Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini secara umum dimaksudkan untuk mengetahui hubungan

tingkat pengetahuan agama dengan motivasi merokok di SMA Al Islam 1

Surakarta. Pengumpulan data telah dilakukan pada September 2013. Dengan

metode quota sampling, didapatkan sampel terpilih sebanyak 350 dari total 676

siswa kelas X dan XI. Berikut ditampilkan hasil penelitian yang telah didapat:

A. Deskripsi Sampel

Variabel-variabel karakteristik sampel meliputi usia, jenis kelamin,

pengetahuan agama, dan motivasi merokok. Variabel karakteristik yang

bersifat kuantitatif dijelaskan dengan parameter pokok yaitu rata-rata dan

Standar Deviasi, sedangkan variabel karakteristik yang bersifat kualitatif

dijelaskan dengan frekuensi dari masing-masing kategori sampel penelitian.

1. Distribusi Sampel Berdasarkan Usia

Dalam penelitian ini, usia sampel berada di antara 14-18 tahun dengan

mean 15.57 tahun dan Standar Deviasi 0.722. Hal ini sesuai dengan tabel

4.1. berikut:

Tabel 4.1. Distribusi Sampel Berdasar Usia Mean, Median (n = 350)


Mean Median Std. Deviation Minimum Maximum

15.57 16.00 0.722 14 18

32
33

Berdasarkan sebaran data usia tersebut, diketahui bahwa usia termuda

adalah 14 tahun dan usia tertua adalah 18 tahun. Dari tabel di atas, maka

ditribusi usia sampel dapat digambarkan pada gambar 4.1. berikut:

Distribusi usia sampel


50%
44.29% 43.14%
45%
40%
35%
Jumlah (%)

30%
25%
20%
15%
10% 8%
4%
5% 0.57%
0%
14 15 16 17 18
Usia (tahun)

Gambar 4.1. Proporsi Usia Sampel (Persen)

Usia sampel yang paling dominan adalah pada usia 15 tahun dengan

proporsi 44.29%. Kemudian usia 16 tahun dengan proporsi 43.14%. Hal

ini dapat dilihat dari gambar 4.1. di atas.

2. Distribusi Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin

Sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan, yaitu mencapai

56.29% dari total sampel. Sedangkan sampel dengan jenis kelamin laki-

laki sebesar 43.71%. Hal ini tergambar pada gambar 4.2. berikut:
34

Jenis kelamin
jenis kelamin
56.29%

43.71%

laki-laki perempuan

Gambar 4.2. Proporsi Jenis Kelamin Sampel (Persen)

Dari keterangan di atas gambar 4.2., dapat dikatakan bahwa sebagian

besar sampel berjenis kelamin perempuan.

3. Distribusi Sampel Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin

Berdasarkan sebaran data usia dan jenis kelamin, dapat dilihat pada

tabel 4.2. berikut ini:

Tabel 4.2. Distribusi Sampel Berdasar Usia dan Jenis Kelamin (n = 350)
Usia Jenis Kelamin Jumlah
(tahun) Laki-laki Perempuan
N % n % N %
14 4 1.14 10 2.86 14 4
15 61 17.43 94 26.86 155 44.29
16 69 19.71 82 23.43 151 43.14
17 17 4.86 11 3.14 28 8
18 2 0.57 0 0 2 0.57
Jumlah 153 43.71 197 56.29 350 100

Berdasarkan tabel 4.2. di atas, dapat diketahui distribusi sampel

penelitian. Pada sampel perempuan mayoritas pada usia 15 tahun dengan


35

proporsi sebesar 26.86%. Sedangkan sampel laki-laki mayoritas pada usia

16 tahun dengan proporsi 19.71%.

B. Deskripsi Variabel

Variabel penelitian utama terdiri dari tingkat pengetahuan agama sebagai

variabel bebas, sementara motivasi merokok sebagai variabel terikat.

1. Tingkat Pengetahuan Agama

Tingkat pengetahuan agama Islam sampel penelitian ini diukur dengan

menggunakan kuesioner yang terdiri dari 12 butir soal dengan empat

pilihan jawaban yang dikelompokkan menjadi dua poin. Tingkat

pengetahuan tercermin dari skor sampel dengan menjawab pertanyaan

pada kuesioner tersebut. Apabila dikategorikan menurut Nursalam (2003)

pengetahuan baik dengan skor 21 - 24 (81 - 100%), pengetahuan cukup

dengan skor 16 - 20 (61 - 80%) dan pengetahuan kurang dengan skor 0 -

15 (≤ 60%).

