tetap (300.000-500.000) (WHO, 2012).
69 tahun. Menurut Kementrian Menurut Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia Kesehatan Republik Indonesia
(2012) usia harapan hidup di (2012), jumlah penemuan kasus
Indonesia sendiri termasuk TB Paru dengan BTA positif pada
cukup tinggi yaitu 71 tahun. tahun 2011 yaitu 194.780 jiwa,
Tuberkulosis (TB) masih dengan jumlah laki laki 115.450
menjadi masalah kesehatan jiwa (59,3 %) dan jumlah
global utama. perempuan 79.330 jiwa (40,7 %).

19
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

Jumlah kasus baru TB pada jiwa. Prevalensi penyakit TBC


lansia adalah 12.868 jiwa. pada lansia masih berada di
Berdasarkan data dari Dinas bawah angka nasional, tapi
Kesehatan Propinsi Jawa Tengah walaupun demikian lansia
tahun 2010 penemuan TB paru dengan penyakit TBC
(% Case Detection Rate/CDR) merupakan populasi yang perlu
sebanyak 55,38, sedangkan mendapat perhatian dari
tahun 2011 sebanyak 55,18. pemberi pelayanan kesehatan
Data kesembuhan TB Paru (% karena dampak dari TBC dapat
Cure Rate/ CR) pada tahun 2010 menimbulkan permasalahan
sebanyak 85,01. bagi lansia itu sendiri dan
Menurut Dinas berpotensi menimbulkan beban
Kesehatan Kabupaten Kebumen bagi keluarga dan masyarakat.
(2012), Cakupan CDR di Jumlah lansia yang sedikit
Kabupaten Kebumen dari tahun mengalami TBC tersebut perlu
2005 mengalami kenaikan mendapatkan perhatian yang
sampai tahun 2008 yaitu 61.4% besar terutama oleh keluarga.
walaupun belum memenuhi Perawatan lansia harus
target kabupaten yaitu 65%. dilakukan dengan teliti, sabar,
Akan tetapi di tahun 2008 dan penuh cinta. Perawatan
mengalami penurunan yaitu lansia diharapkan dapat
CDR hanya 49%. Hal ini terjadi meningkatkan kualitas hidup
karena adanya pergantian lansia sehingga mereka tetap
petugas dan pimpinan ditingkat merasa bahagia dan dapat
puskesmas. Pada tahun 2011 menjalani kehidupan masa
mengalami kenaikan yaitu 60.4 tuanya dengan lebih baik.
%, walaupun belum dapat
memenuhi target yaitu sebesar METODE PENELITIAN
65%. Cakupan CDR di Jenis penelitian yang digunakan
Kabupaten Kebumen Tahun dalam penelitian ini adalah metode
2011, 5 puskesmas tertinggi dan penelitian retrospekstif yang bersifat
memenuhi target kabupaten non-eksperimental dengan
rancangan analisis deskriptif
adalah Puskesmas Gombong I
deskriptif, Penelitian ini telah
yaitu 234.5, Karanggayam II
dilaksanakan pada bulan
113.6, Puskesmas Bonorowo
Agustus 2013.
97.6%, Puskesmas Sempor I
83.5% dan Puskemas
HASIL DAN BAHASAN
Karangsambung 67, 8%.
Lansia dalam penelitian ini
Berdasarkan hasil
diambil yang mengalami TBC
wawancara dengan petugas
dan berobat di Puskesmas
program TB Puskesmas
Gombong I selama periode tahun
Gombong 1 jumlah temuan
2011-2013 dengan jumlah 16
kasus lansia dengan TBC pada
orang.
tahun 2011 2012 adalah 16

20
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

1) Lansia berdasarkan jenis kelamin


Tabel 1 Distribusi frekuensi lansia yang menderita TBC dan
berobat di Puskesmas Gombong I berdasarkan jenis
kelamin
No. Jenis Kelamin Jumlah (N) Persentase
(%)

1. Laki-laki 11 68.8
2. Perempuan 5 31.2
Jumlah 16 100
Berdasarkan Tabel 1 menderita TBC dan berobat
dapat diketahui bahwa adalah lansia laki laki
prosentase yang paling sejumlah 11 orang (68,8 %)
tinggi lansia yang
2) Lansia berdasarkan umur
Tabel 2. Distribusi frekuensi lansia yang menderita TBC dan
berobat di Puskesmas Gombong I berdasarkan umur
No. Umur Jumlah (N) Persentase
(%)

