Anda di halaman 1dari 84

Pengendalian Rokok di Daerah

Dr. Hasto Wardoyo SpOG (K)


Bupati Kulonprogo
Salam Kenal
10 Negara dengan Jumlah Perokok Terbesar di Dunia

tags: 10 negara terbesar, bahaya merokok, data statistik, hari bebas rokok, Industri
Rokok, jumlah perokok, mitos rokok, rokok

Daftar 10 Negara Perokok Terbesar di Dunia**


China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk
India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per
tahun)
Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk
Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk
Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk
Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%
Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%
** Data saya olah dari hasil laporan WHO 2008 dengan statistik jumlah perokok
1.35 miliar orang.
Setahun Orang Indonesia
Habiskan 302 Miliar Batang Rokok


• Indonesia menjadi negara


dengan perokok terbanyak di
Asia Tenggara.

• Konsummen rokok mencapai


46,16 persen. Jumlah perokok
aktif laki-laki dan perempuan
naik 35 persen pada 2012 atau
berkisar 61,4 juta perokok pada
2013.
PBI masyarakat miskin VS Belanja Rokok
Belanja Rokok th 2010
Di Kulonprogo
Quintile HH Excap (Xu Index) per Tahun
Rincian Pengeluaran Total
Quintile 1 Quintile 2 Quintile 3 Quintile 4 Quintile 5
Total Pengeluaran 159.024.132.667,45 216.444.294.550,15 287.439.831.067,67 380.991.240.748,22 600.246.694.128,10 1.644.146.193.161,59
Makanan 104.626.491.122,29 141.579.557.181,29 174.649.106.075,67 213.647.147.117,24 273.596.437.397,08 908.098.738.893,56
Non Makanan 54.397.641.545,17 74.864.737.368,86 112.790.724.992,00 167.344.093.630,98 326.650.256.731,02 736.047.454.268,03
Kesehatan 7.879.353.705,04 6.690.281.778,18 9.916.199.000,07 16.564.928.355,34 49.059.256.042,04 90.110.018.880,67
Pendidikan 4.146.541.637,54 4.642.963.668,69 9.644.893.115,59 15.683.398.205,10 55.820.291.362,10 89.938.087.989,02
Rokok 3.254.269.109,79 7.607.395.272,18 8.967.869.762,13 19.552.408.642,16 24.361.224.018,40 63.743.166.804,66
Alkohol - - - - 2.470.491.118,99 2.470.491.118,99
Sirih 2.376.004.151,44 2.405.689.623,25 2.859.055.952,15 1.202.555.608,67 860.518.044,37 9.703.823.379,87
Pulsa 2.032.635.350,91 3.807.449.670,53 6.835.482.206,21 12.138.277.694,49 20.516.150.811,27 45.329.995.733,41

Sumber : BPS : rokok : 63,74 M, Pulsa : 45,32 M/th


Tahun 2013 Meningkat
(Orang miskin hidup boros : Rokok & Pulsa Dominan)
Tabel 1. Total Pengeluaran Rumah Tangga Setahun Menurut Jenis Pengeluaran dan Quintile Pengeluaran Rumah Tangga di Kulon
Progo Tahun 2013

Quintile Pengeluaran Rumah Tangga per Tahun (Rp)


Jenis Pengeluaran Jumlah
Quintile 1 Quintile 2 Quintile 3 Quintile 4 Quintile 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
103,537,507,0 176,229,109,1 228,780,039,5
A Makanan
11 05 13
289,057,089,708 469,691,663,518 1,267,295,408,855

48,716,976,45 88,315,402,66 113,726,446,7


B Non makanan
2 7 85
195,416,103,888 571,419,273,203 1,017,594,202,995

Total 152,254,483,4 264,544,511,7 342,506,486,2 1,041,110,936,7


C pengeluaran 62 71 98
484,473,193,595
22
2,284,889,611,848

1 Alkohol 0 0 0 0 82,403,316 82,403,316

14,701,749,08 96,575,424,39
2 Rokok 3,400,824,210 9,968,989,473
7
21,094,943,319 47,408,918,301
0
3 Sirih 1,989,433,539 2,182,530,305 1,851,662,403 2,556,307,557 1,332,105,162 9,912,038,966