Dalam penelitian ini, interval tingkat pengetahuan agama sampel

berada di antara 19 - 24 dengan mean 22.87 tahun dan Standar Deviasi

1.038. Hal ini sesuai dengan tabel 4.3. berikut:

Tabel 4.3. Distribusi Tingkat Pengetahuan Agama Berdasar Mean,


Median (n = 153)
Mean Median Std. Deviation Minimum Maximum

22.87 23 1.038 19 24
36

Berdasarkan tabel 4.3. di atas, diketahui bahwa nilai tertinggi untuk

tingkat pengetahuan agama adalah 24 poin dan nilai terendahnya adalah 19

poin. Dari tabel di atas, maka ditribusi tingkat pengetahuan agama sampel

dapat digambarkan pada gambar 4.3. berikut:

Tingkat pengetahuan agama


tingkat pengetahuan agama

97.43%

0 2.57%

kurang cukup baik

Gambar 4.3. Proporsi Tingkat Pengetahuan Agama Sampel (Persen)

Sebagian besar sampel pada penelitian ini memiliki pengetahuan

agama Islam yang baik sesuai gambar 4.3. di atas.

2. Motivasi Merokok

Motivasi merokok sampel penelitian ini diukur dengan menggunakan

kuesioner yang terdiri dari 15 butir soal dengan empat pilihan jawaban.

Tingkat motivasi tercermin dari skor sampel dengan menjawab pertanyaan

pada kuesioner tersebut. Apabila dikategorikan menurut Nursalam (2003)

motivasi tinggi dengan skor 49 - 60 (81 - 100%), motivasi sedang dengan

skor 37 - 48 (61 - 80%) dan motivasi rendah dengan skor 0 - 36 (≤ 60%).


37

Dalam penelitian ini, interval tingkat motivasi merokok sampel berada

di antara 15 - 41 dengan mean 23.337 tahun dan Standar Deviasi 6.502.

Hal ini sesuai dengan tabel 4.4. berikut:

Tabel 4.4. Distribusi Tingkat Motivasi Merokok Berdasar Mean, Median


(n = 197)
Mean Median Std. Deviation Minimum Maximum

23.37 22 6.502 15 41

Berdasarkan tabel 4.4. di atas, diketahui bahwa nilai untuk tingkat

motivasi merokok tertingg adalah 41 poin dan nilai terendahnya adalah 15

poin. Dari tabel di atas, maka ditribusi tingkat motivasi merokok sampel

dapat digambarkan pada gambar 4.4. berikut:

Tingkat motivasi merokok


tingkat motivasi merokok

95.71%

4.29%
0%

rendah sedang tinggi

Gambar 4.4. Proporsi Tingkat Motivasi Merokok Sampel (Persen)

Sebagian besar sampel pada penelitian ini memiliki motivasi merokok

yang rendah sesuai gambar 4.4. di atas.


38

Apabila dilakukan uji stratifikasi untuk membandingkan antara

sampel laki-laki dan perempuan, bisa dilihat dalam tabel 4.5. berikut ini:

Tabel 4.5. Uji Stratifikasi Gender dengan Motivasi Merokok


(n = 350)
Motivasi Merokok Gender
Total
Laki-laki Perempuan

Rendah 148 190 328

Sedang 5 7 12

Total 153 197 350

Dari tabel di atas, laki-laki yang mempunyai motivasi merokok rendah

sebesar 148 orang (94.77%) dan perempuan sebesar 190 orang (96.44%)

sesuai tabel 4.5. di atas.

3. Hasil Uji Statistik

Sebelum dilakukan uji statistik, data penelitian ini terlebih dahulu akan

dilakukan uji normalitas data untuk mengetahui persebaran data. Hal ini dapat

dilihat pada tabel 4.6. berikut:

Tabel 4.6. Hasil Analisis Korelasi Pearson Uji Normalitas (n = 350)


Kolmogorov-Smirnova

Statistic Df Sig.

Skor total motivasi .114 350 .000

Skor total pengetahuan agama .250 350 .000

a. Lilliefors Significance Correction


39

Pada uji Kolmogorov-Smirnov, baik skor motivasi dan pengetahuan

agama mempunya nilai p = 0.000. Karena p < 0.05 maka dapat diambil

simpulan bahwa kedua kelompok data tersebut mempunyai sebaran tidak

normal.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka uji Pearson yang direncanakan

tidak memenuhi syarat, sehingga diganti menggunakan uji Spearman. Berikut

tabel 4.7. merupakan gambaran mengenai uji korelasi Non-Parametrik

Spearman:

Tabel 4.7. Hasil Analisis Korelasi Non-Parametrik Spearman


Skor total Skor total
kues kues
motivasi pengetahuan
agama
Spearman’s Skor total Correlation Coefficient 1 -.085
rho motivasi Sig. (2-tailed) .114
N 350 350
Skor total Correlation Coefficient -.085 1
pengetahuan Sig. (2-tailed) .114
agama N 350 350

Dari hasil di atas, diperoleh nilai Significant 0.114 dan nilai tersebut p >

0.05 yang berarti bahwa korelasi antara tingkat pengetahuan agama dengan

motivasi merokok tidak signifikan. Nilai Correlation Coefficient sebesar -

0.085 menunjukkan bahwa arah korelasi negatif dengan kekuatan sangat

lemah.