Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan

sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Pada populasi

lanjut usia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan

diastolik 90 mmHg (Sheps,2005).

Hipertensi merupakan penyakit yang cukup membahayakan bagi yang

menderitanya, karena hipertensi dapat menyerang jantung, ginjal, mata hingga dapat

menyerang otak. Hipertensi adalah faktor risiko utama penyakit-penyakit

kardiovaskular yang merupakan penyebab kematian nomor tiga terbanyak didunia

danmerupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kejadian hipertensi masih

cukup tinggi dan bahkan cenderung meningkat. Setiap tahun 7 juta orang di seluruh

dunia meninggal akibat hipertensi. Pada tahun 2000 terdapat hampir satu milyar

penduduk dunia yang menderita hipertensi, dan jumlah inidiperkirakan akan melonjak

menjadi 1,5 milyar pada tahun 2025. Prevalensihipertensi di negara Singapura adalah

27,3%, Thailand 22,7%, dan Malaysia20% (Yahya, 2011).Prevalensi hipertensi di

Indonesia adalah 31,7% yang berarti hampir 1dari 3 penduduk usia 18 tahun ke atas

mengidap hipertensi. Berbagai faktor terkait dengan genetik dan pola hidup seperti

aktivitas fisik yang kurang,asupan makanan asin dan kaya lemak serta kebiasaan

merokok dan minum alkohol berperan dalam melonjaknya angka hipertensi.

Kebanyakan penderitahipertensi tidak merasakan keluhan apa pun. Hal inilah yang

1
membuat banyak penderita mengabaikan lonjakan tekanan darah tersebut (Yahya,

2011).

Oleh karena itu pengendalian terhadap penyakit hipertensi harus selalu

dilakukan (Suhardjono,2012).Kemampuan pasien hipertensi agar tidak menjadikan

penyakitnya semakin parah adalah menjaga perilaku pola makan yang salah satunya

melakukan diet rendah garam dengan membatasi konsumsi natriumdisesuaikan

dengan berat tidaknya retensi garam atau hipertensi, yang terdiridari diet Rg I, Rg II,

dan Rg III (Almatsier, 2006). Konsumsi natrium yang berlebihan menyebabkan

konsentrasi natrium dalam cairan diluar sel akan meningkat. Akibatnya natrium akan

menarik keluar banyak cairan yang tersimpan dalam sel, sehingga cairan

tersebutmemenuhi ruang diluar sel. Berjejalnya cairan diluar sel membuat

volumedarah dalam sistem sirkulasi meningkat. Hal ini menyebabkan jantung

bekerjalebih keras untuk mengedarkan darah keseluruh tubuh dan

menyebabkantekanan darah meningkat sehingga berdampak pada timbulnya

hipertensi(Apriadji, 2007). Namun demikian keberhasilan menjalankan diet rendah

garam baik dirumah ataupun dirumah sakit selama perawatan pada pasien

hipertensisangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam menjalankan

diettersebut. Pada kenyataannya, kepatuhan akan diet rendah garam masih

sangatrendah. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat mengkonsumsimakanan

yang asin serta garam merupakan tambahan yang penting dalamsuatu masakan karena

garam akan membuat masakan menjadi enak, jika tidak menggunakan garam masakan

akan terasa hambar yang akan berpengaruh padaselera makan. Berdasarkan survey

awal yang saya lakukan bahwa lebih banyak pasien rawat inap yang tidak mematuhi

diet rendah garam yang diberikan,mereka lebih menyukai dan lebih banyak

mengkonsumsi makanan yang di bawa oleh keluarga dari pada makanan yang

2
diberikan dengan alasan tidak enak, tidak asin dan tidak berselera mengkosumsi

makanan tersebut.Kepatuhan akan diet yang diberikan sangat mempengaruhi

kestabilan tekanan darah pasien hipertensi.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengenalan Hipertensi

1. Definisi hipertensi

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya

di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Pada populasi lanjut usia,

hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90

mmHg (Sheps,2005).

2. Macam-macam hipertensi

Berdasarkan penyebab dikenal dua jenis hipertensi, yaitu :

1) Hipertensi primer (esensial)

adalah suatu peningkatan persisten tekanan arteri yang dihasilkan oleh

ketidakteraturan mekanisme kontrol homeostatik normal, Hipertensi ini tidak

diketahui penyebabnya dan mencakup + 90% dari kasus hipertensi (Wibowo, 1999).