4 Pendidikan 1,933,617,367 6,414,686,580 9,481,439,275 14,319,339,737 60,864,290,035 93,013,372,994

72,680,708,03
5 Kesehatan 1,954,889,538 7,476,080,984 4,765,496,854 15,351,421,831 43,132,818,824
1

49,860,914,91
6 Pulsa 1,842,256,763 4,067,417,213 5,574,301,868 9,946,649,874 28,430,289,195
3

Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2013, BPS

Perda Kulon Progo


No. 5 tahun 2014 tentang KTR
(Kawasan Tanpa Rokok)
menjadi yang tertinggi se-Jawa (www.bps.go.id)

Ada sekitar 535 ribu penduduk miskin di DIY yang sebagian besar di antaranya
justru berada di kota yakni 325 ribu sementara 209 ribu adalah penduduk miskin
desa. Definisi penduduk miskin menurut BPS sendiri adalah penduduk yang
konsumsinya berada di bawah garis kemiskinan. Sementara itu garis kemiskinan di
DIY pada periode yang sama sesuai berita statistik BPS Provinsi DIY sebesar Rp.
303.843.

2,2 % per 5 th = 0,42 %/th

Meski angkanya turun namun persentase kemiskinan di DIY masih tetap tinggi
(Tabel dari Beritas Resmi Statistik BPS Provinsi DIY, 2 Januari 2014).

Fakta tingkat kemiskinan DIY yang tertinggi se-Jawa tentu sangat


mengejutkan dan mungkin tak banyak disadari. Apalagi menurut Kantor
Perwakilan Bank Indonesia DIY pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada 2013
wardhanahendra.blogspot.com

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Terbungkus Pesona, Kemiskinan


Yogyakarta Tertinggi Se-Jawa
HL | 12 January 2014 | 09:01 Dibaca: 3209 Komentar: 45 17

Kemiskinan masih menjadi persoalan pelik bagi Indonesia meski hal yang sama
terjadi di hampir semua negara berkembang di dunia. Berbagai program dan
kebijakan yang telah dilakukan belum mampu mengatasi masalah kemiskinan di
negeri ini. Begitu mudah dan nyata potret kemiskinan dijumpai. Meski pertumbuhan
ekonomi melesat namun Indonesia masih diselimuti kemiskinan yang dahsyat.

Kita tentu masih ingat gambaran kemiskinan di Banten yang dalam 2 bulan terakhir
begitu gencar diekspos di TV, koran juga menjadi perbicangan di media sosial.
Ekspos ketertinggalan sejumlah tempat di Banten yang dipicu dugaan korupsi oleh
Gubernur Atut dan keluarganya memang membuka mata banyak orang dan pejabat
pemerintah betapa potret memilukan kehidupan rakyat begitu nyata dan dekat.

Yogyakarta, di balik gigantisme kota dan pesonanya yang luar biasa diam-diam
menyimpan masalah kependudukan yang parah. Tingkat kemiskinan penduduk DIY
tertinggi se-Jawa.

Namun jangan dulu menganggap bahwa Banten adalah provinsi termiskin di


masing SKPD serta mengabaikan banyak program yang diusulkan oleh kelurahan.
Model kebijakan yang top-down dan hanya menjadikan penduduk miskin sebagai
obyek justru p melestarikan mata rantai kemiskinan.

Tingginya angka kemiskinan di DIY tak hanya menjadi pekerjaan rumah penting bagi
pemerintah setempat. Kemiskinan ini juga menjadi tantangan besar bagi
sejumlah perguruan tinggi yang ada di DIY untuk merumuskan konsep
sekaligus membantu pemerintah DIY mengimplementasikan pembangunan
sosial ekonomi DIY yang berpusat pada kemandirian manusia.

Sebuah rumah penduduk di Kulonprogo, DIY.

Memprihatinkan, itulah mungkin yang tepat menggambarkan kemiskinan di DIY.


