Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH MODAL USAHA DAN PENJUALAN

TERHADAP LABA USAHA


BAB I

PENDAHULUAN

Latarbelakang

Tujuan utama didirikannya usaha adalah untuk mendapatkan keuntungan/laba

semaksimal mungkin. Begitu juga bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah

(UMKM). Selain itu UMKM juga dapat mengurangi jumlah pengangguran yang

ada di Batam.

Untuk mendapatkan laba yang maksimal tentunya para pelaku UMKM harus

mengetahui indicator apa saja yang dapat menambah laba usaha mereka. Laba

adalah selisih antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan selama proses usaha

berelangsung.

Modal usaha merupakan komponen yang sangat penting, karena setiap usaha

membutuhkan modal untuk menjalankan usahanya. Contoh: modal digunakan

untuk membeli persedian barang dan memebeli perlengkapan lainnya. Dana yang

dikeluarkan tersebut diharapkan dapat kembali terbayarkan melalui penjualan

produk. Modal kerja yang berasal dari penjualan tersebut akan dikeluarkan lagi

untuk membiayai kegiatan operasional selanjutnya dana akan terus berputar setiap

harinya.

Selain modal usaha, indicator yang memepengaruhi laba usaha adalah penjualan.

Penjualan merupakan tujuan utama dilakukannya kegiatan usaha. Dalam

menghasilkan barang/ jasa, mempunyai tujuan akhir yaitu menjual barang/ jasa

kepada masyarakat. Oleh karena itu, penjualan memegang peranan penting bagi
para pelaku UMKM agar produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat terjual

dan memberikan penghasilan bagi usahanya.

Freddy Rangkuti (2009: 207), mengemukakan bahwa penjualan adalah

pencapaian yang dinyatakan secara kuantitatif dari segi fisik atau volume atau unit

suatu produk. Penjualan merupakan suatu yang menandakan naik turunnya

penjualan dan dapat dinyatakan dalam bentuk unit, kilo, ton atau liter. Volume

penjualan merupakan jumlah total yang dihasilkan dari kegiatan penjualan barang.

Semakin besar jumlah penjualan yang dihasilkan perusahaan, semakin besar

kemungkinan laba yang akan dihasilkan perusahaan. Oleh karena itu penjualan

merupakan salah satu hal penting yang harus dievaluasi untuk menghindari

terjadinya kerugian. Jadi penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan

utama perusahaan dan bukannya untuk kepentingan volume penjualan itu sendiri.

Laba merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan

dalam suatu periode tertentu. Pengertian yang sama disampaikan oleh Husnan

(2001: 180) bahwa laba adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan

keuntungan (profit) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu.

Sedangkan menurut Michelle & Megawati (2005: 201), bahwa laba merupakan

kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (profit) yang akan menjadi

dasar pembagian dividen perusahaan. Laba menggambarkan kemampuan badan

usaha untuk menghasilkan keuntungan dengan menggunakan seluruh modal yang

dimiliki.

Menurut Stanton (1993: 55), bahwa penjualan sebagai bagian dari keseluruhan

sistem. Swastha (2005: 9) menyatakan bahwa penjualan adalah suatu kegiatan


yang terjadi karena suatu proses pertukaran antara pembeli dan penjual, dimana

penjual akan mendapat Imbalan berupa uang, sedangkan pembeli akan

mendapatkan barang. Menurut Soehardi Singgit (dalam Swastika, 2010: 9)

penjualan adalah sasaran inti dari kegiatan-kegiatan lainnya, sebab disini

dilakukan perundingan, persetujuan tentang harga dan serah terima barang serta

pembayaran.Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan yaitu: (1) kemampuan

penjual, (2) Kondisi pasar, (3) Modal, dan (4) Faktor lain.

Laba merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan

dalam suatu periode tertentu. Pengertian yang sama disampaikan oleh Husnan

(2001: 180) bahwa laba adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan

keuntungan (profit) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu.

Sedangkan menurut Michelle & Megawati (2005: 201), bahwa laba merupakan

kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (profit) yang akan menjadi

dasar pembagian dividen perusahaan. Laba menggambarkan kemampuan badan

usaha untuk menghasilkan keuntungan dengan menggunakan seluruhmodal yang

dimiliki. Menurut J. Wild (dalam Subramanyan, (2003: 407), bahwa laba

merupakan selisih pendapatan dan keuntungan setelah dikurangi beban dan

kerugian. Laba merupakan salah satu pengukuran aktivitas operasi dan dihitung.

Dari latar belakang masalah tersebut maka peneliti tertarik untuk mengangkat

permasalahan tersebut untuk dilakukan penelitian dengan judul “ PENGARUH

MODAL USAHA DAN PENJUALAN TERHADAP LABA USAHA”

Rumusan masalah

Dari latar belakang diatas , kita dapat merumusakan masalah yaitu:


1. Apakah modal usaha berpengaruh signifikan terhadap laba usaha?

2. Apakah penjualan berpengaruh signifikan terhadap laba usaha?

3. Apakah modal usaha dan penjualan berpengaruh signifikan terhadap laba

usaha?

Tujuan penelitian

1. Untuk mengetahui apakah modal usaha berpengaruh signifikan terhadap

laba usaha.

2. Untuk mengetahui apakah penjualan berpengaruh signifikan terhadap laba

usaha.

3. Untuk mengetahui apakah modal usaha dan penjualan berpengaruh

signifikan terhadap laba usaha.

Manfaat penelitian

1. Bagi umkm

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikirandan

juga sebagai masukan untuk

2. Bagi peneliti

Sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan ilmu

akuntansi terutama

3. Bagi peneliti lainnya


Diharapkan untuk mengembangkan penelitian ini dengan memperpanjang

periode pengamatan serta memperluas daerah penelitian.Disamping itu

juga diharapkan untuk menguji variabel lain yang diduga kuat dapat

mempengaruhi laba.