2) Hipertensi sekunder

adalah hipertensi persisten akibat kelainan dasar kedua selain hipertensi

esensial. Hipertensi ini penyebabnya diketahui dan ini menyangkut + 10% dari kasus-

kasus hipertensi. (Sheps, 2005).

Klasifikasi penyakit hipertensi terdiri dari :

4
Kategori Tekanan Darah (mm Hg)

Sistol Diastol

Normal <130 <85

Normal tinggi 130-139 85-89

Hipertensi ringan 140-159 90-99

Hipertensi sedang 160-179 100-109

Hipertensi berat >180 >110

Keterangan:

 Tekanan sistolik: tekanan darah yang terjadi saat jantung berkontraksi.

 Tekanan Diastolik: tekanan yang terjadi saat jantung relaksasi atau saat darah

masuk ke jantung.

3) Gejala penyakit pada hipertensi

Gejala-gejala penyakit hipertensi yaitu sakit kepala, perdarahan dari hidung,

pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita

hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.Jika

hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala sebagai

berikut:

a. Sakit kepala

b. Kelelahan

c. Mual

d. Muntah

e. Sesak nafas

5
B. Pengenalan Diet hipertensi

1. Gambaran Umum

Yang dimaksud dengan garam dalam Diet Garam Rendah adalah garam

natrium seperti yang terdapat dalam garam dapur(NaCl),soda kue (NaHCO3),baking

powder,natrium benzoate,dan vetsin(mono sodium glutamate). Natrium adalah kation

utama dalam cairan ekstraselluler tubuh yang mempunyai fungsi menjaga

keseimbangan cairan dan asam basa tubuh,serta berperan dalam transmisi syaraf dan

kontraksi otot.Asupan makan sehari-hari umumnya lebih banyak mengandung

natrium dari pada yang dibutuhkan tubuh. Dalam keadaan normal, jumlah natrium

yang dikeluarkan tubuh melalui urine sama dengan jumlah yang dikonsumsi, sehingga

terdapat keseimbangan.

Makanan sehari-hari biasanya cukup mengandung natrium yang dibutuhkan

sehingga tidak ada penetapan kebutuhan natrium sehari.WHO(1990) menganjurkan

pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram sehari(ekivalen dengan 2400 mg

natrium).

Asupan natrium yang berlebihan terutama dalam bentuk natrium klorida,dapat

menyebabkan gangguan keseimbangan cairan tubuh,sehingga menyebabkan edema

atau acites dan/atau hypertensi.Penyakit-penyakit tertentu seperti sirosis hati,penyakit

ginjal tertentu,dekompensasio cordis,toksemia pada kehamilan dan hypertensi

esensial dapat menyebabkan gejala edemaatau asites dan atau hypertensi. Dalam

keadaan demikian asupan garam natrium perlu dibatasi.

6
2. Tujuan diet

Tujuan Diet Rendah Garam adalah membantu menghilangkan retensi garam

atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien hypertensi.

3. Tata cara diet

1) Mengurangi kandungan garam (Sodium atau Natrium)

Seseorang yang mengidap penyakit hipertensi sebaiknya mengontrol diri

dalam mengkonsumsi garam. Yang dimaksud dengan garam disini adalah garam

natrium yang terdapat dalam hampir semua bahan makanan yang berasal dari

hewan dan tumbuh-tumbuhan. Salah satu sumber utama garam natrium adalah

garam dapur. Oleh karena itu, dianjurkan konsumsi garam dapur tidak lebih dari

¼ - ½ sendok teh/hari. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan berbagai

tingkat Diet Garam Rendah.

a. Diet Garam Rendah I (200-400 mg Na)

Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema, asites dan/atau

hipertensi berat. Pada pengolahan makanannya tidak ditambahkan garam

dapur. Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya.

b. Diet Garam Rendah II (600-800 mg Na)

Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema, asites, dan/atau

hipertensi sedang. Pemberian makanan sehari sama dengan Diet Garam

7
Rendah I. Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan ½ sdt garam

dapur (2 g). Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya.

c. Diet Garam Rendah III (1000-1200 mg Na)

Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema dan/atau hipertensi

ringan. Pemberian makanan sehari sama dengan Diet Garam Rendah I.

Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan 1 sdt garam dapur (4g).

2) Meningkatkan mengkonsumsi potassium atau kalium

Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan

darah. Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran.

Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk dikonsumsi penderita

hipertensi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu

parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu,

makanan yang mengandung unsur omega 3 sagat dikenal efektif dalam membantu

penurunan tekanan darah (hipertensi).