Provinsi istimewa dengan banyak potensi dan sejuta pancaran pesona diam-diam
menyimpan masalah kependudukan yang dahsyat. Seperti sosok raksasa yang
gagah, DIY diam-diam mengidap penyakit parah. Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta ternyata termiskin se-Jawa.
Tags: miskin yogyakarta
Gaya Hidup Boros
Wa

Ha
Ra
Mu

La
Pl
Gu

Ed
Ha
Tu

Ah
Ac
Se

Sumber: Badan Pusat Statistik

H
Mudah dipahami, masih tingginya angka kemiskinan di DIY sebetulnya merupakan KP
cermin dari pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas. Hal ini merupakan Fo
persoalan mendasar dari pembangunan di negeri ini. Ekonomi tumbuh Sy
mengesankan namun tidak melibatkan penduduk miskin, sehingga tidak berdampak
pada peningkatan kesejahteraan mereka. Se
Gu
Buah dari pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas adalah jurang ketimpangan
Globalisasi/AFTA /MEA

 Akses barang murah bagi masyarakat miskin


meningkat
 Masyarakat pendidikan rendah menjadi
cenderung konsumtif
 Cenderung meningkatkan konsumsi dari
pada produksi, investasi dan menabung
 Perilaku ini akan mendorong mereka pada
tingkat ketahanan yang lebih rendah
bilamana terjadi krisis
Indonesia Case Study:
Impact On Fiscal Sustainability (3)
Composition of Local Revenue
100.00%
Other
80.00%
DAK (Special
% of total

60.00% Allocation Fund)


DAU (General
40.00% Allocation Fund)
Shared Natural
20.00% Resources Revenue
Shared taxes
0.00%
Kabupatens

Kabupatens
Kotas (Rest
Kotas (Java

Indonesia)

Indonesia)
Local Levies

(Rest of
(Java &
& Bali)

Bali)

of

Local taxes

Prof. Jay K. Rosengard


13
Indonesia Case Study: Impact on
Regional Economic Development (2)

Prof. Jay K. Rosengard


14
Kenapa Banyak perokok ?
• Dr Douglas Bettcher, Director of
Tobacco Free Initiative WHO
dalam artikel detikHealth
mengatakan :
– Regulasi yang ada di Indonesia
sangat permisif
• Bisa dibuktikan
– Perokok sangat bebas leluasa
– Iklan rokok dimana-mana (di radio,
TV, media cetak)
– Sponsor rokok merajalela
keluarga yang tidak bebas asap rokok.
Sikap terhadap Perokok Dalam Situasi Tertentu
Mereka Sadar Bahwa Rokok Boros KK Rumah Tangga
Perokok Non Perokok
Total
Setuju 3,1% 1,4% 2,3%
1) Di sekitar anak2 KK Rumah Tangga
Tidak 96,9% 98,6% 97,7%
Perokok Non perokok
(1) Pemborosan Setuju 3,3% 93,1%1,4% 2,4% 92,9%
2) Di sekitar Bumil
(2) Tidak sehat Tidak 96,7% 98,6%
83,1% 97,6%94,8%
(3) Tidak sopan Setuju 44,2% 18,3%
41,2% 32,7%60,0%
3) Pertemuan
(4) 38,7%
Tidak menghormati Tidak 55,8% 81,7% 67,3%55,5%
(5) Konsentrasi 19,8% 4,5%
(6) Gaya hidup 11,2% 7,9%
Hasil
(7) yang
Staminaberbeda terlihat dari sikap responden pada 13,3%
pertemuan, forum, rapat 5,0%
atau
(8) Menghidupi
sejenisnya. Terdapatpetani 54,9%
perbedaan mencolok antara kelompok 36,0%
keluarga yang bebas
(9) Kenikmatan 57,3% 18,3%
asap rokok
(10) Cukai dengan yang tidak bebas. Keluarga bebas asap
51,6% rokok, sebagian besar
31,2%
(81,7%) menentang merokok saat pertemuan, sementara
(11) Persahabatan untuk keluarga tidak bebas
49,6% 17,6%
(12)rokok
asap Stress 55,8% diantaranya menentang. 39,1% 13,3%

Hampir seluruh responden setuju bahwa kebiasaan merokok adalah boros. Namun
bahwa kebiasaan merokok adalah tidak sehat, tidak sopan dan tidak menghormati
terlihat berbeda. Keluarga perokok lebih sollider dibandingkan dengan keluarga non
perokok dalam memandang pendapat tersebut.
Media Promosi Rokok
Keluarga
Sumber non perokok
: Mapping sangat rumah
perilaku merokok kerastangga
dengan menolak
di DIY, Dinas pendapat seperti merokok
Kesehatan DIY , 2009
menambah konsentrasi, gaya hidup, stamina dll. Lebih banyak responden dari
40.00%
keluarga perokok yang setuju bahwa merokok akan membantu petani dan pekerja
spotcheck, cross/recheck.