1. 45 -59 tahun 1 6.25


2. 60 74 tahun 13 81.25
3. 75 tahun 2 12.50
Jumlah 16 100

Berdasarkan Tabel 2 tinggi adalah lansia dengan


dapat diketahui bahwa umur 60 -74 tahun (81.25
prosentase yang paling %).
3) Lama lansia berobat TBC
Tabel 3. Distribusi Lama Lansia berobat TBC di Puskesmas
Gombong I
No. Lama berobat Jumlah (N) Persentase
(%)

1. 1 bulan 1 6.25
2. 2 bulan 3 18.75
3. 6 bulan 10 62.50
4. 7 bulan 2 12.50
Jumlah 16 100
Berdasarkan Tabel 3 tinggi adalah lama berobat
dapat diketahui bahwa TBC pada lansia adalah 6
prosentase yang paling bulan (62,50 %).

4) Hasil Pengobatan
Tabel 4. Distribusi hasil pengobatan TBC pada Lansia di
Puskesmas Gombong I

21
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

No. Hasil Jumlah (N) Persentase


Pengobatan (%)

1. Sembuh 8 50.00
2. Lengkap 3 18.75
3. Meninggal 3 18.75
4. Pindah 1 6.25
Default/
Putus Obat 1 6.25
Jumlah 16 100

Berdasarkan Tabel 4 dapat yang menderita TBC adalah sembuh


diketahui bahwa prosentase yang sejumlah 8 orang (50 %)
paling tinggi hasil pengobatan lansia

SIMPULAN Pengendalian
Prosentase yang paling tinggi Tuberkulosis. Jakarta.
lansia yang menderita TBC dan Departemen Kesehatan RI.
berobat adalah lansia laki laki (2005). Pedoman Kesehatan Usia
sejumlah 11 orang (68,8 %). Lansia Lanjut. Jakarta.
yang terkena TBC paling banyak
Dinas Kesehatan Kabupaten
berumur 60 -74 tahun. lama
berobat TBC pada lansia adalah 6
Kebumen. (2012). Profil
bulan (62,50 %). Hasil pengobatan Kesehatan Kabupaten
lansia yang menderita TBC di Kebumen Tahun 2011.
Puskesmas Gombong sejumlah 50 Kebumen.
% lansia sembuh dari TBC, 18,75 % Hansel, Nadia N, et all. (2004).
pengobatan lengkap, 18,75 % lansia Quality of Life in
meninggal, 6,25 % lansia pindah Tuberculosis : Patient
berobat ke puskesmas lain dan 6,25 and provider perspective.
% mengalami putus obat/ default. Quality of Life Research
13: 639-652, 2004
DAFTAR PUSTAKA
Hermayanti, Diah. (2012). Studi
Aryal S, et al. Stigma related to
Kasus Drop Out
Tuberculosis among
Pengobatan
patients attending DOTS
Tuberkulosa (TB) di
clinics of Dharan
Puskesmas Kodya
Municipality.
Malang.
Kathmandu University
ejournal.umm.ac.id/ind
Medical Journal
ex.php/.../1142_umm_
2012;37(1)48-52.
scientific_journal.pdf
Bryman A. (2006) Integrating
Hiswani. (2009). 2009).
quantitative and
Tuberkulosis merupakan
qualitative research: How
Penyakit Infeksi Yang
is it done? Qualitative
Masih Menjadi Masalah
Research 6: 97-113.
Kesehatan masyarakat.
Departemen Kesehatan Republik
Http://librarv.usu.ac.id/
Indonesia. (2011).
download/fkmhiswani6.p
Pedoman Nasional
df 2009).