Pada penderita hipertensi dimana tekanan darah tinggi > 160 /gram mmHg,

selain pemberian obat-obatan anti hipertensi perlu terapi dietetik dan merubah gaya

hidup. Tujuan dari penatalaksanaan diet adalah untuk membantu menurunkan tekanan

darah dan mempertahankan tekanan darah menuju normal. Disamping itu, diet juga

ditujukan untuk menurunkan faktor risiko lain seperti berat badan yang berlebih,

tingginya kadar lemak kolesterol dan asam urat dalam darah. Harus diperhatikan pula

penyakit degeneratif lain yang menyertai darah tinggi seperti jantung, ginjal dan

diabetes mellitus.

8
4. Makanan yang dianjurkan

Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan

Sumber karbohidrat Beras, kentang, singkong, Roti, biskuit dan kue-kue

terigu, tapioka, hunkwe, gula, yang dimasak dengan garam

makaroni, mi, bihun, roti, dapur dan/atau baking

biskuit, kue kering yang powder dan soda.

dimasak tanpa garam dapur

dan/atau baking powder dan

soda.

Sumber protein hewani Telur maksimal 1 btr/hari, Otak, ginjal, lidah, sardin,

daging sapi, ayam dan ikan daging, ikan, susu, dan telur

maksimal 100 gr/hari yang diolah dengan garam

dapur seperti: daging asap,

ham, bacon, dendeng, abon,

keju, ikan asin, ikan kaleng,

korned, ebi, udang kering,

telur asin, telur pindang.

Sumber protein nabati Tempe, tahu, kacang tanah, Selai kacang, keju kacang

kacang hijau, kacang kedele, tanah dan semua kacang-

kacang merah, dan kacang- kacangan yang dimasak

kacangan lain yang dimasak dengan garam dapur, baking

tanpa garam dapur. powder, dan soda.

9
Sayuran Semua sayuran segar dan Sayuran yang dimasak dan

sayuran yang diawet tanpa diawetkan dengan garam

garam dapur dan natrium dapur dan ikatan natrium lain

benzoate. seperti: sayur dalam kaleng,

sawi asin, asinan dan acar.

Buah-buahan Semua buah-buahan segar Buah-buahan yang dimasak

dan buah yang diawet tanpa dan diawetkan dengan garam

garam dapur dan natrium dapur dan ikatan natrium lain

benzoat. seperti: buah dalam kaleng,

asinan buah, manisan buah.

Lemak Minyak goreng, mentega, Margarin dan mentega biasa.

dan margarin tanpa garam.

Minuman Teh, dan air putih. Minuman kaleng, kopi.

Bumbu Semua bumbu yang tidak Garam dapur (untuk

mengandung garam dapur hipertensi berat), baking

dan ikatan natrium yang lain powder, soda kue, vetsin,

kecap, terasi, maggi, tomato

ketchup, petis, dan tauco.

10
5. Bahan makanan beserta nilai Na (sodium) dan K (kalium) dalam 100g

Nama makanan Na K Nama buah Na K


(mg) (mg) (mg) (mg)
Ayam goreng 800 167 Anggur merah 11 136
Bakso 478 213 Apel 4 107
Hamburger 800 37 Aprikot 2 620
Ikan asin 600 95 Avokado 7 385
Kecap asin 5627 217 Belimbing 2 133
Keju 666 98 Blewah 16 267
Kentang goreng 900 527 Ceri 0 260
Kopi 500 47 Durian 2 309
Kornet 1750 145 Jambu air 2 417
Margarin 950 30 Jambu biji 0,1 123
Mentega 11 24 Jeruk 0 237
Mie instan 1110 27 Jeruk bali 0 178
Popcorn / snack 300 117 Kelengkeng 0 266
Roti tawar 530 59 Kiwi 2 543
Saus tomat 410 57 Kurma 11 667
Sereal 676 271 Mangga 2 156
Sosis 1100 66 Markisa 5 63
Telor asin 2200 70 Melon 28 473
Nanas 2 178
Nangka 3 300
Pear 0 198
Pepaya 4 654
Nama sayur Na K pisang 1 435
(mg) (mg)
Bawang merah 4 146 rambutan 1 4
Bawang putih 17 401 salak 2 108
Bayam 79 558 Sawo 22 94
Brokoli 33 324 semangka 1 112
Bunga kol 30 349 sirsak 14 278
Cabai 30 1014 Strawberry 1 166
Daun pepaya 4 552 tomat 5 230
Daun singkong 11 157
Jagung 15 270
Jamur 5 318
Kacang merah 12 1359
Kacang panjang 6 209
Kangkung 16 580
Kapri 13 370
Kecambah 6 108
Kentang 6 407