HASIL DAN KAJIAN


Prevalensi Rumah Tangga Bebas Asap Rokok

Tidak be bas
as ap rok ok ,
55.40%

Be bas as ap
rok ok ,
44.60%

Hasil kajian menunjukkan bahwa persentase rumah tangga bebas asap rokok
ternyata lebih keciil. Sejumlah 55,4% rumah tangga di Provinsi DIY tidak bebas asap
rokok. Hasil tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan survey 2007 yang
menemukan 55% rumah tangga tidak bebas asap rokok.

100

75

50
25

0
Kota Bantul Klprogo Gnk idul Slem an

Rum ah be bas pe rok ok 52.1 43.4 42.2 40.2 46.3


Rujm ah ada pe rok ok 47.9 56.6 57.8 59.8 53.7

Sumber : Mapping perilaku merokok rumah tangga di DIY,


!
Dinas Kesehatan DIY , 2009 2!
Pengeluaran Rokok Rata-rata per Bulan di DIY
ai 4 kali lipat pengeluaran kesehatan. Pengeluaran rokok
rbesar pengeluaran rumah tangga.
Jenis Pengeluaran Rumah Tangga
Rata-
Jenis Pengeluaran rata/bulan
Air 11.823
Komunikasi 28.208
Kesehatan 30.482
Listrik 44.395
Sosial 61.200
Transport 68.274
Pendidikan 91.845
Konsumsi 374.138
Rokok 111.015
Total Pengeluaran 894.672

menemukan
Sumber : Mapping perilakubahwa
merokok rumahrata-rata
tangga di DIY, jumlah batang rokok y
per Dinas
keluarga
Kesehatan DIY , (perokok)
2009 mencapai 5-6 batang. Dengan me
okok per batang mencapai Rp.750,- maka pengeluar
asumsi harga rokok per batang mencapai Rp.750,- maka pengeluaran rata-rata
untuk rokok mencapai
Kategori Rp. 111.015,-.
Besarnya SementaraBelanja
Pengeluaran untuk pengeluaran
Rokok di kesehatan
DIY Rp.
30.482,-

50.00%
40.00%
30.00%
20.00%
10.00%
0.00%
<50rb 50-100rb 100-250rb 250-500rb >500rb

% 8.80% 17.30% 35.50% 32.70% 5.70%

Pengeluaran Rokok Menurut Kategori Besar Pengeluaran


Perbandingan pengeluaran rokok menurut kabupaten / kota menunjukkan bahwa
Sumber : Mapping perilaku merokok rumah tangga di DIY,
Dinas Kesehatan DIY , 2009
Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul memilliki total pengeluaran yang didominasi
Cara lain yang juga ditempuh adalah dengan melarang secara tegas anggota
keluarganya untuk mencoba merokok (44,6%). Memberi contoh dan meminta teman
Alasan Tidak Merokok
(dari anak atau rekan) untuk saling mengingatkan anggota keluarga untuk tidka
merokok. Kedua cara ini tidak terlalu populer karena hanya 39,5% dan 23,4% dari
keluarga yang bebas asap rokok tersebut yang melakukannya.

100.00%

75.00%

50.00%

25.00%

0.00%
Kesehatan Kepedulian Pemborosan Kesopanan

% 90.00% 31.60% 76.20% 30.60%

Alasan untuk Tidak Merokok


Alasan utama rumah tangga yang tetap menjaga keluarganya untuk tidak merokok
adalah karena rokok tidak sehat (90%) dan pemborosan (80%). Kepedulian terhadap
perokok pasif (31,6%) tidak menjadi perhatian utama. Faktor kesopanan / etika juga
tidak menjadi alasan yang dominan bagi keluarga untuk menjaga keluarga tetap
bebas dari asap rokok.
Sumber : Mapping perilaku merokok rumah tangga di DIY, Dinas
b. Keluarga Perokok
Kesehatan DIY , 2009