22
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

Kementrian Kesehatan Republik dan petugas kesehatan


Indonesia. (2012). Profil dalam perawatan lanjut
Data Kesehatan usia di wilayah DKI
Indonesia Tahun 2011. Jakarta. Jurnal Madya,
Jakarta. 10 (1), 4454.
Komnas Lanjut Usia. (2010). Sales, E. (2003). Family burden
Pedoman Pelaksanaan and quality of life.
Posyandu Lanjut Usia. Quality of life research,
Jakarta. 12, 3341.
Maryam, S. (2008). Mengenal Saryono. (2010). Metodologi
Usia Lanjut dan Penelitian Kualitatif
Penanganannya. Jakarta: dalam Bidang
Salemba Medika. Kesehatan. Yogyakarta:
Mauk, K.L (2010). Gerontologi Nuha Medika.
nursing . USA : Malloy inc Stanhope, M., & J.Lancaster.
Muherman. (2003). Hari (2000). Community
Tuberkulosis Sedunia. Healh Nursing:
Jurnal Kedokteran & Promotion Health of
Farmasi No 4 Tahun Aggregates, Families, and
XXIX . Individuals. USA: Mosby.
Potter, P.A. & Perry, A.G.(2005). Stanley dan Bare. (2007). Buku
Fundamentals of Ajar Keperawatan Gerontik.
nursing : concepts, Jakarta: EGC
process, and practice. Streubert, H.J & Carpenter, D.R.
(6th ed.) Philadelphia : (2003). Qualitative
Mosby. research in nursing.
Rajagugguk, F. (2008). advancing the
Gambaran Perilaku dan humanistic imperative.
Sanitasi Perumahan third edition.
Penderita Tuberkulosis Philadelphia: Lippincott
Paru di Kecamatan Williams & Wilkins.
Simanindo Kabupaten Suharmiati. (2011). Analisis
Samosir. Medan: Skripsi. Hubungan Penggunaan
Rajagopalan, Shobita. (2001). Obat FDC/ Kombipak
Tuberculosis and Aging : Pada Penderita yang
A Global Health Problem. didiagnosis TB Paru
CID Oxford Journal Berdasarkan
Oktober 2001 Karakteristik. Buletin
Ratnasari, Nita Y. (2012). Penelitian Kesehatan Vol
Hubungan Dukungan 14 No 2 April 2011: 167
Sosial dengan Kualitas 173.
Hidup Pada Penderita TB Sukumani, J. T. (2012).
Paru di BP4 Yogyakarta Experiences of family
Unit Minggiran. Jurnal members caring for
Tuberkulosis Indonesia Tuberculosis patients at
Vol 8 Maret 2012 : 7-11 home at Vhembe district
Resnayati, Y., Riasmini, M., & of the Limpopo. AOSIS
Maryam. (2010). Open Journals .
Pengalaman keluarga

23
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

Suyono. (2001). Ilmu Penyakit Paru di wilayah BP 4


Dalam Jilid II edisi III. Magelang. Jurnal
Jakarta: Balai Penerbit Keperawatan Soedirman
FKUI. (The Soedirman Journal
Syah, M. (2001). Psikologi of Nursing) , 144 - 148.
Belajar. Jakarta: Logos Wacana WHO. (2012). Global
Ilmu. Tuberculosis Report 2012.
Tashakkori A and Teddlie C Widoyono. (2008). Penyakit
(Eds.) (2003) Handbook Tropis Epidemologi ,
of mixed methods in Penularan ,Pencegahan
social and behavioral dan Pemberantasannya.
research. Thousand Surabaya: Erlangga.
Oaks, CA: Sage. Wijaya, Agung A (2012). Merokok
Tirtana, Bertin Tanggap. (2011). dan Tuberkulosis. Jurnal
Faktor factor yang Tuberkulosis Indonesia
Mempengaruhi Vol 8 Maret 2012 : 18-23
Keberhasilan Pengobatan Williams, Veena, Harbans Kaur.
pada Pasien (2011). The Psychosocial
Tuberkulosis Paru Problems Of Pulmonary
dengan Resistensi Obat Tuberculosis Patients
Tuberkulosis di wilayah Undergoing DOTS
Jawa Tengah. Semarang: Therapy (Direct Observed
FK Undip Treatment Short Course
Tohwidi M, et all. (2008). Therapy) in Selected
Pulmonary Tuberculosis Areas of Jalandhar
in Elderly. Tanaffos District, Punjab. IOSR
Journal 7(1), 52-57 Journal of Pharmacy and
NRITLD, National Biological Sciences
Research Institute of (IOSRJPBS) ISSN : 2278-
Tuberculosis and Lung 3008 Volume 1, Issue 1
Disease, Iran (May-June 2012), PP 44-
Wahyudi, Upoyo, A. S., & 49 www.iosrjournals.org.
Kuswati, A. (Volume 3
No.3 Nopember 2008). Wu, Tina. (2010). Functional
Penilaian Lima Tugas Health Status of the
Keluarga Pada Keluarga Elderly in Taiwan.
Dengan Anggota Healthy
Keluarga Menderita TB

24