11
Kubis 18 146
Lobak 67 191
Rebung 6 305
Sawi 20 169
Selada 10 141
Seledri 0 260
Terong 2 230
Timun 2 147
Wortel 69 320

6. Evaluasi makanan

Evaluasi untuk menu makan pagi yaitu nasi lunak sudah cukup baik,

pemberian kopi susu kedelai sebaiknya ditanyakan dulu kepada pasien mengenai

keluhan gastritis. Konsumsi kopi pada pasien dengan keluhan gastritis sebaiknya

dibatasi karena dapat merangsang kerja lambung. Ayam suwir-wortel sudah cukup

baik tingkat kematangannya, tetapi rasa terlalu pedas. Evaluasi untuk puding mangga

adalah rasanya yang kurang manis. Oleh karena itu, jenis mangga yang dipakai

haruslah lebih manis untuk menambah rasa manis pada puding tanpa perlu

penambahan gula pasir. Kombinasi jumlah gula yang lebih besar dipadukan dengan

mengurangi jumlah mangga juga dapat diaplikasikan pada selingan ini sehingga

kandungan energi tidak melebihi kecukupan.

Evaluasi untuk makan siang, ukuran saji sup ayam terlalu banyak. Sebaiknya

sayuran yang dimasukkan ke dalam sup hanya 0.75 SP. Aroma sup ayam sudah baik

karena ditambahkan sedikit bubuk pala ke dalam sup. Selain itu, ayam disangrai

terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam sup sehingga rasa sup ayam tidak terlalu

amis. Pepes tahu sudah baik teksturnya, namun sebaiknya tidak digunakan cabai

sebagai isi pepes. Pepaya yang disajikan pada menu makan siang terlalu matang

12
sehingga warna kurang menarik. Evaluasi untuk tumis bayam dan wortel pada menu

makan malam yaitu ukuran saji yang terlalu banyak dan potongan wortel yang terlalu

tipis. Nasi yang dimasak sudah baik. Bumbu pada pepes ikan terlalu banyak dan

seharusnya tidak menggunakan cabai rawit. Tekstur ikan sudah cukup baik, tetapi

kualitas ikan kurang segar.

7. Contoh menu makan dalam 3 hari

Hari Waktu

Pagi Selingan Siang Selingan Malam

07.00 10.00 12.00 16.00 20.00

1 Nasi Sari buah Nasi, Buah Tumis tahu

goreng segar bening pepaya kentang

sayur ketimun seledri

2 Mi Ketimus Nasi, Jus Nasi, tumis

Hokian nangka sayur mentimun tahu,kentang

bobor,

bakwan

tahu

3 Nasi Singkong Nasi, Mix fruit Nasi, tempe

goreng manis sayur rica juice kukus cabai

kunyit rodoh hijau.

Cara membuat :

13
 Kupas kentang, potong dadu ukuran 2-3 cm masukkan ke dalam panic berisi

air

 Didihkan selama 5 menit, tiriskan hingga kering

 Potong dadu tahu goreng sebesar 2—3 cm

 Panaskan ½ sdt minyak goreng, masukkan kentang dan tahu

 Bubuhi garam dan merica bubuk aduk hingga kuning keemasan

 Taburan seledri cincang aduk angkat

Nilai energi dan zat gizi:

 Energy : 136,2 kkal

 Protein : 5,1 g

 Lemak : 8,4 g

 Karbohidrat : 11,8 g

 Kalium : 256,0 mg

 Kalsium : 55,0 mg

 Magnesium : 64,0 mg

 Natrium : 6,0 mg

14
Menu Kuantitas Energi Karbohidrat Serat Protein Lemak Lemak K (mg) Mg Ca (mg) Na (mg)
Makanan (kkal) (g) (g) (g) Total Jenuh (mg)
(g) (g)
Jam 6
Nasi 300 mg 525 120 0 12 1.1 0.9 300 0 0 15
Sup : (1 mangkuk
/250 mL)
a.daging dada 100 g 190 0 0 20 5 0.9 350 0 100
ayam tanpa
kulit
b.wortel 75 g 37.5 7.5 0.75 2.25 183.75 33.75 52.5
c.kentang 50 mg 43.75 10 1.25 1 198 31.5 3.5
d.tomat 50 mg 0 0 3.2 0 117.5 4 2
Air minum 300 ml