(5) Gaya hidup 8.20%

(4) Menambah konsentrasi Sebanyak-banyaknya


22.40% menunjukkan
(3) bahwa yang tidak merokok lebih
Mengurangi stres 43.70%sehat

(2) Persahabatan 61.00%

(1) Kenikmatan 77.80%


bebas dari asap rokok.

b. Keluarga Perokok Alasan Merokok

(5) Gaya hidup 8.20%

(4) Menambah konsentrasi 22.40%

(3) Mengurangi stres 43.70%

(2) Persahabatan 61.00%

(1) Kenikmatan 77.80%

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

Sumber : Mapping perilaku merokok rumah tangga di DIY, Dinas


Kesehatan DIY , 2009

! Tunjukkan Bahwa kita Bisa Gembira dan Nikmat 5!


Tanpa Rokok
Upaya Panjang Membuahkan Perda KTR

Perda Kabupaten Kulonprogo


No. 5 tahun 2014 tentang KTR
(Kawasan Tanpa Rokok)

22
Larangan Terhadap Iklan

• Pasal 7
– Ayat 1: Pemerintah Daerah melakukan pengendalian
iklan produk tembakau yang dilakukan pada media luar
ruang.
Larangan mengekspose
Nama atau logo Produk Tembakau

• Pasal 9
– Ayat 1: Setiap orang yang memproduksi dan/atau
mengimpor produk tembakau, yang mensponsori suatu
kegiatan lembaga dan/atau perorangan hanya dapat
dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :
• tidak menggunakan nama merk dagang dan logo produk
tembakau termasuk brand image produk tembakau; dan
• tidak bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau.
Melarang Sponsor Rokok

• Pasal 10
– Ayat 1: Setiap penyelenggara kegiatan yang disponsori
oleh produk tembakau dan/atau bertujuan untuk
mempromosikan produk tembakau dilarang
mengikutsertakan siswa atau anak dibawah usia 18
(delapan belas) tahun.
Perda Dimulai dari
Kelompok Ibu-Ibu
“Kumpulan, Arisan, jagongan, Rundo”
Sebagai media untuk membangun gotong royong
KOMITMEN
KOMITMEN MASYARAKAT
MENCIPTAKAN KAWASAN BEBASDUSUN
ASAP ROKOK
di Desa Pendoworejo
KALINGIWO DESA PENDOWOREJO
Pakta Integritas
Bagi Anggota DPRD
“Mempengaruhi keputusan politik”
(perda KTR, Hiburan malam, Pilkadus)
Pakta Integritas : Menghormati KTR

G DPRD Kulonprogo, 12 Agustus 2014


Penurunan Iklan Rokok
IKLAN IKLAN
ROKOKROKOK DITURUNKAN
Peranserta Masyarakat
Menciptakan Lingkungan Sehat
UPAYA PENGENDALIAN
MELALUI TEMPAT LAYANAN KESEHATAN
MELEPAS IKLAN ROKOK
DIDIJALAN-JALAN
SEKARO GIRIPURWO GIRIMULYO
DAN WARUNG/TOKO

21 September 2014
PERTEMUAN ALIANSI BUPATI
&WALIKOTA
PERTEMUAN ALIANSI BUPATI & WALIKOTA
Dalam Pengendalian masalah kesehatan
akibat tembakau dan penyakit tidak menular
Audiensi KTR dengan MTCC

Rumah Dinas Bupati, 27 Juni 2014


Audiensi KTR dengan MTCC

Rumah Dinas Bupati, 27 Juni 2014


Seminar Pelatihan KTR

Lampung, 3 September 2014


Seminar Pelatihan KTR

Lampung, 3 September 2014


Seminar Pelatihan KTR

Palembang, 4 September 2014


Seminar Pelatihan KTR

Medan, 24 September 2014


Seminar Implementasi KTR Kota Medan

Medan, 25 September 2014


Seminar Implementasi KTR Kota Medan

Medan, 25 September 2014


Kejadian Anemia di Sekolah
(Hasil screening tahun 2012)
No HASIL PEMERIKSAAN SMP SMA
1 Cakupan Screening 78 72,5
2 Status Gizi Normal 78,6 85,7
3 Status Gizi Gemuk 3,9 12,6
4 Kurus 9,0 10,8
5 Kurus Sekali 1,7 1,7
6 Tajam Penglihatan (normal) 89,1 89,9
7 Serumen 19,3 19,7
8 Otitis Media 0,2 0,8
9 Gigi Berlubang 41,5 46,2
10 Gangguan ME 1,3 2,8
11 Masalah kespro 10,7 13,7
12 17,5 9,1
Anemia
VTE (venus trombo emboli)
• Studies provide similar results:
– 2nd generation safer than 3rd generation