Jam 8 atau 10
Alpukat 100 g 80 20 19 0 6.5 1.1 278 2
Gula Merah 10 g 50 12 0 0 23 0 2.4
Susu skim cair 300 ml 112.5 15 0 10.5 0 0 447 369 114
Air minum 200 ml

Jam 12
Nasi 250 mg 437.5 100 0 10 0.75 250 0 0 12.5
Ikan tuna 100 g 190 0 0 20 12 501 55 150 131
panggang
(tanpa
minyak)
Buncis rebus 75 g 37.5 7.5 9.975 2.25 221.25 80.25 13.5
Sup kacang 25 g (dalam 80 0 1 6 3 0.5 287.75 75 73.25 4.75
merah kuah sekitar
50 mL)
Jambu biji 100 mg 50 12 3 0
Air minum 300 ml

Jam 16
Crackers 5 potong 175 40 5 4 60 55
Gandum (@10 g)
(tanpa/rendah
garam)
Susu skim cair 300 ml 112.5 15 0 10.5 0 0 447 369 114
Air minum 150 ml

Jam 18
15
Sandwich :
1.Roti putih 2 lapis 116.67 26.67 0 2.67 0 330
sedang
2.Telur dadar berkucai (tanpa minyak/sedikit minyak;pakai minyak canola)
*Telur dadar 1 butir = 60 95 0 0 10 6 2.2 204.6 51.6 193.8
g
*Kucai 50 g 25 5 1.65 1.5 0
3.Ketimun 25 g 0 0 5.15 0 30.5 72.75 1.325
4. Tomat 25 g 0 0 2.34 0 58.75 2 1
5. Selada 25 g 0 0 1.6 0 50.75 23.75 3.75
Pir 100 mg 80 20 4.3
Air minum 300 ml
Total 2437.92 410.67 58.215 110 36.27 6.35 4008.85 460 1260.85 822.025
Perhitungan
Kebutuhan 2800 38 50g 4700 400 500 mg 1000
DRI (untuk (0,8 mg mg mg
orang sehat g/kg
yang BB)
dimodifikasi)

Total Air Minum 1860 mL (30 mg/kg BB)


Total Na (umumnya dari garam dapur); konsumsi 500-1000[2], 1000 mg-2000 mg[1] (jadi butuh
dalam jangka panjang Na kurang dari 1000 mg bisa suplemen kalsium); info : 1 sendok makan
berakibat defisiensi nutrien garam mengandung 2300 mg Na

Keterangan :
- Serat : HARUS TINGGI
- lemak total : HARUS LOW FAT, TIDAK banyak : kolesterol dan lemak jenuh
- Lemak Jenuh : HARUS <10 g
- Menu makanan ini mengkuti prinsip DASH diet ([1],hal. 1250 dan halaman 865 [chapter 33]).
- Makanan sebaiknya bebas MSG (ada kandungan Na)
- Jika perlu (ketika pasien menunjukkan gejala kurang kalsium), maka dibutuhkan suplemen
kalsium karena absorbsi Ca menurun karena konsumsi Na menurun[slide Ibu] (~absorbsi Ca
dipengaruhi Na). Di menu ini sengaja jumlah Ca yang diberikan berlebih.
- Jumlah vitamin seharusnya sudah terpenuhi sesuai RDI karena pada menu ini sudah dipenuhi
sesuai piramida makanan
- Karena Na yang diasupkan masih cukup sedikit, maka dapat ditambahkan garam dapur ke tiap
makanan dengan jumlah tertentu (tapi tak boleh melebih ketentuan jumlah Na)
- Yang warna kuning harus dicari lagi yaa..

16
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Penyakit Hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang mana dapat

dihadapi baik itu dibeberapa negara yang ada didunia maupun di Indonesia.

Cara mengatur diet untuk penderita hipertensi adalah dengan memperbaiki rasa tawar

dengan menambah gula merah/putih, bawang (merah/putih), jahe, kencur dan bumbu lain

yang tidak asin atau mengandung sedikit garam natrium. Makanan dapat ditumis untuk

memperbaiki rasa. Membubuhkan garam saat diatas meja makan dapat dilakukan untuk

menghindari penggunaan garam yang berlebih. Dianjurkan untuk selalu menggunakan

garam beryodium dan penggunaan garam jangan lebih dari 1 sendok teh per hari.

17