• Additional risk factors


– Family history
– Excessive weight (BMI > 30)

– Smoking
– Factor V. Leiden mutation

• Translates 1-2 additional


cases/yr/10,000 users

• Highest risk associated with 1st


generation users.

(Jick 2006, Middledorp 2005, Spitzer 1996, Sherif 1999)


Additional Risk Factors for
MI/Stroke

• Increased Risks with COCs:


– Smoking
– Age >30 (2-3 fold)
– Hyptertension (10 fold)
– Estrogen Level (>30µg)
– Hypercholesterolemia
– Obesity
– Migraines if over 35y

• POCs do not cause a risk of myocardial infarction or stroke.

(Kemmerman 2001, Sherif 1999, Loder 2005)


Smoking
• Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia
dimana 40 jenis diantaranya bersifat
karsinogenik.

•Asap rokok dibagi dua : main stream smoke


dan side stream smoke
KANDUNGAN KIMIA ROKOK
Sebatang Rokok......
Perbandingan Bahan
Asap Aliran Utama dan Asap Aliran Sampingan

Asap Aliran Utama vs Asap Aliran Sampingan

Nikotin 2 kali ganda


Aseton 2-5 kali ganda
Tar 3 kali ganda
Hidrogen sianid 4-6 kali ganda
Karbon monoksida 5 kali ganda
Toluen 6-8 kali ganda
Benzen 10 kali ganda
Anilin 30 kali ganda
Nitrosamin (bahan karsinogen) 50 kali ganda
Sulit Berhenti Merokok :
Karena Ketergantungan Nikotin

53
Bagaimana Nikotin Bekerja
di Otak?
ROKOK DAN PENYAKIT
Tembakau merupakan faktor risiko untuk sekurang-kurangnya 25 jenis penyakit !

• Kanker kandung kemih • Stroke


• Kanker perut • Osteoporosis
• Kanker usus dan rahim • Penyakit jantung
• Kanker mulut • Kemandulan
• Kanker esofagus • Putus haid awal
• Kanker tenggorokan • Melahirkan bayi yang cacat
• Kanker pankreas • Keguguran
• Kanker payudara • Mati muda
• Kanker paru-paru • Bronkitis
• Penyakit saluran • Batuk
• Pernafasan kronik • Penyakit ulser peptik
• Kerusakan mata • Emfisema
• Penyakit gusi • Otot lemah
Bahaya Rokok
Bagi Perempuan
Smoking
Dampak berat bagi Wanita

• Prevalensi perokok pasif domistik sebesar


48,9 % dari jumlah penduduk Indonesia,
dengan proporsi perempuan 66 % dan laki-
laki 31,8 %. (Pradono, 2002)

•Pengisap asap rokok sampingan memiliki


resiko lebih tinggi gangguan kes akibat rokok
, said stream smoke > main stream smoke.
(Syahdrajat, 2007, Jaya 2009).
Faktor Risiko Ca. Cx

• Kawin usia muda


• Kebersihan sex kurang
• Infeksi virus (HPV)
• Sosek rendah
• Suami tidak sunat
• Merokok
• Banyak anak
Damage Inside and Out
Chemicals in tobacco smoke can start cells throughout your body on a
path toward cancer. For example, here is how smoking causes
dangerous bladder cancer.

Tobacco 101: Module 3 59


Smoking causes infertility
and early menopause!

Dr Tilly's research on mice and human tissue


showed that the culprit chemicals, called
polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs),
damage fertility in a highly specific way
Smoking causes infertility
and early menopause!

Cigarettes can destroy eggs in a woman’s ovaries,


decreasing fertiity, according to researchers at
Boston's Massachusetts General Hospital
infertility center, reports Dianne Spencer in her
Daily Mail UK article titled, “Now smoking causes
infertility and early menopause
.”
Smoking causes
early menopause!

• 59% wanita perokok berisiko menopause


dini (sukma 2007)

• sembilan kali lebih cepat menopause


dibandingkan yang tidak terpapar rokok
(Takasihaeng, 2000).
Rokok Membuat
Menopause awal Libido menurun
The good news
“Now smoking causes infertility and early menopause.”

59 % wanita perokok/terpapar rokok mengalami menopause


dini (sukma, 2007)
Hot Flushes/Flashes

Hasto 23 Juli 2008


Smoking causes infertility
and early menopause!

• Gangguan fungsi tuba dan proses


fertilisasi, daya tahan hidup sperma dan
sel telur
• “oviduct uncompromised by smoke
damage.” hal ini menyebabkan gangguan
pertumbuhan embrio

• Gangguan folikulogenesis
KAWASAN TANPA ROKOK
Kawasan Jumlah KTR %
sasaran
Puskesmas 21 21 100
Rumah Sakit 6 4 66
SD 368 204* 55
Tempat Ibadah 1276 854* 67
Tempat Kerja 46 36 74
(SKPD)
Dusun/RW KTR 855 16** 2

•: hasil kajian PHBS (tidak merokok)


•** : kawasan bebas asap rokok
HASIL MONITORING KTR DI 12 SKPD OLEH
SATGAS KTR (mei 2015)
NO INDIKATOR YA %
1 Sosialisasi Perda kepada staf 11 92
2 SK Satgas Pengawas KTR 2 17
3 Tanda KTR di halaman kantor 7 58
4 Tanda dilarang merokok di dalam/luar ruangan 9 75
5 Tidak tersedia asbak/korek api 8 67
6 Tidak ada iklan rokok 12 100
7 Tidak ada penjual rokok 12 100
8 Tidak ditemukan puntung rokok 4 33
9 Tidak terdapat ruang khusus merokok 6 50
10 Tersedia ruang tempat merokok 4 44
11 Tidak dutemukan orang merokok 3 25
Indikator Monev
NO INDIKATOR
1 Ditemukan tanda/ petunjuk/ peringatan larangan
merokok
2 Ditemukan orang merokok dalam gedung
3 Ditemukan adanya asbak
4 Ditemukan tempat khusus/ ruangan untuk merokok
5 Tercium bau asap rokok
6 Ditemukan puntung rokok dan sisa korek api
7 Ditemukan kegiatan menjual rokok
8 Ditemukan kegiatan promosi rokok/ iklan rokok
Hasil Monev di Tempat Umum
NO INDIKATOR YA % TIDAK %
1 Ditemukan tanda/ petunjuk/ peringatan 106 19% 447 81%
larangan merokok
2 Ditemukan orang merokok dalam 238 43% 309 57%
gedung
3 Ditemukan adanya asbak 249 45% 301 55%
4 Ditemukan tempat khusus/ ruangan 16 0,02% 535 99,9%
untuk merokok
5 Tercium bau asap rokok 195 36% 341 64%
6 Ditemukan puntung rokok dan sisa korek 267 48% 282 52%
api
7 Ditemukan kegiatan menjual rokok 195 35% 355 65%
8 Ditemukan kegiatan promosi rokok/ iklan 97 17% 442 83%
rokok
Hasil Monitoring Gedung Tempat Umum
600
500
400
300
Ya
200 Tidak
100
0
1 2 3 4 5 6 7 8
Indikator
Monev ke Pengelola Gedung
NO Indikator
1 Pengetahuan tentang Perda KTR di Kulon Progo
yang melarang orang merokok di dalam gedung
2 Dukungan pelaksanaan Perda KTR di Kulon Progo
3 Kewajiban Pengelola Gedung untuk
melaksanakan Perda KTR
4 Pengetahuan pengelola gedung akan sangsi jika
tidak melaksanakan Perda KTR
Hasil Monitoring Pemahaman Pengelola Gedung di
Tempat Umum

NO Indikator YA % TIDA %
K
1 Pengetahuan tentang Perda KTR 230 42% 322 58%
di Kulon Progo yang melarang
orang merokok di dalam gedung
2 Dukungan pelaksanaan Perda KTR 505 91% 47 9%
di Kulon Progo
3 Kewajiban Pengelola Gedung 299 54% 253 46%
untuk melaksanakan Perda KTR
4 Pengetahuan pengelola gedung 160 29% 390 71%
akan sanksi jika tidak
melaksanakan Perda KTR
Hasil Monitoring Gedung di Tempat Kerja
NO INDIKATOR YA % TIDAK %
1 Ditemukan tanda/ petunjuk/ peringatan 212 38% 231 62%
larangan merokok
2 Ditemukan orang merokok dalam gedung 144 27% 300 27%
3 Ditemukan adanya asbak 182 32% 259 68%
4 Ditemukan tempat khusus/ ruangan untuk 33 5% 412 95%
merokok
5 Tercium bau asap rokok 161 29% 284 71%
6 Ditemukan puntung rokok dan sisa korek api 167 30% 278 70%
7 Ditemukan kegiatan menjual rokok 16 2% 330 98%
8 Ditemukan kegiatan promosi rokok/ iklan 11 1% 438 99%
rokok
Hasil Monitoring Gedung Tempat Kerja

450
400
350
300
250
200 Ya
150 Tidak
100
50
0
1 2 3 4 5 6 7 8
Indikator
Hasil Monitoring Pemahaman
Pengelola Gedung di Tempat Kerja
NO Indikator YA % TIDAK %
1 Pengetahuan tentang Perda KTR di 337 60% 113 40%
Kulon Progo yang melarang orang
merokok di dalam gedung
2 Dukungan pelaksanaan Perda KTR di 434 78% 15 22%
Kulon Progo
3 Kewajiban Pengelola Gedung untuk 337 60% 113 40%
melaksanakan Perda KTR
4 Pengetahuan pengelola gedung 231 42% 213 58%
akan sanksi jika tidak melaksanakan
Perda KTR
Hasil Monitoring Pemahaman
Pengelola Gedung Tempat Kerja
500
450
400
350
300 Ya
250
200 Tidak
150
100
50
0
Pengetahuan

Pengetahuan
Dukungan thd

melaksanakan
ttg Perda

ttg sanksi
Kewajiban
perda

KTR
Monitoring Iklan Media Rokok Dan
Promosi
NO Indikator Pengamatan
1 Ditemukan iklan terletak pada KTR
2 Ditemukan iklan terlihat jelas dari sudut
pejalan kaki biasa atau kendaraan
3 Ditemukan Iklan melintang di jalan dan
tidak sejajar dengan jalan
4 Ditemukan peringatan kesehatan pada
iklan
Hasil Monitoring Iklan Media dan Promosi

NO Hasil Pengamatan YA % TIDAK %


1 Ditemukan iklan terletak pada KTR 13 27% 35 73%
2 Ditemukan iklan terlihat jelas dari 32 66% 16 34%
sudut pejalan kaki biasa atau
kendaraan
3 Ditemukan Iklan melintang di jalan 0 0 48 100
dan tidak sejajar dengan jalan %
4 Ditemukan peringatan kesehatan 38 79% 10 21%
pada iklan
Kesimpulan
• Sosialisasi KTR masih harus terus dilakukan, agar
semua lapisan masyarakat dapat mendukung
pemerintah daerah dalam mewujudkan KTR.
• Upaya pelarangan iklan rokok harus selalu
disosialisasikan kepada semua masyarakat
terutama bagi pemilik warung atau restoran yang
masih saja bersedia tempat usahanya di tempeli
stiker iklan rokok.
• Upaya penegakan harus dioptimalkan agar dapat
dicapai tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap
kebijakan pemerintah daerah.
SASARAN KIA TAHUN 2015
di Kab. Kulonprogo
IBU HAMIL : 5789
IBU MELAHIRKAN :
5526
BUFAS : 5526
Gratis : Jamkesda

Kematian ibu : 2 PUS : 67344


ANAK BALITA : 21869
BAYI : 5263

Mati < 28 hr : 25
1 bln < x < 12 bln : 16
Angka Harapan Hidup di
KP tertinggi 75.18 tahun